Noisy in Flourish and Blotts
Harrieta membawa Hermione berapprate ke ruang keluarga Grimmauld place. Hermione jatuh terduduk saat mereka sampai. "Well memang mual bagi pemula dan orang - orang yang tak biasa"kata Harrieta.
"Itu tadi apprate?"tanya Hermione berusaha menormalkan nafasnya. Harrieta mengangguk. "Selamat datang Nona Granger."sambut Regulus.
"Terima kasih, Tuan Black"balas Hermione sopan.
Tiga hari pertama,Harrieta dan Alice memberitahu istilah Mudblood dan New Blood. Mudblood adalah kata yang di pakai pureblood untuk penyihir kelahiran Muggleborn yang menolak tradisi penyihir sedangkan, untuk new blood adalah penyihir kelahiran Muggleborn yang mempelajari tradisi penyihir. Harrieta meminjamkan buku tradisi pureblood dari perpustakaan Black pada Hermione.
Begitu Daphne bergabung di Grimmauld place, mereka langsung melakukan penelitian mengenai Hocrux. Terkadang Regulus ikut bergabung.
"Draco masih mengirimimu surat?"tanya Daphne mengenai perihal terror Malfoy. Harrieta mengangguk dan menghela nafasnya. "Ia masih meminta bertemu"jawab Harrieta. Kedua bola mata berwarna hijau itu masih melihat buku dihadapannya. "Hermione, Daphne, lihat ini"kata Harrieta menunjukkan satu kalimat di buku yang ia baca.
Baik Daphne dan Hermione melihat kalimat yang dibaca Harrieta. "Hocrux, dapat dihancurkan dengan menghancurkan wadahnya. Dan untuk menghancurkan wadah itu hanyalah dengan racun Basilik, Fiendfyre,kutukan avadra kedavra"baca Hermione.
"Kurasa aku akan meminta ayahku mencobanya"kata Harrieta. Baik Daphne dan Harrieta menoleh. "Ayahku menyimpan Hocrux milik Voldy karena tidak bisa menghancurkannya"kata Harrieta. Ia segera menemui ayahnya di ruang kerja. Daphne dan Hermione mengikutinya.
Diruang kerja Regulus, Ketiga gadis itu memberitahunya penemuan mereka. Regulus setuju untuk mencobanya. Liontin Slytherin yang Regulus simpan di kotak kayu pun dikeluarkan. Regulus mengajak ketiga gadis itu keluar. "Pasang mantra pelindung Lyra"kata Regulus.
"Protego Maxima"rapal Harrieta dengan tongkat Cherrynya. Mantra pelindung itu pun melindungi Harrieta, Daphne dan Hermione. Regulus melempar Mantra Fiendfyre pada liontin tersebut. Api FiendFyre berubah bentuk menjadi ular api besar begitu menyentuh liontin tersebut. Regulus menciptakan gelombang air besar untuk memadamkan api tersebut.
"Apakah Hocrux itu hancur?"tanya Harrieta. Regulus mengangguk. "Berwaspadalah aku ragu pangeran kegelapan hanya membuat satu Hocrux."kata Regulus.
"Ada lebih dari satu?"kata Daphne ngeri. Harrieta membatalkan mantra perlindungannya.
"Aku akan menyelidiki hal itu dengan ibumu. Sudah malam kalian bertiga tidurlah. Besok Surat dari Hogwarts tiba"kata Regulus.
Timeskip,
Sesuai dengan perkiraan, surat dari Hogwarts tiba untuk mereka bertiga serta tak lupa surat dari Draco. Setelah banyak penolakan, Akhirnya Harrieta dan Draco sepakat untuk bertemu di Flourish dan Blotts.
"Gilderoy Lockhart?.. Apa ia guru pertahanan terhadap ilmu hitam yang baru?"tanya Daphne sambil membaca daftar kebutuhannya. Harrieta mengangkat salah satu alisnya dan membaca daftar kebutuhan Hogwarts miliknya. Harrieta tertawa terpingkal - pingkal membaca daftar buku milik Lockhart. Regulus mengulurkan tangannya untuk membaca daftar kebutuhan Hogwarts milik putrinya tersebut.
"Aku tahu Lockhart, Ia tidak berbakat. Ia hanya bisa melancarkan jampi memori. Aku minta kalian bertiga waspada di Hogwarts"kata Regulus. Ketiga gadis itu mengangguk.
Harrieta,Daphne dan Hermione sepakat untuk pergi berbelanja setelah mereka sarapan. Alice ikut bersama mereka.
Diagon Alley,
Alice Black Nee Reed mempersilahkan putrinya dan kedua sahabat - sahabat putrinya untuk ke Flourish dan Blotts, sementara ia akan membeli kebutuhan ramuan mereka.
Daphne dan Hermione menggandeng Harrieta berjalan menuju toko buku di Diagon Alley tersebut. Papan pengumuman akan adanya temu penulis Lockhart membuat mereka bertiga tertawa sekaligus bersyukur.
Ketiga gadis itu memilih mencari buku mereka di lantai kedua, demi menghindar temu-penulis tersebut. Hermione memilih buku - buku mengenai budaya pureblood, Harrieta memilih buku tentang Rune kuno, sedangkan Daphne memilih buku tentang Herbologi. "Well,Well, kau benar - benar disini, Potter"kata Seorang anak laki - laki berambut pirang tersebut. Harrieta mengeryitkan dahi kala ia melihat Draco.
"Aku setuju bertemu denganmu diluar sekolah agar kau berhenti menerorku"balas Harrieta yang berjalan melalui lorong - lorong buku. "Aku hanya ingin bertemu denganmu. Seharusnya kau bersyukur, Seorang pureblood sepertiku mau bertemu dengan half-blodd sepertimu"kata Draco . Harrieta memandangnya sinis. "Yang Mulia Malfoy sebaik kau jangan mendekatiku, Aku tak ingin udara yang kau hirup tercemar. "balas Harrieta sinis.
Draco mengernyitkan dahinya bingung. Ia tak tahu apa salahnya. Ia selalu dididik untuk menjadi lebih tinggi dari kasta - kasta lainnya. Apa yang dikatakannya memang benar adanya, kenapa Harrieta harus marah.
