Disclaimer :ceritanya punya saya,cast punya Tuhan,SMentertaiment,dan orang tua mereka,khusus taoris punya saya #plak#digebuk taoris shipper

Main Cast : TaoRis, EdenTao, KaiSoo, BaekYeol, SiBum, HunHan, ETC

Other Cast : -

Summary : masih ingatkah kau saat pertama kali kita bertemu? Tanpa saling mengenal tetapi ingin mengetahui satu sama lainnya

Chapter : 10 of ?

Genre : Romance,humor, Hurt/comfort

Warning : Yaoi / sounen-ai, pertukaran marga , Mpreg..

Rated : M (suatu saat bisa berubah-ubah)

Note : Tolong yang sudah membaca FF ini berikan reviewnya ya, itu yang menjadi penyemangat saya selama ini, review saja walau itu sangat pendek, kalau bisa sih yang panjang… please don't be silent readers…

Chit Chat Author : ngerasa sedih sih, banyak yang baca tapi sedikit yang ngereview, ga ada semangat buat lanjutin, ga tau deh bakal di lanjutin lagi atau engga kalau begini terus...

Review :

Mmm : itu special chapter kaisoo mmm-sshi. Harap di maklum, main line dari cerita emang taoris but ada chara-chara lain yang punya cerita di cerita ini, maaf ya...

.

.

.

.

.

.

Tell Me (내게 말해줘) :

Kris melangkahkan kaki jenjangnya menuju kediaman keluarga Wu yang hangat dan nyaman, Tubuh nya terasa sangat letih setelah seharian Berjalan-jalan bersama Eden dan Tao. Semua Maid menunduk hormat di kala Kris berjalan menyusuri istana besar keluarga Wu itu. Kris menghentikan langkahnya saat ia melihat dua orang yang sangat ia kenal, kedua orang itu sedang duduk dengan santai di ruang keluarga.

"Dad? Mom?" Kris kebinggungan sekarang, sejak kapan Appa dan Eomma nya berada di rumah? Bukan kah mereka sedang sibuk mengurusi pekerjaan-pekerjaan mereka. Mrs. Woo yang sedang sibuk dengan tablet pc nya mulai menatap dan tersenyum hangat, sedangkan Mr. Wu yang sedang membaca sebuah buku hanya melirik anak bungsunya itu sekilas, setelah itu kembali melanjutkan kegiatannya membaca.

"Oh My Son… come here…" Kevin –Mrs. Woo- menepuk-nepuk tempat kosong di sampingnya, mengintruksikan Kris untuk duduk. Kris yang mengerti langsung mendekati ibu nya dan duduk dengan tenang di samping ibunya.

"Kapan Eomma sampai? Kenapa tidak memberi kabar terlebih dahulu?" tanya Kris Sambil berjalan mendekati Eomma nya.

"Ini kejutan sayang.. apa kau terkejut?" Jawab Eomma nya dengan tawa kecil.

"Sangat…. Aku sangat terkejut melihat nya, Sejak kapan orang sibuk seperti Appa dan Eomma menghabiskan waktu nya di rumah dan bersantai seperti ini" Kris sedikit menyindir Appa dan Eomma nya.

"Aishhh anak ini… kenapa bicara seperti itu eoh?" Kevin mulai membuat mimik sedih yang terlihat sangat lucu, ia bermaksud membuat anak bungsu nya itu menjadi lebih hangat.

"Ada yang salah dengan kata-kata ku barusan?" Kris masih saja bersikap dingin.

"Anniyo… ahhh iya, di mana Eden? Kalian habis keluar bersama kan?" Kevin mulai mengalihkan pembicaraan, ia tak mau bertengkar lagi dengan anak bungsunya itu.

"Sedang mengatar Tao…" hanya itu tangapan Kris, nada bicaranya sedikit kesal. Ya… Kris memang kesal. Kalian tau? Tadi setelah dari pantai mereka pulang dengan mengunakan Taxi, Eden mengantar Kris kerumahnya. Kris pikir Tao ingin mengatarkan dirinya dan Eden terlebih dahulu baru kemudian ia pulang. namun ia salah, Eden menyuruh Kris pulang terlebih dahulu, setelah itu ia pergi untuk mengantar Tao.

"Tao? Nugu?" Sean Wu –Appa Kris- mulai menutup buku yang tadi ia baca lalu menatap Kris.

"Ahhh pasti kekasih Eden ya? Wah anak itu… benar-benar jagoan, baru beberapa saat di sini sudah mendapat kekasih" Kevin tersenyum bahagia, Kris tambah kesal mendengar itu. Lantas Kris bangkit dari tempat duduknya, awalnya Kris mau langsung masuk ke kamar nya tapi langkahnya di hentikan oleh Kevin, Eomma tercintanya itu memegang tangannya. Dan itu artinya ia harus kembali duduk di tempat nya, Kris hanya menurut walau wajahnya sudah sangat buruk untuk di pandang.

"Apa lagi Eomma?" Tanya Kris malas.

"Kami mau membicara kan sesuatu pada mu… duduk lah dulu" Ucap Kevin lembut.

"Oke… oke… apa itu? I'm so tired and wanna sleep now" ucap Kris manja, ck ck ck Kris benar-benar kekanakan saat ini. Kevin hanya memandang Suaminya, Mr. Wu pun mengerti apa yang di isyaratkan oleh istrinya. Perbincangan serius pun terjadi saat itu juga.

.

.

.

Di waktu yang sama sebuah Taxi melaju dengan tenang, melewati jalan kota yang tampak masih ramai dengan mobil-mobil dan orang-orang yang berlalu lalang.

"Hampir sampai…" Tao memecahkan keheningan dalam Taxi yang ia naiki bersama Eden. sedari tadi Eden sibuk dengan cameranya, ia sibuk memeriksa hasil potretan nya. Sedangkan Tao hanya diam dan memandang ke luar jendela… bukan kah itu sedikit memuak kan?

"Eumm…Jinjjayo?" Eden masih sibuk dengan cameranya, ia masih enggan memalingkan wajahnya untuk menatap Tao. Tao hanya menghembuskan nafas panjang.

"Sampai…" Tao segera bergegas turun setelah membereskan tas dan kotak bekal yang ia bawa tadi. Eden menatap Tao.

"Kenapa terburu-buru?" Eden mulai kebingungan.

"Memangnya Hyung perduli? Tidak kan? Sedari tadi Hyung hanya sibuk dengan camera itu" Ucap Tao menatap Eden dengan wajah yang susah di artikan.

"Biar ku antar ke dalam" Ucap Eden tak merespon perkataan Tao tadi.

"Tak perlu… Tao bisa sendiri" Tao turun dari taxi dan berjalan sedikit tergesa memasuki Istana keluarga Choi yang sangat luas itu. Eden hanya terpaku menatap punggung Tao yang mulai menghilang di balik gerbang perkarangan rumahnya itu.

Eden menghempaskan badan nya pada sandaran kursi dan menyuruh supir taxi melaju menuju kediaman keluarga Wu. Dalam perjalanan menuju rumah nya ia terus memandang ke arah jalan lewat jendela. Tao telah menguasai pikirannya sekarang, hah…. Sepertinya ia akan sulit tidur malam ini.

.

.

.

02.00 AM KST

Kris tampak berbaring di atas ranjangnya, ia tak bisa tidur… padahal jam sudah menunjukan pukul dua dini hari, tapi matanya terlalu susah di pejamkan, terlalu banyak yang ia pikirkan sehingga membuat nya tak bisa tidur. Kris mulai mengalihkan pandangannya pada Eden yang merupakan teman sekamarnya sejak Eden datang ke Korea.

"Kau belum tidur juga?" Kris mencoba berbasa-basi setidak nya itu bisa membuat sedikit rasa bosannya berkurang.

"Belum… aku tak bisa tidur" hanya itu tanggapan dari Eden.

"Wae? Memikirkan sesuat" tanya Kris penasaran.

"Eummm, mungkin…" jawab eden seadanya.

Hening… semuanya menjadi hening, bahkan suara detakan jarum jam terdengar memenuhi Kamar Kris dan Eden yang sangat besar itu.

"Mianhae…" Eden tiba-tiba memecahkan kesunyian di antara mereka berdua. Kris mengerutkan keningnya lalu menatap Eden.

"Wae? Kenapa minta maaf?" Tanya Kris tak mengerti arah pembicaraan mereka.

"Aku mencintai…" Dada Kris bergemuruh… ia sadar betul kemana arah jalan pembicaraannya dengan Eden sekarang.

"Nugu?" Kris masih mencoba mengatur emosinya, namun kilat kemarahan masih terlihat jelas. Eden hanya memandang Kris dengan wajah teduhnya. Kris menduduki dirinya di sisi ranjang, membelakangi Eden lebih tepatnya.

"Sekeras mungkin aku berusah tak terjatuh dalam pesonanya, namun… aku tak bisa…" Eden ikut menduduki dirinya di ranjang dan menunduk.

"Kau tau Kris? Ini kali pertama nya aku menyukai seseorang selama aku hidup di dunia, sekeras apa pun aku berlari dari bayangannya tetap saja… tetap saja bayangan itu kembali muncul" Eden berbicara dengan nada serius. Kris mulai menatap garang ke arah Eden.

"Kali ini saja Kris, izinkan aku memiliki Tao, aku tau kau sangat mencintai tapi…" Eden mengantung kata kata nya yang terdengar lemah.

"Kau boleh mengambil apa pun yang ku miliki Eden…" Kris menyela perkataan Eden yang begitu menusuk relung hatinya hingga ia merasa sangat sesak sekarang.

"Kau boleh mengambil semua perhatian orang-orang yang aku sayangi dan orang orang yang dekat dengan ku, kau juga boleh mengambil seluruh harta yang ku punyai, tapi… jangan harap kau bisa mengambil orang yang sangat aku cintai melebihi diriku sendiri" Kris sedikit meninggikan nada bicaranya di akhir kalimat, ia benar-benar membenci Eden sekarang. ia benci Eden yang memiliki semua kekurangan yang ada apa dirinya, semua kesempurnaan yang membuat semua orang yang berada di sisinya berdecak kagum saat melihat Eden.

"Mian Kris… aku benar-benar mencintainya" Eden menatap Kris, pandangan mereka bertemu.

"Aku sudah dengar cerita tentang kau dan Tao, aku juga tau kenapa kalian bisa berpisah…" Kris sudah menggenggam erat tanganya, sangking erat nya genggaman itu, jari-jarinya memutih sekarang.

"Dia sudah tak mencintai mu lagi, jadi…. Jadi biarkan ak-"

BUGH…!

Sebuah pukulan keras mendarat tepat di wajah tampan Eden dan itu membuat Eden tersungkur ke lantai dari atas tempat tidur. Kris terlihat sangat marah sekarang, dadanya naik turun tak beraturan, tangannya juga terkepal dengan eratnya.

"Akh…" Eden menyapu sudut bibirnya yang sedikit sobek dan mengeluarkan darah, kemudian ia menatap Kris.

"Kau fikir kau siapa Eden? Seenaknya datang dan mengacaukan kehidupan ku" Kris berbicara setengah berteriak sekarang. Eden mencoba bangkit, ia berjalan mendekati Kris.

"Kau membenci ku, silahkan… pukul aku sesuka mu, tapi setelah itu relakan aku bersama-sama dengan Tao" Kembali… Pukulan demi pukulan Kris layangkan pada Eden, Eden tak melawan sedikit pun, ia membiarkan Kris melampiaskan seluruh amarahnya.

BUGH…!

Kris dan Eden terkapar di lantai dengan nafas yang terengah-engah. Wajah Eden penuh dengan luka memar yang berdarah.

"Mianhae…" Eden… untuk kesekian kalinya meminta maaf pada Kris, sebenarnya Eden tidak bersalah sama sekali, bukan kah cinta memang suka datang seenaknya tanpa memandang siapa orang tersebut? Jadi wajar kan kalau Eden bisa menyukai Tao.

"Bisakah kita bersaing secara sehat untuk mendapatkan Tao.. aku benar-benar sangat menyanyangi nya… lebih baik aku mati dari pada kau menyuruh ku melupakanya" Ucap Eden dengan susah payah, mengingat ia susah bernafas sekarang

"Kalau begitu matilah… agar kau tak bisa bersama dengan nya" Ujar Kris dengan nada tak suka, Eden memandang sepupunya itu.

"Aku ingin mati setelah bersama dengan Tao…" Jawab Eden datar.

"Cih… kau masih bisa bercanda di saat seperti ini? Besar juga nyali mu eoh?" Eden mencoba bangkit. setelah berhasil bangkit, ia menatap Kris lekat.

"Ku mohon… biarkan aku tetap mencintainya dan mari bersaing secara sehat untuk mendapatkan nya." Eden mengulurkan tanganya pada Kris yang masih berbaring di lantai dengan nafas yang tak beraturan.

"…" Kris hanya diam, ia menatap kesungguhan pada Eden. mungkin ia memang egois karena ingin memiliki Tao seorang, tapi ia masihlah seorang pria yang seharusnya bersaing secara sportif…

Tanpa basa basi Kris menyambut uluran tangan itu dan bangkit dari lantai, setelah berhasil bangkit, ia menatap lekat Eden.

"Aku akan buktikan pada mu, bahwa Tao masih mencintai ku dan ia pasti akan menjadi milik ku" Kris berjalan menuju tempat peristirahatan nya, Eden yang mendengar itu hanya tersenyum dan mengikuti Kris berjalan menuju tempat tidurnya.

"Apa itu tidak sakit?" Tanya Kris menujuk luka-luka lembam pada wajah Eden setelah mereka berdua berbaring di atas tempat tidur.

"Tidak terasa bahkan. pukulan mu payah" Eden tersenyum remeh, Kris hanya tersenyum sinis.

"Kau hanya ingin terlihat keren kan, makanya berkata seperti itu, aku yakin… kau akan menangis jika kau sendirian saat ini" Eden menghiraukan cibiran Kris dan mulai menatap jam yang tergantung di dinding.

"Sudah jam 3… sebaiknya kita istrahat, besok kita harus bangun pagi dan bersekolah" Ucap Eden sambil menutup kedua mata nya. Kris hanya diam dan mengalihkan pandangan nya ke langit-langit kamar nya. Ia berfikir keras, bagaimana caranya ia bisa bersama-sama lagi dengan Tao. ia benar-benar belum siap untuk kehilangan Tao, sejak Tao merubah penampilannya. puluhan atau mungkin ratusan wanita dan pria berstatus seme mengejar-ngejar Tao,Sungguh itu menjadi ketakutan terbesar Kris saat itu.

Dan kalian tau? Sekarang ini Tao malah menyukai seseorang yang juga menyukainya, bukan kah itu sebuah ancaman yang serius? Terkadang ia merutuki kebodohan dirinya sendiri, kenapa ia menyia-nyiakan Tao, kenapa ia bisa bersikap kejam terhadap pria yang ia cintai itu. Menyesal sekarang tak ada gunanya kan?

"Hah…." Hembusan nafas berat itu menghantarkan Kris menuju mimpi indahnya, ia menutup kedua matanya dan mulai menjelajahi mimpinya.

"Kya… Kyungsoo! Kibum Hyung! Jeongmal bogoshippo…" Suara Baekhyun dan Luhan mengelegar di pagi tau apa? Hari ini, Kyungsoo kembali bersekolah dan Kibum kembali dari jepang karena program pertukaran pelajar yang ia ikuti telah usai. Dan itu artinya mereka semua kembali lengkap.

"Annyeong Kibum Sunbae… Jinki imnida…" Jinki yang baru pertama bertemu dengan kibum mencoba memperkenalkan dirinya, Kibum merangkul Jinki erat.

"Ternyata ini member baru kita eoh? Semuanya sudah banyak bercerita tentang mu, jadi… Selamat datang di kelompok kami ne, kau tentu sudah tau kan? Aku adalah leader di group ini" Ucap Kibum dengan nada bijaksana nya.

"Gomawo telah menerima ku di Group mu Sunbae" Jinki membungkuk hormat.

"Ne… Hei tak perlu seformal itu, kau bisa memanggil ku Hyung, kita semua teman, jadi harus kompak dan akrab dan kau Kyungsoo… kau masih berhutang cerita pada ku" Kibum menatap intens pada Kyungsoo. Kyungsoo hanya tersenyum sebagai jawaban, detik berikutnya semua menatap Tao yang hanya diam, sepertinya ia termenung.

"Tao, Waeyo? Kau sakit eoh?" Kyungsoo menatap Tao lekat.

"Anniyo.. nan gwaenchana" Jawab Tao seadanya.

"Wajah mu sangat kusut Tao, apa kau yakin bahwa kau sedang baik-baik saja? Jika ada masalah, cerita saja pada kami" Ucap Kibum.

"Hah…" hanya helaan nafas yang Tao berikan sebagai jawaban.

"Bukan kah kau baru saja berkencan? Kenapa malah murung begitu" Luhan mulai mengoda Tao untuk bercerita.

"Apanya yang kencan, kemarin Kris ikut dengan kami dan kalian tau apa? Eden Hyung terlihat sangat cuek semalam" Tao makin murung.

"Ha? Si naga itu ikut juga? Aishhh benar-benar penganggu" Baekhyun ikut kesal mendengar penuturan Tao tadi.

"Memangnya Kris melakukan apa hingga kau murung seperti itu" Tanya Jinki mulai ingin tau.

"Anniyo, Kris tak berbuat apa pun, tapi… entahlah… aku hanya merasa sedih. ku rasa Eden Hyung tak menyukai ku" Semua saling tatap satu sama lain, setelah itu kembali menatap Tao.

"Aku memang tak mengenal Eden, tapi… dari mana kau yakin bahwa Eden tak menyukai mu eoh? " Kibum mulai mengelus punggung Tao lembut.

"Entahlah, ia selalu cuek. ia juga tak pernah menampakan sinyal-sinyal kalau ia menyukai ku. Memang sih dia orang yang cukup pendiam, tapi tetap saja… tak ada tanda apa pun yang menunjukan bahwa ia menyukai ku" jelas Tao dengan nada murung.

"Eummm kenapa tidak Tao saja yang memulai duluan?" Semua memandang Kyungsoo sekarang. sepertinya ide Kyungsoo terdengar aneh di kuping para Uke lainnya.

"Waeyo? Soo salah eoh? Begini… ada kalanya kita sebagai uke harus diam dan menunggu sang seme menyatakan cinta pada kita, tapi… tak ada salahnya kan kita memulai duluan? Soal di tolak atau tidaknya, itu urusan belakangan. Setidaknya kita bisa tau bagaimana perasaan yang sesungguhnya dari orang yang kita cintai tersebut" Luhan dan Kibum hanya mengangguk, sepertinya mereka setuju dengan perkataan Kyungsoo.

"Bagaimana jika pulang sekolah nanti Tao menemui Eden Hyung dan mengatakan yang sejujurnya? Jangan gengsi, zaman sekarang Uke boleh kok bergerak duluan" Ucap Luhan menyarankan. Tao terlihat berpikir sebentar, setelah itu mengangguk pelan.

"FIX! Semua sudah teratasi sekarang, ayo ke kantin! aku sudah sangat rindu makanan yang tersaji di sekolah tercinta ku ini, hidangan di jepang membuat ku ingin diet setiap saat" Ucap Kibum mengeluh, yang lain hanya tertawa kecil. mereka semua pun mulai berjalan dengan teratur menuju kantin.

(Di Kantin…)

"Hah… sepertinya aku ketinggalan satu langkah di belakangan mu" Ucap Kibum sambil menghembuskan nafas berat. Kyungsoo baru saja selesai bercerita tentang "insiden" yang ia alami saat Kibum tak ada di korea.

"Mwoya…" Kyungsoo mulai merona mendengar kata-kata yang di lontarkan oleh Kibum.

"Aku sungguh iri pada mu 'Imo' , sungguh…. Berciuman saja aku tak pernah, kau tau? Aku masih menunggu Pria Choi itu menyatakan cinta pada ku.." Ucap Kibum dengan nada yang terdengar ambigu, Kibum juga menatap Tao dan mengerlingnya sekilas. Tao hanya tersenyum karena sudah mengerti siapa yang di maksud Kibum dengan "Pria Choi" . Semua mulai menatap Kibum.

"Memangnya dia menyukai mu? Percaya diri sekali" Ucap Baekhyun tiba-tiba, nada bicara nya sedikit meremehkan. Kibum mulai mendidih di seberang sana, kebetulan mereka duduk berseberangan saat ini.

"Apa? apa? kau sudah rindu dengan siksaan yang sudah lama tidak ku berikan eoh? Mau mengajak ku berperang eoh?" Ucap Kibum yang mulai mendidih.

"Kau mau apa? Aku tak takut dengan mu. aku sudah menemukan pangeran berkuda putih yang akan melindungi ku" Ucap Baekhyun meremehkan…

"Pangeran? Cih! Dia lebih mirip Tiang Listrik dengan senyum yang Freak…" Ucap Kibum dengan nada sinis nya, sedangkan yang lain –selain Baekhyun dan Kibum- mulai memasang benteng pertahanan. biasa nya jika sudah bertengkar seperti, mereka bisa lebih ganas dari pada tentara Korea Selatan dan Korea Utara yang sedang berperang.

"Tiang? Hahaha bilang saja kau iri karena kau tak setinggi dia, kau pendek seperti shortcake! cih, asal kau tau! Dia itu pangeran dan kau tau siapa kudanya? Kuda nya adalah Siwon Hyung!" Baekhyun mulai mengoncang seisi kantin dengan suaranya yang mengalahkan suara petir yang menghiasi langit kemarin malam.

"Mwo! Kau mengatakan kekasih ku Kuda eoh?! Dasar Bacon hangus!" Kibum mulai menjambak rambut Baekhyun.

"Yak! Akhhh appo! Lepaskan!" Baekhyun yang kesakitan kesulitan meraih rambut Kibum untuk membalas kekerasan yang terjadi pada nya. Alhasil Baekhyun hanya menarik pipi Kibum sekuat yang ia bisa. Seisi kantin mulai mengerumuni meja mereka dan merekam kejadian itu, Tao dan yang lain tak berani melerai. mereka tau betul jika mereka ikut campur maka Kibum tak akan segan-segan menyiksa mereka, di tambah api amarah Kibum yang benar-benar membuat kantin serasa sangat panas detik itu juga.

"Tao~" Suara bariton yang terkesan seksi dan sedikit serak mengintrupsi keributan yang terjadi. Semua menjadi hening dan mulai menatap sumber suara tersebut.

"Siwon Hyung? sedang apa di sini?" Tanya Tao bingung melihat Hyung nya yang tiba-tiba ada di sini.

"Igo, tadi kau menjatuhkan ini di depan pintu ruang utama. Hyung khawatir kau kesusahan tanpa ini. berhati-hatilah lain kali, jangan bersikap ceroboh" Ucap Siwon mengulurkan tangan nya.

"Ahhh dompet ku, gomawo Hyung…. kenapa aku bisa tidak menyadarinya ya" Ucap Tao sambil tertawa pelan, ia meraih dompet nya dan memasukkan nya ke kantong. Siwon tersenyum dan mengelus lembut surai dongsaeng kesayangan nya itu. Setelah itu Siwon mulai mengedarkan pandangan nya kesekelilingnya, banyak siswa berkerumun di sini. Setelah itu Siwon juga menatap Kibum dan teman Tao yang lain nya, yang entah sejak kapan sudah duduk dengan tenang di kursi mereka masing-masing.

"Ada keributan apa eoh? Ada yang berkelahi ya?" Tanya Siwon penasaran, Mata Siwon menatap ke arah Kibum sekarang dan itu sontak membuat Kibum gelagapan.

"Kibum-ah, kau berkelahi eoh? Lihat keadaan mu yang berantakan itu" Ucap Siwon dengan wajah lugu nya.

"M-Mwoya… anniyo, tak ada yang bertengkar…" Ucap Kibum gagap , Siwon hanya mengangguk.

"Lalu kenapa kau menjambak Baekhyun? Sepertinya mata ku masih cukup tajam saat melihat kejadian tadi" Lagi-lagi wajah yang lugu terpasang di wajah tampan pemuda tegap itu

"Ah…. Itu…. Emmmm, itu… itu… itu adalah salah satu scene drama yang akan kami pentaskan… ne… benar… kami sedang bermain drama, ehh anni, berlatih drama maksud ku" Dengan senyum kaku seperti boneka, Kibum mulai menyisir rambutnya dengan mengunakan tangannya. Ia mau mati saat ini juga, bagaimana tidak.. Bisa kalian bayangkan? Ia tertangkap basah sedang bertindak frontal di depan orang yang ia cintai? Sungguh tidak elite eoh?

"Hyung mau bergabung bersama kami? Jika memang Hyung mau, Hyung bisa jadi tiang listrik atau mungkin kuda?" Kibum tersenyum kaku setelah sadar bahwa ia salah berkata.

Mbehehehehek… (Suara kambing terdengar detik itu juga, Efek suara ini biasanya muncul di film replay 1997 dan replay 1994)

Siwon menaikan satu alisnya, wajahnya sangat datar. Dan detik itu juga demi semua yang ada di bumi, Kibum ingin mati secepat nya.

(Di taman belakang Sekolah)

Tao duduk dengan gelisah di salah satu kursi di bawah pohon yang rindang, baru saja ia mengirim pesan pada Eden. Ia menyuruh Eden menemuinya di sini. seperti yang sudah kita ketahui sebelum nya, Tao ingin mengunggkapkan perasaan nya pada Eden hari ini, dan ia berharap ia tak mati mendadak karena di tolak oleh Eden. Ohh ayolah, bukan kah kata "Ya, aku mau" itu lebih indah terdengar di telinga?

Kembali Tao melihat jam di tangan nya, sudah tiga puluh menit ia menunggu, sedangkan sekolah sudah berakhir dua jam yang lalu. Tao sudah tau kalau Eden mengikuti pelatihan khusus hari ini, menginggat ia pemain inti dalam Tim basket sekolah.

Tao mulai menatap sepatu boot biru langit yang sedang ia gunakan. ia gunakan kaki nya untuk menendang-nendang dedaunan yang berguguran di permukaan tanah, hitung-hitung sebagai penghilang rasa bosan yang mulai melanda nya.

TAP…

Sepasang kaki jenjang dengan sepatu khusus tim basket sekolahnya berdiri tegap di hadapannya, Tao tersenyum.

"Kau terlambat lima menit Hyu-" Kata-kata Tao berhenti saat ia berdiri dan mendongak wajah nya. Ia terkejut bukan main, yang berdiri di depan nya saat ini…

"Kris? Sedang apa kau di sini?" Kris masih diam, ia terus memandang Tao dengan wajah yang sulit di artikan.

"Katakan… katanya kau ingin mengatakan sesuatu" Tao memutar bola matanya mendengar perkataan Kris.

"Kau membaca sms ku untuk Eden Hyung? hah…tindakkan mu begitu rendah… apa kau tak malu eoh?" Tao mulai mengeluarkan kata kata pedas nya, ia benar benar muak pada Kris.

Tao mulai berjalan meninggalkan Kris yang masih terdiam di tempat nya… satu langkah, dua langkah, tiga langkah… dan

BUGH!

Tao membeku, beberapa detik lalu ia masih berjalan dalam diam. ia tak tau mengapa sekarang ia sudah terjebab di batang pohon besar yang ada di sekeliling taman, bagian belakang tubuhnya terasa sakit. Mungkin karena efek benturan, namun sakit yang ia rasa kan belum seberapa. Lihat dirinya, terdiam lemah dalam kuluman bibir Kris, ya… Kris mencium nya dengan paksa.

PLAK…!

Bunyi tamparan itu begitu padu, suara nya mungkin bergema ke seluruh penjuru taman itu. Tao berdiri tegak sekarang, tangan nya mengusap kasar bibir nya yang basah akibat saliva Kris. Dadanya naik turun dengan cepat. Sedangkan Kris? Ia terduduk di tanah, menatap hamparan tanah dengan pandangan kosong.

"Apa yang kau lakukan!" Suara Tao bergetar, namun tak terkontrol untuk berteriak, seperti nya ia sangat emosi dengan perbuatan Kris barusan. Kris masih diam..

"Kau kenapa Kris?! Apa salah ku! Katakan!" Kedua permata bening Tao sudah berkilat, sepertinya ia menahan tangis nya.

"Aku mencintai mu…" suara terdengar sangat lirih, Tao merasa sesuatu menusuk ke dalam hati nya. begitu sesak, sehingga ia tak dapat menahan tangis nya lagi.

"Mwoya..? hah… berhenti bermain dengan ku Kris, Kemana saja kau selama ini? Cinta? Kenapa kau datang pada ku sekarang dan berkata bahwa kau mencintai ku? Apa aku masih bisa percaya setelah kau mencampakan ku begitu saja? Hati ku sangat sakit Kris.. kau sendiri yang menolak ku saat itu, kau menolak ku dengan keras bahkan saat aku sudah memeluk mu dengan erat dan itu cukup membuat hati ku hancur hingga kepingan terhalus…" Tao mulai mengeluarkan kekesalan hati nya selama ini dan lagi-lagi Kris masih membisu.

"Kau bahkan tak mengobati luka ku Kris, aku lah satu-satu nya orang yang membangun hati ku sendiri dari awal, bentuknya tak karuan, sungguh… hati ku tak seindah dulu, ia bahkan tak layak untuk di sebut hati…" Tao terduduk, lutut nya terasa lemas.

"Aku mungkin dapat memaafkan mu Kris, tapi hati ku? Apa dia dapat memaafkan mu setelah kau menghancurkan nya? Sekarang bahkan ia sudah sembuh total, bukan karena mu… itu semua karena seseorang yang sudah merawatnya dengan baik" diam, semuanya menjadi hening…

"Eden Hyung, dialah orang yang menyembuhkan nya.. ia bahkan mengisi setiap celah yang ada pada hati ku, dia lah yang sudah membuat hati itu begitu indah seperti sekarang ini. kau tau Kris? Aku mencintai nya…!" Tao menjerit sekuat yang ia bisa pada kalimat terakhir nya. Kris menatap Tao dengan tatapan tak percaya, hatinyalah yang hancur sekarang, ia bahkan di tolak sebelum ia mengatakan perasaan nya.

(Di sisi lain, -Ruang ganti Tim basket)

Eden menutupi tubuh tegapnya dengan Kaos, sepertinya ia baru selesai latihan basket.

"Di mana Kris? Kenapa dia menghilang tiba-tiba" Eden bergumam entah pada siapa, ia memasukan seluruh barang penting yang ada di lokernya ke dalam tas, tak lupa ia meraih ponselnya.

Ia hendak mencari nomer Kris, namun ia terdiam. Sekarang di layar nya terpampang sebuah pesan yang sudah di buka.

"Tao…" dan detik itu juga Eden berlari sekencang yang ia bisa menuju taman belakang, hati nya berkata bahwa sesuatu yang buruk sedang terjadi.

(Taman belakang sekolah)

"Berhentilah mencintai ku Kris, aku sungguh tak bisa bersama mu lagi. aku benar-benar mencintai Eden Hyung…" Tao mencoba berdiri, berjalan gontai meninggalkan Kris yang masih duduk seperti orang bodoh, tatapan kosong dan mata berkaca-kaca.

"Hiks Hiks…." Tao terus berjalan, ia bahkan mencoba berlari sekarang, ia benar-benar tak sanggup menahan kesedihan yang sudah meledak di dalam hati nya. Menjauh dan terus menjauh dari taman belakang sekolah.

BUGH…

Tao jatuh ke dalam pelukan seseorang, ia berlari terlalu cepat tanpa memperhatikan jalanan nya. Tao menutup kedua mata nya, ia kenal orama tubuh ini.

"Tao waegeurae?" Suara lembut Eden menyapa indra pendengaran Tao, Sontak Tao mengeratkan pelukan nya pada Eden , membenamkan wajahnya lebih dalam pada dada bidang Eden. Tao menangis dalam diam, badan nya bergetar hebat.

Eden diam, ia yakin Tao sedang menangis. bagian dadanya sudah basah dan ia ingin Tao tenang. Lantas ia mulai mengelus surai lembut Tao.

"Waegeu-"

"Saranghae… hiks…" kata-kata Eden terhentikan oleh pernyataan cinta spontan dari Tao. Badan Eden membeku sejenak..

"Aku mencintaimu Hyung… hiks hiks.." Tao terus mengatakan ia mencintai Eden dan semua butir bening semakin deras membasahi pipi nya.

TIK…TIK…

Awan mulai memuntahkan rintik hujan, rintik-rintik yang di rindukan oleh dedaunan. bersamaan dengan itu Tao melepaskan pelukkan nya, ia mulai menatap Eden yang juga menatap nya sekarang.

"Hyung… jawab…" Tao meraih kedua tangan Eden , ia letakan kedua tangan itu di pipinya. Demi semua yang ada di bumi, Eden tak tau harus berbuat apa. mulutnya lumpuh, hatinya terlalu bahagia mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Tao. tapi bersamaan dengan itu ia juga merasa sedih, kenapa ia tak dapat berbuat apa-apa di saat Tao menangis seperti ini. apa yang membuat ia menangis? Itu lah yang membuat nya mati rasa sekarang ini…

Hening… Tao masih setia menunggu Eden berkata sesuatu, namun sudah sepuluh menit saling diam di bawah guyuran hujan yang semakin deras itu, Eden tak mengatakan satu kata pun. Dan Tao mulai bosan dengan semua itu, dengan keberanian yang cukup besar ia mulai mendekat pada Eden, ia berjinjit dan mulai menyatukan bibir nya pada bibir Eden yang mulai memucat. Ia mulai mengalungkan kedua tangan nya pada leher Eden. Dan kalian tau apa? Eden mulai bereaksi. Tangan nya memeluk lembut pinggang ramping Tao.

Bersamaan dengan itu hujan Pun semakin deras…

(Music Play : Hyorin Sistar – Driving Me Crazy, OST Master Sun , From 2:18 – 4:29 second) *note: Di sarankan mendengar lagu tersebut dari menit 2:18 hingga 4:29.

Kris terdiam, ia masih terus menatapi Eden dan Tao yang berdiri tak jauh dari nya.

michige mandeureo niga
nal ulge mandeureo niga
gakkai sone jabhildeuthae
jabeumyeon meoreojineun baramcheoreom

(kau yang membuat aku gila

kau yang membuat ku menangis

kau begitu dekat untuk dapat ku tangkap

namun ketika aku melakukan nya, kau menjauh seperti angin)

Kris tersenyum miris, air matanya mengalir. matanya sangat merah, bahkan hujan sudah menyamarkan jejak tangis Kris. tubuhnya tetap bergetar hebat. Sungguh kejadian langka, Kris sangat jarang menangis..

"Apa kalian masih punya hati? Kenapa kalian sanggup melakukan ini pada ku" Kris bergumam dengan lirih nya, ia berbalik dan mulai berjalan menjauh. mengambil jalan yang berlawan akan jadi hal yang terbaik

honjaseo haneunge sarang
namneun geon nunmurin sarang
geureon geojigateun geureon babogateun sarang

(Cinta yang menbuat ku sendiri

Cinta hanya meninggalkan air mata

Cinta yang bodoh itu suatu omong kosong)

Kris duduk dalam keheningan di sebuah kursi di bawah pohon, ia memutuskan duduk setelah ia rasa cukup jauh dari Tao dan Eden. Otaknya kembali memutar kejadian semalam…

FLASHBACK…

Kris bangkit dari tempat duduknya, awalnya Kris mau langsung masuk ke kamar nya tapi langkahnya di hentikan oleh Kevin, Eomma tercintanya itu memegang tangannya. Dan itu artinya ia harus kembali duduk di tempat nya, Kris hanya menurut walau wajahnya sudah sangat buruk untuk di pandang.

"Apa lagi Eomma?" Tanya Kris malas.

"Kami mau membicara kan sesuatu pada mu… duduk lah dulu" Ucap Kevin lembut.

"Oke… oke… apa itu? I'm so tired and wanna sleep now" ucap Kris manja, Kevin hanya memandang Suaminya, Mr. Wu pun mengerti apa yang di isyaratkan oleh istrinya.

"Appa sudah menyiapkan semua yang kau butuhkan di Canada nanti" Mr. Wu mengantung kalimat nya, membuat Kris menaikan sebelah alis nya.

"Canada? Untuk apa? Aku tak berniat liburan ke sana Appa…" Ucap Kris malas. Ia benci harus bertemu keluarga besar nya di sana, mereka semua sangat displin dan kaku. tak akan menyenangkan jika berliburan disana, begitulah menurut Kris.

"Eummm jadi… kau juga akan melanjutkan pendidikan mu di luar negeri chagiya… sama seperti Hyung mu" Kevin mulai menjelaskan agar Kris mengerti, ia tau betul Sean Wu tidak akan menjelaskan secara detail karena penjelasan nya tadi sudah cukup –menurutnya.

"Mwo…!" Kris membulatkan matanya, ia bahkan kehilangan rasa kantuk yang sedari tadi ia tahan.

"Hei… reaksi mu itu berlebihan chagiya… kau tau sendirikan, sudah menjadi tradisi di keluarga kita untuk mencicipi ilmu dari negeri luar, terutama Canada yang merupakan kampung halaman Appa mu serta keluarga besar Wu" Jelas Kevin lagi

"Aku tak mau, setelah lulus nanti aku mau masuk ke Seoul University saja" Ucap Kris spontan.

"Kris…!" Sean meninggikan suaranya. Kris terdiam, ia tau betul bahwa itu adalah sebuah teguran, Appa nya memang tergolong ke dalam orang yang tak terlalu banyak berbicara. Kevin mulai mengusap lembut tangan suaminya, agar Sean tak lebih tenang.

"Eomma… aku tak mau, jebal…" Kris mulai memohon dengan tingkah kekanankan nya yang selalu berhasil meluluhkan hati Eomma nya, beginilah Kris jika sudah berada di samping ibu nya. Kevin hanya bisa menatap Suaminya, mencoba membantu anak bungsu nya itu.

"Keputusan Appa sudah bulat Kris, kau tak boleh membantah" hanya itulah tanggapan Sean. Mendengar itu Kris bangkit.

"Terserah Appa, pokoknya aku tak akan pergi ke sana" Kris pergi meninggalkan ruangan itu, tak ia hiraukan panggilan Appa nya yang terdengar sangat marah dengan sikap nya itu.

(Di kamar Kris)

"Ya… kenapa kau bersikap begitu pada Appa mu eoh?" Kevin yang baru masuk ke kamar Kris langsung mendudukan diri nya di tepi ranjang anak bungsu nya itu. Ia elus rambut Kris yang kini sedang berbaring sambil memejamkan mata nya.

"Eomma tau kau belum tidur Kris, cepat jawab…" Ucap Kevin ketika Kris tak menanggapi perkataan nya.

"Hah…." Kris membuka matanya setelah mendengus sebal. "Aku benar-benar tak ingin melanjutkan study ke luar negeri Eomma, tolonglah mengerti" Kris menatap Eomma nya dengan wajah memelas.

"Arraseo, tapi bisakah kau pikir-pikir dulu? Eomma akan coba bicara pada Appa mu, hubungi Eomma jika kau berubah pikiran,arra?"

"Ne…" Kevin hanya tersenyum melihat anak nya yang manja.

FLASHBACK END…

Kris tersenyum miris menginggat itu, ia sudah mati-matian melakukan itu semua demi Tao, karena ia tau kalau Tao akan melanjutkan study nya di Seoul University, namun apa yang ia dapat?

"Kau membuat ku gila Tao" Suara Kris semakin bergetar, air mata nya kembali menetes.

eonjenga uri dasi mannaneun geunal
geuddae uri heeojijimayo

gaseumi haneun mal saranghae
nunmuri haneun mal mianhae
amuri juwodamgo damabwado
ssodajyeobeorineun malcheoreom

(suatu hari, jika kita bertemu lagi

jangan pernah mengatakan kata-kata perpisahan

kata-kata yang ingin diucapkan oleh hati ku adalah "Aku Mencintai Mu"

kata-kata yang ingin diucapkan oleh air mata ku adalah "Maafkan Aku"

tak peduli seberapa sangguh aku menahannya

akhirnya akan tumpah juga)

Kris mulai bangkit dan berjalan dengan gontai menuju rumah nya, berjalan kaki di bawah guyuran hujan yang membuat nya semakin lemas.

honjaseo haneunge sarang
namneun geon nunmurin sarang
geureon geojigateun geureon babogateun sarang

(Cinta yang menbuat ku sendiri

Cinta hanya meninggalkan air mata

Cinta yang bodoh itu suatu omong kosong)

Setelah lima belas menit berjalan, ia sampai di istana keluarga Wu. banyak maid yang berlarian mendekati Kris, ada yang membawakan payung, ada yang membawakan handuk dan seseuatu yang bisa menghangatkan Kris. Kris tetap sama, ia tetap diam dan tak berbicara. Ia terus berjalan, hingga langkah gontai nya berhenti di ruang tamu, di sana Hyung nya sedang berdiri bersama seorang pria, mereka sedang memandangi foto keluarga Wu yang terpampang dengan gagah nya di dinding di ruang tamu tersebut. Aaron masih belum menyadari kehadiran Kris, Kris terus menatapi Hyung nya itu.

"Eh? Hei… pasti ini si bungsu Wu kan?" pria yang berdiri di samping Aaron menyadari kehadiran Kris setelah lama menatap foto keluarga Wu tersebut, bersamaan dengan itu Aaron pun ikut menatap kesamping dengan senyum cerahnya, namun senyumnya menghilang saat ia menyadari betapa menyedihkan penampilan Kris saat ini.

"Kris..." Aaron memanggilnya dengan nada cemas, Kris masih diam mematung, ia masih setia menatap Hyung nya itu. Lagi-lagi air mata Kris mengalir dengan mudah nya.. matanya benar-benar merah dan berair.

Aaron mulai mendekati adik tercinta nya itu, ia peluk dengan erat Kris yang mulai terisak. Isak kan menyayat hati bagi yang mendengarkan, bahkan Kris sampai terduduk di lantai, Aaron masih memeluk nya erat.

"Hyung..." Satu kata yang keluar dari mulut Kris setelah lama diam dan itu cukup membuat pipi Aaron basah.

Walau mereka tak pernah bertemu dalam waktu yang cukup lama, namun Aaron tau betul bahwa Kris hampir tak pernah menangis selama hidup nya, ia hanya akan menangis dengan dua alasan, yang pertama yaitu jika ia merasakan takut yang luar biasa dan yang kedua jika ada seseorang yang dekat dengan nya meninggalkan dunia untuk selamanya. Ia masih ingat betul semua cerita Eomma nya tentang Kris.

Kris yang menangis saat umur 7 tahun, saat itu ia menangis dengan hebat nya karena Halmeoni yang sangat ia cintai meninggal dunia. Dan cerita tentang Kris yang menangis untuk kedua kali nya saat Kris berumur 10. Saat itu ia tersesat di hutan saat kemah yang di adakan oleh sekolah nya dan ia mengalami sebuah kecelakaan yang hampir merengut nyawa nya pada hari yang sama, di situlah Kris menangis dengan hebat.

Namun setelah itu, ia tak pernah mendengar cerita apa pun mengenai Kris yang menangis. Kris tumbuh menjadi Pria nakal yang sangat jarang menangis. Dan Aaron rasa, ini adalah ketiga kali nya Kris menangis hebat seperti ini.

3 Jam Kemudian...

Aaron mengelus-elus rambut Kris yang saat ini telah terlelap akibat letih menangis, wajah nya bahkan masih basah oleh air matanya yang terus mengalir tiga jam terakhir.

"Apa dia baik-baik saja?" Kalvin Chen yang merupakan Namjachingu Aaron yang sedari tadi menyaksikan tangisan pilu Kris yang mulai meredup pun mulai angkat bicara.

"Entahlah ... aku begitu takut... kurasa sesuatu yang serius terjadi pada nya, kau tau... dia tak pernah bersikap seperti ini sebelum nya" jawab Aaron dengan wajah cemas nya, ia tak henti menatap wajah Kris yang begitu lemah saat ini. Melihat itu Kalvin hanya bisa merangkul tubuh kekasih nya itu.

" Ku harap semua baik-baik saja" Kalvin kembali mencooba menenangkan kekasih nya itu.

"Mian, seharus nya hari ini menjadi hari bahagia untuk kita" Aaron mulai memeluk Kalvin .

"Gwaenchana, aku terbang dari Canada ke sini karena merindukan mu, aku tak menyesal sedikit pun... karena bertemu dengan mu saja sudah lebih cukup" Ucap Kalvin mencoba kembali menenangkan Aaron. Kalian tau? Sebenarnya hari ini merupakan 5th anniversary nya Kalvin dan Aaron. dan rencana nya Kalvin ingin melamar Aaron di depan Kris yang merupakan adik tunggal dari kekasih nya itu dan menikah dalam waktu dekat. Mereka tak menyangka semua akan berhujung dengan kisah haru biru.

"Aku benar-benar menyesal, mianhae" Aaron mulai memeluk erat tubuh kekasih nya itu, ia tenggelamkan wajahnya dalam-dalam pada dada bidang kekasih nya itu, berharap mendapatkan ketenangan yang berarti, yang bisa membuat nya nyaman dan tenang.

"Kau tampak lelah sayang, istirahatlah, kajja" Kalvin mulai menuntun tubuh rapuh kekasih nya itu meninggalkan kamar Kris, mereka berjalan dengan tenang menuju kamar Aaron. namun langkah mereka terhentikan saat melihat sosok Eden yang berjalan menuju kamar nya dan kamar Kris.

"Kau baru pulang Eden?" Aaron bertanya dengan suara lemas nya , Eden hanya membungkuk sopan dan mengangguk pelan.

"Waeyo Hyung? Kau terlihat murung?" tanya Eden dengan wajah cemas nya, Aaron tersenyum lemah. Ia mulai mengusap wajah nya beberapa kali.

" Ohhh ya, Apa kau tau sesuatu? Eummm aku juga tidak tau dengan jelas. yang pasti, Kris pulang dengan keadaan yang sangat-sangat kacau, apa sesuatu terjadi pada nya?" Eden menatap Aaron dengan wajah yang sangat datar, begitu sulit di artikan. Bahkan begitu panjang jeda untuk Eden menjawab nya.

"Di mana dia? Aku juga tak tau apa yang terjadi. yang ku tau, dia bolos pelatihan khusus untuk pertandingan basket tadi" Ucap Eden Seadanya, karena memang ia tidak tau apa yang terjadi antara Tao dan Kris di taman belakang sekolah. yang pasti sesuatu yang buruk terjadi di antara mereka.

"Ahhh arraseo, dia berada di kamar. mandilah dan makanlah dulu, arra?" Eden hanya mengangguk, setelah itu Aaron dan Kalvin menghilang di balik pintu kamar Aaron yang tak jauh dari tangga menuju lantai satu.

Eden kembali menusuri koridor lantai dua menuju kamar nya dan Kris, perlahan ia membuka kenop pintu kamar itu. Suasana nya cukup remang, namun masih jelas bagi nya untuk bergerak. Perlahan Eden mendekati ranjang tidur nya, ia menduduki sisi ranjang yang kosong dan mulai mendudukan dirinya di sana.

Eden menatap ke belakang, disana terlihat jelas punggung kokoh Kris yang membelakanginya, seperti nya dia begitu lelah.

Hening, ruangan itu begitu hening. bahkan suara jangkrik yang melakukan parade alam terdengar jelas menembus ruangan itu, Lama Eden memandang tubuh Kris tanpa berkata-kata.

"Kris... Gwaenchana?" Beberapa kata itu keluar dengan spontan dari bibir Eden. Namun sayang, kata-kata nya tak terbalas.

"Kris... aku tau kau tidak tidur" kata Eden lagi. Namun Kris masih diam.

"Mianhae..." Lagi... Eden terus berbicara seakan Kris bisa menjawab dan mendengar nya.

"Gwaenchana" Suara serak itu akhirnya keluar dari tubuh nya yang tampak rapuh itu.

"Apa yang terjadi pada mu dan Tao?" Tanya Eden singkat dan jelas.

"Tak ada.. hanya perbincangan singkat..." jawab Kris seadanya dan untuk beberapa menit, ruangan itu kembali hening.

"Jagalah dia..." Kali ini Kris yang memulai pembicaraan setelah lama diam. Eden berbaring dan menatap punggung Kris yang tampak rapuh.

"Berbahagialah... Kau menang, kau benar... ia tak lagi mencintai ku. dia bahkan menolak ku sebelum aku mengatakan apa pun" Kris menggantung kata-kata nya, sedangkan Eden terus memandang punggung Kris dalam diam.

"Aku harus bisa menerima ini semua, aku menyerah. Tapi... berjanjilah pada ku, kau harus selalu membuat nya tersenyum dan berbahagia. Jika kau membuat nya menangis sekali saja... maka aku akan merebut nya dari mu... aku bahkan tak akan peduli jika ia tak mau" Jelas Kris panjang lebar yang terdengar ambigu di telinga Eden.

"Kris..." Eden memanggil nama itu dengan nada yang susah di artikan, nada yang terdengar iba namun di sisi lain terdengar seperti berterima kasih karena sudah di restui. Entahlah.. itu benar-benar terdengar ambigu.

"Aku berjanji... aku akan membuat nya selalu berbahagia, aku juga akan selalu mengukir senyum di wajah nya... aku berjanji" Eden berjanji dengan tegas. Janji yang biasanya di sebut janji matahari (janji seorang lelaki)

"Hah... aku sangat malu pada Tao, aku membuatnya menangis tadi. pria seperti apa aku ini..." Sekilas kata-kata Kris terdengar begitu pilu, Eden mengetahui itu dengan jelas.

"Apa kau butuh bantuan ku? Aku bisa membuat kalian kembali berteman" Tawaran yang menjanjikan keluar dari bibir Eden, namun sayang. Kris tak tergerak.

"Anniyo, aku ini masihlah seorang pria, aku juga masih seorang Seme. aku punya cara sendiri untuk meminta maaf, terima kasih atas tawaran mu" Eden tersenyum mendengar itu, sudah lama ia tak berbicara seserius ini dengan Kris. Terakhir kali mereka berbicara seperti ini, saat mereka berumur lima tahun. Saat itu Kris berlibur ke Canada, tepat nya ke kediaman keluarga Park (Keluarga Eden).

"Hah... aku sangat lelah... bisa aku tidur sekarang? Jangan bangunkan aku sampai besok pagi, arra? Jika kau membangunkan ku, maka ku pastikan kau tak akan bisa berjalan dengan kedua kaki mu" Ancam Kris yang mengundang senyuman remeh pada bibir Eden.

"Arra, Istirahatlah.." Bersamaan dengan itu Eden mulai bangkit , ia melucuti baju nya satu persatu dan mulai menuju kekamar mandi untuk memanjakan tubuhnya dengan air hangat setelah seharian menguras tenaga dengan segala aktivitas nya.

Setelah selesai memanjakan tubuhnya dan berpakaian lengkap, Eden berbaring dan mencari posisi ternyaman. Setelah cukup nyaman, Eden meraih ponsel nya yang ia letakan di nakas samping tempat tidur nya. Hal pertama yang ia lakukan adalah tersenyum, sekarang ini seorang pria manja berwajah manis dan sangat cantik menghiasi wallpaper ponsel nya dan yang lebih membahagiakan lagi, pria itu menjadi kekasih nya sekarang ini. orang pertama yang membuat nya susah untuk hidup untuk pertama kali nya, mungkinkah cinta pertama nya? Entahlah yang jelas itu membuat nya susah untuk berhenti tersenyum.

Setelah puas memandangi wallpaper ponsel nya, Eden menekan beberapa nomer dan mulai menempelkan ponselnya di telinga nya.

Diwaktu dan tempat yang lain tepat nya di kediaman keluarga Choi. Sekumpulan Uke berwajah super manis sedang asik bercerita, dan kali ini yang menjadi object pencerita adalah Tao.

"Omo... kau berciuman dengan nya? Kyaaa... aku iri" Kibum mulai histeria, ia bahkan mengigit boneka panda milik Tao sangking semangat nya, Tao hanya merona. Ia bahkan melupakan nasib boneka kesayangan yang sudah di ujung tandung. Author yakin kupin boneka itu akan lepas setelah beberapa kali tarikan lagi.

"Aku rasa, besok aku harus meminta sebuah kecupan dari yeolli, aku benar-benar iri" ucap Baekhyun tak kalah semangat nya, Baekhyun bahkan tak menghiraukan tatapan semua orang yang melirik nya dengan tatapan aneh. Para Uke manis kita ternyata sedang melakukan acara menginap bersama, sepertinya itu usulan si manja Tao.

Ditengah kehebohan sesi bercerita para Uke, tiba-tiba Ponsel Tao berbunyi dan itu cukup efektif membuat semua diam dan menatap benda berbentuk persegi panjang itu.

"Omo... yang kita bicarakan menelfon" Ucap Luhan dengan semangat berapi-api, ia bahkan meloncat kecil sambil menepuk tangan nya.

"Luhan... shttt, jangan terlalu bersemangat, kau ingin membuat kelima anak ku terbangun?" Ucap Kyungsoo hati-hati. Kyungsoo? Kalian pasti bertanya-tanya, kenapa Kyungsoo juga ikut menginap, padahal ia sudah memiliki keluarga. Jawaban nya adalah, karena Kyungsoo sedang di tinggal perjalanan bisnis oleh Jongin yang membuat Kyungsoo mau tak mau menginap di rumah Tao untuk beberapa hari.

"Kkkk~ mian , aku terlalu bersemangat" Ucap Luhan sembari mengaruk-garuk kepala nya.

"Tao, cepat angkat... jangan lupa di loudspeaker" kali ini Jinki lah yang menyarankan saran yang terdengar aneh. Dan lebih aneh nya lagi, itu di iyakan oleh Baekhyun.

"iya, cepat angkat..." Seru Baekhyun dengan semangat yang luar biasa. Tao hanya mengangguk dengan wajah yang bersemu.

"Yeobosaeyo?" Sapa Tao setelah mengangkat telfon masuk dari Eden, Semua mulai memasang kuping mereka.

"Sedang apa Eoh?" Suara baritone Eden terdengar dengan jelas.

"Eummm, anniyo, tidak ada... Neoya?" Jawab Tao malu-malu.

"Memikirkan mu, kurasa aku akan susah tidur malam ini" Jawab Eden yang membuat para Uke berteriak dalam hati mereka, bahkan wajah Tao memerah padam detik itu juga.

"E-eh? J-jinjja?" Tao sangat gugup hingga tergagap.

"Ne.. Hah... entahlah, aku sangat bahagia hari ini.. ahhh rasanya aku ingin bernyanyi untuk mu" Eden membuat para Uke terbelalak, mereka merasa iri. bahkan Kibum sudah berhasil merusak kuping boneka panda Tao, sepertinya Kibum terlalu bersemangat mengigit dan menarik kuping panda itu.

"Jinjja? Gomawo, memang nya ingin bernyanyi lagu apa eoh?" Jawab Tao sambil tersenyum malu

"Kau ingin aku menyanyikan lagu apa eoh?"

"Terserah pada mu Hyung" jawab Tao masih dengan nada malu-malu

"Aahh arraseo, Tunggu sebentar ne" Setelah itu Eden menjauh dari ponsel nya, seperti nya melakukan sesuatu. Sedangkan para Uke sudah kasak kusuk sendiri.

"Chagiya... masih disana?" Eden sudah kembali seperti nya, dan kata-katanya tadi hampir membuat Kibum menjerit iri, jika Kyungsoo tak menutupnya mungkin Eden sudah tau kalau mereka sedang menguping sekarang ini.

"N-ne..." Tao kembali tergagap dengan wajah seperti kepiting rebus, ini kali pertamanya Eden memanggilnnya dengan panggilan khusus.

"Arraseo, aku akan memulai nya ne, dengar baik-baik. jangan tertawa ne... karena suara ku tak begitu bagus" Jelas Eden malu malu.

"Ne~" Tao Mulai mendengar dengan semangat begitu juga dengan yang lain nya. Eden pun bersiap dengan gitar nya.

"Ahh... tunggu... bagaimana jika kita bernyanyi bersama-sama? Aku akan merekam nya, otte" Tiba-tiba Eden mengurungkan niat nya memain kan gitar.

"M-mwo?" Tao terkejut dengan saran Eden, rasa nya dia ingin mati saja. Para Uke sudah tersenyum dan menolak-nolah tubuh Tao pelan agar Tao segera mengiyakan usul Eden tadi.

"A-ah... ne.. baiklah, kita akan menyanyikan lagu apa?" Eden diam sejenak.

"Eummm bagaimana dengan lagu Take me home yang di nyanyikan oleh US, lagu kesukaan mu" Tao tersenyum cerah seperti nya ia menyukai lagu itu.

"Omo, Hyung mengetahui lagu itu? Tao sangat menyukai lagu" Jelas Tao seadanya, padahal jelas jelas waktu di pantai mereka pernah membahas tentang ini.

"Jinjja? Syukurlah... ayo mulai..." Eden sudah menekan icon Rec pada layar smartphone nya, dalam aba-aba ke tiga pun Eden mulai memainkan intro lagu tersebut dengan gitar yang ada di tangan nya

(Music Play : US – Take Me Home)

Note: Sebaiknya bagi yang tidak mengetahui lagu nya, mendengarkan lagu nya.

[Eden & Tao] I'm only happy when I'm with you
Home for me is where you are.
I try to smile and push on through.
But home for me is where you are.

Tao dan Eden memulai aksi mereka, Eden dengan suara berat nya yang terdengan lembut dan Tao dengan suara super lembut nya yang terdengar sangat manis.

[Eden & Tao] They tell me that I'll make it.
It'll only be a while.
But a while lasts forever
Without you...

Eden meninggikan suara nya. itu membuat para Uke merinding sangking kagum nya dan suara merdu Tao yang terdengar seperti malaikat membuat Eden tersenyum di sela nyanyian nya.

[Eden & Tao] Send out the alarms
I'm all alone
Wrap me in your arms
Take me home
Take me home
To your arms...

[Eden & Tao] I won't be happy 'till I'm with you
Home for me is where you are.
These four walls are nothing without you.
Home for me is where you are.

[Eden & Tao] They tell me that I'll make it.
It'll only be a while.
But a while lasts forever
Without you...

[Eden & Tao] Send out the alarms
I'm all alone
Wrap me in your arms
Take me home
Take me home
To your arms...

[Instrumental]

Eden mulai menunjukkan kemahiran nya bermain gitar, terdengar dari harmoni yang di ciptakan oleh nya. membuat yang mendengarnya akan meleleh dengan nada-nada itu

[Eden] Send out the alarms
I'm all alone
[Tao] Wrap me in your arms
And take me home
[Eden]Take me [Eden & Tao] home
[Eden] Take me [Eden & Tao] home
[Eden] Take me [Eden & Tao] home
[Eden & Tao] To your arms...

Eden dan Tao berhasil membuat para Uke terpukau, bahkan sangking terpukaunya para Uke menjerit dan bertepuk tangan dengan nyaringnya. Dan itu membuat Eden Sweatdrop detik itu juga.

"Daebak, mereka menguping sedari tadi dan aku baru tau sekarang" Eden mulai menyindir para Uke dan membuat Suasana kembali hening. Para uke merutuki kebodohan mereka yang lepas kontrol.

"Meong~" entah insiatif dari mana Baekhyun mulai menirukan suara kuncing yang terdengar sangat lucu.

"Wah wah, Kucing di rumah mu hebat chagiya, setelah bertepuk tangan lalu akan mengeong dengan imut nya. bisa kau pindah ke tempat yang lebih aman chagiya" dan perkataan Eden membuat para Uke terduduk lemas, padahal mereka ingin mendengarkan perbincangan Eden dan Tao hingga akhir. namun mimpi mereka harus berakhir di sini. Tao pun bangkit dan berlari ke balkon kamar nya, tak lupa ia menutup pintu yang menghubungkan kamar nya dengan balkon.

"Mian~... hehehe" Ucap Tao memulai perbincangan setelah sempat saling diam

"Gwaenchana, jangan mengulang nya lagi, arra? Aku sangat malu sekarang" Ucap Eden dengan nada yang susah di artikan.

"Arraseo, mian ne..." Tao mulai mengeluarkan Aegyo nya. Eden tersenyum di seberang sana.

"Kkkk~ Keumanhanja..." Eden menyuruh Tao berhenti sebelum ia lepas kendali dan menerkam Tao besok.

"Ahhhh yasudah, istrahatlah... aku akan menunggu mu di mimpi ku, saranghae.." Eden berhasil membuat Tao memanas untuk kesekian kali nya.

"Ar-arraseo, Hyung juga ne. istrahatlah dengan baik"

"Arra, aku akan memimpikan mu... Annyeong" Eden mematikan sambungan telfon nya dan pada waktu yang bersamaan Tao meloncat kegirangan seperti orang gila, setelah itu membuka pintu balkon. karena ia berniat menceritakan apa yang di katakan Eden barusan pada para Uke, namun ternyata para Uke sedang menguping di belakang pintu balkon, akibat nya semuanya tersungkur ke tanah saat Tao membuka pintu balkon.

"Omo, kalian membuat ku sangat iri..." Kibum berteriak histeris, para Uke pun mulai bangkit dari lantai balkon.

"Channie payah, bahkan Eden Hyung yang jarang bicara saja bisa seromantis itu, Channie tidak pernah mengajak ku menyanyi bersama" Baekhyun mengembungkan pipinya imut.

"Sudah ku katakan bahwa si tiang itu tak mencintai mu, pasti dia hanya memanfaatkan mu, Cih..." Tiba-tiba Kibum memancing amarah Baekhyun, sekarang saja Baekhyun sudah melemparkan death glare mematikan pada Kibum, begitu pula Kibum melemparkan death glare terbaiknya.

"Heuh... kau selalu mencibir Channie ku, nah... kau sendiri? Kau masih sendiri hingga sekarang, dasar Uke Tua yang tak laku. jangan bermimpi memiliki Siwon Hyung, Dia itu tak level dengan mu" Ucap Baekhyun geram.

"Ya! aishhhh bocah tengik seperti mu harus di ajarkan tata cara berbicara yang benar" Kibum mulai menarik pipi Baekhyun dan itu membuat Baekhyun meringis. tak tinggal diam, Baekhyun mulai meraih rambut Kibum dan menjambaknya..

"Arghhh... ya! Lepaskan aku Dongsaeng sialan, kau ingin masuk neraka sekarang ya" Kibum mulai beringis.

Tao dan yang lain hanya diam dan tak merespon, sepertinya mereka lebih memilih memerhatikan sesuatu yang lebih penting dari pada Kim bersaudara yang selalu berperang.

"Ya..! apa kalian tidak ada niat untuk membela atau melerai kami eoh?" Tanya Kibum kesal karena tak ada yang memerhatikan mereka. Tao dan yang lain masih sibuk memandangi arah samping kanan mereka. Melihat itu Baekhyun dan Kibum ikut memerhatikan ke arah pandang Tao dan Yang lain nya. Seketika itu Kibum langsung Pucat Pasive.

"Apa? aku menganggu ritual kalian ya?" Ucap Siwon dengan wajah innocent dan senyum cerah yang susah di artikan.

"Hyung Se-sejak kapan Hyung di sana?" Tanya Tao tergagap.

"Hyung? Sejak kapan? eummm sejak.. 'Arra, aku akan memimpikan mu... Annyeong' nah sejak itu hingga sekarang" Ucap Siwon sambil menirukan gerak gerik Tao yang malu-malu tadi dan Spontan wajah Tao memerah padam. Dan itu juga membuat Kibum makin berkeringat dingin.

"La-lalu... Hyung Mendengar Semuanya eoh?" Tanya Tao lagi. Ia cemas dengan rahasia Kibum yang mungkin saja sudah terdengar oleh Hyung nya itu.

"Emmm anniyo, Hyung tak mendengar apa pun lagi, sungguh..." Ucap Pria bermarga Choi itu dengan wajahnya yang sulit di artikan, Siwon hanya menyesap Cappuccino hangat di tangan nya dan berlalu ke kamar nya. Bersamaan dengan itu Kibum langsung pingsan di tempat, Para Uke pun Dengan serentak menangkap tubuh Pria malang itu dan membawanya menuju Camp mereka -Kamar Tao-.

.

.

.

.

Pagi indah seperti biasanya, awan-awan putih masih setia berpendar di langit negara gingseng yang tampak sebiru safire, jangan lupakan udara sejuk yang mengajak setiap orang untuk bersantai dengan cuaca sebagus ini, namun sayang. Para murid masih harus belajar menginggat ini hari sekolah.

Terlihat Tao sedang berjalan kaki menuju rumah sekolahnya yang tidak bisa di bilang dekat dari rumahnya, kalian semua pasti bertanya-tanya kenapa Tao berjalan kaki, iyakan? Padahal dia bisa saja naik mobil bersama teman-teman nya atau meminta di jemput oleh Eden.

Eden lah yang membuat Tao harus berjalan kaki hari ini, padahal semalam Eden sudah berjanji menjemput nya, namun beberapa menit yang lalu Eden menelfon dan membawa kabar buruk yang membuat senyum dan fantasi Tao menghilang begitu saja. Mobil Eden tiba-tiba bermasalah, yang memaksanya membawa mobil itu ke bengkel. Awalnya Eden memaksa tetap menjemput Tao, Eden berencana naik Taxi dan menjemput Tao di rumahnya. Namun sayang Tao menolak, ia tak ingin menyusahkan kekasihnya itu dan parahnya lagi ia terlalu gengsi untuk meminta bantuan dari para sahabat nya yang mungkin sudah sampai di sekolah sekarang, ia takut menyusahkan mereka.

"Hah..." Untuk sekian kalinya Tao menghembuskan nafas beratnya. Ia benar-benar mengutuk hari nya yang buruk. Oh ayolah... cuaca hari ini begitu cerah dan itu seakan-seakan mengejeknya. Kenapa tidak hujan saja? atau badai mungkin? Itu lebih cocok, karena sesuai dengan suasana hatinya hari ini.

Tanpa Tao sadari ia sudah menabrak seseorang, salahkan matanya yang sibuk melihat ke bawah dan tak memperhatikan jalan nya.

"Ahhh.. cwesonghamnida, aku tidak melihat-" Ucap Tao menunduk sopan dan kata-katanya terhenti ketika ia menatap siapa yang ia tabrak.

Di depan nya, Pria yang sedang ia hindari sedang berdiri sambil menatapnya intens. Dan itu membuat mood Tao makin hancur saat itu juga. Tao memutuskan pergi dari hadapan Kris detik itu juga. Ya Kris lah Pria yang sengaja berdiri dan menghalangi jalan Tao yang sibuk dengan dunia lamunannya tadi.

Belum sempat Tao pergi dari hadapan Kris, Kris sudah menarik tangan Kris terlebih dahulu. Dan itu membuat Tao mau tak mau kembali ke hadapan Kris, sambil menatap Pria itu penuh kebencian.

"Apa lagi? Kau ingin memperkosaku sekarang, eoh?!" Tao menaikan nada bicaranya, sehingga orang yang berlalu lalang melewati mereka menatap mereka dengan tatapan penuh tanya.

"Aku..." Kris mengeluarkan suara beratnya yang terdengar serak, sepertinya Kris akan kehilangan suaranya.

"Aku tak ada waktu dengan mu, aku mulai muak dengan sikap kekanakan mu Kris, sadarlah... aku tak mencintaimu lagi" Tao mulai geram, sedangkan Kris hanya menunduk, ia bahkan belum menjelaskan maksudnya tapi ia malah kena marah seperti itu.

"Sudahlah Kris, berhenti menemuiku... menyerahl-" Tao langsung membungkam mulutnya, memilih menghentikan kata-katanya melihat Kris yang sudah berlutut di depannya, Semua orang mulai menatap iba pada Kris. ada juga yang mengupat pada Tao karena ia terlihat begitu kejam. Oke, sekarang Kris membuat Tao terlihat seperti orang jahat.

"Maafkan aku Tao... Jebal.." Kris kembali mengeluarkan suara beratnya yang semakin serak, apakah ia menangis? Itulah pertanyaan yang ada di kepala Tao saat ini. Bukan hanya itu, Kris bahkan mulai menyembah dan memeluk kaki Tao. Dan itu semakin membuat semua orang menatap benci Tao. Melihat itu, Tao segera mengangkat tubuh Kris untuk berdiri dan menyeret tubuh pria tegap itu berlalu dari kerumunan orang-orang yang mulai geram dengan dirinya yang terlihat jahat.

Tao terus menarik tangan Kris dan berhenti di sebuah taman yang sedikit sepi, Tao berbalik dan menatap Kris.

"Kali ini apa Kris? Kau ingin mempermainkan ku lagi? Eoh?" Tao benar-benar geram dengan sikap Kris yang berubah-ubah entah karena apa. Terkadang ia terlihat seperti malaikat baik hati dan sewaktu-waktu ia bisa berubah menjadi seorang iblis yang sangat jahat.

"Anniyo..." Tao memutar kedua bola matanya, apa Kris sudah gagu sekarang? Kenapa ia berbicara sepengal-sepengal, itu terdengar ambigu.

"Apa? Bisa kau berbicara dengan jelas, jika tidak.. aku harus pergi karena aku sudah cukup terlambat untuk ke sekolah sekarang dan itu semua karena mu" Ucap Tao yang sudah bersiap untuk hengkang dari hadapan Kris.

"Maafkan aku..." kembali, Kris meminta maaf padanya. Tao kembali berbalik dan menatap Kris.

"Hanya itu? Apa hanya itu yang bisa kau katakan? Berulang kali kau berkata maaf, lalu membuat kesalahan lagi. apa semudah itu bagi mu bermain dengan kata-kata maaf?" Ujar Tao yang mulai muak dengan sikap Kris.

"Maafkan aku... sungguh, aku benar-benar minta maaf kali ini. aku tak akan menganggu mu lagi jika kau memaafkan ku kali ini.." Ucap Kris yang menatap Tao dengan tatapan yang sulit di artikan.

"Hah... arraseo, aku memaafkan mu. kalau begitu jangan pernah menganggu ku lagi" Ucap Tao yang sudah berlalu dari hadapan Kris. Kris kembali menarik tangan Tao .

"Apa lagi sekarang?" Tao benar-benar jengah sekarang, ingin rasanya ia mengeluarkan jurus wushunya pada Kris agar pria itu tak menganggunya lagi.

"Temani aku... hari ini saja, Kau sudah benar-benar memaafkan ku kan? Kalau begitu temani aku,jebal... kali ini saja" Tao menatap tak percaya pada Kris, apa-apaan ini? Tao menatap jam yang melingkar manis di pergelangan tangan nya, ya... ia sudah sangat terlambat. Kalau pun ia ke sekolah, ia akan di tendang dari gerbang dan di suruh pulang oleh penjaga gerbang sekolah. Ia pun menghela nafas dan mulai menatap garang pada Kris.

"Baiklah... hanya kali ini dan berjanjilah ini terakhir kalinya kau menganggu ku, karena aku adalah kekasih Eden Hyung sekarang, jadi jangan pernah berharap pada ku lagi, arra?" Ucap Tao dengan wajah datar nya. Kris hanya berusah tersenyum. Kris mulai mengulur tangannya pada Tao.

"Kita berteman lagi? Terima kasih sudah memaafkan aku" Kris kembali tersenyum, namun kali ini ia tersenyum dengan tulusnya. membuat Tao luluh melihat senyum itu. Senyuman yang dulu pernah ia lihat.

"Hah... jangan tersenyum seperti itu, kau membuat ku takut" Tao membalas uluran tangan Kris, ia memulai mengenggam tangan itu dan ikut tersenyum.

"Arraseo, Kajja" Dan Kris langsung manarik Tao dengan seenaknya , membuat pria imut bersurai hitam kelam itu kewalahan menyamakan langkahnya dengan Kris.

"Ya! Jangan menarik ku seenak mu, aishhh" Upat Tao yang sudah berhasil menyamakan langkahnya dengan Kris.

"Mian.." Lagi... Kris kembali tersenyum, sungguh manis. Akhirnya mereka pun menaiki sebuah taksi dan melaju kesebuah tempat yang Kris siapkan untuk mereka hari ini.

.

.

.

.

.

Bell istirahat berbunyi, seluruh murid berlomba-lomba keluar dari kelas mereka , berlarian menuju kantin untuk mengisi perut mereka yang sudah keroncongan sejak pelajaran tadi.

Eden melangkahkan kaki nya keluar dari kelas, ia sungguh merasa penat. Menurutnya ini adalah hari buruk nya, kenapa ia bisa begitu saja kehilangan kesempatan pergi bersama kekasih nya ke sekolah? Salahkan mobilnya yang entah kenapa tiba-tiba berulah. Tak ingin ambil pusing dengan hal itu, ia langsung melangkahkan kaki nya menuju kelas kekasih nya. Dengan melihat senyuman malaikat manis nya itu mungkin bisa membuat mood nya kembali membaik, begitulah pikirnya.

"Eh? Kalian? Mau ke kantin eoh? Dimana Tao?" Tanya Eden yang menghentikan langkah nya melihat sahabat dari kekasih nya yang berjalan di koridor menuju kantin.

"Eh? Bukan nya dia berangkat bersama Hyung?" Celetuk Baekhyun yang bingung dengan pertanyaan Eden.

"Benar, Tao bahkan menghabiskan waktu dua jam untuk berkaca dan merapikan diri nya" Ucap Luhan Asal.

"Apa dia tidak menghubungi kalian? Mobil ku bermasalah pagi ini, jadi aku tak bisa menjemput nya" Ucap Eden dengan nada bersalah, sontak Kibum dan yang lain nya merogoh saku celana mereka dan mengeluarkan ponsel mereka, memeriksa apakah ada pesan yang masuk.

"Tak ada pesan, bagaimana dengan kalian?" tanya Kibum pada teman-teman nya, yang lain hanya mengelengkan kepala mereka. Itu berati Tak ada satupun yang di mintai pertolongan.

"Eh... aku mendapatkan satu pesan" Ucap Kyungsoo bersemangat.

"Jinjja? Cepat buka, mungkin saja itu pesan dari Tao" mendengar itu Kyungsung segera membuka pesan itu, sedangkan yang lain mulai merapatkan tubuh mereka.

...

From : Nae Nampyeon

To : SooBo

"Yeobo, Aku sudah kembali~ karena pekerjaan nya selesai lebih cepat... aku sangat merindukan mu dan malaikat-malaikat kita. aku akan menjemput mereka di rumah eomma, jadi setelah jam belajar mu di sekolah usai, segera pulang ne.. ahhh apa nanti malam kita harus membuat adik untuk kelima malaikat kita eoh kkkkk~"

...

BLUSH...

"Ehem... huk huk" Eden terbatuk-batuk membaca pesan itu, Kyungsoo sudah semerah kepiting. Kibum dan yang lain nya apa lagi. mereka sudah salah tingkah dengan wajah kemerah-merahan. ada yang sibuk mengetik layar ponsel nya, padahal jelas-jelas ponsel nya terbalik. Ada yang malah mengaruk-garuk kepala mereka dan yang paling bodoh adalah Baekhyun.

Dia mundur dengan wajah memerahnya dan terus bengumam kata-kata yang sama berulang kali.

"Aku benar-benar tak melihat apa pun, sungguh... yang aku tau itu pesan dari Jongin Samcheon" begitulah kurang lebih alibi Baekhyun dan itu terlihat bodoh, jika benar ia tak melihat mengapa ia bersemu seperti sekarang -_- Daebak eoh?

Eden pun ikut merogoh saku nya, mengelurakan smartphone nya. menekan speed dial number one dan menempelkan smarphone itu pada telinga nya.

"Eh?" Ekspresi Eden berubah menjadi terkejut bercampur cemas.

"Ponselnya mati eoh?" tanya Kibum yang hanya di angguk oleh Eden Sebagai jawaban.

"Dimana dia" Gumam Eden Cemas

Sementara Itu, Di Suatu Tempat..

Di suatu tempat di pinggiran kota Seoul, di sebuah bangunan tua yang terawat dengan sempurna, Tao dan Kris duduk dengan santai di lantai paling atas.

"Aku tak menyangka ada tempat seperti ini, Woahhh" entah untuk yang ke berapa kali nya, Tao terkagum. Mereka ada di sebuah bangunan yang di design dengan sangat classic, terawat namun sayang nya ini hanya bangunan tua yang tak di gunakan lagi.

"Apa ini milik keluarga mu juga?" tanya Tao setelah puas mengagumi tempat itu, Kris hanya mengangguk pelan sebagai jawaban.

"Kau tau, ini adalah usaha pertama yang Appa ku bangun sendiri dari nol, sebelum menjadi pembisnis terkenal. Appa ku membangun caffe impian ini" Jelas Kris, Tao mengangguk paham.

"Lalu kenapa tempat ini di tutup?" Tanya Tao penasaran. Kris tak menjawab, dia berjalan menuju tangga di sudut ruangan dan menaiki tangga tanpa mengajak Tao. Membuat Tao mau tak mau mengikuti nya.

"Woahhh" Tao hanya bisa mengucapkan kata kata itu untuk kesekian kali nya, sekarang mereka ada di rooftop dari caffe yang memiliki lima lantai itu. di sana ia bisa melihat Lampu raksasa bertuliskan Dreamland dan tepat di balik tulisan Dreamland itu terlihat dengan jelas indah nya kota Seoul, semua nya terlihat seperti berlian dari sana.

Kris duduk sembarang di selah antara Lampu raksana huruf R dan E dari tulisan Dreamland. Melihat itu Tao ikut duduk, namun ia duduk di ruang yang tersediai pada Lampu huruf E.

"Tempat ini adalah hasil yang melambangkan kesuksesan Appa ku" Jelas Kris atas pertanyaan Tao tadi, walau pun tidak sesuai dengan apa yang di tanyakan.

"Appa ku sangat di tentang oleh Harabeoji ku. dulu dia hanya anak muda yang tergila gila oleh pesona Eomma ku di layar kaca. Ia tinggal di Canada, terlahir sebagai putra seorang pembisnis terkenal. Namun sangking cinta nya pada seorang member idol group yang bahkan tak pernah ia temui secara langsung, ia nekat menjadi seorang pengemis di negeri orang" Kris terus bercerita tanpa di tanyai.

"Aku belum mendapatkan point dari cerita mu" ucap Tao jujur, ia berharap Kris menceritakan lebih agar dia mengerti.

"Harabeoji ku sangat membenci orang korea, dulu keluarga nya yang berdarah Canda cina pernah di diperlakukan tidak adil oleh orang korea. Jadi dia membenci korea dan orang berdarah korea, maka dari itu Harabeoji ku menegaskan bahwa Appa ku harus menjauhi semua yang berhungan dengan korea. Karena kebodohannya, Appa ku jatuh cinta pada seseorang yang tak pernah ia temui dan terlebih lagi dia orang korea. Appa ku rela melepas status kekeluargaan serta semua yang di miliki nya demi Eomma ku. Ia berakhir di sini, menjadi seorang gembel" Ucap Kris menjelaskan berharap Tao mengerti, Tao mengangguk paham.

"Lalu?" Tanya Tao penasaran pada cerita Kris.

"Appa ku menjadi buruh kurang lebih tiga tahun, waktu itu umur nya sekitar 19. lalu suatu saat ia bertemu seseorang kakek yang sedang mengalami kecelakaan di tengah malam. Siapa sangka kakek itu seorang yang kaya raya dan dermawan. Karena rasa terima kasih nya, Appa ku di tawarkan sebuah hadiah yang siapa sangka akan menjadi keberuntungan nya, yaitu di angkat menjadi putra dari kakek itu karena ia tak pernah menikah dan tak memiliki ketururnan." Ucap Kris menceritakan lebih dalam lagi.

"Jadi caffe ini juga hadiah nya?" Tanya Tao mulai penasaran, tenggelam pada cerita Kris yang menurut nya menarik. Kris mengelengkan kepala nya.

"Appa ku hanya meminta pekerjaan yang layak pada kakek itu, ia menolak di angkat menjadi putra nya karena itu terlalu berlebihan menurut nya. dia memilih bekerja sebagai supir pribadi kakek itu dengan gaji yang di luar normal. Hahaha kebaikan dan kejujuran Appa ku membuat dia jadi pekerja yang di sayang, sangat di sayang." Kris tertawa sambil mengingat cerita yang pernah Appa nya ceritakan pada nya waktu ia kecil dulu.

"Lalu, cara mendapatkan bangunan ini bagaimana cara nya?" Tanya Tao masih penasaran.

"Kau begitu penasaran? Hahaha, eummm setau ku... Dengan gaji nya yang terlampau besar, ia mengambil pinjaman bank dengan jumlah yang besar. Perlahan dan perlahan ia membeli tanah ini, membangun nya sedikit demi sedikit tanpa sepengetahuan majikan nya. karena jika majikan nya tau, pasti beliau akan membantu pembangunan ini. Appa ku bukan type orang yang suka cara instan, so dia perlahan membangun ini semua. di usia nya yang 23 di memutus kan berhenti bekerja sebagai supir, karena tempat ini sudah siap untuk di jadikan ladang bisnis" cerita Kris panjang lebar

" sangat luar biasa, di usia nya yang 23 dia sudah memiliki asset pribadi yang memukau" Tao terlihat berbinar, berulang kali ia memuji serta mengajukan jempol untuk Appa Kris.

"Anniyo, kau salah. Walau tempat ini sudah selesai namun utang nya sangat lah banyak. Ia berkerja keras untuk membuat semua nya menjadi normal, antara hasil serta pengeluaran. Setiap bulan ia selalu rutin membayar pinjaman nya pada bank dan selalu membayar bunga bunga nya. suatu saat ia terpuruk, penghasilan nya menurun dan hutang nya terbengkalai. Tiga bulan kemudian ia mendapat peringatan atas penyitaan keseluruhan gedung beserta properti nya" Kris menatap Tao yang sedang menyantap pizza nya sambil mendengar ceritanya dengan serius, beberapa waktu yang lalu mereka memesan makan delivery sebagai cemilan mereka.

"Kenapa? Kenapa kau menatap ku seperti itu? ada sesuatu di wajah ku?" Tanya Tao polos sambil berusaha membersihkan sela sela bibir nya. padahal Kris menatap nya hanya karena ingin.

"Hahaha, tidak ada.. hanya saja wajah mu terlihat lucu" Canda Kris.

"Aishhh, ayo lanjutkan kau membuat ku penasaran" Tao mulai kesal pada Kris yang hobi sekali mengantung cerita.

"Eum... ternyata beberapa hari setelah ia menjadi seseorang yang di cari oleh pihak bank dan ia bersembunyi. Ia bertemu kembali dengan kakek yang sangat menyayangi nya itu. ternyata dari awal, kakek itu sudah mengetahui semua yang di lakukan Appa ku. Dengan pengakuan dari kakak tersebut, Appa ku sangat terkejut. Ternyata semua hutang dan biaya pembangunan atas caffe sudah di bayar lunas oleh kakek tersebut sejak lama. Semua yang di di setorkan Appa ku selama ini ke bank adalah tabungan untuk nya. semua sudah di atur oleh sang kakek, ia bekerja sama dengan pihak bank untuk merahasiakan ini semua. Betapa terkejutnya Appa ku melihat nominal tabungan untuk nya" Kris berhenti sejenak, ia membuka sebotol cola dan mulai meminum nya karena tengorokkan nya kering.

"Sejak saat itu kakek tersebut berjanji tak akan membantu Appa ku lagi, itu semua atas permintaan Appa ku. Kakek itu berkata 'baiklah, aku tak akan membantu mu lagi. tapi kau perlu tau, kau memiliki bakat dalam berbisnis. kembangkan lah dan datang pada ku ketika kau ingin menjadi patner ku' begitu lah kurang lebih yang kakek itu bilang. Ayah ku menerima tantangan kakek itu dan berjanji akan kembali pada kakek itu ketika sukses nanti" jelas Kris mengakirin cerita menaikan alis nya sebelah. ia merasa kurang puas dengan cerita Kris.

"Lalu? Hei kau tak bercerita bagaimana Appa mu bertemu Eomma mu" Tao mengembungkan pipi nya lucu. Kris hanya tertawa kecil.

"Kau lihat tidak tadi semua foto idol group yang terlihat jadul?" Tanya Kris.

"Yang mana? Ahhh Kissing u?" Tanya Tao mecoba mengingat. Kris mengangguk pelan.

"Itulah group Eomma ku, dulu dia seorang hallyul star terkenal. Appa ku sangat mengemari dia. Appa ku selalu membeli tiket konser Kissing u setiap kali mereka konser. Jadi pada suatu hari, ada variety show yang membawa artis artis terkenal ke suatu tempat populer untuk nongkrong. Appa ku sangat terkejut ketika tempat nya di pilih untuk di datangi oleh Kissing u. Saat di wawancara waktu Kissing u berkunjung. Apa ku dengan malu malu mengatakan bahwa ia fans fanatik seorang Kevin Woo. Semua terbukti dari setiap poster dan stuff milik Eomma ku yang Appa ku beli setiap kali konser. Semejak itu secara diam diam mereka bertukaran nomer dan melakukan kontak secara diam diam sebagai teman curhat" Kris tersenyum menginggat semua nya.

"Setiap Eomma ku sedang stress dan ada masalah. dengan diam diam dia akan mengunjungi caffe Appa dan mereka akan duduk di tempat kita duduk sekarang ini. mereka akan berbagi cerita hingga lupa waktu. Seiring waktu mereka menjadi sangat dekat dan tanpa sadar Eomma ku jatuh cinta pada Appa ku. Namun Appa ku menolak untuk berhungun dengan nya, selain untuk menghindari scandal, Appa merasa belum cukup percaya diri mendekati bintang besar seperti Eomma. dia hanya Owner tempat sederhana yang kebetulan populer ini" Kris terus bercerita hingga mereka berdua lupa waktu, mereka berdua pun larut dalam cerita cerita yang Tao tidak ketahui tentang Kris, disana Tao dapat melihat sisi lain Kris.

Eden dan teman teman nya baru saja pulang dari sekolah. Sudah mulai petang, namun nomer Tao masih belum bisa ia hubungi. Dengan cemas ia mengajak semua teman Tao untuk pergi menemani nya ke kediaman Keluarga Choi. Sesampainya di sana. Mereka di kejutkan dengan tidak ada nya Tao di rumah, di tambah lagi pengakuan dari Siwon yang mengatakan bahwa adik nya berangkat sekolah tadi pagi, dia tidak sedang sakit atau malas ke sekolah. Semua pernyataan itu berhasil membuat semua nya panik.

...

"Jadi? Bagaimana Akhir cerita Appa dan Eomma mu?" Tanya Tao lagi, ternyata mereka masih tengelam oleh cerita cerita Kris. Hari ini Tao bersumpah, ia baru mengenal Pria ini lebih dalam, ternyata dia tidak seberengsek yang ia duga selama ini. Kris sebenar nya tipe yang hangat dan asik untuk di ajak bicara. Dia bisa bercanda sesuai porsi, dia bisa membawa suasana dan dia bisa menghibur di saat kita merasa sedikit jenuh.

"Eumm pada akhir nya, Appa memutuskan menjadi patner kakek itu. Appa mencoba membangun perusahan kecil dengan modal nya sendiri dan berhasil membuat nya menjadi raksasa seperti sekarang. Berkat semua kerja keras nya, ia berhasil berdiri dengan kaki nya sendiri dan pada akhir nya dengan bangga ia melamar Eomma ku. Akhir nya mereka menikah setelah dua tahun berpacaran secara resmi. Saat Eomma ku mengandung Aaron Hyung, Appa memutuskan menutup tempat ini tanpa menjual nya. suatu saat dia dengan bangga nya akan memberikan ini pada kami dan menyuruh kami membangun cerita kami sendiri" Jelas Kris mengakhiri cerita nya. ia membuka botol kelima cola yang bisa ia teguk saat ini.

"Hei, lihat langit sudah sangat gelap. bintang nya indah bukan. Izinkan aku memperlihatkan sesuatu pada mu" Kris bangkit dari tempat duduk nya dan mengulurkan tangan pada Tao. Tao membalas uluran tangan itu dan mereka mundur beberapa langkah. Kris merogoh saku nya dan mengeluarkan benda kecil berbentuk kotak. Di sana ada tombol merah, Kris menekan nya. dengan Ajaib Rooftop itu berubah menjadi taman lampu dengan keindahan yang luar biasa dari lampu raksasa bertuliskan Dreamland itu.

Tao menutup mulut nya dengan kedua tangan nya, ia terkejut dan terpukau dengan semua ini. Kris dengan tiba tiba mendekati Tao dan memegangi bahu Tao, menuntun badan mungil Tao menuju satu titik yang tepat sesuai Angel yang Kris ketahui.

"Dari sini, kau bisa melihat kota Seoul. Dulu, setiap kali Appa ku melihat kota Seoul dari sini, Appa ku selalu berteriak. 'Seoul ! Kau adalah milik ku' dan dengan ajaib nya Appa selalu punya kekuatan untuk bisa meraih semua mimpi punya keinginan? Sekarang berteriak lah" Ujar Kris sambil mundur beberapa langkah membiar kan Tao berteriak tentang semua keinginan nya.

"Eden Hyung! Kau milik ku!" Teriak Tao seperti orang kesetanan, setelah itu ia berbalik menatap Kris, ia tersenyum. Kris membalas tatap nya dengan senyuman nya yang paling tulus.

"Kau benar! Aku merasa lega, seperti ada kekuatan yang mengalir pada diri ku Kris" Ucap Tao sambil tertawa dan melompat lompat bahagia. entahlah dengan ajaib Tao ingin melakukan nya, tertawa dan melompat lompat seperti anak kecil.

"Sekarang giliran mu Kris. Ayo.." Tao dengan antusias menyuruh Kris melakukan hal yang sama, Kris mengeleng dengan wajah malas yang di buat buat. namun karena Tao sudah memaksa nya akhir nya Kris meng iya kan.

"Baiklah, kau berdiri lah di tempat mu jangan ke mana mana" Pinta Kris yang hanya di tanggapi oleh tatapan tidak mengerti dari Tao, namun Tao masih tetap tertawa.

"Okeeey..." Balas Tao sambil berdiri di tempat nya dengan tegak.

"Kau!... Kau Adalah milik ku!" setelah sempat ragu akhir nya Kris berteriak sambil menutup mata nya. setelah itu ia membuka mata, di sana ia melihat Tao yang memandang nya dengan tatapan yang susah untuk di arti kan. Semua darah dalam diri Kris berdesir, terasa seperti perasaan senang bercampur jatuh cinta. Kris tersenyum.

"K-Kris... Kau.." Tao kehilangan kata kata nya.

"Aku tidak berbohong.. sungguh, aku menyukai-... Ahh anni menyayangi mu. bukan karena kau mengubah diri mu menjadi seperti ini. Tapi karena... entahlah aku hanya menyukai mu. Tetapi aku bahagia bisa melepas mu pada orang yang tepat... sungguh, berbahagialah..." Kris tersenyum, dengan sangat tulus. Sedangkan Tao, ia terdiam. jujur saja ia masih sedikit menyanyangi Kris. Bagaimana pun Kris cinta pertama nya, namun ia tidak bisa berbohong ia juga sangat sangat menyanyangi merentangkan tangan nya, masih dengan senyuman nya yang tulus. Ia terus menatap Tao.

"Bisa kau memberiku pelukan? Kali ini saja. sebagai teman, tidak lebih..." Ucap Kris dengan senyuman, suara nya bergetar di akhir kalimat dan mata nya sedikit berkaca. Tao terdiam di tempat nya menatap sosok yang sangat rapuh di depan nya. Kris membuka pelukan nya lebih lebar lagi.

"Ayolah..." Ucap Kris, kali ini dengan Air mata yang mengalir di kedua pipi nya. tanpa di komandoi otak nya, seakan ia kehilangan kontrol. Tao berjalan dengan pelan dan memeluk tubuh rapuh itu. Kris memeluk nya erat , Tao membalas sebisanya. Disana lah Tao belajar, seorang Kris bisa selemah ini, ia menangis untuk beberapa saat. Tao mulai mengelus lembut bahu rapuh pria yang lebih tinggi dari nya itu.

Hari semakin malam, jam sudah menunjukan pukul sebelas. Di sinilah Eden masih menunggu dengan cemas di depan pagar istana keluarga Choi. Sesekali ia menatap alroji putih nya dan sesekali ia mencoba menghubungi nomer Tao yang sampai sekarang masih belum aktif.

Tak lama kemudian terlihat dari ujung jalan Tao yang berjalan dengan tenang dengan Kris di sisi nya. sesekali Tao tertawa oleh lelucon lelucon yang Kris lontar kan, mereka terlihat akrab.

"Ahhh Eden Hyung?" Tao baru tersadar akan keberadaan Eden setelah cukup dekat dengan pagar. Eden menyambut nya dengan senyum bercampur ekspresi cemas, lalu ia menatap ke arah Kris. Seakan ia meminta penjelasan pada Tao.

"Ahh, tadi pagi aku bertemu dengan nya. karena sudah cukup terlambat untuk pergi sekolah. Kami memutuskan untuk bolos dari sekolah hahaha" Jelas Tao sebelum di minta penjelassan secara lisan. Eden hanya mengangguk pelan tanda paham.

"Ahh baiklah aku pamit dulu, maaf sudah menculik nya hari ini 'Hyung' , selamat malam" Ucap Kris pamit dengan sopan. Ia pun berbalik dan berjalan menuju halte di ujung jalan itu, perlahan tubuh Kris semakin menjauh dan menghilang di ujung jalan.

"Apa yang terjadi" Tanya Eden cemas, Tao memeluk Eden erat.

"Aku hanya bolos, tak ada yang terjadi, sungguh." Eden hanya tersenyum singkat melihat aegyo dari Tao dan mengecup kening Tao beberapa saat.

"Baiklah, aku tak akan menganggu mu. Sekarang masuklah. Mandi dan istrahat lah, nanti Hyung akan menghubungi mu, Arra?" Tao mengeleng cepat membuat Eden kembali tersenyum. Eden pun pamit. Ia mulai berjalan menuju halte.

Seusai nya mandi dan merebahkan diri nya, Tao menghidupkan Smartphone nya. betapa terkejut nya ia ketika melihat banyak pesan dan panggilan tak terjawab pada nomer nya. ia tersenyum membaca semua pesan itu. kecemasan namjachingu serta sahabat sahabat nya begitu mengemas kan.

Setelah itu sebuah pesan baru masuk.

...

From : EdenBoo

To : Babypanda

Hyung sampai di rumah dengan selamat, istrahat lah... kau pasti lelah, matikan ponsel mu dan istrahat lah. Ingat jangan membantah ne, aku menyayangi mu ^^

...

Tao tersenyum membaca pesan itu, ia berbaring dan membalas pesan itu denga senyum terbaik nya

...

To : EdenBoo

From : Babypanda

Arraseo Chagiya~ jangan tidur terlalu telat, aku akan tidur dengan sangat nyenyak dan memimpikan mu XOXO ^^

...

Eden tersenyum di tempat tidur nya, akhir nya kedua sejoli yang sedang di mabuk cinta itu tidur dengan senyum dan mimpi yang indah.

Keesokan hari nya setelah ujian post mendadak dari empat mata pelajaran yang cukup membuat tubuh dan fikiran lelah. Tao dan yang lain duduk di kantin untuk mengisi perut mereka. Istrahat kedua memang waktu yang tepat untuk mengisi amunisi yang terkuras habis. Para Uke dan Para Seme duduk dengan tenang memakan makanan mereka di kantin.

Tao terlihat mengedarkan padangan nya ke sana dan kemari untuk beberapa waktu. Eden menatap nya dengan bingung.

"Wae?" Tanya Eden Cemas.

"Anniyo.. hanya saja aku tidak melihat Kris, kemana dia. Nilai nya kan buruk. Kenapa dia malah bolos di saat jadwal ujian post tengah semester" Ucap Tao mencoba mencari Kris.

"Eh? Kau tidak tau?" Tanya Eden memandang Tao dengan wajah bingung nya.

"Tau apa?" Tanya Tao menatap Eden dengan wajah bingung sambil mengerjapkan mata nya lucu.

"Kris Hyung hari ini pindah ke Canada" Timpal Jinki, Eden mengiyakan jawaban Jinki.

"Iya... tadi pagi kami menerima pesan dari nya, ia mengucapkan maaf tidak sempat berpisah secara layak dengan semua nya" kali ini Baekhyun yang menjawab. Tao semakin mengerutkan kening nya.

"Kalian semua mendapat pesan dari nya?" Semua teman Uke dan para seme di situ menganguk serentak.

"Memang nya dia tidak mengirimkan pesan pada mu?" Tanya Lay bingung, Eden menatap Tao.

"An-anni" Jawab Tao, ia mulai termenung dan mengaduk aduk makan nya. Hei apa apaan ini, apa Cuma dia yang tak menerima pesan dari Kris. Pantas saja Kris bersikap aneh semalam, ternyata ada yang tak beres. Hati Tao mulai berperang dalam diam.

"Gwaenchana?" Tanya Eden menyadarkan Tao yang termenung. Tao hanya tersenyum kikuk.

"Eummm.. memang nya dia akan berangkap kapan" Tanya Tao entah pada siapa.

"Eumm dia akan berangkat berapa menit dari jam kita pulang sekolah nanti" Jawab Chanyeol yang baru selesai menyantap makanan nya.

"Apa kau mau mengantarkan nya pergi?" Tanya Eden sambil menatap Tao lekat.

"An-anni... aku hanya penasaran saja" Jawab Tao gagap, jujur saja ia ingin tau alasan Kris pergi tanpa memberi tau nya. namun ia merasa tidak enak dengan Eden, ia takut Eden mengira bahwa dia masih menyukain Kris.

Bell tanda pelajaran terakhir akan di mulai pun berbunyi, mereka dengan tenang bergegas ke kelas untuk bertarung dengan mata pelajaran terakhir yang malah sangat susah menurut mereka.

Sepanjang pelajaran Tao terlihat gelisah, ia terus memandangi jam yang bertenger di dinding kelas nya. pikiran nya gelisah, terus memikirkan Kris. Kris dengan tingkah Aneh nya semalam. Apa waktu yang di habiskan semalam bersama Kris merupakan salam perpisahan dari Kris untuk nya. akhir nya di ujung penantian nya bell tanda pelajaran berakhir pun berbunyi. Dengan cepat ia mengumpulkan kertas jawaban dari ujian post tengah semester nya. Baekhyun, Luhan dan Jinki terheran heran menatap.

"Tao-ya~ apa ada sesuatu yang tidak beres?" Tanya Kyungsoo cemas saat Tao kembali ke tempat duduk nya dan dengan terburu membereskan tas nya. Tao hanya menatap Kyungsoo sekilas sambil tersenyum, ia tak berniat menjawab pertanyaan itu. sangking terburu nya setelah memakai tas samping nya Tao berlari dan dengan cereboh nya terjatuh dengan keras karena menabrak meja, dengan sangat cemas semua teman teman nya berlari ke arah nya.

"Gwaenchana?" Tanya Jinki dengan ekspresi cemas nya.

"Apa yang sebenar nya terjadi" tanya Luhan lagi, Namun Tao hanya diam di tempat nya menatap kosong pada lantai.

"Tao! Apa yang terjadi. Kenapa diam saja!" Baekhyun mulai geram dengan sikap Tao. Tao mulai menatap semua nya dengan mata berkaca dan ekspresi linglung.

"Apa Cuma aku yang tak berarti bagi nya, kenapa Kris pergi dengan cara seperti ini" Ucap Tao dengan suara serak nya. semua menatap Tao dengan tatapan yang sulit di artikan, selanjutnya semua diam tanpa sepatah kata pun.

"Masih ada setengah jam sebelum keberangkatan nya, ayo kita susul saja. Di sana Tao bisa mencurahkan semua kekesalan Tao pada nya" Jinki mengintrupsi di tengah kediaman mereka semua, Tao menatap Jinki dengan tatapan 'haruskah?' tanpa bersuara.

"Dia benar, ayo bangkit Tao! kita susul saja" Ucap Luhan semangat. Mereka semua pun membantu Tao berdiri, mengambi semua tas dan berlari dengan cepat di sepanjang koridor lantai dua. Mereka menuruni tangga dan terus berlari di koridor lantai pertama menuju parkiran. Di mading depan sekolah menuju menuju parkiran terlihat Kibum sedang sibuk berbincang dengan seseorang teman sekelas nya mengenai sesuatu hal yang entah apa, namun teman nya itu langsung tercengang melihat Kibum yang menghilang di tengah pembicaraan di tarik tanpa aba aba ketika Tao dan teman teman nya melewati mereka. Al-hasil teman Kibum yang di ketahui bernama Donghae itu terdiam seperti anak idot dengan mulut terbuka di tempat nya memandang Kibum yang terus menjauh.

Setiba nya di parkiran terlihat Eden menunggu Tao dengan tenang di dekat mobil nya, setelah Tao dan teman teman nya terlihat dari kejauhan Eden pun tersenyum. Namun senyum manis nya menghilang ketika melihat mereka berlari seperti orang kesetan sianida.

"Hyung berikan kunci mobil mu!" Ucap Jinki seperti orang kesetanan setelah mereka tiba tepat di depan Eden.

"Eh? Ada apa in-" Belum lagi Eden siap bertanya Baekhyun sudah dengan lancang meraba raba saku baju seragam Eden, Eden membulat kan mata nya. bukan hanya Baekhyun, Luhan ikut meraba raba kantong celana Eden dan itu berhasil membuat Eden panas dingin.

"Mana kunci nya!" kali ini Kyungsoo yang menjerit kesetanan, ia mengoyang goyang badan Eden, karena Eden tak juga menjawab ia menjambak rambut Eden seperti seorang ibu ibu yang berebutan satu baju bagus yang sedang sale 70%.

"Akhhhh, Sakit...! akhhhh! itu di dalam mobill... lepaskan!" Eden mengaduh kesakitan. Semua langsung berlari masuk kedalam mobil begitu mendengar jawaban itu. tak lupa mereka menarik Kibum yang kebingungan untuk masuk dan mengeret Eden dengan paksa menuju bagasi mobil nya di karenakan mobil nya yang sudah full dengan uke uke yang sedang kesetanan sianida.

Dan tanpa di sangka oleh semua nya, setelah semua nya sudah masuk dengan selamat. Mobil melaju dengan sangat kecang ala pembalap profesional. Jinki sang pengemudi menjadi titik utama pandangan kaget semua penumpang dengan mata melotot plus mulut mengangah. Semua sudah berusaha memegang sesuatu yang bisa di jadikan pegangan karena ketakutan, mereka semua pucat pasif.

Dengan cepat mobil itu melaju di jalanan sampai akhir nya mereka salah melewati jalan, yaitu jalan satu arah. Dengan lihai nya Jinki menghidari semua mobil yang berjalan dengan cepat menuju ke arah mereka.

"Jinki-ya! Kau gila eoh aahhhh awas" Kibum berteriak sambil menjambak jambak rambut Baekhyun melihat Truk besar yang hampir mereka tabrak, tak ia hiraukan Baekhyun yang sedang kesakitan.

"Ini adalah jalan tercepat menuju bandara, tenang lah.. serahkan semua pada ku" Ucap Jinki dengan gerlingan lewat kaca depan dekat pengemudi.

Teriakan demi teriakan terdengar setiap kali mereka hampir menabrak mobil yang melaju dengan kencang nya ke arah mereka mengingat ini adalah jalur satu arah. Mereka baru bisa bernafas lega ketika melihat tanda jalan satu arah akan segera berakhir. Namun aksi menantang Jinki tak berhenti sampai di situ, tepat di depan mereka sekarang terlihat dengan jelas lampu merah yang sebentar lagi siap di trobos oleh Jinki. Di sana sudah berjaga dua orang polisi yang sedang berpatroli menertipkan lalu lintas. Dengan wajah yang mengenaskan kedua polisi itu menjatuhkan peluit serta tongkat lampu merah yang mereka gunakan untuk menertipkan lalu lintas melihat kepergian mobil itu dengan kecepatan di atas rata rata. Wajah mereka seperti wajah anak kecil yang di rebut permen nya dengan paksa.

Namun, ekspresi bodoh kedua polisi itu hanya bertahan beberapa saat. Setelah nyawa mereka yang sempat terbang jauh menuju angkasa kembali ke raga mereka, kedua polisi itu dengan gelagapan menuju motor mereka dan mulai mengejar mobil yang di kemudi oleh Jinki. Serine dari motor kedua polisi itu terus berbunyi di sepanjang jalan, mereka sekarang terlihat seperti di film film, penjahat dan polisi yang saling mengejar.

Tak bertahan lama, sepuluh menit kemudian kedua polisi itu dengan hebat nya bisa memotong mobil yang di kemudikan oleh Jinki dan membuat blokade tepat di depan mereka dan itu berhasil membuat Jinki menginjak rem secara tiba tiba. Semua yang ada di dalam mobil terjebab ke depan dan mereka semua berhasil membenturkan kepala mereka.

Setelah mereka sempat mengaduh sebentar, semua nya langsung panik ketika melihat kedua polisi itu berjalan mendekati mobil mereka.

"Apa yang harus kita lakukan!" Tanya Luhan heboh sendiri.

"Semua nya tenang, aku akan membuat sebuah drama. Semua nya ku mohon kerja sama nya" Usul Kibum yang merupakan ketua ekskul drama terbaik tahun ini. Semua nya saling bertatapan sekilas lalu mengangguk mantap. Salah satu polisi dengan nametag Gikwang mengetuk kaca pengemudi, menyadari itu Jinki membuka kaca mobil nya dan tersenyum secerah mungkin. kalau dia matahari mungin polisi itu sudah buta. Polisi itu menundukan sedikit kepala nya dan melemparkan pandangan nya dengan rata keseluruh penjuru mobil.

"Maaf menggangu aktivitas saudara, tapi apakah saudara menyadari bahwa saudara sudah melanggar peraturan lalu lintas yang sudah di tetap kan. Apakah saudara memiliki lisensi mengemudi dan tanda pengenal? Bisa saya lihat" Ucap polisi itu sambil kembali menegakan tubuhnya, mencatat sesuatu pada sebuah kertas. Melihat itu Jinki memukul pelan tangan Kibum yang terbengong bengong.

"Lakukan sesuatu" Ucap Jinki pelan, setelah itu Kibum berdehem dan mulai berpikir sebentar.

"Bisa-" belum sempat Polisi itu menyelesai kan kata kata nya, Kibum mulai berakting dengan tangisan nya yang terlihat sangat meyakin kan, semua terkejut melihat hanya polisi itu, tapi seluruh orang yang ada di dalam itu.

"A-ada apa?" tanya polisi itu tergagap karena melihat Kibum yang menangis tiba tiba. Namun Kibum hanya menangis tersedu dan menatap ke arah polisi itu, dengan tenang ia meraih kedua tangan polisi yang ada di jendela dekat pengemudi.

"Kami terpaksa melakukan ini, kami mohon maafkan kami kali ini saja" Ucap Kibum berakting dengan sangat meyakinkan.

"Apa yang terjadi? Apa alasan kalian melanggar peraturan?" Tanya polisi itu bingung sambil menaikan setengah alis nya, ia curiga bahwa semua siswa yang ada di hadapan nya ini hanya bercanda.

"Aku.. Aku... aku tidak bisa menceritakan nya, akan ada yang terluka" Ucap Kibum sambil menutup wajah nya dengan kedua tangan . Polisi itu hanya menatap Kibum datar.

"Ceritakan saja, saya ingin tau apa alasan saudara semua melakukan hal yang sangat di larang tadi" Tanya polisi itu memasang wajah kesal karena merasa di permainkan.

"Ini semua karena dia ahjussi" ucap Kibum sambil menunjuk Luhan, setelah itu tangis nya kembali pecah dan semakin menjadi jadi. Luhan memasang wajah bingung, Polisi itu sekarang menatap Luhan dengan sebelah alis yang terangkat.

"Apa yang terjadi pada nya?" tanya polisi itu masih memandang Luhan secara intens.

"Dia adalah seorang anak yang sangat malang. Dia tinggal sangat jauh dari keluarga nya. Ahjussi tau tidak beberapa waktu yang lalu ia di perkosa oleh seseorang dan hamil tanpa di inginkan oleh si pemerkosa. Dengan sangat manusiawi ia ingin mempertahankan kadungan nya, namun pelaku bejat itu memukuli anak malang ini sampai dia keguguran. Dia sangat terpuruk dan Ahjussi tau? Selang beberapa minggu kemudian setelah kegugurannya, anak malang ini di kejutkan oleh hasil kesehatannya yang menyatakan bahwa ia terkena kangker otak" Kibum semakin menangis setelah menceritakan kisah karangan nya pada polisi itu, setelah itu memeluk Luhan. Dengan ajaib nya kedua mata polisi itu mulai berkaca kaca, mulut nya bergetar.

"Lihat lah ini, lihat!" Kibum dengan sangat cepat dan sedikit keras menjambak rambut Luhan, tak ia hiraukan Luhan yang mengaduh setelah itu. Kibum menyodorkan tangan nya yang penuh dengan rambut Luhan yang rontok. Polisi itu dengan bodoh nya mengambil rambut rambut itu dan menatap iba pada Luhan. Kibum menyenggol pelan tangan Luhan dan berkata sekecil mungkin yang kira kira begini 'menangislah' . Luhan menangis dengan keras setelah itu, ia ikut memukul dada nya beberapa kali.

"Apa salah ku, Omo..." setelah mendengar Kata kata Luhan Itu Polisi itu mulai meneteskan air mata nya dan mengigit bibir bawah nya sendiri. Dengan spontan semua yang ada di mobil –kecuali Tao- menangis, ikut menyemarakan drama itu.

"Dia baru tahu bahwa hari ini pria jahat yang telah membuat nya terpuruk itu akan meninggalkan korea. Dan dengan bodoh nya anak malang ini ingin mencegah pria itu untuk pergi. Dengan bodoh nya dia masih mencintai pria jahat yang telah merengut hidup nya. itulah mengapa kami nekat mengejar pria itu" Ucap Kibum meraung sambil memukul mukul kecil bahu Luhan seakan ia memang benar benar bodoh. Polisi itu menyeka air mata nya dengan cepat.

"Tenanglah anak muda, kami akan membantu kalian. Kami akan mengawal kalian" Ucap polisi itu dengan polos nya, ia bahkan tidak sadar sudah di tipu oleh opera sabun murahan yang sudah di pentaskan oleh Kibum. Mendengar kata kata itu semua yang ada di dalam makin gencar gencar nya menangis, mereka menangisi kebodohan polisi satu itu. setelah itu polisi itu terlihat berlari kearah teman nya, menceritakan sesuatu dan kembali menatap ke arah mereka semua sambil memberi aba aba untuk mengikuti mereka.

Dengan kawalan kedua polisi itu, dengan leluasa mereka mengemudikan mobil mereka menuju bandara, tak butuh waktu lama untuk sampai ke bandara. Sesampai nya di bandara mereka turun dan berpamitan dengan polisi itu. setelah kepergian polisi itu, mereka dengan terburu berlari masuk ke dalam bandara tujuan penerbangan internasional.

Jinki membuka bagasi belakang sebelum berlari masuk, ia sadar ada seseorang yang mungkin sekarat di sana. Yup, orang itu adalah Eden. Jangan tanya bagaimana keadaan nya, ia merangkak keluar dengan kondisi yang mengenaskan. beberapa kali ia memuntahkan makan siang yang ia santap di kantin sekolah saat istrahat siang tadi.

Sesampai nya di ruang tunggu penerbangan, Tao langsung mengedarkan pandangan nya keseluruh penjuru ruang itu. semua membantu Tao mencari Kris. Hingga akhir nya Tao menatap sosok yang begitu ia kenal. Kris terlihat duduk di tempat nya, dalam diam ia sesekali melantunkan dengan kecil nyanyian yang ia dengan dari earphone nya. perlahan Tao mendekati sosok itu. tanpa Kris sadari, Tao sudah duduk di kursi yang tepat berada di belakang nya. mereka saling membelakangi dan tengelam dalam kehening untuk beberapa saat. Setelah lama diam. Tao memberanikan menatap ke belakang, ia bisa melihat dengan jelas punggung tegas Kris. Dengan nekat nya Tao mengambil sebelah earphone Kris, mengunakan nya di telinga nya dan itu berhasil membuat Kris terkejut. Kris melihat siapa orang yang melakukan hal itu pada nya.

Mata mereka menyatu, dalam sebuat tatapan yang dalam. Tak ada satu pun dari mereka yang bernisiatif untuk berbicara. Mereka hanyut dalam lagu yang mereka dengar lewat ponsel Kris.

(Music Play – Soyou – Tell Me, Ost Lucky Romance)

naege malhaejwo

kkok damun neoui geu ipsullo malhaejwo

aeteuthan neoui du nuneuro malhaejwo

(Katakan padaku

Katakan padaku dengan bibirmu yang tertutup rapat itu

Katakan padaku dengan matamu yang merindukan ku itu)

eonjebuteo sijakdoen geolkka

nae mam najochado al su eopseosseo

hoksi neoneun algo isseosseulkka

urin gateun goseul bogo ittneun geol

(Kapan ini semua bermula?

Hatiku bahkan tidak tahu kapan

Apakah kamu tahu?

Kita selalu menatap ke arah yang sama)

naege malhaejwo

kkok damun neoui geu ipsullo malhaejwo

aeteuthan neoui du nuneuro malhaejwo

neodo nae mamgwa gatdago

(Katakan padaku

Katakan padaku dengan bibirmu yang tertutup rapat itu

Katakan padaku dengan matamu yang merindukan ku itu

Bahwa kamu juga merasakan halyang sama)

neoreul saranghae

na cheoeumeuro haneun geu mal saranghae

iboda deo joheun mareun eopseo eoseo

naege malhaejwo

(Aku mencintaimu

Aku mengatakan ini untuk pertama kalinya, bahwa aku mencintaimu

Karena tidak ada kata lain yang lebih baik lagi dari ini

Katakan padaku)

ijebuteo sijakhaebolkka

nuga meonjeorado nan sanggwaneopseo

jigyeopdorok malhaejwodo joha

sarangiran jakku pyohyeonhaneun geot

(Haruskah kita memulainya sekarang?

Aku tidak peduli siapa yang memulai pertama

Aku tidak peduli seandainya kamu begitu banyak bicara

Cinta itu tentang mengekspresikan dirimu)

naege malhaejwo

kkok damun neoui geu ipsullo malhaejwo

aeteuthan neoui du nuneuro malhaejwo

neodo nae mamgwa gatdago

(Katakan padaku

Katakan padaku dengan bibirmu yang tertutup rapat itu

Katakan padaku dengan matamu yang merindukan ku itu

Bahwa kamu juga merasakan hal yang sama

neoreul saranghae

na cheoeumeuro haneun geu mal saranghae

iboda deo joheun mareun eopseo eoseo

naege malhaejwo

(Aku mencintaimu

Aku mengatakan ini untuk pertama kalinya, bahwa aku mencintaimu

Karena tidak ada kata lain yang lebih baik lagi dari ini

Katakan padaku)

wae ijeya naege wasseulkka

jogeum neujeottjiman geuraedo gwaenchanha

sarang moreujiman duryeopji anha

neowa hamkke hal su ittdamyeon

(Mengapa kamu baru datang padaku sekarang?

Ini sedikit terlambat tapi tidak masalah

Aku tidak tahu banyak tentang cinta

tapi aku tidak merasa takut Jika aku bisa bersamamu)

malhaejwo

deo seodulleo wa geu ipsullo malhaejwo

deo gakkai wa du nuneuro malhaejwo

neodo nal saranghandago

(Katakan padaku

Katakan padaku dengan bibirmu yang tertutup rapat itu

Katakan padaku dengan matamu yang merindukan ku itu

Bahwa kamu juga mencintai ku

neomu saranghae

gidaryeowattdeon geu hanmadi saranghae

nuguboda deo saranghaejulge neoreul

naege malhaejwo

(Aku sangat mencintaimu

Kata kata yang ku tunggu dari adalah 'Aku mencintai mu'

Aku akan mencintai mu lebih dari siapa pun

Katakan padaku)

neoreul saranghae

(Aku mencintaimu)

Mereka tenggelam dalam alunan musik itu, semua melodi itu seakan membuat mereka berbica lewat kedua mata yang saling menatap dengan lekat itu. setelah lagu itu berakhir Kris melepas earphone dari telinga nya, Tao pun melakukan hal yang sama.

"Apa yang kau lakukan di sini heumm...?" Tanya Kris dengan nada penuh tanya.

"Kenapa kau tak memberi tahu bahwa kau akan pergi?" tanya Tao dengan suara yang terdengar bergetar hanya dengan menanyakan hal itu tanpa menjawab pertanyaan Kris.

"..." Kris tak bergeming, ia bahkan tak berniat menjawab pertanyaan Tao.

"Kenapa hanya aku yang tak di beri tahu bahwa kau akan pergi? Kau akan pergi ke mana? Seberapa lama? Kapan kau akan kembali? Apa alasan mu pergi?" Tanya Tao dengan suara yang terdengar serak. air mata nya mulai berjatuhan, beberapa kali ia memukul bahu Kris dengan lemah nya. Kris akhir nya mengenggam tangan Tao yang terus memukul nya itu dan menatap nya intens.

"Akan sulit bagi ku melepaskan mu dan berpamitan seperti orang pada umumnya. Dengan segenap kekuatan ku mencoba mengangap mu sebagai seorang teman, namun aku tak bisa." Jelas Kris dengan suara nya terdengar seperti kemarin, suara hangat yang terdengar putus asa. Tao menatap Kris dalam, ia sadar sudah menjadi orang egois kali ini. Ia memaksa Kris yang mencintai nya untuk menganggap nya sebagai seorang teman padahal ia masih memiliki perasaan pada Kris. Namun rasa nya pada Eden lebih besar, apa dia boleh menjadi orang egois untuk kali ini saja?

"Lalu kenapa harus pergi seperti ini" Tao terus menatap lekat Kris berharap mendapatkan jawaban yang dapat memuaskan nya.

"Aku ke sana untuk melanjutkan study ku, suasana barat mungkin bisa membuat ku lebih terkenal dari di sini" Ucap Kris sambil bercanda. Pengumuman keberangkatan pun terdengar, Tao pun mulai panik. Apa yang harus ia lakukan? Batin nya berperang hebat. Kris bangkit dari tempat duduk nya dan membereskan semua barang bawaan nya bersiap untuk memasukin pesawat.

"Baiklah, sampai ketemu di lain waktu. terima kasih telah ikut mengantarkan ku" Kris mengulurkan tangan nya sambil tersenyum cerah berharap Tao membalas uluran tangan nya itu. namun Tao menunduk tak berniat membalas uluran itu.

"Haha, baiklah kalau begitu... aku pergi dulu ya" Ujar Kris sambil menarik uluran tangan nya dan mengaruk kepala nya yang tak gatal. Ia pun mulai berbalik dan berjalan meinggalkan ruang tunggu keberangkatan. Terus berjalan, hingga akhir nya langkah nya terhenti, Tao memegangi ujung kemeja belakang nya. Tao sudah menangis sambil mengigit bibir nya.

"Jangan pergi... bisa kau tetap tinggal di sini" Ucap Tao sambil sesegukan. Kris tak berbalik, ia masih menatap lurus kedepan. Untuk beberapa saat Kris berfikir, namun... tekat nya sudah bulat, ia melanjutkan langkah nya tanpa memperdulikan Tao yang mulai jatuh berjongkok sambil menangis menatap kepergian nya. sedetik pun Kris tak ingin berbalik menatap Tao, ia tau kalau ia sampai berbalik dia tidak akan sanggup menahan air mata nya yang sudah terbendung.

Kris terus berjalan dengan sangat cepat menuju pesawat nya , ia mencari kursi nya dan mulai duduk dengan tenang. Ia diam sambil menatap hamparan landasan pesawat dengan mata nya yang membendung dan siap meledak kapan pun.

Di ruang tunggu pemberangkatan Tao menangis dengan hebat nya, apa dia sudah menjadi orang jahat? Apa yang ia lakukan sehingga seseorang terluka karena nya. Eden yang sudah kembali sehat berjalan dengan tenang dari kerumunan teman teman Tao yang sedari awal menatap Tao dan Kris dari kejauhan. Eden Terus berjalan hingga berhadapan dengan Tao yang terlihat lemah saat itu. ia berjongkok dan memeluk tubuh kekasih nya itu. berulang kali ia lontarkan kata kata penenang berharap Tao akan mereda.

Dan tanpa di ketahui oleh mereka, Kris menangis hebat di tempat duduk nya. ia menangis sesegukan dalam diam, mengigit bibir nya agar tak terlihat menyedihkan. Jika ia bisa teriak, dia akan berteriak dengan sangat keras.

Dan keberangkatan pesawat Kris mengakhiri kisah Kris dan Tao hari itu, entah kan mereka akan bertemu kembali...

THE END...

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Muahahahaha becanda.. #plak

To be continued… … … … … … … … … … … … … … … … … … … …

Bagaimana cerita selanjutnya?

Pada siapa Tao akan jatuh pada akhir nya?

Apa Kris bisa mendapatkan Tao kembali? Atau malah Eden yang akan tetap bersama Tao hingga Akhir.

P.s : author ga janji bakal berjung Taoris loh #plak

Tetap ikuti cerita ini ya…. ^^

Akhir kata Author ucapkan terima kasih, Boleh minta review nya? Boleh dong kalau gak males di lanjutin ne wkwk...