I have a happy life, but…when will Big Bro meet me again?
Senso to Yujo Fuka Ga Aru
Chapter 11: Golden Week: Nanako Dojima
Persona Series © Atlus
Bleach © TITE KUBO
10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2…
We are living our life…
I walk away from the soundless room~
I realize, once again…
Muncul scene pada saat Yosuke tersedak di seri sebelumnya.
Yosuke Hanamura as Himself
That the world is cheating me again!
And so, we must survive this day once again!
It's always happening…
And we'll gonna make you familiar with all of this!
Muncul scene pada saat tangan Kanji kepleset sehingga alkohol yang dia pegang jatuh ke api unggun dan membuat seluruh hutan terbakar.
Kanji Tatsumi as Himself
Rise to the sunshine!
Now all we have to do is to see the positive side of all problem happen to us!
Let's show how we can be!
Let's gone mad and…
Leave the rest of your mess to us!
Muncul scene pada saat Chie menjebak Yosuke untuk membuatnya makan steak.
Chie Satonaka as Herself
Wake up you all!
It's out time now!
There's will no second change for us!
Muncul scene pada saat Yukiko tertawa seperti orang gila.
Yukiko Amagi as Herself
So leave the rest us!
(Leave the rest to us)
Leave the rest to us!
(Leave the rest to us)
LEAVE THE REST TO US!
Yasogami: School Gang Residence, Early Morning.
"Ini hari yang sangat membosankan…" kata Yosuke. "Kau baru tahu? Seharusnya ini hari dimana kita berpesta!" kata Ichigo. "Ini hari libur apa?" tanya Yosuke lagi ke Kanji. "Ini hari anak, aku rasa?" kata Kanji. "Hey, apa kau sudah dapat informasi?" tanya Yosuke ke Tamaizu. "Belum, tanya lagi nanti…". "Astaga…". "Aku dapat ide! Bagaimana kalau kita mengunjungi Nanako! Dia mungkin kesepian sejak Souji-senpai koma…" kata Kanji.
"Ayo telpon yang lain!" kata Yosuke. "Aku tidak ikut, aku masih harus syuting adegan di film!" Ichigo pun pergi. "Siapa yang peduli dengan dia? Ayo!" Yosuke dan Kanji pun pergi.
Dojima Residence.
Ting tong.
"Biar aku yang buka!" Nanako pun membuka pintu, lalu Yosuke, Kanji, Teddie, Chie, dan Yukiko langsung menyerbu masuk. "Hai, Nanako-chwuan~!" kata Yosuke, lebay. "Nanako, siapa yang ada di lu—". "Wazzup' Momma Dojima! Dimana Poppa Dojima?" tanya Yosuke. DUAK! Chie menendang Yosuke, "Bukan begitu cara-nya menyapa orang yang lebih tua darimu, baka!" kata Chie. "Arggh!" Yosuke mengerang kesakitan.
"Ryou sedang ada tugas dengan Adachi-san, apa kalian mau makan?" tanya Chisato Dojima, yang berada di dapur. "Kami sudah makan ketika mau kesini, apalagi uang ku sudah habis untuk membeli steak kepada cewek bar—" DUAK! Yosuke ditendang lagi. "Sudah, sudah!" kata Yukiko berusaha menghentikan Chie yang terus menyerang Yosuke tanpa ampun.
Chisato, Nanako, dan Kanji hanya bisa ber sweatdrop ria. "Apa kalian mau mengajak jalan-jalan Nanako? Kurasa dia bosan terus ada dirumah" kata Chisato. "T-tentu, Dojima-san! Apa kau mau Nanako-chan?" tanya Yosuke. "Tapi, Oka-san…". "Tidak apa-apa kok, ayahmu sebentar lagi juga akan datang…" kata Chisato sambil tersenyum lembut.
"Mhm!". "Kami pergi dulu, Dojima-san!" mereka semua pun pergi. "Anak-anak yang baik…".
Junes: Food Court.
Selagi mereka berjalan-jalan tiba-tiba HP Yosuke berbunyi. "Halo, siapa ini?" tanya Yosuke. "Ini Tamaizu Nirazawa, berhati-hatilah, kalian sedang di-intai oleh beberapa murid Karukozaka!" kata Tamaizu. Yosuke melirik ke kiri-kanan, "Aku mengerti…" Yosuke pun menyimpan kembali HP-nya dan lalu berbisik ke Kanji. "Apa! Kita tak boleh mengacaukan hari Nanako-chan, kita harus menghentikan mereka tanpa ketahuan!" kata Kanji. "Kalau begitu, ayo lindungi Nanako-chan!" kata Teddie.
"Aku tahu itu!". Tiba-tiba ada salah satu kardus yang dilempar kearah Nanako, Kanji langsung melompatinya dan mengangkap kardus itu, tapi sialnya dia lalu terjatuh ke lantai. "Kanji, kau apa-apain sih?" tanya Chie, karena Kanji berlaku aneh. "T-tidak ada apa-apa kok! Aku kira tadi ada…lupakan saja! Haha…" Kanji tertawa gugup, dia pun kembali berjalan disamping Yosuke.
"Kan sudah kubilang, tak boleh ketahuan!" kata Yosuke. "Kau pikir itu gampang!" bentak Kanji. "Kurasa Kanji-san sedang sakit…" kata Nanako. "Ah, dia selalu begitu kok…" kata Chie. "Tch…" Kanji emosi tingkat dajjal (?). Tak lama kemudian, salah satu kardus yang lain dilempar kearah Nanako. "Tidak!" Yosuke lalu loncat gaje dan meng-tackle kardus itu.
"Yosuke-kun, apa yang kau lakukan?" tanya Yukiko. "Eh, hahaha. Otot lenganku sakit makanya aku, hahaha!" kata Yosuke, bo'ong. "Ada-ada saja, hey! Kita sudah sampai di food court! Ayo Nanako-chan!" mereka pun duduk disalah satu meja. Tiba-tiba salah satu murid Karukozaka melempar sebuah muffin kearah Nanako lagi. "Awas!" Teddie langsung mencoba mengangkap-nya, tapi malah mendarat di muka Chie.
"Teddie…" Chie bersiap-siap menghajar Teddie. "Uh-oh…" cicit Teddie. Chie lalu menyeret Teddie ke dalam, DUAK! PRANG! BANG! Chie pun keluar dan duduk kembali, "Jadi, sampai dimana kita tadi?" tanya Chie, seakan-akan tidak terjadi apa-apa. Yosuke dan Kanji pun langsung menghampiri Teddie yang babak belur. "Ini sangat merepotkan! -ne" kata Teddie. "Betul, kita harus menelpon seseorang!" kata Yosuke. "Daisuke dan Kou!" kata Teddie dan Kanji bersamaan.
Junes: Food Court, Afternoon.
Yosuke, Kanji, Teddie, Daisuke, dan Kou melirik ke kanan-kiri. "Baiklah, operasi Don't Ruin Nanako's Day dimulai!" kata Yosuke. "Kau berjanji akan mentraktir kita seharian ini!" kata Daisuke dan Kou. "Tenang saja…" kata Yosuke. "Baiklah, aku dan Kanji akan kembali dan melirik sekitar, dan lewat walkie-talkie ini, aku akan memberitahu posisi ancaman, dan kalian harus menghentikannya apapun yang terjadi!" kata Yosuke, memberi seebuah walkie-talkie. "Siap!".
"Kalian lama sekali ke toilet…" kata Chie, melihat Yosuke, Teddie dan Kanji kembali, "Toiletnya penuh…" kata Kanji, bo'ong. "Hmm, kita kemana lagi ya? Bagaimana kalau kita menjenguk Souji di rumah sakit?" saran Chie. "Boleh juga, kita tidak sempat menjenguk-nya semenjak kejadian belakangan ini— kardus diarah jam 3!" kata Yosuke ke walkie-talkie.
Daisuke lalu meloncat dan mengangkap kardus itu tepat waktu, "Fyuh…". "Baiklah, menuju Inaba Municipal Hospital!".
Inaba Municipal Hospital: Lobby.
Yosuke dan yang lain sedang menunggu di lobby, rumah sakit-nya hari ini sedang ramai.
"Hadeh, ini lama sekali!" gerutu Yosuke. "Botol alkohol di jam 10!" kata Kanji ke walkie-talkie. Kou langsung melepaskan karet ketapel-nya, PRANG! "Hampir saja…" kata Kou mengusap keringat-nya. "Hey! Sekarang giliran kita!" Yosuke dan yang lain pun pergi. Tiba-tiba datanglah sekitar lima murid Karukozaka ke lobby, tepat ketika Yosuke dan yang lain pergi.
"Kami kesini untuk mencari para murid Yasogami…" kata Yumi. "Sial!" Kou dan Daisuke pun muncul. "Kita harus menghalang mereka!" bisik Daisuke. Semua orang disana langsung tiarap. "Hey, kau berdua! Siapa kalian!" tanya Yumi. "Kami murid Yasogami!" kata Kou dan Daisuke, menunjukkan sebuah lambang Yasogami dari kantong mereka.
"Heh! Bukan kalian yang kami cari, tapi sudahlah! Hajar mereka!" ke-empat murid yang lain pun menyerbu Kou dan Daisuke. Kou menghajar murid yang pertama dan melemparnya ke meja resepsionis. "Kyaa!" beberapa suster disitu berteriak! Daisuke lalu melempar kursi lipat didekatnya ke murid yang kedua, murid kedua menangkapnya, Kou pun menendang kursi itu, membuat murid kedua jatuh.
Murid ketiga lalu menendang Kou sampai terlempar kebeberapa orang, "Kou!" ujar Daisuke. "Kau lengah!". Murid ke-empat menendang Daisuke sampai terlempar juga. Murid yang dilempar ke resepsionis dan ditindah kursi kemudian kembali bangkit. "Heh! Ayo cari mereka!" perintah Yumi. "Tunggu, bitch! Tak akan kubiarkan kau merusak hari Nanako-chan!" kata Kou, bangkit. "Yeah!" Daisuke pun ikut bangkit. "Yeah kalahkan mereka!" teriak beberapa pengunjung rumah sakit, menyoraki Daisuke dan Kou.
"Cih…".
Inaba Municipal Hospital: Souji's Room.
"Silahkan," kata seorang suster baik, membukakan pintu. "Terima kasih!" kata Yosuke. Suasana tiba-tiba
berubah sepi, yang ada hanya suara dari mesin Elektrokardiogram. "Souji…" kata Yosuke, sedih.
"Big Bro...". "Souji-kun…". "Sensei…".
Inaba Municipal Hospital: Lobby.
"Wraugh!" Kou langsung menghantam murid pertama ke dinding, Daisuke lalu melempar sebuah botol alkohol ke murid ketiga. "Dammit!" kutuk Daisuke. "Sampai kapan kalian akan bertahan dari kekuatan Unsere Arme Hachobe Agile?" tanya Yumi, sinis. "Sampai selama-lamanya!" kata seseorang menendang Yumi sampai terjatuh. "Kyaa!" teriak Yumi kesakitan. "S-siapa kau?" tanya Yumi, kesakitan.
"Akulah Ronan Dormouse!" kata Ronan dengan sangat epik. "Ronan? Kenapa kau disini?" tanya Kou. "Aku ingin mengecek keadaan pamanku yang kehilangan pikirannya, tapi aku selalu terjebak dengan kalian, para koboi!" kata Ronan, sarkas. "Beraninya kau..." Yumi langsung menyerbu Ronan. "Astaga, psycho girl...".
Lobby
Yumi terus menghantam Ronan tanpa ampun ke dinding. "Psycho girl!" kutuk Ronan, dia lalu menendang kaki Yumi dan menjambak rambut-nya, lalu dia meluncurkan-nya melewati meja resepsionis. "Ah!". Sementara itu, Kou dan Daisuke berhasil melempat ke-empat murid ke tempat sampah, walaupun terluka sedikit.
"Ini hari yang sangat hebat~~!" teriak Kou. "Yey! Kalian pahlawan baruku!" kata Sayoko Uehara diantara kerumunan yang menyoraki mereka. "Yay! Wuhuy! Aku ingin tanda tangan-mu!" teriak beberapa pengunjung.
Inaba Municipal Hospital: Souji's Room.
"Tunggu, kenapa daritadi aku seperti mendengar ada keributan diluar, ne-?" tanya Teddie. "Iya, ayo kita cek!" mereka semua pun meninggalkan Souji, Nanako yang terakhir keluar melirik sebentar ke Souji sebelum akhirnya pergi, tangan Souji bergerak.
Lobby
"Baiklah, apa yang terjadi disini!" tanya Yosuke, melihat semua pengunjung, suster, dan dokter menyoraki Kou, Daisuke, dan Ronan, semua orang langsung terdiam. "Er, pamanku yang kehilangan pikirannya dikunjungi oleh Obama!" kata Ronan. ngawur. "Apa yang kau ucapkan!". Tiba-tiba Yumi bangkit dari beberapa kursi, "Hah! Hah! Kalian pikir kalian menang? Dendam kami pasti akan terbalaskan, tunggu saja tanggal mainnya!" Yumi pun berlari keluar lobby.
"Bukannya itu psycho girl yang menyerang Dorm kita dulu?" tanya Chie. "..." Ronan, Kou, dan Daisuke terdiam.
Dojima Residence
Akhirnya setelah kekacauan itu, mereka kembali...
"Mari makan~!" mereka semua pun beramai-ramai makan beberapa rice plate dan ikan mentah. "Kalian tahu, kurasa ini hari yang sangat menyenangkan! Kita dapat blah blah blah" Chie pun mulai mengoceh tak jelas. "Dasar cewek barbar, bisanya hanya-" DUAK! "Sudah, sudah. Sampai kapan kalian mau begini terus?" kata Yukiko, berusaha menenangkan mereka.
"Aku pulang. Wah, kelihatannya ada pesta disini..." kata suara familiar dari luar. "Dojima-san?". Ryutaro Dojima dan Adachi Tohru, "Kenapa hari ini kau terlambat sekali?" tanya Chisato. "Ada beberapa murid berandal yang melempar bola ke rumah seorang guru, dan sampai sekarang kami belum menemukan pelakunya..." kata Dojima. "Itu sangat tak sopan! Orang itu pantas dihukum!" kata Yosuke, padahal sebenarnya merekalah yang biasa melempar bola ke rumah King Moron.
"Yeah, lagipula terima kasih sudah mengajak Nanako jalan-jalan, aku sibuk sekali belakangan ini..." kata Dojima sambil menggaruk kepalanya. "Tidak apa-apa kok, lagipula kami juga senang!" kata Yukiko. "Baiklah, ayo berpesta, Golden Week masih panjang!".
Outside of Dojima Residence, Midnight.
"Uhuk uhuk uhuk!" Yosuke berjalan terbatuk-batuk. "Sudah kubilang kan, kau terlalu banyak meminum soda itu!" kata Kanji. "Kalian belum menraktir kami..." kata Daisuke dan Kou, dingin. "Uhuk uhuk UHUK!".
B
E
R
S
A
M
B
U
N
G
