Tenshi 39 Production

Present

Fantasy Adventure

Fanfiction


"Untuk apa kau menemui Kim Heechul?" tanya Kibum sembari menatap Donghae dengan wajah datarnya.

"Ohh.. bagaimana kau tahu aku akan menemuinya?" tanya Donghae. Namun melihat Kibum yang hanya diam, Donghae pun mendesah pelan. "Sebenarnya aku ingin bertemu dengan adiknya, bukan dirinya. Apakah adiknya itu—Cho Kyuhyun—adalah Kyuhyun yang kalian sebut-sebut itu atau bukan."

"Ternyata kau cukup pintar juga Anthropinos.."

Donghae terdiam saat mendengar suara itu. Entah kenapa, bagian belakang tubuhnya terasa merinding. Donghae menatap lekat wajah ke-6 sosok dihadapannya yang kini tanpa ekspresi. Donghae nampak memaki dalam hati. Ia memberanikan diri untuk membalikkan tubuhnya.

"Bagaimana kabarmu, Lee Donghae?"


FINAL ZONE

Chp. 11

©Sansan Kurai

2014


Donghae terdiam mendengar sapaan dengan nada berbahaya seperti itu.

"Apa kau masih mengingatku yang hampir saja menghabisi nyawamu? Apa kau akhirnya mengingatku? Ternyata otakmu terlalu lambat berfikir ya.."

Donghae mengepalkan jari jemarinya mendengar ocehan dari bibir dingin Cho Kyuhyun. Donghae memaki dirinya sendiri yang memang terlalu lambat menyadari keberadaan sang Pangeran Iblis itu. Kenapa ia tak bisa mengingat wajah sosok yang hampir membunuhnya itu?

"Ohh.. Pangeran Angel.." Kyuhyun merentangkan kedua tangannya sembari membungkuk dalam kearah Kibum. Selanjutnya ia menegakkan tubuhnya sembari menyeringai. "Kau melakukan tugasmu dengan baik?"

"Sebaik yang aku bisa," jawab Kibum. "Sama seperti dirimu Pangeran Iblis."

"Ohh.. bagus kalau begitu," sahut Kyuhyun sembari menyeringai. Hawa kegelapan nampak mengitari dirinya. "Tapi sepertinya kau sangat kewalahan mengatasi pasukanku. Apakah hanya seperti ini kekuatan Pangeran Angel?"

"Apa maksudmu?" tanya Donghae. Kyuhyun beralih menatap Donghae dingin.

"Kau tidak tahu, hmm?" tanya Kyuhyun. "Cih! Sepertinya mereka benar-benar menjagamu dengan ketat sampai-sampai pasukanku tak bisa menyentuhmu sama sekali. Bahkan diriku.."

"Kau ingat dengan apa yang ku katakan padamu tadi, Lee Donghae?" ingat Ryeowook. "Keadaan kacau dan Archangel kewalahan menjaga Anthropinos?" Donghae menganggukkan kepalanya sekali mendengar penuturan Ryeowook.

Donghae tak menyadari bahwa kini sosok-sosok dibelakangnya telah siap dengan senjata mereka masing-masing. Kibum dengan busur ditangannya serta pedang berwarna emas yang terikat dipinggannya. Shindong dengan pedangnya yang berwarna hijau muda. Eunhyuk dengan rantai emasnya. Sedangkan Siwon, Ryeowook dan Henry siap dengan panah emas mereka masing-masing.

Wusshhh...

Wuuussshhh...

Wuuuusssshhh...

Donghae melangkah mundur dengan perlahan saat tiba-tiba dibelakang Kyuhyun muncul sosok-sosok berjubah hitam dengan topeng berwarna merah darah diwajah mereka. Belum lagi melihat tombak berbentuk sabit yang nampak begitu tajam dimata Donghae. Jumlah mereka terbilang cukup banyak untuk sebuah pasukan dan Donghae pun menelan ludah dengan sulit melihat semua itu.

"Perlu aku habisi mereka sekarang, Pangeran?" Salah satu sosok berjubah itu melangkah maju mensejajarkan dirinya dengan Kyuhyun sembari menundukkan kepalanya, siap menerima perintah apapun yang keluar dari Kyuhyun.

"Perlahan Heechul.. perlahan.." bisik Kyuhyun sembari menjilat bibir bawahnya. "Aku ingin menyiksa mereka secara perlahan. Mulai dari dia!"

Kyuhyun mengarahkan telunjuknya ke Donghae dan sorot mata Donghae pun berubah menjadi kosong, seakan kehidupan telah direnggut dari diri Lee Donghae. Donghae membalikkan tubuhnya dan menghadap Kibum serta yang lain. Tiba-tiba tangan kanan dan kirinya diselubungi oleh asap berwarna hitam pekat lalu muncullah sebuah pedang yang terselubung oleh hawa gelap.

"Aku tahu kalian tak akan melukai Anthropinos ini," ujar Kyuhyun sembari menyeringai. "Jadi, aku ingin kalian bersenang-senang dengannya serta pasukan Iblisku selama aku pergi menyelesaikan yang lain. Sampai jumpa.."

Kyuhyun serta Heechul menghilang dari area itu, meninggalkan pasukan Iblis, Donghae serta Archangel beserta peri pelindung mereka.

"Jadi yang menghipnotis Lee Donghae waktu itu Kyuhyun!" geram Siwon.

"Bukan.. Heechul yang melakukannya," sahut Kibum sembari menatap Donghae. "Kau tak melihat gerakan bibirnya tadi? Dia yang melakukannya pada Lee Donghae."

"Jadi.. apa yang akan kita lakukan Pangeran?" tanya Shindong sembari memegang erat pedangnya karena Donghae telah mulai melangkahkan kakinya mendekati mereka diikuti oleh pasukan Iblis dibelakangnya.

"Jangan lukai Lee Donghae, musnahkan yang lain!" perintah Kibum. "Aku akan memanggil Archangel serta para Angel untuk menghentikan Kyuhyun serta Heechul."

"Baik!" angguk mereka. Bersamaan dengan itu, Kibum serta Siwon menghilang dari sisi mereka.

"Musnahlah kalian semua.." desis Donghae dengan wajah datarnya.

Shindong serta Ryeowook mulai berjalan berpisah. Shindong berjalan kesebelah kiri, sedangkan Ryeowook berjalan kesebelah kanan. Sedangkan Eunhyuk memilih untuk menyerang dari arah tengah diikuti oleh Henry.

"Eunhyuk hyung.." panggil Henry pelan. "Hyung tidak apa-apa? Bisa bertarung?"

"Aku baik-baik saja Henry. Lakukan saja tugasmu," ucap Eunhyuk datar.

"Hmm.." Henry mengangguk pelan setelah ia terdiam beberapa detik. Henry membiarkan Eunhyuk menerobos sendirian disisi tengah sedangkan ia memilih untuk berhadapan dengan pasukan Iblis yang tak jauh dari Eunhyuk.

Henry merentangkan busurnya dan mulai menembak Iblis-Iblis dihadapannya dengan anak panah emasnya yang melesat dengan cepat. Ia paham atas kemampuannya sendiri. Ia bukanlah petarung jarak dekat, jadi ia berusaha menjaga jarak dengan para Iblis itu. Namun itu cukup sulit karena Iblis-Iblis itu melayang dengan cepat kearahnya sembari mengayunkan senjata mereka, belum lagi ia harus menghindari Donghae yang terus menyerangnya karena posisinya yang cukup dekat dengan Donghae.

Jleb!

Shindong menatap anak panah yang menancap tepat kekepala Iblis yang ada disisi kanannya. Ia menolehkan kepalanya dan menundukkan kepalanya sekali kearah Ryeowook yang melepaskan anak panah berwarna emas itu, berterima kasih pada Ryeowook karena telah menghentikan pergerakan Iblis itu.

"Eunhyuk! Apa yang kau lakukan?! Hancurkan mereka segera!" seru Shindong saat tak sengaja ia melihat Eunhyuk hanya menghindari Iblis-Iblis itu tanpa menyerangnya sama sekali.

'Sial! Kenapa mereka lama sekali!'


"Maaf Sungmin.. aku merepotkanmu.." ucap Leeteuk. "Seandainya kekuatanku bisa kembali.. aku—"

"Diamlah hyung.." sahut Sungmin. "Hanya membawamu terbang tak masalah bagiku, walaupun kau tak bisa berjalan dan aku tak bisa terbang aku akan menggendongmu. Jadi jangan meminta maaf untuk hal yang tak perlu."

Leeteuk tersenyum lembut dan menggumamkan kata terima kasih. Sebenarnya ia sedikit terkejut dengan perubahan dalam diri Sungmin. Dulu ia mengenal Sungmin sebagai pribadi yang tenang dan sabar. Namun sekarang semakin Sungmin bertumbuh, sifatnya kian berubah. Sungmin menjadi tak sabaran dan suka sekali marah-marah.

"Yesung, bagaimana?" Leeteuk beralih menatap Yesung yang terbang didepannya.

"Aku masih belum bisa menemukan keberadaannya hyung," jawab Yesung. "Aku tak bisa menangkap sinyal pergerakannya."

"Kalau begitu kita harus cepat, Yesung!" ujar Leeteuk. Yesung menganggukkan kepalanya dan melesat menembus awan dihadapannya, diikuti oleh Kangin dibelakangnya. Sedangkan Sungmin dan Leeteuk tetap terbang dengan stabil bersama dengan pasukan terbaik pilihan Yesung.

"Hyung yakin kita bisa menemukan Hankyung hyung?" tanya Sungmin.

"Aku yakin, Sungmin.." angguk Leeteuk pasti. "Itu! Ikuti mereka!"

Leeteuk menunjuk kearah siluet Yesung dan juga Kangin yang kini nampak melesat kebawah. Mereka sepertinya telah menemukan sesuatu. Sungmin pun segera melesat mengikuti mereka diikuti pasukan Angel dibelakangnya.

Dari atas Leeteuk serta Sungmin bisa melihat bahwa Yesung tengah berdiri ditengah-tengah padang rumput yang cukup luas. Sungmin semakin mempercepat laju terbangnya hingga akhirnya mereka sampai disisi Yesung.

"Bagaimana Yesung?" kejar Leeteuk.

"Mereka ada di sana." Yesung menunjuk permukaan rumput yang ada dibawahnya. Leeteuk tak mengerti maksud dari ucapan serta pergerakan tangan Yesung.

"Mereka ada di dasar bumi," terang Kangin.

"A—apa?" Leeteuk membulatkan matanya, tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.


"Pangeran.." panggil Heechul sembari menatap Kyuhyun dari samping.

"Ya Heechul.." sahut Kyuhyun sembari menatap kearah lautan manusia yang ada dibawahnya. Mereka kini tengah berdiri di atap gedung yang cukup tinggi. "Dunia ini akan menjadi milik kita.. hahaha.."

Heechul menyeringai dan menganggukkan kepalanya sekali mendengar perkataan dan tawa Pangerannya itu. Ia mengulurkan tangan kanannya dan nampaklah sebuah kristal hitam berukuran 5cm.

"Sekarang Heechul! Sekarang!"

Kyuhyun terlihat sangat antusias melihat kristal hitam ditangan Heechul. Heechul menjatuhkan kristal hitam itu dari tangannya hingga melesat kebawah dengan cepat.

Slub

Kristal hitam itu masuk menembus sepetak tanah yang ada dibawah sana. Melihat itu Kyuhyun pun mengulurkan tangan kanannya dan muncullah cahaya berwarna hitam yang melesat menghantam kristal hitam itu. Orang-orang yang melihat cahaya hitam itu nampak terkejut dan berjalan mundur menjauhi cahaya itu. Sebagian ada yang memperhatikan keatas.

"Lihatlah! Disana ada orang!"

"Iya.. iya.. disana ada orang!"

"Apa benar orang itu mengeluarkan cahaya hitam ini dari tangannya?"

"Apa itu? Kristal berwarna hitam?"

"Ukurannya semakin besar!"

"Berbahaya!"

"Siapa orang itu?"

"Apa dia memiliki kekuatan supranatural?"

Sahutan-sahutan itu ternyata sampai ketelinga Kyuhyun dan juga Heechul. Kyuhyun tertawa keras, masih dengan tangan yang mengeluarkan cahaya berwarna hitam pekat. Lautan manusia itu mulai berlarian, menghindari kristal hitam yang semakin lama semakin membesar.

"Semakin besar kristal hitam ini, semakin cepat aku menguasai Anthropinos dan dunia ini akan segera aku kuasai!"

Heechul menyeringai mendengar ucapan Kyuhyun.

"Kau benar Pangeran, kita akan segera menguasai dunia ini."

"Dan kita bisa menggunakan mereka untuk menyerang Angellicty!" Kyuhyun menyeringai. "Mereka tak akan berani menyakiti Anthropinos."

"Benar sekali Pangeran.." angguk Heechul.


"Kita membutuhkan Pangeran, hyung.." ucap Yesung putus asa.

"Kita harus berusaha Yesung, mereka sebentar lagi akan kita dapatkan!" tegas Leeteuk. Mendengar perkataan Leeteuk, Yesung memejamkan matanya agar hatinya sedikit tentram. Selanjutnya ia mengembangkan senyum dibibirnya.

"Bagaimana Kangin?" teriak Yesung dari atas.

"Sedikit lagi," jawab Kangin dari bawah. Sepertinya Kangin sudah hampir menembus dasar bumi dibantu oleh pasukan Yesung.

"Kau dengar?" tanya Leeteuk pada Yesung. "Sedikit lagi mereka akan kita dapatkan."

"Aku akan bantu Kangin hyung!" ujar Sungmin dan ia pun terjun ke dalam lubang yang telah dibuat oleh Kangin dan juga pasukan Yesung.

"Hyung pasti kaget degan perubahan sikap Sungmin," ujar Yesung sembari melirik Leeteuk. Leeteuk terdiam sejenak lalu menganggukkan kepalanya. "Sejak hyung memilih untuk pergi dan dirinya juga kehilangan Kyuhyun, ia jadi lebih sering menyendiri dan jarang berbicara dengan siapapun setelah pulang dari Anthropinos. Dia sepertinya sangat tertekan."

"Aku jadi merasa sangat bersalah Yesung.. meninggalkannya.. meninggalkan Kyuhyun.. meninggalkan kalian semua.. meninggalkan Angellicty.."

"Tak ada yang perlu disesali hyung.." ucap Yesung sembari menepuk pundak Leeteuk pelan. "Lagi pula kau meninggalkan Angellicty karena memang diharuskan meninggalkan tempat itu, kan? Kau telah berkorban cukup banyak untuk kami.."

"Hyung!"

Teriakan serta jeritan tertahan dari Kangin dan juga Sungmin membuat Leeteuk serta Yesung melongok kebawah.

"Apa yang kau lihat, Yesung?" tanya Leeteuk. "Aku tak bisa melihat apapun."

"Mereka.. mendapatkan Hankyung dan juga Zhoumi.." jawab Yesung dengan suara tertahan. Leeteuk menatap Yesung sesaat lalu ia menghembuskan nafas lega. Yesung tersenyum maklum menanggapi hembusan nafas Leeteuk. Ia tahu, Leeteuk pasti sangat mengkhawatirkan kedua sosok yang telah dianggapnya adik itu. "Cepat bawa ke atas!"

Dua detik kemudian, mereka bisa melihat bahwa masing-masing Kangin dan juga Sungmin membawa dua tubuh yang tengah terkulai lemas.

"Hankyung! Hankyung! Zhoumi!" panggil Leeteuk sembari mengguncang keduanya. "Kalian baik-baik saja? Kalian tidak apa-apa kan?"

"Hyung.." Suara berupa bisikan dari keduanya itu sekali lagi membuat Leeteuk menghembuskan nafas lega.

"Tidak apa-apa.." sahut Yesung cepat sembari menatap Hankyung.

"Tidak.." bisik Hankyung. Nafasnya terdengar berat dari balik topengnya. "Lee Donghae.. Lee Donghae, Shindong, Ryeowook dan Henry.. mereka dalam bahaya!"


Hosh.. Hosh..

Shindong dan Ryeowook nampak terengah. Keduanya mengusap peluh yang membasahi dahi mereka. Pasukan Iblis itu sudah habis mereka musnahkan.

Srakk! Criiinngg!

"Apa yang kau lakukan!" bentak Shindong.

"Eunhyuk hyung!" panggil Henry. Eunhyuk hanya menyunggingkan senyumnya saat mendengar panggilan Henry yang penuh tanda tanya serta tak percaya itu. Belum lagi Shindong yang menatapnya sengit. Eunhyuk menyapukan tangan kedepan tubuhnya dan pakaiannya yang semula berwarna coklat tanah berubah menjadi jubah hitam, sama persis dengan yang dipakai oleh pasukan Iblis serta Heechul.

"Kau kaget melihatnya?" tanya Eunhyuk sembari mencengkeram erat rantai emasnya yang kini mengikat tubuh Shindong dan juga Ryeowook. Ia menatap Henry dengan remeh. "Bukankah kau sudah diperingatkan oleh Hankyung hyung untuk berhati-hati denganku? Tapi apa yang kau lakukan? 'tidak! Eunhyuk hyung tak mungkin berkhianat! Ia tak mungkin berkhianat!' Cih! Dasar peri tak berguna!"

"Hyung.." lirih Henry. Henry terlihat sangat terluka mendengar ucapan Eunhyuk.

"Kau benar-benar terlalu polos Henry.." ucap Eunhyuk.

"Lalu.. dimana Hankyung hyung dan Zhoumi hyung?" tanya Henry.

"Aku penjarakan mereka didasar bumi," jawab Eunhyuk sembari menyeringai.

"A—apa?" Henry nampak terkejut mendengar jawaban Eunhyuk. "Kau.. kau tak bisa melakukan itu hyung.."

"Aku bisa melakukan apapun yang kumau, Henry. Dan kalian!" Eunhyuk menatap Shindong dan Ryeowook sinis. "Kalian yang mengacaukan semuanya! Gara-gara kalian aku tak bisa dengan mudah menyerang Hankyung hyung dan membawa Anthropinos ini ketangan Pangeran!"

Sretttt

"Argh! Uhuuukk!"

"HENRY!" jerit Shindong dan Ryeowook bersamaan saat melihat Henry yang kini tengah berlutut sembari memegangi dadanya. Ada sebuah pedang berhawa gelap yang menembus dadanya saat ini. Ya, Donghae menikamnya dari belakang.

"Satu per satu dari kalian harus dimusnahkan," ucap Eunhyuk dingin. Shindong menatap marah Eunhyuk.

"Kenapa?! Kenapa kau melakukan ini Hyuk?!" bentak Shindong. "Kenapa kau tega melakukan ini?! Sebegitu besarnyakah keinginanmu untuk menguasai Anthropinos?"

"Tidak juga," jawab Eunhyuk santai. "Aku hanya bosan dengan kegiatanku yang hanya seperti itu. Berbuat baik.. dan berbuat baik.. menangkap Iblis dan lainnya.. aku bosan.. benar-benar bosan. Jadi.. aku memilih untuk membantu Pangeran Iblis untuk menguasai dunia.. Tidak hanya Anthropinos tetapi juga Angellicty.. Bukankah itu terdengar sangat seru dan menantang?" Eunhyuk tertawa pelan.

"Kau!" Shindong nampak sangat geram melihat Eunhyuk.

"Nah.. aku harus segera menemui Pangeran. Jadi aku akan mengucapkan selamat tinggal untuk kalian." Eunhyuk mengeratkan rantai emasnya yang melingkar ditubuh Shindong dan juga Ryeowook. Keduanya membelalakkan mata mereka dan menjerit-jerit kesakitan. Rantai itu membuat mereka kesakitan.

"Hentikan!"

Eunhyuk mendongak dan mendesah lelah saat melihat Yesung, Leeteuk, Kangin, Sungmin dan juga pasukan Angel tengah berbaris rapi di langit sana. Seakan siap menyerang dirinya kapanpun.

"Ternyata kalian juga sudah mengetahuinya ya?" desah Eunhyuk. "Yah.. tidak apa.. semuanya akan semakin menarik. Ohh.. dan kurasa kalian sudah menemukan Hankyung hyung dan juga Zhoumi.."

"Eunhyuk-ah.. hentikan.." pinta Leeteuk. "Kau belum ter—"

"Diam kau, hyung!" bentak Eunhyuk. "Kau tidak tahu apa-apa! Kau tidak mengetahui apapun! Kau kehilangan ingatanmu dan kau meninggalkan semua tugasmu! Apa kau tahu? Hampir seluruh Angel serta Archangel dan peri pelindung kehilangan harapannya saat melihatmu turun ke Anthropinos! KAU MEMBUAT MEREKA KEHILANGAN HARAPAN! Kau membuatKU kehilangan harapan!"

Leeteuk dan Sungmin telah menapakkan kakinya ketanah, begitu juga dengan yang lain. Perlahan Leeteuk berjalan menghampiri Eunhyuk. Semula Yesung serta Sungmin menghalanginya, namun dengan yakin Leeteuk menganggukkan kepalanya.

"Aku tahu Eunhyuk-ah.. aku tahu.." ucap Leeteuk.

"Apa yang kau tahu?! KAU TAK MENGETAHUI APAPUN!" jerit Eunhyuk.

"Argh!"

Hati Leeteuk berdesir saat mendengar erangan yang lolos dari bibir Shindong dan juga Ryeowook.

"Eunhyuk-ah, tenanglah.." pinta Leeteuk dengan suara lembut. Ia tak ingin kemarahan Eunhyuk menyakiti Shindong dan juga Ryeowook. Dibelakangnya, Sungmin sedang akan menghampiri Henry yang kini terbaring dengan mata terpejam. Sungmin menatap sinis Donghae yang masih setia berdiri disisi Henry.

"Yesung hyung.." panggil Sungmin pelan. "Tolong.."

Yesung menganggukkan kepalanya. Ia mengangkat tangan kanannya dan muncullah cahaya terang dan menerjang kearah Donghae dengan cepat.

"Bantulah Henry.." ucap Yesung. "Biarkan aku yang urus Lee Donghae. Kangin, kau lindungi Leeteuk hyung. Kau tahu apa yang harus kau lakukan Kangin."

"Baik!" angguk Kangin.

Yesung berjalan pelan menghampiri Donghae dengan tangan yang masih mengeluarkan cahaya terang yang mengarah ke Donghae.

"Lee Donghae.. tholad nan galad.."[1]

"JANGAN SENTUH DIA!" raung Eunhyuk sembari meluncurkan cahaya hitam dari tangannya. Namun Kangin berhasil menangkis serangan Eunhyuk dan membiarkan Yesung berkonsentrasi pada Donghae. "LEE DONGHAE! HANCURKAN MEREKA!"

'Tidak.. Dengarkan aku Lee Donghae.. Kembalilah.. Kembalilah kedalam dirimu.. lawanlah kekuatan jahat itu.. aku yakin kau pasti bisa Lee Donghae..'


Sungmin menarik Henry menyingkir dari tempat itu sementara Yesung berusaha untuk mengembalikan memori Donghae yang tertutup oleh kuasa kegelapan.

"Henry! Henry!" panggil Sungmin sembari mengguncang Henry.

"Sung..min hyung?" lirih Henry.

"Henry! Bertahanlah!" pinta Sungmin.

"Tidak hyung.." lirih Henry. Henry tersenyum lembut dan membuat hati Sungmin mencelos.

"Jangan Henry! Jangan!" seru Sungmin. "Kumohon jangan menyerah!"

"Hyung.." sahut Henry. "Tak ada yang bisa kau lakukan.. tubuhku sudah mulai memudar.."

"Tidak Henry! Tidak!"

"Tidak apa hyung.." Henry menatap Sungmin lembut, sedangkan Sungmin berusaha sekuat tenaga untuk tak meneteskan cairan bening yang telah menggenang dipelupuk matanya. Tangannya menggenggam erat tangan Henry yang sudah mulai memudar. "Apa kalian menemukan.. Hankyung hyung dan juga Zhoumi hyung?"

"Ya.. kami berhasil menyelamatkannya, Henry.. dan kami telah mengirimnya ke Angellicty untuk menjalani perawatan."

"Baguslah.." Henry terdiam sejenak. "Hyung.. tolong.. kembalikan Eunhyuk hyung menjadi Archangel.."

Sungmin menundukkan kepalanya. Ia tak tahu harus menjawab apa. Karena ia sendiri tak yakin bisa membawa Kyuhyun kembali, apa lagi dengan Eunhyuk yang sekarang benar-benar berbeda dari Eunhyuk yang dikenalnya. Ia sudah kehilangan harapannya.

"Hyung.." panggil Henry dengan suaranya yang sudah menyerupai bisikan. Setelah menghela nafas dan menitikkan sebutir air mata akhirnya Sungmin pun menganggukkan kepalanya. Henry pun tersenyum melihat anggukan yang diberikan oleh Sungmin. "Terima kasih.."

Pyasss..

Henry pun menghilang dan Sungmin semakin menundukkan kepalanya. Jari tangannya terkepal erat. Ia benar-benar merasa tak berguna. Henry adalah teman seperjuangannya sejak ia memasuki Angellicty. Ia sudah menganggap Henry sebagai adiknya. Belum lagi nasib mereka yang sama-sama ditinggalkan oleh Archangel masing-masing.

"Sungmin.. Jangan diam saja disana!"

Teguran pelan yang keluar dari bibir Kangin pun menyadarkan Sungmin. Sungmin pun bangkit dan menghadap Eunhyuk dengan raut wajah penuh amarah.

"Tenanglah Sungmin.." Kembali, suara Kangin terdengar berat. Sungmin tahu, Kangin juga merasakan hal yang sama dengan dirinya. Kangin juga pasti merasa sangat kehilangan Henry. Namun tak ada yang bisa mereka lakukan saat ini selain mengembalikan Eunhyuk seperti semula serta menghentikan Kyuhyun dan juga Heechul.

"Eunhyuk.. seharusnya kau tak seperti ini.." ucap Leeteuk. "Aku tahu.. dihatimu yang paling dalam kau tak ingin melakukan semua ini. Namun karena ketakutan serta hilangnya harapan dalam dirimu, kau memilih jalan ini. Kau tahu semua ini salah Eunhyuk-ah.."

"JANGAN BICARA LAGI!" raung Eunhyuk sembari menutupi kedua telinganya. "AKU TAK MAU DENGAR! AKU TAK MAU MENDENGARNYA!"

"Kau memiliki jiwa yang bersih, dan kau sangat membenci kejahatan. Aku tahu itu Eunhyuk-ah.." Leeteuk melanjutkan ucapannya sembari memberikan sedikit anggukan pada Kangin dan juga Sungmin. "Kembalilah Eunhyuk.. kembalilah.. kau masih bisa kembali menjadi dirimu yang sebelumnya.."

Eunhyuk berlutut masih sambil menutupi kedua telinganya. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya, seakan tak mau mendengarkan ocehan Leeteuk.

"Argh!"

Leeteuk menolehkan kepalanya dengan cepat saat ia merasa mendengar erangan dan Leeteuk membulatkan matanya setelah sesaat melihat Yesung yang tengah membungkuk sembari memegangi lengannya.

"Yesung!" seru Leeteuk.

"Diam ditempat hyung!" perintah Yesung tanpa mengalihkan tatapannya dari Donghae. Leeteuk yang sudah hampir pergi menghampiri Yesung pun mengurungkan niatnya. Begitu juga dengan Kangin dan juga Sungmin yang akan pergi menyelamatkan Shindong dan Ryeowook.

"HAHAHAHA!"

Leeteuk, Kangin, Sungmin, Shindong dan Ryeowook menatap Eunhyuk intens saat mendengar tawa keras yang keluar dari bibir Eunhyuk.

"Ini benar-benar menyenangkan!" seru Eunhyuk setelah ia bisa mengontrol tawanya. Ia pun menatap mereka semua dengan mata yang berbinar. "Kalian tahu? Kekuatan kegelapan itu adalah kekuatan yang paling hebat dan tak akan ada yang bisa menghentikannya, benarkan.. Leeteuk hyung?"

Leeteuk menatap Eunhyuk tanpa ekspresi. Sedangkan yang lain memilih untuk bungkam.

"Aku tahu taktik Hankyung hyung untuk mengembalikan Kyuhyun dan juga diriku." Eunhyuk memainkan rantai yang ada ditangannya. "Hankyung hyung membiarkan dirinya dicurigai. Lalu dia meminta pada Pangeran untuk memisah kita dalam kelompok-kelompok jika kalian memang diharuskan untuk melawan Pangeran Iblis. Shindong hyung akan satu kelompok denganku, Hankyung hyung sengaja melakukan itu karena ia berharap Shindong hyung dapat menahanku untuk tak menyerang Lee Donghae. Lalu, Yesung dan Leeteuk hyung satu kelompok untuk menjaga Angellicty, dan Pangeran Angel bersama dengan Hankyung hyung akan pergi menghentikan Pangeran Iblis."

"Namun sepertinya rencana yang kalian buat dengan matang sedikit berantakan karena aku menangkap Hankyung hyung terlebih dahulu. Kalian juga tak menyangka bahwa Pangeran Iblis akan menggunakan Antrhopinos itu untuk melawan kalian.. ahh.. atau untuk yang satu ini kurasa kalian tahu.. Namun kalian tetap diam saja dan membiarkan itu terjadi seakan kalian bisa mengembalikan Lee Donghae. Tapi.. KALIAN SALAH BESAR! KALIAN TAK AKAN BISA MENGEMBALIKANNYA!"

"Eunhyuk.." gumam Leeteuk. Eunhyuk menyeringai kearah Leeteuk.

"Sampai jumpa.. Seraphim.." Eunhyuk pun menghilang bersama dengan Donghae. Shindong serta Ryeowook pun seketika ambruk saat Eunhyuk melepaskan lilitan rantai dari tubuh mereka. Kangin serta Sungmin segera menyongsong mereka berdua.

'Sial!'


Zhoumi membuka kelopak matanya perlahan, entah kenapa perasaannya tidak enak. Ia mengedarkan pandangannya kesekeliling camp penyembuhan. Ia hanya bisa melihat para penyembuh serta Hakyung yang kini tengah berbaring di ranjang sebelah kirinya. Zhoumi menatap Hankyung sejenak, ia merasa sangat bersalah karena tak bisa melindungi Archangel-nya itu, belum lagi Hankyung yang menolak tegas pengobatan yang akan diberikan dirinya.

"Zhoumi.."

Zhoumi segera bangkit dari ranjangnya dan menghampiri Hankyung.

"Hyung.. apa kau merasakannya?" tanya Zhoumi was-was.

"Argh! Yah... aku.. juga merasakannya Zhoumi.." ucap Hankyung sembari berusaha duduk di ranjangnya. Hankyung menyentuh dadanya sejenak lalu ia menghembuskan nafasnya pelan.

Selanjutnya mereka berdua nampak terdiam sembari mendengarkan semua suara yang bisa mereka dengar. Sesaat kemudian keduanya saling berpandangan lalu menganggukkan kepala mereka.

"Berhati-hatilah, hyung.." pinta Zhoumi. "Luka didadamu belum cukup pulih."

"Aku tahu.. Kau.. majulah dan aku.. akan menghajar mereka yang berhasil melewatimu."

"Baik!" angguk Zhoumi.

"Sssshhh! Mereka ada disekitar sini," desis Hankyung. Ia pun segera bangkit dari ranjang dan dengan pelan meminta para penyembuh untuk segera menyingkir dari tempat itu. Hankyung membuka telapak tangan kanannya dan sebuah long sword muncul ditelapak tangannya. Dibelakangnya, Zhoumi pun melakukan hal sama dengannya dan senjata yang sama muncul ditangannya.

"Mereka.. dikirim oleh Eunhyuk.." ucap Zhoumi. "Eunhyuk tak menghancurkan mereka dengan rantai Iblisnya namun mengirim mereka kemari."

"Aku tahu.." angguk Hankyung. "Aku tak menyangka anak itu akan bergerak sejauh ini. Kau siap Zhoumi?" Zhoumi menganggukkan kepalanya.

Zhoumi segera berlari keluar camp penyembuhan dan sedikit terkejut saat melihat begitu banyak Iblis dihadapannya.

"Apa yang Angel lain lakukan hingga mereka semua bisa masuk sampai sini!" geram Zhoumi sembari berlari menerjang Iblis-Iblis dihadapannya. Iblis yang berjarak dekat dengan Zhoumi menoleh saat mendengar geraman Zhoumi. Namun terlambat, Iblis itu telah musnah karena Zhoumi mulai mengayunkan long swordnya kearah mereka.

Hankyung sendiri sudah keluar dari camp penyembuhan dan mulai menyerang Iblis-Iblis yang berhasil melewati Zhoumi.

"Tak akan ku biarkan kalian menghancurkan Angellicty untuk kedua kalinya!" geram Hankyung sembari mengayunkan long swordnya tanpa ampun.

~to be continued~


[1] Lee Donghae.. kembalilah kedalam cahaya..


gyaaaaa~ xD
saya tidak menyangka bisa update chp.11 secepat ini... xD

sebenarnya.. chp.11 ini masih panjang..
namun, karena saya takut kalian jadi bosan, saya membaginya menjadi dua.. xD
tidak apa-apa kan?
jadi chp.12 yang masih saya kerjakan itu masih menceritakan tentang pertarungan Angel dan juga Iblis.. ^^

oke..
buat yg review di chp.10 kemarin dan nanyain 'hankyung & zhoumi berkhianat atau nggak' udah terjawab disini ya...
saya tidak tahu kenapa tiba-tiba bikin Eunhyuk jadi pengkhianatnya..
tiba-tiba itu muncul aja.. xD
tapi memang dari awal saya tidak merencanakan hankyung dan zhoumi jadi pengkhianat kok... ^^

oh iya...
ada juga yg review, 'Eunhyuk nggak banyak omong di chp.10 kemarin..'
itu sebenernya 'hint' lho... xD
namun sepertinya banyak yang tidak menyadari ya... ^^

okey...
saya cuma akan infokan, Final Zone akan segera berakhir..
dan saya sudah ada 1 atau 2 project fanfic lagi..
ohh.. dan untuk fanfic Gloomy Days Series akan saya publish satu per satu setelah tiap story-nya selesai saya buat..
publishnya saya undur karena saya ingin berkonsentrasi terlebih dahulu dengan Final Zone ini..
(rencana awal GDS akan dipublish setelah Memories selesai)

untuk next project saya, kemungkina ada 2 fanfiction.. (diluar Gloomy Days Series)
yg pertama itu Mystery yg kedua kemungkinan Fantasy lagi.. ^^
untuk Mystery kemungkinan saya tidak hanya memakai Super Junior sebagai cast-nya namun saya akan memakai artis dari Korea sendiri dan kemungkinan dari Jepang pun juga akan saya masukkan..
jika ada masukan untuk cast Jepang-nya silahkan tuliskan direview atau PM juga tidak apa-apa..
lalu untuk Fantasy, kemungkinan f(x) akan saya masukkan.. ^^

nah...
segitu dulu bocoran yang bisa saya berikan untuk kalian.. ^^

sampai jumpa~ ;)