Orang-yang di tunggu-tunggu yang memegang kalung itu datang juga, awalnya Bandar judi itu tidak mau mengembalikannya. Karena tidak mau berlama-lama, Naruto mengahampiri orang itu.

"Bagaimana kalau kita bertaruh" terdengar suara Naruto yang menghampiri bandar judi itu.

"Bertaruh" ulang bandar judi itu, dia meneruskan ucapannya, "memangnya apa yang akan kamu pertaruhkan anak muda," tanya sang bandar yang ragu dengan Naruto.

"Bagai mana kalau kita menaikan sedikit taruhannya, itu pun kalau kamu berani," tantang Naruto pada bandar judi itu.

Dan di sebutkan lah semua aturan permainan dan persyaratannya.

Bandar judi itu sangat menyetujui ajakan Naruto, dan syarat-syaratnya.

"Baiklah, kalau kamu menang, aku dengan senang hati mengembalikan kalung dan Kasino ini sebagai tambahan bonus tapi,...dia memberi jeda sebentar dengan ucapannya, sambil melirik dengat expresi mesum dan senyum yang susah diartikan, tapi kalau kamu kalah, Nona ini dan sama dengan yang disana menjadi pelayan di Kasino ku, bukan begitu," tanya sang bandar denga cengiran khas seorang penjudi.

'Naruto terpaksa memutar otak, masalahnya yang di pertaruhkan bukan hanya harta, tapi orang terkasihnya, dan terdengar lagi suara sang bandar itu menantang Naruto.

"Bagai mana apa kamu takut?" kata sang bandar dengan tantangannya itu.

Naruto yang ditantang begitu, pantang sekali baginya untuk mundur.

"Baiklah aku terima tantangan mu" jawab Naruto ketus.

"NARUTO... APA KAMU SUDAH GILA" Bentak Tsunade dan Hiruzen secara bersamaan.

"Tenang saja Jiji dan Baa-chan, aku pasti menang," kata Naruto dengan percaya diri. 'padahal dalam hatinya dia merasa cemas,'mati aku kalau saja aku kalah, bisa bisa Baa-chan menjadikan ku adonan Ramen,ohhh tidaaaaaak' iner Naruto. Ini masalah harga diri di pertaruhkannya.

Permainanpun Akhirnya dimulai, Hari itu, malam itu, terjadi sebuah sejarah dalam ilmu Perjudaian entah keberuntungan apa, Dewa judi dari mana dan Setan Hoki siapa yang telah menolong dan berpihak pada Naruto hari itu.

Kemenangan demi kemenangan dia raih, penjudi-penjudi lain sudah pada berguguran, pada puncak permainan dia menemukan klimax, 3x dia mendapat strike flus, dan pada putaran terakhir Dia mendapatkan, Dewa judi sekalipun pasti shock melihatnya, Royal Flus.

Semua mata penonton melotot melihat hasil permainan itu (wooi... awas hati-hati tuh Biji mata bisa copot, thor kasian mereka kalau biji mata ampe keluar kwkw...kwkw) dengan pasang taruhan yang begitu banyak, Tsunade yang menyaksikan dari awal harap-harap cemas, degup jantung tidak beraturan, sampai susah bernafas, bagai mana tidak, dia yang sudah bertahun-tahun berjudi keluar masuk Kasino, belum pernah mengalami kejadian yang seperti ini, tapi ini, disini mata kepalanya sendiri melihat sosok anaknya menang dengan sangat mudah. Tidak hanya kalung kembali rumah judi itupun kini sudah berganti pemiliknya.

Karena hari sudah malam akhirnya perjalan dilanjutkan besok saja, mereka menginap dulu di kota itu untuk malam ini pagi besok baru mereka ke Konoha.

Pada malam harinya mereka berkumpul, dan meminta Naruto menjelaskan kemana dia selama ini.

Sandaime, Tsunade, dan Sizune berkumpul satu kamar ingin mendengar cerita Naruto.

"Baiklah Aku akan menceritakan, semua kejadian yang ku alami" kata Naruto Sambil membenarkan posisi duduknya.

Mulailah Naruto bercerita tentang pembuangan nya, bertemu hantu Uzumaki Arasi, dan juga bertemu Pendiri klan Uzumaki, sampai Petualangannya di dunia Sinobhi, dan yang terakhir mengambil alih Semua Aset Pengusaha yang Kaya Raya bernama GATOU.

Semuanya Naruto ceritakan, ada juga beberapa yang belum di ceritakan sebagai kejutan nantinya.

Awal Naruto bercerita, dalam Ruangan itu serasa di datangi SHINIGAMI, dengan gabungan Niat membunuh. Bagai mana tidak emosi mereka, mendengar Orang tua yang tega membuang anaknya sendri.

Tapi akhirnya bisa di tenangkan oleh Naruto. Dan Naruto akhirnya menyelesaikan ceritanya samapai tuntas.

"APAAAAAAAA..." Teriak mereka serentak, dengan sangat-sangat terkejut bercampur shock.

"Kamu bercanda kan Naru-chan," tanya Tsunade dengan suara lirih dan expresi wajah susah ditebak, Sandaime dan Sizune ikut menganggukan kepala, seakan juga tidak percaya apa yang Naruto ceritakan.

"Baa chan, Jii-san dan Sizune Nee-chan, apakah aku terlihat bercanda" tanya Naruto kembali kepada mereka.

Mereka semua menjawab dengan senyum sumbringah, tidak ada suara yang keluar dari meraka. Sampai terdengar suara Tsunade.

"Kamu tau Naru-chan, jika saja orang lain mengatakan semua yang kamu ceritakan tadi, aku akan meninju mulut orang itu, seakan dia sudah gila, tapi ini kamu yang bercerita, jadi aku tidak akan meragukannya" ucap Tsunade dengan senyuman.

"Aku juga sama apa yang dikatakan Tunade-chan Naruto kun, " Kata Sandaime, dengan diikuti anggukan kepala oleh Sizune, karena Sizune juga ikut percaya kalau Tsunade yang mengatakan.

"Apa kamu memaafkan keluarga mu Naruto-kun," Tanya Sizune. Sandaime dan Tsunade juga penasaran, apakah Naruto mau memaafkan keuarga mereka.

"Entahlah Sizu Nee-chan, aku sendiri masih bingung, kalau untuk Menma dan Mito aku bisa memaafkan mereka, dilihat dari segi manapun mereka tidak bersalah sama sekali, sampai detik ini mereka masih aku anggap adik, akan selalu aku jaga dan lindungi walau nyawa taruhannya. Tapi kalau untuk Minato dan Khusina, dengan wajah tertuduk Naruto menyebut nama kedua orang tuanya. Aku belum bisa Memaafkan meraka, sebelum aku tau pasti apa yang meneyebkan mereka Membuang Ku" kata Naruto dengan sedikit dengan penekanan kata Membuang.

"Jadi begitu yah...Aku mengerti sekarang, setidaknya kamu masih mengaharapkan kata Maaf dan terutama alasan kenapa Orang Tuamu Membuangmu, Bukan Begitu Naruto-Kun?," selidik dari Sandaime.

Naruto hanya mengangukan kepalanya dengan pelan dan pandangan kosong. Dan terus terdengar suaranya,

"Bagaimana pun juga, dilihat dari segi manapun mereka tetap orang tua kandungku, kalau bukan karena mereka tidak mungkin aku ada disini. Sakit memeng perasaan ku, kalau mengingat peristiwa yang dulu, tapi yah... Sudah lah, tidak usah mengungkit masalalu. Melihat kesedihan dan mendengar ucapan dari Naruto tadi Sandaime merubah topik pembicaraannya, supaya jangan berlarut-larut dari kesedihan.

"Mendengar cerita kamu tadi Naruto-kun aku ingin Sparing dengan mu kapan-kapan," kata Sandaime dengan senyum ceria mengharapkan berduel dengan Naruto.

"Aku juga ingin Naru-Chan, dengan perkasanya kamu menolong Seorang Putri, dengan Gagahnya kamu membunuh Ninja A Rank dan dengan sadisnya kamu mengambil Alih semua ASET yang Gatou miliki, kapan-kapan kita akan melakukan Sparing Fatnher, Tawar Tsunade pada Naruto.

"Tidak salah Dunia Ninja di kejutkan Dengan adanya GOLDEN KITSUNE Naruto-Kun, mendengar cerita sepak terjang mu di dunia Shinobi,"Kata Sizune.

"Yah.. Sudahlah, lebih baik kita beristirahat, besok kita pulang" ajak Tsunade.

Dan diikuti anggukan kepala oleh merka hai.

Sementara dikamar Tsunade dia sedang berbaring tapi pikirannya menerawang.

Tok...

Tok...

"Baa-chan sudah tidur" kata suara Naruto dari luar.

"Ada apa Naru-chan ini sudah malam, kenapa kamu kesini dan belum tidur," terdengar suara Tsunade dari dalam, dan berjalan membuka pintu kamarnya, mempersilahkan Naruto masuk.

" Ada yang mau aku berikan kepadamu Baa-chan sebelum kita pulang,"kata Naruto menawarkan sesuatu.

"Apa itu Naru-chan?" tanya Tsunade dengan penuh selidik.

"tapi sebelum itu, apa Baa-chan percaya pada ku?" Tanya Naruto.

"Pertanyaan macam apa itu, tentu saja aku percaya pada mu BAKA," bentak Tsunade.

Mendengar jawaban Baa-channya itu Naruto cuma Nyengir.

"Kalau begitu buka semua baju Baa-chan dan berbaring, aku mau memberi sesuatu pada Baa-chan," Naruto mengatakan itu dengan expresi wajah tanpa Dosanya.

Saat Naruto mengatakan itu, dia tidak melihat raut wajah Tsunade yang sudah bersemu merah karena marah sangat marah.

"Apa kata mu Naru-chan, coba ulangi selagi lagi," ucap Tsunade dengan senyum manis, tapi dibalik senyum itu seperti Shinigami yang mencari korban.

Naruto pucat melihat raut wajah sosok Ibunya itu, dan sangat gugup.

'Aduh.. bagai mana cara ku mau menyampaikannya yah,' kata hati Naruto.

"Hehh... Ehh..be..begini maksud saya, eeh ano..maksud Naru, be..begini Baa-chan Naru mau memasangkan Segel, ha.. Ya Segel Uzumaki di tubuh Baa-chan," kata Naruto yang sangat gugup dan sedikit takut melihat expresi Baa-channya seperti itu.

Tsunade tersenyum dalam hati, yang melihat expresi wajah Naruto, seperti wajah anak kecil yang ketauan berbuat salah. "Segel" beo Tsunade, Naruto hanya mengangguk.

"JELASKAN" bentak Tsunade pura-pura marah pada Naruto.

"Ini sebenarnya tradisi dari Klan Uzumaki, makanya mereka dijuliki dengan klan umur panjang, Segel ini sebenarnya di pasang saat masih Bayi, setelah akil baliq otomatis segel ini aktifk. setelah Segel Aktif pertumbuhan kita sedikit terhambat.

"Terhambat bagai mana maksud mu," tanya Tsunade ketus dia masih kesal suruh buka baju.

"Ano.. duh... bagai mana cara menjelaskannya ya...Ohh... begini..eehh ( ini Author yang bingung jelasinnya atau Naruto sih kwkw...kwkw) begini lho Kaa-Chan, umur kita memang bertambah tiap tahunnya, tapi tidak dengan gestur tubuh kita artinya 2 : 1, dalam 2 tanuh sekali kita beruah, begitulah maksud ku Kaa-Chan," penjelasan Naruto tentang segel dari Uzumaki itu.

"Aku mengerti maksudmu Naru-Chan, Kalau seorang dari Klan Uzumaki berumur 40an bentuk gestur tubuhnya seperti seorang yang berumur 20an begitukan maksud mu Naru-Chan," tanya Tsunade kembali pada Naruto.

"yah... begitulah maksud ku Kaa-Chan, pokonya perubahan dari bentuk tubuhnya terlambat, tidak seperti pada umumnya," jawab Naruto. habis tu Naruto mulai berdiri dan memutar badan sambil berkata.

"Yaaah.. kalau Baa-chan tidak mau tidak apa-apa, maaf Baa-chan sudah menggagu waktu istirahat mu," kata Naruto menundukan kepalanya hendak keluar dari kamar Tsunade.

"Tunggu dulu apa kamu tidak bohong" terdengar suara Tsunade menahan Naruto.

Di jawab dengan gelengan mantap oleh Naruto. "apa kamu tidak ada niat jahat, denganku," tanya Tsunade lagi.

Lagi-lagi di jawab dengan gelengan kepala sambil berkata.

"Itu tidak mungkin Baa-chan, mana mungkin aku punya niat jahat pada Baa-can," jawab Naruto, pada sosok Ibu yang sangat menakutkan itu.

"Baik kali ini aku percaya pada mu, tapi...Tsunade sedikit menggantung ucapannya dan melepaskan niat membunuh... awas kalau kamu macam-macam, dan Jangan harap kamu bisa melihat matahari besok pagi," kata Tsunade dengan niat membunuhnya.

"Ba.. Baik Baa-chan, aku ti.. tidak akan macam-macam," kata Naruto dengan terbata-bata dengan menundukan kepala.

Tapi Kali ini Naruto tidak membuat Tsunade pingsan, karena dia memiliki darah Uzumaki, proses pemasangannya tidak akan sakit cuma merasa kesemutan saja untuk beberapa jam.

Sama halnya dengan proses Sandaime, tapi ini sedikit berbeda karena ini Regenerasi ulang semua, Naruto melukis Kaligrafi dan kanji Segel, ini sedikit agak lama karena Tsunade dalam keadan sadar, jadi agak sedikit susah karena dia megeliat geliat karena sapuan kuas Segel. Setelah selesai Naruto melukis Segel, dia perhatikan dulu dengan cermat. Tsunade hanya diam, dia tidak mau mengganggu pekerjaan Naruto, karena Naruto terlihat serius jadi dia hanya ikut fokus. merasa segel yang di pasang sudah benar tidak ada yang salah, baru terdengar suara Naruto

"Lepas kan Henge dan semua Genjutsu Baa-chan," permitaan dari Naruto.

"Ke..kenapa harus di lepas," tanya Tsunade sedikit gugup, karena dia tidak mau orang melihat wajah aslinya.

"Kalau Baa-Chan tidak melepaskan Henge dan Genjutsunya, segelnya tidak akan bekerja," jawab Naruto dengan serius dan penuh keyakinan.

"Baiklah" jawab Tsunade agak lemah karena dia malu melihat wajah aslinya yang sudah keriputan.

"Saatnya mengaktifkan segel," gumam Naruto.

CHAKURA YUKUUSEI SHISHO FUIN...

Puk ...

Tap..

Naruto meletakan tangannya diatas dada Tsunade. Sedikit membuat Tsunade mengernyit, merasakan seperti sengatan listrik. Terjadilah proses Regenerasi, kulitnya perlahan mulai mengencang.

Naruto terus meletakan tangan didada Baa-channya menyalurkan KI Energi pisiknya dan Chakra Energi Spiritualnya dengan tambahan Chakra Kurama, membuat tubuh Tsunade terasa kesemutan, semua anggota tubunya tidak bisa digerakan dengan bebas Sampai proses selesai. Tsunade sangat shock, tubuhnya tidak ada lagi keriput, kulitnya putih mulus, dia juga merasa perlahan tapi pasti, tenaganya semakin lama semakin bertambah dia merasa sangat kuat saat ini seperti dia berusia 20an. Lama Tsunade terdiam mematung memandang Naruto, seolah-olah meminta penjelasn apakah ini nyata atau mimpi dengan tatapan tidak percaya, seolah-olah ini Mukjizat.

"Ini tidak mimpikan," terdengar suara Tsunade seperti berbisik, tapi masih dapat di dengar oleh Naruto.

"Tidak, ini tidak mimpi Kaa-chan, sekarang baru pantas kamu aku panggil Kaa-chan," jawab Naruto dengan cengiran khasnya.

Tsunade terdiam dan minitikan air mata mendengar Naruto Memanggilnya dengan Kaa-chan. Perasaan Tsunade saat ini bercampur aduk, ada perasaan senang, terharu, bahagia, dan juga ada perasaan sedih. Dia takut, takut tidak bisa menjaga Naruto. Naruto sendiri yang melihat Expresi wajah Tsunade Hanya tertunduk lesu dan terdengar suaranya.

"Maaf kan aku, kalau aku berharap terlalu banyak dan membuat perasaan anda terluka," kata Naruto yang melihat Expresi wajah Tsunade begitu. Dan melanjutkan katanya.

"Dan aku juga ta.. .. Belum sempat Naruto menelesaikan ucapanya, Tsunade langsung memotongnya dengan memeluk Naruto.

"Kamu tidak salah, aku menangis karena bahagia, karena kamu mau menganggap aku ibu mu, itu membuat perasaan ku saaaangat bahagiaaaa," kata Tsunade dengan senyum tulusnya.

" A..Apa kamu serius mau mengangkat ku sebagai anak," tanya Naruto senang dan Sedikit tidak percaya.

Dengan senyum bahagia dan anggukan di jawab oleh Tsunade.

Tsunade merentangkan tangannya yang belum memakai baju itu. Dengan mengatakan.

" Sini beri Kaa-chan pelukan Naru-chan," kata Tsunade dengan senyum sumbringah.

"Terima kasih Kaa-chan, terima kasih," kata Naruto berulang ulang kembali bahagia yang tadi sempat sedih.

"Tidak ada masalah Naru-chan, sudah sana tidur gih, kamu terlihat sangat usang," usir Tsunade. Tapi Naruto masih belum pergi dari sana dia malah mengatakan.

"Mungkin aku sedikit egois Kaa-chan, aku ingin kamu mengangkatku sebagi anak, karena ini Kaa-chan,

Naruto mengeluarkan pohon bonsai kecil dari telapak tangannya, inilah alasan ku, karena aku juga memiliki darah Senju. Aku tidak ingin ada yang menjadikanku senjata desa," kata Naruto dengan menghilangkan bonsainya tadi.

Sementara Tsunade sangat shok melihat Naruto bisa Mokuton dengan sangat mudahnya.

"Mo..mok..mokuton bagai mana kamu bisa mengeluarkan Mokuton, dan kenapa kamu tidak menjelaskannya kemaren Naru-Chan," tanya Tsunade dengan terkejut dan sedikit bentakan.

"Aku mau memberi kejutan pada Kaa-chan," kata Naruto cengiran.

"Kenapa aku bisa Mokuton, ini pertanyaan untuk dijawab lain kali Kaa-chan, dan bukan hanya Mokuton,... Naruto tidak melanjutkan penjelasnnya, tapi... dia mengeluarkan balok Es.

"Ka.. kam...kamu juga bisa Hyoton" tergagap Tsunade, melihat Naruto memiliki 2 kekkei genkai.

di jawab anggukan dan cengiran oleh Naruto.

"Kaa-chan sekarang juga memiliki darah Uzumaki dan Kekkei Genka, ohhh..dan juga kamu bisa menggunakan,

Sosho Keiyaku kain, tanpa efek samping, sama seperti Mito Uzumaki. Tapi efeknya pada Rambut mu,"

kata Naruto sambil menunjuk rambut Tsunade dengan 2 warna, yang membua pesona Tsunade tambah cantik.

"Tadi kamu bilang aku memiliki Kekkei Genka, jelaskan," pinta Tsunade.

"Ohh..itu..".! Naruto mengeluarkan Kunai dari segelnya, Syuut... dia menggoreskan Kunai tersebut di tangan Tsunade, Tsunade sedikit mengernyit Karena Naruto Tiba-tiba saja melukainya, awalnya dia hendak memarahi anaknya itu, tapi lagi-lagi keanehan terjadi, lukanya seketika menghilang, untuk kesekian kalinya Tsunade mengalami keanehan, keajaiban DUNIA SHINOBI, Tsunade tidak Jadi mareh hilang sudah semua emosinya, dia tidak tau mau berkata apalagi.

"Itulah Kekkei Genkai Yang aku maksudkan Kaa-Chan, dan Terimaksih lah pada Chakra Kurama yang telah aku masukan dalam tubuhmu melalui Segel," kata Naruto menerangkan tentang Kekkei Genkainya.

'Chakra Kurama?, keajaiban apalagi yang anak ini lakukan terhadapku, masa bodo' isi pikiran Tsunade.

Terima kasih Naru-chan, kamu membuat aku bahagia lagi," kata Tsunade dengan tersenyum tulus.

"Kamu tenang saja Naru chan, tidak ada orang lain yang berani macam-macam, Karena kamu sekarang pewaris tunggal dari Senju klan,: Kata Tsunade, sekalian menyuruh Naruto Istirahat dilihat Jam sudah menunjukan dini hari.

"Pergi sana istirahat," perintah Tsunade mengecup kening Naruto.

"Jaa nee Kaa-chan" Kata Naruto bahagia berjalan keluar dari kamar.

Dalam perjalanan menuju Konoha Mereka memang tidak terburu-buru, banyak mereka mengabiskan waktu di hutan sambil berlatih, Sandaime Jii-san melatih kekuatan barunya, dan Tsunade Senju juga berlatih, atau membiasakan kekuatan baru mereka, karena sudah terlalu lama tidak merasakan kekuatan seperti ini, terasa ringan dan bertenaga penuh akan kekuatan, seperti masa jaya dan muda dulu.

sementara itu Naruto belajar ilmu medis dengan Sizune.

Sudah 5 hari mereka dalam hutan, merasa cukup istirahatnya mereka melanjutkan perjalanan ke Konoha.

Selama melakukan perjalanan, Sudah banyak mereka tau tentang Naruto.

ternyata Naruto itu Kuat sangat kuat , untuk anak seumurannya.

"Aku tidak menyangka bisa kalah dari mu Naruto kun, padahal aku dalam kekuatan penuh saat kita sparing. Seolah-olah seperti siswa akademi melawan kage," kata Sandaime dengan ciri khasnya minghisap pipa tembakaunya.

"kamfret kamu Jii-san, jangan terlalu memujiku, aku merasa aku biasa saja, tidak ada yang istimewa," kata Naruto sedikit merendah.

"Tidak Naru-chan, apa yang di katakan sensei tadi itu benar, kekuatan mu tidak normal terlalu jauh jarak kekuatan kamu dari kami," kata Tsunade.

"Sudahlah Kaa-chan jangan memuji terlalu tinggi, nanti aku jadi lupa melihat kebawah, dan menjadi sombong, aku tidak mau itu terjadi. Kekuatan yang kumiliki untuk menolong yang lemah, menolong orang yang membutuhkan pertolongan, bukan untuk pamer apalagi untuk di bangga-banggakan itu bukan sipat ku," kata Naruto tentang kekutannya.

"Kamu tau Naruto-kun, kamu memang bertolak belakang dengan sipat saudara mu Naruto-kun," Kata Sandaime memberi tahukan Naruto Sifat adiknya.

"Maksud Jiji Apa sih aku tidak ngerti," kata Naruto yang ngernyitkan Kening Tanda dia tidak ngerti apa yang dimaksud oleh sosok Jijinya itu.

"Menma yang aku perhatikan, selalu membanggakan dirinya, arogan dan sombong mentang -mentang orang tuanya Hokage, dia kadang semena-mena terhadap yang lemah," ucap Sandaime memberitahukan sipat adiknya itu.

"Apakah begitu dia Jiji? " Tanya Naruto heran. Sandaime hanya mengangguk saja sambil menghisap pipa tembakaunya.

"Apakah tidak di ajarkan oleh orang tuanya, yang aku tau Khusina dan Minato orang baik dan ramah," tanya Naruto pada Sandaime. Tsunade dan Sizune yang mendengar apa yang dikatakan Naruto mengangguk, tanda apa yang diucapkan Naruto benar adanya nya.

"Aku juga heran kenapa sipatnya begitu sombong dan arogan, ditambah lagi dia bertema dengan Sasuke Uchiha, sipat arogan Uchiha menular kepadanya," Sandaime mengatakan kepada Naruto tentang Adiknya.

"Kalau aku ingat-ingat sewaktu masih kecil dulu, kita tidak pernah main bersama-sama, selalu saja kita dipisahkan, Menma selalu saja di jauhi dari ku. begitulah kehidupan yang ku jalani dulu, jadi aku tidak tau pasti sipatnya. Yang paling aku tidak mengerti sampai sekarang kenapa, mengapa, siapa dan apa salah ku,?" Kata Naruto sedikit sedih mengingat masa kecilnya.

"Sekarang kamu tenang saja, kami yang akan selalu ada untukmu, terutama aku ini Ibumu sekarang, ingat itu Naru-chan," kata Tsunande tersenyum, menenangkan Naruto. Dan Tsunade melanjutkan ucapannya.

"Kita tinggal di komplek Senju, bersama ku dan Sizune bagai mana menurut mu Naru-Chan," tanya Tsunade pada Naruto lagi.

"terimakasih Kaa-chan," ucap Naruto.

"Hmm ..Ya... selamat datang Naru-chan," kata Tsunade tersenyum.

Tiba-tiba saja Tsunade punya pemikiran gila.

"Sensei kapan Ujian Chunin tahun ini di laksanakan,"tanya Tsunade.

'Hiruzen berfikir sebentar. " Ohh.. Sekitar Satu Bulan lagi, diadakan di Konoha," jawab Sandaime.

"Aku punya ide, terdengar suara Tsunade,... Kamu akan aku rekomendasikan menjadi magang Sizune, ini hanya sekedar formalitas saja, untuk bisa bersaing dalam ujian Chunin nanti, bagai mana Naru-chan," tanya Tsunade pada Naruto dan Sizune.

"Bagi ku tidak masalah Kaa-chan," jawab Naruto.

"Sizune kamu bagai mana," tanya Tsunade kepada Sizune.

"Kalau aku terserah Nona Tsunade saja," jawab Sizune.

"Baiklah sudah diputuskan Uzumaki Senju Naruto, magang dari Sizune Katho," kata Tsunade dengan senyum liciknya ( terbayang kantong-kantong uang yang sangat banyak dalam pikiran gila seorang legenda kalah judi).

\ T.B.C.

\

\

\

\

Terimakasih kepada Reader/Author Yang sudi membaca tulisan Cakar Kyubi ini.

Saya tetap Angkat Topi buat para AUTHOR - AUTHOR Senpai, yang selalu menulis dan tidak mengenal lelah buat menghibur kita para READER. Terima kasih, sekali lagi saya ucapkan Terima kasih.

/

/

/Samapai Bab berikutnya

Jaa Nee

/