Kids

Cast : HunHan

Disclaimer : Pemain milik dirinya masing-masing. Cerita hanya berdasarkan imajinasi saya yang sedang craving kids au hunhan dan terinspirasi dari tulisan author2 lain yang jauh lebih kece *bukan berarti aku plagiat yah sueer*

Selamat membaca!


Terpaan angin awal musim gugur yang mulai dingin membuat balita-balita mungil yang tengah berada di lapangan hijau memekik kegirangan. Musim panas kemarin cukup membuat sebagian besar anak kecil harus berdiam diri di rumah untuk menghindari sengatan matahari berlebih yang bisa mengakibatkan dehidrasi.

Terlebih lagi kedua balita berumur lima tahun yang sedang bermain jungle climb sementara bayi yang lebih muda menatap sebal di bawahnya.

"Lulu~" rengekan Sehunnie kecil terdengar kala hyung favoritnya menaiki tangga dengan teman berpipi bakpao di belakangnya. Dirinya sangat ingin mengikuti jejak Luhan namun ayahnya dengan setia menggendong erat tubuh kecilnya.

Rontaan di lakukan lagi oleh Sehun namun Chanyeol semakin mempererat pelukannya. "Sehun, kau belum cukup umur. Ayah mohon kita lihat Luhan-hyung dari sini saja ya."

Bayi Sehunnie menggembungkan pipi kesal dan menepuk wajah ayahnya sebal. Sedari tadi hanya itu yang dibilang ayahnya setiap ia ingin ikut berlari bersama Luhan menaiki berbagai wahana di taman bermain ini.

"Dia bayi yang aktif yah? Aku harap Kai bisa sedikit seperti itu, tapi chocolate bear hobinya hanya tidur." Ujar Kyuhyun mengusak hidung anaknya dan memperbaiki posisi gendongan Kai agar selimut yang menutupi tubuh putranya terbungkus rapat.

Chanyeol terkekeh pelan dan menggelengkan kepala. "Sehun hanya aktif jika Luhan ada. Secara umum putraku ini pendiam sekali."

Kyaa!

Pekikan nyaring itu membuat kedua pria yang tengah mengobrol mengalihkan pandangan kedepan dimana seorang pria tengah kewalahan memegang tangan dua balita aktif yang sedang berjalan di atas tali.

"Pelan-pelan Luhannie! Jangan berlari! Xiuminnie jangan lihat ke bawah! Xiu, lihat wajah samchon!"

Kalimat-kalimat panik itu membuat dua pria lainnya menahan tawa. "Suho-ya, butuh bantuan?"

"Tidak usah hyung aku bisa! Y-yak, Kim Luhan!"

"Pfft, aku tidak pernah menyangka bisa melihat Suho-hyung seperti ini." Ujar Chanyeol yang semakin kesulitan menghentikan rontaan Sehun.

"Ya, bagaimanapun Suho terkenal dengan sifat tenangnya bukan?" jawab Kyuhyun sambil beranjak dari tempatnya duduk di kursi taman untuk mengambil alih putranya karena Suho terlihat begitu kerepotan.

Balita Luhannie yang telah berhasil melewati wahana jungle climb mulai turun dari arena bermain dan berlari menuju kearah bayi yang sedang merajuk.

"Pangeran Lulu berhasil melewati jurang! Sekarang, monster raksasa lepaskan putri Hunnie!" Luhan menusuk-nusukan pedang plastik miliknya ke paha Chanyeol yang membuat ayah satu anak itu terkekeh gemas. Sementara itu bayi Sehunnie yang melihat aksi hyung favoritnya mulai mengerti dan dengan otak cerdasnya ia menggigit lengan ayahnya sepenuh hati.

"AAAAKK!" Chanyeol tiba-tiba berteriak nyaring membuat Suho dan Kyuhyun yang baru tiba di depannya mengerenyit bingung.

"Park Sehun!" teriakan Chanyeol tidak digubris oleh kedua balita berbeda usia 3 tahun yang tengah lari menjauh dengan tangan bertautan.

"Hihihi, Lulu berhasil menyelamatkan putri Hunnie!" pekik Luhan riang sambil memeluk bayi Sehunnie yang mengusakan kepalanya ke leher Luhan dengan senyum tipis menghiasi bibir mungilnya. Ia tidak begitu peduli apa yang Luhan bicarakan karena akhirnya hyungnya itu berada dalam jangkauan setelah hampir setengah jam ayahnya menghalangi pergerakannya untuk mengikuti Luhan.

"Jadi tadi itu imajinasi Luhan menyelamatkan Sehun?"

"Sepertinya begitu. Tapi apa tidak terbalik? Putri Hunnie pangeran Lulu?" ucapan Kyuhyun membuat baik Suho dan Chanyeol menegokan kepala mereka kearah tempat Sehun dan Luhan berada.

Balita Luhan sedang memetik setangkai bunga liar di taman dengan maksud memberikan kepada Sehun, namun sang bayi malah menyisipkan tangkai bunga tersebut ke belakang telinga Luhan membuat sang balita terlihat berkali-kali lipat lebih cantik ditambah dengan senyum sangat manisnya.

"Sungguh, Chan. Kau ajari apa putramu sehingga bayi 2 tahun bisa bersikap romantis seperti itu?" goda Kyuhyun yang membuat Chanyeol mengusap tengkuknya kaku.

"Haah, terlalu banyak adegan dewasa membuat Sehunnie kecil jadi besar sebelum waktunya."

"Y-yak, Suho-hyung! Aku dan Baekkie tidak pernah begitu di depan Sehun!" bantah Chanyeol dengan pipi bersemu merah membuat baik Kyuhyun dan Suho tertawa terpingkal-pingkal.

"Suho-samchon~"

Suara anak kecil itu menginterupsi kegiatan ketiga ayah yang sedang tertawa kearah Xiumin yang berada di gendongan sebelah kanan Kyuhyun.

"Ne, Xiu~"

"Xiu suka Luhannie!" seru Xiumin dengan semangat membuat ketiga ayah tersebut terbelalak kaget.

Seakan menyadari adanya saingan di masa depan, Sehunnie kecil yang tengah mendengarkan celotehan Luhan, menengokan kepalanya dengan alis berkerut. Tatapannya beradu dengan kedua bola mata sipit milik Xiumin yang tengah menatap kearah mereka.

"Eerr, perasaanku saja atau memang suasana seakan mencekam?" tanya Suho yang diangguki Chanyeol dan Kyuhyun.

Xiumin kecil mulai meronta dari gendongan ayahnya dan berjalan dengan kaki kecilnya kearah dua balita lainnya. Bayi Sehunnie menyipitkan matanya melihat aksi tersebut. Dengan cepat, ia menarik kaus Luhan yang masih sibuk bercerita untuk menengok kearahnya.

Sang bayi membisikan sesuatu ke telinga si balita dengan serius yang lama kelamaan membuat kedua pipi apel Luhannie bersemu merah muda. Kedua balita itu lalu bertatapan dimana wajah Sehunnie terlihat sangat berharap dan Luhannie tersipu malu.

Tiga langkah sebelum Xiumin sampai, Luhan menganggukan kepalanya membuat Sehunnie tersenyum sangat lebar hingga menampilkan eye-smile nya.

"Yakthok?" ucap si bayi dengan jari kelinking mengudara.

"Eung!" jawab si balita yang kemudia menautkan kelingkingnya.

"Mwosun yaksok, Luhannie?" tanya Xiumin tiba-tiba membuat Sehun dan Luhan menoleh kearah si pipi bakpao.

"Lu–"

"Bimil!" seru Sehun tiba-tiba memotong ucapan Luhan dengan tatapan tajamnya kearah Xiumin.

Si pipi bakpao dan si muka datar terus beradu tatapan sengit, sementara si mata cemerlang memilih berlari kearah ayahnya karena matahari mulai terbenam dan eommanya bilang mereka harus pulang sebelum hari gelap.

Ketiga keluarga itu lalu berpisah dengan janji untuk bermain bersama lagi hari esok. Sehunnie kecil memasang senyum kecil di bibirnya sepanjang perjalanan pulang hingga waktu tidur yang membuat Baekhyun dan Chanyeol menatap putranya heran namun tak berhenti mengambil foto wajah tersenyum Sehun yang langka.

"Kau yakin tidak salah memberi makan Sehunnie, kan?" tanya Baekhyun pada suaminya yang dibalas gelengan oleh Chanyeol.

"Aku bersumpah hanya memberikannya makanan dan susu yang sudah kau siapkan, Baekkie."

"Hmmm, apa ada kejadian menarik hari ini?"

"Aku... rasa tidak. Hanya saja tadi Luhan bermain pangeran-pangeranan dan Sehun adalah putrinya. Kau harus tahu, Baekkie putra kita menggigit tanganku! Lihat bahkan hingga biru! Dan tiba-tiba saja Xiumin mendeklarasikan ia menyukai Luhan. Dan aku masih tidak percaya putraku sendiri menggigit tanganku–"

Plak!

Tepukan Baekhyun di lengan Chanyeol yang biru membuat sang suami memekik kesakitan dan menghentikan ceritanya.

"Apa-apaan Baek–"

"Xiu menyukai Luhannie?" tanya Baekhyun dengan sorot mata menyelidik. Chanyeol masih sibuk meniupi tangannya dan mengangguk cuek.

"Lalu apa Sehunnie berbuat sesuatu?"

"Ish, aku kesakitan dan kau malah menanyakan cinta monyet balita yang –PLAK! –Akh! Park Baekhyun!" Baekhyun dengan secara tidak pedulinya malah kembali menampar tangan Chanyeol.

"Jawab saja, Yeollie! Apa Sehunnie tidak melakukan sesuatu?"

Chanyeol menggerutu sebal, "Mana aku tahu! Bahkan seharusnya Sehun tidak mendengarnya karena jarak Xiumin berada dan Sehun-Luhan berada cukup jauh! Yang aku tahu Sehun hanya membisikan sesuatu pada Luhan yang dibalas anggukan oleh Luhannie yang manis! Dan –BAM! Putra kita berubah smiley hingga sekarang!"

Baekhyun mendengarkan penjelasan suaminya dengan seksama. Pasti ada sesuatu! Tidak mungkin putraku rela berbagi Luhannie.

-taman, 4 jam sebelumnya-

"Lulu~ thalanghae. Gyeolhon haja?"


sungguh mohon maaf setelah seabad hilang baru muncul sekarang udah gitu singkat lagi! *ditabokin masal*

aku baru pindah negara demi menimba ilmu *tsah~ jadi lagi nyoba adaptasi dan keep up with different culture, people, learning system, de el el.

i'll try to update more often (if nature allows it, but seriously I'll try!)

Semoga chap ini bisa memberi bunga-bunga keunyuan hunhan hihihihihi

alrite then, see you in the next chap!