Title : Complicated
Author : haohaohyvk
Main Cast : - Super Junior, Lee Hyuk Jae (Genderswitch)
- Super Junior, Lee Donghae
Rate : M (maybe)
Other Cast : find it by yourself~
Disclaimer : This story is mine. Hyukjae belong to me kkk~ :3
WARNING
CERITA PASARAN. FF ABSURD. GAJE. TYPO(S). DSB
BAGI YG BERPUASA, HARAP MEMBACA DI MALAM HARI.
DONT LIKE? GO OUT!
Donghae POV
Rasanya senang bisa mengatakan itu pada Hyukkie. Hatiku lega, yaaaa walaupun sedikit cemas akan jawabannya padaku. Tapi aku yakin dia akan menerimaku, aku yakin kalau dia masih menyimpan perasaan yg sama seperti apa yg kurasakan sekarang. Dan kalian tahu? Aku dan Hyukkie berhasil mendapatkan juara umum di lomba kali ini. Aku senang dia memelukku saat tahu kalau kami menjadi juara, melihat senyumnya yg terkembang lebar. Aku senang bisa membuatnya tersenyum dan bahagia.
Aku sedikit menyingkir dari kerumunan karna sonsaengnim menelfonku. Entah dia tahu darimana, tapi dia mengucapkan selamat padaku dan Hyukkie atas apa yg telah aku peroleh. Aku hanya tersenyum dan mengatakan kalau ini semua tidak akan terjadi tanpa bantuannya. Dan dia bilang bahwa sebagai reward, aku dan Hyukkie akan berlibur gratis di Jeju, walaupun Cuma 1 hari tapi aku senang, apalagi itu bersama Hyukkie. Aku kembali menghampiri teman-temanku, tapi aku tidak melihat Hyukkie berada disana.
"Noona, Hyukkie dimana?" tanyaku.
"Hyuk? Dia kearah sana bersama Siwon tadi" kata Sungmin sambil bergelayut manja dilengan Kyuhyun.
Mwo? Bersama Siwon? Untuk apa dia pergi bersama Siwon?
Aku berjalan kearah yg ditunjuk Sungmin noona tadi. Tapi aku tidak melihat apa-apa disini. Aku hampir saja berbalik jika aku tidak mendengar suara Siwon. Aku berjalan lagi sedikit lebih jauh dan bersembunyi dibalik pohon. Itu Hyukkie dan Siwon. Aku hampir berjalan menyusulnya jika saja aku tidak melihat apa yg mereka lakukan selanjutnya. Aku melihat Siwon mencium Hyukkie-ku.
Nafasku tercekat.
Rasanya oksigenku hilang.
Hyukkie sama sekali tidak melakukan penolakan apapun seperti apa yg dia lakukan tempo hari padaku. Apa ini artinya….. Hyukkie masih mencintai Siwon? Aku merasa mataku basah. Aku tidak bisa melihat ini lagi, aku sudah ditolak. Aku sudah ditolak oleh Hyukkie. Kenapa kau tidak mengatakannya saja jika kau menolakku Hyukkie? Bukan dengan cara seperti ini.
Aku berlari secepat yg aku bisa dan menyetop taksi. Aku tidak ingin melihat Hyukkie untuk saat-saat ini.
….
"Berikan aku 1 botol lagi"
"Tapi Tuan, kau sudah menghabiskan 5 botol"
"KUBILANG BERIKAN YA BERIKAN!"
Author POV
Donghae sedang berada di sebuah klub saat ini. Saat di perjalanan, dia tidak tahu kemana arah tujuan jadi dia hanya menyuruh supir taksi itu untuk memutari kota Jeju ini. Tapi saat dijalan, Donghae tidak sengaja melihat sebuah klub malam yg baru saja dibuka. Dan secara refleks dia menyuruh supir itu berhenti dan memasuki klub itu. Donghae sudah terlalu gila dengan Hyukjae.
Saat memasuki klub itu, hanya ada dia dan beberapa namja saja. Maklum, ini belum terlalu larut jadi klub ini belum dipenuhi banyak orang. Donghae langsung menuju bar lalu memesan satu botol bir dengan kadar alcohol yg cukup tinggi. Sedikit demi sedikit hingga akhirnya dia tidak sadar jika sudah menghabiskan 5 botol. Dan tentunya dia sudah mabuk berat, Donghae adalah orang yg jarang minum alcohol.
Pelayan bar itu memberikan 1 botol pada Donghae. Donghae mengambilnya lalu menenggaknya asal sehingga ada yg menetes melewati lehernya, semakin membuat kesan seksi dan manly pada dirinya. Yeoja-yeoja di sekitaran klub itu memperhatikannya sejak tadi.
"Hey, sepertinya kau sudah mabuk" kata seorang yeoja menghampiri Donghae lalu bergelayut di lengan kekar Donghae. Donghae hanya meliriknya sebentar lalu mengacuhkannya.
"Jangan sombong seperti itu anak muda. Sepertinya kau sedang ada masalah? Bagaimana jika bermain denganku malam ini?" kata yeoja itu lagi sambil menggodanya nakal. Membusungkan dadanya lalu menggigit bibirnya sendiri. Donghae melirik yeoja itu.
"Apa untungnya jika aku bermain denganmu?" tanya Donghae asal.
"Kau akan merasakan sesuatu yg sempit menjepit juniormu. Juga dada yg besar yg akan kau nikmati sepuasmu" katanya frontal sambil melirik sesuatu dibalik celana Donghae lalu meraba dada bidang Donghae.
"Aku tidak tertarik" kata Donghae sambil menyingkirkan tangan yeoja itu dari tubuhnya.
"Maaf noona, jangan ganggu tuan ini" kata seorang pelayan bar memisahkan Donghae dengan yeoja itu. Yeoja itu tampak mendengus kesal lalu kembali mencari mangsa lain.
"Maaf tuan. Anda sudah mabuk"
"Apa pedulimuuu?" kata Donghae setengah membentak.
Pelayan bergender namja itu tidak mengatakan apa-apa lalu merogoh kantung Donghae untuk mengambil handphonenya. Menelfon seseorang yg ada di catatan panggilan paling atas.
Hyukkie….
Hyukjae POV
Aku berlari kembali ke teman-temanku dan menemukan Sungmin dan Kyuhyun sedang berpacaran disana. Aish, mereka ini tidak tau malu.
"Ming, kau melihat Donghae?" tanyaku.
"Bukankah dia menyusulmu? Tadi dia mencarimu lalu kuberitahu saja kau sedang bersama Siwon. Dia berjalan kearah sana lalu belum kembali sampai sekarang. Kukira dia bersamamu" kata Sungmin.
"Mwo? Dia menyusulku?" tanyaku dan dibalas anggukan oleh Sungmin.
Tapi aku tidak melihatnya tadi. Oh, jangan bilang dia melihat apa yg aku lakukan tadi bersama Siwon oppa. Dia pasti salah paham. Aku berlari mengelilingi daerah sekitar tapi tidak juga menemukan Donghae. Dia dimana?
"Noona, sudahlah. Kurasa dia sedang berjalan-jalan atau sudah kembali ke hotel karna lelah" kata Kyuhyun.
"Tapi aku harus menemukannya"
"Sudahlah Hyuk. Kau pasti lelah, lebih baik kita kembali ke hotel lalu beristirahat. Sudah hampir sore. Dia pasti akan pulang" kata Sungmin menenangkanku.
Aku mengangguk lalu mengikuti mereka kembali ke hotel. Semoga, semoga saja Donghae tidak apa-apa. Semoga perkiraan mereka benar. Tapi hatiku merasa gelisah.
…..
Aku sedang makan malam bersama Sungmin, Kyuhyun dan Siwon. Tapi aku benar-benar tidak nafsu makan, makanan dipiringku hanya aku aduk-aduk sedangkan aku sendiri menatap kearah jendela. Donghae belum memberi kabar sampai saat ini.
"Hyuk, kau harus makan" kata Siwon menyadari bahwa aku tidak juga memakan makananku.
"Noona, nanti kau sakit!" tegur Kyuhyun.
Dan belum sempat aku menjawab, handphoneku berbunyi. Aku hanya melirik layar handphoneku dan mataku membulat saat melihat siapa yg menelfon. DONGHAE!
"Yeobseo? Hae-ah, kau dimana?" tanyaku cepat-cepat.
"Maaf noona. Apa kau teman dari pemilik handphone ini?" tunggu dulu, ini bukan suara Donghae. Ada apa dengan Donghae?
"Ne. Aku temannya. Apa yg terjadi?"
"Pemilik handphone ini sedang berada dibar kami dalam keadaan mabuk berat. Kami harap kau segera kesini dan membawa temanmu pulang" katanya.
Mwo? Mabuk? Kyuhyun bilang Donghae tidak suka minum minuman beralkohol.
"Ne, aku akan segera kesana, Terima kasih"
Aku segera menutup telfonku lalu berlari keluar, menaiki sebuah taksi lalu menyuruhnya ke alamat yg sudah dikirimkan pelayan bar tadi. Aku bahkan tidak memperdulikan panggilan Sungmin, Kyuhyun, maupun Siwon. Hae-ah, kau kenapa?
Aku menyuruh supir taksi itu ikut masuk menemaniku ke dalam karna aku tidak biasa masuk kedalam bar seperti itu. Saat aku masuk, mata para namja didalamnya seakan mengintimidasiku. Aku mengedarkan pandanganku lalu menemukan Donghae ada di bar dengan muka yg ditelungkupkan. Aku menghampirinya lalu mengangkat kepalanya.
"Hae-ah, kau kenapa?" tanyaku menangkup pipinya.
"Aku? Aku tidak apa, haha" katanya melantur. Bisa kucium aroma alcohol dari deru nafasnya. Supir taksi itu membantuku membawa Donghae kedalam taksi, aku juga sempat berterima kasih kepada pelayan bar yg sudah menjaga Donghae disana.
Didalam taksi Donghae terus saja berkata tidak jelas atau menyanyi-nyanyi. Aku menyenderkan kepalanya dibahuku, lalu air mataku meleleh. Aku tidak pernah melihatnya seperti ini. Apa yg terjadi? Kenapa bisa seperti ini? Donghae terlihat sangat menyedihkan saat ini. Kami sampai didepan hotel saat Donghae sudah tetridur pulas. Supir itu menawarkanku bantuan untuk membawanya kedalam tapi aku menolaknya, aku sudah terlalu merepotkannya. Lagipula aku bisa membawanya sendiri.
Hari sudah sangat larut dan kuyakin teman-temanku sudah tertidur pulas. Aku membawa Donghae masuk kedalam kamar hotelku, karna aku tidak tahu dimana kunci hotelnya diletakkan. Aku sudah merogoh kantungnya tapi tidak kutemukan. Aku membaringkannya dikasurku lalu melepas sepatunya. Air mataku menetes lagi, dia menyebut namaku barusan. Cepatlah bangun Hae, aku ingin mengatakan sesuatu padamu.
Aku menarik selimut sampai batas lehernya lalu matanya terbuka. Menatapku dengan matanya yg sayu.
"Hyukkie?" katanya dengan suara yg berat. Aku hanya tersenyum sambil merapikan anak rambutnya.
Dia menarikku kasar sehingga aku terjatuh di kasur bersamanya, tepat dengan kondisi aku berada diatasnya. Tangannya mengunci tubuhku sehingga aku tidak bisa bergerak.
"Kenapa? Kenapa kau menyakitiku?" katanya serak.
"Aku… aku tidak mengerti maksudmu" kataku gemetar.
"Kenapa kau mencium namja itu? Jika kau menolakku kau bisa mengatakannya padaku, bukan seperti ini" teriaknya. Dia melihatnya, bagaimana ini?
"Aku… aku tidak… hhmmpphh"
Aku belum sempat menjelaskannya karna bibirku langsung dibungkam oleh bibirnya. Dia menciumku kasar lalu melumat bibirku.
"Eemmhhh, hhmmpphhh" aku memberontak diatasnya. Aku merasa takut, ini bukan Donghae yg kukenal. Tapi dengan aksi penolakanku, dia malah menggigit bibirku sehingga dia langsung memasukkan lidahnya kedalam mulutku,
Tuhan, kumohon tolong aku.
Author POV
Donghae membalikkan badannya, sehingga posisi mereka kini berubah, Donghae berada diatas Hyukjae. Hyukjae terus memberontak sedangkan Donghae masih saja asyik melumat bibir Hyukjae.
"Eenngghhh"
Hyukjae mengerang ketika mendapat sentuhan dan remasan didadanya. Dia tersadar, ini sudah melampaui batas. Dia mendorong dada Donghae sekuat tenaga tapi tetap saja tenaga Donghae masih lebih kuat darinya walau sedang mabuk.
"Jangan menolakku Hyukkie"
"Hae-ah, kumohon ja…nngghhh"
Donghae tidak peduli dengan apa yg Hyukjae katakana. Dia sudah dikuasai oleh emosi didalam hati dan otaknya. Donghae kembali membungkam bibir Hyukjae dengan bibirnya sambil meremas dada Hyukjae dari luar bajunya. Membawa Donghae ke kamar Hyukjae adalah kesalahan terbesar yg Hyukjae lakukan selama hidupnya.
Donghae mengunci tubuh Hyukjae dengan kakinya lalu melucuti kaus Hyukjae. Hyukjae mulai menangis, ini bukan Donghae. Dia tidak akan melakukan ini padanya, tidak mungkin. Hyukjae terus memberontak, tapi Donghae malah semakin gila.
"Donghae, jangan! Aku Hyukkie. Jangan berbuat seperti ini" kata Hyukkie mencoba menutupi tubuh bagian atasnya yg tinggal ditutupi oleh bra.
"Aku tahu kau Hyukkie, kau sudah menyakitiku" Donghae menarik selimut yg digunakan Hyukkie untuk menutupi tubuhnya, lalu melepas paksa bra yg dikenakan Hyukkie sehingga tubuh atas Hyukkie sudah benar-benar polos sekarang. Donghae melihat buah dada Hyukjae dengan tatapan lapar sehingga Hyukjae menyilangkan kedua tangannya didepan dada bermaksud menutupi tubuh atasnya yg sudah terekspos dengan sangat jelas. "Apa kurangnya aku dibanding Siwon?" teriak Donghae lalu membenamkan kepalanya di belahan dada Hyukjae.
"Uunngghhh, Haeee" Hyukjae yg mendapat serangan mendadak hanya bisa melenguh dan mendongakkan kepalanya.
Donghae menghisap nipple Hyukjae sebelah kanan lalu memainkan nipple yg satunya, mencubitnya atau menjepitnya dengan jari telunjuk dan jari tengah. Sentuhan Donghae benar-benar membuat Hyukjae gila, tapi dia harus segera menghentikannya. Ini salah, ini sudah diluar batas.
"Hae… ngghhh… kumo…hon hen…aahhhh hentikan"
Donghae sama sekali menulikan pendengarannya. Dia berpindah menghisap nipple Hyukjae sebelah kiri lalu memainkan yg kanan.
"Hae… aahhhh.. ja..nngghhaannn" kata Hyukjae menahan desahannya.
"DIAM HYUKKIE!" bentak Donghae kasar lalu meremas kedua buah dada Hyukkie dengan tangan besarnya. Hyukjae kaget, Donghae tidak pernah membentaknya selama ini. Dia menggigit bibirnya sendiri, berusaha menahan desahannya akibat apa yg diperbuat Donghae.
"Nngghhh, so sexy Hyukkie… Aku tak menyangka kau memilik dada seindah ini" kata Donghae sambil mencium aroma disekitar dada Hyukkie, seakan tidak mau kehilangan aromanya sedikitpun.
"Nngghhhh aahhhh" Hyukjae melepas bibirnya, dia tidak tahan lagi menahan desahannya.
"Terus hyuuukkkk, keluarkan desahanmu"
Donghae mulai bosan dengan dada Hyukjae, lalu mencoba membuka celana yg dipakai Hyukjae. Hyukjae membelalakkan matanya menyadari apa yg Donghae lakukan.
"Donghae jangaaannn! Kumohon, sudah cukuppp!"
Hyukjae memberontak dan mencoba lari, tapi Donghae terus mendorong Hyukjae agar tetap berada di atas kasurnya sambil mencoba melepas celana Hyukjae. Hyukjae kelabakan, dia berteriak sekuat yg dia bisa, tapi Donghae tidak mempedulikannya.
Sreettt!
Celana Hyukjae berhasil terlepas dari kakinya sehingga sekarang hanya celana dalam. Sebelum akhirnya juga dirobek paksa oleh Donghae. Air mata Hyukjae mengalir, tubuhnya sudah benar-benar polos sekarang. Dia mencoba mengambil apapun yg ada didekatnya untuk menutupi tubuhnya, tapi Donghae melempar itu ke sembarang tempat. Donghae menatap Hyukjae lapar, apalagi kewanitaannya sudah ada didepan matanya sekarang. Bersih, putih dan gemuk, mungkin itu yg ada dipikiran Donghae saat ini.
"Hiks.. Hae-ah jangan… Sudah cu… AAAHHHHH"
Donghae mencium vagina Hyukjae lalu menusuk-nusukkan lidahnya kedalam vagina Hyukjae. Hyukjae mengerang lalu mencengkram apa saja yg ada didekatnya. Donghae memainkan klitoris milik Hyukjae dan itu membuat Hyukjae mendesah tak karuan. Ini kali pertama bagi Hyukjae. Donghae menggoda Hyukjae dengan menciumi vaginanya, lalu menghisap klitorisnya dengan pelan lalu tiba-tiba menjadi kencang.
"Nngghhh mmhhhh"
Donghae melihat keadaan Hyukjae yg sedang mengatur nafasnya tanpa sehelai benangpun ada ditubuhnya. Secara tiba-tiba dia memasukkan satu jarinya kedalam vagina Hyukjae, membuat Hyukjae kaget dan merasakan sakit.
"AAAHHHH, Hae… appo! Aaahhh"
"Tunggu saja dan rasanya akan nikmat Hyukkie" kata Donghae sambil memandangi tubuh Hyukjae.
"Aaahhh nngghhh su…daaahhh" Hyukjae menggeliat kesana kemari, perutnya berasa dikelitiki oleh sesuatu.
"So f*cking sexy my Hyukjae"
Donghae menambahkan jarinya hingga sekarang 3 jari Donghae ada didalam vagina Hyukjae. Mengeluar masukkannya secara cepat, terkadang pelan untuk menggoda Hyukjae. Sesekali tangannya menggapai payudara Hyukjae yg bergoyang kesana kemari karna pergerakan Hyukjae.
"Nngghhh aaahhhh"
"Sebut namaku Hyukkie" perintah Donghae.
Hyukjae menggeleng. Dia merasa akan ada sesuatu yg keluar dari perutnya. Hyukjae semakin gila, Donghae tahu Hyukjae akan segera orgasme maka dia mempercepat in-out jarinya didalam vagina Hyukjae.
"Aaahhh, aku ingin… nngghhh… pipisss" kata Hyukjae.
"Keluarkan saja Hyukkie" kata Donghae.
"Aaahhhh nngghhh HHAAEEEE! Aaaahhhh"
Orgasme pertama Hyukjae keluar karna Donghae. Donghae menjilat sebagian cairan Hyukkie dan menelannya seakan tidak mengenal jijik. Hyukjae mengatur nafasnya, dadanya bergerak naik turun. Ini sudah cukup, batinnya. Donghae melepas bajunya yg masih dia pakai sejak tadi. Hyukjae melihat dada bidang Donghae dan abs milik Donghae yg selama ini ingin sekali dilihat bahkan disentuh oleh yeoja-yeoja diluar sana. Tubuh Donghae memang bagus, kekar dan memiliki abs. Hyukjae membulatkan matanya saat Donghae melepas celananya beserta underwarenya. Hingga junior Donghae yg sudah membesar dan menegang sempurna terekspos dimata Hyukjae.
"Aaahhh"
Donghae mendesah lega karna berhasil mengeluarkan juniornya dari dalam celananya. Mungkin merasa sesak karna apa yg dilakukannya tadi. Dia menghampiri Hyukjae lalu menindih Hyukjae.
"Kau… kau mau apa" tanya Hyukjae ketakutan.
"Kau sudah puas? Aku belum babyyyy" kata Donghae dengan nada seduktif.
"Andwae! Tidak, jangan Donghae-ah. JANGAAANNNN!" Hyukjae memberontak dan mulai menangis, dia berteriak mencoba menyadarkan Donghae. Donghae malah geram dan mencengkeram rahang Hyukjae.
"DIAM ATAU AKU AKAN BERLAKU KASAR!" bentak Donghae lagi.
"Kumohon hentikan. Hiks… aku tidak… AARRGGHHH"
Donghae memasukkan ujung juniornya kedalam vagina Hyukjae. Hanya ujungnya dan itu sudah membuat Hyukjae kesakitan. Junior Donghae yg berukuran diatas rata-rata memasuki vagina Hyukjae yg masih sempit dan belum dijamah siapapun, Hyukjae pasti akan mengerang kesakitan.
"Oohhhh, so tight" Donghae mendongakkan kepalanya, menikmati cengkraman otot vagina Hyukjae yg seakan menjepit juniornya, bahkan itu hanya ujungnya astaga.
"Hae-ah, nngghhh hentikaannn"
Awalnya Donghae akan memasukkannya sedikit demi sedikit, tapi karna Hyukjae terus menyuruhnya berhenti sejak tadi jadi dia langsung menekan pinggulnya sehingga seluruh junior Donghae tertanam sempurna di vagina Hyukjae.
"AARRGGHHHH!"
Hyukjae berteriak kesakitan dan air matanya kembali menetes. Dia mencengkeram seprai kasurnya. Donghae mendekati wajah Hyukjae lalu mengusap air matanya.
"Tenanglah baby. Nngghhh, ini hanya awalnya, setelah ini kau akan merasakan kenikmatannya" kata Donghae mengusap air mata dipipi Hyukjae.
Hyukjae mengalihkan pandangannya. Airmatanya terus menetes. Semuanya sudah berakhir sekarang. Sekalipun dia diperawani oleh orang yg dicintainya, tapi bukan ini yg dia inginkan. Hyukjae sudah menjaga kevirginannya hanya untuk suaminya nanti, tapi sekarang dia sudah kehilangan semuanya. Donghae mulai menggerakkan pinggulnya naik turun. Hyukjae bahkan sudah tidak peduli, dia sudah tidak akan menyuruh Donghae berhenti. Semuanya sudah terlambat, sudah terjadi. Percuma kalaupun dia menyuruh Donghae berhenti. Dia menggigit bibirnya sendiri, antara menahan sakit dan menahan desahan. Darah karna selaput daranya yg robek merembes di kasur. Donghae tidak peduli, dia terus menggenjot pinggulnya sendiri demi mendapat kenikmatannya sendiri.
Donghae dan Hyukjae sama-sama mengerang saat Donghae berhasil menumbuk titik kenikmatan Hyukjae.
"Aaahhhh, hyuuuukkk, youre so tight. Nngghhhh"
Donghae menaik turunkan pinggulnya dengan gerakan yg sangat cepat hingga kasurnya ikut berderit. Donghae menggapai payudara Hyukjae yg bergoyang lalu meremasnya dengan tangannya.
"Mmhhhh aaahhhh" Hyukjae mendesah karna Donghae yg terus menumbuk titik paling sensitifnya.
Donghae membuat satu kissmark di leher Hyukjae lalu tersenyum setelah melihat hasilnya.
"Sebut namaku Hyukkie" kata Donghae mempercepat gerakannya.
"Nngghhh Hhaaeee, aahhh… Aku…. Aku mauuuuu…"
"Tunggu baby. Aaahhhh nngghhhh… bersamaa"
"Aaahhhh HHAAEEEEE"
"HYUKKIIEEEEE"
Donghae terjatuh diatas badan Hyukkie lalu dengan cepatnya terlelap masuk kedalam alam mimpi. Mungkin lelah dengan kegiatannya barusan. Hyukjae menyingkirkan tubuh Donghae diatasnya dan melihat keadaannya sekarang. Airmatanya mengalir semakin deras, dia menjambak rambutnya sendiri dan memukul dirinya sendiri.
"Apa yg harus aku lakukan? Aku sudah kotoorrr"
TBC c:
Aaaaaaa, akhirnya NC nya keluar juga/? Gimana pendapatnya? Silahkan dicomment di review ;; Absurd banget pasti NC nya ga berasa kan ya? Mianhe kalo mengecewakan, baru kali ini bikin adegan NC omaygat /3\
TERIMA KASIH YG SUDAH REVIEW, KEEP REVIEW TERUS YA :]
JANGAN JADI ANAK NAKAL, AYO REVIEW!
