BAD DESTINY

.

.

.

.

Proudly Present :

Kai

Kyungsoo

.

.

.

.

.

KAISOO FANFICTION FOR ALL KAISOOSHIPPER

.

.

.

ENJOY THE FICTION

.

.

.

.

CHAPTER 10

Previous chapter

Kai keluar dari rumahnya dan disambut oleh kawanan serigalanya. Kai tersenyum saat melihat serigala kesayangannya menuju kearahnya. Ia usap pelan bulu-bulu serigalanya.

"Kau merasakannya? Kekuatan yang sangat besar mengalir dalam tubuhku. Aku belum pernah merasakan energi sekuat ini sebelumnya"

"WORF"

Kai tersenyum.

"Pergilah. Kalian tak perlu menjaga sekitar sini"

Kawanan serigala itu menggonggong dan pergi meninggalkan rumah Kai. Kai kembali masuk kedalam rumahnya. Ia mematikan lilin-lilin yang sengaja dinyalakannya. Kai melangkah masuk kedalam salah satu kamar dimana Kyungsoo tidur. Kai menatap Kyungsoo sejenak. Kai menyibakkan selimut yang dipakai Kyungsoo dan membaringkan tubuhnya disebelah Kyungsoo. Kai kembali merapikan selimutnya hingga menutui tubuhnya dan Kyungsoo. Ia juga menarik tubuh Kyungsoo mendekat kearahnya. Kai terlelap dengan memeluk tubuh Kyungsoo.

.

.

BAD DESTINY

.

.

Sebuah van berhenti didepan gerbang menuju hutan. Beberapa namja turun dari van itu. Baekhyun memperhatikan sekitar jalan. Jalanan tampak sepi. Sama sekali tak ada kendaraan yang melewati daerah ini. Luhan menatap ngeri hutan dihadapannya. Ia bersumpah akan membunuh Baekhyun jika mereka mendapatkan penderitaan dihutan nanti. Tao sama sekali tak mau turun dari dalam van. Ia menolak keras ajakan Kris yang membujuknya untuk turun.

Flashback

Baekhyun, Tao dan Luhan mendatangi rumah para manusia serigala. Mereka meminta penjelasan akan hilangnya Kyungsoo. Sudah lebih dari dua hari mereka tak mendapatkan kabar Kyungsoo semenjak kehilangannya. Tentu saja mereka khawatir. Kyungsoo dibawa oleh Kai yang terlihat sangat mengerikan dimata mereka.

Para warewolf turun dari kamar mereka dan menyambut 'mate' mereka. Baekhyun menolak Chanyeol yang akan mendekatinya, begitu pula Tao dan Luhan. Para warewolf tetap ngotot ingin memeluk mereka hanya bisa pasrah saat para 'mate' mereka memberikan perintah.

"Duduk!"

"Kami ingin bertemu Kyungsoo!" – Baekhyun.

"Kami tau kalian tau dimana Kyungsoo berada" – Luhan.

"Jangan buat alasan! Kami menolak segala alasan kalian!" – Tao.

Ketiga namja imut itu bersedekap dan memberikan tatapan tajam kepada para warewolf. Chanyeol dan Sehun menatap Kris meminta pendapat. Kris menghembuskan nafas kecil dan menatap ketiga namja dihadapan mereka.

"Kami akan mengantarkan kalian kesana. Jangan sesali apa yang kalian minta nantinya"

Baekhyun, Tao dan Luhan mengernyit bingung dengan pernyataan Kris. Kenapa mereka harus menyesali hanya karena bertemu dengan Kyungsoo? batin mereka bertiga. Kris menyuruh pak Lee menyiapkan van milik mereka.

Flashback off

"Ayolah, Tao. Kau harus turun untuk bertemu dengan Kyungsoo" bujuk Kris untuk kesekian kalinya.

"Ya! Kenapa kami dibawa ketempat ini?! Atau jangan-jangan kalian ingin membunuh kami disini dan meninggalkan mayat kami begitu saja?"

Kris memutar kedua bola matanya jengah. Pemikiran 'mate'nya ini selalu saja aneh.

"Bukankah kalian meminta kami untuk mengantar kalian bertemu Kyungsoo? Disinilah tempatnya!" kesal Kris.

"MWO?!" teriak Baekhyun, Tao dan Luhan.

"Maaf menyela pembicaraan anda Tuan Kris. Biarkan saya yang menjelaskan" pinta Pak Lee.

Kris mempersilahkan Pak Lee untuk berbicara. Luhan dan Baekhyun mendekati pintu mobil dan menyimak apa yang akan disampaikan Pak Lee.

"Tuan Kyungsoo dan Tuan Kai berada dirumah utama didalam hutan. Mungkin anda sekalian tak akan percaya ada rumah didalam hutan gelap itu. Tapi disanalah tempat tinggal Tuan-tuan muda. Rumah yang berada dikota hanya rumah sementara"

"Jadi maksud Pak Lee kami harus masuk kedalam hutan untuk menemui Kyungsoo?" tanya Baekhyun.

"Benar, tuan Baekhyun"

"Tapi itu menakutkan!" sergah Tao.

"Ada kami yang akan menjaga kalian. Jadi apa yang harus ditakutkan?" sebal Kris.

Kris memberi kode kepada Chanyeol dan Sehun untuk mengamankan 'mate'nya masing-masing. Kris menarik lengan Tao kuat hingga ia keluar dari mobil. Kris menutup pintu mobilnya dan menyuruh pak Lee untuk pergi.

"YA! AHJUSSI! JANGAN TINGGALKAN KAMI!" teriak Tao kencang.

Kris membopong tubuh Tao dan berjalan memasuki kawasan hutan. Tao terus memberontak selama perjalanan. Baekhyun dan Luhan yang melihat tingkah dongsaeng mereka hanya bisa terkekeh geli. Mereka langsung ditenangkan oleh warewolf mereka sehingga mereka tak lagi ketakutan seperti Tao.

Mereka sampai pada perbatasan hutan. Kris menurunkan Tao yang sudah menyerah untuk berteriak. Kris tersenyum gemas melihat tingkah laku 'mate'nya itu. Tao cemberut melihat Kris yang merasa tak bersalah. Kris bersiul keras. Tao memandang bingung Kris.

"Apa yang kau lakukan?" tanya Tao.

"Memanggil kawan lama" jawab Kris.

Tao membalikkan tubuhnya dan menatap kedalam hutan yang gelap. Samar-samar ia mendengar suara langkah menuju kearah mereka. Tao semakin menajamkan pandangannya untuk melihat kedalam hutan. Tubuhnya menegang saat beberapa sorot mata terlihat dalam kegelapan disusul dengan suara geraman. Tao buru-buru bersembunyi dibalik punggung Kris. Ia mengintip dari balik bahu Kris.

Baekhyun dan Luhan sama takutnya. Mereka dengan jelas mendengar suara geraman dari serigala. Baekhyun yang akan bersembunyi seperti Tao langsung ditahan oleh Chanyeol. Chanyeol membalikkan badan Baekhyun dan memeluknya dari belakang. Karena tak bisa berbuat apa-apa, Baekhyun menutup matanya dengan kedua telapak tangannya dan sesekali mengintip melalu jari-jarinya.

Luhan juga sama ditahan oleh Sehun. Bedanya Luhan memilih memeluk tubuh Sehun dan tak berani menatap apa yang ada dibalik punggungnya. Suara ranting yang terinjak semakin keras terdengar. Suaranya begitu keras dalam mematahkan ranting-ranting itu. Segerombolan serigala keluar dari dalam hutan yang dipimpin oleh tiga serigala besar berbeda warna bulu.

Serigala besar berbulu coklat lebat berjalan mendekati Kris. Kris mengangkat tangannya dan langsung disambut oleh serigala itu. Serigala itu tampak senang mengusap-usapkan kepalanya ditangan Kris. Sesekali Kris menepuk-nepuk kepala sang serigala.

"Aku merindukanmu, buddy"

Seekor serigala berbulu putih dan berbulu perak mendekati Sehun dan Chanyeol. Baekhyun dan Luhan menjerit histeris saat serigala besar itu berada didekat mereka. Chanyeol dan Sehun terkekeh melihat kelakuan kekasih mereka. Ketiga namja uke itu langsung menghindar dan menjauh sejauh mungkin dari para serigala. Ketiganya saling merangkul dan menatap awas kepada serigala yang berada disekitar mereka.

Sehun menundukkan tubuhnya dan memeluk serigala putih kesayangannya. Sedangkan Chanyeol tengah asik menggoda serigalanya dengan saling bercanda. Baekhyun, Luhan dan Tao menatap tak percaya kearah kekasih mereka itu. Bisa-bisanya mereka bermain-main dengan serigala itu dan tak mempedulikan mereka yang ketakutan seperti ini.

"Kemarilah. Mereka tak akan menyakitimu" suruh Sehun. Luhan menggeleng.

"Mereka akan melindungimu" ujar Chanyeol. Baekhyun menggeleng.

"Jika kau tak mau kemari akan aku suruh mereka menerkammu" ancam Kris. Tao mendelik tak percaya.

"Jika kau melakukan itu akan ku pastikan kau mati ditanganku! Kemari kau!" perintah Tao.

Kris seperti anjing penurut mendekati Tao tanpa banyak perlawanan. Tao langsung memukuli Kris diseluruh tubuhnya. Sehun dan Chanyeol tertawa terbahak-bahak melihat tingkah hyungnya yang seperti tak berdaya bila Tao sudah marah. Semenjak Tao tau cara menjinakkan Kris, ia selalu menggunakan itu bila kemauannya tak dituruti. Untung saja Luhan dan Baekhyun tak menggunakan keistimewaan mereka.

Sehun menarik tangan Luhan dan membopongnya kepunggung serigalanya lalu ia naik dibelakang Luhan. Hal yang sama dilakukan oleh Chanyeol. Mereka berdua memanfaatkan momen Tao dan Kris tadi untuk mengelabui Luhan dan Baekhyun. Kedua uke tersebut sempat syok dengan apa yang baru saja terjadi. Mereka sudah berada diatas punggung serigala besar itu dan tak melakukan apapun. Chanyeol dan Sehun menyuruh serigalanya untuk bergerak. Kedua serigala itu langsung melesat dengan cepat. Baekhyun dan Luhan yang belum siap langsung berteriak kencang.

Tao yang mendengar jeritan kedua hyungnya langsung mencari keberadaan mereka. Tao melihat beberapa serigala berjalan menuju kedalam hutan. Tao langsung mendelik kearah Kris.

"Dimana kedua hyungku?"

"Ikut denganku maka kau akan tau dimana mereka"

Kris dengan tidak sabaran langsung menarik tangan Tao dan menaikkannya dipunggung serigalanya. Kris langsung menyuruh serigalanya untuk berlari. Tao menjerit sekeras-kerasnya. Ia sangat takut saat ini. Apalagi ia berada diatas punggung serigala besar dengan seorang manusia serigala dibelakangnya. Ia berharap Kris tak macam-macam dengannya.

.

.

BAD DESTINY

.

.

Kai menggeliat dalam tidurnya. Matanya terbuka dan menampilkan warna kuning terang bak berlian. Kai menatap keluar jendela. Bias-bias cahaya matahari yang menembus lebatnya hutan mulai tampak. Kai yakin ini sudah cukup siang. Kai bangun dari tidurnya secara perlahan agar tak mengusik malaikat kecilnya yang berada disebelahnya. Kai dengan hati-hati mengangkat kepala Kyungsoo dari lengannya.

Kai mencium kening Kyungsoo lalu meninggalkannya. Saat tangannya menyentuh knop pintu, Kai mendengar suara gerakan dari ranjangnya. Kai berbalik dan melihat Kyungsoo yang mencoba untuk bangun. Kai menghampiri Kyungsoo dan membantunya untuk duduk. Kyungsoo mengucek matanya. Ia membuka matanya pelan dan menatap Kai. Kai sempat tertegun dengan warna mata Kyungsoo. Warna matanya sama seperti miliknya. Tapi punya Kyungsoo lebih bersinar. Kai mengusap pelan pipi Kyungsoo.

"Kau sudah bangun?"

Kyungsoo mengangguk.

"Ada yang kau butuhkan?"

"Air"

Suara Kyungsoo tampak serak dan berat. Kai menuangkan segelas air dan memberikannya pada Kyungsoo. Kyungsoo menerimanya dan langsung meminumnya. Setelah habis, Kai mengambil gelas itu dan meletakkan kembali ditempatnya.

"Aku akan mengambilkanmu makanan. Jangan kemana-mana"

Kai bergegas menuju dapur. Ia mengambil beberapa daging ikan yang sebelumnya sudah ia bakar. Ia tak terlalu tau bagaimana memasak daging sehingga ia memutuskan untuk mencari beberapa ikan untuk Kyungsoo makan. Kai membawa sepiring ikan bakar dan menyerahkannya ke Kyungsoo.

"Maaf jika hanya ini yang aku punya. Aku yakin kau tak bisa memakan daging segar"

"Tak apa"

Kyungsoo memakan makanannya. Kai menegakkan tubuhnya saat suara lolongan serigala terdengar ditelinganya. Kai menatap jendelanya. Ia yakin ada tamu yang akan datang.

"Apa itu, Kai?"

"Sepertinya kita akan kedatangan tamu. Setelah selesai, mandilah. Aku sudah menyiapkan baju untukmu"

Setelah mengatakan itu Kai beranjak dari kamarnya dan meninggalkan Kyungsoo. Kai berjalan keluar rumah. Ia menatap kedalam hutan. Kai bersiul keras dan tak berapa lama serigala kesayangannya datang. Tepat setelahnya beberapa serigala datang mengawal dua serigala besar dengan dua manusia diatas punggung mereka.

Sehun dan Chanyeol turun dari punggung serigalanya dan menurunkan Baekhyun beserta Luhan. Tak selang beberapa lama Kris datang. Kai menggumamkan sesuatu kepada serigalanya. Serigala itu lalu menggonggong dan berlari yang diikuti beberapa kawanan serigala termasuk serigala milik Kris, Sehun dan Chanyeol.

"Dimana Kyungsoo?" tanya Baekhyun.

Kai tak langsung memberikan jawaban. Ia hanya menatap datar keenam tamu yang baru saja datang itu.

"Katakan dimana..."

"Dia mati" sahut Kai cepat.

Baekhyun, Luhan dan Tao terperanggah tak percaya.

"Apa maksudmu mati?" tanya Luhan.

"Itu tak mungkin! Kau saja masih hidup!" sahut Baekhyun.

Kai terkekeh pelan.

"Seolma..."

Baekhyun, Luhan dan Tao menatap ketiga manusia serigala dengan pandangan penuh tanda tanya.

"Siapa tamu kita, Kai?"

Kyungsoo tiba-tiba keluar dari rumah. Kai menatap Kyungsoo dan menyambutnya. Kai memeluk Kyungsoo dan mencium kening pemuda manisnya. Kyungsoo melongok dari bahu Kai untuk melihat dengan siapa Kai berbincang.

"Luhan hyung, Baekhyun, Tao?" absen Kyungsoo saat melihat ketiga sahabatnya berdiri agak jauh dari mereka.

"Kyungsoo...neo..."

Kata-kata Luhan tercekat saat melihat warna mata Kyungsoo. Baekhyun dan Tao sama seperti Luhan. Mereka terkejut dengan perubahan Kyungsoo.

"Kita bicarakan didalam"

Kai membawa Kyungsoo masuk diikuti ketiga warewolf dan 'mate' mereka. Keempat psangan itu duduk dalam diam. Mereka memandang takjub bagaimana cara Kyungsoo duduk dipangkuan Kai. Kai sendiri mengamati reaksi yang diberikan ketiga teman Kyungsoo.

"Jadi kau sengaja merencanakan semua ini?" tanya Kris.

"Aku tak merencanakannya tapi terjadi begitu saja" aku Kai.

"Bagaimana bisa?" tanya Sehun.

"Tentu saja bisa jika 'sang penerima' menyerahkan dirinya untuk 'dimasuki'"

Sehun menatap Chanyeol kemudian menatap Kyungsoo.

"Chankaman! Sebenarnya apa yang kalian bicarakan disini?" geram Baekhyun.

"Kyungsoo sebagai manusia sudah aku bunuh dua hari yang lalu. Sedangkan Kyungsoo yang sekarang ini bukan Kyungsoo sebagai manusia"

"Maksudmu?" tanya Luhan.

"Kyungsoo yang sekarang adalah manusia serigala seperti kami" jelas Chanyeol.

Semua mata menatap Kyungsoo. Kyungsoo yang merasa ditatapi hanya bisa menunduk. Kai memeluk Kyungsoo dan mengusap punggungnya.

"Kenapa kau melakukannya?!"

"Kenapa kau mengubahnya?!"

"Kau kejam!"

Baekhyun, Tao dan Luhan seketika menyerbu Kai dengan kata-kata tajamnya. Kai yang tak tahan dengan perkataan ketiga 'mate' itu langsung menggebrak meja yang seketika itu langsung hancur. Kai mengeluarkan taringnya dan juga cakarnya. Matanya yang berwarna kuning berkilat marah. Mengetahui ada tanda bahaya, ketiga manusia serigala lainnya langsung melindungi sang 'mate'. Mereka mengeluarkan kekuatan warewolf mereka. suara geraman terdengar menyeramkan ditelinga ketiga 'mate' itu.

"Sudahlah Kai. Tenangkan dirimu"

"Baek, Lu hyung, Tao. Aku mohon jangan bersikap menuduh seperti itu. Semua murni keinginanku. Aku yang mengijinkan Kai untuk mengubahku. Ini bukan seluruhnya kesalahan Kai" tutur Kyungsoo.

"Itu benar. Semua bukan murni kesalahan Kai karena 'mate'nya menerima Kai. Dan juga Kyungsoo merupakan orang terpilih. Tak banyak 'mate' yang hidup saat dia diubah menjadi manusia serigala. Karena kekuatan manusia serigala yang besar dan tak biasa untuk seorang manusia, mereka tak bisa menyesuaikan diri dan akhirnya mati. Tak banyak warewolf yang melakukan itu. Mereka tak ingin mengambil resiko" jelas Kris.

Kyungsoo memegangi kepalanya yang berdenyut sakit. Tubuhnya ia sandarkan ketubuuh Kai. Kai yang langsung mengerti keadaan Kyungsoo langsung membopongnya.

"Kalian istirahatlah"

Setelah mengucapkan itu Kai langsung pergi bersama Kyungsoo. Baekhyun menatap kepergian Kyungsoo dengan pandangan khawatir. Ia takut sahabatnya itu terluka atau kesakitan.

"Tenang saja. Kyungsoo baik-baik saja" ucap Chanyeol menenangkan.

"Apakah Kyungsoo bisa melalui perubahannya menjadi manusia serigala?" tanya Luhan.

"Tentu saja bisa. Bila 'mate' tidak bisa beradaptasi maka dari awal mereka akan mati. Tapi sejauh ini Kyungsoo tampak baik-baik saja. Aku pikir Kyungsoo hanya belum makan saja" terang Kris.

"Makan? Kai tak memberinya makan?" tanya Tao.

"Bukan itu. Jika Kyungsoo sudah menjadi manusia serigala kau tau sendiri kan makanan apa untuk kaum seperti kami?" balas Kris.

"Daging?" tebak Baekhyun. Chanyeol mengangguk.

"Sepertinya Kai masih belum memberikan Kyungsoo daging segar dan itu pula yang membuat tubuh Kyungsoo masih lemah" ujar Sehun.

Sehun, Kris dan Chanyeol saling menatap. Ketiganya berbicara melalui mata mereka. Setelah isi kepala mereka sama mereka menganggukkan kepala mereka. Sehun dan Chanyeol berdiri dan memberikan tatapan bertanya dari 'mate' mereka.

"Mari kita berburu"

.

.

BAD DESTINY

.

.

Kai merebahkan Kyungsoo diranjang. Kyungsoo menatap sayu kearah Kai. Kai bergerak duduk disebelah Kyungsoo dan membelai rambutnya. Tubuh Kyungsoo masih lemah, Kai sadar hal itu. Dan untuk menyempurnakan perubahan Kyungsoo, Kai harus memberikannya daging segar. Kai takut jika Kyungsoo tak suka dan menolak.

"Apa yang kau pikirkan?" tanya Kyungsoo.

"Memikirkanmu"

"Apa kau menyesal?"

Kai menatap Kyungsoo. Mata Kyungsoo berubah dari hitam menjadi kuning seperti miliknya. Hanya saja warna mata Kyungsoo lebih berkilau darinya. Menampilkan sebuah kelembutan yang mendalam.

"Apa kau menyesal menyerahkan dirimu?"

Kini giliran Kai yang bertanya. Kai masih tak tau harus menjawab apa dari pertanyaan Kyungsoo maka ia berikan pertanyaan yang sama. Kyungsoo menggeleng.

"Aku tak menyesal. Seburuk apapun takdir kita tapi aku tak menyesal. Bila ini adalah takdir yang harus aku jalani untuk bersamamu maka aku rela"

"Kenapa kau melakukan itu? Aku sudah membuatmu menderita selama ini"

Kyungsoo mengulurkan tangannya dan membelai pipi Kai. Kyungsoo tersenyum.

"Karena aku adalah takdirmu. Sekeras apapun kita menghindari ini maka kita semakin terluka. Jangan pernah menyalahkan dirimu. Aku disini. Untukmu"

Kata-kata Kyungsoo membuat dadanya bergemuruh. Ia peluk Kyungsoo dan berharap 'mate'nya ini akan selalu berada disisinya. Kini Kai menambatkan hatinya pada Kyungsoo. Semua ia serahkan kepada Kyungsoo. Hanya Kyungsoo tempat kembalinya. Ia tak butuh yang lain selain Kyungsoo.

TOK

TOK

TOK

Kai melepaskan pelukannya dan menoleh kearah pintu. Sebelum beranjak ia mengecup kening Kyungsoo dan menaikan selimutnya. Kai berjalan kearah pintu dan membukanya. Ia mengernyit melihat Chanyeol dengan Baekhyun berdiri didepan pintu kamarnya. Baekhyun memberikan sebuah nampan kepada Kai. Kai menerima dengan tanda tanya.

"Itu daging segar. Aku yakin Kyungsoo membutuhkan itu sekarang. Aku dan Sehun berburu untuk membawakan Kyungsoo daging itu"

"Aku berharap Kyungsoo menyukainya walaupun baunya sangat menyengat untukku. Biarkan Kyungsoo menghabiskannya"

Chanyeol dan Baekhyun berlalu. Kai menutup kembali pintu kamarnya. Ia simpan nampan itu disamping ranjangnya. Kyungsoo menggeliat dalam tidurnya dan menatap Kai. Ia mengarahkan matanya kearah nampan itu. Warna mata Kyungsoo langsung berubah menjadi kuning. Taring-taringnya mulai muncul dan cakarnya mulai terlihat.

Kai membuka tutup nampan itu dan memperlihatkan tumpukan daging segar. Kyungsoo dengan gesit meraih nampan itu tapi dicegah Kai. Kai menjauhkan nampan itu dari Kyungsoo. Ia bawa nampan itu kearah sofanya. Kyungsoo menggeram dan mengamati setiap gerakan Kai. Kyungsoo langsung meloncat kearah sofa dan menubruk Kai.

"Rasa laparmu masih belum terkendali. Makanlah pelan-pelan kau belum terbisa dengan daging ini"

Kyungsoo merebut makanannya dan memakannya dengan rakus. Awalnya ada rasa aneh dimulutnya tapi lama kelamaan rasa itu sangat menggiurkan. Ia ingin merasakan lagi dan lagi. Kai mengamati cara makan Kyungsoo. Beberapa cipratan darah berada disekitar mulutnya dan tangannya. Kyungsoo tampak tak mempedulikan penampilannya sekarang. Matanya hanya tertuju pada daging segar ditangannya.

Kai menjilati jejak-jejak darah disekitar tangan Kyungsoo. Dirinya langsung berubah dalam bentuk warewolfnya saat tergoda dengan cara makan Kyungsoo. Kai menggigit ujung daging yang dimakan Kyungsoo. Kedua terlibat saling menarik daging. Tangan Kyungsoo mencengkeram bahu Kai sedangkan tangan Kai mencengkeram pinggang Kyungsoo.

Kai dan Kyungsoo terlihat bermain-main dengan makanan mereka. Tak ada yang mau mengalah dalam tarik menarik itu. Suara geraman terdengar cukup keras yang keluar dari mulut Kai dan Kyungsoo. Keduanya menikmati waktu bermain mereka.

BRAK

"Jangan bertindak macam-macam, Kai! Disini ada 3 manusia yang mendengar geramanan kalian, sialan! Bermainlah dihutan!"

Teriakan Kris membuat Kai dan Kyungsoo sadar. Keduanya langsung terdiam. Potongan daging yang tersisa terjatuh. Kai dan Kyungsoo saling menatap kemudai tertawa. Mereka menyadari jika mereka agak bodoh. Mungkin sebuah naluri serigala untuk saling berebut makanan sekaligus bermain-main.

.

.

BAD DESTINY

.

.

Kyungsoo berjalan kearah dapur. Ia melihat ketiga temannya tampak sibuk memasak. Kyungsoo menyenderkan tubuhnya dipintu masuk dapur. Kelihatannya ketiga temannya tak menyadari kedatangannya. Mereka tampak bahagia dan Kyungsoo sedikit menyesal karena harus meninggalkan mereka.

"Kalian sedang memasak apa?"

"Ah Kyungie...Kemarilah dan cicipi makanan kami" ajak Luhan.

Kyungsoo mendekat dan mengambil sendok lalu mengambil sedikit dan mencicipinya. Ia merasakan sebentar lalu berdehem. Luhan, Baekhyun dan Tao mengantisipasi komentar Kyungsoo.

"Agak sedikit asin tapi itu dapat diatasi dengan penambahan gula sedikit"

Luhan mendesah kecewa karena masakannya tak seperti yang ia harapkan. Kyungsoo mengambil sejuput gula dan memasukkannya kedalam masakan Luhan. Ia mengaduknya sebentar dan kembali menyicipinya. Dan hasilnya sudah pas.

"Dimana para serigala itu?" tanya Tao.

"Mereka berburu" jawab Kyungsoo.

"Bukankah mereka tadi sudah berburu dengan Baekhyun hyung dan Luhan hyung?" seru Tao.

"Tadi kami hanya diajak jalan-jalan saja Taoie. Lagipula tadi kita berburu untuk Kyungsoo dan makanan kita" jelas Baekhyun.

"Lalu sekarang mereka berburu untuk siapa?" tanya Tao.

"Tentu saja untuk mereka. Kau pikir untuk siapa lagi?!" sungut Baekhyun.

Tao membanting sendok sayurnya. Baekhyun, Luhan dan Kyungsoo yang terkejut langsung menatap maknae mereka.

"Lalu dari tadi kita susah payah memasak buat apa? Aku pikir mereka akan makan bersama kita! Aku tak mau melanjutkannya lagi!"

Tao yang ngambek langsung kembali kekamarnya. Luhan menghela nafasnya lelah. Tao selalu saja seperti itu. Baekhyun tak mempedulikan Tao dan kembali berkutat dengan masakannya.

"Apa kau masih bisa memakan makanan manusia, Kyung?" tanya Luhan.

Kyungsoo yang sedang menyiapkan piring-piring langsung menoleh.

"Aku masih bisa. Asalkan itu berbau daging. Aku tak masalah dengan yang sudah dimasak. Mungkin karena aku sudah biasa dengan makanan yang sudah dimasak jadi tak mempengaruhiku"

"Lalu apa kau juga bisa makan daging segar?"

Kyungsoo mengangguk.

"Semua tak masalah untukku, hyung"

"Coba Chanyeol juga bisa memakan makanan yang dimasak pasti aku tak akan kerepotan" keluh Baekhyun.

"Memang ada apa, Baek?" tanya Kyungsoo.

"Sungguh aku tak tahan dengan baunya. Begitu menyengat. Melihat Chanyeol memakan daging mentah membuatku mual"

"Kau pernah menemaninya makan?" Luhan cukup terkejut dengan curhatan Baekhyun.

"Tentu. Aku yang memaksanya. Aku ingin tau seperti apa dia makan. Awalnya aku ketakutan melihatnya berubah bentuk tapi setelah itu aku mulai terbiasa"

Suara lolongan serigala terdengar diluar rumah. Baekhyun, Luhan dan Kyungsoo segera melirik kearah jendela yang ada didapur. Ternyata keempat manusia serigala itu sudah kembali dengan gerombolan serigalanya.

Ketiga manusia serigala itu langsung menuju kedapur sedangkan Kris langsung menuju kamar karena ia tau Tao berada disana. Kai langsung memeluk Kyungsoo dan mengendusnya pelan. Sedangkan Luhan dan Baekhyun berjalan mundur saat para kekasihnya mendekat.

"Jangan mendekat! Kalian bau darah dan itu membuatku mual!" teriak Baekhyun.

Chanyeol dan Sehun langsung mengendus-endus tubuhnya. Seingat mereka, mereka sudah membersihkan noda darah sebelum pulang. Apa masih bau?

"Kau tak akan bisa menciumnya karena kau sudah terbiasa dengan itu. Kalian mandilah dan ganti pakaian. Kami akan menyiapkan makanan" ucap Kyungsoo.

"Tapi kami sudah makan. Apa kami harus makan lagi?" tanya Chanyeol dengan bodohnya.

Baekhyun yang geram langsung membuang masakanannya. Ia berharap Chanyeol tetap menemaninya makan walaupun ia sudah berburu. Ia kecewa. Baekhyun pergi meninggalkan dapur. Luhan dan Kyungsoo hanya menggeleng-geleng maklum. Setelah Tao, orang yang mempunyai tempramen cukup tinggi adalah Baekhyun.

"Harusnya kau tak mengatakan itu, hyung. Kau tak lihat tadi bagaimana Baekhyun menatapmu penuh luka" ucap Sehun.

Chanyeol menatap Sehun lalu mengejar Baekhyun. Ia bodoh karena tak peka dengan 'mate'nya itu.

"Aku akan kembali setelah mandi" ucap Sehun. Luhan mengangguk.

"Aku akan membantu kalian" tawar Kai tapi ditolak Kyungsoo.

"Sebaiknya kau mandi juga. Aku tak masalah dengan bau darah tapi Baekhyun hyung, Luhan hyung dan Tao tak biasa"

"Baiklah"

Kai pergi meninggalkan Luhan dan Kyungsoo yang menyiapkan makanan. Luhan tersenyum melihat Kyungsoo. Ia lega melihat dongsaengnya satu ini bahagia. Ia kira tak akan bisa melihat wajah sumringah dari Kyungsoo lagi.

"Apa yang kau pikirkan, hyung?" tanya Kyungsoo.

Luhan yang merapikan meja melirik sebentar kearah Kyungsoo.

"Aku senang kita sudah menemukan kebahagiaan kita. Terutama kau, Kyung"

Kyungsoo tersenyum.

"Akhirnya ada orang lain yang akan menjaga Baekhyun dan Tao. Aku terkadang merasa lelah meladeni sikap ngambek mereka" canda Luhan.

"Kau benar hyung. Tapi rasanya sedih juga. Seperti ibu yang melepaskan anaknya untuk menikah" kekeh Kyungsoo.

"Aku rasa setelah ini tak akan sama lagi"

Suara Luhan berubah sendu. Ia sadar kehidupan mereka tak akan sama seperti dulu. Apalagi Kyungsoo yang sekarang 'berbeda' dari mereka. Kyungsoo yang menyadari perasaan Luhan hanya bisa diam. Ia tau jika kedepannya ia tak akan bisa bersama dengan teman-temannya.

"Apa kau akan meninggalkan kami?" tanya Luhan.

"Aku tak tau, hyung" Kyungsoo menunduk.

Luhan mendekati Kyungsoo dan memeluknya. Ia usap pelan punggung Kyungsoo. Ia sudah menganggap Kyungsoo sebagai adik kandungnya sendiri. Ia tau keputusan besar Kyungsoo akan berpengaruh pada semua hal termasuk kebersamaan mereka.

Pelukan mereka terlepas begitu saja karena Kai merebut Kyungsoo secara paksa. Kai memeluk Kyungsoo posesif. Ia menggeram pelan dengan memandang Luhan tajam. Insting warewolfnya tak membiarkan miliknya disentuh orang lain. Kai akan lebih sensitif berkali-kali lipat jika Kyungsoo terlalu intens berdekatan dengan yang lainnya. Luhan bergidik ngeri melihat Kai yang seakan-akan ingin memakannya hidup-hidup.

Sehun datang lalu memeluk Luhan. Ia benamkan wajah Luhan kedadanya agar matanya tak melihat mata ganas Kai. Ia paham betul perasaan Kai. Seorang warewolf yang ikatannya sudah kuat sebelum 'mating' akan sangat sensitif bila 'mate'nya berdekatan dengan orang lain. Kyungsoo melepaskan pelukan Kai dan menatapnya tajam. Ia tak ingin Kai menatap para sahabatnya layaknya musuh.

"Bagaimana jika kita makan sekarang?" ajak Sehun.

Luhan mengangguk dan duduk bersebelahan dengan Sehun. Sedangkan Kai menarik Kyungsoo untuk duduk dipangkuannya. Ia tak membiarkan Kyungsoo duduk bersebelahan dengan orang lain. Kyungsoo yang merasa percuma memberontak hanya diam dan menurut.

"Dimana yang lainnya? Apa mereka tak ikut makan?" tanya Kyungsoo.

"Entahlah. Aku tak terlalu tau. Sepertinya Chanyeol hyung dan Kris hyung sedang membujuk 'mate' mereka" jawab Sehun.

Akhirnya yang ditunggu-tunggu datang. Keempat orang itu datang dengan wajah masam. Baekhyun duduk disebelah Luhan dan diikuti Chanyeol, Kris dan Tao. Kedua uke yang baru datang hanya diam tanpa memakan makanan mereka. Kyungsoo dan Luhan saling bertatapan dan memberi isyarat untuk memulai acara makan bersama mereka yang pertama.

"Ja! Waktunya makan" seru Luhan.

Luhan mengambil nasi dan lauk yang mereka buat tadi diikuti Kyungsoo. Kyungsoo mengambilkan makanan untuk Baekhyun dan Tao. Kedua uke itu hanya diam.

"Makanlah. Aku tau kalian lapar" ucap Kyungsoo.

Sehun yang terlihat enggan memakan daging olahan itu mengernyitkan keningnya saat memakannya. Ia mencoba memakannya agar bisa mengimbangi Luhan yang makan dengan lahapnya. Kyungsoo memakan makanannya juga. Sesekali ia menyuapi Kai yang nampak menolak makan. Tapi akhirnya Kai tetap memakannya.

Akhirnya Baekhyun dan Tao ikut makan. Mereka masih diam dan tak berisik seperti biasanya. Beberapa kali Chanyeol mengajak Baekhyun berbicara tapi diacuhkan oleh Baekhyun. Kris hanya menatap Tao dalam diam yang sedang menyantap makanannya.

"Kalian makan juga hyung" suruh Sehun kepada kedua hyungnya yang masih diam.

Kris dan Chanyeol mendelik kearah Sehun. Sebenarnya mereka sudah merasa kenyang karena berburu tadi dan sekarang mereka disuruh makan lagi? Sehun menatap mereka seolah-olah berkata 'aku saja memakannya dan Kai juga'. Sehun melirikkan matanya kearah Kai yang sedang disuapi Kyungsoo.

"Apa masakan kami tak menggugah selera kalian?" tanya Luhan.

Kris dan Chanyeol menatap Luhan dan menggeleng lemah. Baekhyun meletakkan sendok dan garpunya. Ia hanya sedikit memakan makannya. Baekhyun menatap Chanyeol.

"Kalau kau tak mau makan bersamaku lebih baik kau pergi. Kau merusak nafsu makanku" ucap Baekhyun datar.

"B-Baek...B-Bukan begitu..."

"Aku sudah selesai makan. Terima kasih makanannya"

Ucapan Tao memotong perkataan Chanyeol. Tao langsung berjalan meninggalkan ruang makan. Baekhyun ikut berdiri dan meninggalkan ruang makan. Kyungsoo serta Luhan mendesah kecewa.

"Hyung! Kalian keterlaluan! Setidaknya kalian memakan makanannya!" sembur Sehun.

"Itu benar. Akan sangat mengecewakan jika kalian tak bisa menemani 'mate' kalian untuk makan. Harusnya kalian paham perasaan masing-masing" imbuh Kyungsoo.

"Benar yang dikatakan Kyungsoo dan Sehun. Aku tau kalian tak terlalu suka dengan daging olahan tapi kami manusia hanya bisa memakannya. Kami tak mempermasalahkan kalau kalian menyukai daging segar tapi setidaknya temani kami makan" ujar Luhan.

Kris dan Chanyeol merasa bersalah. Bukan maksud mereka tak ingin makan hanya saja mereka sudah kenyang dan mereka terlalu antusias untuk berburu sehingga terlalu banyak makan. Kyungsoo berdiri dan mengambil makanan baru didalam piring. Ia menyerahkan kedua piring itu kearah Chanyeol dan Kris. Keduanya menatap heran Kyungsoo.

"Bukan buat kalian. Tapi ini untuk Baekhyun dan Tao. Mereka hanya makan sedikit. Aku khawatir mereka sakit" ucap Kyungsoo.

Kai menarik Kyungsoo hingga terduduk lagi dipangkuannya.

"Jangan buat Kyungsooku mengkhawatirkan orang lain lagi. Pergi sana" usir Kai.

Kyungsoo menyikut perut Kai. Chanyeol dan Kris langsung menuju kamar mereka masing-masing. Luhan masih meneruskan makannya yang belum habis.

.

.

.

.

TBC

HALLO! AKU KEMBALI! Sudah lama tak kembali. Ok ini cerita udah mendekati akhir. Aku tak yakin kapan akan post endingnya. Tunggu aja kelanjutannya. Terima kasih yang masih setia dengan cerita ini atau nunggu ceritaku yang lain. Aku tak menjanjikan apa-apa. Aku tau mungkin cerita ini sudah sangat basi but it's ok.

Terima kasih buat para readers-nim.

REVIEW JUSEYO~~~~~