Monochrome Sekai
Author : Sanao Mikaru
Warning : This story contain YAOI (Boy x Boy), spoiler, salah ketik, gaje, dll
Pairing : SasuNaru [main], AkiraNaru [yaoi]
Rating : T
-M-o-n-o-c-h-r-o-m-e-
'blablalablabla' = suara dalam hati
`blablalablabla` = percakapan melalui telepati
"bla bla bla bla" = percakapan biasa
-o-S-e-k-a-i-o-
Flashback =
Merekapun membangun tenda dan beristirahat di sana.
Monochrome Sekai
Naruto P.O.V.
"Sasuke." Sasuke menolehkan kepalanya ke arahku.
"Hn?"
"Entah mengapa aku merasakan sepertinya besok ketika kita menyusup ke dalam markas Akatsuki, kita jangan memberitahu Itachi dulu." Sasuke tersentak kaget.
"Memangnya kenapa Naruto?"
"Firasatku berkata demikian." Sasuke hanya mengangguk kecil.
"Hei, Sasuke." Aku berusaha menarik Sasuke dari lamunannya.
"Apa?"
"Anggota Akatsuki tinggal dua orang kan?"
"Ya. Yang aku tahu hanya dua orang, Zetsu dan Madara."
"Bagaimana bila ada anggota lain yang terlewat oleh Itachi atau oleh kita." Sasuke menaikan alisnya.
"Sudahlah Naruto jangan terlalu khawatir. Hari sudah malam sebaiknya kita tidur." Aku hanya mengangguk lalu tidur mendekati Sasuke. Sasukepun melingkarkan tangannya di tubuhku. 'Tapi… aku masih ragu.' Mendengar detak jantung Sasuke, akupun tertidur.
[Line]
"Jangan lupa Naruto. Selain menyamarkan chakra, kamu juga harus menyamarkan ñeque milikmu. Karena Madara adalah salah satu anggota Uchiha."
"Aku tahu. Hanya saja… Apa kamu yakin Sasuke? Kamu akan membantuku membunuh Madara. Madara Uchiha, anggota keluargamu yang masih hidup selain Itachi."
Sasuke memejamkan matanya. Lalu berbisik, "Tekadku sudah bulat. Jika aku harus membunuhnya, aku akan melakukannya."
Aku hanya tersenyum pilu.
[Line]
Author P.O.V
"Dengan Yakushi, kita dapat menggunakan jurus pemanggil yang sudah mati dan mengendalikan mereka. Zetsu perbanyak klonmu. Kumpulkan semua pasukan! Kita akan menyerang lima desa terkuat. Tentu saja dengan bantuan klonan bijuu."
"Baik, tuan Madara!"
"Kalau begitu aku akan menyiapkan bahan-bahan untuk ritual." ucap Kabuto yang berlalu meninggalkan Madara seorang diri.
Madara mengangkat topengnya memperlihatkan setengah wajahnya. Mata satu sharingannya berputar-putar kemudian berubah bentuk menjadi pola sharingan yang berbeda.
Naruto terkejut melihat topeng yang dibuka oleh Madara. 'Orang itu…' Karena kaget, kendali ñeque Naruto terlepas.
Madara melihat ke arah tempat Sasuke dan Naruto berada. "Siapa di sana!"
`Sasuke larilah!`
`Kamu yang harus lari Naruto. Dia Uchiha, akupun Uchiha. Setidaknya aku dapat menghalanginya walaupun hanya beberapa jam. Kamu temui Itachi!`
`Tidak Sasuke! Kamu yang harus menemui Itachi. Aku yang akan menghadapinya. Jangan sampai Madara tahu kamu ada di sini denganku. Aku pasti bisa menghalanginya sampai kamu bertemu dengan Itachi.` Sasuke melihat sifat Naruto yang keras kepala hanya dapat menghela nafas.
`Baiklah Naruto.` Sasuke dan Naruto berpisah jalan. Sasuke bertemu dengan Itachi. Sedangkan Naruto memperlambat diri.
Ketika Madara datang mendekat, Naruto melihat ke belakang. Di sana Madara berdiri sejauh tiga puluh langkah dari tempat ia berdiri. Sharingannya yang aneh itu berusaha menaklukan Naruto. 'Berusaha membuatku tak sadarkan diri. Memang aku sering berlatih dengan sharingan milik Sasuke, tapi sharinganku maupun Sasuke belum mencapai tingkatan seperti sharingan yang dimiliki Madara. Dan jika aku mengaktifkan sharingan, Madara akan tahu bahwa aku dan Sasuke telah terikat melalui ligamiento sangre.' Naruto berusaha sekuat tenaga melawan sharingan Madara, tapi ia hanya dapat menahan kesadarannya, tidak dengan tubuhnya. Narutopun jatuh terduduk.
"Ternyata kamu yang mendengar pembicaraanku, Naruto."
Naruto menyernyitkan dahi, terus berusaha mematahkan kekuatan sharingannya. "Madara…"
"Hm…" topeng orange miliknya terlepas semua dari wajahnya sehingga Naruto dapat melihat wajahnya dengan sangat jelas.
"Kamu… Benar-benar orang itu…"
Melihat ekspresi terkejut Naruto, Madara mengangkat sebelah alisnya. Tak lama kemudian, "Oo.. Jadi kamu masih ingat hari itu?"
Laki-laki bermata biru itupun hanya mengangguk pelan.
Entah berapa lama mereka terdiam seperti itu. Naruto terus mengamati sosok Madara yang terus berdiri tidak melakukan apapun kecuali menatap balik Naruto.
`Naruto… Naruto!`
`Y-ya?`
`Apa kamu baik-baik saja Naruto?` Naruto tidak menjawab pertanyaan Sasuke. Naruto hanya memicingkan matanya.
"Wa-walaupun kamu adalah orang itu. Itu tidak akan mengubah rencanaku!" Naruto berteriak lantang.
Madara menghiraukannya. Dengan nada kalem miliknya, diapun berkata. "Aku sudah menyiapkan semuanya Naruto. Jika kamu tidak menyerangku dengan semua kekuatanmu. Aku akan membunuh orang-orang yang kamu sayangi."
Mata Naruto membesar, kilatan amarah muncul di mata birunya, "Kamu tidak akan…"
"Tidak akan apa? Tidak akan berani? Tidak akan bisa? Tidak akan berbuat sekejam itu? Pikiranmu tentangku tinggi sekali Naruto. Aku bisa melakukan apapun yang aku mau. Aku tidak terikat denganmu! Jangan harap kamu dapat membantuku Naruto! Janjimu itu tidak akan pernah terpenuhi!" Kini, giliran mata Madara yang berkilat amarah.
Melihat mata itu, Naruto meringis.
`Naruto! Naruto jawab aku!` Suara panik Sasuke terdengar lagi. Mendengar suara Sasuke, Narutopun memantapkan diri. Ia menatap Madara, "Aku.. pasti akan memenuhi janjiku padamu.. Sampai jumpa lagi Madara…" Narutopun menghilang bagai kristal yang pecah, butiran kecil dari kristal itu terlempar ke segala arah. Dari sekian banyak butiran, hanya satu yang ukurannya lebih besar dari yang lain yang tepat mengenai wajah Madara. Bukan hanya terbesar, tapi juga tertajam.
Dengan ñeque, Madara mengurangi dampak buruk dari butiran Naruto. Hanya segores luka terlihat di pipi kanannya. Dia tidak bergeming. Mata onyxnya memandangi tempat Naruto menghilang. Perlahan tapi pasti, seringai licik terlihat di wajahnya. "Huh! Kita lihat saja nanti, Naruto."
^…Di tempat Sasuke…^
Sasuke tiba di markas Itachi.
"Aniki!" teriaknya panik.
Itachi segera menghampiri Sasuke. "Kemana Naruto?"
Sasuke hanya memijat dahinya. "Itulah masalahnya aniki. Ketika kami masuk ke markas Madara-"
"Apa! Mengapa kamu tidak memberitahuku, otouto!"
Sasuke yang tidak suka dipotong, langsung menyemprot Itachi. "Naruto yang memintaku untuk tidak memberitahumu aniki." Melihat Itachi yang membuka mulutnya bersiap menyemprot balik adik kesayangannya itu, Sasuke mengangkat tangannya tanda berhenti.
"Naruto merasakan firasat buruk. Ketika kami masuk ke dalam markas. Aku tidak menyangka Kabuto masih hidup! Padahal aku dan Naruto sudah menyerapnya."
"Mungkin dia mengganti tubuhnya, sebelum peristiwa itu terjadi."
"Mungkin.."
[Line]
`Naruto! Naruto! Jawab aku!`
Sasuke dapat merasakan dari ligimianto sangre, apa yang Naruto rasakan saat ini. Terkejut, amarah, kesedihan, percaya dan yang terakhir kesungguhan, semuanya bercampur dan membentuk garis yang lurus yang sedikit bergelombang.
'Ada apa ini?'
Tiba-tiba suhu di sekitar berubah, dan Narutopun muncul dengan jurus kristalnya. Tatapannya bertemu dengan Sasuke, air matapun mengalir, Naruto langsung memeluk erat sambil meneriakan namanya.
Sasuke yang kaget hanya dapat membalas pelukan Naruto sambil mengangguk kecil. "Naruto?"
"Di.. dia jahat sekali… Huwaaa!" Sasuke berusaha menenangkan Naruto. Dia lalu duduk dengan Naruto yang masih memeluknya. Perlahan tangisan Naruto mereda, tidak ada suarapun yang terdengar. "Naruto?"
'Tidak menjawab?' Sasukepun melepaskan Naruto lalu melihatnya. 'Ya ampun… Anak ini!' Naruto sudah tertidur dengan tenang.
Melihat matanya yang sembab karena menangis, membuat Sasuke bertanya-tanya, 'Sebenarnya, apa yang membuat Naruto seperti ini?'
[Line]
"Jadi, Madara… Orang itu!" teriak Sasuke.
Naruto yang sedari tadi menunduk hanya mengangguk pelan.
"Tsk! Aku tidak menyangka akan jadi seperti ini!" Sasuke mengacak rambutnya.
Narutopun menatap Sasuke. "Sasuke. Sebaiknya kita harus peringati lima desa terbesar akan rencana Madara. Pergilah ke desa bunyi, peringati Kimimaro. Dan aku akan pergi ke Konoha, aku akan memberitahu Tsunade rencana yang Madara buat." Sasuke mengangguk tanda setuju, lalu dia menatap Itachi.
"Aniki.." Melihat Sasuke dan Naruto, Itachi hanya menghela napas.
"Baiklah, aku akan mengunjungi desa-desa kecil, agar merekapun siaga. Kalian berdua hati-hati."
"Pasti Itachi." Naruto mengedipkan matanya.
Senyuman kecil terlukis di wajah Itachi. "Kalian berdua adalah keluargaku. Aku benar-benar mengharapkan kalian."
Naruto tersenyum senang, sedangkan Sasuke mengangguk. "Kami tahu. Dan Itachi, jaga dirimu baik-baik, karena kamu masih berada dalam buku buronan."
"Kalau begitu, sampai jumpa lagi Itachi/aniki.." Sasuke dan Narutopun menghilang bagai angin.
[Line]
Tsunade mengarahkan pandangannya pada Naruto. "Sekarang apa yang akan kamu lakukan Naruto?"
"Aku akan memberitahu Gaara dan Raikage, lalu desa ombak." melihat Tsunade yang menganggukan kepalanya tanda mengerti dan mempersilahkan Naruto melanjutkan perkataannya.
"Sasuke sekarang sedang memberitahu Kimimaro. Itachi memberitahu desa-desa kecil."
"Sisanya aku yang akan tangani." ucap Tsunade yang masih memandang tajam Naruto.
"Naruto, jaga dirimu baik-baik. Sampaikan salamku pada Sasuke dan Itachi." tatapan itupun melembut.
Naruto hanya mengangguk. "Sampai jumpa nenek." Naruto segera melompat keluar jendela menghindari kursi yang dilempar Tsunade.
[Line]
"Gaara… Mengapa ada di sini?" tanya Temari pada adiknya itu. Kankuroupun ikut melihat ke arah Gaara. Gaara hanya memandangi langit sore dari jendela ruangan kage miliknya. Temari dan Kankurou yang membawa kertas-kertas pekerjaan untuk Gaara terus memandang kage yang masih duduk memandang langit.
Dengan suara datarnya, Gaara berkata,
"Perang… Akan segera dimulai…."
∞∞∞∞∞∞TBC∞∞∞∞∞
Sepertinya tetap pendek… ^-^a Dan Sanao sudah lamaaa sekali tidak meng-update fic ini. Tapi, tenang… Sanao tidak akan berhenti melanjutkan cerita-cerita Sanao. :D Haduh re-write itu enggak gampang ya? Sanao udah re-write cerita ini. Tapi kok jadi beda jalan ceritanya? o.o Please, Sanao minta masukan dari para pembaca tercinta tentang hal ini.
Apa hubungan antara SasuNaru dan Madara? Bagaimana dengan perjalanan Itachi? Bagaimana dengan Tsunade dan teman" di Konoha? Terus kok Gaara tau sih? -.-a. Semua jawabannya ada di chapt" berikutnya… Jadi sampai jumpa lagi di chapt berikutnya… Ciao ^o^
Thankyou for review :D
Akafia
Fox NaomiAkuma
Takaishi Hiroki
Anata Kiyoshi
Tsuki no Akaiichi
= Ehehe.. terimakasih :D Ups… enggak kilat ya? *celingak-celinguk*
Orange Naru
NaMIAkaze-kawaii
=Halo… halo… ^o^ Tentu saja tidak :D Uwah terimakasih.. Amin ^o^
Kushimina
=Habisnya yang vote buat Hidan sedikit.. *pout* Itu masih… Rahasia! :D Ehehehe.. Akan terbongkar di chapter" berikutnya :D
Reviewan, alert, fave dari kalian semua sangat membuat Sanao senang… Terimakasih semuanya! ^o^
