Sakura dan Sasuke saat ini sedang makan bersama. Hari ini Sasuke bertingkah aneh menurut Sakura. Semenjak dia mengajak Sakura masuk. Sasuke bahkan memasak makanan untuk Sakura juga, dan mengajaknya makan bersama.
Apa yang sebenarnya terjadi?
Bukannya Sakura tidak menyukai perlakuan Sasuke saat ini. Namun Sakura takut jika Sasuke akan berubah dingin lagi kepadanya. Dan dia tidak mau merasakan sakit yang bahkan bisa lebih.
"Sakura?"
"Ya"
"Apa kau masih menulis? Kenapa kau tidak bekerja seperti yang dulu kau impikan?" tanya Sasuke yang sebenarnya sudah menjadi pertanyaan lama yang belum ia utarakan.
"Aku sudah berhenti Senpai. Dan sekarang aku sedang mencari pekerjaan"
"Bagaimana jika kau bekerja diperusahaan ku. Kau bisa menjadi sekretaris ku." tawar Sasuke.
Oh... Ini seperti yang selalu diimpikannya menjadi Sekretaris Sasuke. Dan sekarang itu semua sudah terpampang didepan matanya. Sakura sangat senang sekarang. Tapi.. Jual mahal dikit bolehkan?
Menggigit bibir bawahnya untuk menahan senyumannya "Akan kupikirkan". Good Sakura. Dan Sasuke hanya mengangguk.
"Jika kau siap kau bisa memberitahuku" Final Sasuke dan mereka melanjutkan makan malam mereka dalam diam.
.
.
Pagi ini adalah pagi yang meneyebalkan bagi Sakura. Pagi pagi dia sudah mendengarkan petuah dan banyak pertanyaan dari orang yang sedang mennghubunginya. Sekarang Sasori sedang menanyakan berbagai hal alasan Sakura berhenti menjadi seorang penulis, dan hal hal yang terjadi didalam rumah tangganya.
'Sial kau Sai' batin Sakura merutuki Sai. Oke jika dia berhenti menjadi penulis itu benar. Namun si hantu itu malah melebih lebihkannya dengan bilang kepada Sasori jika Sakura mata Sakura sudah buram, reumatik karena terlalu sering mengetik dan hal gila lainya. Memang Sakura tidak mengatakan alasannta berhenti. Tapi si hantu itu juga tidak harus mengarang hal yang menyebalkan.
Menyebalkan. Seharusnya Sai tau bagaimana overprotectifnya si Setan Merah itu.
"BERISIK" bentak Sakura.
"Ya kau berisik mengganggu mimpi indahku."
"Entah.. Kau tau, Sasuke memberiku tawaran menjadi sekretarisnya. Menurutmu apa aku harus menerimanya?"
"Baiklah.. Aku akan mengunjungi apartement mu.jaa" tanpa menunggu balasan Sasori. Dan Sakura melanjutkan tidurnya. Persetan dengan Matahari yang sudah terik.
.
.
Sudah pertengahan Siang dan Sakura masih enggan untuk membuka matanya. Dia sangat malas untuk hari ini. Biarlah. Karena orang lainpun tidak akan mengetahuinya. Namun dia mempunyai janji dengan Sasori. Maka dengan terpaksa Sakura pun bangkit dari tidurnya.
Setelah selesai bersiap Sakura langsung berangkat menuju rumah Sasori. Kali ini dia pergi menggunakan taxi. Dia sangat malas untuk menggunakan bus ataupun kereta bawah tanah. Kalo masalah mobil Sakura memang punya, tapi belum lancar dan Sakura sangat takut mengendarai mobil sendiri.
.
.
Taxi yang ditumpangi Sakura berhenti dikawasan apartemen mewah. Ini baru kalipertama Sakura menginjakan kaki disini. Sasori memang kaya. Namun suaminya juga.
Sakura memasuki lift dan menekan tombolnya. Tadi sebelum Sakura kemari Sasori memberitahukan alamatnya sedetail detailnya. Awalnya juga Sasori menawarkan dirinya untuk menjemput Sakura namun ditolak.
Ting. Tong. Ting. Tong
Sakura menekan bel apartemen Sasori berulang tanpa henti. Hitung hitung balas dendam paginya yang menyebalkan.
Ceklek..
Pintu dibuka dengan disambut wajah masam Sasori.
"Kau sangat tidak Sabaran Darling..." goda Sasori.
Tanpa merespon godaan Sasori, Sakura menyelonong masuk kedalam apartemen Sasori dan langsung tiduran di sofa panjangnya.
"Apa kau kesini hanya untuk pindah tidur? Atau kau ada masalah?" Dengan nada khawatir diakhir pertanyaanya .
Sakura hanya menggeleng dan menghidupkan TV.
"Aku ingin soda" ucap Sakura.
Dan Sasoripun pergi membawa Soda dan beberapa cemilan yang Sakura suka.
"Nee.. Apakah aku harus menerima tawaran Sasuke?" Tanya Sakura membuka percakapan diantara mereka.
"Aku kira kau akan langsung mendatangiku saat kau memutuskan berhenti. Aku ingin menjadikanmu model di agensi yang kupegang. Dan kau tahu seseorang yang kau tolak dulu sekarang menjadi seorang model dan aktor terkenal di China. Apa kau ingin berpaling?" Sasori menyeringai.
Sakura mengajar Sasori dengan bantal yang ia pegang.
"Sialan. Aku bertanya serius bodoh. Dan kau kira aku percaya?"
"Baiklah. Bukankah itu keinginanmu dari dulu? Aku rasa tidak ada salahnya menjadi sekretaris Suamimu. Tenang saja kau bisa mendatangiku saat kau butuh bantuan."
"Arigatou" peluk Sakura ke pinggang Sasori. Dia sangat terharu terhadap Sasori.
"Apa kau tidak bekerja hari ini?" tanya Sakura setelah melepas pelukannya.
"Tidak. Aku bosnya disana. Jadi aku bisa membolos kapanpun. Haha.." tawa Sasori.
"Tch. Sombong. Jika seperti itu kau akan segera bangkrut" cibir Sakura
"Doa mu terlalu buruk" kekeh Sasori.
Dan Sakura hanya mencebik.
.
.
Sakura diantar pulang oleh Sasori. Hari memang sudah sore, menghabiskan waktu bersama Sasori memang tidak akan ada habisnya. Dan juga sekarang masih pukul 4 sore.
Sakura beranggapan Sasuke belum pulang. Nyatanya Sasuke sedang duduk disofa ruang tamu saat Sakura memasuki rumahnya. Dan itu membuat Sakura terkejut.
"Senpai sudah pulang? Kapan? Tumben cepat" tanya Sakura gugup saat dipandang intens oleh Sasuke.
"Hn. Dari mana kau?" jawab Sasuke dingin.
"A-aku dari tempat Sa-Sasori" Sakura menunduk takut Karena Sasuke yang memicingkan matanya.
Entah kenapa Sasuke sangat marah terhadap Sakura saat mengetahui darimana dia pergi. Apalagi Sasori dan Sakura terlihat sangat dekat.
Sasuke bangkit dari duduknya dan berjalan pergi meninggalkan Sakura sebelum emosinya semakin menjadi.
Sedangkan Sakura hanya menghela nafas lega. Tadi dia merasa sedang di intograsi oleh Sasuke. Dan Sakura pun pergi kekamarnya untuk membersihlan diri. Mungkin saat emosi Sasuke sudah dingin, Sakura akan membicarakan perihal tawaran Sasuke.
.
.
Saat ini Sasuke sedang menikmati angin malam dibalkon rumahnya. Pemikirannya sedang agak kalut sekarang. Apakah dia sekarang sudah mulai menerima kehadiran Sakura? Sasuke menggeleng kecil. Dia masih tetap menyukai Hotaru. Itu yang ia yakini.
Tapi melihat Sakura yang bebas berekspresi dihadapan Sasori itu membuatnya sedikit marah? Mungkin dia hanya merindukan masa dimana dirinya dan Sakura sering tertawa dan bercanda bersama. Benarkah itu?
Menghela nafas berat dan memejamkan matanya.
"Senpai kau tidak boleh mencari gadis lain selain diriku disana"
Bayangan saat Sasuke akan pergi melanjutkan sekolahnya ke Inggris,–London Business School. Dimana Sakura menangis memeluknya. Dulu dirinya menganggap itu hanya sebuah candaan Sakura kala itu.
Namun kenapa kata kata itu yang terlintas dibenaknya. Huh.. Sasuke menghela nafas kasar dan mengacak rambut belakangnya.
"Mau?" Sakura menawarkan teh hangat yang ia bawa.
Tadinya ia akan masuk ke kamarnya, namun Sakura urungkan saat melihat Sasuke sedang berdiam diri di balkon.
Sasuke menatap gelas yang disodorkan Sakura, lalu beralih menatap Sakura. Dan Sasuke menggeleng sebagai jawabannya. Setelahnya mereka hanya menatap langit malam dengan pemikiran masing masing.
"Mengenai tawaranku.."
"Aku mau.." jawab Sakura karena pernyataan Sasuke yang menggantung.
"Kau bisa bekerja besok"
"Tapi aku belum mempersiapkan berkas lamaranku" ucap Sakura terkejut.
Sasuke hanya tersenyum geli. "Kau bekerja diperusahaanku. Itu bisa ku urus nanti" seru Sasuke.
Sakurapun mengangguk dan tersenyum. Dan malam itu mereka habiskan dengan pembicaraan tentang kerjaan yang akan Sakura kerjakan diselingi dengan cerita ringan.
.
.
.
Pagi ini Sakura dan Sasuke berangkat bekerja sama. Ini pertama kalinya Sakura duduk dimobil Sasuke setelah sekian lama. Dan itu sangat menyenangkan.
Mereka menjadi pusat perhatian hari ini. Bagaimana tidak ini adalah kalipertama bagi Sasuke dan Sasuke terlihat bersama selama pernikahan mereka. Itu membuat pertanyaan masing masing bagi para karyawan yang melihat itu.
Sasuke mengantar Sakura keruangan barunya dan disana ada Karin sekretaris lamanya. Dan dengan terang terangan pula Karin menunjukan ketidak sukaannya terhadap Sakura. Sedangkan Sakura yang melihat itu tak acuh terhadap sikap Karin padanya. Siapa peduli?
Dengan santai Sakua duduk dikursi kerjanya, lalu mengerjakan tugas pertamanya tanpa mempedulikan Karin yang terus menatapnya.
Jam makan siang, dengan tiba tiba Sasuke menghampiri Sakura yang masih berkutat dengan pekerjaannya.
"Kau tidak ingin makan siang?"
Suara baritone mengalihkan perhatian dari pekerjaannya.
"Sebetar lagi Senpai, tanggung hehe.." jawab Sakura.
Tanpa terduga Sasuke menarik kursi didepannya dengan santainya, tanpa mempedulikan Sakura yang terkejut.
"Hn" hanya itu yang keluar dari mulut Sasuke.
Dengan terpaksa Sakura memberhentikan pekerjaannya. lalu membereskan meja kerjanya. Sasuke yang melihat hal tersebut hanya menyeringai. Dan merekapun melangkah keluar mencari makan siang.
Saat ini Sakura berada didalam mobil Sasuke. Sasuke mengajaknya makan diluar.
"Kau mau kemana?" tanya Sasuke sambil memasang seatbeltnya.
"Ichiraku Ramen!?" jawab Sakura ragu.
Namun Sasuke langsung menyetujuinya. Dan mobil Sasuke melesat menuju Ichiraku Ramen.
.
.
.
Keesokan paginya Sakura diberitahukan akan mengadakan rapat tentang proyek barunya dengan salah satu klien Sasuke. Siapa orangnya? Sakura tidak peduli karena dia memang tidak tahu.
Tok. Tok.
Sakura mengetuk pintu ruangan kerja Sasuke.
"Senpai, ini berkas untuk rapat siang nanti" Sakura menyerahkan berkas itu kepada Sasuke.
"Hn. Persiapkan juga untuk ruang rapatnya" tanpa mengalihkan atensinya dari komputernya.
"Baik." dan Sakura pun undur diri.
Sekarang Sakura sedang berada diruang rapat untuk mempersiapkan segala yang diperlukan untuk rapat nanti. Namun tiba tiba dia dikejutkan dengan seseorang yang merangkulnya.
"Hai.. Darling.." ucap seseorang dibelakangnya.
Sakurapun membalikan badannya dan memicingkan matanya, namun saat melihat orang itu dia Sakura mendengus sebal.
"Sedang apa kau disini. Kau mengganggu. Pergi sana. Hus hus.." usir Sakura.
"Aww.. jahat sekali. Aku ini KLIEN mu lho.." Sasori menyeringai jahil.
"Jangan bercanda. Bisa bisa perusahaan ini bangkrut karenamu"
"Kenapa kau tidak tanyakan suamimu itu" tantang Sasori. Dan Sakura hanya mendengus lalu menginjak kaki Sasori dan meninggalkan Sasori yang merintih kesakitan.
Menghentak hentakan kakinya kesal, Sakura berjalan dengan menggerutu sepanjang jalan menuju ruangannya. Mood agak rusak karena Sasori. Tanpa memperhatikan langkahnya Sakurapun menabrak seseorang.
"Ah maaf" Sakura langsung menunduk meminta maaf.
"Tch menyebalkan" sinis orang itu.
Sakura yang mendapat jawaban kurang mengenakan, langsung saja menengadahkan kepalanya. Oh dia sangat menyesal meminta maaf sekarang. Karin. Orang yang ditabraknya. Bahkan dia juga terang terangan menganngkat bendera perang terhadap Sakura. Padahal jelas jelas Status Sakura adalah ISTRI dari UCHIHA SASUKE. Menyebalkan.
Sakura menatap tajam Karin saat Karin balik menatapnya. Hingga sebuah suara mengacaukan semuanya.
"Apa kalian saling tertarik? Kalian membuatku geli" ucapan itu membuat perempatan didahi perempuan itu muncul.
Sakura berbalik dan lagi dia memicingkan matanya saat melihat orang itu. Sedangkan Karin langsing membungkuk hormat melihat Sasori. Sakura yang melihat itupun menyeringai. Sebuah ide terlintas dibenaknya.
"Ano.. Karin-san bisakah kau membelikan sesuatu untuk Akasuna-sama? Kurasa ini sudah waktunya makan siang?" ucap Sakura dengan nada sehalus mungkin, membuat Karin menggeram kesal dengan itu.
Lalu Sakura memberi menatap Sasori seperti mengatakan 'ikuti permainanku' dan Sasori yang melihat itupun hanya bisa pasrah. Oh ayolah lihatlah tatapan intimidasi Sakura.
"oh ya bisakah kau membelikanku masakan Prancis?" pinta Sasori. Rasanya bersenang senang dengan Sakura bisa memeriahkan harinya.
Karin yang mendengar permintaan langsung dari Klien penting itupun hanya dapat mengangguk pasrah. Dan dia pergi dengan hati yang terus mendumel. Dia bersumpah akan membalas Sakura nanti.
Melihat kepergian Karin, Sakura langsung tertawa, apalagi ditambah dengan wajah karin tadi yang menurutnya sangat lucu, membuat tawanya pecah. Sasori hanya menggeleng saat melihat Sakura.
"Kau harus membayarku atas kejadian ini, Kau tau aku yakin Sasuke akan marah melihat pwgawainya pergi tanpa izinnya" ujar Sasori.
Sakura menyeka air matanya akibat tertawa. "Tenang saja. Kau ka KLIEN PENTING disisni" sindir Sakura.
Rapat sedang berlangsung dengan baik, namun bagi Sakura ini sangat membosankan. Lihatlah Sasori yang serius itu. Sasuke? Jangan ditanya dia mungkin adalah orang paling serius disini. Sakura, menghela nafas bosan. Dia ingin segera keluar dari sini, jika tidak ingat posisisnya sekarang.
Bukannya Sasuke tidak memperhatikan gerak gerik Sakura yang mati kebosanan. Namun, Sasuke hanya ingin Sakura terbiasa dengan semua ini. Dia tahu sifat Sakura yang satu ini. Dan juga melihat wajah Sakura yang kusut seperti ini adalah hiburan tersendiri bagi Sasuke.
Sakura sedang memperhatikan Sasori yang sedang presentasi didepan dengan bosan. Namun mendengar pernyataan akhir Sasori membuat mata Sakura membulat sempuran dan tingkah Sakura yang itupun tidak lulut dari perhatian Sasuke.
"Saya mengusulkan 'Sabaku Gaara' untuk model promosi kerja sama kita" Sasori menyeringai saat menusulkan nama Aktor salah Satu naungan di agensinya. Dan menatap Sakura.
'Sial'.. Batin Sakura.
Sedangakan Sasuke hanya menatap heran Sakura yang menatap tajam Sasori dan mengalihkan atensinya. Sasuke dapat melihat Sasori yang menyeringai kepada Sakura.
"Bagaimana pendapatmu, Sakura-san?" tanya Sasori masih dengan seringainya. Sedangkan Sakura hanya gelagapan saat ditatap oleh orang orang yang hadir dirapat ini.
Sasuke mengernyitkan alisnya. Hello.. Disini dirinya dan Sasori yang sedang mengadakan kerja sama. Tapi kenapa Sasori malah menanyakan pendapat Sakura. Apa apan itu? Dan lihat semua orang yang menatap Sakura. Menyebalkan. Karena kesal Sasuke berdehem keras membuat semua orang mengalihkan perhatiannya terhadap Sasuke termasuk Sakura dan Sasori.
"Apa kau tidak menanyakan pendapatku?" kesal Sasuke.
Sasori hanya menyengir tanpa dosa terhadap Sasuke. Dan Sasuke hanya mendengus kesal begitu pula dengan Sakura.
"Aku rasa kau akan setuju setuju saja. Karena itu aku menanyakannya kepada 'sekretaris'mu" jawab Sasori santai. Sasuke hannya memutar bola matanya bosan.
"Jadi bagaimana pendapamu Sakura?" tanya Sasuke datar.
Sakura langsung gugup. Oh beribu umalpatan didalam hati Sakura untuk Sasori.
"eeh.. A-Aku se-setuju saja" jawab Sakura gagap.
Dan dia langsung diberikan tepuk tangan heboh dari Sasori. Sakura memicing tajam terhadap Sasori yang menyeringai kepadanya.
"Awas kau merah sialan" desis Sakura.
Tbc
Garing? Oke aku bener bener minta maaf atas keterlambatan aku. Aku bener bener ngga nyangka kerja itu cape, jauh dari ortu dan hal hal lainya.. Hehe maaf curcol.. Jadi kemarin kemarin pulang kerja langsung tidur..hehe.. Masih beradaptasi akunya.. Jadi aku MINTA MAAF BANGET. Dan maaf kalo ngg kerasa feelnya.
