Kuroko no Basket © Tadatoshi Fujimaki
Katekyo Hitman Reborn © Akira Amano
.
.
Chibi!
.
.
Chapter 11: Ayo Selamatkan Izuki!
Sepuluh kali sudah G menghela napas memerhatikan rintik-rintik hujan di luar yang semakin deras.
Giotto masih gelindingan bertiga dengan Tsuna dan Gokudera di depan televisi sambil menyaksikan drama India yang sedang ramai dibicarakan tetangga.
"Oi, Gio—"
"GYAAAAAHHH SHUUUN-NIIII!"
"—tto..."
G dan Giotto tersentak, saling berpandangan, sebelum akhirnya berlari keluar untuk melihat apa yang terjadi.
Di jalanan depan rumah Giotto ada Takao Kazunari, basah kuyup, berjongkok di depan selokan sambil memasang wajah panik. Tangan kanannya langsung melambai seolah memanggil untuk ke sana ketika melihat Giotto dan temannya ke luar rumah.
"NII-CHAN TOLONG!"
Giotto langsung berlari menembus hujan.
"Nii-chan ada apa?" Gokudera yang menggandeng tangan Tsuna menjadi ikut panik, Tsuna malah hampir menangis ketika mendengar teriakan Takao —mengira temannya itu kenapa-napa.
G melirik sebentar ke arah Giotto, pemuda itu terlihat kepayahan sambil menarik sesuatu. Hujan semakin deras, rambut Giotto lepek terkena guyuran air.
"Kalian tunggu di sini, aku akan melihat Giotto di sana."
Mama G berlari menembus hujan.
G tercengang ketika sampai di sana. Seseorang yang ia ketahui bernama Izuki Shun sedang terjebak di dalam selokan entah bagaimana caranya. Takao menangis di belakang Giotto, sementara temannya yang berambut pirang sendiri sedang memegangi lengan Izuki agar tidak terseret arus.
Belajar dari pengalaman G tahu selokan di depan rumah Giotto berbahaya, banyak lumut di dindingnya. Pernah sekali ia nyemplung ke dalam sana untuk mengambil bola milik Tsuna dan ia tidak bisa keluar sendiri sampai ayah Giotto membawakannya tangga. Pantas aja si pirang itu lebih memilih beli bola baru dari pada mengambil bola di selokan yang dalamnya hanya se-dada orang dewasa.
"Ayo Shun, cepat naik, aku pegangin kok!"
G menggemplang kepala Giotto, "Selokannya licin, mana bisa dia naik. Cepat sana ambil tangga!"
"Eh? Ta-tapi siapa yang megangin Shun? Nanti dia keseret air..."
"Aku."
Sejenak Giotto tersenyum jahil, lalu bersama Takao ia pergi mengambil tangga di sebelah rumah.
"Ah, Kazu-chan tunggu di sini aja ya sama Tsuna dan Gokudera." Giotto menepuk-nepuk kepala Takao dan menyuruh Tsuna untuk mengambil handuk dari dalam rumah.
Giotto dan tangga berlari menembus hujan.
Izuki hampir kehabisan napas ketika Giotto dan tangganya datang. Setelah sang tangga penyelamat diletakkan di samping kanan Izuki, dengan hati-hati dan penuh bantuan dari G, sepupu Takao Kazunari itu menaiki tangga untuk menyelamatkan diri.
Setengah hidup Giotto menahan tangga agar tidak terseret arus.
"Hah. Hah. Terima kasih."
Izuki selamat, semua lega.
.
.
"... aku terlalu semangat main hujan sampai nggak lihat jalan, jadi aku terpleset dan masuk selokan deh." Izuki tertawa sambil menyesap teh hangatnya. Baju basah miliknya dan Takao sudah diganti dengan baju milik Giotto dan Tsuna. Luka-luka kecil terlihat di kaki mulus Izuki.
G mendengus, selama ini dia pikir hanya Giotto yang mirip bocah, ternyata ada lagi yang lain.
"Emm... ano G-nii, Shun-nii, nii-chan di mana ya?"
Izuki tertawa gugup.
G membuang muka.
Tsuna dipenuhi tanda tanya.
See you next chapter :3
Oke, mari biarkan abang Giotto hilang.
Makasih untuk yang udah baca, kalau ada typo(s) mohon dimaafkan :)
