Chapter 11 : The Pervert Toad Sennin of Myobokuzan


A/N : Maaf untuk keterlambatan updatenya Minna-san! Udah masuk musim ujian jadinya lebih lelet deh updatenya :v

Oh ya, sekedar catatan, di chapter ini mungkin akan sedikit mengecewakan karena bagian pleriminaries akan tidak terlalu banyak terlihat karena alasan pertama, dari judulnya itu aja kita udah tahu kalau team uchisen akan lebih banyak di shoot daripada naruto or sasuke or sakura.. tapi bukan berarti queen ngebuang karakter mereka lho..hanya saja bagian pleminaries di skip banyak dan mau cepet ke ujian babak terakhir, penyerangan Konoha dan sampai pada pencarian Tsunade :D.

Queen juga mengucapkan terima kasih banyak bagi yang mereview dan mohon maaf queen belum bisa bales semuanya, tapi queen udah baca kok satu-satu :D. Jika ada sesuatu yan ingin ditanyakan, atau ada saran jangan sungkan-sungkan untuk memberitahu queen yaa..hehehhe.. arigatou gozaimashu!

After all, enjoy the chapter! :D


Preview Chapter :

Izuna pun menghela nafas dalam-dalam. "Aku ingin kau merahasiakan salah satu hal yang kuberitahukan padamu dan mengingat dengan baik hal yang lainnya yang akan kuberitahu padamu karena kupikir kau sudah bisa dipercaya untuk belajar merahasiakan informasi yang berlabel berat.." Kata Izuna. Naruto pun mengangguk.

"Yosh! Aku pasti bisa merahasiakannya dattebayo!"


Chapter 11 : The Pervert Toad Sennin of Myobokuzan


"Hm.. kau masih ingat bukan tentang yang kami katakan kalau kau sebenarnya adalah seorang Jinchuriki dan bukan seorang monster seperti yang dikatakan oleh penduduk desa?" Naruto pun mengangguk saja setelahnya.

"Ini.. sebenarnya.. rahasia dari identitas asli Madara-nii. Jadi, daripada nanti kau merasa tidak dipercaya oleh kami nantinya, maka aku merasa harus memberitahukan hal ini padamu. Aku belum menceritakan keseluruhannya, tetapi satu hal yang harus kau tahu adalah kakakku seorang.. " Izuna pun mendekatkan mulutnya kearah telinga Naruto dan berbisik.

"Jinchuriki Kyuubi, sama sepertimu.." Kedua mata sapphire Naruto pun membulat lebar.

"Hah?" Naruto pun bingung ingin mengatakan apa. Kemudian ia tiba-tiba saja mengingat perkataanya pada Madara sebelumnya di Nami no kuni. "Berarti.. apa yang kupikirkan itu benar.." Gumamnya pelan, namun gumamannya itu dapat terdengar dengan jelas oleh Izuna.

Izuna pun mengangkat sebelah alisnya bingung. "Maksudmu? Kau sudah tahu kalau Aniue itu-.."

"Ah, bukan-bukan.." Potong Naruto singkat sembari menghela nafas yang agak panjang dan kemudian melanjutkan penjelasannya yang sempat tertunda itu.

"Tiba-tiba saja aku teringat saat aku sempat mengobrol sebentar dengan Madara-nii kalau aku sempat merasa kalau ada bagian chakranya yang mirip denganku. Tetapi aku tidak tahu kalau itu adalah chakra Kyuubi.."

Izuna pun mengangguk saja dan pada akhirnya ia mengajak Naruto untuk kembali ketempatnya dan menemukan Sakura yang sudah tersadar dari pingsannya dan gadis itu juga terlihat kaget saat Naruto dan Izuna tiba-tiba muncul. Ia pikir kedua orang itu adalah musuh tadinya.

"Oh.. ternyata kalian berdua." Kata Sakura lega. "Tapi, ngomong-ngomong, apa yang terjadi dengan pria aneh tadi? Sebenarnya siapa dia itu?" Tanya Sakura khawatir karena ia merasa kalau Sasuke sampai pingsan dan terluka seperti ini karena pria tadi.

"Dia.. adalah Orochimaru. Kudengar, dia adalah satu anggota dari Densetsu no Sannin dan dia sudah pergi tadi karena.." Izuna pun melirik kearah Sasuke yang masih tidak sadarkan diri.

"..karena dia sepertinya sudah mencapai tujuannya. Nah.. sekarang aku harus pergi terlebih dahulu karena aku harus melapor kepada Hokage-sama tentang apa yang terjadi dan jika kalian didalam bahaya genting lagi.." Izuna pun menghentikan penjelasannya sebentar sembari merogoh kantung senjatanya dan ia pun mengeluarkan sebuah kertas dengan sebuah lambang aneh disana (Segel Hiraishin Tobirama) dan ia pun memberikannya pada Sakura karena Naruto sedang pergi untuk mengambil air.

"Kau tinggal alirkan chakramu saja ke atas kertas itu dan setelahnya, Tobi-teme yang akan datang. Mengerti?"

"Ha'i! Arigatou, Izu-.. maksudku Itama-san.." Kata Sakura sembari tersenyum senang. Izuna pun mengangguk saja dan ia pun langsung melompat keatas pohon dan mengarah dengan cepat menuju arah yang ditujunya sejak awal.

Tak lama setelah kepergian Izuna, Naruto pun kembali dan ia terlihat membawa tiga buah gelas yang terbuat dari bambu dan salah satunya ia berikan kepada Sakura agar ia bisa minum tentunya.

Setelahnya, Naruto pun membopong Sasuke dengan piggy back tentunya dan bersama dengan Sakura, mereka mencari tempat persembunyian yang cocok untuk mereka memulihkan tenaga dan menyembuhkan luka, juga membuat strategi pertahanan yang baru sembari menunggu Sasuke untuk sadar dari pingsannya.

Sakura pun yang chakranya tidak terlalu banyak terpakai selama pertarungan tadi pun mulai menyembuhkan luka-luka kecil yang ada di tubuh Sasuke.

Ya.. sebelum ujian chunin dimulai, seminggu sebelumnya ia meminta tolong kepada Hashirama untuk memberinya saran tentang apa yang dapat ia kerjakan untuk teamnya agar ia tidak merasa bahwa dirinya tidak berguna. Hashirama pun datang dengan ide dan ia pun memberitahu Sakura bahwa dirinya mampu untuk mempelajari ninjutsu medis karena kontrol chakranya yang bagus.

Pada akhirnya Hashirama pun mengajari Sakura teknik ninjutsu medis, namun karena waktu latihan yang baru seminggu, Sakura saat ini hanya mampu menyembuhkan luka ringan saja dan ia berencana untuk kembali memperdalam latihannya dengan Hashirama agar ia bisa menjadi medic-nin handal layaknya Hashirama dan cucunya, Senju Tsunade.

Sakura pun mengkonsentrasikan chakranya kearah luka Sasuke yang saat ini berada di lutut. Cahaya berwarna hijau murni keluar dari telapak tangannya dan sekitar satu menit ia berkonsentrasi, luka tersebut pun memudar dan tergantikan dengan kulit putih yang sudah mulus seperti tanpa ada luka.

"Naruto? Bagaimana dengan luka-lukamu? Kau bertarung dengan ular-ular Orochimaru 'kan? Biarkan aku menyembuhkanmu.." Kata Sakura. Naruto pun hanya tersenyum saja mendengarnya.

"Tidak apa-apa Sakura-chan. Kau lupa kalau luka-lukaku dapat sembuh dengan cepat! Jadi kau tidak perlu mengkhawatirkanku..hehehe.. urus saja si teme itu. Dia lebih membutuhkannya dan semoga saja kau bisa menstabilkan sistem chakranya karena rasanya sistem chakranya tidak beres saat ini." Jelas Naruto sembari memamerkan deretan gigi putihnya itu.

Sejenak Sakura memberikannya pandangan tidak yakin namun Naruto yang melihatnya hanya tersenyum kembali sembari memastikan kalau dirinya benar-benar baik-baik saja dan akhirnya Sakura menyerah. Rekan satu timnya itu benar-benar keras kepala.


"Baiklah.. kurasa karena kau sudah memiiliki kamarmu sendiri disini, kita harus membeli lebih banyak pakaian untukmu. Kau tidak bisa memakai pakaian aneh seperti itu terus.." Komentar Madara sembari merogoh kantung senjatanya dan saat ia meraba barang-barang yang ada didalamnya, ia menemukan sebuah benda yang ia ketahui adalah dompetnya.

Hah.. dirinya adalah seorang Uchiha dan karena ini adalah pertama kalinya ia mengajak seorang gadis pergi bersama, maka ia harus memeriksa keuangannya dulu agar harga dirinya tetap terjaga sebagai seorang Uchiha Madara.

"Hm.. baiklah kalau begitu.." Jawab Haku dan sepasang kekasih yang baru jadian seminggu itu pun pergi meninggalkan kediaman mereka setelah Madara memasang kembali segel pengamannya karena disana terlalu banyak 'rahasia' yang mereka miliki.

Keduanya pun berjalan sembari melihat pertokoan-pertokoan yang ada. Haku memperlihatkan eskpresi senang dan tertarik karena ini adalah pertama kalinya ia memiliki seorang kekasih dan kekasihnya mengajaknya pergi untuk berbelanja. Begitupun Madara yang juga baru pertama kali memiliki seorang kekasih.

Padahal, di masanya yang asli, tidak ada satupun wanita yan berani mengajaknya kencan dikarenakan reputasinya sebagai seorang Uchiha Madara itu. Geez, bahkan hanya untuk mengajak bicara saja tidak berani. Hah.. apakah seseram itu wajahnya?

Tapi, sejak kejadian dimana ia bertarung dengan Hashirama dan setelah enam bulan ia mendapatkan kembali ingatanya, walaupun tidak sepenuhnya sebenarnya, ia mulai dikejar oleh beberapa wanita dan.. geez... ia berani bertaruh kalau Kyuubi puun pasti akan langsung tuli saat mendengar teriakan makluk-makluk astral itu. Memikirkan hal itu membuat dirinya merinding kembali.

Dan juga.. Jika saja ia tidak terlalu terpaku pada 'rencana' yang pernah ia ingin jalankan dulu, mungkin ia akan mengerti dan merasakan kedamaian yang sesungguhnya. Disertai dengan para wanita tentunya..hehehehe

Keduanya yang ternyata sibuk didalam pikiran masing-masing pun tidak menyadari kalau jalan yang mereka lewati ternyata berpapasan dengan Hashirama, Tobi dan Izuna yang baru saja selesai makan siang di Ichiraku Ramen.

Senyum jahil pun menghiasi wajah Hashirama. Tobirama yang melihatnya pun menghela nafas panjang sembari memasukkan kedua tangannya kedalam kantong celana Anbu miliknya, hendak kembali ke rumah. Izuna pun juga ingin melakukan hal demikian, tetapi mereka bertiga tiba-tiba dihadang oleh seorang Anbu berambut panjang yang mereka asumsikan sebagai seorang wanita dan mengatakan bahwa mereka bertiga dipanggil lagi oleh Hokage.

Hashirama pun mendecih sebal karena kesempatannya untuk mengawasi (baca: menguntit) sang sahabat yang sedang melakukan kegiatan yang biasanya dilakukan oleh mayoritas remaja pun sirna sudah.

Izuna pun tersenyum mengejek kearah Hashirama dan mengatainya Senju-dobe kembali dan Hashirama kembali depresi seperti kebiasannya dan Tobirama yang sekarang malah facepalm sembari menggumamkan mengapa anikinya itu tidak pernah terlihat serius.

Dan setelah sedikit acara ejek-mengejek yang datang dari satu pihak itu, ketiga anggota dari team Uchisen itu pun pergi menuju kantor Hokage untuk kedua kalinya dalam satu hari. Saat memasuki kantor Hokage, mereka kembali melihat sang Sandaime yang baru saja berbicara dengan salah satu prokto ujian chunin, Anko Mitarashi dan juga bunshin Izuna yang segera Izuna yang asli lepasakan dan ingatan dari bunshin pun memasuki kepalanya.

"Oh.. kalian datang juga akhirnya. Maaf sekali aku memanggil kalian kembali setelah kalian baru beristirahat selama satu jam dan-.."

"Lewati saja basa-basinya dan langsung saja katakan apa yang ingin kau bicarakan.." Potong Tobirama dengan nada dinginnya yang seperti biasa itu. Hashirama pun mengatakan untuk tidak berbicara seperti itu pada Hiruzen dan pada akhirnya Tobirama pun menyuruh sang kakak untuk diam dan Hashirama kembali depresi.

Disamping Tobirama, berdiri Izuna yang memiliki ekspresi heran diwajahnya. Heran mengapa albino dingin sialan itu bisa menjadi saudara dengan Hokage-dobe itu, bahkan mereka berbeda juga karakter. Izuna menggelengkan kepalanya saat memikirkan hal itu.

Sekarang Hiruzen kembali memanggil mereka lagi untuk kedua kalinya dan saat ini juga, si proktor seksi ujian chunin kedua itu juga berada disini, dengan ekspresi serius tentunya.

"Apa ini tentang ular pedofil itu?" Tanya Izuna cepat. Ia ingin segera bertemu dengan Aniue nya setelah hal ini selesai. Tentunya untuk memastikan kalau sang Aniue tidak melakukan hal bodoh untuk kedua kalinya. Seperti kabur dari desa misalnya

Hiruzen pun menatap ketiga remaja itu dengan tatapan serius sebelum akhirnya mulai mengatakan apa yang ingin dikatakannya sedari tadi jika ia tidak diinterupsi oleh Senju bersaudara itu, sekaligus mantan Senseinya itu.

"Ya.. kau benar Izuna-kun. Orochimaru adalah salah satu muridku dulu bersama Jiraiya dan Tsunade Senju yang merupakan cucu dari Hokage Pertama di dimensi ini tentunya. Namun, karena kematian kedua orang tuanya, Orochimaru mulai menjadi terobsesi dengan semua hal yang ada di dunia ini dan ia oun mencari berbagai macam hal melalui penelitiannya, khususnya kekuatan seorang shinobi yang menurutnya layak untuk diteliti dan saat ini pilihannya adalah-.."

"Untuk meneliti Sharingan. Makanya ia memberikan segel kutukan itu pada Sasuke, begitu?" Potong Tobirama saat ia mengetahui apa yang sebenarnya terjadi tadi melalui informasi yang disampaikan Izuna dengan cepat darinya tadi.

"Ya.. dan karenanya, aku ingin tim kalian bertugas menjaga Konoha sampai ujian ini selesai dan untuk Izuna dan Madara, aku ingin kalian melatih Sasuke untuk saat ini agar ia bisa sedikit melindungi dirinya jika Orochimaru mulai melakukan tindakan lainnya lagi." Jelas Hiruzen dengan nada serius dan ketiga shinobi itu pun mengangguk kecil.


"Shuriken kage bunshin no jutsu!" Naruto melemparkan lima buah shurikennya dan seketika kelima shuriken itu berubah menjadi berpuluh-puluh jumlahnya. Kiba yang menjadi lawannya pun hanya menganggap remeh jutsu tersebut dan menangkis shuriken-shuriken bayangan itu dengan kunainya.

"Heh.. hanya itu kemampuanmu, Naruto? Padahal gurumu itu kan kuat kan?" Naruto pun hanya memasang wajah datar andalan sensei Uchihanya itu.

"Heh? Kenapa sekarang membawa-bawa senseiku, dasar muka inu.." Sahutnya dengan nadanya yang dibuat sedatar mungkin, walaupun pada aslinya ia ingin sekali tertawa. Padahal menurutnya itu juga tidak lucu sebenarnya .

Twitch!

"Apa-apaan kau ini hah? Dasar kau-.." Namun perkataan Kiba terhenti saat ia melihat bahwa Naruto sudah tidak berada didepannya lagi saat ini dan ia pun mengandalkan indra penciumannya tersebut. Dan anehnya, ia tidak bisa mencium baunya untuk saat ini? Apa ini Genjutsu atau apa?

Namun saat ia mendengar sebuah suara dari belakangnya, ia menyadari bahwa sudah terlalu terlambat baginya untuk berpindah tempat.

"Konoha Hidden Taijutsu Ougi : Sennen Goroshi!" Teriak Naruto disertai seringaian 'kejam' di wajahnya dan seketika semua shinobi yang mengetahui jutsu apa yang digunakan Naruto, menjadi sweatdropped seketika, tak terkecuali sang Sandaime yang hanya tertawa kecil disana.

"UWAAAHHH!" Dan Kiba pun berteriak kencang saat ia merasakan rasa sakit dibawah sana dan ia pun mengutuki sang Uzumaki dalam hati dikarenakan jutsu aneh yang tidak pernah ia dengar, dan terasa sakit juga. Namun..

"Seharusnya itu adalah jurus yang tidak pernah dipakai lagi, bukankah begitu, Kakashi?" Komentar Kurenai saat ia melihat akhir pertandingan muridnya dengan murid dari temannya itu dan Kakashi pun hanya bisa tertawa renyah mendengarnya.

"Yah.. bagaimana yaa.."

.

[Skip Time]

Dua bulan adalah waktu yang diberikan oleh Hiruzen sang Sandaime Hokage untuk berlatih bagi para genin yang lolos kedalam tahap final. Dan total dari semua genin yang lolos berjumlah delapan orang, termasuk dua orang bocah didikan dua shinobi terkuat yang kini terjebak didalam tubuh saat kecilnya bersama kedua adiknya dan sekarang, masing-masing dari mereka pergi menuju tempat lain untuk dapat berlatih dengan tenang.

Sasuke, Madara dan Izuna pun memilih untuk berlatih di bukit di daerah pegunungan wajah Hokage sejak tempat itu merupakan satu-satunya tempat yang sangat jarang dikunjungi penduduk, bahkan shinobi sekalipun.

Sementara kedua kakak beradik Senju dan Naruto memilih untuk berlatih di dalam Shi no Mori dan Naruto pun mengeran frustasi saat tempat itu akan menjadi tempat latihan rutinnya selama dua bulan. Ia sebenarnya tidak ingin juga berlatih disana dan beralasan bahwa hutan itu memiliki "penghuni" dan Tobirama pun mengatakan dengan jelas padanya bahwa yang bernama Hantu itu tidak pernah ada, kecuali untuk julukan sang Hantu Uchiha itu.

[Two days later]

[With the Uchiha's]

"Tambahkan chakra sedikit lagi dan atur pengendalian nafasmu, Sasuke.." Perintah Madara yang saat ini sedang mengajarkan salah satu jutsu Katon ciptaannya yang bernama Katon : Ryuen Hoka no jutsu itu. Sebagai seorang Uchiha, sudah sepatutnya baginya untuk memasteri elemen unggulan klannya itu. Apalagi sekarang ia memiliki seekor-.. ups.. maksudnya seorang murid yang juga Uchiha dan menurutnya, ini cukup bagus untuk menurunkan jutsu ciptaanya ke Uchiha lainnya itu.

Sasuke yang saat ini terengah-engah pun hanya bisa menganggukan kepalanya mengingat lawan yang akan dihadapinya nanti adalah Sabaku Gaara dari Sunagakure no Sato yang terlihat sangat.. freak, menurutnya itu.

Ia selalu berkata hal-hal yang aneh dan Sasuke tidak mengerti juga hal apa yang membuatnya seperti itu. Tapi ia tidak bisa mati begitu saja saat melawannya nanti karena bocah pasir itu mengatakan kalau 'ibu'nya menginginkan darahnya.

Geez, sepertinya ibunya adalah seorang vampir, pikirnya. Tunggu dulu, itu hanya khayalannya saja bukan? Mungkin ii karena dirinya terlalu sering membaca komik horor bersama 'dia' saat mereka masih kecil.

Madara yang melihat Sasuke yang mulai melamun dalam dunianya sendiri pun hanya bisa memutar kedua bola matanya bosan sembari menepuk pundak Uchiha yang lebih muda darinya itu.

"Kau memikirkan apa huh? Apa kau takut kalau kau akan kalah dari bocah pasir itu? Sudah kubilang kalau dia pasti bisa kau kalahkan. Kita ini Uchiha dan karena itulah aku disini untuk membantumu. Lagipula, hanya ada satu hal yang bisa membuat Sharingan kita tidak berfungsi.." Sasuke pun bingung mendengarnya. Apa ada jutsu yang lebih hebat yang bahkan dapat membuat Sharingan tidak berfungsi?

"Jutsu apa itu?" Tanya Sasuke frustasi dan juga setengah kaget. Masalahnya ia belum tahu kalau ada jutsu seperti itu yang dapat membuat Sharingan tidak berfungsi, namun.. siapa tahu itu bisa digunakan untuk membunuh'nya'.

Madara pun mendekatkan bibirnya kearah depan telinga Sasuke dan membisikan dua kata yang Sasuke sangat kenal sejak pertama kali ia menginjakan kakinya di Akademi Ninja.

"Fans girl" Dan kedua matanya pun membeku seketika saat ia mengingat hal itu. Hal yang membuatnya selalu mencari tempat persembunyian dan yah.. banyak hal memalukan yang Sasuke tidak ingin ingat lagi.

Sebenarnya, baginya itu bukanlah sebuah jutsu, melainkan sebuah kutukan! Kutukan klan Uchiha bukanlah kebencian seperti yang mereka ketahui, melainkan Fansgirl!

[With the Senju's]

Naruto dan Hashirama saat ini sedang berjalan menyusuri Konoha setelah mereka baru saja menyelesaikan latihan mereka berdua. Tobirama tidak ikut dikarenakan ia sedang mengikuti misi pengintaian yang diberikan Sandaime kepada timnya sebelum dan akhirnya Izuna dan Tobirama lah yang mengerjakan misi tersebut, sementara Madara dan Hashirama melatih kedua murid mereka itu.

Entah mengapa, bagi Madara dan Hashirama, kedua anak itu terasa sangat familiar, namun mereka tidak tahu darimana rasa familiar itu berasal. Naruto yang sedang berjalan bersama Hashirama pun mengernyit heran saat ia melihat seorang pria tua dengan rambut panjang berwarna putih dengan kedua pipinya yang merona merah saat melihat ke suatu objek yang ternyata adalah onsen bagian wanita.

'Geez.. pak tua mesum ini harus diberi pelajaran, dattebayo!' Batin Naruto sembari tersenyum jahil. Otak jahilnya pun mulai bekerja dan ia pun menemukan sebuah ide bagus kali ini.

"Ne ne.. Butsuma-nii.. aku pergi ke dalam onsen sebentar ya.. aku ada urusan, -ttebayo.." Kata Naruto dengan nada pelan dan Hashirama pun hanya mengangguk saja mendengarnya sebelum akhirnya ia pergi melihat kearah toko buku dan kedua matanya pun terarah kearah buku tebal bersampul oranye dengan tulisan kanji merah sebagai judulnya.

[Didalam Onsen]

"Oiroke no jutsu.." Bisik Naruto pelan pada jutsunya itu dan sekarang tubuhnya berubah menjadi seorang wanita dengan rambut pirang panjang yang diikat pony tail, juga dengan handuk putih yang dibalut ke sekujur tubuhnya. Perlahan ia memasuki ruang onsen wanita dimana para wanita sedang berendam dengan santainya sampai-sampai...

"Minna-san! Awas ada orang mesum mengintip!" Teriak Naruto dengan jari telunjuknya yang mengarah pada sebuah lubang kecil dimana ada sepasang mata yang terlihat disana.

"KYAAA! Dasar kakek tua mesum! " Dan seisi onsen pun menjadi ricuh dikarenakan pria yang tertangkap basah mengintip itu kini babak belur dihajar masa yang keseluruhannya adalah wanita.

"Duh.. sialan kau bocah tengik.." Kata pira tua itu kesal sembari mengusap wajah memarnya yang merupakan bekas tinjuan dari beberapa wanita yang ternyata memiliki sifat sangar dibalik wajah lembutnya itu.

"Heh.. itu kan salahmu sendiri pak tua" Kini giliran Naruto yang sekarang sudah berubah menjadi dirinya yang semula. Tawa jahil pun tidak kunjung hilang dari wajahnya saat memori-memori lucu tadi terlintas sendiri dikepalanya.

Pria tua itu pun menghela nafas kesal kearah anak remaja berambut pirang tadi sebelum pada akhirnya ia menanyakan sesuatu kepada bocah didepannya. "Nngomong-ngomong, siapa namamu hah, bocah?" Tanya pak tua itu.

Naruto pun cemberut mendengarnya. "Namaku bukanlah bocah dan aku adalah Uzumaki Naruto. Hokage masa depan, ingat itu dattebayo!" Kata Naruto lantang disertai cengiran khasnya.

Pak tua itu pun menatap singkat bocah didepannya sebelum ia menghela nafas dan berjalan menuju suatu tempat sebelum akhirnya telinganya mendengar bocah blonde tadi memanggil seseorang

"Butsuma-nii! Kau sudah selesai berbelanja ya?" Tanya Naruto yang masih disertai cengirannya yang tak kunjung hilang itu. Hashirama hanya tersenyum kecil mendengarnya.

"Yah.. begitulah. Dan bagaimana petualangan kecilmu di onsen, Naru?" Tanya Hashirama balik sembari memasang seringaian aneh yang tidak dikenali oleh Naruto, tetapi dikenal dengan baik oleh pak tua tadi.

"Ah ya.. pak tua tadi mendapat berbagai tinju dari para wanita..hehehe.. aku yang memperingati mereka.." Kata Naruto dengan santainya, lupa bahwa perkataannya bisa menjadi boomerang balik baginya.

Pak tua itu pun tersenyum licik mendengarnya. "Maa.. kalian semua bisa mendengar kan kalau bocah itu yang memperingatkan kalian tadi saat di onsen. Bukankah berarti ia juga..'mengintip' kalian?" Dan sialnya bagi Naruto, dewi fortuna kembali terbang menjauh darinya sehingga ia mengalami nasib yang sama seperti pak tua yang saat ini sedang tertawa terbahak-bahak melihatnya. Hashirama pun hanya tertawa kecil sebelum tatapanya beralih kearah pria tua itu.

"Ngomong-ngomong, kau ini siapa? Dari kapasitas chakramu, sepertinya levelmu itu hampir menyamai Sandaime-sama.."Kata Hashirama dengan nada serius, sementara Naruto yang mendengarnya pun menjadi ikut-ikutan serius. Apakah ini semacam musuh baru di Konoha, hanya saja dengan perilaku mesum tingkat akut?

Pak tua itu pun menatap Hashirama dengan pandangan meneliti sebelum akhirnya ia mengeluarkan seringaian anehnya itu.

"Perkenalkan, namaku adalah Jiraiya, Sennin katak dari Myobokuzan! Hanya dengan mendengar namaku saja, semua bayi yang menangis akan terdiam dan semua wanita akan bertekuk lutut dihadapanku!" Kata pria bernama Jiraiya itu.

Hashirama dan Naruto menatap Jiraiya dengan tatapan 'Apa kau bercanda?' dan juga 'Apa kau serius?' kearah Jiraiya.

"Kau ini tidak terlihat seperti seorang Sennin tahu. Dan menurutku, kau itu hanyalah seorang Ero-Oyaji.." Komentar Naruto dan perempatan pun muncul diatas kepala Jiraiya.

"Apa maksudmu bocah tengik? Dan juga, apa-apaan panggilanmu itu huh?" Kata Jiraiya tidak terima dan kemudian tatapan matanya beralih kearah anak berambut coklat gelap dengan model mangkok itu.

"Ngomong-ngomong, kau ini siapanya Naruto, bocah?" Tanya Jiraiya penasaran dan juga curiga. Masalahnya, ia dapat merasakan sesuatu yang aneh dari anak itu.

Hashirama hanya tersneyum kecil sebelum memperkenalkan dirinya. "Namaku adalah Senju Butsuma. Aku adalah kakak angkat Naruto.." Dan Jiraiya yang sudah selama bertahun-tahun menjadi mata-mata pun sudah terbiasa untuk tidak mempercayai dengan mudah informasi yan baru saja ia dapatkan.

"Ah.. begitu ya. Oh ya, namamu Naruto kan?" Dan Naruto mengangguk saja mendengarnya.

"Besok, temui aku di jembatan karena aku ingin mengajarimu sesuatu disana.." Kata Jiraiya spontan dan membuat kedua mata Naruto berbinar. Serius? Ia mendapatkan seorang guru lagi? Dan Hashirama bilang barusan bahwa pria tua mesum didepannya itu sebenarnya kuat? Bukankah cita-citanya akan semakin cepat tercapai?

"Tapi, kita baru saja bertemu hari ini, Ero-sennin.. lagipula ap ayang ingin kau ajarkan padaku sebenarnya sih?" Tanya Naruto penasaran.

Jduak!

"Itte!" Pekik Naruto kesakitan saat ia mendapat sebuah jitakan baru dikepalanya, berkat dari Jiraiya itu. "Geez, jangan panggil aku seperti itu, bocah tengik. Aku punya nama"

"Dan aku juga punya nama, Ero-sennin! Lagipula, panggilan itu memang cocok untuk sifat mesummu, -ttebayo!" Balas Naruto lagi. KemudiaN tatapan mata Naruto mengikuti telunjuk milik pria tua didepannya yang mengarah kearah sebuah kantung belanjaan milik Hashirama.

"Lantas, apa Nii-sanmu itu juga tidak sama sepertiku?" Tanya Jiraiya dengan sebuah seringaian.

Hashirama pun memutar kedua bola matanya bosan saat melihatnya. "Ini bukan urusanmu.."

..

Izuna dan Tobirama saat ini sedang menghadapi dua puluh shinobi berpangkat Jounin yang memiliki lambang aneh di ikat kepala mereka. Bentuknya menyerupai not balok dan menurut Tobirama, mereka kemungkinan adalah bawahan dari pria bernama Orochi-pedo seperti yang Izuna katakan tadi.

Izuna hanya mengeluarkan dua buah kunai yang ia pegang dengan tangannya masing-masing untuk melawan para Jounin itu dan tak lama, ia mendengar sebuah suara teriakan.. wanita. Dan itu membuatnya bingung.

Di tempat mereka bertarung saat ini yang ada hanya pria semua.. atau jangan-jangan.. ada seorang wanita yang tidak tahu kalau ada pertempuran disini?

Izuna pun memberitahu Tobirama bahwa ia akan pergi sebentar dan hal itu membuat Senju berambut seputih salju itu membuat dua buah bunshin untuk menjadi back upnya, sementara Izuna berlari kearah sumber teriakan itu berasal.

Disana, Izuna melihat seorang gadis yang usianya sepantaran dengan tubuhnya itu, dikepung oleh lima orang Jounin yang sedang ia lawan saat ini. Dan saat melihat hal itu, hal yang pertama timbul di pikiran Izuna adalah pihak musuh yang mengirimkan bantuan lebih banyak untuk dapat menyerang Konoha dari dalam.

"Katon : Goukakyu no jutsu" Izuna pun mengeluarkan jutsu bola apinya untuk sekedar membuat kelima Jounin dari pihak musuh itu menjauhi gadis yang masih terkaget dengan serangan mendadak itu.

Dengan cepat, Izuna menghampiri gadis tersebut. "Kau tidak apa-apa?" Tanya Izuna khawatir. Takut ia terluka karena ia tidak ada sangkut pautnya dengan misi yang dijalankannya sekarang dan saat mata gadis itu bertemu dengan mata onyxnya...

"Sa-Sasuke?" Tanya gadis itu bingung. Izuna mengenali wajah gadis itu. Sepertinya.. gadis ini adalah putri dari kepala klan Yamanaka.

"Oh.. kau sahabatnya Sakura-san kan?" Tanya Izuna dengan nada cerianya itu sembari melirik kearah musuh dan melemparkan shuriken kearah mereka.

"Shuriken kage bunshin no jutsu!" . "Katon : Hosenka no jutsu!" Dengan itu, cukup untuk mengecoh mereka sejenak sebeum akhirnya Izuna membuat dua buah bunshin untuk menyelesaikan mereka semua, sementara dirinya mengantar gadis itu ke tempat yang aman. Genin sepertinya tidak akan mampu melawan seoran Jounin jika keadaanya seperti tadi.

"Ngomong-ngomong, namamu siapa? Tidak mungkin kan aku memanggilmu sahabatnya Sakura-san terus?"

"Ino.. Yamanaka Ino.."

TBC...

A/N : Gomen atas keterlambatan update yang super-duper telat ini. Queen masih belajar untuk ujian dan ulangan umum, juga remedial jika kena..hehehe..

Dan karena disini pairnya izuna udah ketahuan siapa, maka tinggal Tobirama karena Hashirama gak mungkin kayaknya queen kasih pair lain karena dia sudah married sama Mito-hime..hehehe

Pleas give me your precious review? :D. Saran/masukan juga kritik disambut :D

See you next time :D