Hi! My Beloved Reader.
Sebelum membaca cerita, saya ingin mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri bagi anda yang merayakan. Saya sebagai author dari cerita ini mohon maaf atas segala kecacatan dalam penulisan cerita… Dan, saya mengucapkan terimakasih banyak untuk teman-teman reader yang telah mendukung cerita ini sampai sekarang. Terimakasih atas reviewnya ya…
Btw, konsep cerita ini sudah selesai. 25 chapter totalnya… wah panjang ya… saya aja langsung bengong lihat konsepnya. Hehehe padahal saya sendiri yang bikin…
Semoga teman-teman masih semangat bacanya.
Time to reply your review ^_^!
sandrimayy88 terimakasih telah mampir lagi!
Ya, anda benar. Itu Siwon yang maksa nyium Sungmin bukan Sungmin yang rela-rela aja. Hehehe… disini saya ingin membuat karakter Siwon yang egois dan agak pemaksa… hehe gak papa kan, gak seru kalau gak ada yang bisa bikin Kyu cemburu…
Apa yang akan dilakukan Kyuhyun aka nada di chapter ini, wah saya aja senyum-senyum menulis adegan itu. Jadi maaf ya kalau agak kaku.
Heechul juga kenal kok sama Siwon. Akan di bahas di chapter ini tentang hubungan mereka bertiga, tapi hubungan Siwon dan Heechul yang lebih mendetail akan dibahas di chapter 13. Harap sabar dan terus baca ya…
terimakasih telah menyempatkan membaca dan memberikan komentrar ^_^
dewi. wah, saya senang sekali membaca review-review yang anda berikan. Terimakasih telah menyempatkan membaca karangan amatiran saya ini. Hehehe.. Ngomong-ngomong maafkan saya kalau membuat anda kecewa dengan alur ceritanya, walau begitu saya jamin KyuMin akan bahagia di akhir cerita ini. Harap berkenan membaca sampai akhir cerita ini.
Baby niz 137 terimakasih telah meninggalkan review dan mengingatkan saya tentang keteledoran saya. Maaf sekali saya tidak disiplin dalam meng-update cerita, karena saya juga punya pekerjaan yang lain. Saya harus pintar-pintar mencari celah untuk bisa melanjutkan cerita ini. Maaf ya…
Saya harap anda bisa mengerti dan tetap membaca cerita ini ^u^.
Aku, Kau, dan Mereka
Jika saja hidup itu terpampang nyata dan jelas…
Tanpa delusi, ilusi, dan kebohongan…
Apakah semuanya akan berjalan lebih mudah?
Entah apa yang terjadi pada dirinya. Kyuhyun tidak bisa mendengar apapun lagi, ia hanya mendengarkan egonya yang tengah meledak-ledak dalam dirinya saat ia melihat kejadian itu. Dia berjalan tergesa-gesa dengan mata melotot mendekati pria yang tengah mencium isterinya dengan panas.
Seketika didunia Kyuhyun hanya ada dirinya dan pria itu. Ia bahkan tidak sadar bahwa Sungmin tengah meronta dan kehabisan nafas.
Buk…
Kyuhyun sukses meninju wajah pria itu dan membuatnya melonjak kesakitan
"Apa yang kau lakukan disini? Dasar bajingan!" cerca Kyuhyun seraya menarik kerah baju pria tampan itu.
Orang yang diajak bicara tidak serta merta menatap Kyuhyun. Ia meraba pipinya yang membiru karena tonjokan Kyuhyun.
"JAWAB AKU!" kata Kyuhyun meledak-ledak.
Siwon hanya tertawa saat ia melihat dengan jelas wajah Kyuhyun yang memerah karena marah. "Oh.. jadi ini suami gadunganmu itu?" Tanya Siwon disela tawanya.
Kyuhyun mengerutkan dahinya, melepaskan cengkramannya, dan menatap Sungmin.
"Ak-aku bisa jelaskan," kata Sungmin.
"Kau tidak perlu mengatakan apa-apa, sayang. Ku pikir suami palsumu ini sangat mengerti apa yang telah terjadi," ucap Siwon menimpali.
"Apa maksudmu?" Tanya Kyuhyun seraya merendahkan suaranya.
"Hey! Sungmin. Apa kau serius mencari partner sobodoh orang ini?" ucap Siwon.
Tentu Kyuhyun marah mendengar perkataan buruk Siwon, ia sangat kesal. Kalau saja saat itu mereka hanya berdua, Kyuhyun pastikan ia akan membunuh pria brengsek itu.
"Nona!" seru Heechul yang sedari tadi berdiri dibelakang mereka, membuat Sungmin menoleh kepadanya.
"Heechul?" lirih Sungmin.
Mata Heechul berkaca-kaca, namun gadis itu masih memaksakan diri untuk tersenyum. Seolah-olah tidak ada yang terjadi. "Kenapa anda tidak mengatakan apa-apa kalau Tuan Choi kembali ke Korea?" ucap Heechul agak bergetar, "Kalau saya tahu, saya pasti akan ikut menjemput Tu…"
"Heechul! Jangan bersikap seperti itu. Kau membuatku merasa aneh. Jangan panggil aku Tuan, panggil saja aku seperti dulu. Si-won!" kata Siwon seraya menyipulkan senyum.
"Ada apa ini? Heechul, kau mengenal pria ini?" Tanya Kyuhyun setengah percaya.
Heechul hanya mengangguk pelan.
"Apa yang sebenarnya terjadi disini?" ucap Kyuhyun kebingungan "Sungmin, bisakah kau menj…"
"CUKUP!" teriak Sungmin "Kau! Keluar sekarang juga!"
"Apa? Aku? Kau menyuruhku untuk keluar? Bukankah yang paling tidak mengerti disini aku? Aku yang perlu penjelasan di sini, kenapa kau malah menyuruhku keluar?" sahut Kyuhyun.
"Hey! Kau tidak mengerti apa yang dia katakan ya? Kau harusnya keluar, karena sebenarnya yang perlu penjelasan disini aku," ucap Siwon seraya mengangkat sebuah amplop di depan wajahnya. "Aku perlu penjelasan tentang penikahan palsu ini."
Kyuhyun dan Heechul pun terkejut mendengarnya.
"Apa kau sudah mengerti sekarang? Bisakah kau keluar karena aku ingin bicara dengan gadis ini,"
Kyuhyun yang masih tidak percaya dan tidak mengerti apa yang sebenarnya sedang terjadi hanya mampu membatu dan menatap Sungmin dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Kyu, ku mohon kali ini. Tolong keluar dari ruangan ini. Aku akan menjelaskan semuanya di rumah," ucap Sungmin pelan, sangat kentara kalau gadis itu sedang pasrah menghadapi situasi itu.
Kyuhyun pun keluar, pergi tanpa sepatah kata pun. Pria itu mengambil langkah-langkah besar meninggalkan ruangan itu, ia sangat ingin cepat pergi dari situ, karena emosinya yang membuat harinya menjadi buruk berasal dari tempat itu.
"Kalau begitu saya juga akan keluar," ucap Heechul pelan seraya menundukkan badannya.
"Tidak! Jangan pergi. Ku rasa kau juga harus mendengarnya, Heechul," ucap Sungmin dengan penuh penekanan dalam kata-katanya "Aku ingin kalian tahu dan merahasiakan masalah ini, karena ini tidak hanya menyangkut kehidupan ku dan suami ku. Masalah ini tentang perusahaan ini."
"Tapi… kenapa?" Tanya Heechul gugup, "Kenapa saya juga perlu tahu?"
"Karena cuman kalian teman yang ku punya selama ini."
Jika ksatria itu tahu kalau halang rintang didepan wajahnya lebih mengerikan dari apa yang dibayangkannya…
Apakah semuanya hanya sampai disini?
Apa ia akan menyerah?
Menyerah untuk membiarkan gadis itu bahagia dengan pangeran yang sesungguhnya…
'Jam 12 malam,' batin Kyuhyun gelisah, 'kemana gadis itu sampai selarut ini?"
Sudah berjam-jam Kyuhyun mencoba untuk tidur, tapi ia selalu gagal. Setiap kali ia memejamkan matanya, semua spekulasi Kyuhyun berputar di kepalanya atas kejadian tadi sore.
Ia sudah menunggu Sungmin sedari tadi. Ia menunggu gadis itu menjelaskan semuanya. Kyuhyun tidak tahu dan mengerti apa-apa hari ini, yang ia tahu hanya dirinyalah yang paling marah karena kejadian itu. Karena itu, ia sudah berniat akan melampiaskan semuanya pada gadis itu. Sayangnya, Sungmin belum juga kembali. Rasanya penantiannya percuma, karena Kyuhyun ingin menyerah dan pergi tidur. Tapi lagi-lagi, pikirannya tidak bisa diajak kompromi untuk tidak memikirkan tentang gadis itu.
Dirinya sendiri mulai bertanya-tanya, alasan kenapa dirinya begitu marah dan kesal hanya gara-gara melihat Sungmin berciuman dengan pria lain. Apa karena dirinya suaminya, yang berhak memarahi isterinya kalau ada celah? Atau dia kesal karena ia tahu sebenarnya ada pria lain? Atau kemarahannya kali ini hanya sekadar pelampiasan rasa lelahnya karena pekerjaan. Bertubi-tubi pertanyaan lainnya menghampiri kepalanya yang sekarang mulai agak pening.
Sebenarnya kalau dipikir-pikir, dirinya pun tidak punya urusan dengan masalah ini. 'Siapa peduli dengan siapa Sungmin berkencan. Toh diantara kami tidak ada apa-apa' batinnya berulang-ulang. Tapi, tak dapat dipungkiri kalau Kyuhyun sangat kesal setiap kali ia memikirkan Sungmin dan teman prianya itu. Apa nalurinya sebagai suami menyebabkan dirinya cemburu? Huh, yang benar saja.
Lamunan Kyuhyun tiba-tiba terhenti saat ia mendengar pintu kamarnya dibuka pelan. Sepertinya itu Sungmin.
Tanpa pikir panjang, Kyuhyun langsung pura-pura tidur dan menarik selimutnya. Entah kenapa tiba-tiba ia merasa malu kalau Sungmin tahu Kyuhyun menunggunya pulang selama ini.
Sungmin berjalan mengitari kamar itu. Diletakkannya beberapa berkas dan tasnya di meja kerjanya, dan ia menaruh mantelnya di sofa kecil di dekat jendela. Sungmin kemudian berjalan kearah tempat tidur dan duduk di sebelah Kyuhyun.
"Kyu, apa kau sudah tidur?" bisik Sungmin pelan di telinga Kyuhyun dan hal itu sukses membuat Kyuhyun menegang, karena nafas gadis itu terasa di tengkuknya.
Merasa tidak ada jawaban Sungmin menyimpulkan kalau Kyuhyun sudah tidur, sehingga gadis itu mengambil smartphonenya yang bergetar sedari tadi.
"Ya, ini aku," ucap gadis itu kepada seseorang di telepon. "Ya, aku sudah sampai. Aku sudah mau tidur, ada apa?" katanya lagi. "Tidak, aku belum bicara apa-apa padanya. Sepertinya hari ini ia kelelahan karena pengambilan gambar, besok ia akan ada pengambilan gambar lagi, jadi dia sudah tidur."
Kyuhyun agak senang saat ia tahu Sungmin membicarakannya.
"Ne, Siwon. Aku bingung, bagaimana harus menjelaskannya? Ku pikir…" percakapan mereka terpotong karena Kyuhyun merebut ponsel Sungmin dan mematikan sambungan teleponnya.
"Kyu?" lirih Sungmin.
"Bisakah kau tidak menyebut nama bajingan itu disini? Kau tahu aku bermimpi buruk ketika mendengar namanya," ucap Kyuhyun kesal.
Sungmin hanya menundukkan kepalanya dan berusaha merebut ponselnya lagi, tapi Kyuhyun menghalangi.
"Aku tahu kau mengerti apa maksudku. Tolong jangan hubungi orang itu lagi," ucap Kyuhyun.
Sungmin tidak menanggapi, kepalanya hanya tertunduk lebih dalam dan gadis itu berulang kali menarik nafas.
"Aku akan menjelaskan semuanya," lirih gadis itu, "Aku akan menjelaskannya."
Kyuhyun menatap Sungmin dengan tatapan yang dalam. Ia tahu kalau isterinya pasti lelah, ia tahu kalau isterinya sebenarnya tidak ingin membahas masalah ini, dan entah kenapa dirinya sangat tahu kalau gadis itu sebenarnya tengah terluka.
Tanpa Sungmin sadari, ada bulir-bulir bening yang jatuh dari pelupuk matanya. Ia berusaha menahannya selama ini, tapi entah kenapa ia merasa tak mampu berpura-pura di hadapan Kyuhyun. Tiba- tiba saja, ia merasa kalau dia orang yang paling lemah saat ini.
Kyuhyun tak bisa berkata apapun saat ia melihat Sungmin menangis dalam diam, ia merasa hatinya juga teriris setiap kali ia melihat isterinya menangis. Dirinya pun mencoba menenangkan gadis itu tanpa berkata apa-apa. Kyuhyun memberanikan diri mengelus-elus punggung Sungmin, namun gadis itu tak berhenti sesegukkan.
"Maaf, tapi tolong seperti ini sebentar saja," ucap Sungmin yang tiba-tiba memeluk Kyuhyun, dan menyembunyikan wajahnya di balik dada pria itu.
Kyuhyun tidak menjawab apapun walaupun sebenarnya dirinya sangat kaget, ia tidak menolak, lebih tepatnya tidak memberikan respon apapun karena ia terlalu sibuk menenangkan degupan jantungnya sendiri.
Sungmin menangis semakin menjadi-jadi membuat piyama yang dikenakan Kyuhyun basah.
"Kau tidak perlu menjelaskan semuanya sekarang, aku mengerti kau sedang lelah. Tak apa, istirahatlah dulu," ucap Kyuhyun mencoba menenangkan.
Sungmin mengangkat wajahnya untuk menatap Kyuhyun, gadis itu menggeleng pelan dan berkata, "Bagaimanapun juga, kau harus tahu yang sebenarnya. Semuanya tidak seperti yang kau pikirkan."
Kyuhyun mencoba tersenyum. "Setidaknya, tenangkan dulu dirimu sendiri. Kau tidak mungkin bercerita sambil sesegukkan seperti itu," ucap Kyuhyun yang masih mengelus-elus pundak Sungmin.
Sungmin melepaskan dirinya dari Kyuhyun, mengambil nafas dalam-dalam, berusaha mengatur nafasnya dan mencoba menghapus air matanya. Gadis itu berusaha sekuat tenaga untuk cepat-cepat menenangkan dirinya.
Saat Kyuhyun pikir Sungmin sudah bisa mengendalikan dirinya sendiri, ia berhenti mengelus pundak Sungmin. "Kau bisa cerita sekarang," ucap Kyuhyun lembut.
"Jadi, aku harus mulai darimana?" Tanya Sungmin yang masih agak terisak.
"Kau bisa menjelaskan siapa pria itu terlebih dahulu," kata Kyuhyun hati-hati.
"Namanya Siwon," ucap Sungmin tersendat "Choi Siwon. Aku yakin kau tahu namanya, tapi aku tidak begitu tahu bagaimana kau tahu namanya."
'Gawat' batin Kyuhyun.
"Tapi ku pikir kau langsung mengenalinya saat melihat wajahnya. Ya, wajahnya memang sering masuk majalah bisnis, jadi ku pikir kau tahu dari salah satu media. Iya, kan?"
"I-iya," jawab Kyuhyun gugup, "Aku pernah melihatnya di internet."
"Artinya kau tahu kan siapa dia?"
"Ti-tidak juga. A-aku cuman tahu ia seorang pengusaha, sama seperti mu," kata Kyuhyun yang berusaha menyembunyikan kegugupannya.
"Dia pewaris tunggal Grup TOTO. Perusahaan yang bergerak di bidang bisnis keluarga. Perusahaan itu sama besarnya dengan perusahaanku, dan bahkan ada yang mengatakan lebih besar. Intinya dia kaya, dan punya banyak kekuasaan," jelas Sungmin mulai serius.
"Aku tidak peduli tentang kekayaan bodohnya itu. Bahkan kalau ia anak presiden sekalipun aku tidak peduli. Yang aku mau tahu adalah hubungan antara kalian berdua," sahut Kyuhyun sebal.
"Oh, kalau itu sulit dijelaskan," ucap Sungmin setengah berbisik.
"Kenapa?" Tanya Kyuhyun "Apa karena dia pacar mu yang kau sembunyikan itu?"
"Dia bukan pacarku!" Seru Sungmin cepat. "Bukankah sudah pernah ku katakan kalau aku tidak punya pacar, kenapa kau tidak percaya?"
"Bagaimana aku bisa percaya setelah melihat apa yang kau lakukan dengannya. Jika dia bukan pacarmu lalu dia siapa? Siapa dia hingga berani mencium wanita yang sudah bersuami?" Balas Kyuhyun yang agak kesal.
Sungmin terdiam. Kyuhyun juga ikut membisu. Suasana menjadi sangat canggung seketika.
"Aku tidak bermaksud marah. Aku hanya mer-" ucapan Kyuhyun terpotong oleh perkataan Sungmin.
"Dia teman masa kecilku."
"Heh?"
"Ayahnya dan ayahku besahabat sejak mereka sama-sama pengusaha amatir sampai mereka sukses dengan perusahaan masing-masing. Karena itu dari kecil aku sering bertemu denganya," ucap Sungmin seraya menghela nafas "Kami berteman sejak umurku 8 tahun, dan sejak itu kami selalu main bersama, bahkan bisa dikatakan kalau Siwon adalah satu-satunya teman yang ku punya selain Heechul. Kami bersekolah di sekolah yang sama sampai SMA."
"Karena kami terbiasa bersama sejak kecil, aku tidak pernah merasa segan bersamanya saat kami mulai beranjak dewasa." Sungmin menarik nafas dan melanjutkan, "Dulu, semasa SMA, banyak gadis yang menyukai Siwon. Mereka bilang Siwon itu seperti manusia yang sempurna, wajahnya tampan, dia kaya, sikapnya baik, dan dia mudah bergaul."
"Hei! Bisakah kau tidak memujinya? Kau membuatku benar-benar kesal," gerutu Kyuhyun yang diirngi senyuman Sungmin.
"Walaupun begitu, tidak ada gadis yang berani mendekatinya. Mereka bilang, mereka takut denganku karena aku selalu bersamanya. Yah, walau secara teknis sebenarnya mereka takut dengan ayahku yang pengusaha itu. Awalnya aku bingung kenapa mereka berkata begitu, tapi akhirnya aku sadar. Orang-orang salah paham tentang hubungan kami, mereka pikir kami adalah pasangan. Begitu juga dengan keluarga kami, semuanya menganggap begitu. Bahkan Siwon sendiri mulai berpikir begitu."
"Karena anggapan orang-orang itu, sikap Siwon mulai berubah. Ia agak aneh padaku sejak kami kelas 2 SMA. Ia ingin kami menjalani seperti yang orang-orang katakan?"
"Lalu kau berpacaran dengannya?" Selidik Kyuhyun.
"Tidak. Tentu saja tidak," jawab Sungmin cepat.
"Huh, kenapa? Bukankah tadi kau bilang dia laki-laki yang sempurna? Kau tidak menyukainya?" Tanya Kyuhyun.
Ada jeda yang agak lama sampai akhirnya Sungmin menjawab pertanyaan itu.
"Rasanya hanya orang gila yang tidak suka padanya. Bahkan gadis buta pun tergila-gila padanya," jawab Sungmin pelan.
"Oh jadi kau menyukainya tapi kau terlalu munafik untuk mengakuinya," balas Kyuhyun yang entau sejak kapan merasa tambah kesal dengan percakapan ini.
"Aku hanya ingin berkonsentrasi pada pendidikanku saat itu. Dan lagipula, aku bosan terus-terusan dipergunjingkan di balik punggungku hanya karena dia. Aku tidak suka hidup seperti itu," jelas Sungmin. "Lagipula, diantara kami tidak pernah terjadi apa-apa," lirihnya lagi.
Sungmin menarik nafas panjang lalu menatap wajah Kyuhyun lebih dalam. Sedang Kyuhyun tengah menatap balik pada Sungmin dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Kau yakin tidak pernah terjadi apa-apa antara kalian?" Tanya Kyuhyun lebih serius.
Sungmin seperti tersengat listrik mendengar pertanyaan Kyuhyun.
"Sungmin?" Tanya Kyuhyun lagi "Kalian pernah berkencan kan?"
"Ti-tidak seperti itu ceritanya," sanggah Sungmin malu-malu.
"Lalu?"
"Aku juga tidak terlalu mengerti tentang hubungan kami," lirih Sungmin. "Dulu, kami pernah bertengkar hebat tentang hubungan kami. Siwon bersikeras kalau kami ini pasangan, dan aku terus-terusan mengabaikannya. Dan perselisihan kami memuncak saat kelulusan SMA. Dia marah saat tahu aku tidak jadi kuliah manajemen di Amerika."
"Walau begitu, Siwon terus-terusan berusaha menghubungi ku saat aku masih di Inggris. Sedangkan aku berusaha mati-matian untuk melupakannya." Gadis itu kemudian menghela nafas di sela ceritanya. "Akhirnya aku menyerah saat ia benar-benar datang ke Inggris untuk menemuiku. Sejak saat itu, hubungan kami membaik. Ia sering bolak-balik New York-London hanya untuk memastikan kami baik-baik saja. Kami sering bertemu, berkomunikasi, jalan keluar, bercerita tentang kehidupan baru masing-masing, dan bicara tentang rencana masa depan kami. Aku tidak tahu kalau hal itu disebut berkencan. Aku hanya merasa nyaman tentang hubungan semacam itu, mengingat usia ku yang masih sangat muda. Dan, suatu hari.." ucap gadis itu menggantung.
Kyuhyun bisa melihat betapa gamangnya perasaan Sungmin selama ia bercerita tentang hal ini. "Dan apa?" Tanya Kyuhyun lagi namun dengan suara yang lebih lembut.
"Suatu hari dia mencoba melamarku," lirih Sungmin. "Tapi aku menolaknya," timpalnya lagi.
"Heh? Kenapa?"
"Aku mengatakan padanya kalau kami masih terlalu muda untuk menikah," jawab gadis itu pelan. "Tentu saja, Siwon tidak mau menyerah begitu saja. Setelah itu, ia terus-terusan meyakinkan ku untuk menikah dengannya."
"Lalu kau terus-terusan menolaknya?" Ucap Kyuhyun.
"Awalnya iya. Tapi akhirnya aku malah membuatnya berjanji untuk menungguku," lirihnya lagi.
"Dan kau membuatnya menunggumu selama ini?" Kata Kyuhyun yang terasa memojokkan Sungmin. "Bukankah itu artinya kau yang jahat? Jika kau tidak menyukainya kenapa kau tidak mengatakannya dengan jelas?"
"Aku menyukainya," jawab Sungmin cepat "Tentu saja, aku menyukainya," katanya lagi. "Bagaimana bisa aku tidak tersanjung karena perhatiannya?"
"Lalu kenapa kau menolaknya? Bukankah kau ingin bersamanya?" Desak Kyuhyun lagi.
Sungmin mengalihkan pandangannya keluar jendela.
"Bukannya sudah kukatakan. Bagaimanapun juga kami tidak boleh bersama," ucap gadis itu dengan suara bergetar.
Kyuhyun ingin menahan dirinya untuk tidak bertanya lagi, karena ia mulai mengerti kalau pertanyaan-pertanyaannya membuat gadis itu lebih terpukul. Dan entah kenapa, kemarahannya yang tidak beralasan itu hilang begitu saja setelah ia mendengar penjelasan Sungmin, bahkan mungkin sekarang bisa dikatakan Kyuhyun merasa menyesal.
"Kau mengerti kan, Kyu. Hidupku ini sungguh menggelikan. Aku bahkan tidak bisa bersama orang yang benar-benar ku sukai," ucapnya seraya tertawa di sela ucapannya. Tertawa terpaksa tentunya, karena Kyuhyun bisa mendengar suara isakan tertahan itu lagi. Lalu kenapa gadis itu tertawa? Menertawai kehidupannya yang sebenarnya menyedihkan, atau hanya berusaha menghibur dirinya sendiri.
"Siwon marah dan kecewa tentang pernikahan kita, Kyu. Karena itu ia tidak percaya begitu saja tentang kabar pernikahan kita. Dia tahu betul bagaimana sifatku, walau aku berbohong dengan sangat baik padanya, ia tetap tahu aku bohong," jelas gadis itu lagi. "Akhirnya dia tahu tentang pernikahan palsu kita ini."
"Bagaimana dia bisa tahu, bukankah kau bilang hanya kita yang tahu?"
Sungmin menatap Kyuhyun lagi. "Aku menuliskan perjanjian kita lewat pengacaraku. Dia satu-satunya orang luar yang tahu selain kita. Malangnya aku lupa kalau pengacara pribadi ku adalah orang kepercayaan Siwon dari firma hukum perusahaannya. Tentu saja, Siwon bisa mengancamnya dengan mudah," jelas Sungmin.
Kyuhyun sebenarnya merasa terlalu lelah untuk bicara lebih banyak atau bertanya lebih detail. Dirinya hanya ingin tahu kalau malam ini Sungmin sudah pulang dan ada di sampingnya, itu sebenarnya sudah cukup. Ia tidak ingin menghabiskan malamnya mendengar cerita konyol ini atau melihat seberapa terlukanya gadis itu. Lagipula ia tahu kalau dirinya tidak bisa berbuat apa-apa untuk menyelesaikan masalah ini.
"Lalu, apakah orang itu mengatakan hal lain? Dia pasti sangat sedih kan?" Tanya Kyuhyun hati-hati.
Sungmin hanya diam, tidak mengatakan sepatah kata pun.
"Aku tahu kalau aku tidak punya hak apa-apa dalam masalah kalian. Tapi, bukankah sebaiknya kalian berbaikkan? Kau kan bisa mengatakan padanya untuk menunggu, sama seperti yang ku lakukan pada pacar ku," nasihat Kyuhyun.
"Aku tidak bisa," lirih gadis itu seraya merebahkan badannya dan menarik selimut.
"Ken-"
"Kyu, maaf telah membuatmu marah hari ini," ucap Sungmin memotong perkataan Kyuhyun.
Kali ini giliran Kyuhyun yang menghela nafas. "Aku sebenarnya tidak marah. Aku hanya kecewa kau tidak pernah mengatakan apa-apa tentang dia," jawab Kyuhyun tenang.
Sungmin tidak menjawab apa-apa sehingga Kyuhyun pikir gadis itu telah tertidur. Dan saat Kyuhyun menolehkan kepalanya kearah Sungmin ternyata benar. Gadis itu sudah tertidur dengan wajah yang jarang dijumpai Kyuhyun. Wajah polosnya.
Kyuhyun merebahkan dirinya juga dengan matanya masih terpaku pada sosok Sungmin.
"Sungmin? Kau tertidur?" ucap Kyuhyun mencoba meyakinkan dirinya sendiri "Hei, kalau kau tidak sikat gigi, gigimu bisa berlubang," ucapnya dengan suara yang lebih lembut.
Namun Sungmin tidak menjawab.
'Mungkin dia sangat lelah hari ini,' batin Kyuhyun.
Tanpa Kyuhyun sadari, ada senyum tipis yang tersungging di wajahnya saat ia menatap gadis itu. Entah kenapa, saat itu Kyuhyun merasa sangat bahagia melihat wajah Sungmin yang penuh ketenangan. Mata gadis itu tertutup, dadanya bergerak kembang kempis yang seirama dengan alunan nafasnya. Gadis itu nampaknya sudah pergi ke dunia mimpinya, karena ia terlihat beristirahat dengan baik. Bahkan desah nafasnya saja, bisa membuat Kyuhyun ikut merasa tenang.
Di sela hembusan nafas gadis itu, Kyuhyun bisa mendengar Sungmin yang sesegukkan. Menurutnya, masalah ini pasti membuat Sungmin, lagi-lagi, harus mengorbankan perasaannya. Ia tak mengerti kenapa ia harus melarikan dari dari pria semacam Siwon hanya karena alasan yang tak begitu jelas. Bukankah kalau dari awal Sungmin menikah dengan Siwon, dirinya tidak akan terlibat dalam permainan ini.
Sudahlah, Kyuhyun sudah lelah bertanya-tanya tentang apa dan mengapa. Bagaimanapun juga, walau ia protes jutaan kali pada takdir dan keberuntungan, ia tetap tidak bisa membalikkan keadaan. Lagipula, ia sudah terlanjur nyaman dengan semua ini. Dirinya masih bisa bersama orang yang dicintainya, Seohyun, dan dirinya juga bisa melindungi keluarganya dari ancaman Sungmin.
Tapi bagaimana kalau akhirnya ia jatuh cinta pada wanita disampingnya ini?
Huh, pertanyaan bodoh macam apa itu. Kyuhyun sadar kalau ia tidak akan mungkin jatuh cinta pada gadis yang penuh dengan spekulasi dan kebohongan seperti Sungmin. Tidak, Kyuhyun tidak mungkin dan tidak akan pernah menyukainya.
Kyuhyun menarik selimut Sungmin lebih tinggi dan mendekatkan wajahnya untuk menatap Sungmin lebih dekat.
'Bahkan setan ini bisa terlihat sangat cantik saat tertidur,' batinnya.
Dalam jarak yang dekat, Kyuhyun bisa mencium parfum pria dari tubuh Sungmin dan hal itu membuat Kyuhyun menjauhkan wajahnya.
'Apa yang barusan ia lakukan dengan pria itu?' Tanya Kyuhyun dalam hati.
Kyuhyun merasa kesal lagi, dan dirinya membalikkan badannya, memunggungi Sungmin agar Kyuhyun bisa berhenti memikirkan gadis itu, dan berharap untuk tertidur.
Tidur yang bahkan tetap mengantarkannya pada mimpi dimana gadis itu yang jadi tokoh utamanya.
Jika aku harus menyerah karena perasaan bodoh ini...
Jika kau harus menderita karena perasaan konyol itu...
Dan jika dia harus tersiksa dengam perasaannya...
Haruskah ada kata 'kita' lagi?
Haruskah kita menyerah saja?
"Bagaimana dengan urusan perusahaan, bukankah sangat sibuk bekerja sekaligus mengurus suami?" Tanya Kangin seraya menyesap tehnya.
Sungmin yang sedang membereskan meja makan menatap sejenak pada Kangin. "Tidak juga. Kyuhyun bisa mengurus dirinya sendiri," kata Sungmin yang kemudian melanjutkan pekerjaannya.
"Kau tidak boleh begitu. Isteri itu tidak boleh lebih sibuk dari suaminya," nasehat Leeteuk yang tengah membantu Sungmin.
"Kyuhyun, kalau isterimu sangat sibuk, kau harus menegurnya supaya tidak melalaikan pekerjaan rumah tangganya," kata Kangin yang sedang duduk dihadapan Kyuhyun.
"Tidak, kami memang sama-sama sibuk, dan kami jarang di rumah," kata Kyuhyun.
"Jadi, kalian jarang bersama rupanya," sahut Leeteuk yang kemudian duduk di samping Kangin.
"Y-ya, begitulah. Tapi Sungmin sering menemaniku di lokasi syuting atau saat rekaman," kata Kyuhyun lagi.
"Oh, begitu," kata Leeteuk yang kemudian menyeruput tehya.
Malam ini, rencana makan malam Kyuhyun dengan Seohyun berantakan karena orang tua Sungmin makan malam di rumah mereka hari ini. Karena itu, sedari sore, Kyuhyun sibuk membantu Sungmin memasak dan menyiapkan makanan. Yah, walaupun Kyuhyun sebenarnya ingin menyerahkan urusan dapur pada koki rumahnya, tetap saja Sungmin bersikeras akan memasak sendiri, dan itu juga cukup merepotkan Kyuhyun.
Ternyata Sungmin cukup mengejutkan saat memasak. Awalnya Kyuhyun pikir Sungmin tidak akan bertahan lebih dari sepuluh menit di dapur, tapi ternyata isterinya itu bisa membuat makanan yang sangat enak. Saat ditanya bagaimana ia bisa begitu hebat dalam memasak, Sungmin hanya nyengir dan berkata kalau selama di Inggris ia selalu masak sendiri di apartemennya.
"Ne, bagaimana rasanya setiap hari makan masakan Sungmin? Bisa-bisa berat badanmu bertambah," goda Kangin.
"Aku jarang memasak untuknya," jawab Sungmin datar seraya duduk di samping Kyuhyun.
'Bahkan ini untuk pertama kalinya aku makan masakannya,' batin Kyuhyun yang hanya bisa tertawa garing.
"Kau ini, harusnya memberikan lebih perhatian pada Kyuhyun. Kasihan Kyuhyun kurus begitu," kata Leeteuk.
"Aku tidak bisa membiarkannya gendut, dia kan artis."
"Ya... ya... Oh iya ngomong-ngomong bagaimana perkembangannya?" Tanya Leeteuk seraya mengedipkan matanya.
"Perkembangan apa maksudnya?" Sungmin balik bertanya seraya meminum tehnya.
"Ah, kalian ini," goda Leeteuk, "Aku bertanya bagaimana tentang cucu pertama ku."
Jleb
Perkataan Leeteuk seperti memukul telak pasangan suami isteri tersebut.
"Eomma! Bukannya sudah ku bilang kami belum memikirkannya," jawab Sungmin yang pipinya memerah, sama seperti wajah Kyuhyun.
"Heh, kenapa seperti itu? Kalian kan sudah menikah, apa salahnya punya anak," kata Kangin.
"Akhir-akhir ini kan kami masih sibuk dengan pekerjaan kami, jadi rasanya kami belum siap punya anak," jawab Kyuhyun yang mencoba tenang.
"Kalian berdua ini sama saja, hanya pekerjaan dan pekerjaan yang selalu ada di kepala kalian. Kan sudah ku katakan kalian bisa mengambil cuti beberapa minggu, aku juga bisa menaruh Sungmin di departemen yang pekerjaannya lebih ringan."
"Tentu saja aku tak mau turun jabatan," jawab Sungmin "Dan lagipula, kami masih menikmati masa-masa berdua," ucap Sungmin seraya melingkarkan tangannya ke tangan Kyuhyun yang duduk disampingnya.
"Mungkin nanti kami akan memikirkannya," kata Kyuhyun yang kemudian tersenyum pada Sungmin.
"Iya, iya, tapi jangan sampai menundanya terlalu lama. Kasihan ibumu ini, dia sangat ingin punya cucu," kata Kangin seraya tersenyum.
Sungmin hanya tertawa kecil mendengar perkataan Kangin. "Bagaimana kalau kita menonton tv?" kata Sungmin yang kemudian menyalakan tv di hadapan mereka.
Dan saat tv itu menyala, sontak keluarga itu merasa seisi dunia sedang berguncang.
Headline yang terpampang di berita saat itu nyaris membuat nafas Sungmin terhenti, bahkan menit selanjutnya Leeteuk jatuh pingsan.
'SKANDAL DI D.O.S Corps' dengan foto Kyuhyun yang tengah bersama dengan Seohyun dan Sungmin yang sedang mencium pipi Siwon.
Seperti bencana, bahkan pikiran Sungmin yang berkabut menjadi semakin gamang saat ia tahu bahwa eommanya terkena serangan jantung.
"Eomma!"
Jika dunia dan kenyataan-kenyataan itu sudah menamparnya berkali-kali...
Mencoba menyadarkannya kalau dari awal hal ini sudah salah...
Jika gadis itu masih bebal dan berpegang teguh pada keyakinannya...
Apakah kekacauan dan masalah akan datang lebih banyak dari ini?
Atau mungkin ia malah menemukan hal yang selama ini dicarinya?
Bersambung...
Harap tinggalkan komentar ^_^
