DISCLAIMER ALL CHARA BELONG TO MASASHI KISHIMOTO

Genre : Romance/Drama/Angst/Tragedy

Warn : Typo(s), OOC, Antagonis Sasuke (don't liket it? Click back)

Pair : Saso X Saku/One sided Sasu X Saku

.

Long time ago, there's a clown who's in love with the princess. But the princess already engaged with the prince. Then, the prince try to separated

the clown from the princess. What will happen?

Can their love destined to be together?

By Riku18

xxx

Hidden Feeling Behind The Mask

Chapter 11

(Flame Executed)

.

.

Hari-hari berikutnya dihabiskan Sakura dengan berjalan-jalan di pusat kota Konoha. Gadis itu menghabiskan waktunya dengan rasa bahagia tanpa beban karena tidak ada yang melarangnya untuk pergi kemana pun yang dia suka. Dari hari ke harinya Sakura mulai dekat dengan para clown dari sirkus itu dan dia juga mulai mengetahui nama masing-masing dari mereka semua.

Satu-satunya clown perempuan diantara mereka bernama Konan. Gadis itu sangat cantik tanpa riasan tebal dan dia cukup ramah. Lalu ada Deidara yang memerankan menjadi seorang putri pada saat drama. Dia pemuda yang baik meskipun sedikit cerewet dan dia sangat cantik, tak heran dia mendapatkan peran sebagai seorang putri. Ada lagi Tobi, clown jenaka yang selalu memakai topeng berwarna orange dengan pola seperti lolipop. Ada Pein yang merupakan pendiri kelompok sirkus mereka, lalu Hidan yang selalu dapat memukau penonton dengan aksi apinya, Zetsu dan Kisame yang mahir beratraksi dengan pedang, lalu Kakuzu sebagai pengurus keuangan mereka. Hanya saja Sakura belum mengetahui siapa clown yang selalu mengenakan topeng tersenyum itu. Setiap kali dia bertanya, mereka pasti menyuruh Sakura untuk menanyakannya langsung pada orangnya sendiri, sedangkan yang dia tanya selalu tidak mau menjawab.

Tapi meskipun begitu Sakura tetap senang karena ternyata mereka semua sangat baik dan bersikap kekeluargaan. Hal yang selalu membuat Sakura merasa hangat dan seperti berada di tengah-tengah keluarga sendiri.

Seperti pada hari ini, Sakura pergi lagi ke kota untuk mengunjungi para pemain sirkus itu. Rasanya tiada hari tanpa pergi mengunjungi orang-orang tersebut. Sakura tidak bisa membayangkan kalau suatu saat nanti dia tidak bisa bertemu dengan mereka yang sudah dianggapnya seperti keluarga sendiri.

ooo

Keadaan kota masih sangat sepi, maklum saja hari ini Sakura datang lebih pagi dari hari biasanya. Karena setelah hari ini, dia tidak yakin akan bisa menghabiskan waktunya bersama-sama mereka lagi atau tidak. Tapi langkahnya terhenti saat dia melihat tiga orang yang berjalan mengendap-endap ke arah tenda sirkus. Ketiga orang itu diyakini Sakura sebagai pelayan dari keluarga Uchiha. Tayuya, Sakon dan Ukon. Entah apa yang mau ketiganya lakukan di sana. Gerak-gerik mereka mencurigakan membuat Sakura jadi penasaran dan dengan insting, Sakura langsung mengikuti ketiganya dengan hati-hati.

"Apa yang kalian bertiga sedang lakukan di sini?" tanya Sakura saat melihat ketiganya sudah berada di dalam tenda.

"Ah, No-Nona Sakura!" Tayuya langsung melompat kaget. Sepertinya gadis itu sangat terkejut melihat kehadiran Sakura di sana.

Ketiga pelayan dari keluarga Uchiha itu langsung terdiam dan saling menatap satu sama lain seolah sedang bersekongkol mencari alibi.

"Kami diminta Tuan Sasuke untuk meminta para clown dari sirkus datang ke acara pesta pernikahannya nanti bersama dengan Nona Sakura," ucap Sakon yang sepertinya sudah mendapatkan alibi yang tepat.

"Tuan Sasuke menginginkan kehadiran mereka untuk menghibur para tamu undangan yang datang nanti," sambung Ukon yang sepertinya sudah sehati dengan Sakon dan menguatkan alibi mereka.

"Oh, ya! Tuan Sasuke meminta Nona Sakura untuk memilih kue pernikahan untuk kalian berdua!" Sakon tiba-tiba saja menarik Sakura keluar dari tenda.

"Tapi... " Sakura merasa ada yang aneh dan perasaannya benar-benar tidak enak. Dia ingin sekali tetap ada di sana tapi Sakon seperti sengaja menariknya paksa membuatnya terpaksa keluar dari dalam tenda.

Begitu melihat Sakon berhasil membawa Sakura keluar, Ukon dan Tayuya langsung menghela napas lega. Hampir saja rencana mereka ketahuan tadi. Akan gawat kalau Sakura sampai tahu, mereka bisa kena marah Sasuke dan berurusan dengan para clown itu.

"Kita harus cepat melakukannya sebelum Nona Sakura kembali," kata Ukon yang menyuruh Tayuya untuk bergerak cepat sebelum ada orang lain lagi yang datang. Tayuya mengangguk mengerti.

.

.

Kedua orang itu bergegas melakukan tugasnya. Mereka menuangkan bensin sambil mengitari panggung sirkus tersebut. Sepertinya mereka berencana untuk membakar tenda tersebut. Tapi belum sempat api dinyalakan, perbuatan mereka kepergok oleh sang clown yang baru saja terbangun dari tidurnya. Tentu dia sangat terkejut dengan kehadiran dua orang asing di dalam tenda mereka.

"Apa yang mau kalian lakukan?" tanyanya dengan suara yang agak keras.

"Ck, sialan!" desis Ukon yang kesal karena aksinya kepergok. Tanpa terduga pemuda berambut putih itu berlari dan menerjang sang clown.

"Hei, apa-apaan ini?" sang clown berusaha untuk mendorong Ukon yang sedang menahannya agar tidak bergerak.

"Cepat lakukan Tayuya!" teriak Ukon menyuruh Tayuya untuk melakukan eksekusi. Pemuda itu mengikat kedua tangan sang clown dengan tali yang memang sengaja dia bawa untuk berjaga-jaga.

"Baik!" balas gadis itu yang langsung menyalakan korek api.

"TEMAN-TEMAN! CEPAT BANGUN!" clown itu berteriak panik saat api mulai menyala dan menjalar mengelilingi panggung.

Mendengar adanya teriakan membuat para pemain sirkus lainnya segera terbangun dan berlari menuju tenda utama di mana mereka sudah melihat api sudah menyebar membakar kursi penonton.

"Ayo pergi Tayuya!" Ukon langsung menyuruh Tayuya untuk melarikan diri dengan cepat. Pemuda itu berlari begitu saja keluar tenda. Sementara Tayuya yang berusaha menyusulnya tanpa sengaja terjatuh karena tersandung sebuah balok kayu yang ada di sana.

"Ugh... Tunggu aku Ukon!" Tayuya sedikit merintih karena tampaknya kakinya terkilir. Dia berusaha untuk lari tapi sayang dia sendiri sekarang terjebak oleh api yang dibuatnya sendiri.

"Air! Cepat ambil air!" teriak Konan menyuruh yang lainnya segera mengambil air untuk memadamkan api agar tidak terjadi kebakaran yang lebih dahsyat.

"Semuanya keluar!" Pein, ketua dari kelompok sirkus itu menyuruh anggota yang lainnya untuk segera keluar dari dalam tenda.

ooo

Melihat dirinya dikelilingi api membuat Tayuya ketakutan. Dia benar-benar takut sampai-sampai dia tidak mampu bergerak dari tempatnya sendiri. Sementara itu para penghuni tenda sudah keluar untuk menyelamatkan diri.

"KEBAKARAN! KEBAKARAN!" orang-orang di sekitar tenda berteriak saat melihat api besar membumbung tinggi dari dalam tenda. Sakura yang mendengarnya otomatis berlari ke arah tenda untuk melihat.

Benar saja, setelah sampai di sana tenda itu sudah terbakar. Api menjalar kesana kemari. Semua penduduk kota ketakutan. Pein dan yang lainnya sedang berusaha untuk memadamkan kobaran api yang semakin besar itu. Beberapa penduduk lokal ada juga yang membantu sementara sisanya hanya diam tanpa berbuat apa-apa. Sakura melihat para anggota sirkus itu satu-persatu untuk memastikan kalau mereka semua selamat, tapi dia menyadari kalau pemuda itu tak ada di sana.

"Kemana dia?" tanya Sakura yang berlari menghampiri Konan sambil menanyakan keberadaan pemuda itu.

"Astaga, jangan-jangan dia masih di dalam!" balas Konan yang juga baru menyadari kalau pemuda itu tak ada diantara mereka. Wajahnya langsung berubah pucat.

"Aku akan mencarinya!" Sakura bertekad untuk masuk ke dalam dan mencarinya, tapi aksinya sudah dihentikan oleh pemuda berambut putih yang bernama Hidan.

"Tolong jangan nekad! Di dalam sudah dikelilingi api dan terlalu bahaya bagimu untuk masuk!" katanya mencegah Sakura yang mau masuk ke dalam tenda.

Sementara di dalam clown itu ternyata sedang berusaha membawa Tayuya keluar dari kepungan api. Gadis itu tampak shock dan hanya diam di tempatnya.

"Cepat kemari!" teriaknya berkali-kali mencoba membujuk gadis itu untuk melompati api yang ada di depannya.

"Tidak... Aku tidak mau! Aku pasti akan terbakar! Tidak, aku tidak mau!" Tayuya menggeleng sambil berteriak kalau dia tidak mau keluar berkali-kali.

"Tidak akan apa-apa, percayalah padaku!" katanya mencoba semaksimal mungkin untuk membujuknya dan ternyata usahanya berhasil. Tayuya yang merasa ketakutan dan bimbang seperti mendapat kekuatan.

Gadis yang bertubuh kecil itu akhirnya berdiri dan dengan keberanian penuh dia melompati api yang sudah mengelilinginya. Bertepatan dengan itu kayu yang menyangga tenda runtuh. Untung saja dia sudah berpindah tempat, kalau tidak pasti reruntuhan itu akan menimpanya. Tayuya dengan erat mencengkramkan tangannya ke lengan clown yang tadinya ingin dia lenyapkan.

"Sudah tidak apa-apa, jangan panik. Sekarang pelan-pelan kita cari jalan keluar. Tetap ikuti aku, mengerti?" clown itu berusaha menenangkan Tayuya yang masih ketakutan karena sedetik yang lalu dia hampir saja terbunuh.

Keduanya berjalan dengan hati-hati menuju keluar tenda. Tayuya sama sekali tidak mau melepaskan pegangannya dari lengan pemuda itu dengan tangan gemetar.

'"Hati-hati. Cepat keluar duluan," kata sang clown yang menyuruh Tayuya untuk segera keluar duluan dan melompati balok kayu yang sudah terbakar.

Tayuya tampak ragu untuk melompat karena api pada balok kayu itu membumbung cukup tinggi. Dia khawatir akan terkena jilatan api tersebut. Tayuya tampak diam sejenak untuk berpikir.

Jreeeet!

setelah agak lama dia memutuskan untuk merobek setengah dari rok panjangnya sampai selutut, hal itu dilakukan untuk memudahkannya melompat. Selain itu rok yang panjang akan membuatnya mudah terkena api.

Hap!

Satu lompatan berhasil dilakukan Tayuya tapi karena dia gemetaran sehingga gadis itu kembali terjatuh tepat di depan tenda. Dengan pelan gadis itu berusaha berdiri.

"TAYUYA!" Sakon dan Ukon berseru lega saat melihat Tayuya berhasil keluar dengan selamat. Tentu kedua pemuda itu sangat panik saat menyadari kalau Tayuya, adik mereka terjebak di dalam kobaran api yang mereka buat sendiri.

"Jangan berdiri di sana, minggir!" clown yang baru keluar itu langsung mendorong Tayuya yang masih berdiri di depan tenda. Dia melakukan itu agar Tayuya menjauh dari sana.

BRUKH!

Disaat yang bersamaan tenda itu salah satu besi penyangga bagian depan tenda itu roboh karena kayu yang menopangnya terbakar api.

"KYAAAA!"

Tayuya menjerit kaget bercampur rasa takut saat menoleh ke belakang dan mengetahui apa yang terjadi. Besi itu terjatuh dan menimpa sang clown yang telah menolongnya.

"Cepat tolong dia!" kata gadis itu secara reflek. Tayuya segera menghampiri clown yang tertimpa besi itu dan langsung berlutut di depannya. Dia mencoba untuk menyingkirkan besi besar itu dari tubuh sang clown.

Sakura yang juga ingin menolongnya tertahan karena Sakon mencegahnya untuk ke sana. Tentu saja hal itu dilakukan Sakon agar gadis yang akan menjadi istri tuannya tidak terluka. Sementara Ukon segera maju untuk ikut membantu Tayuya.

Tak berapa lama beberapa teman dari clown itu berdatangan dan ikut membantu. Bersama-sama mereka berusaha sekuat tenaga untuk mengangkat besi tersebut. Akhirnya dengan kerjasama besi besar itu dapat disingkirkan.

"Bagaimana keadaannya? Apa dia baik-baik saja?" tanya Tayuya yang begitu khawatir melihat clown itu tak bergerak sama sekali.

"Sepertinya dia pingsan," balas seorang pemuda berambut putih setelah melihat keadaan temannya yang pingsan.

"Cepat bawa ke rumah sakit!" sambar Konan dengan kepanikan yang luar biasa.

"Iya, aku akan segera membawanya ke rumah sakit."Hidan mengangguk cepat dan segera membawa temannya menuju rumah sakit tedekat yang ada di kota. Dia berlari dengan cepat dan diikuti oleh Tayuya serta Ukon, sementara para pemain sirkus lainnya masih terus berusaha untuk memadamkan api.

"Lepaskan aku!" Sakura akhirnya berhasil melepaskan diri dari Sakon dan berlari menyusul Hidan yang sudah lebih dulu pergi bersama Tayuya dan Ukon.

"Nona Sakura, tunggu!" Sakon ikut mengekor mengikuti Sakura.


Di dalam rumah sakit Sakura terlihat begitu cemas. Dia sekarang sedang menunggu di depan ruangan bersama dengan Tayuya, Sakon dan Ukon, sementara Hidan masuk ke dalam ruangan sedang memeriksakan keadaan clown itu.

"Kebakaran tadi ulah kalian, kan?" tanya Sakura pada ketiga pelayan Uchiha itu. Ini kesempatan untuk menanyakan semuanya. Pantas saja sejak melihat mereka ada di dalam tenda hati Sakura jadi merasa tak enak.

Baik Tayuya, Sakon ataupun Ukon tak ada yang berani menjawab. Ketiganya saling terdiam dan tertunduk. Sikap yang ditunjukkan mereka bertiga seolah membenarkan dugaan Sakura kalau pelaku kebakaran itu memang mereka.

"Sekarang kalian lihat? Orang yang ingin kalian celakai malah menolong kalian!" amarah Sakura sudah tak dapat dibendungnya. Tangannya menunjuk ke arah ruangan di mana clown itu sekarang ada di dalamnya sedang berada antara hidup atau mati.

"Maaf... " hanya itu kata-kata yang terlontar dari ketiganya.

Ketiganya tahu kalau kini mereka sama-sama berhutang budi pada clown itu. Sungguh sangat ironis, awalnya mereka ingin melenyapkan anggota sirkus itu tapi sekarang keadaan berbalik, mereka merasa telah merasa berhutang nyawa.

"Siapa? Siapa menyuruh kalian melakukan hal itu?" tanya Sakura dengan tajam. Sebenarnya dia sudah bisa menebak siapa pelaku dibalik ini semua, hanya saja dia ingin lebih memastikannya dahulu.

"Kami... " Sakon dan Ukon terlihat bingung dan saling berpandangan satu sama lain seolah ada keraguan yang membuat mereka bingung untuk bicara atau tidak.

"Tuan Sasuke yang memerintahkan kami untuk melakukannya." Tanpa terduga Tayuya mengatakan semuanya kepada Sakura. Sakon dan Ukon langsung melotot tak percaya mendengar pengakuan Tayuya.

"Ta-Tayuya! Apa yang kau katakan? Kalau sampai Tuan Sasuke tahu, kita semua bisa celaka!" sambar Sakon memarahi Tayuya. Terlihat sekali kalau pemuda itu begitu takut pada Sasuke.

"Kita pasti akan kena hukuman!" timpal Ukon yang terlihat frustasi.

"Lalu aku harus bagaimana?" balas Tayuya yang tiba-tiba saja berteriak pada kedua saudaranya. Sakon dan Ukon tercengang karena ini pertama kalinya mereka melihat Tayuya menunjukkan emosi yang begitu dalam. Sakura juga sampai terdiam melihat reaksi Tayuya.

"Aku... Benar-benar merasa sangat malu dan sangat bersalah kalau sampai aku membunuh orang sebaik itu!" katanya lagi sambil mencengkramkan kedua tangannya pada bagian rok bajunya. "Meskipun dia mengetahui perbuatan kita... Tapi dia tetap saja berusaha untuk menolongku... Aku tidak peduli lagi dengan Tuan Sasuke... Rasa kemanusiaanku mengatakan kalau hanya ini yang bisa kulakukan dengan mengatakan yang sebenarnya." Tayuya mengutarakan semua beban di otaknya. Di satu sisi dia harus patuh pada Sasuke tapi sisi lain dia merasa sebagai manusia yang juga memiliki perasaan dan pada akhirnya rasa kemanusiaan itulah yang menang.

"Tenang saja, aku tidak akan mengatakan apa-apa pada Sasuke. Aku hanya ingin tahu kebenarannya saja." Sakura berusaha meyakinkan ketiga orang itu kalau dia tak akan bicara pada Sasuke mengenai hal ini, "tapi aku butuh bantuan kalian. Apa kalian mau membantuku?" sambung Sakura yang sudah dapat mengontrol amarahnya yang tadi.

"Apapun akan kami lakukan untuk menebus kesalahan kami!" sambar Tayuya dengan cepat. Sakon dan Ukon hanya bisa mengangguk pasrah.

Disaat itulah Hidan yang sedari tadi di dalam ruangan akhirnya keluar dengan wajah datar. Sakura beserta yang lain segera menghampiri pemuda itu.

"Bagaimana keadaannya? Apa lukanya parah?" tanya Sakura yang ingin mengetahui keadaan clown itu. Sementara Tayuya, Sakon dan Ukon hanya bisa menatap dengan cemas seolah mempertanyakan hal yang sama.

"Ada benturan kuat pada punggung belakangnya... Tulang pada bahu kanannya sedikit bergeser tapi untunglah selain itu tak ada luka yang serius," jawab Hidan yang membuat keempatnya menghela napas lega.

"Lalu, apa kami bisa melihatnya?" tanya Sakura penuh harap. Dia ingin memastikan sendiri kalau clown itu baik-baik saja.

"Untuk saat ini belum bisa... Dia masih membutuhkan istirahat," balas Hidan sambil meminta pengertian dari yang lain.

"Oh, begitu... Tidak apa-apa... " Sakura tampak kecewa, "tolong sampaikan salamku untuknya, semoga dia bisa cepat sembuh. Aku permisi dulu," sambung Sakura pada Hidan.

"Kami juga permisi dan sampaikan terima kasih kami padanya... Maaf telah membuat semuanya kacau... " timpal Tayuya sambil membungkuk dengan hormat. Hidan hanya menggaruk-garuk kepalanya dengan bingung dan tak lama dia mengangguk.


Keempat orang itu akhirnya pergi meninggalkan rumah sakit. Tayuya, Sakon dan Ukon pergi mengikuti Sakura sesuai dengan perintah dari gadis itu. Entah apa sebenarnya yang mau Sakura lakukan dengan bantuan mereka.

"Sekarang kalian bertiga ikut ke rumahku. Aku ingin nanti di sana, kalian menceritakan kejadian ini pada Paman dan Bibiku," kata Sakura sambil berjalan di depan ketiganya. Tampak wajah Tayuya, Sakon dan Ukon memucat. "Tenang saja, mereka akan melindungi kalian dari Sasuke kalau dia berani macam-macam," sambungnya lagi saat menyadari ada gurat kecemasan pada wajah mereka bertiga.

Akhirnya mereka bertiga sampai di kediaman Haruno. Dengan takut-takut mereka bertiga masuk ke dalam rumah besar itu dan menunggu Jiraiya beserta Tsunade dengan perasaan cemas. Tak bisa dibayangkan bagaimana reaksi Jiraiya dan Tsunade kalau mengetahui hal semacam ini. Menantu pilihan mereka merencanakan pembunuhan terhadap orang lain. Setelah menunggu beberapa saat akhirnya kedua orang itu keluar dan segera duduk sambil menatap Tayuya, Sakon dan Ukon dengan wajah keheranan.

"Ada masalah penting apa yang mau kau bicarakan pada kami Sakura?" tanya Jiraiya langsung menatap Sakura yang sedang memasang wajah serius.

"Ini menyangkut Sasuke Uchiha," kata gadis itu dengan intonasi suara yang tajam. Saat itu Jiraiya ataupun Tsunade tahu, kalau pasti ada masalah serius yang menyangkut pemuda Uchiha itu. Apapun masalahnya pasti sesuatu yang tidak baik kalau dilihat dari ekspresi Sakura saat ini.

Sakura akhirnya menceritakan mengenai perbuatan Sasuke yang ingin mencelakai orang-orang sirkus yang ada di kota. Pernyataannya juga dibenarkan oleh Tayuya, Sakon dan Ukon yang diberi perintah langsung oleh Sasuke untuk melakukan tugas itu. Mendengar semua itu tentu langsung membuat Jiraiya dan Tsunade kecewa pada Sasuke. Mereka sama sekali tak menyangka kalau pemuda itu bisa berbuat hal yang begitu kejam dan licik.

"Bagaimana sekarang? Apa kalian masih ingin menjodohkanku dengan Sasuke? Kalian tidak takut kalau suatu saat nanti dia bisa melakukan hal yang sama terhadapku?" tanya Sakura meminta keputusan Jiraiya dan Tsunade.

"Aku benar-benar tak menduga kalau Sasuke bisa seperti itu." Jiraiya terlihat sangat kecewa. Dia merasa telah bersalah dan hampir saja menjerumuskan Sakura ke tangan orang yang salah.

"Tunggu apalagi? Kita harus segera membatalkan pernikahan mereka," balas Tsunade sambil melirik Jiraiya untuk segera bertindak.

"Baiklah. Aku akan segera membicarakan ini pada kelurga Sasuke, dan kau Tsunade, tolong sampaikan berita ini pada Sasuke." Akhirnya Jiraiya sudah memutuskan untuk membatalkan pernikahan Sakura dan Sasuke. Sakura tampak tersenyum puas dengan keputusan Jiraiya karena memang inilah yang dia inginkan sejak awal.

"Kalian bertiga ikut aku, kita pergi ke rumah Uchiha," kata Jiraiya yang akhirnya pergi ke tempat Uchiha bersama dengan ketiga orang itu.

Sementara itu, setelah Jiraiya pergi ke rumah Uchiha, Tsunade langsung segera menghubungi Sasuke yang berada di Sunagakure. Begitu panggilannya diangkat oleh Sasuke, tanpa basa-basi lagi wanita itu langsung mengutarakan semuanya, bahwa dia telah membatalkan pernikahan. Dengan begitu tidak akan ada pernikahan antara Sakura dan Sasuke pada hari Minggu nanti. Setelah menyampaikan berita tersebut, Tsunade langsung mengakhiri pembicaraan mereka dan menutup telepon. Tinggal Sasuke yang kini sedang menggeram marah di sebrang sana.

"SIAL, SIAL, SIAL, SIAL!" Sasuke mengumpat dan berteriak dengan penuh amarah sambil memukul meja yang ada di depannya berkali-kali.

"Lihat saja Sakura, permainan ini belum berakhir! Akan kuhancurkan orang-orang sirkus itu sampai kau tak akan bisa menemukan mereka lagi!" ucapnya dengan tekad yang besar untuk menghancurkan semua teman-teman Sakura dari sirkus itu.

Tanpa sadar Sakura berada dalam bahaya. Bagaimanakah kisah mereka selanjutnya? Apa yang akan dilakukan Sasuke setelah ini?

TBC...


A/N : Well, sebelumnya chapter ini udah gw panjangin sedikit dari chapter sebelumnya. Soal jarak rumah Sakura ke pusat kota emang dibikin deket. Dia tinggal di deket daerah pusat kota jadi yah, bisa dipastikan doi bisa bolak-balik gak sampe sejam. Untuk soal sirkus yang gak pindah-pindah itu kayanya udah gw jelasin di chapter sebelumnya kalau di kota itu cuma sebulan buat adain show. Anggaplah posisinya sama kayak pasar malam yang ada di Indonesia, selalu nongol pada saat-saat tertentu dan biasanya menetap selama sebulan atau kayak sirkus-sirkus yang biasa ada di taman mini (sirkus dari luar), dufan, ancol, itu durasinya juga sebulan bukan hitungan hari. Gak mungkin juga dong, cuma sehari dua hari di situ? Apalagi itu sirkus bawa banyak bawaan, mulai dari peralatan, tenda gede, dan macem-macem. Kalo cuma sehari atau dua hari bakalan repot pindah-pindah. Moga-moga bisa ngasih gambaran dan penjelasan.

Oke, thx buat yang udah baca. Buat yang mau kasih masukan silahkan, selama ngasih taunya dengan cara yang sopan.

.

.

"Enjoy it!".