PART 11
.
.
"Kampus ini luas juga ya Lu?"
"Yaa, begitulah. Walaupun tak seluas kampusmu yang dulu Dae."
Daehyun dan Luhan sudah berada di sebuah cafe di dekat kampusnya. Hampir satu jam mereka mengelilingi kampus mereka, sama sekali tak tersirat wajah lelah sama sekali. Justru senyum yang semakin mengembang dari seorang Jung Dae Hyun.
"Tapi sepertinya suasana di kampus ini lebih menyenangkan. Dan juga aman dari jangkauan orang tuaku. Hahahaha..."
"Hahaha, kau ini, bisa saja Dae. Memangnya ada masalah apa kau dengan orang tuamu, hingga kau kabur seperti ini?" Tanya Luhan dengan wajah ceria. Namun seketika raut wajahnya berubah saat ia menyadari pertanyaannya yang terkesan ikut campur.
"Ma-maafkan ku Dae. Aku tak bermaksud ikut campur. Tak usah dijawab." Ucap Luhan, tak enak.
"Bwahahaha, wajahmu lucu sekali Lu. Huahahaha." Tawa Daehyun meledak saat melihat raut wajah Luhan yang berubah panik. Dan semakin keras saat Luhan hanya melongo, bingung, melihat tawa Daehyun.
"Hahaha,, oke oke.. Tak apa Lu. Aku tak marah. Kau tak usah panik. Kau tahu, wajahmu seperti anak TK yang sedang tersesat. Huahahaha." Luhan yang mendengarnya hanya mendengus sebal. Bukan kali ini saja ia dibilang seperti anak kecil. Tapi tetap saja, ia kesal.
"Kau ini. Aku serius. Aku takut kau marah. Tapi kau malah seperti itu. Isssssshhh..." Dengus Luhan.
"OUWH, Luhanku lucu sekali." Gemas Daehyun, sambil mencubit pipi Luhan. Membuat Luhan semakin mengerucutkan bibirnya. Membuat siapa saja yang melihatnya semakin gemas.
Luhan yang merasa sebal, mengalihkan pandangannya ke luar jendela. Ia menyipitkan matanya saat melihat sesuatu di luar sana.
"Lu? Apa yang kau lihat?" Tanya Daehyun.
"Aaahh, tidak. Aku lupa kalau hari ini aku ada janji. Aku pergi dulu ya. Tak apa kan?" Ucap Luhan setelah sadar.
"Perlu kuantar?" Tawar Daehyun.
"Tak usah. Aku bisa sendiri. Kau pulanglah, lalu istirahatlah. Aku pergi dulu ya. Bye!"
"Lu!"
Chu~
Sebuah kecupan lembut di bibir membuat Luhan membulatkan matanya. Tak hanya di bibir, Daehyun mencium kening Luhan lembut, setelah ia melepaskan bibirnya dari bibir manis Luhan.
"Hati-hati..."
"N-ne... A-ak pergi dulu. Kau juga hati-hati ya.." Belum sampai beberapa langkah,
"Daehyun!"
Chu~
Luhan pun langsung lari setelah mencium pipi Daehyun sekilas. Tak mempedulikan orang-orang yang melihatnya aneh. Yang penting, Daehyun tak melihat wajahnya yang memerah, semerah kolor superman.
'Kau milikku Lu! Milik Jung Dae Hyun!' Batin Daehyun sambil memandang Luhan yang sudah pergi menggunakan taxi.
"Kau kenapa Jjong? Kenapa tiba-tiba kau diam? Wajahmu juga tiba-tiba pucat?" Youngjae menyodorkan segelas air kehadapan JongIn.
"Aku tak tahu. Hanya, perasaanku tak enak." Jawab JongIn setelah meneguk minumanyya.
"Saat kita mengambil motor di rumahmu tadi, aku tak melihat Joonmyeon hyung? Kemana dia Jjong?" Tanya Youngjae. Sepulang mereka dari kampus, mereka berdua menuju rumah JongIn dengan transportasi umum, mengambil motornya. Untuk jaga-jaga katanya.
"Dia bilang, ingin ke toko buku sebentar. Aku sudah mengirimnya pesan, kalau pulang biar ku jemput. Tapi ia tak membalas pesanku." JongIn merasa khawatir dengan keadaan hyung-nya sekarang. Karna, biasanya Joonmyeon akan langsung membalas pesan darinya.
"Mungkin ia tak mendengar Jjong. Atau mungkin ia tak punya pulsa. Cobalah untuk mengurangi sifat possesifmu itu. Joonmyeon juga butuh waktu untuk dunianya sendiri."
"Tapi aku khawatir Jae. Dan perasaanku benar-benar tak enak." JongIn menjawab nasehat Youngjae dengan sedikit membentak. Youngjae yang sudah hafal dengan sifat sahabatnya ini hanya tersenyum maklum dan menepuk pundak sahabatnya.
"Yakinlah bahwa Joonmyeon hyung baik-baik saja. Yakinlah bahwa Joonmyeon hyung bisa melindungi dirinya sendiri. Dan yakinlah, jika tuhan akan melindungi Joonmyeon hyung."
"Haaaahhh,, semoga..."
Terlihat pemuda berparas manis itu berlari dari sebuah cafe. Dengan terburu-buru, ia menaiki sebuah taxi yang ditemuinya.
"Apa yang kau lakukan Luhan? Aisshh,, bodoh bodoh!" Umpatnya seorang diri. Ia sungguh mengutuk perbuatannya yang secara tiba-tiba mencium Daehyun. Ia tak tahu apa yang ada di otaknya saat itu. Ia reflek mencium pipi pemuda yang baru dikenalnya beberapa hari itu.
Pikirannya menerawang di saat Daehyun mengecup bibirnya, mencium keningnya, dan ia balas mencium pipi tirus Daehyun. Mungkinkah Luhan sudah mulai melupakan Chanyeol dan membuka hatinya untuk orang lain? Hanya Luhan dan Tuhan yang mengetahuinya.
"Ehem! Permisi tuan? Kita mau kemana?" Pertanyaan supir taxi itu menyadarkan Luhan dari lamunannya. Dan ia baru sadar dengan tujuan awalnya saat akan meninggalkan cafe itu.
"Aaahh, tunggu sebentar pak!" Luhan mengedarkan pandangannya ke mobil hitam yang berjarak beberapa meter dari taxi yang ia tumpangi.
Terlihat seseorang dengan menggunakan masker hitam dan kaca mata hitam keluar dari sebuah mini market. Ia pun masuk ke kursi kemudi, dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
"Naahh, Ikuti mobil itu pak!"
"Baik."
Setelahnya, Luhan mengecek ponselnya. Bermaksud untuk menghubungi seseorang.
"Aaarrssshh,, sial!" Umpatnya saat tahu ponselnya mati.
'Semoga semua akan baik-baik saja...' Batin Luhan, khawatir.
Kris dan Sehun sedang bermain dengan laptopnya di kantin saat ini. Tak jarang tawa lucu terdengar dari bibir pasangan yang hobby ber-lovey dovey ini. Tak jarang pula, Kris mendaratkan ciuman manisnya di pipi Sehun, membuat pipi putih itu menjadi semerah batu bata.
"Lho, Hyung! Bukannya itu Sungyeol Hyung, Myungsoo Hyung, Himchan Hyung, dan Jongup?" Tanya Sehun saat melihat empat orang yang dikenalnya ini berjalan beriringan.
"Kau benar. Tapi mana Joonmyeon?" Heran Kris.
"HYUNGDEUL! JONGUP!" Panggil Sehun pada mereka berempat. Membuat keempatnya menghampiri tempat Sehun.
"Hey! Sedang apa kalian?" Sapa Sungyeol.
"Sedang bersantai saja. Hyung, Joonmyeon hyung mana?" Tanya Sehun sambil menolehkan kepalanya ke kanan dan kiri mencari sosok Joonmyeon.
"Ooh, dia tadi pulang duluan Hun. Dia mau ke toko buku katanya." Jawab Sungyeol santai.
"Lho, bukannya tadi ia pergi bersamamu Hyung? Menggunakan mobil Myungsoo Hyung?" Pertanyaan Sehun membuat keempat orang itu membelalakkan matanya lebar-lebar.
"Aku saja baru datang Hun. Tadi aku pulang sebentar untuk mengambil flash disk." Jawab Myungsoo.
"Sungyeol juga bersamaku terus sejak Joonmyeon pulang." Himchan kali ini bersuara. Sungyeol diam. Ia benar-benar khawatir pada sahabatnya saat ini.
"Kami tadi melihat Joonmyeon bersama seseorang memasuki mobil sedan hitam. Persis seperti milik Myungsoo. Dan dari belakang, orang itu perawakannya seperti Sungyeol. Maka dari itu, kami mengira Joonmyeon bersama kalian." Kris menjelaskan. Semua diam. Tak ada yang bisa berkata-kata saat ini. Sungyeol dan Himchan? Jangan tanyakan kondisi mereka saat ini. Dan inilah arti dari perasaan tidak enak mereka.
"Joonmyeon dalam bahaya!" Ucap Sungyeol dan Himchan bersamaan.
"Sungyeol! Kau telpon JongIn! Kris, Sehun bisa kau tunjukkan aku, kearah mana mereka pergi?" Tanya Himchan.
Sungyeol pun segera menelpon JongIn. Himchan, JongUp, Kris, dan Sehun segera menuju parkiran. Mereka berharap posisi Joonmyeon tidak terlalu jauh dan mereka bisa menemukan jejak mobil misterius yang membawa Joonmyeon itu.
Drrttt
Drrttt
'Sungyeol Lee is calling'
"Jjong! Ada telpon dari Sungyeol hyung! Cepat angkatlah!" Ucap Youngjae sambil melanjutkan kembali acara bermain game bersama JongIn.
"Halo." Sapa JongIn setelah mem-pause game-nya.
"..."
"APA?!" Teriakan JongIn membuat Youngjae ikut terkaget.
"..."
"Baik. Kutunggu kabar dari kalian hyung. Terima kasih." Ia pun menutup sambungannya kemudian memandang Youngjae dengan pandangan nanar.
"Kenapa?" Tanya Youngjae khawatir.
"Joonmyeon hyung dalam bahaya." Ucap JongIn. Pandangannya mulai buram. Ia benar-benar khawatir akan sosok malaikatnya itu.
"Bagaimana ceritanya?!" Panik Youngjae.
"Aku tak tahu Jae. Mereka-"
"Mereka kenapa?"
"-Yongguk! Pasti Yongguk! Aku harus mencarinya."
"Kau yakin? Jangan as-.. Hey! JongIn! Tunggu aku! Aku ikut!" Mereka pun bergegas memakai jaket dan sepatu mereka. Tak lupa dengan helm mereka.
Mereka bergegas menuju parkiran motor mereka. Dengan panik, JongIn memencet tombol lift berulang kali, berharap pintu lift itu segera terbuka.
'Ting'
"JongIn? Youngjae? Mau kemana?" Tanya Daehyun, ia baru saja akan keluar lift. Tapi ia melihat kondisi JongIn yang panik, ia pun mengurungkan niatnya untuk kembali ke apartemen.
"Hyungnya dalam bahaya. Joonmyeon hyung dibawa oleh seseorang misterius menggunakan mobil sedan hitam." Jawab Youngjae. JongIn benar-benar kalut. Ia tak bisa mengeluarkan sepatah kata pun.
"Lalu? Mana Luhan Hyung? Bukankah kau bersamanya tadi?" Tanya Youngjae.
"Oohh, Luhan..." Ia kembali mengingat dimana Luhan tiba-tiba terdiam saat melihat.
"Kau bilang mobil yang membawa Hyung-mu sedan hitam?" Ketiganya hening.
"Luhan tadi berlari terburu-buru. Ia bilang padaku ia ada urusan. Tapi setelah kuingat-ingat, ia berlari setelah melihat seseorang di sebuah sedan berwarna hitam. Dan taxi yang ditumpanginya, langsung melaju kearah mobil sedan itu pergi." Jelas Daehyun. JongIn dan Youngjae shock bukan main. Mereka sangat yakin kalau saat ini
"Luhan mengikuti Joonmyeon." Ucap mereka bertiga serempak.
"Aku ikut mencari mereka. JongIn sebaiknya aku yang bonceng. Kondisinya tak baik jika harus menyetir motor sendiri. Youngjae kau bawa motor JongIn." Dengaan paksaan dari Youngjae dan Daehyun, JongIn menyerahkan kunci motornya pada Youngjae.
"Kemana kita akan pergi?" Tanya Daehyun.
"Markas Yongguk! Kau tahu kan Jae? Kau melajulah di depan." Ucap JongIn. Dua motor itu pun langsung melaju cepat membelah jalanan kota.
'Tuhan, Lindungi Joonmyeon-ku...'
Seorang pemuda manis sedang duduk tak sadarkan diri di sebuah gudang tua. Tangan dan kakinya terikat. Mulutnya pun juga di isolasi.
Di depannya, duduk seorang pemuda. Ia memandang Joonmyeon, pemuda manis yang terikat itu dengan pandangan meremehkan. Tangannya memegang sebuah pistol.
Pelahan, mata pemuda manis itu mulai terbuka. Ia mengerjapkan matanya, memperjelas pengelihatannya.
"Kau sudah sadar Kim Joon Myeon?" Suara seseorang membuat Joonmyeon langsung membuka matanya.
"Wah wah, kau kaget rupanya?" Joonmyeon berontak berusaha melepaskan ikatan di tubuhnya.
"Euummpphh..."
"Kau mengatakan sesuatu hm?" Tanyanya dengan nada mengejek.
"Euuummpphh..."
"Oh! Aku lupa! Hahahaha."
'Sreeett'
"Aaarrssshhh..." Ringis Joonmyeon saat pemuda itu membuka plester dii mulutnya dengan kasar.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Joonmyeon dengan nada yang dibuat tenang.
"Apa yang aku lakukan? Menculikmu." Jawabnya dengan nada riang.
"Kenapa? Apa aku berbuat salah padamu? Tolong, lepaskan aku. Kita bicara baik-baik." Mohon Joonmyeon. Namun bukannya dilepaskan, ia mlah mendapat haadiah gratis dari pemuda yang menculiknya.
'PLAAKK'
"Kau ingin aku melepaskanmu? Jangan harap!"
'BUGH'
Tamparan dan pukulan mendarat dengan mulus di wajah manis Joonmyeon.
"Apa yang kau inginkan sebenarnya?" Tanya Joonmyeon lirih, menahan perih diwajahnya.
"Apa yang aku inginkan? Kau tahu jelas itu Kim Joon Myeon! Untuk apa kau tanyakan lagi?!"
'Bugh'
Kali ini tendangan di kepala Joonmyeon, hingga ia terjatuh. Seluruh tubuhnya sakit karna tali yang mengikat tubuhnya. Ditambah pukulan yang ia terima. Sungguh ia tak pernah menyangka akan mengalami nasib seburuk ini.
Pemuda itu menundukan tubuhnya. Dengan kasar menjambak rambut Joonmyeon.
"Sebenarnya, permintaanku sangat sederhana, aku ingin kau-"
'BRAAAKKK'
'BRAAAKKK'
"BANGSAT KAU!"
'BUGH'
"APA YANG KAU LAKUKAN?!" Pekik Yongguk tak terima.
JongIn, YoungJae, dan Daehyun sudah tiba di markas Yongguk. Setelah mendobrak pintu markas tersebut, YoungJae dan Daehyun langsung menerobos masuk, mencari Joonmyeon dan Luhan. Sedangkan JongIn? Jangan tanya. Ia langsung menghadiahi Yongguk dengan bogem mentah.
"KAU SEMBUNYIKAN DIMANA HYUNG-KU?!" Pekik JongIn.
"APA MAKSUDMU?" Tanya Yongguk emosi. Baku hantam pun tak terelakkan lagi. Wajah tampan kedua pemuda ini dipenuhi oleh lebam.
"JONG IN! HENTIKAN!" Teriakan Youngjae menghentikan aksi JongIn dan Yongguk.
"Joonmyeon dan Luhan tak ada disini." Ucap Daehyun.
"Apa maksud kalian?" Desis Yongguk.
"Kim Joon Myeon, kau dimana?" Gumam JongIn. Kakinya terasa lemas. Air matanyaa pun sudah tak terbendung. Pikiran-pikiran buruk pun mulai merasuki otaknya.
"Apa maksudmu? Joonmyeon? Apa yang terjadi padanya?" Panik Yongguk. Ia mengguncang bahu JongIn, berharap mendapatkan penjelasan darinya.
"Joonmyeon dibawa oleh seseorang. Kami sedang berusaha mencarinya." Daehyun menjelaskan.
"Joonmyeon? Bagaimana bisa?" Tanya Yongguk tak percaya. Ia pun luruh ke lantai. Bagaimanapun Joonmyeon adalah orang yang dicintainya. Ia tak mungkin bisa membayangkan, jika terjadi sesuatu pada pemuda yang dicintainya sejak lama itu.
"JongIn! Kris Hyung menelpon, Joonmyeon sedang disekap di gudang tua tak jauh Dari sini. Mereka semua sedang menuju lokasi." Youngjae menjelaskan dengan panik setelah menerima telpon dari Kris dan Sehun.
"Gudang tua? Aku tahu tempatnya. Aku antar kalian kesana." Ucap Yongguk.
Mereka berempat pun langsung menuju gudang itu. Mereka beharap, mereka belum terlambat untuk menyelamatkan Joonmyeon saat ini.
Pemuda manis ini berjalan mengendap menuju bangunan tua itu. Dalam hati ia berdoa agar tak ada yang mengetahui keberadaannya saat ini.
"Kau ingin aku melepaskanmu? Jangan harap!"
Sayup-sayup ia mendengar teriakan seseorang. Dan betapa terkejutnya Luhan saat tahu bahwa seseorang yang dikenalnya sedang dalam keadaan mengenaskan dan dipukuli oleh si penculik.
'Sreekk'
Suara langkah kaki yang mendekat membuat Luhan gugup tiba-tiba.
'Mati kau Luhan. Tuhan, Lindungi aku.' Doa Luhan dalam hati.
'Sreeekk'
Suara itu semakin jelas dan semakin mendekati tempat Luhan berada. Luhan yang takut, bermaksud untuk melarikan diri. Namun
"Euummpphh…" Belum selangkah ia kabur, seseorang membekap mulutnya.
"Psssttt… Lu, ini aku." Bisik orang itu. Luhan sangat mengenali suara ini. Ia pun menolehkan kepalanya, dan
"Chanyeol!"
"Pssssttt! Apa yang kau lakukan?" Luhan hanya diam dan menunjuk kearah Joonmyeon disekap. Ekspresi Chanyeol tak jauh berbeda dengan Luhan. Ia bahkan nyaris berteriak saat melihat keadaan Joonmyeon yang mengenaskan.
"Bagaimana bisa kau tahu aku disini?" Tanya Luhan.
"Aku mengikutimu sejak di café tadi." Jelas Chanyeol.
'BUGH'
Suara hantaman itu mengagetkan dua orang yang sedang berada di balik jendela saat ini. Luhan menutup mulutnya dengan tangan. Ia hendak berteriak saat Orang itu menendang Joonmyeon hingga tersungkur.
"Baterai ponselku habis. Kau tolong hubungi seseorang. Cepat!" Pinta Luhan.
"Aku akan mengirim pesan pada Kris." Chanyeol pun mengirimkan pesan pada Kris. Memintanya untuk segera kemari.
"Terkirim. Sekarang tinggal menung- LU!" Kagetnya saat sadar Luhan sudah tak disebelahnya lagi. Ia mengejar Luhan yang berusaha masuk kedalam gudang itu.
'BRAKKKKK'
"HENTIKAN PERBUATANMU BYUN BAEK HYUN!"
.
.
.
.
.
TUNGGU SETAHUN LAGI UPDETNYA…. HUAHAHAHHAA
.
.
Siapa yang nebak kalo yang nyulik Junmen itu Yongguk? Hehehhee :p
.
.
Aaaaaahhh,, gag tau mau ngomong apa. Mood lagi jelek gegara plagiator sedang merajarela…. T_T
AAAAHHHHH,, SEMOGA PARA PLAGIATOR CEPAT TERTANGKAP!
.
Euuummhh,, Aku mau curhat…
ada yang bilang "Kok KrisHun? Harusnya KrisTao dan HunHan! Ini lagi, ChanLu, BaekHo. Dasar Ngaco!" , "Elu tau gag sih, ff lu ngaco! Mana mungkin Suho dipasangin sama Baekhyun. Harusnya itu ChanBaek!" , "KaiHo? Ngaco lw! Kai Cuma milik KyungSoo!", dan banyak lagi komenan ato pm sejenis itu yang dikirim ke saya.
Aku harus jawab apa yaaa? Aku soalnya bukan penganut apa itu namanya 'official pair'. Karna menurutku, official pair itu gag ada. Emang ada gtu, SM potong tumpeng, gunting pita untuk meresmikan hubungan mereka? Gag ada kan? Aku jadi K-popers sejak aku SD. Sejak jaman HOT sm SES lagi booming2nya. Sejak Fin K.L bersaing sama SES. Sejak Jang Nara masih bernaung di SMent. Aku ELF dan VIP sejak aku SMP kelas 3. Dan sejak dulu, gag ada yang namanya perusahaan itu ngadain celebration untuk ngeresmiin pairing siapa dengan siapa. Jadi jangan sok-sok an ngajarin aku, seolah2 aku ini 'anak bau kencur'. Gag usah sok ngajarin aku seolah aku ini baru tahu k-pop. Mau taruhan siapa yang lebih tau dan lebih dulu tentang dunia k-pop?
Aku YunJae dan EunHae Hard Shipper. Tapi aku juga gag pernah nganggep mereka itu official pair. Dan aku gag pernah ngatain penulis lain yang jadiin HoMIn, KiHae, KyuHae, dll itu ngaco. Karna aku tahu itu hak mereka dan itu imajinasi mereka. Jadi suka-suka yang nulis dooonngg.
Jadi tolong buat orang-orang tersebut. Mohon, kalo gag suka, mending gag usa baca. Aku kan udah bilang, di EXO, OTP favoritku itu KrisHun, ChanLu, KaiLu, dan Uke!Suho. kalo kalian gag suka 'Crack Pair', ato kalo kita 'tak sejalan', mending gag usah mampir ke akun ini. Soalnya, di akun ini, pairnya yaa cuma ada pair favorit saya ajja.
Kalo kalian gag suka dan gag terima pairnya saya 'acak-acak', mending kalian bikin ff sesuai keinginan dan imajinasi kalian sendiri. Daripada kalian buang tenaga untuk nge-hina hasil karya orang lain?
Okee, terima kasih suda baca curhatan saya.. huahaha…
.
.
Makasi buat yang Review, favorit, follow, dan lain sebagainya. Yang kalian lakukan sudah cukup mengembalikan semangat saya untuk nulis lagi. makasi my beloved reader *Kecup Basah*
.
Euuummhhhh,, Minta Reviewnya lagi dooonngggg *puppy Eyes bareng Yongguk* :)
