Author : Waduh yang punya Reika nongol, kabooooeerrrr! *Lari secepat siput dari tebasan Katana*. Apapun yang terjadi pada Reika bukan tanggung jawab saia tapi noh si Suigetsu! *Nunjuk-nunjuk Suigetsu yang lagi asik main air*.

Suigetsu : What? Kok gue! Yang bikin ceritanya elo,kan! *Protes ngejar-ngejar author*.

Reika : Tunggu lo berdua! *Ngejar author sama Suigetsu sambil bawa-bawa sandal*.

Author : Oke, saia selamat sementara, gak bisa banyak komen, pokoknya enjot this chapter dan maaf banyak missing typo! *Lanjut lari lagi gara-gara Reika udah deket*.

Suigetsu : KABORRRRR! *Lari ampe ngibrit*.

Reika : Balik kagak lo! *Ngelemparin sendal sembarang arah*.

Warning : T rate, bahasa labil, gak ada jaminan keselamatan tokoh.

Pairing : Hint only.

Disclaimer : Belong to Masashi Kishimoto.


Neverland

Chapter 10

(Tobi the lost soul)

.

.

"Maaf, apa kau bisa memberi tahu kami mengenai lost child?" tanya Sakura yang kini sudah berada dirumah NPC Tobi sang pembuat topeng. Dia sedang bersama Shikamaru dan Joker tentunya yang menemani.

"Untuk apa kalian mencari informasi mengenai lost child?" tanya Tobi dengan sinis.

"Kami mendapat info dari seseorang yang bilang bahwa kau mengetahui sesuatu mengenai lost child" kata Shikamaru berusaha menahan kesabaran dengan sikap Tobi yang tidak ramah dengan mereka.

"Begitu ya, bawakan aku red jewel nanti akan kuberitahu tentang lost child. Sekarang kalian semua keluar dulu" kata Tobi yang meminta dibawakan red jewel dan setelah itu dia mengusir Sakura dan yang lainnya.

"Merepotkan! Seenaknya aja dia nyuruh kita!" Shikamaru berdecih kesal dengan perlakuan Tobi.

Notice : Masked man openend.


Di Halloween town ...

.

.

"Huwaaaa kenyang, kenyang!" Naruto bersandar pada sebuah bangku sambil menepuk perutnya yang sudah penuh. Dia sekarang berada di salah satu restoran yang ada di Halloween town. Yah, meski pelayannya Zombie tapi yang namanya lapar tentu tak bisa ditunda.

"Kayaknya misi lain udah kebuka tuh" kata Kiba yang melihat sebuah tulisan yang lewat. Dia duduk disebelah Naruto sambil menyeruput minuman sodanya.

"Setelah ini kita kembali ke kota Niffelheim" kata Rei yang sepertinya sudah menghabiskan dua hamburger ukuran jumbo miliknya.

"Hah? Kesana lagi? Aku tak mau ikut!" kata Konohamaru sambil menggembungkan pipinya dan melipat tangannya didada, menyatakan penolakannya atas ucapan Rei.

"Tapi, Rei. Kenapa kita harus pergi kesana lagi?" tanya Kiba yang sepertinya juga sedikit keberatan kalau harus disuruh balik ke kota hantu itu. Bisa nyasar lagi dia disana.

"Misi selanjutnya ada disitu" jawab Rei singkat sambil meletakkan minumannya "Udah buruan, abis ini kita kesana lagi" tanpa memberi penjelasan lebih lanjut lagi, Rei segera keluar dari restoran tersebut.

"Oi, elo serius kita harus kesana lagi?" tanya Naruto yang tampak malas untuk bangkit dari duduknya.

"Sudahlah, kita ikuti saja! Ayo Naruto!" kata Kiba yang berdiri lalu menarik Naruto.

"Menyebalkan! Ayo Konohamaru, lo juga harus ikut!" Naruto terpaksa berdiri dari duduknya dan kini dia menarik Konohamaru agar bocah itu juga ikutan bangun. Magica dan Fuego hanya mengikuti mereka dari belakang.


"REIKA! REIKA!" Hery sedang mencari Reika disekitar sungai bersama dengan yang lainnya, berharap menemukan Reika. Mereka berkesimpulan mungkin Reika terbawa oleh arus sungai, makanya sekarang mereka bersama-sama menelusuri aliran anak sungai.

"Lihat! Itu ada air terjun, mungkin Reika jatuh kesana" kata Hinata yang segera berlari mendekati air terjun. Dapat terlihat air deras itu mengalir cepat turun kebawah. Yang lain ikut menghampiri.

"Mungkin saja Reika ada di bawah sana" kata Neji mengira-ngira meski dia sendiri kurang yakin.

'Apa itu yang di bawah air terjun?' batin Sai memandang curiga sambil memperhatikan percikan air terjun yang terjatuh memantul keras.

"Kalian tunggu disini dulu, aku mau mengecek keadaan di bawa" ucap Sai sambil mengeluarkan kuas besar dan gulungan kertas yang memang selalu dia bawa. (Sai bawa gulungan kertas ini bersama dengan anak panah, senjata dia busur serta panah dan sebuah kuas beserta gulungan kertas).

"Painting!" Painting adalah salah satu jurus andalan Sai, dimana dia bisa melukiskan sesuatu di dalam kertas dan mengeluarkan seperti benda hidup, gambar yang bisa dibuat hanya satu. Sai menggambar seekor burung raksasa dan mengeluarkannya dari kertas.

POOF!

Burung raksasa itu kini sudah berada di depan Sai. Dengan sigap Sai melompat ke atas tubuh burung tersebut dan terbang menuju bawah air terjun untuk memastikan keadaan.

'I-ini tidak mungkin … Reika tak mungkin selamat kalau dia sampai jatuh kemari' ucap Sai dalam hati yang terkejut ternyata di bawah air terjun itu terdapat bebatuan terjal dan tajam yang banyak menumpuk di bawahnya, siapapun yang terjatuh kesana tubuhnya pasti terkoyak seperti potongan kayu yang ada di bawah sana dengan kondisi terbelah dua.

.

"Kenapa Sai? Muka lo pucet bener … " tanya Hery mendadak jadi resah melihat wajah Sai yang berubah pucat.

"Gue yakin Reika udah game over" kata Sai secara tiba-tiba yang langsung turun dari burung raksasa miliknya.

"Apa lo bilang!" Hery yang mendengar omongan Sai jadi setengah emosi, dengan cepat dia meraih leher baju Sai dan mencengkramnya.

"Dengerin gue dulu!" bentak Sai sambil menepis cengkraman tangan Hery dari kerah bajunya.

"Apa?" tanya Hery setengah mendengus kesal.

"Alasan gue bilang kayak gitu, karena Reika gak mungkin selamat melewati air terjun itu! Di bawahnya banyak bebatuan tajam yang menumpuk … Bahkan kayu yang terjatuh kesana terpotong!" kata Sai menjelaskan apa yang dia telah dia lihat.

"Jadi sudah dipastikan Reika game over" sambung Kabuto yang tampak tenang-tenang saja.

"Argh! Sial, sial, sial!" Hery kesal dan meninju tanah dengan keras beberapa kali sampai jari-jari tangannya terluka.

"He-Hery … " Hinata bingung mau berbuat bagaimana, setidaknya dia merasa jadi tidak enak. Kalau saja Hery dan Reika tidak ikut menemani dirinya mungkin sampai saat ini Reika masih ada bersama mereka.

"Sudahlah, kita harus menyusul yang lain dan jangan terpaku seperti ini" ucap Neji yang mencoba berpikir realistis.

"Iya, gue tau! Ayo jalan" balas Hery yang segera berdiri sambil menghela napas panjang. Dia pergi meninggalkan tempat itu bersama yang lainnya untuk bergabung kembali bersama Joker.


Di Toy's city ...

.

.

"Itu dia cewek-cewek udah dateng!" seru Lee sambil nunjuk-nunjuk Temari and the gang dateng, cowok ini memang udah gelisah banget nungguin mereka di depan pintu gerbang kota.

"Oh, iya mereka dateng!" samber Shino keliatan banget dia ikutan girang. Yang lainnya langsung pada ikutan kumpul di pintu kota, pada baris berjajar dengan rapih.

"HIP-HIP YAY! HIP-HIP YAY! HIP-HIP YAY!" teriak Lee malah memberi komando yell-yell sambil lompat-lompat gaje.

"HIDUP TEMARI! HORE!" pas Temari masuk langsung disorakin, Temari yang tadinya asik lari langsung sweatdrop, tapi gak lama dia malah berpose bak peragawati karena terlalu terbawa suasana.

"Thank you, thank you" Temari tebar pesona sambil melambai-lambai dengan sebuah ciuman jauh ala kiss bye.

"HIDUP YUMIKO! YAY!" teriakan untuk Yumiko kagak kalah kenceng. Mereka kembali berlambai-lambai tangan gaje seakan Yumiko itu artis korea yang baru sukses mendarat dengan selamat. Yumiko gak bisa bereaksi apa-apa selain senyum malu-malu.

"HIDUP TEN-TEN! SIK-ASIK!" giliran Ten-Ten yang ikut disorakin, Ten-Ten masuk dengan gaya melompat plus akrobat sampe banyak yang teprok tangan dan angkat senjata.

"HIDUP NYX! YIPPIE!" mereka juga meneriaki Nyx yang lari sambil bawa-bawa red jewel di tangan. Nyx gak merespon dia lagi terpikat sama pesona jewel yang sedang dia bawa, jadi itu anak lari terus.

"HIDUP CHO!" satu teriakan terakhir yang cukup keras ketika Cho berlari memasuki pintu kota bersama Kaze. Respon Cho tak jauh berbeda dari Yumiko, gadis ini senyum malu ketika disoraki, tapi wajahnya berubah seketika saat melihat Kaze, NPC kesayangannya bertingkah autis lagi. Benar sekali, si Kaze ngikutin gerakan Cho yang tersipu malu-malu, sungguh suatu pemandangan yang tak pantas diumbar. Dengan cepat Cho menggeplak Kaze untuk menyadarkannya.

"JANGAN BERSIKAP AUTIS SEPERTI ITU KAZE!" omelnya sambil menyeret Kaze yang bingung kenapa dia kena geplak.


Di depan kota Niffelheim ...

.

.

"Ceh, kesini lagi deh kita!" rutuk Kiba yang sekarang udah berada tepat di depan pintu kota Niffelheim bersama yang lainnya.

"Emang mau ngapain sih harus kemari lagi?" Naruto sepanjang jalan dari tadi terus aja menggerutu 'kenapa harus balik lagi sih'.

"Pokoknya siapkan diri kalian untuk melawan lost child pertama" jawab Rei dengan muka serius, gak biasanya kan bocah itu bisa bersikap serius kayak gini.

"Glekh … Lo seriusan?" tanya Naruto menelan ludahnya, jantungnya jadi berdebar cepat. Tak disangka lost child pertama akan muncul.

"Masuk aja ke dalem nanti juga tau" balas Rei yang segera memasuki kota Niffelheim yang diikuti dengan yang lainnya.

~o0o~

.

.

Di pihak Game Master …

.

.

Tampak para pemain yang sudah berpihak padanya berkumpul disuatu tempat entah apa itu namanya, karena mereka dibawa oleh sang GM dengan teleport, jadi mereka tidak tau berada dimana tepatnya mereka sekarang. Yang jelas sejak hari mereka memutuskan untuk berpihak pada GM belum muncul suatu komando untuk melakukan sesuatu, dan hal ini tentu membuat para pemain mulai gelisah dan tak sabar.

"Mau nunggu berapa lama lagi sih? Udah karatan gue!" omel Asakura yang lagi jongkok dan disebelahnya ada Shiryu yang bersandar pada pilar besar yang menyanggah bangunan itu.

Gerutuan dan beberapa celotehan keluar dari masing-masing pemain yang memang sudah menunggu sejak lama. Kesal bercampur cemas mengenai nasib mereka sekarang.

"Kalian berisik!" omel Suigetsu yang tiba-tiba datang sambil menghentakkan pedang besarnya ke lantai membuat keadaan menjadi hening seketika.

"Dasar orang-orang yang gak sabaran" sindir Jugo yang juga ikut masuk bersama dengan Karin dan satu orang lainnya Shimizu Hikari. Dialah gadis yang saat itu memberi pesan pada semua pemain mengenai kartu Joker dan sampai sekarang alasan kenapa dia melakukan hal itu masih belum diketahui.

"Orang-orang yang menyebalkan" desis Trancy yang tidak jauh berdiri dari Shiryu dan Asakura.

"Bersabarlah, pasti GM akan muncul dan memberi petunjuk apa yang harus kita lakukan. Jadi tenanglah semua" kata Shimizu yang mencoba menetralisir keadaan.

.

"Sakura! Ini red jewel yang berhasil kami dapatkan!" kata Nyx sambil menyerahkan red jewel itu kepada Sakura yang kini sedang berdiri di salah satu toko di kota itu. Tampak toko itu memajang berbagai macam topeng, dari yang lucu imut-imut sampai yang menyeramkan. Sakura segera masuk ke dalam bersama Joker dan Shikamaru untuk memberikan red jewel tersebut.

"Kami membawakan red jewel yang kau minta!" kata Sakura sambil memperlihatkan red jewel yang ada ditangannya kepada Tobi.

"Red jewel, sudah lama sekali benda itu hilang dari hidupku, cepat berikan padaku!" kata Tobi dengan tidak sabaran dan segera merebut kasar benda itu dari tangan Sakura.

"Sekarang kau sudah dapatkan red jewel, sekarang beritahu kami tentang lost child!" kata Shikamaru yang bosan melihat tingkah Tobi yang menjadi tidak jelas.

"Duduklah, akan kuceritakan" kata Tobi yang kembali ke sifat awalnya. Dia mempersilahkan Sakura dan yang lain untuk duduk dibangku tua yang menghiasi ruangan kerjanya.

~o0o~

.

"Dahulu ada seorang anak yang sangat mencintai topeng, dia berlatih keras untuk dapat menciptakan topeng yang sangat bagus. Dia berlatih sangat keras hingga akhirnya anak ini sudah dewasa. Ketika dewasa dia membangun toko miliknya sendiri dan mulai menjual topeng-topeng ciptaannya. Hingga pada suatu hari Queen Marie datang ke kota dan membeli sebuah topeng dari pemuda itu" cerita Tobi terputus sesaat membiarkan rasa penasaran hinggap diotak Sakura dan Shikamaru yang sedang mencermati tiap kata yang keluar dari mulut Tobi.

"Lalu setelah itu?" tanya Sakura yang tak bisa membendung lagi rasa ingin tahunya.

"Tapi sang ratu tidak puas dengan topeng buatan pemuda itu. Sang ratu menghukumnya dan mencabut sebelah mata sang pemuda dan pemuda itu adalah AKU!" kata Tobi yang sengaja menekankan kata terakhir dengan agak keras sambil membuka topeng yang dia kenakan dan menampakkan rupa yang mengerikan dari dirinya.

"KYAAAAAAA!" jerit Sakura histeris sambil berdiri dari kursinya.

"WAAAA!" Shikamaru tak kalah kaget, dia yang sedang tenang-tenang mendengar cerita mendadak mendapat pemandangan yang sangat horror. Dia terjungkal dari kursinya lalu segera bangkit dan hendak berlari keluar. Namun sayang pintu tersebut terkunci.

"Kalian berdua tenanglah!" kata Joker meminta Sakura dan Shikamaru berhenti berteriak histeris.

"Ha-habisnya … Aku takut!" balas Sakura yang sudah ketakutan, dapat terlihat genangan air disudut matanya.

"Aku rasa aku sudah tidak apa-apa" balas Shikamaru yang sepertinya bisa menenangkan dirinya ketika dilihatnya Tobi sang NPC duduk kembali dan topeng itu sudah terpasang lagi diwajahnya.

"Tolong lanjutkan lagi ceritamu" kata Joker meminta Tobi untuk melanjutkan ceritanya.

"Mata itu sudah berubah menjadi red jewel" lanjut Tobi yang sambil memperlihatkan red jewel yang memang bentuknya seperti bola mata manusia.

"Tapi saat menempa aku kehilangan jiwaku sebagian. Jiwa itu pergi dan mungkin saat ini berada di kota Niffelheim, tolong tenangkanlah jiwa itu. Kalian harus bisa mengalahkannya" kata Tobi yang ternyata dia adalah lost child dan setengah jiwanya ada di tempat lain yang sekarang sedang menunggu untuk di tenangkan.

"Baiklah, kami akan membantumu!" kata Sakura yang berjanji untuk memenuhi permintaan Tobi. Dia bergegas pergi keluar bersama Joker dan Shikamaru.

Notice : Masked man complete.

Notice : Lost child, Tobi soul opened.

"Ayo ke Niffelheim!" kata Sakura yang sepertinya sudah tidak sabar dan tergesa, tapi Shikamaru dengan bijak menghentikan Sakura dan mengingatkannya pada sesuatu.

"Tenanglah Sakura, gue yakin teman kita yang ada di Niffelheim akan membereskan sisa misi ini. Percaya saja pada mereka" kata Shikamaru menyegarkan otak Sakura kembali kalau masih ada tim lain di kota itu, entah siapapun orangnya yang jelas mereka berpihak pada Joker.

"Kau benar … Maaf … Aku terlalu bersemangat" balas Sakura yang akhirnya tersadar, dia memang sangat bernapsu sekali ingin segera menyelesaikan setiap misi, lebih cepat lebih baik pikirnya.


"Kita temui Obito sekarang" kata Rei membuat Naruto dan Kiba mengernyit bingung.

"Kenapa harus ke Obito lagi?" lagi dan lagi, Naruto betah memprotes Rei terus-terusan.

"Dia lawan yang sebenarnya, ayo cepat!" jawab Rei yang langsung pergi mencari Obito, diikuti oleh ketiga temannya yang lain.

.

"Obito! Kami tau kalau kaulah lost child itu sendiri kan!" kata Rei setengah berteriak sambil menunjuk sosok Obito yang masih terdiam di tempatnya.

"Ketahuan ya? Padahal aku masih ingin bermain bersama kalian, tapi sayang kalian semua akan ku lenyapkan disini!" kata Obito yang langsung mengeluarkan kekkai yang menyelimuti disekitar dirinya dan disekitar Naruto dan yang lain.

"A-apa ini?" tanya Konohamaru yang panik.

"Ini adalah kekkai! Masa lo gak tau? Di permainan kekkai selalu digunakan oleh elite boss yang menjadi NPC utama dalam suatu misi biar lawannya gak kabur!" kata Kiba yang dengan sukses memberi penjelasan pada Konohamaru.

"Aku emang gak tahu, orang gak pernah lawan! Di game kan aku juga masih level 30 job Cleric!" balas Konohamaru dengan jujur dan polos.

"Bersiap di posisi kalian, gue sama Naruto jaga depan, Magica, Rei kalian nyerang dari posisi belakang!" kata Kiba yang kemudian mulai menyerang bersama dengan Naruto.

"Sempai aku gimana?" tanya Konohamaru sambil nunjuk diri sendiri bingung mau ngapain.

"Udah lo jadi penonton di belakang kita" bales Rei yang kemudian melancarkan beberapa panah ke Obito.

"Fuego lindungi Konohamaru!" kata Magica yang juga bersiap dengan merapalkan mantra menggunakan tongkat Trisula miliknya. Fuego mengangguk cepat dan berdiri di depan Konohamaru.

"Detection!" Fuego mendeteksi kemampuan musuh.

NPC : Obito

Element : Shadow

Life point : 100.000

Job : Dark spirit

Weapon : Unknown

Weakness : Unknown

Attack Skill : Protection, Healer, Dark sword, Chaos, Dark Nova.

"TORNADO KICK!" Kiba dan Naruto mengeluarkan jurus yang sama dengan posisi yang saling berlawanan arah, tapi Obito dengan lincah mengelak, lebih tepatnya dia melayang di udara. Sehingga jurus yang dikeluarkan Naruto dan Kiba malah mengenai teman sendiri.

BUGH!

BUAGH!

"Aduh, aduh! Sakit! Oi, Kiba yang bener dong ngincernya!" omel Naruto yang sukses jatuh terduduk dan sekarang lagi mencak-mencak gaje.

"Elo tuh yang gak beres! Masa temen dimakan juga!" Kiba gak mau disalahin, dia ikutan ngomel ke Naruto.

"Aahahahaha kalian bodoh!" Obito mentertawakan Naruto serta Kiba sambil tetap melayang.

SET! SET!

Beberapa anak panah melayang kearah dirinya, Obito menghindari dengan cepat tapi serangan anak panah terakhir mengenai kulit lehernya.

"Hmph, menyebalkan!" kata Obito yang kemudian mengulurkan tangannya ke depan. Dapat terlihat ada cahaya hitam dari tangannya itu.

"Dark sword!" cahaya hitam itu berubah bentuk menjadi sebuah pedang raksasa yang diarahkan kearah Rei. Dark sword merupakan serangan berbentuk pedang besar berwarna hitam dengan aura ungu disekelilingnya. Dibadan pedang itu terdapat ukiran naga dengan mata berwarna merah yang bersinar terang, jadi ketika dilemparkan pedang itu terlihat seperti sebongkah cahaya merah yang melesat cepat. Serangan ini mampu merusak area satu kolom dan memiliki tingkat kerusakan yang besar. Rei yang menyadari serangan itu langsung berguling cepat menghindar. Dan kini pedang tersebut mengarah pada Magica yang berdiri di belakang Rei.

"Magica!" Fuego berteriak panik saat melihat Magica berada dalam bahaya, begitu juga dengan Naruto, Kiba dan Rei serta Konohamaru yang memandang ngeri karena kelihatannya Magica belum selesai melakukan persiapan.

"Kaminari Nami!" jurus aliran petir yang muncul dari Trisula miliknya, tampak Trisula milik Magica berkilat menahan serangan pedang dari Obito (skill ini belum sempurna dikeluarkan karena tidak ada water field).

"Akan kubantu!" teriak Konohamaru yang berlari dan menahan tubuh Magica yang mulai terdorong. Fuego tentu tak tinggal diam, dia segera membantu menahan serangan pedang itu dengan golden claws miliknya.

"Mundurlah ke belakang!" kata Fuego menyuruh Magica dan Konohamaru mundur. Setelah keduanya mundur ternyata Fuego melepaskan pegangannya dari pedang tersebut sehingga dia yang terkena serangan itu. Fuego terhempas mundur dan jatuh berlutut, tapi dengan cepat dia segera berdiri dengan wajah yang datar, seolah serangan tadi tidak berarti baginya.

Fuego life point : 20500/8750.

"Bersek!" Naruto mengeluarkan jurus berserk, dimana jurus ini membuat seluruh tubuh Naruto diselimuti api berwarna merah yang membuatnya kebal dengan serangan fisik maupun serangan sihir. Selama penggunaan kecepatan serta kekuatan serangan Naruto bertambah jadi tiga kali lipat. Tetapi selama memakai jurus ini Naruto tidak bisa memakai jurus yang lain dan sedikit demi sedikit life point-nya akan berkurang.

"Rasakan ini!" Naruto dengan cepat melompat keatas dan menojok rahang Obito dengan telak, membuat Obito terpelanting ke bawah.

"Gue juga gak mau kalah, Demon slash!" Kiba menyusul dengan mengeluarkan jurus Demon slash dan serangan itu kembali mengenai Obito.

Naruto kembali melancarkan tinju bertubi-tubi ke tubuh Obito dan membuat Obito seperti menjadi bulan-bulanan.

Obito kembali tersungkur jatuh, tapi tak lama dia kembali melayang dan tampak wajahnya menampakan amarah sambil menatap Naruto dan yang lainnya.

"CHAOS!" jurus kegelapan untuk menutupi lawan, dimana musuh akan dihalangi kabut hitam selama beberapa waktu dan membuatnya tidak bisa bergerak selama beberapa menit.

"Kurang ajar! Mendadak jadi gelap!" rutuk Kiba yang terkena jurus itu, saat ini Kiba tengah tenggelam ke dalam kabut hitam.

"Meteor storm!" Rei ikut melancarkan serangan ratusan anak panah untuk menyerang Obito. Obito menghindari anak panah yang turun dari langit dan mengarah padanya, beberapa kali anak panah itu melukainya juga.

"Dark nova!" Obito mengeluarkan jurus Dark nova, dimana jurus ini akan mengurung musuh yang saling berdekatan dan meledakannya dengan api hitam dari dalam.

Fuego yang menyadari jurus itu langsung menggendong Magica serta Konohamaru dari area serangan Dark nova dan dengan cepat menghindari jurus area efek tersebut. Rei yang tidak sempat melarikan diri terkurung oleh kubah hitam itu dan dalam hitungan detik kubah itu meledak. Akibat serangan itu life point Rei juga berkurang cukup drastis.

"Lawan lo itu gue!" kata Naruto yang kembali menyerang Obito.

"BEAST!" Kiba akhirnya kembali dalam keadaan normal dan mengeluarkan jurus Beast. Jurus yang dapat mengubah Kiba menjadi manusia setengah serigala, dan jurus ini memberikan kekuatan pada Kiba dua kali lipat baik serangan, pertahanan dan kecepatan, tapi menjadikannya lemah terhadap serangan sihir.

Kiba menyerang Obito bersama Naruto, keduanya melakukan jurus combo skill yang biasa mereka lakukan dalam game. Obito tak berkutik dengan serangan yang cepat itu.

"Water field! Yari no mizu!" serangan tombak-tombak es bermunculan dan berterbangan kearah Obito. Obito terseret tombak-tombak itu dan terjerat, beberapa tombak itu menancap ditubuhnya dan membuatnya terperangkap.

"Concentrate! Vital strike arrow!" concentrate adalah jurus milik Rei untuk meningkatkan kekuatan serangan pada anak panahnya, dan vital strike arrow merupakan jurus besar yang hanya bisa digunakan sekali, dimana dengan kekuatan penuh anak panah dilepaskan dan melesat tepat ke jantung lawan. Merupakan jurus besar dengan tingkat kerusakan yang besar.

Notice : Lost child, Tobi soul finished.

"Kita … Berhasil" kata Naruto yang kondisi tubuhnya sudah seperti semula, life point-nya berkurang cukup jauh akibat penggunaan berserk yang terlalu lama.

Naruto life point : 15000/2450.

"Huwah, capek sekali!" kata Rei yang langsung melepaskan busur dan anak panahnya ke tanah. Dia terduduk lemas. Life point-nya sendiri sudah berkurang setengahnya akibat serangan Dark nova.

"Kalian semua tidak apa-apa?" tanya Magica dengan cemas, cewek ini tidak kekurangan life point begitu halnya dengan Konohamaru.

"Jangan cemaskan kami! Kami hanya butuh istirahat beberapa saat" balas Kiba yang sekarang ikutan duduk bareng si Rei.

"Maafkan aku, tidak bisa membantu banyak" kata Fuego, karena jurus miliknya hampir di dominasi dengan element shadow sama seperti Obito jadi jurusnya tak akan mempan pada Obito.

"Tidak apa-apa, yang penting berhasil!" balas Naruto yang malah tiduran di jalan.

"Tapi Fuego, kenapa tadi pas diserang lo cuma nolongin Magica sama Konohamaru? Kan yang jelas di incer itu gue" kata Rei setengah ngambek kagak ditolongin.

"Magica adalah prioritas saya yang paling utama. Dan Konohamaru juga merupakan kewajiban saya atas perintah Magica" jawab Fuego udah persis kayak robot aja ngomongnya datar tanpa ekspresi.

"Wakakaka, mungkin elo harus pake rok dulu atau jadi bocah dulu biar ditolong!" ledek Kiba sambil ngakak.

"Sialan lo!" umpat Rei sedikit keki.

.

"HOREEEE, BANZAI, BANZAI!" ini Lee lagi sorak-sorak hepi sambil gebrak-gebrak meja, malah ada yang ngetok-ngetok kentongan pula. Pada kegirangan misi lost child pertama sukses. Yang ngetok kentongan itu si Shino bener-bener itu anak jadi OOC saking senengnya.

Notice : Sakura gained Gaara's heart, Sasuke memories, Pandora box I.

Benda-benda itu muncul begitu saja di depan Sakura, yang satu berbentuk kotak berwarna hitam, yang satu seperti sebuah Kristal kecil, dan yang satunya lagi berbentuk seperti potongan kaca.

"Apa ini?" tanya Sakura pada Joker sambil mengambil benda-benda itu.

"Nanti kau juga akan tahu" jawab Joker yang kemudian mengambil red jewel yang warnanya kini sedang bercahaya. Bersamaan dengan selesainya misi tadi, Tobi berubah menjadi roh dan masuk ke dalam red jewel.

'Jewel itu berubah jadi bunga aster … ' Sakura sedikit kaget karena batu jewel berwarna merah tadi berubah bentuk menjadi bunga aster berwarna biru gelap. Sakura memperhatikan gerak-gerik Joker yang tampak aneh dimatanya, dan tak lama Joker menyeringai kecil saat menatap bunga itu. Kemudian tanpa terduga dia memakan kelopak bunga itu satu-persatu sampai habis.

'A-apa maksudnya ini? Dia memakannya?' tanya Sakura dalam hati tak percaya.

"Hm? Kenapa Sakura?" Joker yang menyadari dengan tatapan aneh Sakura segera menoleh dan bertanya kepadanya.

"Ti-tidak kok! Tidak ada apa-apa!" balas Sakura cepat yang segera memasukkan ketiga benda itu kedalam tas yang sudah dipersiapkan Shikamaru untuknya. Sakura memasukkan benda-benda itu tanpa menyadari kalau Joker berjalan mendekatinya.

"Aku jadi ingin tahu, apa rasa dari jiwamu" kata Joker yang berhasil mengurung Sakura dengan keduanya tangannya, dia mendekati wajahnya dan berbicara sambil berbisik, Sakura dapat merasakan dengan jelas desahan napas yang keluar dari setiap katanya. Desahan napas itu seperti benar-benar hidup. Sakura sedikit gemetar karena takut dengan apa yang diucapkan Joker barusan.

"Aku hanya bercanda" sambungnya lagi yang kemudian melepaskan kurungannya dari Sakura.

"Jangan macam-macam ya! Atau aku tak akan segan untuk menghajarmu!" omel Sakura sambil menunjukkan kepalan tangannya. Joker tak menjawab, dia hanya berjalan keluar dari toko milik Tobi.

"Shikamaru ayo bangun! Misi sudah selesai!" kata Sakura menggebrak meja membuat pemuda yang tengah asik ketiduran itu terbangun dengan mendaratkan mukanya ke atas meja.

"Aw, berisik sekali!" keluhnya yang kemudian dijewer Sakura keluar dari toko itu.

"Cepat jalan!" balas Sakura yang tidak mempedulikan rintihan dari Shikamaru yang kesakitan sambil memegangi telinganya.


"Lo aja gih yang kasih tau!" kata Cho bisik-bisik ke Nyx.

"Ah, elo aja deh! Atau elo tuh!" kata Nyx yang langsung nyolek Yumiko.

"Kok gue sih? Kan elo yang ngebokis duluan bilang Joker bakalan dateng!" protes Yumiko ke Nyx.

Ketiga cewek ini dari tadi saling colak-colek gak jelas, bikin Kaze yang ngeliat bingung, tapi gak lama sepertinya NPC ini mengerti apa yang diributkan ketiga gadis itu.

"Joker, apa kau punya waktu? Queen heart Marie want to see you" kata Kaze sambil berdiri tegap di depan Joker udah mirip kayak tentara yang lagi laporan sama komandannya.

'GYAAAAAAAA!' Cho, Yumiko sama Nyx langsung jawdrop berjamaah.

"Begitukah?" tanya Joker dengan datar yang dibalas anggukan kecil dari Kaze. Joker segera berdiri dari bangkunya.

"Tunggu Joker kau mau kemana?" tanya Sakura yang sepertinya sedikit keberatan bila NPC itu pergi.

"Menemui Queen Marie" jawabnya singkat yang langsung berjalan meninggalkan tempatnya.

"Aku ikut!" kata Sakura sambil ikut berdiri dan menyusul Joker.

"Gue juga!" samber Lee dengan cepat mengangkat tangannya, dan tak lama yang lainnya ikutan berdiri menyusul.

"Tidak usah, aku pergi tak akan lama. Kalian disini saja sambil menunggu yang lainnya bergabung" kata Joker yang tanpa banyak kata langsung keluar. Yang lain tak bisa memaksa untuk ikut karena mereka masih sayang pada nyawa.

"Gue tidur aja deh. Shino, bangunin gue kalo yang lain udah pada nongol" kata Shikamaru ke Shino yang gak merespon sama sekali.

"Woi, Shino lo denger kagak?" tanya Shikamaru heran dan langsung ngebuka kacamata pemuda itu. "Ya elah, ini orang udah tidur dari tadi ternyata!" kata Shikamaru yang gak nyangka si Shino malah udah ngorok duluan dari dia.

"Sakura, ayo ikutin Joker!" kata Lee yang udah bersiap mau keluar bareng Shina.

"Hah? Ngikutin dia?" tanya Sakura setengah gak yakin takut ketauan.

"Ayolah, emang lo gak penasaran? Mungkin kita bisa cari info lebih mengenai Joker" kata Lee mencoba menghasut Sakura biar jadi sesat.

"Selain itu, gue juga pengen tau hubungan Joker sama Queen Marie. Soalnya menurut riwayat hidup Joker di game, Queen Marie itu pasangan Joker, bisa kekasih atau istrinya!" ucap Shina yang tampak semangat bener. Cewek ini emang freak banget soal riwayat NPC yang ada di game.

"Aduh, jadi penasaran juga!" kata Sakura yang akhirnya penasaran juga gara-gara cerita Shina.

"Makanya ayo buruan!" samber Lee langsung nyeret Sakura keluar untuk mengikuti Joker.

Apa hubungan yang sebenarnya antara Joker dan Queen Marie?

TBC …


Author : Sebenarnya saia berniat untuk memperpanjang battlenya tapi sepertinya jurus combo Kiba sama Naruto terlalu tangguh dan cepat untuk Obito.

Obito : Maksud lo? *Melotot sambil keluarin dark sword*.

Author : Soalnya kan, kekuatan elo cuma setengah, yang setengah lagi kan si Tobi!

Obito : Iya ya *manggut-manggut dableg*.

Author : Selain itu boss pertama di game emang biasanya gampang dilawan deh. Hmm ... Kira-kira ada gak ya yang mau dijadiin korban seperti Reika? *celingukan nyari mangsa*.

Suigetsu : Buruan kabur! *nendang author sambil nunjuk-nunjuk Reika yang nongol*.

Reika : Gue tebas lo satu-satu!

Author : Alamak, masih aja ngejar! Udah dong Reika, tenanglah dialam sana!

Reika : Tega! Gue aduin abang gue lo *nangis bombay*.

Hery : Kenapa elo jadi mewek! *dateng-dateng langsung geplak kepala Reika*.

Author : Ah sudahlah, lupakan adegan konyol barusan. Yang mau saran. review, dan kritik ditunggu dengan senang hati.

.

.

HAPPY READ^_^V.