SELAMAT MEMBACA
Kyungsoo tidak habis fikir dengan seorang Oh Sehun, liat saja apa yang dilakukan pria itu, pria bertubuh tegap itu berjalan santai mengelilingi kolam renang,Sebenarnya terlihat baik baik saja tapi Sehun berjalan disana dengan hanya memakai BOKSER, oke Kyungsoo yang bahkan baru mengumpulkan setengah nyawanya itu melotot melihat tubuh atas yang tarbalut apa apa itu. Sehun yang merasa diperhatikan itu menatap kearah sekitar lalu pandangannya sampai pada sesosok perempuan yang berdiri disana dengan mata yang hampir keluar. Awalnya Sehun bingung kenapa Kyungsoo ada disana dan kenapa perempuan itu melotot seperti baru saja melihat hantu? Tapi dia menyadari satu hal bahwa Kyungsoo menatap kearahnya, otomatis dia melihat sekeliling, tak ada orang Selain dirinya jadi dengan perlahan Sehun melihat dirinya mungkin saja ada yang aneh padanya dan pada detik itu juga seorang Oh Sehun yang tampan dan berwajah flat itu menjerit.
"Aaaa" dengan tidak berwibawahnya pria itu menjerit sambil berusaha menutup tubuh bagian atasnya. Kyungsoo yang kaget akan jeritan berat itu tersadar sepenuhnya.
"Berbalik!" Sehun berseru keras memerintahkan Kyungsoo berbalik tetapi perempuan itu bukannya berbalik Kyungsoo malah menatap aneh pada Sehun yang terlihat sangat panik menutupi tubuh bagian atasnya.
'Kenapa jadi dia yang histeris?' Kyungsoo berbatin, cengong sendiri melihat Sehun yang terlihat seperti seorang gadis perawan yang ketahuan diintip laki laki hidung belang.
%%%%%
Setelah kejadian memalukan itu Sehun tidak dapat bebohong jika dia malu setengah mati pada Kyungsoo, Sehun tak pernah merasa semalu ini pada siapapun sebelumnya tapi kejadian yang tadi itu benar benar membuatnya ingin menceburkan diri.
Kyungsoo sesekali melirik kearah kirinya dan dia bersumpah untuk pertama kalinya dia melihat seorang Oh Sehun blushing, Kyungsoo hampir terkikik geli saat tahu apa yang membuat pipi tirus pria itu memerah, Sebenarnya Kyungsoo juga malu mengingat kejadian itu tapi entah kenapa perasaan malunya itu hilang saat Sehun terlihat lebih malu darinya. Kyungsoo sempat bertanya tanya kenapa jadi Sehun yang malu setengah mati padahal dia sendiri yang telanjang dada.
"Lupakan itu" telinga Kyungsoo masih sangat bagus untuk mendengar nada pelan itu.
"Huh?"
"Lupakan yang itu" suara Sehun masih terdengar pelan dan tiba tiba muncul fikiran jail dikepala Kyungsoo.
"Itu?, yang mana?" Kyungsoo pura pura menunjukkan wajah bingungnya.
"Yang itu" Sehun menekan kata katanya, sedari tadi Pria itu menolak bertatapan dengan Kyungsoo.
"Itu apa sih?, bicara yang jelas dong" Kyungsoo hampir menyemburkan tawanya saat pipi Sehun semakin memerah antara kesal dan malu.
"Kau tau maksudku, jangan pura pura" Sehun akhirnya menatap Kyungsoo dengan tajam, Kyungsoo membalasnya dengan senyum manis dan tak lama setelah itu tawanya meledak, membuat Sehun tertengung sesaat.
"Hahahah... kau lucu" Kyungsoo tertawa bahagia, mata bulat itu melengkung cantik,
Sehun mengerutkan kening melihat Kyungsoo tertawa cekikikan disampingnya, apa yang lucu?,
"Kau gila ya?" Sehun bertanya datar.
"Haha... ha.. ah, tidak, kenapa?" Kyungsoo masih sedikit terkikik, Sehun gelengan gelengan kepala dibuatnya
"Ka-"
Drrrttt...
Perkataan itu terpotong saat ponsel disaku Sehun bergetar, dia merainya dan menatap layar ponsel.
Unknown call
"Unknown?" Kyungsoo berucap pelan ditelinga Sehun, perempuan itu terlihat penasaran jadi memutuskan untuk sedikit mendekatkan dirinya
"Kau saja yang angkat" Sehun menyerahkan ponselnya pada Kyungsoo.
"Kena-"
"Angkat saja" Kyungsoo mendengus tapi tetap menurutinya.
"Halo?"
"Kyungsoo pulang sekarang" ini bukan yang Kyungsoo harapkan untuk saat ini, tubuh Kyungsoo tanpa aba aba itu menegang, bahunya terlihat kaku, Sehun mengerutkan dahinya melihat ketegangan Kyungsoo. Dan Kyungsoo langsung saja mematikan sambungan.
"Kenapa?" Sehun bertanya.
"Appa...itu appa"
"Mwo?"
"Dia menyuruhku pulang"
Lidah Sehun terasa sedikit kaku saat ini, bingung ingin bicara apa, appanya Kyungsoo, bagaimana bisa tau nomornya?.
"Aku tidak mau pulang" Kyungsoo berucap lirih
Sehun menatap Kyungsoo yang tertunduk, dia tau perempuan ini belum siap kembali kerumahnya. Tapi jika terus seperti ini permasalahannya tidak akan pernah terselesaikan, Sehun tidak ingin melihat Kyungsoo terus terbayang bayang akan permasalahan ini jadi dengan pelan Sehun meraih tangan mungil itu dan mengenggamnya, merasa ada yang meremas tangannya Kyungsoo mengangkat wajahnya untuk menatap Sehun.
"Aku tidak berhak mencampuri urusanmu tapi jika kau ingin aku akan memberikan sebuah saran" Sehun berucap lembut.
"Apa?"
"Kau tidak bisa terus menghindar dari masalahmu jadi ayo kuantar kau pulang" Sehun mencoba menarik tangan Kyungsoo untuk membawa perempuan itu pulang. Tapi Kyungsoo malah menahan.
"Aku takut" perempuan itu berucap pelan.
"Aku akan menemanimu" Sehun berucap mantap.
"Tidak, jangan aku tidak mau menyeretmu dalam hal ini"
"Kau tidak menyeretku tapi aku yang menyeret diriku sendiri padamu"
"Kau akan menda-"
"Dengar, aku membawamu sejauh ini dan aku harus bertanggung jawab" Kyungsoo membuka mulutnya hendak protes tapi Sehun lebih dulu menyela.
"Turuti saja kata kataku" Kyungsoo akhirnya mengalah membiarkan Sehun membawanya pulang.
%%%%%
Pikir Kyungsoo berkecamuk saat tiba didepan pagar rumahnya Kyungsoo mungkin akan baik baik saja jika tak melibatkan Sehun tapi sekarang Sehun ikut menemaninya, Kyungsoo bingung, dia khawatir, Sehun tak seharusnya terseret dalam masalahnya, lelaki itu akan mendapat berbagai tuntutan jika beremu orang tuanya.
"Jangan tegang, percaya saja padaku"Sehun melangkah sambil memengang tangan Kyungsoo.
Dan hal pertama yang terlihat saat pintu utama terbuka adalah wajah serius keluarganya dan hal yang paling mengagetkan adalah oppanya berada disana, menatap Sehun seperti ingin mengulitinya.
"Kyungsoo, dari mana saja kau?" Oppa membuka suara, terdengar mencekam ditengah keheningan dan ketegangan.
"Dia bersamaku beberapa hari ini" Sehun menyahut tenang.
"Siapa kau?" Kris bertanya datar melangkah mendekati Sehun.
"Dia temanku" Kyungsoo menyela sebelum Sehun menjawab.
"Kyungsoo, oppa perlu bicara padanya" kris secara tidak langsung menyuruh Kyungsoo pergi dari sana.
"Tidak mau, oppa yang seharusnya bicara padaku, dia tak ada hubungannya"
"Kyungsoo" sang appa membuka suara memerintahkan anaknya untuk tidak membantah.
"Aku bilang tidak mau" Kyungsoo meninggikan suaranya.
"Kyung" Sehun memanggil namanya pelan
"Biar kuurus ini"
"Tidak mau" Sehun menghembuskan nafas pelan
"Biarkan mereka duduk dulu" Yaejun yang diam kini menganggkat suaranya.
Semuanya menatap kearah Yaejun, perasaan bersalah mulai menggorogoti Kyungsoo saat melihat eonninya. Mereka berdua duduk bersampingan, Kyungsoo memengang tangan Sehun, tidak mau melepaskannya karena dengan memengang tangan namja ini dia merasa sedikit lebih berani.
"Ka-"
"Kenapa pertunangan Eonni disembunyikan dariku?" Kyungsoo bertanya setelah menyela perkataan appanya, Kyungsoo tau ini tak sopan tapi dia butuh kejelasan disini, kenapa?.
Atmosphere disana bertambah tegang dan serius. Sehun duduk diam memperhatikan akan ada apa selanjutnya.
"Kami tidak menyembunyikannya darimu" Kris memulai kembali pembicaraan.
"1 tahun tanpa diketauhi olehku?," Kyungsoo bertanya sinis
"Kyungsoo, aku yang akan menjelaskannya besok, ini sudah larut dan temanmu perlu istirahat bukan" Yaejun memilih untuk menjelaskan hal itu dengan hanya 4 mata dengan Kyungsoo dan menjadikan Sehun sebagai alasan. Kyungsoo menatap wajah Sehun, wajahnya tampak lelah kemudian melirik sekilas pada jam yang melingkari tangannya. Benar ini sudah sangat larut, sudah hampir jam 12 malam, perjalanan dari sana membutuhkan banyak waktu jadi tidak mengherankan.
"Baiklah, Sehun akan bermalam disini" Kyungsoo mengambil keputusan sepihak yang membuat Kris melotot tajam padanya.
"Seperti yang eonni bilang ini sudah larut dan aku tidak akan membiarkan Sehun pulang malam ini" Kyungsoo melanjutkan ucapannya
"Kyungsoo dia laki laki"
"Kenapa?, dia memang laki laki dan aku perempuan tapikan disini kami tidak cuma berdua" Kyungsoo mengotot dengan pendiriannya dan pada saat langsung
"Baiklah, temanmu ini boleh menginap dan suruh dia tidur dikamar tamu" Kris menyerah, memilih untuk menghentikan perdebatan. Kyungsoo tersenyum penuh kemenangan, entahlah dia hanya merasa senang.
"Sudah sangat larut, kalian pergilah kekamar masing masing dan Kyungsoo antar temanmu kekamar tamu" appa berbicara tegas dan perintah itu segera dilaksanakan.
%%%%%
"Justrunya tadi kau tidak perlu menahanku disini" Sehun membuka pembicaraan saat dirinya dan Kyungsoo berada didalam kamar tamu.
"Ini sudah malam dan kau terlihat lelah mana mungkin aku membiarkanmu pulang malam malam begini" Kyungsoo berucap sambil menatap Sehun.
"Apa kau baru saja mengkhawatirkanku?"
'Oh ya ampun, orang ini mulai lagi' Kyungsoo memutar bola matanya bosan.
"Berhenti menggoda Oh" Kyungsoo berjalan menghampiri lemari berwarna silver diujung ruangan, mengambil sesuatu didalam sana kemudian melemparkannya pada Sehun.
"Hei!" Sehun berseru saat benda itu terjatuh tepat didepan wajahnya.
"Pakai itu jika tidak mau kedinginan" Kyungsoo berlalu acuh melewati Sehun, meraih gagang pintu dan keluar lewat sana.
"Mianhae" Kyungsoo berucap lirih saat akan menutup pintu kamar itu.
Sepeninggal Kyungsoo, Sehun melihat lihat isi kamar, cukup penasaran, dia melangkah ketengah ruangan, kamar ini didominasi oleh cat putih bersih.
Tok tok
Ketukan pintu berhasil mengambil perhatian Sehun, apa itu Kyungsoo?, dia agak tidak yakin dengan pemikirannya jadi Sehun berjalan kearah pintu itu lalu membukanya.
"Kita perlu bicara" itu bukan permintaan tapi sebuah perintah,cukup membuat Sehun kaget, siapa yang tidak kaget saat kau baru saja membuka pintu dan langsung disodori wajah sangar- menurut Sehun- oppanya Kyungsoo.
"Uh.. ne" Sehun sedikit linglung saat menanggapi perintah itu, lelaki albino itu mengikuti langkah pria dihadapannya sesaat kris memberikan tanda agar mengikutinya.
Kris menghentikan langkah saat mendapati tempat yang kondusif, otomatis Sehun juga ikut berhenti. Mereka saat ini sedang berada ditaman belakang rumah, Sehun berdiri disana dengan bingung,
"Kenapa disini?" Sehun menyuarakan fikirannya, yang benar saja, tempat ini sangat minim pencahayaan dan disini mereka akan berbincang?, Sehun rasa Kris sudah cukup aneh.
"Karena disini tempat yang cocok" Kris menjawab seadanya, lalu duduk dibangku taman.
"Kau tidak mau duduk?" Dia bertanya saat melihat Sehun tetap berdiri.
"Kupikir sebaiknya aku berdiri"
"terserah kau saja"
Keheningan tercipta diantara mereka untuk beberapa saat dan Kris terlihat mempertimbangkan sesuatu.
"Kau teman Kyungsookan?" Dia memulai dialog.
"Mungkin iya" Sehun menjawab ragu.
"Kenapa kau terlihat ragu?"
"Kami tidak benar benar berteman maksudku kami selalu bertengkar disetiap kesempatan dan jarang akur, jadi kuserahkan padamu untuk menilainya apa"
"Tidak akur?, tapi kalian terlihat sangat dekat, apalagi saat Kyungsoo mengotot menyuruhmu menginap dia bahkan membantahku"
"Itu hanya karena dia merasa berutang budi padaku"Kris memperhatikan Sehun dengan cermat.
"Kapan pertama kali kalian bertemu?" Pembicaraan ini sepertinya keluar jalur.
"Saat senior high school"
"Sudah sangat lama, 4 tahun yang lalu" Kris berfikir sambil memegang dagunya.
"Apa kau menyukainya?" Pertanyaan itu membuat Sehun terhenyak, oh ini benar benar melenceng dari percakapan.
"Apa?, siapa?" Sehun menjawab tergagap.
"Kau menyukai adikku, Kyungsoo?" sebuah pertanyaan -tapi terdengar seperti pernyataan- yang membuat Sehun tersedak ludahnya sendiri.
"Kurasa ini keluar dari jalurnya" Sehun berusaha mengembalikan jalan pertanyaan awal. Kris menggeleng
"Tidak, awalnyakan memang aku ingin berbicara padamu jadi terserah aku mau bertanya apa, aku juga tidak bilang ingin membahas apa , aku hanya bilang kita perlu bicara"
"Tapi..."
"Jawab saja, sebagai seorang lelaki kau harus jantan memutuskannya"
"Ya, aku menyukai adikkumu, Do Kyungsoo aku menyukainya" Kris tersenyum puas mendengar pengakuan itu, dia berdiri dan mendekat kearah Sehun, menepuk pelan bahu pria dihadapannya, Sehun tentu saja bingung apalagi saat Kris melangkah menjauh, pria tinggi itu sempat berbisik saat menepuk bahunya dan bisikan itu menambah rasa bingungnya yang sekarang bertambah dengan rasa kaget, tak menyangka oppa Kyungsoo itu akan mengatakan itu dia fikir dia akan ditonjok karena membawa lari adiknya tapi ini benar benar diluar dugaan, Sehun sampai mematung disana.
"Hei, kau harus tidur, masuklah" suara itu terdengar dari arah belakang, tapi tidak cukup untuk membuat Sehun kembali kedunia nyatanya.
Berdiri mematung disana, seorang diri, masih mencerna maksud kata kata itu dan tak lama setelah itu sebuah senyum tercipta dibibir tipis namja berkulit albino itu. Dengan perasaan yang membuncang dia melangkah memasuki rumah.
%%%%%
Kyungsoo berdiri bimbang didepan pintu kamar yang ditempati Sehun, Kyungsoo ragu untuk membuka pintu itu tapi ini sudah waktunya sarapan dan Kris entah ada apa menyuruhnya membangunkan Sehun. Dengan perlahan Kyungsoo mengayunkan tangannya mengetuk pintu.
Tok tok tok
Hening...
Tak ada sahutan ataupun suara, Kyungsoo mencoba kembali mengetuk.
Tok tok tok
Tetap hening yang didapatkannya
"Masuk saja sana" suara Kris terdengar dari arah belakang, membuat Kyungsoo mendelik, tapi tetap membuka pintu itu masuk dengan langkah pelan.
Kosong
Terdengar suara gemercik didalam kamar mandi dan kyungsoo mengambil kesimpulan bahwa Sehun sedang mandi saat melangkah ingin keluar suara pintu terbuka terdengar dan seketika aroma sampo dan sabun menguar memasuki hidung kyungsoo. Otomatis perempuan mungil itu memandang kearah pusat aroma itu.
"Kyungsoo?, sedang apa disini?"Sehun berdiri didepan pintu kamar mandi lelaki itu terlihat segar, dengan sebuah handuk diatas kepalanya.
"Ah.. sarapan... iya sarapan sudah siap" Kyungsoo berkata linglung.
"Kalian duluan sajaa, aku ak-"
"Tidak, kau harus ikut sekarang juga" Kyungsoo mendekati Sehun, dengan segera menarik lengan pria itu, menyeretnya ke meja makan.
"Kyungsoo, kenapa kau menyeret temanmu seperti itu?" Eomma mengeryit.
"Dia tidak mau sarapan jadi kuseret" Kyungsoo berkata sambil menyuruh Sehun duduk disampingnya, bagaikan anak ayam Sehun menurut taat pada perintah.
"Kenapa hanya diam?" Kyungsoo kembali membuka suara saat Sehun tak bergerak barang seincipun untuk mengambil sarapannya.
"Jangan sok malu malu begitu" Sehun mendelik saat Kyungsoo berkata seakan dirinya tidak punya malu.
"Siapa yang sok malu malu?" Desisan itu keluar dari bibir tipis Sehun.
"Kau tuan Oh"
"Kyungsoo, jangan ganggu temanmu begitu" appa Kyungsoo angkat bicara.
"Appa tidak tau saja bagaimana sikapnya padaku, dia bahkan lebih parah dari yang kulakukan sekarang" Kyungsoo mencoba membela diri.
"Sudahlah, ini bukan waktunya berdebat, ini waktu sarapan jadi nikmati saja sarapannya" Yaejun berseru.
%%%%%
"Kyungsoo, kau ada waktu?" Suara perempuan terdengar lembut dari arah samping Kyungsoo, Kyungsoo lansung mengangguk mengiyakan saat tau akan kemana jalan percakapan ini.
"Tentu" Yaejun memberi isyarat agar Kyungsoo mengikuti langkahnya, mereka berjalan menuju kamar Yaejun.
"Duduklah dulu" Yaejun terlihat mencari cari sesuatu didalam lacinya Setelah mendapatkannya Kyungsoo melihat pegangannya pada benda itu bagitu kuat.
Yaejun duduk disebelah Kyungsoo, tampak berat hati mrmperlihatkan apa yang dipegangnya tapi tetap menyodorkannya pada Kyungsoo.
"Foto?" Kyungsoo bertanya memastikan saat benda selembar itu berada ditangannya. Ditatapnya selembar itu dengan sebuah kerutan didahi yang perlahan semakin dalam kerutannya saat tau itu adalah foto Kai dan Yaejun semasa Senior high school tapi bukan hanya mereka disana, ada salah seorang wanita yang kelihat lemah diantara mereka, wanita itu duduk diranjang rumah sakit, tersenyum lemah kearah kamera.
"Apa maksudnya ini?"
"wanita itu adalah ibunya Kai"
Kyungsoo menganggkat wajah menghadap Yaejun yang terlihat menerawang,
"Itu diambil saat kami merayakan anniversary yang ke 1, aku dan Kai sudah lama berpacaran mungkin jika dihitung dengan sekarang sudah 3 tahun, kami berpacaran saat kelas 2 SHS, dan kau tau itukan,"
Kyungsoo mengangguk mengiyakan, dia memang tau jika kakaknya berpacaran saatKelas 2 SHS tapi dia tidak pernah tau siapa lelaki yang berpacaran dengan kakaknya, Saat itu Kyungsoo begitu acuh untuk hubungan seperti itu jadi dia fikir apa urusannya sampai harus tau yang mana pacar kakaknya apalagi waktu itu kakaknya terlihat berbinar binar menceritakan kisah pernyataan cintanya, Kyungsoo mendengar dengan serius semasa itu tapi Kyungsoo terlalu cepat mengambil kesimpulan bahwa kakaknya itu hanya sedang dilanda cinta monyet yang akan bertahan cuma untuk beberapa waktu dan pasti kakaknya akan mencari lagi setelah putus jadi apa untungnya berkenalan dengan oranh yang nantinya akan jadi mantan eonninya tetapi diluar dugaan mereka bahkan sampai mempertahankan hubungan yang dulunya Kyungsoo anggap cinta sementara hingga detik ini bahkan dirinya pun ikut terseret didalamnya.
"Kami bertunangan tepat saat anniversary kami yang ke 2 tahun, eonni juga tidak tau jika akan terjadi pertunangan saat itu"
"Maksudnya?"
"Pertunangan itu terjadi secara mendadak Kyung,kami bahkan tidak pernah membicarakan tentang hal itu sebelumnya"
"Lalu, kenapa itu terjadi?"
"Saat itu eonni sedang sangat sibuk dengan berbagai tes untuk masuk perguruan tinggi diluar negeri dan ibunya Kai menghubungiku saat itu, beliau bilang ingin bertemu denganku, aku tidak dapat menolak jadi aku pergi kerumah sakit menemui ibu Kai,"Kyungsoo terlihat semakin bingung sekaligus penasaran.
"Ibunya Kai sudah lama berada dirumah sakit mungkin saat itu sudah tahun ke3 nya beliau berbaring lemah diranjang rumah sakit, aku juga kurang tau penyakit apa yang menyerangnya tapi yang pasti semakin hari tubuhnya semakin lemah tidak bertenaga, sewaktu aku datang Kai sudah berada duluan disana, dia terlihat berantakan dengan wajah frustasinya dan aku tau apa yang membuatnya frustasi itu karena dokter mengatakan bahwa kondisi ibunya semakin drop, sebagai seorang pacar aku tentu saja mencoba menghiburnya berkata semua akan baik baik saja tapi..ta-" suara Yaejun tercekat ditenggorokan, berusaha menahan tangis.
"Tapi tak berselang lama setelah pengabaran dropnya kami mendengar berita beliau meninggal" tangis yang tak dapat dibendung lagi akhirnya keluar, Kyungsoo sampai tersentak saat isakan mulai terdengar dikamar itu.
"Hentikan saja jika kau tidak sanggup" Kyungsoo menyarankan, rasa penasarannya kini terkalah oleh rasa belas kasih saat melihat eonninya begitu tertekan menceritakan masalah ini. Eonninya benar benar orang yang mudah sekali menangis jika diperlihatkan sesuatu yang mengharukan, sungguh orang yang terlalu membawa perasaan dalam hal manapun.
"Tidak, kau harus tau seluruh ceritanya" Yaejun membantah, dia akan menceritakan semuanya, tidak mau ada kesalah pahaman lagi. Beberapa menit diisi oleh keheningan ,Kyungsoo membiarkan Yaejun untuk terlihat lebih tenang. Bibir Yaejun terbuka akan melanjutkan ceritanya.
"Sebelum meninggal, beliau ingin aku dan Kai meresmikan hubungan kami dengan pertunangan, Kai sempat menolak karena kami memang belum merencanakan itu tapi melihat eommanya terbaring tanpa nyawa, aku dan Kai memutuskan untuk menyanggupi permintaan terakhirnya, dan dilakukanlah pertunangan itu di rumah sakit, kami tidak pernah merencanakan hal itu sebelumnya dan saat itu aku juga masih dalam mode shock, eomma, appa dan Kris oppa juga tidak ada yang tau tentang itu, aku butuh banyak waktu untuk mengakui itu pada mereka aku takut mereka tidak akan menerima hubungan itu tapi aku patut bersyukur mereka merestuinya hanya saja aku memang sengaja tidak mau memberitahumu tentang itu karena kau selalu terlihat acuh saat aku menceritakan hubungan kami jadi kufikir kau tidak akan suka, aku takut kau tidak menyetujui pertunangan itu dan marah padaku"
"Jika saja kau memberi tauku lebih awal, aku tidak akan jadi orang ke3 diantara kalian' Kyungsoo berbicara lirih sangat lirih hingga Yaejun yang duduk disampingnya tidak dapat mendengarnya,
"Maaf aku, ini memang salahku tidak memberitahumu, jika kau tidak suka aku bertunangan dengan Kai, aku...aku bisa memutuskan hubungan kami" Yaejun memelas saat Kyungsoo tak kunjung berbicara apapun setelah dia bercerita. Dia rela meninggalkan Kai jika memang Kyungsoo tak menyetujuinya.
"Apaan kau?, kenapa hanya karena begitu kau melepas tunanganmu" Kyungsoo hampir saja membentak Yaejun sebab siapa yang tidak kaget jika kakakmu akan memutuskan hubungan dengan orang yang dicintainya hanya karena adiknya tidak suka.
"Tidak apa apa, aku re-"
" hentikan omong kosongmu," kali ini Kyungsoo membentak Eonninya.
"Jika kau mencintainya kenapa kau ingin melepaskannya, memangnya apa yang akan terjadi jika aku tidak merestui kalian, kau memang eonniku tapi aku tidak berhak memutuskan kau akan dengan siapa , aku bahagia jika kau juga bahagia jadi singkirkan pikiran idiot itu" Kyungsoo meledakkan suaranya dan dengan cepat keluar dari kamar itu dengan sedikit membanting pintu.
%%%%%
"Sehun" baru saja pria albino itu ingin berbalik akan tetapi tertahan saat seseorang tiba tiba memeluknya dari belakang, kaget, dan bertambah kaget lagi saat dirinya tau siapa perempuan yang memeluknya.
"Aku membuat eonni menangis, bagaimana ini?, aku tidak tau akan begini" suara itu terdengar pelan dan tertahan.
"Kyungsoo, kau kenapa?" Sehun entah mengapa jadi gugup sendiri. Hell, siapa yang tidak gugup dipeluk oleh orang yang kau sukai.
"Eonni menceritakannya, aku tidak tau jika dia akan menangis seperti itu, bagamana ini?, aku baru saja membentaknya, " Kyungsoo terdengar ngelatur kemana mana, Sehun jadi bingung sendiri. Lelaki itu membalikkan badannya membuat kedua lengan yang melingkari perutnya terlepas.
"Kau kenapa?" Sehun bertanya lagi, dirinya menangkup wajah Kyungsoo, wajah perempuan itu terlihat bersalah, jika Yaejun adalah orang yang akan menangis jika disugukan cerita sedih maka Kyungsoopun sama hanya saja saat mendengar seseorang bercerita dan orang itu menangis maka Kyungsoo akan merasakan 2 hal yaitu emosi dan sedih, emosi sebab dirinya membuat orang lain mengingat kisah sedihnya dan sedih karena mendengar jalan ceritanya, itu terdengar berlebihan namun Kyungsoo memang orang yang seperti itu, dan setelah begitu Kyungsoo akan berbicara belepotan dan terkesan ngelantur.
"Eonni bercerita dan dia menangis aku tidak tau kenapa aku merasa sedih campur marah, aku...aku membentaknya, itu dia dan Kai...merek-"
"Hei, bolehkah aku menciummu?" Sehun yang melihat Kyungsoo terus berbicara dengan bahasa yang belepotan itu tidak dapat menahan diri untuk tidak bertanya satu hal yang dapat membuat Kyungsoo membulatkan matanya. Dia tidak tahan dari tadi Kyungsoo berbicara yang Sehun perhatikan hanya bibir merah itu, entah terlihat begitu menggoda imannya.
"A.. apa?"
Tatapan Sehun tertuju pada bibir itu, dirinya mulai mendekatkan wajahnya. Kyungsoo hanya diam, badannya terasa kaku untuk bergerak apalagi saat lengan Sehun mendarat dipinggangnya menariknya untuk mendekat hingga tubuh keduanya menempel tanpa cela. Dia ingin mendorong lelaki mesum itu tapi tangannya bahkan tidak mau diajak berkompromi, tangannya malah menggenggam baju bagian pinggang Sehun dengan erat, dan juga wajah mereka semakin dekat dan bertambah dekat apalagi saat nafas Sehun sudah terhembus diwajahnya membuat Kyungsoo menahan nafas, reflect dia memejamkan mata saat pria dihadapannya itu juga memejamkan matanya terlebih dahulu, bisa Kyungsoo rasakan aroma tubuh Sehun yang kuat, dan sampai pada akhirnya kedua bibir itu bertemu, hanya bertemu tak ada pergerakan setelah itu.
Sehun menanti jika dirinya setidaknya akan didorong lalu tulang keringnya akan ditendang lagi seperti biasa atau paling tidak dirinya akan mendapat tamparan disalah satu pipinya tapi tidak bahkan sampai bibir keduanya bertemu untuk beberapa detik perempuan mungil itu tetap diam, apakah ini berarti dia diizinkan untuk melakukan yang lebih ?, setelah mengumpulkan keberanian Sehun mulai menggerakkan bibirnya perlahan untuk mengecap bibir Kyungsoo, manis.
Bagi Kyungsoo ini adalah hal yang paling buruk yang pernah ada karena dirinya entah kenapa hanya diam saat Sehun mulai mencecap bibir bawahnya, dan bertambah gila lagi Kyungsoo saat bibir Sehun terasa begitu kuat sekaligus enak, lututnya terasa lemas saat ini, jadi untuk menahan agar tubuhnya tidak jatuh Kyungsoo melingkarkan kedua lengannya dipunggung Sehun.
Sehun mencium Kyungsoo dalam gerakan lambat untuk kembali menunggu reaksi apa yang akan didapatkannya setelah detik itu seorang Oh Sehun kembali merasakan hal yang membuncang dadanya sebab Kyungsoo, perempuan mungil nan cantik itu membalas ciumannya, walaupun sama pelannya, tapi itu mampu membuat Sehun ingin mencium ganas perempuan ini jika saja dirinya tidak mengingat ada dimana mereka, ini sangat kondusif sebab mereka sedang berada didalam kamar tamu tapi Sehun masih warah untuk tidak membuat dirinya pulang dengan wajah bonyok jika sampai menidurkan Kyungsoo diranjang sana.
Bibir mereka bergerak lambat, begitu lembut , Sehun akan membuat Kyungsoo tidak akan melupakan ciuman ini, dirinya tau jika ini adalah first kiss perempuan mungil ini dan itu membuatnya ingin memberikan kesan pada ciuman pertama Kyungsoo. Bibir Sehun bahkan kini sudah bergerak melumat bergantian bibir atas dan bawah itu berlangsung beberapa menit hingga Sehun merasa dia memerlukan pasokan udara begitupun Kyungsoo.
Kedua sedikit terengah menghirup oksigen, pipi kedua nampak memerah, Kyungsoo yang mendapat predikat termerah mengalahkan Sehun, terlihat begitu kontraks dengan kulit putih mereka, setelah merasa pasokan udara cukup keduanya saling bertatapan.
"Jika kau mengharapkan permintaan maaf dariku aku tidak akan memberinya" Sehun berucap lembut.
"Kenapa kau melakukannya?" Daripada mendengar alasan mengapa Sehun tidak ingin minta maaf Kyungsoo lebih tertarik untuk mendengar alasan mengapa pria ini menciumnya.
"Kau ingin tau, itu karena aku..." Sehun menghentikan ucapannya dan kembali menarik wajah mereka agar berdekatan dan membisikkan kalimat tempat ditelinga Kyungsoo.
"Karena aku mencintaimu"
End
Akhirnya selesai juga, yey
Maaf ya kalau buat kalian menunggu sampai seminggu/ siapayangnunggu?/ huhuhu
Ini benar benar diluar prediksi sejujur aku mau bikin sampai 14 atau 15 chap tapi ini...ah sudahlah, aku juga fikir kalau sampai 15 chap nanti orang bakalan bosan atau memang ada yang udah bosan, maaf ya ff ini tambah kesini makin abstract jalan ceritanya, bahkan endnya aja gaje. huhuhu maafkan diriku.
Disini sudah terjawabkan kenapa pertunangan itu disembunyikan dari Kyungsoo, maaf sekali lagi kalian harus muntah membaca alasan abstur yang enggak nyambung sama sekali.
Untuk yang terakhir aku mau bilang terimakasih sebanyak banyaknya untuk para readers yang udah sempetin untuk review dan untuk para siders yang udah mau membaca cerita ini.
TERIMAKASIH UNTUK DUKUNGANNYA HINGGA SAMPAI CHAP TERAKHIR. MAKASIH BUAT CELOTEHAN KALIAN YANG MEMBUAT AKU JADI LEBIH BERSEMANGAT/ EAAA/
TERIMAKASIH SEBESAR BESARNYA, SEMOGA KITA BISA KETEMU LAGI DI FF ABSTURKU YANG LAIN.
GOMAWO
XIE XIE
DARI : KKOCH11
