Hai, semua...sudah lama ya gak jumpa...hm, maaf nih...saat kami lagi libur ujian SMP, si baka Yoval enak enak an melibur dirinya...
Kami harap semua gak kecewa, OKEH ?!
Disini kami mau nanya, apakah genrenya diubah jadi :
Adventure dan Humor atau Humor dan Friendsip atau tetap Adventure dan Friendship ?
The Leader : Makasih ya Leader-san...kami akan terus Ganbatte...
Special thanks to :
NamikaZe NatHanaeL RedfieldZ
The Leader
Uchiha dant57
Cherry Es
Mohon sarannya semua...
Langsung aja ya...
HAPPY READ AND DONT SAD... (GO...GO..)
Author Note (yang gaje dan gak penting) : Di Chap ini akan lebih mendalam flashback Kakuzu pada umur 20 tahun, detik detik sebelum dia meninggalkan desa Taki dan menjadi buronan... *PLAK, HANYA SEGITU ?*
Istilah : The Three Lord of Taki adalah tiga orang tetua atau pemimpin desa Taki, mereka adalah Hyubosi, Kobu, dan seorang lagi yang tidak diketahui tapi dijuluki King of Lord karena disebut sebut sebagai pemimpin utama desa Takigakure...
RATE : T
GENRE : ADVENTURE AND FRIENDSHIP
DISCLAMER : NARUTO MILIK MASASHI KISHIMOTO
WARNING : OOC,GAJE,TYPO(S),OC,HUMOR GARING,DLL
THE AKATSUKI
DONT LIKE DONT READ DONT FLAME DONT ANGRY DONT SAD,,,
HAPPY AJA
CHAPTER 10 : The Three Lord of Taki
.
.
Sebuah kebohongan di Takigakure yang berujung menjadi konspirasi uang membuat anak becadar itu tahu...apa akibat serta GUNA uang tersebut...
.
.
.
.
.
MASIH FLASHBACK KAKUZU UMUR 16 TAHUN
Hari itu merupakan hari yang indah bagi Kakuzu...dia mendapatkan 3 jantung pertamanya (meskipun itu rahasianya), mengalahkan 3 orang TakiSplinkers serta tahu apa pekerjaan ayahnya...
Zaku menatap bingung ke anaknya...dia bingung kenapa anak nya itu tampak lebih kumuh dari biasanya...cadarnya makin dekil, mukanya makin berdebu, badannya makin kotor dan makin makin lainnya yang mengarah ke arah kejelekan...( Kakuzu : sial lo thor)
Tapi, yang paling mencolok adalah perban di tangan kirinya...Zaku memanggil anaknya yang berjalan di sampingnya sambil senyum senyum gak jelas...
" Kuzu...kenapa keadaanmu menyedihkan nak...dan tanganmu itu kenapa diperban ? "
Kakuzu sedikit terkejut, dia memandang wajah ayahnya...
" Ng...tadi aku jatuh saat berlari dan tanganku menjadi lecet sedikit... " kata Kakuzu berbohong
" Oh... " kata Zaku, lalu dia diam lagi sambil berjalan...
" Hei Tou-san...kenapa gak bilang bilang kalau Tou-san seorang motivator ? " tanya Kakuzu
" Pekerjaan seperti itu tidak usah dipamerkan Kakuzu... " kata Zaku
" Tapi itu pekerjaan mulia, memotivasi para warga miskin disini...ya...meskipun secara sukarela sih ? " kata Kakuzu sambil menatap lurus ke jalan.
" Maksudmu ? " tanya Zaku bingung
" Maksudku tidak dibayar... " kata Kakuzu...
" Dasar anak Baka...uang terus yang ada di otakmu... "
Kakuzu mengangkat bahunya " Tanpa uang kita tak akan makan...tanpa makan kita tak akan hidup...tanpa hidup kita mati... " kata Kakuzu sok berfilosofi
" Ya, kau mati masuk neraka, Tou-san mu yang kece badai ini masuk surga... " kata Zaku kePeDean...
Kakuzu mendengus, lalu dia menatap Tou-san nya...
" Tou-san, ajari aku jutsu elemen... "
" Lho...mengapa kau mau belajar ninjutsu...biasanya kerjaanmu mencuri dan mencari duit jatuh di jalan... " kata Zaku kebingungan
" Baka Tou-san...aku sudah tobat mencuri tahu, hmm...soal cari duit jatuh di jalan itu mungkin masih kulakukan...tapi, ayolah...ajari aku jutsu elemen... " rayu Kakuzu dengan puppy (menjijikkan) eyes no jutsu
Zaku yang ingin muntah melihat wajah Kakuzu langsung mengangguk daripada Kakuzu terus terusan mengeluarkan mata menjijikkannya...
" HOREE COYY... ! " teria Kakuzu alay...
Zaku cuman mengangkat bahunya...
.oo0oo.
Para gank TakiSplinkers dengan cepat berlari menuju halaman belakang sekolah, mata mereka membelalak melihat halaman belakang sekolah yang seperti kena badai topan musi (?)...
" Sial...cari ketua... " perintah salah satu anggota gank yang menerima pesan chakra tadi...
Mereka berpencar...
'Ketua kan akan menghajar salah satu anak miskin yang menghajar adiknya...tapi, kok tempat ini...ketua sepertinya melawan orang yang kuat...' batinnya...
mereka terus mencari dan berpencar, tapi tidak menemukan suatu petunjuk...
" Ayo, terus cari ! "
Para anggota TakiSplinkers terus bergerak, ada yang masuk ke hutan belakang, ada yang bergerak ke depan halaman sekolah, ada yang masih mencari di sekitar area pertarungan...
Mereka semua kebingungan... 'Dimana ketua...' batin mereka semua...
'Ketua pasti dalam keadaan gawat hingga dia mengirimkan pesan kepada kami...' batin anggota TakiSplinkers yang menerima pesan tadi...dia menggeleng kepala lalu berjalan ke sebuah batu yang sepertiga bagiannya hancur...tanpa sengaja matanya menatap sebuah kunai yang tangkainya dililit sebuah kain...
" Ng..." dia mencabut kunai tersebut dari batu lalu membaca tulisan di kain tersebut...
TOLONG KAMI...AKU, ADIKKU, DAN HAM BERTARUNG MELAWAN MONSTER TAKI...KAMI MAU DICULIK, SOAL ANAK BECADAR ITU TAMPAKNYA DIA TIDAK DATANG...SETELAH KAU BACA INI...KUMOHON KALIAN CARI KAMI...
Sang anak buah pun terkejut, lalu dia berteriak memanggil kawan kawannya
" Semuanya kesini ! "
Para anggota TakiSplinkers pun berkumpul...
" Ada apa ? " tanya beberapa orang anggota...
" Ketua, adiknya serta Ham diculik monster Taki...kita harus mencarinya di sekitar area hutan...sedangkan kalian berdua... " dia menunjuk 2 orang anggota yang lain "...tolong kabari Tuan Hyubosi tentang kabar buruk ini...dalam hitungan ketiga semuanya bergerak... "
" 1... "
" 2... "
" 3... "
SYAAT ! SYAAT !
mereka semua pun bergerak ke hutan sementara 2 orang yang ditugaskan memberi kabar bergerak ke luar sekolah...
.oo0oo.
Mizuku merengut kesal mendengar ocehan adiknya yang tiada lelah dan capek menceritakan tentang pekerjaan sang ayah.
" ...Kaa-san tau nggak, kata kata Tou-san benar benar mantap...Kuzu gak nyangka TYou-san bisa berkata seperti itu...meskipun itu pekerjaan gak ada hasil, tapi nilai moralnya sangat tinggi... "
Hisa, sang ibu yang mendengarkan hanya tersenyum...dia menepuk bahu Kakuzu...
" Ya, ya Kaa-san sudah tahu... "
" Tapi kenapa Kaa-san gak pernah beritahu Kuzu... "
Hisa tertawa... " Ha ha...nanti kamu marah kalau tahu pekerjaan Tou-san mu itu tidak menghasilkan uang... "
Kakuzu menggeleng " Kuzu gak marah, cuma sedikit kecewa... "
" Sama aja baka... " sambung Mizuku
" Kau baka ! bisanya cuma menghabiskan uang orangtua... "
" Anak kecil sok tahu... " ejek Mizuku
" Aku sudah besar Nii-san...buktinya semalam aku sudah mimpi basah ! "
KRIIK...KRIIK..KRIIK...
" Ng...Kaa-san pergi ke dapur dulu...tampaknya pembicaraan ini mulai mengarah ke rahasia para pria... " lalu dengan secepat kilat Hisa pergi ke dapurnya...
" Baka otouto...kenapa kau menceritakan hal menjijikkan itu di depan Kaa-san... " kata Mizuku...
" Cih, nih MENJIJIKKAN... " Kakuzu menunggingkan pantatnya ke muka Mizuku lalu mengeluarkan angin berbau (bilang aja kentut) ke wajah Mizuku...Dengan secepat kilat Kakuzu pergi, sementara Mizuku cuma cengo... *Poor Mizuku*
.oo0oo.
Kakuzu tersenyum senyum di kasur...dia tersenyum karena berhasil mengelabui para anggota TakiSplinkers yang bodoh seperti ketuanya...
" Hi hi hi hi...bahkan Tuan Hyubosi percaya kalau anaknya diculik monster Taki...wokwokwokwok... " Kakuzu tertawa sambil memeluk bantal guling...
Dia tahu...kehidupan di Taki akan berubah sedikit, hanya sedikit... ketika sang ketua TakiSplinkers dinyatakan hilang oleh Tuan Hyubosi tadi sore menjelang malam...
Kakuzu memejamkan mata ijo nistanya sambil hatinya tertawa (emang bisa) mengingat janji Tuan Hyubosi...barangsiapa yang menemukan 3 orang yang hilang itu maka dia akan diberi hadiah sepotong ikan...
" Dasar tetua pelit... " gumam Kakuzu sebelum benar benar tidur.
FLASHBACK END
Kakuzu memandang jalan menuju tempat kliennya yang memesan baju...matanya menjadi wapada...dia ingat jalan ini...
Sebuah ilalang tinggi dan diselingi pohon pohon melinjo (?) dan durian (?) yang tidak pernah berbuah (?)...lalu dia terus berjalan dan melihat sebuah batu hitam berbentuk segiempat yang agak tidak beraturan...
'Tunggu dulu, jalan ini menuju tempat itu...' batin Kakuzu...jalan itu mengingatkannya pada kejadian waktu dia berumur 20 tahun, saat itu dia masih cakep *muntahkan saja Readers*...dia ingat, kejadian itu menjadi sebuah awal dia menjadi buronan desa...kejadian yang membongkar konspirasi uang di Takigakure...
.oo0oo.
FLASHBACK (LAGI) KAKUZU UMUR 20 TAHUN
Ketika umur ini lah, Kakuzu bersama sang ayah berkolaborasi menjadi duo motivator paling hebat...
Motivasi motivasi yang mereka berdua katakan sungguh luar biasa badai tektonik membahana...bedanya, karena ada Kakuzu yang gila harta...setelah selesai memotivasi Kakuzu menarik sedikit pembayaran dengan alasan 'MAKIN BAGUS MOTIVASI MAKIN ADA FULUSNYA' sungguh teganya si cadar, tapi untung saja rakyat Taki sangat nge fans sama ayahnya Kakuzu sehingga mereka mau bayar meskipun hal itu membuat mereka dan anak istrinya gak makan 3 hari 3 malam akibat membayar motivasi itu...sungguh buju buset si Kakuzu itu...
Kakuzu kini sedang bersandar di sebuah pohon sambil meminum air extra j**s dari sebuah kantong, 'LAKI MINUM INI' batin Kakuzu
Kakuzu menyeka bibir dowernya lalu membuang sembarangan kantong bekas minumnya tanpa peduli lingkungan, dia kemudian duduk di sebuah tanah coklat yang tak berumput sambil menikmati angin sepoi sepoi *ceilah, gak keren lo Zu*
Kakuzu menatap tangannya, dia pun berdiri dan melihat pohon tempat dia bersandar tadi...Kakuzu pun menggerakkan segel tangan...
"Elemen Tanah : Domu (mengeraskan tangan) !"
Tangan Kakuzu pun menjadi keras, lalu dengan sekuat hati nurani dan kasih sayang (PLAK) Kakuzu pun menghantam pohon itu dengan tangan kanannya.
BRAAK ! Pohin itu langsung bolong. Kakuzu pun menghantam lagi dengan tangan kirinya, namun dengan gerak menyabet...
BRUAAKH ! pohon tersebut pun langsung patah dan tumbang...
Kakuzu menatap puas ke tangannya, sudah 4 tahun dia belajar dari Tou-san nya 3 elemen jutsu, yaitu tanah, api, dan angin...tapi bukan namanya Kakuzu jika tidak serakah, dia ingin mempelajari ke 5 jutsu elemen. Tapi Kakuzu menahan keinginannya karena jika Tou-san nya pasti curiga jika dia ingin menguasai ke 5 jutsu...karena orang yang hanya bisa menguasai 5 elemen adalah Tou-san nya karena memiliki 4 jantung (sebenarnya 5, karena 1 jantung pernah ditusuk Kakuzu di chap 8)...sementara Mizuku Nii-san nya hanya bisa 2 elemen.
Kakuzu berjalan menuju pasar kumuh Takigakure sambil berpikir soal 5 elemen itu...hanya ada satu cara instan mendapatkan 2 elemen lagi...menghisap jantung orang yang mempunyai elemen petir dan air...
.oo0oo.
Ruang pertemuam itu begitui gelap dengan suasana yang menyeramkan, tampak 3 orang duduk saling berhadapan di sebuah meja kaca melingkar. Di tengah tengah meja terukir lambang desa Takigakure, seorang gemuk yang bernama Tuan Kobu meminum air arak dari gelasnya kemudian dia menaruhnya...dia menatap takut ke Tuan Hyubosi, salah satu 3 tetua Taki, tapi tatapan ketakutan yang amat sangat terlihat jelas dari mata Tuan Kobu ketika dia menatap seseorang yang lagi menyatukan buku buku jarinya...
" Jadi, rakyat semakin membentuk Barisan anti Kobu gendut hah ? " kata orang itu yang lebih dikenal sebagai King of Lord. Kobu hanya mengangguk pasrah.
" Itu karena kebodohanmu yang terlalu ceroboh jika korupsi...coba kau tiru si Hyubosi, dia sangat pintar dalam menggelapkan uang... " King of Lord menatap tajam Hyubosi, lalu menaikkan alisnya "...Kenapa kau murung Hyubosi ? 4 tahun belakangan ini kerjamu agak menurun...bahkan kasus korupsimu hampir terbongkar, untung saja aku membunuh saksi yang melihat berkas mencurigakan itu sebelum dia melapur ke polisi ninja Taki... "
" Pasti soal 2 anaknya... " kata Kobu, lalu meminum lagi araknya.
Hyubosi mendesah kesal, lalu dia menatap Kobu " Kau yang tak pernah merasakan punya anak pasti tidak bisa merasakan bagaimana jika kehilangan anakmu...lagipula istriku juga... "
" Ah, makanya seperti aku Hyubosi...kawinkan semua wanita cantik di Taki dan buatlah banyak banyak anak hahaha... " Kobu tertawa terbahak bahak. Namun tawanya berhenti ketika dirinya ditatap sangat intens oleh King of Lord.
" Pikirkan tentang kewibawaanmu di mata masyarakat Kobu... " katanya, lalu dia menatap Hyubosi "...soal anak anakmu yang malang itu...coba kau perintahkan seluruh personil polisi ninja di Taki untuk mencari informasi tentang siapa lawan terakhir yang dilawan oleh anak anakmu...aku berpikir 'monster Taki' itu hanya khayalan bodoh semata... "
Hyubosi mengangguk... " Ugh, kau benar... "
King of Lord berdiri dari kursinya dengan tenang " Rapat kali ini selesai, aku punya 'sesuatu' yang penting... " dia membalikkan badannya "...yang harus kukerjakan... "
.oo0oo.
Kakuzu kini dengan perasaan berbunga menjilat jilat uang hasil motivasi nya hari ini, sang ayah Zaku hanya melihat sweatdrop ke anaknya...
" Soal yang berhubungan dengan uang tampaknya kau bahagia Kuzu... " kata ayahnya...
" Ya ya iyalah baka Tou-san... " kata Kakuzu lebay, ayahnya sweatdrop sambil membatin 'dasar anak durhaka...'
" Eh, kenapa Tou-san datang lambat tadi ? " tanya Kakuzu sambil meng emut emut duitnyta *emang lo kira uang itu lollipol Kuzu ?*
Zaku menggaruk rambutnya " Hehe...coyyi...tadi aku mencari baju bagus untuk berceramah hari ini...jadi nya... "
Kakuzu tertawa terbahak bahak, membuat Zaku bingung " Kenapa kau tertawa ? "
" BWAKAKAKA...baju bagus apanya...kemeja ketek bolong dan kancing bawah yang lepas dibilang bagus...HAHA...miskin...miskin... "
" KAU ANAKKU BODOH ! DAN SEBENARNYA ITU DUIT KU ! " dengan secepat kilat Zaku merampas duit di tangan Kakuzu, dia sudah geram karena Kakuzu mengolok oloknya terus...emang pantas sih... *dibantai Zaku*
" Tou...Tou-san hiks...hiks... " mata Kakuzu berlinang, bibirnya mewek dan mata ijonya mengeluarkan jurus menjijikkan, puppy eyes no jutsu hueeekh *Author muntaber*
Zaku yang hampir kehilangan jantung lagi karena terkena serangan jantung akibat melihat wajah Kakuzu yang di atas abnormal, langsung melempar uang itu di muka Kakuzu dan ngacir ke rumah, masuk ke WC dan mandi junub air 700 bunga kembang rupa dan bersemedi di bak kolam (?).
.oo0oo.
Besok siangnya Kakuzu berjalan di pasar (kumuh) Takigakure sambil nunduk nunduk di jalan...dia sedang mencari uang receh yang kemungkina ada...betapa gila uang nya orang becadar ini...
Saat dia sedang nunduk nunduk mencari uang receh yang kemungkinan ada (mudah mudahan gak ada), tampak beberapa orang melewatinya sambil membawa parang, golok, kunai, bahkan obor, serta bambu runcing...Kakuzu bangkit lalu menatap bingung ke orang orang yang lagi berteriak teriak gila dan meniru teriakan tarzan...
" AUOOOO...AUOOO...HANCURKAN ! "
Kakuzu menggaruk cadarnya, lalu dia menarik kerah baju seseorang warga yang lagi lari melewatinya, orang itu langsung jatuh dengan nistanya.
" Berengsek ! kenapa sih bung ? " tanyanya dengan geram, tampak di tangannya sebuah golok dengan tulisan di pegangannya : DIJUAL HUB : 0823478***
Kakuzu sweatdrop melihat golok itu, lalu dia bertanya " Ada apa sih bung...kok orang orang disini tampaknya gila dan ingin seperti...hmm...menghancurkan sesuatu ? "
Yang ditanya memegang kepalanya lalu berteriak lebay " WHAT ? LO GAK TAU BUNG ? KEMANA AJA SIH LOCH ? " *LOCH nya muncrat*
" Gue...ke pasar... "
" GINI ! " kata si pembawa golok memotong omongan Kakuzu " Si Tuan Kobu lewat jalan ini...kau tahu kan si Kobu gendut nafsuan punya banyak istri serta sang raja korupsi berhati setani ? "
Kakuzu mengangguk ' setan kok jadi setani ? cih, biar berakhiran i..i kali... istri, korupsi. setani ? maksa amat ' batin Kakuzu
" Dia lewat jalan ini dan dilindungi para bodyguardnya...kami ingin membunuhnya agar The Three Lord of Taki menjadi bersih kembali tanpa koruptor...jadi, KAU MAU IKUT HAH ?! " teriak orang itu di telinga Kakuzu, Kakuzu menutup kupingnya lalu mengangguk 'sarap ni orang' batin Kakuzu...
Mereka berdua pun berlari mengikuti gerombolan warga Taki yang marah, saat Kakuzu sampai dia melihat pertarungan kecil kecilan antara para bodyguardnya Tuan Kobu dengan warga Taki yang mengamuk.
" BUNUH KOBU ! "
" SEMBELIH DIA ! "
" CINCANG BADANNYA ! "
" HANCURKAN KOBU ! SELAMATKAN TAKI ! "
" BERSIHKAN THE THREE LORD OF TAKI DARI KKN ! "
DUAKH ! BUAKH ! TRIING !
Teriakan, pukulan, bunyi senjata bersatu padu di pasar Taki...Kakuzu mendekat kerumunan itu...seorang terlempar dengan memar di wajahnya, Kakuzu pun melihat beberapa warga Taki dipiting oleh bodyguardnya Tuan Kobu yang lebih handal dalam berkelahi.
" BERHENTII SEMUAA ! "
Semua yang lagi berkelahi secara slowmotion berhenti, mereka menatap orang yang berteriak tadi yaitu Tuan Kobu.
" KALIAN MENYALAHKAN AKU SAJA YANG KORUPSI ! BUKAN AKU SAJA YANG KORUPSI ! TAPI TUAN HYUBOSI DAN TUAN...KING OF LORD JUGA KORUPSI TAHUU ! "
Semua terdiam, beberapa warga Taki hanya menganga bingung...beberapa menggelengkan kepala...
" EH...TIDAAAAAK ! " teriak Tuan Kobu " AKU KECEPLOSAAAAAAN ! "
.oo0oo.
" I..iya...Kakuzu 4 tahun yang lalu pernah ditantang Gambazete berkelahi di belakang sekolah karena Kakuzu menampar Hirugem adiknya Gambazete... "
" Lalu, apakah mereka berkelahi ? "
" A...aku tidak tahu...tapi, Kakuzu pernah bilang kalau dia tidak jadi berkelahi dengan Gambazete...tapi, saai itu... "
" Ya...apa ? "
" Hmm...tangannya...tangannya dibalut perban dan beberapa bagian di wajahnya agak memar...ya, saat kami menanyakannya dia bilang kalau terjatuh dari pohon... "
" Hmm...baiklah, terima kasih atas keteranganmu...kau noleh pergi... "
.
.
.
Para polisi ninja Taki pun menyusuri halaman belakang sekolah Takigakure yang kini agak bagus karena sudah direnovasi...mereka langsung bergerak mencari di sekitar halaman belakang sekolah, beberapa tim pencari pun di bagi untuk mencari, kemungkinan tubuh 3 orang yang hilang 4 tahun lalu...Gambazete, Hiruge, dan Ham.
" Sesuai hasil introgasi dari kawannya Kakuzu tadi...aku yakin, Gambazete dan 2 temannya pasti berkelahi dengan Kakuzu...mustahil di Taki ada monster karena itu cuma mitos... " kata seorang anggota polisi ninja...
" Mungkin setelah membunuh 3 orang itu, Kakuzu membuat surat palsu di kunai itu untuk mengelabui para anggota TakiSplinkers yang..ehm, agak bodoh... " kata yang lainnya...
Semuanya terus mencari dan mencari, lalu salah seorang anggota berteriak
" Hei guys, *sok bahasa inggris ni polisi* disini ada bekas galian ! "
Para tim pencari pun berkumpul dan mengerumuni tanah yang ditunjuk oleh anggota mereka yang berteriak tadi...
" Hm...ayo kita gali ! "
Mereka pun menggali dengan cangkul dan kunai...salah seorang anggota berteriak
" Woy guys...baka sekali kalian... ! "
Semua menoleh ke arahnya dan menatap horror
" Hei...gunakan jutsu elemen tanah untuk menggali tanah ini, jadi kita gak capek capek menggalinya guys... " kata si anggota itu agak sedikit ketakutan...
Semua masih menatap horror *belum loading*
10 %
35 %
50 %
60 %
72 %
88 %
90 %
ERROR PROCESSING *PLAK*
100 %
" OH IYA YA... ! " teriak para anggota yang lain lalu tertawa menyadari kebodohan mereka. sementara yang ditatapi horror tadi hanya bisa sweatdrop... 'kenapa orang orang ini bisa menjadi polisi ninja ?' batinnya kesal.
Salah seorang anggota maju, dan menggerakkan segel tangan...
" ELEMEN TANAH : Jurus Desakan Tanah ! " *jurus aneh buatan author, jika mas Masashi baca ini pasti langsung kena Demam Berdarah XD*
BLARR ! Tanah itu melayang keluar...dan tampak diantara tanah tanah yang melayang itu 3 rangka manusia dengan luka di dada kiri yang sama...
" Memang dia yang membunuh mereka... " kata salah satu anggota " Ayo kita lapor para tetua... "
.oo0oo.
Ruangan yang gelap serta suasana mencekam...
Tuan Kobu tidak berani menatap mata King of Lord yang menatapnya bagai seorang maho *buakh* maksudnya yang menatapnya bagai seorang elang yang ingin menelan bulat bulat si mangsa...
" Dasar ceroboh... " kata Tuan Hyubosi "...Kebodohanmu membuat pamor kita turun di mata warga Taki... "
" Ma...maafkan aku... " kata Tuan Kobu, kumisnya tampak terkulai lemas.
" Cih...jadi, apakah permintaan maafmu bisa mengembalikan lagi kewibawaan The Three Lord of Taki di mata masyarakat... " kata King of Lord dengan nada mengancam.
Tuan Kobu hanya tertunduk ketakutan, lemak lemaknya bergetar hebat.
TOK...TOK...TOK...
Tuan Hyubosi menoleh ke arah pintu lalu bertanya " Siapa ? "
" Mayat Gambazete, Hiruge, serta Ham telah ditemukan... "
Mata Tuan Hyubosi membulat terkehut, sementara Tuan Kobu mendongakkan kepalanya...
" Mayat ? jadi..me...mereka... "
" Ya, Tuan...dan satu hal lagi...di bagian dada kiri mereka bertiga sepertinya berlubang...hm...sepertinya jantung mereka... "
Tuan Hyubosi makin terkejut, dia menatap King of Lord yang hanya mendengarkan dengan wajah tanpa emosi...
" Aku tahu Hyubosi...suruh para polisi ninja menangkap Kakuzu...suka rela atau paksa... "
.oo0oo.
Kakuzu memegang perutnya yang sakit karena banyak tertawa, dia mentertawakan kakaknya yang kini sudah kalah 24 kali dalam adu suit...
" BWAKAKAKA...BAKA NII-SAN...BAKA NII-SAN... " Kakuzu tertawa berguling guling di lantai...
Mizuku yang ditertawakan cuma memberengut kesal, dia kemudian menabok kepala adiknya...
" Kau yang BAKA !... ayo duel ulang, akan kukeluarkan Suit Special Limited Edition No Jutsu ! " kata Mizuku...
Kakuzu mencibir " Mana ada jutsu norak seperti itu... "
" Cih, akan kutunjukkan siapa yang norak...dasar becadar... "
Akhirnya mereka pun saling menyembunyikan tangan kanan di balik punggung, mereka berdua tegang, bekeringat dingin, dan merasa kehilangan banyak oksigen...memang sangat lebay...tapi mereka berdua merasa ini seperti duel hidup dan mati (MKKB nih 2 anak...)
GLEK... (Kakuzu menelan ludah)
GLEK...NYOOOT... (Mizuku nelan ludah sambil ngisap ingus...(?))
GUNTING-BATU-... (Waktu terasa berhenti...)
KERTAAAS !
" BWAKAKAKAKAKAKA HAHAHAHA...AKU MENANG LAGI...BAKA NII-SAN... " Kakuzu tertawa dengan penuh kebanggaan, dia memamerkan jari tangannya yang terkepal sehingga seperti batu...
Sementara Mizuku cuma menangis sambil melihat jarinya yang membentuk gunting... " Hiks...hiks...kenapa gue pilih gunting...hiks... "
" Hahahaha...baka..baka... "
" Aku gak mau main lagi... " kata Mizuku dengan mulut yang dimonyong monyongin.
" Merajuk...wahahaha...gitu aja merajuk, kau menjijikkan Nii-san... " kata Kakuzu membuat Mizuku pundung di lantai...
Kakuzu ingin tertawa lagi tapi...
BRUAAKH ! Kakuzu dan Mizuku saling pandang, mereka kemudian berlari ke ruang depan dan melihat segerombolan orang yang menghancurkan pintu depan rumah mereka...
" ARRRGGH...HEI ORANG-ORANG BAKA ! KALIAN PUNYA OTAK GAK, BIAYA PERBAIKI PINTU NI MAHAL TAU ! " teriak Kakuzu, sifat kedekutnya kumat...
" Kakuzu, kami diperintah langsung dari The Three Lord of Taki untuk menangkapmu karena kau terbukti membunuh 3 orang dan menyembunyikan mayatnya 4 tahun yang lalu... Hak melawan dan menghindar dirimu dibekukan, dan kau berhak untuk diam... ! " kata salah satu dari orang orang itu...mereka ternyata polisi ninja Takigakure...
" Tidak akan... " kata Kakuzu lalu mengambil sesuatu dari kantong celananya...
" Kakuzu... " panggil Mizuku dengan kebingungan ke adiknya...tiba tiba...
PSSS...
TAP ! TAP ! TAP !
" Sial ! dia melempar bom asap ! dia pasti lari..ohok..ohok...cih ! "
Semua polisi ninja panik, mereka berusaha keluar dari bom asap...
Kakuzu yang berhasil menerobos dan keluar karena bom asapnya membalikkan tubuh dan menggerakkan segel tangannya...dia mengarahkan serangannya ke rumahnya, dimana para polisi ninja berusaha keluar dari bom asap...
" ELEMEN ANGIN :ATSUGAI (Tekanan Angin Penghancur) ! "
Salah satu polisi ninja yang melihat dan berhasil keluar dari bom asap menggerakkan segel tangan sebelum angin yang sangat kuat keluar dari mulut Kakuzu...
" Elemen Tanah : Tembok Batu Raksasa ! "
Dan keluarlah dari tanah sebuah dinding yang panjang dan tinggi...sementara angin bertekanan tinggi mengarah ke tembok...
BLAAR ! DRAAAR !
Tembok batu yang terkenan angin itu pun roboh...salah satu polisi ninja berlari keluar dari asap dan menggerakkan segel tangan
" Elemen Tanah : Jurus bola batu ! "
Beberapa tanah dari tembok yang roboh itu berubah menjadi bola bola batu yang besar...bola bola batu itu pun terbang menyerang Kakuzu...
Kakuzu menggerakkan segel tangan dengan cepat " Elemen Tanah : Domu ! "
Tangan Kakuzu pun menjadi keras...bola bola batu yang datang pun dihancurkannya dengan mudah...
5 orang polisi ninja berlari ke arahnya sambil menghunus kunai...sementara Kakuzu terus menghancurkan batu batu yang menyerangnya...
Seorang polisi ninja melompat ke sebuah pohon dan melempar kunai kunai ke arah Kakuzu...
Kakuzu pun menghindar...sementara 5 polisi ninja di belakangnya siap menyergapnya dari belakang...
DRAAK ! dengan cepat Kakuzu memutar badan dan menghantam tinjunya ke 5 orang polisi ninja tadi dengan gerakan menebas...5 leher polisi ninja itu pun patah dan mereka jatuh ke arah kiri secara bersamaan...
" Akhh... " Kakuzu merasa bahu kirinya sakit...dia menoleh kunai kunai yang terus melayang ke arahnya...bahu kirinya tertancap sebuah kunai...Kakuzu melihat polisi ninja yang berada di atas pohon terus secara brutal melempar kunai kunai yang seperti tiada habisnya...sementara 2 orang polisi ninja berlari dari arah kanannya, mereka berdua melempar 2 shuriken besar...
TAPP...TAPP... Kakuzu menangkap 2 shuriken besar itu... 2 polisi ninja itu terkejut, dengan cepat Kakuzu melempar 2 shuriken itu ke arah polisi ninja yang berada di atas pohon...
2 shuriken itu melayang ke arah polisi ninja itu...mata polisi ninja itu melebar...
CRASSH ! tubuh sang polisi ninja terbelah belah oleh 2 shuriken lemparan Kakuzu...Kakuzu tersenyum, lalu dengan cepat dia menggerakkan segel tangan...
Elemen Angin : Atsugai ! " Kakuzu pun menyerang 2 polisi ninja itu dengan tiupan mautnya...2 polisi itu pun terpelanting dan menghantam sebuah pohon...
BRAAAK ! DRRRAK !
Asap dan debu berada di mana mana...Kakuzu tertawa renyah (?), dia mengelap keringatnya...lalu melihat ke atas dengan sombong... 'Gue kuat banget...hahahaha...' batinnya sombong...
Saat dia menundukkan kepala dan melihat sekelilingnya tampak puluhan, ah bukan...ratusan polisi ninja yang sudah siap dengan berbagai segel tangan dan berbagai jurus yang tentunya mematikan...
GLEK...Kakuzu menelan ludahnya...jika dia melawan sedikit saja maka tangan tangan itu akan bergerak dan berbagai jurus mematikan akan menyerangnya... 'Mati gue...' batin Kakuzu...
Kakuzu mengangkat tangannya tanda menyerah...
.oo0oo.
Kakuzu kini sedang diiringi ratusan polisi ninja dengan tangan terborgol...beberapa warga kebingungan melihatnya...Kakuzu hanya berteriak " Ni bodyguard gue...gue artis baru loh... " (dah ketangkap masih narsis ni orang... *Author sweatdrop*)
Warga Takigakure yang emang agak blo'on (dibantai) cuma angguk angguk gaje sampai pusing...
Kakuzu yang dikawal ratusan polisi ninja berjalan menyusuri Sebuah jalan yang ditumbuhi ilalang tinggi dan diselingi pohon pohon melinjo dan durian yang tidak pernah berbuah (?)...lalu saat dia terus berjalan matanya tidak sengaja melihat sebuah batu hitam berbentuk segiempat yang agak tidak beraturan...
Kakuzu mengangkat alisnya ketika melihat rumah kuno yang besar...di atas pintu terpampang lambang desa Taki...
KREET...penjaga pintu membuka pintu rumah kuno itu...Kakuzu pun didorong untuk masuk...kini hanya ada 2 polisi ninja yang mengawalnya, ratusan polisi lainnya tampak menunggu di luar...
Kakuzu terus dikawal di ruangan itu, mereka berjalan melewati sebuah lorong yang hanya diterangi lampu redup di dindingnya...mereka pun berhenti di sebuah pintu yang cukup besar berwarna coklat gelap...di dua daun pintu terdapat lambang Taki dan di bawahnya ada angka 3...
'Ini...ini ruangan The Three Lord of Taki ?' batin Kakuzu...seorang penjaga membuka pintu...Kakuzu pun didorong masuk dengan kasar, Kakuzu pun jatuh dalam keadaan duduk dengan tangan yang masih terborgol...
Kakuzu memperhatikan sekelilingnya...ruangan ini gelap dan memberikan kesan suram serta agak menyeramkan...hanya sedikit cahaya yang ada dan cahaya itu mengarah ke tubuhnya...
Kakuzu melihat 2 siluet yang berjalan ke arahnya...tampak 2 orang yang di kenalnya...
Tuan Hyubosi dengan tatapan marah dan ingin membunuh...
Tuan Kobu dengan tatapan mengejek dan merendahkan...
" Kau akan terima hukuman berat karena membunuh 2 anakku dan seorang keponakanku... " kata Tuan Hyubosi dengan nada marah...
" Keh... " kata tuan Kobu dengan nada mengejek...
Kakuzu tersenyum, lalu dia menatap 2 tetua itu dengan tatapan menghina...
" 2 anakmu itu patut di bunuh...mereka hanya pembuat onar...hehe, sama dengan ayahnya...tukang korup... "
" Diam kau bocah ! jangan pernah mengurusi urusan pemerintahan Taki ! " bentak Tuan Kobu...
" Eh gendut berengsek, aku bukan bocah... kau juga tukang korupsi yang paling bodoh ! heh...kalian berdua...eh, bukan kailan bertiga akan kuhabisi, dan jika kalian mati maka rakyat Taki akan sejahtera seperti apa yang dimotivasikan oleh ayahku... "
Tuan Kobu tertawa terbahak bahak...sementara Tuan Hyubosi menggeram kesal...
" WAHAHAHA...ayahmu... Tou-san mu itu kau harapkan ? HAHAHAHAHA... " Tuan Kobu memegang perutnya sambil mengelap keringatnya...
" Jangan mimpi kau...kau tak tahu konspirasi apa yang kami bertiga buat hah ?! " kata Tuan Hyubosi dengan nada yang masih tinggi
" Tahu lah, kalian bertiga...The Three Lord of Taki yang seharusnya menolong rakyat ternyata diam diam membunuh rakyatnya... " kata Kakuzu, emosinya mulai naik "...Seperti yang di katakan ayahku, rakyat miskin itu tanpa uang, rakyat tanpa uang dia tidak makan, dia tidak makan akan kelaparan, kelaparan yang berlebihan... " Kakuzu menatap Tuan Hyubosi dan Kobu dengan tajam "... Mereka mati ! secara tak langsung perbuatan korupsi kalian membunuh rakyat tahu ! "
" Heh, dan dimana si King of Lord itu...hehe, kukira dia tetua yang bijaksana dan baik...ternyata dia sama berengseknya seperti kalian berdua...TUKANG KORUPSI ! " kata Kakuzu, emosinya sedang di ubun ubun...
TAP...TAP...TAP, terdengar langkah seseorang yang tampaknya mendekati Kakuzu dan 2 tetua Taki itu...di mata Kakuzu tampaklah siluet seseorang, siluet itu terus bergerak ke arahnya...
" Hehe...hei King of Lord...tampaknya kau mau menunjukkan wajah koruptor mu ke diriku hah ?! nista sekali ! " ejek Kakuzu...
" Aku sungguh bahagia kau mengingat kata kata ku, Kuzu... "
JDAAR ! bagai tersambat petir, Kakuzu sangat terkejut mendengar suara orang yang di kenalnya...dan orang itu memanggilnya 'Kuzu ?'
TAP...TAP...TAP...Wajah siluet tadi nampak...wajah seorang pria...pria yang Kakuzu sangat kenal dengan kerutan serta senyum ramahnya, mata hijaunya, serta dari mulutnya terdengar kalimat kalimat motivasi yang indah...
Kini, pria itu menatap Kakuzu datar dan tanpa perasaan, luka di bahu kirinya makin terasa sakit ketika pria itu tersenyum menghina ke arahnya...
" Heh, Kuzu...kenalkan akulah 'King of Lord' itu... "
Kakuzu terdiam, rasa shocknya sangat besar...kepalanya rasanya sakit...tak percaya apa yang didengar dan dilihatnya...luka di bahu kirinya terasa benar benar terbakar...
" Ti...tidak mungkin... " Kakuzu menggeleng "...Tou..tou-san ?! "
TBC
Akhirnya selesai juga dengan 4K+ word...senang rasanya...hm,rahasia besar sudah terbongkar...tinggal...ya mungkin 1 chap lagi tentang masa lalu Kakuzu dan kita kembali ke masa normal dan juga menemui jagoan kita yang BOKEP...PEIN... *DiShinra Tensei*
Pein : Tolong Review ya...jika anda me-review, anda akan mendapatkan pierching berkarat gratis dari saya...*Readers pingsan*
PLEASE REVIEW...
