Title : How Can Be Like This?
Cast : Kim Jongin
Byun Baekhyun
Do Kyungsoo
Oh Sehun
Park Chanyeol as Byun Chanyeol
Wu Yifan
Xi Luhan
Other
Pairing : Kaibaek! Kaihun! Chanbaek! Other
Genre : Drama, Hurt/Comfort
Rate : T
Summary : Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa kau meninggalkanku tanpa sebab? Kenapa dia begitu mirip denganmu? Apa aku jatuh cinta lagi? Bagaimana bisa semua ini terjadi?
Warning : This is GenderSwitch! Out of Summary! Alur berantakan.
How Can Be Like This?
.
.
.
.
.
Chanyeol sedang duduk di meja kerjanya sambil memegang sebuah bingkai berisikan foto dirinya dan Baekhyun. Dia terus saja memandangi foto itu sambil memikirkan bagaimana keadaan adik kesayangannya itu.
Tes.
Bulir air mata mulai mengalir dari pelupuk matanya. Dia tak kuasa lagi menahan semuanya. Itu terlalu menyesakkan. Hanya Baekhyun yang dia miliki tapi dia bahkan tak bisa menjaga adik satu-satunya itu padahal dia adalah seorang polisi.
"Maafkan oppamu ini Baekhyun-ah. Oppa tidak becus menjagamu. Kuharap kau baik-baik saja. Aku mohon bertahanlah. Aku akan segera menemukanmu" monolog Chanyeol terhenti tatkala ponsel pintarnya berdering tanda ada panggilan masuk.
Jongin's calling
Chanyeol segera menggeser tombol hijau berbentuk lingkaran yang tertera di layar ponselnya.
"Nde Jongin-ah?"
"Hyung, Kyungsok kabur dari sekolah. Aku sedang membuntutinya. Ini aneh Hyung. Tadi di persimpamgan dia jelas-jelas akan berbelok ke arah Pyeongchandong, tapi dia tiba-tiba saja malah berbalik arah dan menuju ke apartmentnya"
"Benarkah? Kirimkan padaku plat mobilnya dan alamat apartmentnya. Aku akan segera menyusulmu"
Sambungan telfon mereka terputus. Chanyeol segera mengambil kunci mobilnya dan segera bergegas pergi setelah mendapat pesan singkat masuk dari Jongin.
"Bertahanlah Baekhyun-ah"
.
.
.
Chanyeol segera melesat menuju alamat yang tertera pada pesan singkat yang Jongin kirim kepadanya. Beruntung apartment yang dia tuju tidak begitu jauh dari kantornya.
Sekitar 10 menit Chanyeol menunggu, tak lama pria itu melihat seorang gadis yang sedari tadi ia tunggu turun dari sebuah mini cooper berwarna hitam, Kyungsoo. Dia terlihat memasuki apartmentnya. Chanyeol tetap mengawasinya. Tak lama setelah itu gadis itu kembali keluar, menyetop salah satu taxi yang lewat dan taxi itu pergi begitu saja dengan kecepatan tinggi membawa gadis yang menurut Chanyeol monster itu.
Pintar juga gadis itu, Chanyeol tersenyum miring.
Dia segera membuntuti taxi itu dengan jarak 2 mobil didepannya supaya dia tidak ketahuan oleh Kyungsoo. Benar saja ucapan Jongin tadi. Kyungsoo pergi ke kawasan Pyeongchangdong. Tak lama taxi itu berbelok ke sebuah jalanan yang lebih sempit dan berhenti tepat di pekarangan sebuah gedung yang sudah tidak terpakai.
Chanyeol menepikan mobilnya sebelum berbelok ke arah jalan sempit itu. Kyungsoo turun dari taxi dan masuk ke gedung itu. Senyum gadis itu mengembang. Tidak, itu bukan senyum layaknya seorang gadis biasa. Tapi senyum layaknya seorang, psikopat.
.
.
.
Tak lama, setelah taxi yang membawa Kyungsoo ke gedung itu pergi, Chanyeol buru-buru memarkirkan mobil audi kesayangannya dengan asal tepat di depan gedung yang pintu kacanya telah pecah. Chanyeol bingung, dimana Jongin berada. Dia segera masuk ke dalam dengan hati-hati setelah sebelumnya mengirim pesan pada Jongin bahwa dia sudah menemukan Baekhyun dan menyuruh Jongin untuk pulang ke rumahnya.
"APA KAU HAH! SEPERTI ORANG GILA SAJA!" Chanyeol mendengar teriakan Kyungsoo yang seperti orang gila menururutnya dari lantai bawah. Dia berlari kecil menuju tangga darurat di ujung kanan ruangan.
"Bukannya kau yang gila nona Do?"
DEG
Chanyeol terdiam sebelum sampai di tangga mendengar suara adik kecilnya. Suara Baekhyun kecilnya terdengar sangat lemah. Dan itu menohok hati Chanyeol.
"Kau yang gila! Jangan berani-beraninya mengatai bahwa aku gila!"
"Jangan berani-beraninya melawanku atau kau akan merasakan akibatnya sayang"
Chanyeol tersadar. Dia segera menuruni satu persatu anak tangga tanpa membuat suara. Dia terdiam, lagi. Hatinya sangat terluka melihat Baekhyun dengan tangan dan kaki yang di rantai serta luka dimana-mana. Emosi Chanyeol meluap, membludak, memunculkan asap diatas kepalanya. Gadis itu benar-benar gila. Kyungsoo memang gila dan seperti iblis.
"Memangnya kau siapa hah? Aku tidak takut denganmu!"
"Aku? Aku Do Kyungsoo! Nyawamu berada di tanganku. Jika kau melawanku aku akan mencabut nyawamu"
Hah! Memangnya dia malaikat suruhan Tuhan!? Chanyeol diam-diam mengeluarkan borgol yang dia bawa.
"Kau bukan malaikat pencabut nyawa suruhan Tuhan nona Do Kyungsoo!" seru Chanyeol.
"Siapa kau?" Kyungsoo berbalik lalu mendesis marah melihat pria yang tidak ia kenal tiba-tiba berada 5 meter di depannya.
Chanyeol maju selangkah dan Kyungsoo segera mengeluarkan pisau lipatnya.
"Jangan berani-beraninya mendekatiku!" mata Kyungsoo menyalang marah.
Chanyeol terus maju begitupun dengan Kyungsoo, saat mereka semakin dekat Kyungsoo mengangkat tangannya seraya mengayunkan pisau itu pada Chanyeol.
Baekhyun menutup matanya seraya berteriak dengan sisa tenaga yang ia miliki. Chanyeol menangkis tangan Kyungsoo yang memegang pisau dengan tangannya yang bebas lalu memborgol kedua tangan gadis psikopat itu dengan secepat kilat.
"ARGHH!" Baekhyun membuka matanya saat mendengar teriakan marah Kyungsoo.
Dia melihat Kyungsoo meronta-ronta dengan borgol di tangannya. Chanyeol memasukkan pisau lipat Kyungsoo ke dalam sebuah plastik untuk barang bukti. Dia segera mendekati Baekhyun, melepas rantai yang melilit tangan dan kaki Baekhyun lalu memeluknya.
"Tak apa sayang. Tenanglah. Oppa disini"
"Aku benar-benar tak sanggup lagi Chanyeol oppa"
.
.
.
Chanyeol terus mondar-mandir di depan ruang unit gawat darurat dimana terdapat Baekhyun di dalamnya. Sudah hampir 4 jam dan dokter yang menangani adiknya itu belum juga menunjukkan batang hidungnya.
Chanyeol sudah melihat keadaan Jongin. Dia mengalami kecelakaan dan dia mendapat luka di kepalanya dan beberapa bagian tubuh lainnya beruntungnya itu tidak cukup serius. Dokter yang menanganinya berkata bahwa dia baik-baik saja dan akan segera siuman. Ini hanya efek obat bius. Chanyeol memijat pelipisnya.
Ini semua pasti ulah gadis itu.
Tak lama, suara pintu unit gawat darurat yang dibuka membuat Chanyeol segera menghampiri dokter yang baru saja keluar dari dalam ruangan itu.
"Dokter, bagaimana keadaan adik saya?" tanya Chanyeol tanpa basa-basi.
"Pasien sudah melewati masa kritisnya. Hanya saja pasien mengalami koma karena cedera yang dialaminya. Kita harus banyak berdoa supaya dia bisa melewati semua ini. Pasien adalah orang yang kuat" dokter itu berkata sambil memberi senyum ketenangan.
"Kau bisa menjenguknya setelah dia dipindahkan ke ruang rawat inap" lanjut sang dokter.
"Baiklah, terimakasih dokter" ucap Chanyeol. Dokter itu berlalu sambil menepuk pundak Chanyeol, menguatkannya.
.
.
.
Chanyeol duduk di samping tempat tidur Baekhyun sambil menatap gadis kecil itu yang sedang terbaring dengan beberapa alat medis yang menempel di tubuhnya. Suara mesin pendeteksi detak jantung yang menandakan bahwa gadis itu masih bersamanya membuatnya sedikit lebih tenang.
"Baek, maafkan oppa" diam. Baekhyun tak menjawab. Padahal beberapa jam lalu dia masih berbicara padanya bahkan memanggil namanya.
"Cepatlah bangun, oppa tidak mau sendiri. Apa kau tega padaku hm?"
"Aku menyayangimu. Semua ini salahku, maaf aku terlambat menyelamatkanmi, Baekhyun-ah" monolog Chanyeol terhenti kala ia mendengar pintu ruang rawat inap Baekhyun dibuka oleh seseorang.
"Tuan Park, tuan Kim Jongin sudah siuman" suara perawat itu membuat Chanyeol bangkit dan segera menuju ke ruang rawat inap Jongin.
Chanyeol membuka pintu ruang rawat inapnya. Disana pemuda itu masih dalam kondisi tebaring. Ibunya sedang duduk di kursi di samping ranjangnya. Dia membungkuk sekilas melihat Ibu jongin, lalu berdiri di sisi samping ranjang lainnya.
"Hallo Hyung" sapa Jongin.
"Bagaimana keadaanmu Jongin-ah?" tanya Chanyeol.
"Sedikit lebih baik" pemuda itu tersenyum.
"Eomma, bisa kau tinggalkan kami sebentar?" Ibu Jongin pun melenggang pergi meninggalkan mereka berdua.
"Kenapa kau bisa seperti ini?" tanya Chanyeol.
"Gadis itu Hyung, kau benar, dia akar semua masalah ini. Aku benar-benar bodoh. Dia harus dihukum atas semua perbuatannya kepada kita" wajah Jongin berubah sendu. "Ngomong-ngomong, bagaimana keadaan Baekhyun, Hyung? Dia baik-baik saja bukan?" lanjutnya harap-harap cemas.
"Dia...koma, Jongin"
.
.
.
Gadis bermata besar itu masih saja meraung-raung dibalik ruangan kelam berukuran tiga kali tiga meter yang dibalut oleh jeruji besi itu. Bahkan setelah aparat yang menjaganya itu membentaknya dan mengancamnya, dia tetap teguh pendirian, meraung-raung sambil meronta-ronta, mencoba melepaskan diri dari borgol yang mengunci tangannya.
"Hey kalian! Kenapa kalian mengurungku disini!?"
"Apakah kalian tuli!?"
"Aku tidak melakukan apapun ya tuhan"
"YA! APA KAU TIDAK TAHU SIAPA AKU"
"Diamlah nona Do Kyungsoo" gadis itu menoleh ke sumber suara. Dia melihat pria tinggi bermata besar dengan darah di kemejanya menatap tajam kearahnya.
"Wah wah rupanya kau malaikat penolong Baekhyun-ku ya?" gadis itu, Kyungsoo, berhenti meraung dan berbicara dengan nada sok manisnya.
"Aku Chanyeol, kakak Baekhyun" ucap pria itu, Chanyeol.
"Aku tidak peduli"
"Mungkin kau akan peduli tentang yang satu ini" Chanyeol menarik ujung bibirnya. "Pria yang kau sebut Jongin-mu, dia terbaring di rumah sakit sekarang"
"APA YANG KAU LAKUKAN PADANYA HAH!?" Kyungsoo berteriak, lagi.
"Dia kecelakaan. Sebuah mobil menabraknya. Kau tahu? Yang menabraknya adalah, supir-mu" Chanyeol menekankan kata supir-mu.
"Tidak mungkin"
"Kau yang menyuruhnya bukan? Kau yang menyuruh supirmu untuk mencelakai orang yang mengikutimu. Orang yang mengikutimu itu Jongin, Jongin-mu"
TBC
.
.
.
.
.
Hallo semuanya! Author kembali dengan nama baru! Sebelumnya, maaf karena aku udah hiatus selama beberapa bulan, makasih buat kalian yang mau nunggu kelanjutan ff ini. Semoga kalian masih ingat dan masih mau membaca karya aku yang absurd ini. Don't forget to Review;) Terimakasih!!!
