INILAH DIRIKU YANG SEBENARNYA

Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto bukan Sasuke

Pairing: SasufemNaru

Rated : T (Bisa jadi M bila ada adegan kekerasan dan kata-kata kasar)

Genre : Romance, family

Warning : femnaruto bukan naruko, OOC, OC, Typo berserakan dimana-mana, gaje, alur tak menentu, tak sesuai dengan cerita aslinya

.

.

.

Chapter 11

Angin berhembus dengan kencang seperti akan ada badai yang menerjang Konoha, rambut kuning seorang wanita yang menatap langit bergoyang kesana kemari. Entah apa yang akan terjadi perasaannya tidak enak, para Yami dan Bijuu yang ada didalam dirinya juga merasakan hal yang sama.

Tangan kanan wanita itu membelai perutnya yang masih datar itu dan sesekali mengumamkan 'Semua akan baik-baik saja', mata biru wanita itu menatap lembut pada putranya yang tertidur tidak jauh darinya.

"Kau memikirkan apa Naru?"Tanya Sasuke saat duduk disamping Naruto

Mereka berada diberanda kediaman mereka

"Entahlah Suke, aku merasakan firasat buruk dari badai ini"Jawab Naruto gelisah

Pluk

Sasuke menepuk kepala Naruto lembut dan tersenyum

"Semua akan baik-baik saja, walau apapun yang akan datang nanti kita semua pasti dapat menghadapinya"Hibur Sasuke

Naruto menatap Sasuke lalu tersenyum dan memeluk Sasuke, Sasuke membalas pelukan Naruto. Dia dapat merasakan apa yang Naruto rasakan, Dia sangat tau kalau firasat Naruto selalu benar dan tepat.

"Naru bagaimana kalau kita pergi jalan-jalan bersama Menma ke Kumo"Tawar Sasuke

"Ke Kumo? ayo, Aku juga ingin bertemu dengan paman Bee dan juga ingin melihat apa Raikage masih suka marah-marah"Kata Naruto senang

"Baiklah, Aku akan siapkan semua yang kita perlukan untuk ke Kumo"Kata Sasuke

"Lalu tugas mu?"Tanya Naruto

"Ada Yutta dan Hikari kan"Jawab Sasuke santai

"Kau ini"Kata Naruto geli

Disebuah rumah

Yutta yang sedang membantu Ibu Hikari memperbaiki atap yang bocor tiba-tiba bulu kuduknya merinding, Yutta menjadi gemetar.

"Perasaan ku tak enak"Gumam Yutta sambil mengusap tekuknya

Drap

Tap

Tap

"Yutta kau merasakannya?"Tanya Hikari horor

"Hikari? maksudmu?"Tanya Yutta balik

"Perasaan tak enak, seperti aku akan dapat masalah atau sesuatu yang merepotkan akan meninpa kau dan aku"Terang Hikari

"Kau merasakannya juga? berarti itu bukan ilusi kita saja, cih masalah apa lagi sih. Apa tidak ada hari tanpa sesuatu yang merepotkan"Gerutu Yutta

"Yutta kalau sudah selesai cepat masuk, badainya semakin besar dan kau juga masuk Hikari"Teriak Ibu Hikari dari dalam rumah

"Ya Kaa-san/Baa-san" Balas Hikari dan Yutta bersamaan

"Ayo turun"Aja Yutta

"Ya"

Mereka pun turun dari atap rumah Hikari dengan cara terjun dari atap( Tenang mereka tidak akan mati, mereka kan Ninja)

.

.

.

Badai terus berlangsung selama satu minggu ini, membuat para penduduk dan Ninja khawatir. Sasuke sebagai Kage juga dibikin pusing oleh badai aneh ini.

Naruto mematap langit melalui jendela kantor Hokage, hari ini Dia menemani Sasuke di kantor dan Menma bermain bersama Kakek dan Neneknya. Tatapan Naruto sangat sulit diartikan dan lagi semacam chakra hitam(Chakra Yami Bijuu dan Juubi) keluar dengan perlahan dari tubuhnya.

Sasuke merasaka tekanan Chakra yang kuat dari Naruto mengerutkan keningnya heran, Naruto tidak pernah mengeluarkan Chakra Yami kecuali saat PDS 4.

"Naru, ada sesuatu? "Tanya Sasuke ambigu

Naruto hanya menganggukan kepalanya, lalu menatap Sasuke dan Saat itu Sasuke tertegun. Mata Naruto berubah menjadi mata Juubi.

"Ini aku Juubi, aku mengambil alih tubuh Naru sementara karena ada yang ingin aku sampai kepadamu"Juubi berbicara serius

"Apa?"Tanya Sasuke

"Aku dan para Yami serta Bijuu merasakan Chakra yang mirip dengan milik Hamura saudara dari Hagaromo"Kata Juubi serius

"Apa mungkin itu chakra anak Hamura? "Guman Sasuke dan Juubi hanya mengangkat bahunya

Mata Naruto kembali normal lagi dan menatap tajam kearah bulan yang terlihat disiang hari itu.

"Apa yang diinginkan olehnya? "Tanya Naruto geram

Dia sangat tidak suka perperangan yang hanya merenggut nyawa itu.

"Entahlah, yang pasti kita harus bersiap-siap bila hal genting terjadi"Jawab Sasuke

Naruto menganggukan kepalanya, kedua tangannya mengusap perutnya. Ini semua membuat dirinya banya pikiran, Dia tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk pada calon bayinya ini.

Sasuke menatap sendu kearah Naruto, Dia juga mencemaskan ini semua, Naruto sedang hamil anak kedua mereka dan masalah ini membuat Naruto lelah dan banya pikiran dan itu juga mempengaruhi pertumbuhan anak mereka.

Hikari yang tadi ingin menemui Naruto yang ada dikator Hokage, hanya diam mematung di depan pintu Ruang Hokage. Dia mendengar semua yang mereka bicarakan.

'Jadi selama ini firasatku dan Yutta benar'Batinnya

"Hik-"Sapaan Yutta tidak dilanjutkan saat Hikari meletakan telunjuknya dibibirnya tanda diam

Yutta menganggukan kepalanya lalu mendekati Hikari, Hikari memberi kode pada Yutta untuk mengikutinya keatap kantor Hokage.

Saat di atap Hikari menceritakan apa yang Dia dengar kepada Yutta, Hikari tidak takut ketahuan karena Dia dan teman setimnya ini adalah tim pengintai jadi tidak akan -

"Kenapa kau hanya mendengar dari luar Hikari? "

-Naruto

Kedua orang itu menatap Naruto yang berdiri dipintu masuk keatap.

"Terlalu shok"Jawab Hikari

"Hn"Respon Naruto malas

"Jadi apa yang harus kita lakukan? "Tanya Yutta

"Entahlah, kita belum tau apa tujuannya"Jawab Naruto pelan "Namun aku sering merasakan chakra asing itu didekat klan Hyuuga"Kata Naruto

"Hyuuga? apa ini berkaitan dengan Doujutsu milik Hyuuga? "Tanya Hikari menyimpulkan

"Bisa saja, lebih baik kita cari data lengkap mengenai Hamura agar tujuannya yang sebenarnya dapat kita ketahui"Kata Naruto sambil berfikir

"Tapi dari mana kita mendapatkan data mengenai Hamura tersebut? "Tanya Yutta

Hanya keheningan yang menjawab pertanyaan dari Yutta

"Rikudo Sennin"Kata Naruto

Kedua sahabatnya menatap Naruto meminta penjelasan

"Kalian tau Kakek atau Sensei yang pernah aku ceritakan itu adalah Rikudo Sennin, jadi aku akan menemuinya dialam bawah sadarku"Jelas Naruto

"Benarkah? Yey itu bagus"Pekik Hikari

"Lalu kapan kau melakukannya?"Tanya Yutta

"Nanti malam, kalian juga harus ikut kealam bawah sadarku"Jawab Naruto

"Ha'i"Respon mereka

.

.

.

Sekarang semua tim 11 berkumpul dirumah Naruto dan Sasuke, Mereka duduk diruang tengah dan Menma tertidur dipangkuan Sasuke.

"Jadi kau akan menemui Sensei?"Tanya Sasuke memastikan

"Bukan aku tapi kalian juga dan Suke lebih baik kau tidurkan Menma dikamar"Jawab Naruto serta perintahnya

"Hn"

Sasuke pun membawa Menma kekamar bocah itu dan lalu balik keruang tengah.

"Baiklah, buat lingkaran dan pegang tangan orang didekat kalian"Intruksi Naruto yang langsung dipatuhi

Naruto mulai berkonsentrasi memasuki alam bawah sadarnya.

-Alam bawah sadar Naruto-

sebuah padang rumput yang luas dan hijau menyambut pengelihat mereka.

"Wow, indah sekali"Kagum Yutta dan Hikari

"Tempat ini tidak berubah"Kata Sasuke seperti bernostagia

Naruto hanya tersenyum lalu melanglah lebih jauh untuk menuju sebuah tempat, Sasuke yang tau tempat apa yang dituju oleh Naruto segera menyusulnya dan di ikuti oleh Yutta dan Hikari.

Sebuah danau dengan gazebo ditengah-tengah danau terlihat sangat indah, namun bukan itu tujuan mereka kesana melainkan seorang kakek tua berambut putih dengan tanduk yang sedang minum teh di gazebo itu.

"Kakek"Panggil Naruto riang

Yang dipanggil Kakek pun menoleh dan tersenyum kepada Naruto yang sudah dianggap cucunya itu.

"Akhirnya kau kesini juga Naru"Kata Hagaromo lembut

"Kakek tau kan tujuan kami kesini"Penyataan Naruto

"Ya, ayo duduk aku akan ceritakan semuanya"Kata Hagaromo

Mereka pun memasuki gazebo dan duduk dengan tenang, Hagaromo pun menceritakan tentang Hamura dan keturunan Hamura. Keempat orang itu mendengar seksakma dan membuat kesimpulan didalam kepala masing-masing.

"Jadi tujuannya adalah Byakugan no Hime yang berarti Hinata"Kata Hikari menyimpulkan

Yang lain menganggukan kepala, namun masih ada pertanyaan didalam kepala mereka.

"Tapi untuk apa Dia mencari Hinata?"Tanya Yutta menyuarakan keheranannya

"Ada dua kemungkinan yang ada pertama"Kata Naruto sambil menunjukan satu jarinya "Dia ingin mengambil Byakugan milik Hinata dan menyempurnakan matanya, kedua Dia ingin menjadikan Hinata istrinya"Kesimpulan Naruto

"Berarti pioritas kita adalah melindungi Hinata sampai tau tujuannya "Kata Sasuke

"Ya dan tugas itu akan dilakukan oleh Yutta dan Hikari, sebenarnya aku juga mau ikut tapi kondisi tidak memungkinkan"Kata Naruto sambil mengusap perutnya

Hagaromo yang mendengar pembicaraan mereka tersenyum karena Dia dapat melihat kerja sama dan jiwa pemimpin didalam keempat orang didepannya ini.

"Kaa-chan, Tou-chan"

Suara Menma membuat mereka terdiam.

"Sepertinya bocah kecil kalian terbangun dari tidur indahnya"Kata Hikari geli

"Hahaha ayo kita kembali, Kakek kami pergi dulu"Pamit Naruto perlahan menghilang diikuti oleh yang lainnya.

-Dunia nyata-

Menma merengek didepan Naruto dengan air mata yang menetes sebuah tangan yang lembut terasa membelai pipinya.

"Menma kenapa menangis? "Tanya Naruto lembut

Menma tidak menjawab melainkan masuk kedalam pelukan Naruto.

"Menma terbangun lalu Menma tidak melihat Kaa-chan dan Tou-chan disamping Menma membuat Menma khawatir dan mencari Kaa-chan dan Tou-chan lalu Menma melihat Kaa-chan dan Tou-chan disini jadi Menma disini"Jelas Menma Innocent

Keempat orang itu tertawa mendengar perkataan Menma

"Kalau begitu Menma tidur lagi ya"Bujuk Naruto

"Hmm"Angguk Menma

Menma pun tertidur dipelukan Naruto, setelah merasa Menma telah tidur mereka pun melanjutkan diskusi mereka yang tertunda tadi.

.

.

.

Cuaca masih badai besar, Kedua anggota tim 11 telah berada dikediaman Hinata dengan alasan yang aneh namun Hinata tak mempermasalahkan itu karena memang itu sifat tim 11 selama ini.

Hikari dan Yutta sebanya mungkin harus berada didekat Hinata, mereka seperti kembali kemasa genin dulu.

"Yutta sekalian kalau bisa kau pasang cctv di beberapa tempat dan aku akan memasang alat pelacak pada Hinata"Bisik Hikari

"Okey"

Yutta pun mulai menyusuri kediaman Hinata sambil memasang cctv ditempat yang aman, sedangkan Hikari sedang menuju kearah Hinata yanh sedang menyiram tamanan.

"Hinata"Panggil Hikari

"Ya Hikari?"Tanya Hinata

"Aku ingin memberkanmu gelang ini"Jawab Hikari sambil melihatkan gelang yang terbuat dari mutiara

"Indah, ini benar untuk ku?"Tanya Hinata sambil mengagumi gelang itu

"Ya, pakailah"

Hinata pun memakai gelang itu dengan senang hati, Hikari tersenyum senang didalam hatinya.

"Eh? Yutta mana?"Tanya Hinata saat tidak melihat Yutta

"Oh Yutta sedang mencari kamar mandi, katanya kebelet"Jawab Hikari dengan wajah polos

Ditempat Yutta

Yutta bersin-bersin tak jelas

"Sepertinya aku akan demam "Gumam Yutta dan melanjutkan misinya

Hikari merasa rencananya dan yang lainnya akan berjalan dengan lancar, sekarang Dia dan Yutta tidak perlu repot mengawasi Hinata lagi.

Gelang itu telah diberi alat pelacak dan juga deteksi kehidupan, kalau Hinata diserang mendadak. cctv yang dipasang oleh Yutta untuk mengawasi keadaan kediaman Hinata dan siapa-siapa saja yang datang ketempat ini.

Rencana mereka memang sangat bagus, tapi apa itu bisa untuk mengatasi Toneri? yang dapat mengunakan jurus ruang dan waktu.

Lihat di Chapter berikutnya

.

.

.

.

.

TBC

Pendek? banget. Gomen, Gami lama Update nya dan juga chapt ini pendek.

Oh ya Evolusi dari Byakugan itu apa namanya? kalau ada yang tau tolong kasih tau Gami ne.

Sudah sampai disini dulu jaa\(^_^)/