Title : Ohshin High School

Author : Thewi Choi

Main Cast: Kaisoo. Chansoo.

Genre : FriendShip, Romance, little humor

Warning : YAOI!

Rating : Teen

POV: author

"Ohshin High School"© 2013 by Thewi Choi

Summary : Ini adalah kisah kehidupan sekolah biasa seorang siswa bernama Do Kyungsoo. Bersama teman-temannya yang begitu berwarna. Luhan,si murid baru yang digadang-dagang akhirnya muncul. Hubungan Baekhyun dan Jongin terungkap dan hampir membuat Tao Frustasi. Sehun dipergoki sedang membuat seorang gadis menangis?/Ch.8 : WHO? /YAOI. Kyungsoo!MAIN

#Chapter 8 : Who?

.

.

Kyungsoo sedang berjongkok ditaman sekolah, memperhatikan seekor kupu-kupu bewarna biru ketika Jongin mendatanginya. Angin sepoi disiang itu menambah kebahagian dihati Kyungsoo saat bertemu Jongin. Sang pangeran sekolah menghampirinya? Tentu ini kesempatan yang paling bagus seumur hidupnya.

"Kau lihat apa?" tanya Jongin seraya ikut berjongkok disamping Kyungsoo. Namja itu menoleh dengan tatapan sok manisnya. Berniat membuat sang pangeran berkulit gelap itu terpesona. Kyungsoo tersenyum lalu menggeleng.

"Kalau sunbae sedang apa? Tidak ada kelas?" ujarnya balik bertanya. Jongin ikut-ikutan menggeleng lalu dia tertawa kecil bersama Kyungsoo. Ohhh, indahnya duniaa...

"Ngomong-ngomong terimakasih tentang yang kemarin" Kyungsoo memiringkan kepalanya bingung. Dia tak mengerti perkataan Jongin.

"Soal Baekhyun" lanjutnya membuat Kyungsoo mengangguk dengan mulut membulat mengerti.

"Dia membuatku kaget tiba-tiba menempel seperti itu." sahut Kyungsoo sambil berdiri. Jongin terkekeh lalu menggusak rambut halus Kyungsoo. Membuat namja mungil itu sedikit merona.

"Dia memang seperti itu. Masih seperti anak kecil yang manja. Dia jarang mendapat perhatian keluarganya" Kyungsoo mengangguk mengiyakan. Dia juga merasakan hal sama tentang anak yang bernama Baekhyun itu.

"Kemarin ayah ibunya datang. Dan dia sepertinya mengikuti pesanmu dirumah sakit. Dia meminta maaf pada orang tuanya. Yaah, walaupun dia tidak begitu bagus tentang itu, tapi Baekhyun terlihat tulus. Aku bisa melihatnya..."

"Aah..jinja? mereka sudah baikan?" tanya Kyungsoo antusias. Jongin terkekeh.

"Heem, hubungan mereka sudah membaik. Mereka berbicara banyak tentang apa yang mereka pikirkan satu-sama lain kemarin. Bahkan orang tua Baekhyun sudah berjanji akan meluangkan waktu lebih banyak untuknya" Kyungsoo mengangguk.

"Maklumi kelakuan Baekhyun yang tiba-tiba menempel padamu, mungkin ini caranya berterima kasih karena telah menyadarkannya" Kyungsoo sedikit bergidik cara berterimakasih ala Baekhyun sungguh mengerikan.

"Aku bukannya tak tahu Baekhyun membullymu dulu. Aku sudah melarangnya berkali-kali, tapi dia memang keras kepala. Katanya dia iri melihatmu dikelilingi banyak orang yang benar-benar tulus menyanyangimu. Kasarnya sih begitu..." Setelah mendengar penututran Jongin. Kyungsoo sedikit bingung kenapa Jongin terlihat begitu tahu tentang Baekhyun.

Kyungsoo menguatkan dirinya ketika rasa penasaran itu semakin menyergap.

"Eehmm.. Sunbae" panggil Kyungsoo ragu. Jongin menoleh lalu memandang wajah manis itu dalam. Kyungsoo meneguk liurnya ketika ingat ini adalah kedua kalinya dia berdekatan dengan Jongin.

"Baekhyun itu... siapamu?"tanyannya ragu. Jongin terdiam dan menatap Kyungsoo lama. Manik matanya yang kelam menusuk langsung kepandangan Kyungsoo.

Kyungsoo salah tingkah dan menunduk dalam-dalam.

"E- um.. Maaf, kalau sunbae keberatan menjawab tidak apa. A –aku kekelas dulu..." ujar Kyungsoo gelabakan. Hampir saja namja mungil itu kabur jika saja Jongin tidak memanggilnya lagi.

"Dia sebenarnya..."

.

.

.

Tao menatap garang Baekhyun yang lagi-lagi ada dikelasnya. Tersenyum polos sambil memandangi Kyungsoo yang sepertinya gerah sendiri.

"Baek, kenapa melihatku terus?" tanya Kyungsoo sambil menatap sebal pada namja imut yang bertumpu mejanya dengan pose imut. Baekhyun menggeleng lalu memeluk Kyungsoo tiba-tiba.

"Kyaaa... Hyung imut sekalii...Kyaa..Kyaa! aku suka! Suka! Sukaaaa! Cup. Cup. Cuupp~" Kyungsoo bahkan hampir tak bisa bergerak ketika Baekhyun menhujani pipinya dengan kecupan-kecupan manis yang membabi buta.

Tao dapat merasakan api menguar dari tubuhnya, saat adegan penyiksaan pipi chubby Kyungsoo tertangkap matanya.

Dengan ganasnya Tao menarik pipi Baekhyun hingga namja imut terpaksa menjauh dari dari Kyungsoo.

"Aww..aw..aw..." jerit Baekhyun. Lalu dimulailah acara tendang menendang antara Tao dan Baekhyun.

Kyungsoo mendesah malas saat melihat Tao dan Baekhyun ribut didepannya lagi. Sejak Baekhyun Barubah menjadi sekutu Kyungsoo, justru Kyungsoo merasa sangat terancam. Kehidupan tenang dan damainya sudah kacau karena Chanyeol, dan sekarang Baekhyun ikut menambah kepelikan hidup Kyungsoo. Kyungsoo merasa sangat sial.

Sejujurnya Ia sudah bosan dengan dua orang yang seperti anjing dan kucing ini. Dengan gerakan lambat dia membuka buku yang sedari tadi ada diatas mejanya. Buku yang berisi soal-soal yang diberikan Yesung untuk kerja kelompoknya. Seharusnya dia memikirkan tugas yang hampir lewat masa deadline ini.

Seketika matanya membulat hebat saat melihat deretan-deretan angka tersusun rapi disana. Ini bukan tulisannya. Lagipula sejak kapan dia sepintar ini dalam rumus-rumus? Dengan setengah tidak percaya dia memandang kursi dibelakangnya yang kosong. Mungkinkah Sehun yang mengerjakannya?

"Tidak mungkin" lirihnya tidak percaya.

Xiumin yang sedari tadi duduk dsamping Kyungsoo mencoba menyenggol-nyenggol Kyungsoo, barangkali dia kerasukan. Tidak ada salahnya kan? Lagipula kemarin Lay sudah menghamburkan sesuatu, mungkin saja itu roh pengikutnya dan salah satunya mungkin masuk ketubuh malang Kyungsoo. Sekali lagi, itu mungkin.

Ckleek...

Kyungsoo masih melotot pada buku catatannya ketika suara-suara kebisingan menyelimuti kelasnya tak terdengar lagi. Bahkan adu cekcok Tao dan Baekhyun pun tak terdengar lagi karena mereka ikut-ikutan terpesona pada sosok yang berdiri diambang pintu –seperti teman-teman sekelasnya yang lain-.

Sosok itu membungkuk sedikit lalu tersenyum.

"Maaf, ini kelas XI-B? Aku murid pindahan..."ujarnya sambil tersenyum. Kyungsoo mengangkat kepalanya dan segera ternganga dengan sosok itu.

"Uwoooh...~"kagumnya. Kyungsoo benar-benar kaget dengan orang ini. Dia memakai celana kenapa cantik sekali? Dia laki-laki atau perempuan? Ini tipekal yang berbeda sekali dengan Baekhyun. Jika Baekhyun tipekal imut, maka orang ini bertipe cantik. Cantik ala gadis-gadis SMU.

Namja itu semakin terlihat cantik ketika dia menyisipkan anak rambut ketelinganya. Kyungsoo terpekik. Benar-benar seperti anak gadis.

"Siapa kau?" tanya Baekhyun cepat ketika sadar dengan keadaan. Anak ini cantik dan itu cukup membuat Baekhyun merasa tersaingi. Tao segera berjengit dan membungkam bibir Baekhyun dan menyeretnya jauh-jauh dari pintu masuk.

Anak baru itu terlihat bingung dengan mulut yang membulat. Dan dengan suara lembutnya dia berbicara lagi.

"Chogyoo, kau..." ujarnya sambil menunjuk kearah Baekhyun dan Tao. Tao menunjuk dirinya sendiri, dan langsung disambut oleh kelengan dari si murid baru.

"Si imut itu..." katanya sambil tersenyum. Namja yang tak lain adalah Baekhyun itu terlihat heran.

"Kenapa heoh?" tanyanya sinis. Anak baru itu segera mendekati Baekhyun.

"Kau..." Baekhyun memundurkan tubuhnya ketika Luhan memandangnya terlalu dekat.

"Pakai softlens ya?"

"Y-ya..?"

"Bagus. Kenapa tidak pakai yang baby blue saja. Cocok dengan rambutmu..."

"Benarkah? Aku memang ingin membeli yang baby blue. Tapi..."

" ...Kyakyaa..."

"Blabalablabaaa..."

Dan kehebohan dua orang itu pun meninggalkan wajah malas disemua penghuni kelas.

"Baekhyun menemukan teman satu spesiesnya" bisik Xiumin.

.

.

.

"Namaku Xi Luhan. Salam kenaal..." seluruh penghuni kelas nampak mengerumbuni mejanya. Memandang sosok cantik itu dari dekat. decak kagum yang terdengar sangat norak membahana dari kelas XI-B itu.

Chen mendengus dimejanya. Hanya dia satu-satunya penghuni kelas yang tidak begitu tertarik dengan namja yang terlalu cantik itu. Begitu juga dengan Sehun dan Kris, tentu saja. Jangan berharap lebih pada dua orang itu.

"Pindahan dari Baeijing IHS. Mohon bantuannyaa..." Luhan membungkuk kecil.

"Kau dari Cina? Tapi bahasa koreamu bagus sekali" ujar Kyungsoo Sambil terheran-heran.

"Hu'um, Tao juga dari Cina tapi bahasa Koreanya hanya bagus jika sedang memaki orang"tambah Xiumin dan dihadiahi sebuah sodokan siku super keras dari Tao.

Luhan tersenyum kecil lalu memandang kearah Kyungsoo. Menatap tanpa berkedip dan terkesan kosong, dengan sudut bibir terangkat.

"Aku memang pernah lama di korea" jawabnya datar sambil tersenyum misterius dengan tatapan mata kosong.

"Benarkah? Uwoooh, kau pasti lama sekali sampai aksen cinamu hampir tak terdengar lagi"ujar Xiumin lagi. Luhan tersentak sendiri lalu menoleh pada Xiumin.

"Begitulah. Ehehe.."cengirnya.

"Puihh, Lay. Sedang apa kau?" bentak Tao saat cipratan air aneh membasahi sebagian wajahnya. Lay lagi-lagi berputar lalu mendekatkan wajahnya pada Luhan setelah mencipratkan air dari mangkuk aneh ditangannya.

"Hominaaahh... Hominaah..." bisiknya sok mistis. Luhan mengerutkan keningnya.

"Sesuatu telah mengikutimu. Berhati-hatilaah, jiwa kegelapan itu mendekatimu semakin jauuh. Berhari-hatii lahh, anak mudaaa..." lirihnya dengan menggerakkan kedua tangannya seraya berjalan mundur kearah pintu diikuti pandangan makhluk seisi kelas. Bahkan Lay sempat menabrak pintu dengan tidak elitnya, lalu segera beringsut pergi dari kelas itu. Meninggalkan kesan hening dikelas itu.

"Ngg... itu siapa?" tanya Luhan masih tetap raut shocknya pada Lay.

"Dukun kelas..." jawab Tao ringan.

.

.

.

Kyungsoo mengangkat garpu makannya tinggi-tinggi saat Sehun melintas didepannya.

"Oh sehuun!" panggilnya sambil mengacungkan garpunya kearah Sehun. Sehun berhenti dengan wajah malasnya. Raut dingin yang sangar benar-benar tak berhasil pada Kyungsoo. Sehun sudah habis akal untuk menjauhkan namja mungil yang cerewet ini darinya.

Sehun kembali melanjutkan langkahnya menuju sebuah meja dipojok kantin, meninggalkan Kyungsoo yang sedari tadi melambaikan tangannya heboh.

Kyungsoo mengangangkat nampamnya lalu beringsut duduk didepan Sehun. Sehun sendiri nampak acuh, sama sekali tak menghiraukan namja mungil yang terus-terusan tersenyum padanya.

"Gomawoyooo Sehun-aah..." Kyungsoo mengejakan kata-katanya dengan lambat. Sehun menghempaskan sendoknya lalu bersandar kesal dibangkunya.

"Apa?" tanyanya lagi. Sedikit keras. Kyungsoo tersenyum semakin lebar.

"Terimakasih. Kau tau artinya kan? Terima kasih eum.."Kyungsoo mengulangnya lagi. Sehun mendelik.

"Aku tidak mengerti" jawabnya singkat sambil menyuapkan sesendok nasi kedalam mulutnya.

"Aiguu, kau yang mengerjakan tugas yang kemarin kan?" tuding Kyungsoo.

"Tidak" jawab Sehun cepat. Kyungsoo mendelik, masih berani bohong rupanya. Padahal dia sudah membandingkan tulisan yang ada dibuku tugas dengan catatan Sehun. Itu sama persis.

"Ciih, pura-pura lagi. Tolong jangan menggunakan 'Teknik pembangunan image' padaku" ujar Kyungsoo lagi. Sehun mengerutkan keningnya. Bicara apa lagi si pendek ini?

"Haaa?"

"Teknik yang dilakukan seseorang untuk menyembunyikan sifat asli yang sesungguhnya. Digunakan untuk membangun image seseorang. Begitulah yang dilihatnya didrama-drama,ya kan Kyung? "sahut Chanyeol yang tiba-tiba saja muncul sambil membawa nampannya.

"Chan, kau lama" desis Kyungsoo seraya menggeser duduknya seakan memberi peluang untuk Chanyeol duduk.

"Kau menungguku Chagiyaa?"tanya Chanyeol sok casanova. Kyungsoo mendelik lalu menyentil dahi Chanyeol keras. Sampai dahi si konyol itu merah.

Sehun menatap jengkel dua orang didepannya ini. Kapan dia mengijinkan kedua pengganggu ini makan semeja dengannya.

Sehun menghembuskan nafasnya sebal. Dengan cekatan dia mengangkat nampannya dan berpindah duduk kemeja yang ada dibelakangnya. Membuat Chanyeol bingung.

"Oi, dia kenapa?"

"Tidak, dia hanya maluu"jawab Kyungsoo asal. Tanpa mengetahui sebuah perempatan muncul didahi Namja jenius itu mendengar jawaban absurd Kyungsoo.

Sehun mengangat wajahnya dan menemukan Lay sudah ada didepannya dengan makanan yang tinggal setengah. Astaga! Sejak kapan dukun kelas ini disana. Sehun sudah tidak peka lagi sampai-sampai tidak menyadari meja yang ditempatinya sekarang juga digunakan Lay. Pendek sial!

"Hoominaah...~" Aura hitam itu menguar lagi.-_-

"..."

"Sehun dan Lay semeja...uwoooh Daebak!" desis Xiumin dari kejauhan.

"Mungkin sedang konsultasi tentang kehidupan yang sama suramnya. Tapi seharusnya Kris juga ikut kan...? dia kan lumayan suram" jawab Tao ikut heran.

"Eii, cepat antrian masih panjang" dan keributan diantrian kantin itu pun berakhir ketika Tao dan Xiumin bergegas memesan makanannya.

.

.

.

"Chan..?"

"Hmmm..."jawab Chanyeol sambil berguling-guling dikasur Kyungsoo. Sore ini kelas tambahan Chanyeol diliburkan jadilah namja tiang listrik itu menghabiskan waktunya dirumah Kyungsoo. Katanya sih kangen. Modusnya Cuma ingin makan gratis, mengingat ibu Chanyeol pasti pulang malam dari kantornya.

"Menurutmu Sehun itu baik tidak?" tanya Kyungsoo sambil menatap langit-langit kamarnya. Telentang dikasur yang sama dengan tempat Chanyeol berguling-guling ria.

"Kenapa? Dia teman sekelasmu kenapa tanya denganku..."Lagi-lagi Chanyeol berguling-guling tak jelas. Aissh... apa kasur dikamarnya tak seempuk kasur Kyungsoo, hingga terlihat norak sekali.

"Iya, tapi mungkin saja kau tahu. Koneksimu kan banyak..." Kyungsoo memiringkan tubuhnya kearah Chanyeol sembari menumpukan kepalanya dengan tangan.

"Tanya Xiumin saja. Dia Ratu gosip sekolah." Balas Chanyeol seadanya. Kyungsoo menghembuskan nafasnya lalu mengangguk. Benar juga. Sepertinya Chanyeol sudah mulai agak pintar.

"Yang kudengar sih dia orang kaya yang kejam cucu dari pemilik Ohshin. Tapi kurasa itu Cuma gosip"ujar Kyungsoo lagi.

"Yang mana? Tentang kakek neneknya yang kaya atau kekejamnya?"tanya Chanyeol dengan muka polos.

"Tentu saja kekejamannya, bodoh. Tak ada yang meragukan kekayaan keluarga Oh. Ck!"cetus Kyungsoo sebal. Tetangganya ini mulai lemot lagi rupanya

"Dia terlihat baik. Wajahnya saja yang yang kelewat dingin" lanjut Kyungsoo. Chanyeol menghentikan acara berguling-gulingnya dan memiringkan badannya kearah Kyungsoo. Kemudian mengikuti gaya Kyungsoo dengan menumpukan kepalanya dengan tangan.

"Lalu? Kalau dia orang baik kenapa?"

"Aku kasian. Dia tak punya teman" jawab Kyungsoo cepat.

"Kau menyukainya heoh? Kau menyakiti hatiku Chagiyaa..." Chanyeol memasang wajah sok cemberut. Kyungsoo mendelik.

"Aku serius..! Bodoh!"

Jduuaagh!

Dan Chanyeol pun terjatuh dari ranjang dengan tidak elitnya karena menerima tendangan maut dari Kyungsoo.

.

.

.

"Prince, sedang apa?" suara Tao bergema dikoridor lantai dua itu. Jongin yang sedari tadi memandangi jendela yang menghadap halaman sekolah menengok dan tersenyum menatap Tao dan Kyungsoo yang berjalan beriringan.

"Tidak, hanya melihat sesuatu" jawab Jongin ringan.

"Lihat apa, Hyung?"tanya Kyungsoo sambil menengok kejendela yang secara tak langsung membuatnya dekat dengan pemuda berkulit tan itu dan mau tak mau menghirup aroma tubuh Jongin yang memabukkan. Kyungsoo terlena hingga sama sekali tak sadar pada objek yang ditunjuk Jongin.

"Ah, itu Sehun! Tapi siapa gadis itu, dia bukan dari sekolah kita kan?"tuding Tao setelah mendorong Kyungsoo hingga si mungil itu terpaksa menunduk. Tao begitu peka hingga tak membiarkan Kyungsoo sekedar menikmati aroma tubuh Jongin. Apa dia sesaeng fans? Mengerikan.

"Dari tadi mereka sepertinya bertengkar. Gadisnya menangis terus-terusan"Jongin terus saja menatap dua orang itu. Kini sang gadis nampak memegangi tangan Sehun, sedang Sehun sendiri acuh dan berusaha pergi meninggalkan si gadis.

"Uwooh, dia lelaki sadis..."celetuk Tao. Kyungsoo menggeleng tak mengerti. Dia tak gampang percaya pada hal-hal yang dilihatnya.

"Jangan menyimpulkannya begitu cepat. Barangkali ada sesuatu yang membuatnya seperti itu. Kadang sesuatu yang kita lihat, tak sama dengan yang sebenarnya terjadi" bela Jongin. Terdengar bijak dan dalam. Kyungsoo terdiam dan tersenyum tipis. Sepertinya Jongin juga sepikiran denganya.

"Princeeee...~" desah Tao sambil terkagum-kagum. Bahkan Kyungsoo dapat melihat mata Tao berubah menjadi sepasang hati merah muda sekarang.

Sebuah tangan kecil tiba-tiba menerobos menarik pipi Tao kencang membuat sang empunya meringis. Kyungsoo dan Jongin hanya menggeleng maklum.

"Bacon! Apa yang kau lakukan heoh? Mau mati ya?!" sembur Tao keras. Baekhyun mendelik lalu merangkul lengan Kyungsoo manja.

"Kau mendekati Hyungkuuu~" Kyungsoo merasa hidupnya semakin sulit. Duplikat Chanyeol telah diciptakan sekarang. Seorang Chanyeol saja sudah membuatnya kesal setengah mati. Dan kini Baekhyun ikut-ikutan. Astagaa...

"Ya Tuhaan. Apa Salahku ya Tuhan" desis Kyungsoo berkomat-kamit lalu menarik tangannya dari Baekhyun. Kemudian segera kabur dari kumpulan orang yang mulai tak jelas itu.

Jongin terkekeh memandang punggung Kyungsoo yang berjalan cepat dengan wajah malas.

"Karena kau terlalu manis. Itu salahmu..." bisik Jongin pada dirinya sendiri. Si namja tan itu kembali melirik dua orang yang kini lagi-lagi beradu mulut. Seperti pergi diam-diam itu pilihan bagus.

Dan Tao segera terpekik ketika menyadari Prince tercintanya sudah pergi tanpa meninggalkan jejak.

"Priinceeku pergi...! Gara-gara kau sih. Dasar cebol!" hina Tao seraya mengacak rambutnya sendiri. Baekhyun mendelik. Dia dikatai Cebol? Meskipun benar tapikan tidak perlu dikatakan sekeras itu.

"Apasih menyebut Jongin dengan pangilan aneh begitu. Dia pasti jadi lelucon kalau sampai ketahuan adiknya" Tao menganga. Apa? Baekhyun kenal adiknya. Benar juga sebenarnya apa hubungan Jongin dengan Si ratu menyebalkan ini?

"Memang kau siapanya Jongin?"tanya Tao sinis. Baekhyun memutar bola matanya malas.

.

"aku?"

.

"kau tidak tahu?"

.

"Aku adalah ..."

.

"..sepupunya. Aiguuuu... " Dumel Baekhyun seraya pergi meninggalkan Tao yang terserang sroke seketika.

Demi wajah Chen yang kotak dan sering disebutnya squareChen. Tao dengan jelas mendengar suara petir bergemuruh saat sepatah kata tadi meluncur dari bibir Baekhyun.

'aku sepupunyaa..."

.

'aku sepupunya...'

.

'Sepupunyaaaaa~"

.

Tubuh Tao roboh. Tertekuk dengan wajah kosong. Sungguh dia tak menerima kenyataan. Kenapa hidupnya sekejam iniii...

"TIDAAAKKK..."

.

.

.

"Luhan!" Namja bewajah cantik itu berbalik lalu tersenyum saat menemukan Kyungsoo setengah berlari menghampirinya.

"Mau pulang kemana? Ayo pulang bersama..." ajak Kyungsoo setelah berhasil menyamakan langkahnya dengan Luhan. Luhan menatap ramah Kyungsoo.

"Arah rumah kita beda, Kyung..." jawab Luhan sambil terkekeh. Kyungsoo membulatkan mulutnya.

"Woaa! Memang kau tahu dimana rumahku?" Kyungsoo menatap lekat Luhan. Luhan hanya menggeleng.

"Sepertinya seperti itu" jawabnya ambigu sambil menatap kosong kearah langit. Lagi-lagi Luhan tersenyum tipis. Terlihat sebuah kilatan aneh dimata Luhan. Kyungsoo menggaruk kepalanya bingung.

"Maksudmu?"

"Tidak. Lupakan... aku cuma dengar sedikit dari Xiumin" Ujar Luhan sambil menahan tawa. Kyungsoo ikut tertawa.

Kedua kaki mungil itu kini sudah hampir melewati setengah halaman sekolah ketika sebuah suara berat nan mengganggu mengusik mereka.

"CHAGIYAAAA...!" teriak namja yang tak lain adalah Chanyeol. Berteriak dari kelasnya di lantai tiga sekolah sambil melambaikan tangan heboh. Kyungsoo menatap malas raksasa hiperaktif itu.

"Pacarmu?" tanya Luhan sambil menatap aneh Chanyeol yang kini terlihat melompat-lompat dari balik jendela kelasnya.

"Tidak. Dia pembantuku..." sinis Kyungsoo sambil berjalan mendahului Luhan yang masih terbengong menatap Chanyeol.

"Kita berpisah disini. Bye... Kyungsoo-ssi" pamit Luhan setelah sampai didepan gerbang sekolah. Kyungsoo mengangguk. Belum sempat Luhan melangkah Kyungsoo kembali memanggil Luhan. Namja cantik itu berbalik lagi dengan raut bingungnya.

"Lain kali panggil Kyungsoo saja ne..." Luhan terdiam sejenak hingga akhirnya tersenyum dan kembali berbalik meninnggalkan Kyungsoo.

Luhan kembali menampakkan tatapan kosongnya ketika Kyungsoo benar-benar tak dapat melihat wajahnya lagi. Menatap kedepan seakan tak ada apa pun disana meskipun terdapat banyak objek. Dibelakangnya masih tampak seluit Kyungsoo yang melambaikan tangannya pada Luhan.

Kyungsoo menurunkan tangannya lalu bersiap pulang kearah yang berlawanan dengan Luhan. Namja manis itu melangkah dengan riang sambil bersenandung kecil. Rasanya hari ini begitu menyenangkan. Tidak ada Baekhyun yang menganggunya lagi, karena kini Baekhyun malah ada dipihaknya. Lalu mendapat teman baru yang begitu murah senyum.

Rasanya begitu sempurna jika saja Chanyeol berubah jadi normal.

Kyungsoo melanjutkan langkahnya dan terhenti lagi ketika menemukan sosok tinggi yang sedang berdiri disis jalan

"Oh Sehun!" pekiknya. Sehun menoleh lalu dengan wajah malas dia berbalik memunggungi Kyungsoo.

"Ya! Aku berbicara padamu" jengkel Kyungsoo sambil berlari kecil mendekati Sehun.

"..."

"Jarang sekali melihatmu ada disini. Kau tidak dijemput mobil mewahmu?" suara Kyungsoo rasanya cukup membuat telinga Sehun pekang. Kenapa tubuh yang sekecil ini bisa menghasilkan suara yang nyaring.

"Diam..." desis Sehun. Kyungsoo cemberut.

"Dasar es batu" sinis Kyungsoo.

"Mwoya?" sahut Sehun cepat. Kyungsoo tersenyum polos lalu menggeleng.

"Ani. Ani..." Sehun melangkahkan kakinya menininggalkan Kyungsoo lagi. Bukan Kyungsoo kalau tidak bikin kesal. Maka si kurcaci itu segera mengikuti langkah Sehun.

"Sehun-ah, umurmu berapa? Kau dikelas percepatan kan? Kurasa pasti lebih muda" ujar Kyungsoo mengimbangi langkah Sehun.

"Bisakah kau menjaga jarak denganku. 1 meter!" gumam Sehun dingin. Kyungsoo mendelik.

"Aiguu..." desah Kyungsoo sambil bergeser sedikit menjauhi Sehun. Sehun tersenyum dingin

"Ngomong-ngomong gadis tadi siapa?" tanya Kyungsoo. Langkah Sehun terhenti.

"wae?" bingung Kyungsoo.

"..." Sehun tetap bungkam.

"Seh-"

"Kyu- Kyungsoo!" Tao setengah berlari menyongsong Kyungsoo. Tubuh ramping itu segera menarik lengan Kyungsoo dan memeluknya. Kyungsoo melotot sambil mearik-narik tangannya.

"Waeyoo?!" bentaknya. Sehun mendesah pada dua orang ada didekatnya itu.

Tao menempelkan telunjuk tangannya didepan bibir.

"Sttttttt... Sedang gawat. Diam saja" bisiknya lagi.

"Wae? Jangan memelukku, aku jadi merinding!" ujar Kyungsoo sambil mendorong kepala Tao. Tao mendelik.

"Cebol-ssi, bantu aku. Rasanya aku seperti mati dikuliti saja." rengek Tao sembari menyembunyikan wajahnya diantara lengan Kyungsoo.

"Heoh? Apa? Eh, Sehun! Sehuuuunnn.-ssiiiiiiii...! Jangan pergiiiii~" jerit Kyungsoo sambil mengulurkan tanganya kearah Sehun yang mulai memasuki mobil mewahnya. 'Drama murahan' pikir Tao.

"Kau berteman Sehun?" tanya Tao nyaring. Kyungsoo menendang-nendang tanah.

"Aah!Waeyooo! Kau membuatnya pergi. Aissshhh...!"

Sehun menahan senyum sendiri ketika mobilnya mulai melaju dari kawasan sekolah. Kelakuan dua orang itu sedikit mengurangi ketegangan wajahnya.

"Lupakan Sehun! Pikirkan aku yang ada disampingmu!" perintah Tao. Kyungsoo berdecak.

"Pikirkan kepalamu!" umpat Kyungsoo.

"Kau tau dari tadi aku diikuti! Dia menyeramkan sekali Kyung" Bisik Tao sambil menggandeng lengan Kyungsoo lalu berjalan sangat cepat.

"Hah? Apa? kau punya stalker?" bingung Kyungsoo sembari tertatih mengikuti langkah panjang Tao.

"Umm... Bisa jadi..." ucap Tao tak yakin.

"Memang kau artis?" sinis Kyungsoo.

"Bukan begitu juga!"

"lalu apa? Punya sesaeng fans?"

"Dia bukan fans..." lirih Tao. Kyungsoo cemberut.

"Aaaahh... Lalu..." Kyungsoo mendesah putus asa.

"Dia... Kriss"

"MWO!"

Detik kemudian kedua orang itu berbalik melihat kearah semak yang ada tak jauh dari sana. Seorang dengan rambut jabrik dan penuh aura kematian menatap keduanya mata dengan menyala-nyala.

"A-aaaapaa ituuu? Kau apakan Kriss?" getir Kyungsoo sambil berbalik, pura-pura tak melihat Kris. Tao menggeleng.

"Membuat sepatuku menyangkut dirambutnya? Mungkin?" cicit Tao gemetar.

"Kau sih!" dan sekali lagi Kyungsoo menoleh. Kriss menyeringai.

"Hiiiiiiiyyy..." dan berikutnya dua orang yang tak bisa diam itu lari kocar-kacir karena penampakan Kris.

"Ck..."decak Kris.

Sore yang melelahkan bagi Tao dan Kyungsoo karena sepanjang perjalanan itu merela terus-terusan berlarian tak karuan.

TBC

Hai, bertemu lagi dengan gue.

Ga ada preview yah? Lagi gedek. wkwk

Ini lagi kritis-kritisnya nih. Lagi ga ada ide, bahkan kemalesan merajalela.

Tapi gue usahain deh ini ff lanjut sebisa mungkin. Ini ff Kaido pertama gue kayaknya ga elit banget kalo ampe discontinue. Hahaha...

Ada yang nanya aplikasi yang gue pakai buat balikin file yang ilang, namanya 'recuva'. Gue bersyukur banget ama itu aplikasi, gue jadi bisa nerusin ni ff. Wkwkwk

Oh iya, gue udah liat dance Overdose EXO yang bocor itu. Masyallah... Itu keren banget. D.O yang kecil gitu diinjek Suho. #nangis

Mana Suho sok-sokan pake masker, gue ingat kakashi coba. Apalagi ada gerakan yang kayak ninja. Wush... Wush gitu! #mata gue sih liatnya gitu cuma sekedip doang berani liat. Ga berani diulang-ulang.

Gue dosa ga sih nonton video bocor? Cuma sekali looh! Tapi gue ga berani download juga sih, cukup nunggu officialnya keluar aja. Bayangin aja perasaan tu anak-anak kalo video yang disiapin sedemikian rupa bocor. Hargain juga lah mereka. Nontonnya entar di official youtube aja. #sok bijak

Kalo mau jujur gue greget banget pengen download, tapi gue harus sabar demi kebaikan anak-anak EXO. #jiaaaah

Thanks to :

sarnikelodeon, delayciouslaymontea, bubblechanbaek, dokydo91, chindrella cindy, Sutry Eea, Cho Rai Sa, fufuXOXO, Baekhugs0420, LayChen Love Love 2, Do D.O Dodol, 12, Jung Eunhee, Salsabila Byun, ParkDoMyon Zi Tao, Kim Chan Soo, L, SooSweet, flowerdyo, megajewels2312, andini taoris , PandaCherry, dyanaaLee, INSPIRITEELF, Kim Hyunshi, ArraHyeri2, beberapa guest dan silent reader.

I LOVE U ceman-cemann...:*