"Kau tidak berani bertanya secara langsung apa hubunganku dengan Soonyoung. Itu artinya Kau tidak percaya dengan ucapanku, kau lebih percaya dengan apa yang kau lihat. Sehingga kau ketakutan sendiri, Kau membiarkan ketakutan menguasaimu hingga membuatmu melakukan sesuatu yang tidak berguna. Aku tidak ingin menghabiskan waktu dengan orang yang bahkan tidak mempercayai ucapan orang yang dia cintai."
Mingyu benar – benar tertohok dengan ucapan Wonwoo. Dia seperti dihantam ribuan jarum. Mata Mingyu memanas melihat punggung Wonwoo semakin menjauh darinya.
Soonyoung mengejar langkah Wonwoo yang setengah berlari. Mengejar kemana saudara kembarnya itu pergi
"Wonwoo hyung" panggil Mingyu lirih setelah jatuh berlutut dikoridor, air matanya tidak bisa berhenti mengalir.
Seokmin berusaha menenangkan Mingyu dengan memeluk pundaknya.
"Wonwoo hyung" isak Mingyu lirih
"Kenapa ini terjadi padaku dan Mingyu. Setelah mengetahui hubungan mereka yang sebenarnya pun Kami tetap tidak bisa mendekati mereka berdua. Tidak bisa kah kami memiliki mereka dan melindungi mereka." Batin Seokmin dalam hati.
Sekarang hatinya sedang sedih dan kacau. Dan Seokmin tidak menyangka ini juga terjadi pada Mingyu.
"Wonwoo hyung" rancau Mingyu.
"Aku mencintaimu" ucap Mingyu lirih sambil terus terisak
"Mianhae"
SOONWOO TWINS
Author : Jung Minwoo96
Nilai: ? (Dinilai sendiri saja ya... karena Author pun ndak tahu berapa yang harus dinilai untuk FF ini. hehehehehehe)
Cast:
Wonwoo
Soonyoung
Mingyu
Seokmin
Kibum
Donghae
Jun
Woozi
Cast yang lain menyusul tergantung jalan cerita!
Disclaimer : Semua Cast hanya milik Tuhan YME dan orang tua mereka. saya hanya menggunakan nama mereka karena saya sangat menyukai mereka. Cerita murni dari saya pribadi, tapi Inspirasinya dari berbagai macam – macam Author favorit, ff favorit saya, manga jepang favorite, Drakor, Drama jepang dan lain - lain.
Genre: Romantis, Brothership, Friendship, Family
Warning : BL/YAOI, jika ada Typo's atau GJ mohon dimakhlumi karena ini karya pertama saya sebagai penulis, hehehehehe.
Happy Reading!
Chapter10
Wonwoo duduk ditaman belakang – membolos - bersama dengan kucing kecil dipangkuannya. Kucing kecil yang dulu pernah dia tolong dan awal dia bertemu dengan Mingyu. Wonwoo tersenyum miris mengingatnya, dengan lembut Wonwoo mengelus kucing kecil itu.
Soonyoung melihat Wonwoo duduk dengan tenang di taman belakang sekolah – tempat favorite Wonwoo – dengan perlahan Soonyoung menghampiri Wonwoo, bahkan suara langkah Soonyoung tidak membuat Wonwoo terusik sedikitpun.
Soonyoung berdiri dibelakang Wonwoo, dengan perlahan Soonyoung melingkarkan tangannya pada leher Wonwoo, dan memeluknya. Membuat Wonwoo sedikit terjengkit kaget.
"Kau membolos?" tanya Soonyoung sambil menempelkan pipinya pada pipi Wonwoo, Wonwoo hanya diam saja tidak menjawab. Wonwoo mengangkat tangannya untuk menggengam tangan Soonyoung yang memeluknya.
"Jangan sering membolos. Kemarin aku sudah memeringatkanmu untuk tidak memboloskan." Ucap Soonyoung lembut. Wonwoo tetap diam tidak menjawab.
"Jika Eomma tahu kita membolos aku berani jamin dia pasti akan marah. Kau tahu seberapa merepotkannya jika Eomma marah kan. Jadi jangan membolos lagi."
"Kau juga disini. Kau juga membolos. Kenapa menasehatiku?" Ucap Wonwoo lirih, Soonyoung tersenyum. Dengan jahil dia mengoyang – goyangkan tubuh Wonwoo ke kanan dan kekiri
"Karena kau ada disini. Jika kau dimarahi Eomma, maka aku juga harus dimarahi Eomma. Aku akan menemanimu dalam keadaan apapun, jadi ayo kita hadapi kemarahan Eomma secara bersama – sama. Aku juga tidak mungkin masuk kedalam kelas, sedangkan dongsaengku sedang sedih dan membutuhkan dukungan"
Mendengar ucapan Soonyoung, Wonwoo mengeratkan genggaman tangannya pada Soonyoung. Wonwoo menatap Soonyoung dari samping, dan melihat Soonyoung tersenyum dengan lembut padanya.
"Aku beruntung memiliki Hyung sepertimu, Soonyoung-ah. Aku tidak akan bisa hidup tanpamu."
Mendengar ucapan Wonwoo, Soonyoung perlahan menghilangkan senyumannya dan secara perlahan melepaskan pelukannya.
"Kau pasti bisa hidup tanpaku, Wonu-ya. Pasti dan Harus bisa." Batin Soonyoung sedih.
Soonyoung beralih duduk disamping Wonwoo dan mengambil alih kucing kecil itu. Hal itu membuat Wonwoo menatap Soonyoung.
"Dia sangat manis. Sama sepertimu." Puji Soonyoung sambil mengelus lembut bulu kucing itu.
"Kau marah pada Mingyu hanya karena sebuah foto? Padahal kita bisa berfoto lagi jika kau mau" ucap Soonyoung sambil menatap mata Wonwoo
"Aku tidak marah padanya. Aku hanya kecewa saja." Ucap Wonwoo sambil menunduk
"Kau kecewa karena dia tidak bertanya langsung pada hubungan kita? Aku tidak menyangka kau sangat mencintai Mingyu"
Ucapan Soonyoung membuat Wonwoo terkejut
"Apa maksudmu?" tanya Wonwoo heran
"Seseorang yang sedang jatuh cinta, dia akan kecewa jika orang yang dia cintai tidak mempercayainya. Karena dia meragukan cintamu, sedangkan kau sangat mencintainya. Iya kan? Walaupun aku bisa menebak jika Mingyu tidak tahu jika kau mencintainya" tebak Soonyoung sambil tersenyum.
Wonwoo membalas senyuman Soonyoung dengan sangat manis
"Bagaimana kau tahu isi hatiku, Soonyoung-ah?"
Soonyoung hanya bisa tersenyum menanggapi ucapan Wonwoo
"Karena aku adalah saudara kembarmu"
Wonwoo memeluk pundak Soonyoung, dan menempelkan pipi mereka berdua.
"Aku beruntung bisa memiliki saudara sepertimu."
Soonyoung balas memeluk Wonwoo, dengan gemas ia menggesek – geseknya pipinya pada pipi Wonwoo
"Kau akan menemui Mingyu?" tanya Soonyoung setelah puas dengan menggesek – gesekkan pipinya
"Ani. Untuk sekarang sepertinya aku tidak akan menemuinya dulu. Pasti tadi aku sangat buruk dihadapannya? Lagi pula aku tidak akan bisa melihatnya sekarang, karena aku masih kecewa."
Soonyoung terkekeh pelan sambil mengeratkan pelukannya pada Wonwoo
"Wajar saja, karena kau sedang kecewa. Jadi tenangkan hatimu dulu lalu temui Mingyu dan akui cintamu padanya"
"MWO?" pekik Wonwoo kaget sambil melepaskan pelukannya
"Aku mengungkapkan cintaku padanya? Tidak ... tidak...tidak sekarang." Tolak Wonwoo gugup. "Aku belum siap, jika nanti dia menolakku?"
Soonyoung kembali terkekeh
"Bagaimana kau bisa yakin kalau Mingyu akan menolakmu?" tanya Soonyoung
Wonwoo menundukkan kepalanya
"Aku belum bisa mengatakannya sekarang. Karena aku masih memiliki janji pada Minggoo dan aku masih belum bisa memastikan perasaanku padanya" Ucap Wonwoo sedih
Soonyoung mengelus lembut rambut hitam Wonwoo
"Minggoo sekarang pasti sudah besar, Mungkin sekarang dia seumuran dengan Mingyu. Apa Minggoo akan mengingatmu? Mengingat Beanie Hyung nya?"
"Entahlah, tapi aku semakin ingin menemui Minggoo dan melihat dia. jika sudah melihatnya pasti aku bisa memastikan perasaanku pada Mingyu."
"Benarkah?" tanya Soonyoung dengan nada jail, hal itu membuat Wonwoo merengut. Dia sedang serius membicarakan perasaannya, Soonyoung malah menjailinya.
Dengan gemas Soonyoung memeluk Wonwoo
"Kau harus bisa memastikan perasaanmu, Wonwoo-ya. Mana kenangan masa kecilmu, mana kebahagianmu." Soonyoung berusaha menasehatin Wonwoo.
"Tapi aku belum bisa melupakan Minggoo, aku merasa jika aku harus menemuinya."
Soonyoung melepaskan pelukanya pada Wonwoo
"Baiklah, jika kau memang ingin menemuinya. Tapi bagaimana caranya kau akan menemuinya?" tanya Soonyoung
"Aku akan pergi ke changwon, ke tempat pertama kali aku bertemu dengan Minggoo."
"Ditaman?" tanya Soonyoung memastikan, Wonwoo mengangguk
"Kapan kau akan pergi?"
"Hari Minggu besok. Hari itu bertepatan dengan tanggal pertama kali aku bertemu dengan Minggoo, tanggal 6 April."
"Jika dia tidak mengingatmu atau dia tidak akan pernah datang ke taman itu? Apa yang akan kau lakukan?" tanya Soonyoung dengan sedikit keraguan terselip disana
"Jika memang dia tidak mengingatku atau dia tidak pernah datang, maka aku tidak akan pernah berharap lagi. Aku hanya ingin memenuhi janjiku padanya, suatu saat jika sudah dewasa bisa bertemu lagi walaupun hanya sebentar. Aku hanya ingin melihat Minggoo. Bagaimana keadaannya? Bagaimana wajahnya? Apa dia masih tetap lucu seperti dulu? Apa dia berbadan pendek atau semakin tinggi?"
Wonwoo menengadahkan kepalanya keatas, menatap langit biru, sambil membayangkan masa kecilnya dimana dia bertemu dengan anak kecil bernama Minggoo.
"Percakapan yang aku ingat dengan Minggoo hanya janji yang aku buat untuk menemuinya. Yang lainnya aku lupa." Ucap Wonwoo sambil berusaha mengingat – ingat kembali, tapi tetap tidak ingat.
"Kenapa kau besok kesana saat tanggal 6 April?" tanya Soonyoung penasaran
Wonwoo sedikit mengingat – ingat kembali, Wonwoo berusaha mengingat kembali kenangannya saat dia berusia 6 tahun
"Karena hari ini adalah hari ulangtahunku"
Tiba – tiba suara Minggoo terlintas diingatan Wonwoo
"Karena tanggal itu adalah tanggal Ulangtahun Minggoo." Pekik Wonwoo, karena dia mengingat ucapan Minggoo saat itu.
Pekikan Wonwoo membuat Soonyoung sedikit terkejut. Wonwoo memejamkan matanya, berusaha membuka memorinya saat dia berusia 6 tahun. Berusaha mengingat kembali kenangan itu.
***Flasblack***
"Kalau sudah besal nanti, kita beltemu lagi ya, Baenie hyung"
"Tentu saja, Minggoo...! Kita pasti akan bertemu lagi"
"Janji?"
"Janji" Wonwoo mengaitkan jari kelingkingnya.
Minggoo tersenyum dengan senyuman lima jarinya hingga gigi susu nya yang lucu terlihat, membuat Wonwoo dengan gemas mencubit pipi chuby Minggoo dan menciumnya dengan gemas.
"Kau manis sekali, Minggoo."
"Kita beltemu lagi saat Minggoo belulangtahun ke tutuh belas ya" ucap Minggoo sambil menunjukkan angka tujuh dengan jari kanannya lima dan jari kirinya dua.
Wonwoo terkekeh pelan melihatnya. Minggoo terlihat sangat cerdas tapi tetap saja dia masih sangat kecil untuk menunjukkan angka tujuh belas dengan benar.
"Baiklah. Kita akan bertemu lagi disini saat Minggoo berulangtahun ke tujuh belas."
Minggoo dengan senang hati memeluk Wonwoo. Karena Wonwoo lebih tinggi daripada dirinya, Minggoo akhinya menjijitkan kakinya dengan sudah payah.
"Kenapa cemberut?" ucap Wonwoo ketika melihat Minggoo merengut lucu.
"Hyung, lebih tinggi dali Minggoo."
"Lalu?" tanya Wonwoo heran
"Minggoo jadi tidak bisa memeluk Beanie Hyung. Minggoo harus menjijitkan kaki jika ingin memeluk Hyung." Ucap Minggoo sambil memajukan bibirnya lucu.
Wonwoo tertawa mendengar celoteh Minggoo
"Jika nanti Minggoo dewasa maka Minggoo akan bertambah tinggi. Sangat tinggi. Lebih tinggi dari Hyung"
"Benalkan?" ucap Minggoo sambil berbinar senang
"Hm. Akan lebih tinggi dari Hyung, jika nanti Minggoo sudah besar."
Minggoo mengangguk dengan antusias
"Nanti Minggoo pasti akan lebih tinggi dari hyung. Dan bisa memeluk Beanie Hyung."
Wonwoo memeluk Minggoo dengan sangat senang dan gemas, bahkan memutar – mutar tubuh mungil itu dengan gembira. Membuat tawa riang di bibir Minggoo.
***Flasblack end***
Wonwoo mengingatnya. Mengingat kenangan yang masih tersimpan dengan sangat manis diingatanya. Tapi kenapa baru ingat sekarang.
"Mengingat sesuatu?" tanya Soonyoung mengagetkan lamunan Wonwoo
"Hm. Hanya sedikit." Jawab Wonwoo dengan sedikit keraguan
"Apa yang kau ragukan?" tanya Soonyoung dengan tepat, membuat Wonwoo langsung menolehkan kepalanya spontan pada Soonyoung.
"Mwo?" Wonwoo melebarkan matanya terkejut.
"Dari jawabanmu, aku bisa merasakan ada keraguan didalam nada suaramu dan perasaanmu."
Wonwoo semakin melebarkan matanya terkejut
"Bagaimana kau bisa membaca dengan benar isi hatiku, Soonyoung-ah?" batin Wonwoo takjub kearah Soonyoung.
"Apa yang kau ragukan?" Soonyoung mengulangi pertanyaannya lagi sambil mencubit pipi Wonwoo untuk menyadarkannya dari keterkejutan.
"Perasaanku saat mengingat Minggoo tadi, perasaan bahagia ketika bersamanya adalah perasaan bahagia karena memiliki seorang adik yang lucu, manis dan penurut. Perasaan seoarang Hyung yang memiliki seorang dongsaeng"
"Sedangkan perasaanmu terhadap Mingyu adalah..." ucapan Soonyoung menggantung membuat Wonwoo semakin yakin dengan pikirannya.
"Mungkin saja." Jawab Wonwoo ragu.
"Aaakkhh" teriak Wonwoo frustasi sambil mengacak – acak rambutnya. Tindakan Wonwoo membuat Soonyoung tertawa
"Jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan. Kau pergi saja ke changwon. Jika kau benar – benar bertemu dengan Minggoo disana, mungkin dia adalah takdirmu. Jika tidak... mungkin jawabannya akan lain dan kau jangan lupa memastikan perasaamu. Jangan sampai kau melukai perasaan orang lain." ujar Soonyoung sambil merapikan rambut Wonwoo yang berantakan.
Wonwoo menatap Soonyoung, lalu menghembuskan nafasnya. Wonwoo menyandarkan kepalanya pada pundak Soonyoung.
"Kau mengerti aku dengan baik, Soonyoung-ah. Karena kau lah yang paling memahami dan mengerti diriku" ucap Wonwoo sambil memejamkan matanya
Soonyoung tersenyum mendengar ucapan Wonwoo.
"Karena aku adalah hyungmu" jawab Soonyoung dalam hati. Soonyoung ikut menyandarkan kepalanya diatas kepala Wonwoo dan ikut memejamkan mata.
Dari kejauhan empat pasang mata memperhatikan interakasi kakak beradik itu. Mereka menatap dengan sedih.
"Kalian akan membolos?" suara seseorang mengagetkan kedua orang yang tengah memperhatikan Soonyoung dan Wonwoo.
Mereka berdua spontan langsung menolehkan kepalanya kebelakang
"Jun Hyung" ucap kedua orang itu secara bersamaan – Mingyu dan Seokmin –
"Apa yang kalian berdua lakukan disini? Bukankah bel masuk sudah berbunyi dari tadi?" ucap Jun heran
"Hyung sendiri, sedang apa disini?" tanya Mingyu
"Sedang mencari rubah dan hamster yang sedang tidak ada dikelas. Aku dimintai tolong oleh Woozi untuk mencari hamster."
"Rubah dan hamster?" bisik Mingyu dan Seokmin secara bersamaan sambil menatap satu sama lain.
"Memangnya siapa yang memelihara rubah dan hamster disekolah ini?" tanya Seokmin tidak paham apa yang dimaksud oleh Jun.
Jun hanya memutar bola matanya malas menatap kedua orang yang ada didepannya.
"Hyung mencari Wonwoo hyung dan Soonyoung hyung?" tebak Mingyu
"Siapa lagi yang aku cari jika bukan mereka berdua." Jawab Jun tanpa minat
Jun memperhatikan ekpresi dua orang yang ada dihadapannya. Tidak Mingyu tidak Seokmin, Jun merasa wajah mereka berdua menggambarkan kesedihan.
"Ada apa dengan wajah kalian?" tanya Jun penuh selidik
"Apa? Ada apa diwajah kami?" tanya Mingyu sambil meraba – raba wajahnya segitu pula dengan Seokmin
"Ani. Tapi sepertinya terjadi sesuatu ya. Kau habis menangiskan Kim Mingyu." Tebak Jun tepat
Membuat Mingyu dan Seokmin terkejut
"Ti...Tidak. aku tidak menangis?" jawab Mingyu dengan nada gugup
"Kau tidak bisa bohong padaku. Wajahmu tidak bisa berbohong walapun kau ingin berbohong. Terjadi sesuatu kan?" tebak Jun.
Mingyu ataupun Seokmin hanya terdiam tidak menjawab, mereka menghindari pertanyaan Jun. Tapi Jun tidak bisa dibohongi begitu saja. Jun dapat melihat dari balik punggung Seokmin dan Mingyu sosok sahabat kembarnya itu sedang duduk tenang ditaman sambil menyandarkan kepalanya mereka masing - masing.
Jun yakin dengan instingnya bahwa kesedihan diwajah Mingyu dan Seokmin ada hubungannya dengan kedua sahabat kembarnya itu. Tapi Jun berusaha tidak ikut campur dengan urusan mereka berdua, karena bagaimanapun itu adalah masalah yang harus mereka selesaikan sendiri. Mereka harus menyelesaikan masalah perasaan masing – masing.
"Ya, sudah jika kalian memang tidak ingin bicara. Tapi secara garis besarnya aku mengetahui apa yang terjadi pada Mingyu" ucap Jun sambil mengangkat bahunya acuh
Dengan santai Jun melangkah meninggalkan Mingyu dan Seokmin. Jun menghampiri saudara kembar yang sedang duduk dengan tenang. Dengan gerakan yang lembut Jun membangunkan Soonyoung dan tidak lama setelah itu Wonwoo bangun.
Mingyu dan Seokmin dapat melihat bagaimana secara tidak sengaja, tatapan mereka bertemu dengan tatapan Soonyoung dan Wonwoo. Namun sama dengan sebelumnya Soonyoung memutuskan kontak mata dengan Seokmin, sedangkan Wonwoo dan Mingyu saling menatap satu sama lain dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Mianhae, Hyung. Mianhae." Bisik Mingyu dalam hati dengan sedih
"Mianhae Mingyu-ah. Aku tidak bisa menemuimu sebelum aku bisa memastikan perasaanku padamu" batin Wonwoo sedih.
"Apa kau benar – benar tidak mempunyai perasaan cinta untuku walaupun sedikit saja?" tanya Seokmin dalam hati sambil menatap Soonyoung yang mengalihkan padangannya pada Wonwoo, menghindari kontak mata dengannya.
"Mianhae, Seokmin-ah. Aku harus melepaskanmu. Ini demi kebahagianmu. Aku harus melakukan ini. Agar kau tidak menyesal telah memilihku nanti. Aku tidak ingin membuatmu kecewa nantinya" ucap Soonyoung sedih. Dia memperhatikan Wonwoo yang sedang menatap penuh harapan kearah Mingyu.
"Kau harus bahagia, Wonie. Harus. Aku ingin kau ditangan orang yang tepat sebelum aku meninggalkanmu." Batin Soonyoung sambil tersenyum Miris.
Keempat orang dengan perasaan dan kesedihan yang sama tapi dengan keadaan dan alasan yang berbeda. Mereka tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi nantinya.
Dengan langkah ragu, Soonyoung dan Wonwoo melangkah karena Jun yang sudah memaksa mereka untuk segera masuk kedalam kelas. Sebenarnya dengan senang hati kedua anak kembar itu akan masuk kelas. Tapi langkah mereka seketika menjadi berat karena melihat Mingyu dan Seokmin masih berada di ambang pintu taman belakang sekolah dengan tatapan sedih.
Soonyoung dan Wonwoo saling menguatkan satu sama lain dengan berpegangan tangan. Saat melewati Mingyu dan Seokmin, Wonwoo hanya menundukkan kepalanya sambil mengeratkan genggaman tangannya pada Soonyoung. sedangkan Soonyoung dengan wajah datar menatap Seokmin tanpa minat padahal kenyataannya hatinya sangat sakit melihat bagaimana tatapan terluka Seokmin.
Tapi saat Soonyoung melewati tepat disampingnya, Seokmin dengan berani memegang tangan Soonyoung yang terbebas dengan erat. Membuat langkah keduanya terhenti begitu pula dengan Jun yang menatap sedih kearah Soonyoung.
"Jika kau memang menginginkanku mencari yang lain, aku akan melakukannya. Tapi kau harus ingat satu hal jika aku hanya mencintai dirimu. Hanya dirimu." Ucap Seokmin tegas.
Mati – matian Soonyoung tidak membalas genggaman tangan Seokmin, jika dia membalasnya maka Seokmin akan tahu jika dia juga mencintainya. Soonyoung berusaha menguatkan dirinya. Berusaha bersikap sedingin mungkin, Soonyoung menatap Seokmin dengan tatapan sinis.
"Itu urusanmu. Bukan urusanku" jawab Soonyoung ketus
Dengan sekali sentakan, Soonyoung melepaskan tangan Seokmin. Dengan langkah yang tegas Soonyoung meninggalkan Seokmin dan Mingyu diikuti Wonwoo. Sedangkan Jun menatap sendu kepergian Soonyoung.
"Sampai kapan kau mampu menahan perasaanmu pada Seokmin, Soonyoung-ah. Aku tahu kau berusaha untuk menahan semuanya. Kau ingin menanggungnya sendiri tanpa melibatkan orang yang kau cintai." Batin Jun sambil menatap Seokmin dengan pandangan sayu. Sedangkan Seokmin dan Mingyu menatap kepergian Wonwoo dan Soonyoung dengan pandangan yang sulit diartikan.
***SOONWOO TWINS***
Soonyoung menutup sambungan telponnya, dengan wajah yang sedikit frustasi Soonyoung mengembalikan Handphone itu kesaku seragam sekolahnya. Setelah jam pelajaran berakhir, Soonyoung mendapat panggilan dari Donghae.
"Ada apa?" tanya Woozi yang duduk disampingnya
"Eomma tahu jika aku dan Wonwoo membolos tadi saat pelajaran pertama." Ucap Soonyoung sambil menundukkan wajahnyaa.
Woozi terkekeh pelan mendengar keluhan Soonyoung.
"Memangnya apa yang kau dan Wonwoo lakukan tadi, sampai kalian harus membolos?" tanya Woozi penuh selidik.
"Hanya sedikit masalah. Dan aku hanya menghibur Wonwoo."
"Masalah apa?" tanya Woozi
"Soonyoung-ah"
Sebelum Soonyoung sempat menjawab, sebuah panggilan membuat perhatian mereka berdua teralihkan.
Soonyoung melihat Jun dan Wonwoo ada didepan pintu kelasnya, melihat itu Soonyoung dan Woozi beranjak dari tempat duduk mereka dan menghampirinya.
"Mau kekantin?" tanya Jun ketika Soonyoung dan Woozi sudah ada dihadapan mereka.
"Hm. Aku sudah lapar." Jawab Woozi antusias.
Soonyoung dan Wonwoo berjalan beriringan sambil berpegangan tangan. Sepanjang perjalan menuju kantin, Wonwoo terus memperhatikan Soonyoung, tidak mengalihkan pandangannya kearah lain. Hanya kearah Soonyoung. hal itu membuat Soonyoung mengerutkan keningnya bingung, kenapa Wonwoo melihatnya dengan padangan seperti itu.
"Waeyo?" tanya Soonyoung heran
"Ada sesuatu diwajahku?" ucap Soonyoung sambil meraba – raba wajahnya sendiri.
Wonwoo menggelengkan kepalanya.
"Lalu? Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Soonyoung lagi
"Kau berbohong!" jawab Wonwoo
"Hah?" Soonyoung semakin tidak mengerti dengan maksud Wonwoo
"Kau sedang berbohong, Soonyoung-ah"
"Nega?" Soonyoung menunjuk dirinya sendiri "Aku sedang berbohong? Berbohong pada siapa?" tanya Soonyoung bingung
"Kau berbohong pada dirimu sendiri" jawab Wonwoo
Jawaban Wonwoo membuat Soonyoung, Jun dan Woozi menghentikan langkah mereka.
"Apa maksudmu, Wonie?" tanya Jun heran
"Dia sedang berbohong pada dirinya sendiri, Jun. Sejak tadi. Sejak kita pergi dari taman. Sejak kita berpisah dengan Seokmin dan Mingyu. Aku terus memperhatikan Soonyoung. dia sedang berbohong. Dia membohongi Seokmin. Apa yang dia katakan tidak sama dengan hatinya" jawab Wonwoo lirih sambil memandang sendu kearah Soonyoung.
Sedangkan Soonyoung hanya diam tidak menjawab ataupun membantah ucapan Wonwoo. Karena Soonyoung sudah tahu apa maksud perkataan Wonwoo.
Jun dan Woozi menatap takjub kearah Wonwoo. Bagaimana Wonwoo mengetahui semua tentang Soonyoung tanpa bicara padanya.
Apakah ini yang dinamakan ikatan saudara, ikatan darah, ikatan batin antara saudara kembar? Itulah yang sekarang dipikiran Jun. Karena Jun lah yang mengetahui semua alasan Soonyoung menolak dan membohongi Seokmin.
"Jangan membahas hal yang tidak penting, Wonie!" Soonyoung berusaha menghindar
"Hal yang tidak penting?" ucap Wonwoo tidak percaya
"Kau yang menasehatiku untuk tidak menyakiti perasaan orang lain, tapi kau sendirilah yang malah menyakiti hati orang yang kau cintai, Soonyoung-ah"
Soonyoung diam saja. Dia mengalihkan pandangannya kearah lain. Tidak ingin menatap Wonwoo. Karena dirinya tahu jika dia memang sudah menyakiti hati Seokmin. Hati seseorang yang dia cintai.
"Kenapa kau berbohong seperti itu, Soonyoung-ah?" tanya Wonwoo sambil meletakkan tangan kanannya di pipi chuby Soonyoung, agar Soonyoung menatapnya.
"Kau tidak bisa membohongiku. Aku tahu kau seperti apa? Jadi bisa kau jawab pertanyaanku? Kenapa kau berbohong pada Seokmin?"
Soonyoung menghelai nafasnya pelan. Menyingkirkan tangan Wonwoo yang berada dipipinya. Menggenggamnya dan mencium tangan itu sekilas dengan lembut. Soonyoung tersenyum dengan lembut menatap Wonwoo.
"Suatu hari nanti kau pasti akan tahu alasannya. Kau akan tahu Wonie. Tapi. Tidak. Sekarang." Soonyoung menekankan kata – kata terakhir.
Wonwoo menatap heran dengan jawaban Soonyoung.
"Kau akan tahu nanti. Sekarang kita kekantin. Mengisi perut yang sedang kelaparan."
Soonyoung menarik tangan Wonwoo dengan lembut, Jun dan Woozi mengikuti dari belakang dengan pikiran mereka yang penuh tanda tanya, terutama Woozi.
Sesampainya di kantin, kantin penuh dengan siswa – siswi Pledis yang sedang makan.
"Tumben sekali Kantin penuh seperti ini?" batin Woozi heran, biasanya Kantin sekolah Pledis tidak pernah penuh.
Mereka berempat berjalan dengan berdesak – desakan ketika memasuki kantin, karena memang kantin sedang panuh. Jun dan Woozi memesan makanan sedangkan Wonwoo dan Soonyoung menuju ke stan minuman untuk memesan minuman. Tanpa mereka tahu ada sebuah bahaya yang menghampiri Wonwoo dan Soonyoung.
Seorang petugas pengantar barang yang sedang membawa kereta dorong dengan Krat minuman dan kardus – kardus minuman sedang berjalan kearah stan penjualan minuman dengan langkah yang sedikit kesusahan karena kelebihan beban. Tanpa sengaja bahu orang yang pengantar minuman tersenggol oleh seseorang, krat minuman dan kardus minuman yang berat itu mengarah kearah Wonwoo.
"Wonwoo hyung, Awas!" teriak seseorang yang suaranya sangat dikenali oleh Wonwoo – Mingyu- tengah berusah menerobos kerumunan siswa – siswi Pledis untuk menyelamatkan Wonwoo.
Wonwoo yang terkejut hanya diam tidak bergerak, Wonwoo terlalu syok untuk menyadari bahaya yang akan menimpanya. Soonyoung menyadari Kart dan kardus itu, Kart dan kardus yang akan melukai Wonwoo dengan parah jika itu mengenainya. Dengan cepat Soonyoung melindungi Wonwoo dan menggantikan posisinya.
BRAK!
PRANG!
BRUUUK!
KYAAAAAAAAA
Bunyi benda jatuh, botol pecah, jatuhnya Soonyoung dan Wonwoo serta teriakan histeris memenuhi kantin Pledis Art High School.
Wonwoo dan Soonyoung jatuh secara bersamaan tertimpa kardus minuman. Membuat mereka tak sadarkan diri.
Sedangkan semua orang yang ada dikantin hanya terdiam karena kejadian yang terjadi secara tiba – tiba. Mingyu berhasil menerobos kerumunan itu begitu pula dengan Seokmin, Jun dan Woozi.
"Wonwoo hyung" pekik Mingyu sambil menghampiri Wonwoo yang sedang dipeluk oleh Soonyoung
"Soonyoung hyung" ucap Seokmin panik saat melihat darah mulai mengalir dari bahu kanan Soonyoung dan mengotori lantai
"Wonwoo, Soonyoung"
Jun dan Woozi berdiri di masing – masing sisi kedua sahabat kembarnya itu. Mereka sama – sama panik seperti Seokmin dan Mingyu.
"Hyung, bangun hyung." Mingyu mengguncangkan bahu Wonwoo pelan.
"Mingyu" panggil Seokmin sambil menatap Mingyu panik ketika melihat darah ditangannya. Mingyu, Jun dan Woozi yang tidak kalah terkejut melihat itu
"Bawa mereka ke ruang kesehatan sekarang!" perintah Jun panik,
Mingyu langsung bergegas menggendong Wonwoo begitupula dengan Seokmin yang langsung menggendong Soonyoung.
Mereka berempat sangat panik melihat Soonyoung dan Wonwoo.
Ketika mereka sudah keluar dari Kantin. JongUp tersenyum sinis memandang kepergian keempat orang yang sedang panik itu. JongUp memandang petugas pengantar minuman, memberikan isyarat kepala untuk menemuinya. Orang tersebut menganggukkan kepalanya mengerti dan pergi dengan diam – diam sambil membenahi topi yang ada dikepalanya ketika semua pandangan siswa – siswi Pledis terpaku pada kepergian keempat orang itu.
Ketika sampai ditempat yang dijanjikan, JongUp memberikan sebuah amplop yang berisikan uang.
"Ini imbalanmu, karena telah menyelesaikan tugasmu dengan baik." Ucap JongUp sambil memberikan sebuah amplop yang diterima dengan bungkukan badan terimakasih oleh petugas pengantar minuman itu.
"Ingat satu hal, jangan pernah kembali kesini dan memperlihatkan dirimu disini. Atau kau akan habis ditanganku" ancam JongUp
"Baik, Tuan. Kamsahamida." Petugas Pengantar Minuman itu langsung pergi meninggalka tempat pertemuan mereka.
"Ini baru permulaan, Kibum Sajangnim. Aku akan membuat kedua anak kembar mu itu menderita." Ucap JongUp sambil menahan geraman.
"Ini adalah balasan, karena kau tidak mengizinkan Appaku menanamkan saham dan donasi di sekolah ini. Aku ingin lihat bagaimana ekpresi wajahmu ketika mendengar mereka berdua hampir celaka."
JongUp tersenyum sinis memandang ruang kesehatan dari luar gedung yang ada didepannya sekarang.
***SOONWOO TWINS***
Soonyoung dan Wonwoo sedang tertidur di ranjang Ruang kesehatan. Mereka belum sadarkan diri sejak tadi. Yoona baru saja mengobati keduanya
"Bagaimana keadaan mereka, Noona?" tanya Woozi sedikit khawatir.
"Mereka baik – baik saja. Bahu Soonyoung memang terluka tapi aku sudah mengobatinya. Sedangkan Wonwoo hanya mengalami memar dilengannya dan sedikit syok." Jelas Yoona
"Aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada Wonwoo jika Soonyoung tadi tidak melindunginya. Walapun Soonyoung berusaha menghindari kecelakaan tadi, tapi posisi mereka sedikit terlambat karena Kart dan kardus minuman itu sudah menimpa mereka." Jun menghembuskan nafasnya lega karena sahabat kembarnya itu tidak apa – apa, walaupun ada yang terluka.
"Petugas tadi sedikit mencurigakan" ucap Mingyu tiba – tiba
Ucapan Mingyu membuat semua orang mengerutkan keningnya bingung.
"Apa maksudmu?" tanya Seokmin
"Selama aku menjadi Siswa disini aku tidak pernah melihat petugas pengantar minuman datang pada saat jam istirahat. Setahuku mereka akan selalu datang setiap pulang sekolah atau ketika semua siswa sudah masuk kelas. Dan yang paling mencurigakan adalah kenapa Kantin hari ini sangat penuh. Setahu ku siswa siswi Pledis tidak selalu makan dikantin, bahkan mereka jarang ada yang makan dikantin karena kebanyakan dari mereka selalu membawa bekal dari rumah masing – masing atau pesan dari luar. Walapun mereka memang banyak yang makan dikantin tapi hari ini terlalu banyak yang ke kantin." Mingyu mengungkapkan rentetan kejadian yang mengganjal di pikirannya.
Jun dan Woozi pun sedikit terkejut dengan pemikiran Mingyu, mereka saling bertatapan satu sama lain. Karena mereka tahu alasan kenapa kantin sangat penuh tadi, saat mereka sedang mengantri makanan, mereka bertanya pada beberapa siswa – siswi Pledis yang sedang mengambil makanan.
"Sepertinya dugaan Mingyu memang benar." Ucap Woozi membuat semua orang memandang kearahnya
"Apa yang kau tahu hyung?" tanya Seokmin penasaran
"Kantin hari ini penuh karena Zelo sedang mentraktir semua teman – temannya. Dia sedang berulang tahun. Bahkan dia mentraktir satu angkatan dengannya." Jawab Jun
"Zelo?" ucap Seokmin dan Mingyu bersamaan
"Kalian mengenalnya?" tanya Woozi
"Tidak. Tapi aku tahu sedikit tentang dia." jawab Mingyu
"Dia satu angkatan denganku tapi beda jurusan, dia jurusan kelas dance, anak seorang pengusaha sukses yang mempunyai beberapa perusahan cabang musik. Dia bersekolah disini karena Hyungnya juga bersekolah disini." Jawab Seokmin menjelaskan.
"Hyung?" ucap Jun lirih
"Ne, Hyung. Dia satu angkatan dengan kalian. tapi aku tidak tahu hyung nya itu masuk jurusan apa. Yang aku tahu namanya JongUp."
"Tunggu dulu, Zelo satu angkatan dengan kalian tapi kenapa kalian tidak tahu jika semua yang satu angkatan dengannya sedang ditraktir makan, termasuk kalian kan?" tanya Woozi heran
"Kami tidak tahu jika ada acara seperti itu, karena setelah kami perpisah dengan Jun hyung tadi pagi, kami tidak masuk ke kelas. Tapi kami ditaman belakang." Jawab Mingyu
"Kalian membolos?" pekik Jun tidak percaya
Mingyu dan Seokmin mengangguk
"Kenapa kalian membolos? " tanya Woozi sambil mengerutkan keningnya bingung.
"Kami hanya menenangkan diri, hyung. Kami tidak akan bisa menerima pelajaran jika kami tidak tenang." Jawab Mingyu sambil menatap Wonwoo
"Sudah kuduga, kalian pasti ada masalah." Tebak Jun tepat
Seokmin dan Mingyu hanya diam saja, tidak ada niatan untuk menjawab pernyataan Jun. Mereka masing – masing memandang Soonyoung dan Wonwoo. Mingyu duduk disamping ranjang Wonwoo, sedangkan Seokmin duduk diranjang Soonyoung. mereka masing – masing menatap saudara kembar itu dengan pandang sendu.
"Aku mencintaimu" batin Seokmin dan Mingyu secara bersamaan
Masing – masing menatap orang yang mereka cintai, sedangkan Jun dan Woozi hanya bisa diam melihat Mingyu dan Seokmin meratapi nasib cinta mereka.
SREEEEKK
Pintu ruang kesehatan terbuka dengan sangat keras, memperlihatkan Donghae yang sedang terengah – engah mengatur nafasnya
Melihat Donghae setengah berlari menghampiri kedua anak kembarnya, Mingyu dan Seokmin langsung berdiri dari duduknya dan membiarkan Donghae melihat keadaan anak kembar mereka.
"Wonwoo, Soonyoung" panggil Donghae khawatir
"Bagaimana ini bisa terjadi?" tanya Donghae sambil menggenggam masing – masing tangan Wonwoo dan Soonyoung.
"Kami tidak tahu Eomma. Kejadiannya sangat cepat. Kami berpisah karena kami memesan makan dan minuman. Tiba – tiba terdengar suara yang keras dan ketika kami menghampiri mereka berdua, mereka sudah tidak sadarkan diri." Jelas Jun
"Bagaimana keadaan mereka Yoona?" tanya Donghae dengan suara serak menahan tangis
"Soonyoung terluka dibahu kanannya, sedangkan Wonwoo hanya memar saja dan syok. Tapi mereka baik – baik saja. Aku sudah memberikan penanganan yang terbaik untuk mereka, Oppa tidak perlu khawatir." Jelas Yoona mencoba menenangkan Donghae yang sudah ingin menangis.
Donghae bernafas lega, tidak terjadi apapun dengan anak kembarnya. Ketika dikabari jika Wonwoo dan Soonyoung mengalami kecelakaan disekolah, membuatnya langsung meninggalkan pekerjaannya dan langsung menuju ke sekolah.
SREEEEEKKKK
Pintu ruang kesehatan kembali terbuka dengan keras, kali ini memperlihatkan Kibum.
"Kibum" ucap Donghae lirih
Kibum langsung menghampiri Donghae dan langsung memeluknya, menenangkannya.
"Tenang Hae, mereka tidak apa – apa. Mereka baik – baik saja. Yoona tadi sudah memberitahuku melalui telpon jika mereka baik – baik saja. Kau tidak perlu khawatir." Kibum mengelus punggung Donghae yang bergetar
Semua orang tahu jika Donghae lah yang paling terpukul mendengar kedua anaknya mengalami kecelakaan di sekolah. Donghae sudah cukup takut mengenai keadaan Soonyoung tempo hari, mendengar hasil cek Up yang dilakukan oleh Soonyoung, dan sekarang kedua anaknya sedang mengalami musibah.
"Aku takut kehilangan mereka, Kibumie. Sangat takut" isak Donghae, Kibum semakin mengeratkan pelukannya.
"Mereka baik – baik saja. Kau harus percaya mereka adalah anak – anak yang kuat. Karena mereka mempunyai Eomma yang kuat seperti mu. Mereka adalah anak kita" Kibum berusaha menenangkan Donghae.
"Eomma" panggil Soonyoung lirih
Mendengar suara panggilan itu membuat semua orang terkejut menatap Soonyoung, dan merasa lega secara bersamaan
"Soonyoung-ah"
Donghae langsung menghampiri Soonyoung dan memeriksa keadaan Soonyoung. Donghae menatap sedih melihat perban dibahu kanan Soonyoung.
"Eomma" panggil Soonyoung lagi, karena Donghae langsung menatap lukanya ketika ada dihadapannya
"Hm" jawab Donghae lembut
"Aku baik – baik saja, Eomma tidak perlu khawatir" ucap Soonyoung menatap Donghae
"Eomma tahu, karena kau adalah anak yang kuat" Donghae tersenyum sambil membelai wajah Soonyoung
"Wonwoo" Soonyoung berusaha untuk duduk sambil memegangi bahunya yang sakit. Donghae berusaha membantu Soonyoung untuk duduk
"Wonwoo" ucap Soonyoung yang sedikit khawatir melihat Wonwoo terbaring diranjang sebelah
"Wonwoo baik – baik saja, dia hanya memar saja dan syok." Ucap Yoona
Soonyoung bernafas lega mendengarnya. Soonyoung mengedarkan pandangannya. Diruang kesehatan dia melihat Appa-nya, Yoona, Jun, Woozi, Mingyu dan Seokmin. Ketika melihat Seokmin, Soonyoung mengalihkan pandangannya kearah Wonwoo. Tidak ingin melihat tatapan terluka Seokmin. Seokmin yang menyadari jika Soonyoung menghindari kontak mata dengannya, dia hanya bisa menatapnya sendu.
Kibum menyadari hal itu, menyadari jika Soonyoung tengah menghidar dari Seokmin terlihat dari gerak – gerik Soonyoung.
"Sepertinya ada yang sedang terlibat cinta yang rumit" batin Kibum
Soonyoung berusaha berdiri, beranjak dari ranjangnya
"Kau mau kemana, Soonyoung-ah?" tanya Donghae khawatir
"Aku mau memeluk Wonwoo, Eomma. Aku ingin memeluknya" jawab Soonyoung sambil tersenyum, Donghae membantu Soonyoung untuk turun dari ranjang dan menghampiri ranjang Wonwoo.
Perlahan Soonyoung menaiki ranjang Wonwoo dan berbaring disampingnya sambil memeluknya dengan perlahan. Karena bahu kanannya sedang terluka maka Soonyoung perlahan – lahan mengangkatnya untuk memeluk Wonwoo.
"Selama aku masih hidup, aku akan melindungimu. Bagaimanapun caranya" Ucap Soonyoung lirih, Soonyoung mencium pipi Wonwoo dan langsung memejamkan matanya.
Ucapan Soonyoung yang lirih mampu didengar semua orang. Walaupun lirih tapi keadaan ruang kesehatan sangat sunyi tidak ada bunyi atau suara apapun yang menghiasi ruangan tersebut, sehingga ucapan Soonyoung masih bisa didengar.
Hal itu membuat Jun mengalihkan pandangannya, Jun berusaha menahan perasaannya agar tidak menangis, sedangkan Kibum dan Donghae hanya bisa tersenyum miris mendengarnya. Mereka tidak menyangka jika Soonyoung sangat menyayangi Wonwoo. Woozi merasakan ada sesuatu yang aneh ketika melihat Jun, Kibum dan Donghae melihat ekspresi ketika mendengar ucapan Soonyoung.
"Ada apa sebenarnya? Aku merasa ada sesuatu yang aneh disini" batin Woozi
Mingyu dan Seokmin pun merasakan hal yang sama, tapi mereka hanya diam saja. Karena mereka tahu, jika mereka bukan siapa – siapa.
***SOONWOO TWINS***
Ketika memasuki kediaman keluarga Jeon, Wonwoo masih terisak pelan.
"Sudahlah, Wonie. Aku baik – baik saja. Kau tidak perlu khawatir" ujar Soonyoung sedikit kesal
Inilah yang tidak Soonyoung inginkan ketika Wonwoo bangun dari pingsannya tadi, Wonwoo menangis melihat Soonyoung tertidur dengan perban dibahu kanannya. Wonwoo tidak berhenti menangis walaupun Kibum dan Yoona mengatakan jika Soonyoung baik – baik saja. Bahkan diperjalanan tadi menuju kerumah, Wonwoo tidak ingin berpisah dengan Soonyoung. bahkan Eommanya tidak diizinkan untuk duduk berdua dengan Soonyoung, Egois, Eoh. Tapi Donghae hanya menanggapi dengan senyuman jahilnya.
Wonwoo terus bertanya apakah kau baik – baik saja, apakah sakit, apakah masih nyeri, apakah bla bla bla. Soonyoung yang menjawabnya dengan nada malas. Karena Wonwoo sangat cerewet dan merepotkan jika sudah mode seperti ini.
"Kau benar baik – baik saja?" tanya Wonwoo lagi
"Astaga, Wonie. Aku baik – baik saja" jawab Soonyoung sedikit kesal
"Aku kan hanya khawatir saja." Ucap Wonwoo cemberut
"Tapi kau sudah bertanya puluhan kali tadi." Jawab Soonyoung sambil memutar bola matanya malas.
Kibum dan Donghae hanya terkikik geli melihat interaksi kedua anak kembarnya ini.
"Teruslah seperti ini Soonyoung. Wonwoo sangat membutuhkanmu" batin Kibum sambil tersenyum lembut.
"Eomma, Appa besok Wonwoo akan ke changwon." Ujar Soonyoung mengalihkan pembicaraan, agar Wonwoo tidak bertanya lagi mengenai keadaannya.
Kibum dan Donghae hanya mengerutkan keningnya bingung
"Ke changwon? Untuk Apa Wonwoo kesana?" tanya Donghae setelah mereka ada diruang keluarga dan duduk sofa sedangkan Soonyoung dan Wonwoo duduk dilantai sambil menyandarkan punggungnya mereka masing – masing. Saling memunggungi.
"Aku hanya ingin pergi kesana, Eomma." Jawab Wonwoo seadanya
Kibum dan Donghae menatap penuh selidik, tidak biasanya Wonwoo ingin pergi jauh. Biasanya jika hari libur Wonwoo sangat suka dirumah.
"Pergi dengan siapa?" tanya Kibum
"Dengan Soonyoung"
"Aku tidak bisa pergi denganmu Wonie. Kau tidak dengar apa yang dikatakan oleh Yoona Noona, aku harus istirahat." Jawab Soonyoung sambil memejamkan matanya, menikmati punggung hangat Wonwoo
"Lalu aku pergi dengan siapa?" tanya Wonwoo sambil menyingkirkan dirinya yang dijadikan sandaran untuk Soonyoung, membuat Soonyoung terjengkang kebelakang karena terkejut.
"Aku akan meminta Jun untuk menemanimu" ucap Soonyoung sambil menahan nyeri dilengan kirinya karena terkejut barusan.
"Aku ingin kau yang menemaniku." Ucap Wonwoo sedikit keras
"Aigo, Wonie. Kau tidak lihat bagaimana keadaanku." Soonyoung mencoba untuk memberikan pengertikan pada Wonwoo
"Kalau begitu aku tidak akan pergi besok ke chanwon?"
"Kau tidak bisa begitu, bagaimana nanti jika Minggoo ada disana? Sedang menunggumu. Kau tidak kasihan padanya?"
"Minggoo?" ucap Kibum dan Donghae bersamaan, mereka sangat asing mendengar nama itu.
Soonyoung dengan spontan menutup mulutnya karena keceplosan. Sedangkan Wonwoo hanya mendelik kearah Soonyoung
"Nugu?" tanya Donghae sambil ikut duduk dilantai bersama dengan kedua anaknya
"Minggoo?" ucap Kibum dengan nada jail, Kibum juga ikut duduk mendekati kedua anaknya sama seperti Donghae
"Hmmmm" ucap Donghae dan Kibum bersama dengan memasang wajah ingin tahu dan jahil
"Eomma, Appa." Wonwoo menutup wajahnya karena malu membuat Kibum, Donghae dan Soonyoung terkekeh pelan.
"Coba ceritakan, siapa itu Minggoo?" tanya Donghae lagi
"Minggoo adalah..." Wonwoo mulai bercerita panjang lebar
Bagaimana permulaannya bertemu dengan Minggoo, janjinya, dan juga tentang perasaannya
*SKIP TIME*
"Jadi Uri Wonie, mencintai Mingyu?" tanya Donghae memastikan
"Aku tidak tahu Eomma. Aku masih bingung. Jika belum bertemu dengan Minggoo, aku belum bisa memastikan perasaanku padanya."UcapWonwoosambil menunduk
"Mingyu itu anak yang juga menyelamatkan kalian berdua waktu itu kan?" tanya Kibum memastikan
"Ne, Appa." Jawab Soonyoung sambil menggangguk dengan wajah jail, membuat Wonwoo ingin sekali mencubit pipi chuby Soonyoung.
"Dia anak baik. Mungkin dia juga mencintaimu Wonie. Buktinya dia ikut menyelamatkanmu waktu itu."
"Bukan mungkin Appa. Tapi Mingyu memang mencintai Wonie. Dia sudah menyatakan cinta pada Wonie" ucap Soonyoung sambil melirik Wonwoo yang menunduk malu
"Benarkah?" pekik Kibum dan Donghae terkejut
"Tapi aku sedikit kecewa padanya." Jawab Wonwoo
"Kecewa? Kenapa kecewa?" tanya Donghae penasaran
"Dia mempertanyakan hubunganku dengan Soonyoung. Jika dia ingin tahu, seharusnya dia bertanya secara langsung pada ku atau Soonyoung. tapi dia tidak bertanya, malah dia berfikir yang macam – macam. Sampai dia merusak fotoku dan Soonyoung. secara tidak langsung dia tidak mempercayaiku kan. Jika dia mempercayaiku maka dia akan percaya apa yang aku katakan. Bukan dari pemikirannya sendiri." Ucap Wonwoo sedih
Kibum dan Donghae tersenyum makhlum, dengan gemas Donghae mencium pipi Wonwoo
"Aigo. Ternyata uri Wonwoo sudah besar"
"Jadi Mingyu salah paham pada kalian?" tanya Kibum sambil tersenyum, yang dijawab oleh anggukan kepala oleh Wonwoo
Kibum mengelus rambut hitam Wonwoo
"Kau juga tidak bisa menyalahkan Mingyu sepenuhnya, bagaimanapun kadang kedekatan kalian memang dipertanyakan oleh orang yang tidak mengenal kalian dengan baik. Kalian sangat dekat sampai membuat semua orang cemburu. Kalian saling menyayangi. Itu yang Appa dan Eomma lihat. Tapi tidak dengan orang lain"
Kibum mencoba untuk menasehati Wonwoo
"Mingyu itu bukan Jun atau Woozi yang akan mengerti dengan kedekatan kalian dan kebersamaan kalian. tapi Mingyu adalah orang lain yang akan bisa salah paham kapan saja ketika melihat kedekatan anak kembar Appa ini."
"Mingyu itu bukan Jun atau Woozi yang akan biasa saja melihat kedekatan kalian. Mingyu hanya orang luar yang tidak tahu apa – apa mengenai kalian." ucap Kibum sambil mencubit pipi Wonwoo gemas
"Tapi seharusnya dia bertanya langsung padaku atau Soonyoung kan. Tapi dia tidak melakukannya." Wonwoo mencoba mengeluarkan uneg – unegnya, Kibum hanya menanggapi dengan senyuman
"Jangan menyamakan Mingyu dengan kedua sahabat kalian itu. Jun dan Woozi adalah sahabat kalian sejak kecil. Jadi jika ada sesuatu yang aneh mereka bisa bertanya dengan terang - terangan tanpa takut kau atau Soonyoung sakit hati. Karena kau maupun Soonyoung sudah tahu sifat Jun dan Woozi. Sedangkan Mingyu? Siapa dia? dia bukan siapa – siapa untukmu. Dia hanya hoobae disekolah yang tanpa sadar jatuh cinta padamu. Jika dia dengan tiba – tiba bertanya apa hubunganmu dengan Soonyoung, tentu saja kau akan marah dan tersinggung. Dan itu membuatnya tidak bisa menunjukkan cintanya padamu, uri Wonie"
Kibum tersenyum saat menjelaskan panjang lebar mengenai apa yang dia pahami dari cerita Wonwoo tadi.
"Kau mengerti apa yang Appa katakan?" tanya Kibum memastikan
Wonwoo menganggukkan kepalanya
"Jadi jangan menyalahkan Mingyu atas kesalah pahamannya terhadap hubungan kalian."
"Ne, Appa." Jawab Wonwoo tegas. Kibum tersenyum lalu mencium kening Wonwoo
"Jadi besok aku boleh ke Changwon?" tanya Wonwoo
"Tentu, asalkan kau tidak pergi sendiri." Jawab Kibum
"Terimakasih Appa. Aku menyanyangimu." Ucap Wonwoo sambil memeluk Kibum
"Eh, Wonie tidak sayang Eomma?" tanya Donghae sedih, hal itu membuat gelak tawa dibibir Kibum dan Wonwoo. Dan kekehan pada Soonyoung.
Kibum merentangkan tangannya membuat Donghae dan Soonyoung memeluknya dan Wonwoo.
***SOONWOO TWINS***
"Kau duduk sini, aku akan membeli minuman dan makanan untuk kita sarapan" ucap Jun ketika mereka sudah sampai ditaman. Lebih tepatnya di Changwon. Mereka sudah sampai 10 menit yang lalu dengan menggunakan mobil.
Wonwoo hanya menggangukkan kepalanya menjawab ucapan Jun, dia duduk ditaman. Tempat terakhir kalinya dia bertemu dengan Minggoo. Wonwoo menatap disekelilingnya, masih sepi karena memang masih pagi. Wonwoo membenahi Baenie yang sedang dia kenakan karena udara masih dingin. Udara disekitar taman masih sangat sejuk, membuat Wonwoo menikmatinya.
Wonwoo memperhatikan tas yang dia bawa. Tas yang ada gantungan kunci Eddy pemberian Mingyu. Dia menatapnya dengan sendu.
"Aku ingin memastikannya hari ini. Jika memang Minggoo tidak datang, aku akan melepaskannya dan memulai semuanya dari awal."
Wonwoo mengelus dengan pelan boneka itu dan menciumnya. Lalu Wonwoo memperhatikan gelang yang sekarang sedang dia pakai. Gelang pemberian Minggoo.
"Apa kau akan datang hari ini? Hari ini ulang tahunmu kan." Ucap Wonwoo sambil mengelus gelang itu dengan pelan.
Wonwoo memejamkan matanya sambil mengingat kembali masa kecilnya dengan Mingoo
"Nanti Minggoo pasti akan lebih tinggi dari hyung. Dan bisa memeluk Beanie Hyung."
Wonwoo memeluk Minggoo dengan sangat senang dan gemas, bahkan memutar – mutar tubuh mungil itu dengan gembira. Membuat tawa riang di bibir Minggoo.
"Hyung, Minggoo pucing." Keluh Minggoo, dengan pelan Wonwoo menghentikannya tapi masih memeluk Minggoo dengan gemas
"Kalau nanti Hyung kecini saat ulangtahun Minggoo, hyung tinggal memejamkan mata saja dan panggil Minggoo. Cling! Pasti Minggoo langsung ada dihadapan hyung." Ucap Minggoo dengan antusias.
Hal itu membuat Wonwoo tertawa.
"Semacam superhero?"
"Hm.. semacam supelhilo"
"Baiklah nanti Hyung akan duduk sini, memejamkan mata Hyung dan memanggil Minggoo."
"Ne, Minggoo pasti datang sepelti supelhilo" teriak Mingoo dengan senang
Wonwoo hanya tertawa menanggapinya, Wonwoo kembali memutar – mutar tubuh mungil yang ada didalam pelukannya
Wonwoo tersenyum mengingat itu, bagaimana lucunya Minggoo saat itu yang membuat Wonwoo sangat gemas ingin membawa Minggoo pulang.
Wonwoo masih memejamkan matanya, menikmati udara sejuk yang mengalir masuk kedalam paru – parunya
Wonwoo mengingat perkataan Minggoo
"Kalau nanti Hyung kecini saat ulangtahun Minggoo, hyung tinggal memejamkan mata saja dan panggil Minggoo. Cling! Pasti Minggoo langsung ada dihadapan hyung."
"Apa salahnya dicoba. Aku akan mencobanya." Batin Wonwoo iseng
"Minggoo" ucap Wonwoo lirih, dengan perlahan Wonwoo membuka matanya.
Dihadapannya ada seseorang, tapi Wonwoo belum bisa melihatnya dengan jelas karena pandangannya masih membiasakan dengan cahaya sekitar.
Saat pandangannya sudah jelas, Wonwoo membelalakkan matanya terkejut begitu pula dengan seseorang yang ada dihadapannya sekarang.
"Mingyu"
"Wonwoo hyung"
TBC
HEHEHEHEHEHHE
TANGGAL 17 JULI 2017
SAENGIL CHUKHA HAMNIDA JEON WONWOO
17 Juli 1996 – 17 Juli 2017
Aku Update untuk merayakan hari ultang tahun Wonwoo
Semoga diumur yang bertambah kamu tambah segala – galanya. Asalkan ndak nambah usil sama Soonyoung. wkwkkwkwkwkkw.
Aku terkejut kemarin pas lihat video Wonwoo main piano di konser dan pakai topeng. Keren bnget. Sumpah keren banget aktingnya bagus banget. Siapa yang MUPENG sama konsernya seventeen di Korsel? Klu Mupeng sama aku juga Mupeng dari mereka konser hari pertama. Tapi mereka keren bnget koq. Sangat amat keren.
Koq malah curhat ya... pokoknya buat Jeon Wonwoo. Saengil Chukha Hamnida. 생일축하합니다. Saengil Chukhahaeyo Wonwoo. 생일 축하해요. Happy Birthday.
Masih penasarankah?
Chapter ini kepanjangan ya? Kayaknya iya ya... wkwkkwkwkw. Mianhae jika kepanjangan.
Bagaimana chapter 10 ini? Memuaskan kah?
Bagaimana Brothershipnya?
Moment Meanienya?
Seoksoonnya?
Author kembali lagiiiiii...#lambai2tangan#
Pemberitahuan : Untuk Updatenya mungkin sekitar 2 atau 3 Minggu sekali ya...tapi aku usahakan tidak sampai 1 bulan koq. Jika aku berubah pikiran bisa juga 1 Minggu dah Update tapi itupun tergantung Sikonnya dan review yang masuk. hehehehehe.
Salsha6104 : Sama - sama. Aku selalu menunggu review dari para reader q yang setia. Hehehehhe. Aku juga ndak akan menyesal nulis FF ini jika readernya semuanya selalu kasih masukan dan review seperti kamu. Heheheheh...Makasih ya.. dah review chapter sebelumnya . ditunggu reviewnya dichapter ini.
JaeminNanana : Benarkah Jinsub adalah biasmu. Waaahhh kebetulan sekali ya... hehehheh q ndak nyangka tanpa sengaja sudah memasukkan biasmu sebagai tokoh jahat disini. Maaf ya... hehehhe. Nasehatin aja si kembar biar ndak mematahkan hati orang, hehehhe Makasih ya.. dah review chapter sebelumnya . ditunggu reviewnya dichapter ini.
meaniemeanie : Yaaahh... jangan nangis dong. Cup cup cup. Bagian mana yang bikin nangis. #KEPO# wkwkwkwk Makasih ya.. dah review chapter sebelumnya . ditunggu reviewnya dichapter ini.
loeloe07 : Bagian mana yang bikin baper? Aku masih mempertimbangkan endingnya. Soalnya aku buatnya blm sampai END. Jdi masih bingung mau gimana ENDingnya. Doakan aja ya yng terbaik buat FF ini. Makasih ya.. dah review chapter sebelumnya . ditunggu reviewnya dichapter ini.
Park RinHyun-Uchiha : Yahhh.. kenapa pengen cepet – cepet End? Why? Sedikit mengecewakankah? Makasih ya.. dah review chapter sebelumnya . ditunggu reviewnya dichapter ini.
bananona : Sabar ... sabar... sabar... kasihan Wonu nanti kalau dijauhi sama Mingyu. Heheheheheh. Capsloknya jebol ya... wkwkkwkwkwkwk. Makasih ya.. dah review chapter sebelumnya . ditunggu reviewnya dichapter ini.
reminie : ndak ah... ndak banyak drama koq. Aku mencoba mengurangi dramanya. Part yang lebh cetar membahana ada di chapter – chapter selanjutnya hehehehhehehe. Makasih ya.. dah review chapter sebelumnya . ditunggu reviewnya dichapter ini.
Nakamichan : ndak apa2 koq dirapel. Hai Reader baru selamat datang di SOONWOO FF. Aku seneng ada reader baru. Aku harap selalu menjadi reader setia ku ya... hehehehhe#ngarep bnget# makasih dah suka sama FF pertama ku. Aku mengambil karakter wonu dari kehidupan nyata. Nyatanya kan dia ndak Tsundere. Hanya muka nya aja yang minim ekspresi wkwkkwkw, jadi jatuhnya dingin. Padahal kan aslinya enggak. Hehehehhe soalnya aku beberapa kali lihat video Wonwoo pas Predebut tuh manja – manja gimana gitu. Masalah Typo aku menyadari koq dan makasih ya sudah mengingatkan. Entah kenapa pas lihat ulang tuh Typony hilang #menurutku sih# tapi pas di publikasikan eh.. ternyata masih ada Typonya. Jadi maaf ya... saya hanya manusia biasa. Tempatnya salah. Wkwkkwkwkw. Sekali lagi Selamat datang. Makasih ya.. dah review chapter sebelumnya . ditunggu reviewnya dichapter ini.
Han265 : Aku terharu membaca review mu yang akan setia nungguin update FF ini. makasih ya itu membuatku semangat buat nulis FF ini. kelihatannya mendekati ending? Bagian mananya yg kelihatan mendekati ending? Makasih ya.. dah review chapter sebelumnya . ditunggu reviewnya dichapter ini.
Tara : Iya emang dibikin baper. Jadiannya? Sabar ya... sabar...nanti juga mereka jadian. Pokoknya ditungguin aja deh Makasih ya.. dah review chapter sebelumnya . ditunggu reviewnya dichapter ini.
Alwayztora : hahahhhahahha mianhae kalau bikin greget. Aku sendiri yang nulis juga greget koq. Koq bisa gitu ya... wkwkkwkwk. Pokoknya sabar aja deh... nanti juga mereka jadian. Makasih ya.. dah review chapter sebelumnya . ditunggu reviewnya dichapter ini.
Keilee's World : ndak pa2 koq. Yang penting dah direview. Dari adegannya emang ada yang terinspirasi dari Komik Detektif Conan jilid 60. Makasih ya.. dah review chapter sebelumnya . ditunggu reviewnya dichapter ini.
Guest : ndak pa2 koq, asalkan direview dan dibaca FF q. Hehehhhe. Makasih buat semangatnya. Semangatnya memberikan ku energi baru. Makasih ya... ini Wonwoo dah tersakiti. Wkwkkwkw. Gimana? Masih kurang kah? Q ndak tega nyakitin Wonwoo terlalu dalam. Wkwkkwkwkwkw. Makasih ya.. dah review chapter sebelumnya . ditunggu reviewnya dichapter ini.
hasniyah nia : Makasih dah bilang FF pertama q best. Walaupun baru review. Tapi ndak masalah koq. Asalkan mau baca FF q. Selamat datang di SOONWOO FF, semoga kamu mau menjadi reader setia q. Makasih ya.. dah review chapter sebelumnya . ditunggu reviewnya dichapter ini.
skybluephoenix : Ndak pa2 asalkan mau baca dan review aku dah seneng bangt koq. Selamat datang di SOONWOO FF, semoga kamu mau menjadi reader setia q. Wow suka sama SEOKSOON juga. Sama aku juga, makanya ku buat FF pertamaku ada mereka, selain Meanie aku juga suka OTP ini. untuk Endingnya aku ndak tahu harus bikin yg bagaimana soalnya masih galau antara Happy ending sama Sad Ending. Makasih ya.. dah review chapter sebelumnya . ditunggu reviewnya dichapter ini.
Woming : Koq baru review di chapter ini? kenapa? Tapi makasih banget ya dah di review. Semoga saja aku bisa membuat ending yang sesuai dengan para reader sekalian. Makasih ya.. dah review chapter sebelumnya . ditunggu reviewnya dichapter ini.
oreki29 : sama aku juga greget. Heheheheheh. Aku juga heran koq bisa bikin greget ya... Makasih ya.. dah review chapter sebelumnya . ditunggu reviewnya dichapter ini.
Untuk para reader yang sudah review chapter 9, makasih banget yaaaaa...responnya, suka ketawa sendiri waktu baca komentar para reader yang lucu-lucu#plak#ditabok reader#.
Di chapter 10 ini aku berusaha untuk memperbaikinya. Kalau masih ada Typo/GJ tolong dimaklumi karena author hanya manusia biasa. hehehehehe
Dan mohon para pembaca tercinta tolong tinggalkan review nya ya untuk chapter 10 ini, untuk perbaikan di next chapter.
Sekali lagi terimakasih buat reader yang sudah mau review. Makasih banyak. Gomawo. Kamsahamida. Arigato. Thank You.
Terimakasih yang sudah baca cerita saya dan meluangkan waktunya untuk membaca! #Tebar kiss bye#
PPYONG!
