Standar Disclaimer Applied

.

.

Cinta itu © Tsurugi De Lelouch

.

.

Sasuke Uchiha & Sakura Haruno

(Sasuke POV again)

.

.

Enjoying reading and review my fic


.

.

.

Cinta itu

Entah sejak jam berapa aku tertidur di sofa, mungkin saja diriku mengalami kelelahan cukup luar biasa dengan kesibukan pekerjaanku sebagai direktur termuda di Asia yang sekarang harus menghadiri acara penghargaan bagi pengusaha termuda terbaik tahun ini juga sekaligus sebagai seorang suami dan ayah harus mengikutsertakan mereka—istri dan anakku ke sini lebih tepatnya Negara Belanda.

Betapa menyebalkannya hari ini. Bukan, dari hari kemarin sebelum keberangkatan ke sini. aku harus berkejar-kejaran dengan waktu take off pesawat karena istriku yang harus kuakui cerewet mengenai bawaan kami ke sini dari aku … dia … dan anak pertamaku—Deiichi. Salah inilah … salah itulah … ketinggalan inilah … ketinggalan itulah terutama perlengkapan anak kami yang dinomorsatukannya sampai lupa dengan perlengkapan kami.

Dan tadi pagi aku yang terfokus berbicara dengan rekan bisnisku lewat telepon harus diinterupsi karena dia menyuruhku untuk mengurusi Deiichi apalagi dirinya langsung ke kamar mandi. Geez… mau tak mau aku menutup komunikasi dengan rekanku itu dan menggendong buah hati pertama kami dengan penuh kasih sayang.

Diriku melirik arah jarum jam dan—kuso! Sekarang sudah menunjukkan jam enam sore dan acara itu dimulai jam 8 malam padahal perjalanan menuju gedung itu memakan waktu sekitar 40 menit. Aku langsung beranjak dari sofa lalu bersiap-siap dan sambil memakai pakaian, diriku hampir lupa dengan mereka. Diriku langsung membangunkan dia untuk bersiap-siap, kali ini sama seperti hari disaat acara tahun baru. Dia sangat lama berdandan dan mengharuskanku menunggu lagi sambil mengasuh Deiichi.

"Kau sudah selesai belum, Sakura?" tanyaku.

Tanpa menjawab, dia mengenakan gaun panjang warna hijau mudah mencapai ujung mata kaki dan dilapisi jubah tebal dan panjang warna putih untuk menutupi bahunya juga make up natural persis dengan keiinginanku. Lalu aku mengisyaratkannya untuk keluar dari kamar hotel tentu diriku menyerahkan Deiichi ke gendongannya.

Dengan mobil yang disewakan dari rekan bisnisku, aku menyetir sendiri menuju ke tempat diadakan acara itu. Oke, kesabaranku menghadapi istriku hampir mencapai ujung batas karena setiap kali mobil ini berhenti di lampu merah, dia selalu mengoceh dan meminta sesuatu yang membuatku pusing kepala. Beruntung kami telah sampai ke tempat dengan memakan waktu 50 menit—hal diluar dugaanku.

Kami disambut dengan ramah disini dan sebagian rekanku menyukai akan Deiichi karena pipi chubby-nya mengundang mereka untuk menyentuhnya tapi sebagian juga melirik sesekali dia apalagi ada yang menggodanya hingga membuatnya agak tersipu dan itu membuatku melempar deathglare pada yang berani macam-macam dengan kami.

"Baiklah penghargaan selanjutnya adalah direktur terbaik untuk tahun ini jatuh kepada … direktur termuda kita yaitu Sasuke Uchiha."

Aku terlampau fokus dan meninggalkan mereka berdua kemudian menuju podium untuk menerima penghargaan dari pihak acara tapi ketika aku berbicara di atas podium … mereka berdua terlepas dari pengawasanku sehingga kehadiran mereka berdua lenyap dari pandangaku. Akupun mengucapkan kalimat singkat lalu mencari keberadaan mereka.

Bagaikan hilang dalam kegelapan, aku panik kesana kemari mencari dia dan Deiichi. Hasilnya nihil aku tidak menemukan sampai siluet empat orang membuatku berlari kesana yang mendapati Deiichi yang digendong oleh musuh bisnisku—Hidate yang mengancam istriku untuk menjadi miliknya dengan temannya mulai nakal menyentuh dagu istriku dan tanpa babibu aku dengan langkah cepat menghajar teman dari Hidate yang berani memegang istriku dan yang sekarang kuhadapi adalah musuh bisnis juga yang hampir merebut nya.

"Apa maumu, Hidate? Kembalikan anakku sekarang?!" desisku menatap tajam Hidate.

Bukan merasa terancam, Hidate malah mendekatkan ujung pisau di wajah Deiichi dengan senyum sinisnya. "Kalau mau anakmu selamat, serahkan Sakura untukku. Pilih salah satu saja, Sasuke!"

Iris mataku membulat sesaat lalu diriku kaget mendengar tangisan Deiichi dan apa yang kulihat tampak Hidate panik, ini kesempatanku mengambil Deiichi saat Hidate lengah lalu aku menendang tubuh Hidate hingga tersungkur ke belakang. Kemudian diriku mendekati istriku yang terisak pelan dengan menenangkan Deiichi yang berada di gendonganku, aku mengusap bahunya dengan lembut hingga tangisannya mereda.

"Ma-maafkan aku … Sasuke-kun…" ucapnya parau.

"Maaf untuk apa Sakura?" tanyaku.

"Kalau saja aku tidak menerima ajakan Hidate, pasti kau tidak panik begini… maaf telah membuatmu kesal denganku dua hari ini," lirihnya.

Aku menampilkan senyumanku, "maafkan aku juga, Sakura. Coba aku tetap mengenggam tanganmu pasti tidak terjadi begini."

Tangisan Deiichi mereda membuatku menarik sudut bibirku membentuk senyuman dan kuserahkan Deiichi ke gendongannya kemudian aku mengecup dahinya lalu kami saling bertatapan.

"Kau tahu Sakura. Dua hari berturut-turut kau membuatku emosiku hampir meledak dengan sikap menyebalkanmu itu tapi aku tidak memarahi atau membentakmu sekalipun walau menyebalkan dan merepotkan, itulah yang membuatku semakin mencintai dengan melindungi kau dan Deiichi."

"Terima kasih Sasuke-kun. Oh ya, tadi sempat aku mendengar kalau kau—"

Diriku segera memotong ucapannya. "Aku memenangkan penghargaan sebagai direktur terbaik tahun ini dan pialanya aku titipkan ke Sai tadi."

Dirinya sambil memandang Deiichi, "kau dengar itu Deiichi. Ayahmu hebat sekali menjadi direktur termuda juga mendapat penghargaan juga. Oke, Deiichi. Kau harus melebihi ayahmu!"

Akupun menuntun istriku darisana meninggalkan Hidate dan teman-temannya yang terkapar disana, biarlah aku tidak memperdulikannya lagi yang terpenting istri dan anakku selamat. Itu saja, membuatku bahagia.

.

.

Cinta itu memang menyebalkan dan merepotkan tapi itulah yang membuat setiap pasangan memiliki perasaan yang sama untuk membahagiakan satu sama lain.

.

.

.

.

.

*Owari*


Tsurugi Notes (Wulanz Aihara Uchiha)

Aku turut bersyukur karyaku ini sudah mencapai chapter ke sebelas dan sangat berterima kasih pada kalian yang menerima fict ini. Saya mempersembahkan untuk kalian semua, nanti silahkan baca juga "Short Ficlet SasuSaku" juga.

Sebernanya minggu depan masih UAS walau tinggal dua hari lagi, aku memakai waktu untuk menulis karyaku ini. Maafkan kalau ceritanya tidak memuaskan, baiklah untuk menebus kesalahan. Saya akan mengupdate fic-fc multichap yang sempat kutinggal seperti "When Love", "One Love Two Weddings", "When the light shinning sadness" dan dua multichap dari fandom dan pair lain. Silahkan memilih yang mana harus aku update^^

Thanks for reviewing, following and take favorite to my fanfict…

Thanks to Reviewers Chapter 1-10:

Ms Hatake,Shaylo Missa, Uchiha Michiko-chan 'Elf, cruderabelica, Trancy Anafeloz, Arisa saki, mari-chan.41, skyesphantom,Guest, kikihanni, Arisa saki, syalala-chan,Asakura Ayaka, hasnistareels, Deshe Lusi, Karasu Uchiha , Song HyoRa137, Ran Murasaki SS , yui rie rie, triascita, aphrodite2909 , LadyRuru , hasnistareels, Yamanaka Chika,hasnistareels, Shisylia-chan, Tsukiyomi Aori Hotori , FuRaHeart, Sami haruchi , SRZ, Just Ana, Sami haruchi 2, Jian Jiun, kyuhyun cho, Tun'z, Sami haruchi 2, scarlet uchiha, popcorncoklat, Farberawz, Sarah, fishyhae, nadja violin,prilly chan, sasusakulover, Rinka, Tsukiyomi Aori Hotori,
,

Palembang, 05 Januari 2013

16.39 p.m

Tsurugi De Lelouch