Cerita sebelumnya...
Luhan beranjak pulang ke rumahnya, setelah sebelumnya memastikan Kai sudah tidak terlihat lagi dari pandangannya. Jujur saja ada perasaan hangat sekaligus khawatir yang ia rasakan saat bertemu dengan Kai, tapi ia sendiri tidak mengerti itu apa. Sekarang ia mencoba untuk berpikir positif, setidaknya itu bisa membuatnya lebih tenang dan merasa nyaman. Jauh dari tempat Luhan sekarang, seseorang berjubah hitam melihat dengan tatapan licik. Senyuman yang lebih terlihat sebagai seringaian terukir jelas dibibirnya, seolah menandakan sebuah hal yang menarik baru didapatkan.
"Permainan akan segera dimulai, sang penguasa kendali"
Swoosh~
"Ugh! Apa itu tadi?" Luhan menengok ke sekeliling "Sebaiknya aku bergegas"
-o0o-
.
.
.
Cast : All EXO member
Rate : T
Disclaimers : This fic is mine, but the characters are themselves.
-o0 Shin Young Rin 0o-
Wu Family's House, 10.00 AM
Tik tok tik tok
"BOSAAAN!"
"Ya! Sehun-ah, tidak perlu teriak seperti itu" Baekhyun dan Chanyeol mengusap kedua telinga mereka yang pengang akibat teriakan dari Sehun
"Memangnya kau bosan kenapa Sehun-ah?" tanya Chen yang langsung menghentikan kegiatan membaca bukunya
"Bosan karena tidak ada yang bisa dilakukan, kenapa kita tidak berlatih kekuatan kita sih?" Sehun menggembungkan pipinya
"Kalau kau mau, kau bisa melakukannya. Tapi dengan skala yang kecil, karena di sini masih dekat dengan perumahan warga yang lainnya" ujar Xiumin yang tengah menikmati teh hangat miliknya
"Tidak jadi deh hyung, aku masih belum bisa melakukannya"
Tap tap tap
"Hyungdeul, Sehun-ah, sebaiknya kita sarapan dahulu" ajak D.O
"Ne!"
"Kris hyung dan Suho hyung kemana?" tanya Lay
"Mereka sedang berada di perpustakaan keluarga, tempatnya di sebelah sana" Xiumin menunjukkan arah yang dimaksud
"Gomawo hyung, aku akan ke sana untuk memberitahu mereka" Lay beranjak
Xiumin beranjak dari kursinya sembari menggiring kelima dongsaengnya menuju ke ruang makan, sedangkan Lay sendiri kini tengah berjalan menuju perpustakaan keluarga untuk memanggil Kris dan Suho. Namun belum sempat ia sampai di sana, ia sudah bertemu dengan dua orang yang ingin ia panggil. Tanpa banyak bicara lagi, mereka bertiga pun berjalan ke ruang makan dan berkumpul bersama yang lainnya.
Dining Room, 10.30 PM
Suasana sarapan terlihat cukup tenang, tidak banyak suara dan keributan yang terjadi. Hanya suara berisik yang berasal dari Baekhyun dan Chanyeol yang tengah sibuk berebut makanan diantara Sehun, sehingga membuat sang maknae menengahi kedua hyungnya tersebut. Xiumin, Kris, Suho, Chen, dan D.O tengah menikmati makanan mereka tanpa terganggu sama sekali, sedangkan Lay terlihat sedang melamun dengan pandangan lurus kosong. Tidak ada yang tahu apa yang sedang ia pikirkan, yang jelas ia tidak melakukan sebuah gerakan sama sekali.
"Hyung, gwenchana yo?" tanya D.O yang berada di sampingnya
"Oh? [tersenyum] gwenchana" Lay kembali melanjutkan acara makannya yang sempat tertunda
"Apa ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu, Lay?" Suho menatap Lay
"Ani hyung, hanya saja..." Lay menatap keluar "Hari ini akan menjadi hari yang cukup panjang dan melelahkan untuk kita"
"Apa maksudmu hyung?" Baekhyun menatap Lay tidak mengerti
"Apa akan ada pertarungan hyung?" celetuk Chanyeol
"Atau akan ada orang seperti kita yang bangkit hyung?" Sehun mengutarakan pikirannya
"Aku tidak tahu kepastiannya seperti apa, ada kemungkinan seperti yang kalian katakan" Lay mengepalkan kedua tangannya
"Lay, sebaiknya setelah ini kau istirahat di kamar. D.O dan Baekhyun akan menemanimu, jangan terlalu memikirkan hal yang berat" pinta Kris "Xiumin hyung dan yang lainnya ikut denganku, kita berjaga di ruang tengah"
"Ne.."
Semua segera menyelesaikan acara makan mereka, kemudian setelah itu beranjak sesuai dengan kesepakatan yang sudah disepakati. Lay berjalan ke kamar tamu didampingi D.O dan Baekhyun, sedangkan Kris bersama yang lain pergi ke ruang tengah. Mereka berenam berjaga-jaga mengantisipasi kejadian yang akan terjadi pada mereka nanti. Sementara itu cuaca di luar mulai berubah, langit berubah mendung disertai angin yang kencang. Membuat keenam namja tersebut, semakin bersiaga dan menajamkan semua indra mereka.
Outside Wu Family's house, 11.15 AM
Seseorang dengan tudung hitam yang menutupi semua tubuhnya, berdiri sembari menyeringai ke arah rumah dimana tempat Kris dan yang lainnya berada. Aura hitam pekat mulai menyeruak keluar dari tubuhnya, membuat semua kehidupan disekitarnya menjadi mati. Ia pun berjalan menuju ke arah rumah yang berada tidak jauh darinya, dan melancarkan beberapa bola api berwarna hitam pekat yang menimbulkan ledakan besar.
"Hahahahaha...keluarlah dan bermainlah denganku, EXO"
Shoot
Blar!
Duar!
Crinkle
"Bukankah bermain api itu berbahaya..." Xiumin membenarkan posisinya setelah membuat dinding es di depannya
"Sang penguasa es..."
"Pertahanan yang bagus, Xiumin hyung" ujar Chen
"Sang penguasa petir..."
"Padahal tadi aku mau menahannya dengan melancarkan seranganku saja" Chanyeol menghempaskan satu tangannya
"Sang penguasa api..."
"Itu malah akan memperparah suasana hyung" celetuk Sehun
"Sang penguasa angin..."
"Ya! Tetap bersiaga, kita tidak tahu apa yang diinginkannya" ujar Suho mengingatkan
"Sang penguasa air..."
"Siapa kau? Dan apa yang kau inginkan dari kami?" tanya Kris sambil menatap tajam
"Apa yang kuinginkan? Tentu saja kematian kalian, sang penguasa langit!"
Whoose
"Semuanya menghindar!"
Blar!
Kris merangkul Suho dan terbang ke atas, Xiumin meluncur dengan es di kedua kakinya sembari menarik Chen. Sedangkan Chanyeol tengah melayang di udara bersama Sehun yang membuat pusaran angin di tubuh mereka. Tanpa banyak berbicara lagi, kini keenam namja tersebut memulai pertarungan mereka dengan seseorang bertudung hitam yang mulai melancarkan serangannya kembali.
Inside Wu Family's House, 11.35 AM
Brak!
D.O membuka pintu menuju halaman belakang secara paksa, ia mendorong Baekhyun dan Lay untuk berlari terlebih dahulu dan ia mengikuti dari belakang. Sesekali pandangannya ia alihkan ke belakang untuk melihat apakah seorang bertudung hitam yang tiba-tiba muncul di dapan mereka masih mengejar. Beberapa menit lalu orang tersebut datang dan menyerang mereka saat berada di dalam kamar, membuat ketiga namja tersebut tidak punya pilihan lain selain lari menghindar karena tidak ingin membuat sebuah kerusakan. Setelah cukup lama berlari akhirnya Lay, Baekhyun, dan D.O berhenti di tengah halaman belakang milik keluarga Wu.
Backyard, 12.10 PM
"Haah...haah...setidaknya kita berhasil menghindar" Baekhyun mengatur napasnya
"Siapa dia? Apa yang ia inginkan?" Lay membenarkan posisinya
"Hyungdeul...dia datang" D.O memasang posisi siaga
Swoosh!
Drak!
"Bagus sekali refleks yang kau punya, sang penguasa tanah!"
Duak
"Ugh! Lay hyung! Cepat lari dari sini bersama Baekhyun hyung!" pinta D.O
"Tapi..." Lay menatap D.O khawatir
"Gwenchana hyung, ia akan baik-baik saja" Baekhyun menggenggam tangan Lay "D.O-ah kuserahkan padamu!"
D.O mengangguk sebagai jawaban dan mulai kembali bertarung dengan orang bertudung hitam yang membuatnya repot untuk sementara ini. Sementara itu Baekhyun dan Lay tengah berlari menuruni bukit menuju jalan utama, mereka berlari secepat mungkin dengan sekuat tenaga. Saat hampir tiba di bawah terlihat seorang namja berwajah manis yang tengah berdiri tepat di ujung jalan, sontak hal tersebut membuat Baekhyun dan Lay harus mengurangi kecepatan mereka. Lay berhasil mengurangi kecepatan dan berhenti sebelum menabrak sang namja, berbeda dengan Baekhyun yang tidak begitu berhasil mengurangi kecepatan sehingga akhirnya ia menabrak sang namja.
"Whoaa! Awas!"
"Baekhyun-ah!"
Bruuk
"Appo~ ah! Mianhae aku tidak sengaja" Baekhyun membungkuk sopan
"Apa ada yang terluka?" tanya Lay
"Gwenchana, aku baik-baik saja" sang namja tersenyum
. . .
"Kau/kalian?" teriak ketiganya bersamaan
Blar!
"Gawat! Ini semakin mengundang kegaduhan" Baekhyun mengepalkan kedua tangannya erat "Lay hyung, hyung tunggu di sini saja bersama Luhan hyung. Aku akan kembali ke sana dan membantu mereka"
Drap drap drap
"Baekhyun-ah!"
"Dia mengetahui namaku...apa kau juga mengenaliku?" Luhan menatap Lay
"Ne [mengangguk] aku mengenalmu, Luhan hyung"
"Apa kau juga mengetahui ini?"
Woong [benda melayang]
"Ne [mengangguk] itu adalah kekuatan hyung, hyung dapat mengendalikan sesuatu dengan pikiran"
"Kau mengenaliku, padahal kita baru pertama kali bertemu. Kau tahu apa yang terjadi padaku, apakah kita memiliki hubungan yang erat?"
"Ne hyung, kita memiliki hubungan yang erat" Lay menggenggam tangan Luhan "Aku akan membantu hyung untuk mengingat semuanya"
Wu Family's House Frontyard, 13.00 PM
Blar!
"Haah..haah..."
Deru napas terdengar cukup kencang dari kedelapan namja yaitu Xiumin, Kris, Suho, Baekhyun, Chen, Chanyeol, D.O, dan Sehun yang tengah berusaha tetap berdiri ditempatnya, wajah mereka terlihat sangat pucat karena terlalu lelah menggunakan kekuatan mereka untuk melawan dua orang berjubah hitam yang kini berdiri tidak jauh dari mereka. Berbagai serangan sudah dilancarkan oleh kedelapan namja tersebut, namun hasilnya nihil karena sama sekali tidak dapat meruntuhkan dua orang tersebut.
"Aku sudah hampir berada dibatas kemampuanku, sampai kapan kita akan terus bertarung dengannya? Semua serangan kita berhasil ditepis oleh mereka" ujar Xiumin
"Apa tidak ada cara lain untuk menjatuhkan mereka hyungdeul, dongsaengdeul?" Baekhyun menatap semuanya
"Aakh! Aku benar-benar tidak bisa berpikir jernih sekarang!" Chanyeol mengacak-acak rambutnya kesal
"Sabar hyung..." D.O mencoba menenangkan Chanyeol
"Suho hyung..." Sehun merapat ke Suho
"Tenang Sehun-ah, kita pikirkan caranya baik-baik" Suho menggenggam erat tangan Sehun
"Apa ada yang kau dapatkan, Chen?" Kris melirik Chen yang terdiam
"Aku berpikir...satu-satunya jalan untuk melawan mereka adalah dengan menghentikan gerakan mereka, dengan begitu kita bisa menyerang mereka" Chen menatap lurus ke depan "Tapi masalahnya...tidak ada dari kita yang bisa menghentikan gerakan mereka walau hanya satu detik"
Lay and Luhan side's
Grab
"Lu-luhan hyung?" Lay tersentak ketika Luhan menggenggam tangannya kuat
"Mi...mianhae, aku..."
Bruak
"Ugh!" Lay meringgis
"Ce-cepat lari, sebelum aku melakukannya lagi" pinta Luhan
"Wa-waeyo hyung? Apa yang sebenarnya terjadi padamu?" Lay mencoba berdiri
Tap tap tap
"Ja-jangan men-dekat!"
Zuung!
Bruaak
"Ugh!"
Lay kembali terlempar dari tempatnya, ia sama sekali tidak bisa menggerakkan tubuhnya karena ia tengah terkena kekuatan dari Luhan. Berkali-kali tubuhnya terlempar ke berbagai arah, dan ia hanya bisa meringis merasakan sakit akibat benturan yang ia terima. Walaupun begitu kedua matanya tetap memandang ke arah Luhan, ia tahu hyungnya tersebut tengah dikendalikan sesuatu. Namun ia masih belum tahu dimana sumber yang menyebabkan hyungnya menjadi seperti itu.
"Uagh!" Lay kembali terjatuh membentur tembok "Aku... harus melakukan sesuatu..."
Tap tap tap
Zoong
"Lu-han...hyung" Lay mencoba mendekati Luhan "Uagh!"
Trak
Tep
"Unicorn..." Luhan menatap pin unicorn di tangannya
Siing!
"Ugh!"
Luhan memegang kepalanya yang tiba-tiba sakit, kini ia bisa melihat beberapa potong gambar muncul di dalam kepalanya. Gambar yang memperlihatkan orang-orang yang ia kenal, dan sama-sama memiliki kekuatan. Semuanya tersenyum ke arahnya dan mengarahkan tangan mereka ke arah Luhan, Luhan yang mengerti pun segera meraih semua tangan tersebut. Luhan membuka kedua matanya perlahan dan mencoba mengambil alih seluruh kesadarannya, betapa terkejutnya ia ketika melihat Lay yang bersandar di tembok tidak jauh darinya. Tanpa banyak bicara lagi ia pun berusaha berjalan mendekati Lay, dan membantu dongsaengnya tersebut untuk berdiri.
"Gwenchana yo?" tanya Luhan
"Ne, gwenchana hyung" Lay tersenyum
"Gomawo, berkat lambangmu aku selamat dan mengingat semuanya" Luhan mengembalikan lambang unicorn milik Lay
"Cheonman hyung, kini masalahnya hanya tinggal satu" Lay menatap ke atas
"Arraseo, kajja! Kita selamatkan mereka"
Luhan dan Lay segera berjalan menuju ke arah rumah Kris, dimana semua hyung dan dongsaeng mereka tengah bertarung. Tanpa membuang banyak waktu, mereka berlari sekuat tenaga agar bisa cepat sampai. Sementara itu di tempat berlangsungnya pertarungan, Kris dan yang lainnya tengah kelelahan. Mereka sudah benar-benar tidak bisa bertarung lagi, seluruh tenaga sudah digunakan dan sudah mencapai batas. Walaupun setidaknya satu serangan memungkinkan untuk mereka gunakan, itu akan membuat mereka tidak akan bisa bertarung lagi.
Wu Family's House Frontyard, 14.30 PM
"Uugh! Aku sudah sampai pada batasku" Baekhyun terduduk lemas
"Aku juga..." D.O mencoba menahan tubuhnya
"Haah~ aku lelah" tubuh Sehun mulai limbung
"Sehunnie..." Chen menopang tubuh Sehun
"Seandainya saja serangan kita bisa mengenai mereka" Chanyeol berusaha menyeimbangkan tubuhnya
"Walaupun kekuatanku bisa menghentikan gerakan, sayangnya itu sama sekali tidak berpengaruh pada mereka..." Xiumin menatap tajam ke depan
"Kris hyung..." Suho menatap Kris
"Arraseo, dia sudah hampir dekat" Kris bersiaga
"Tamatlah riwayat kali- !"
Zwoong!
Tap tap tap
"Ke-kenapa ! sang penguasa kendali!"
"Mianhae, aku tidak bisa membiarkan kalian bertindak lebih jauh" ujar Luhan
"Hyungdeul, dongsaengdeul, gwenchana yo?" tanya Lay
"Ne" angguk semuanya serempak
"Adakah yang masih bisa bertarung?" tanya Luhan yang dijawab anggukan dari kedelapan namja di depannya "Hanya butuh empat orang untuk mengalahkan mereka"
"Aku dan Chen akan melawan pelempar bola api, sedangkan Chanyeol dan Sehun melawan yang satunya. Xiumin hyung dan D.O buat benteng pertahanan dengan kekuatan kalian, begitu juga dengan Baekhyun buat pelindung cahaya dari atas dibantu olah Kris hyung" jelas Suho
"Arraseo, kita lakukan dengan cepat. Lay, kau tetap di belakangku"
"Arraseo, hyung" angguk Lay
Xiumin menaruh kedua tangannya dan D.O menghentakkan kakinya ke tanah dan membuat dinding yang berasal dari tanah dan es yang mengelilingi mereka. Kris membawa Baekhyun ke atas dan membiarkan dongsaengnya tersebut membuat pelindung dari cahaya. Suho dan Chen menggabungkan kekuatan mereka untuk menyerang salah satu orang berjubah hitam, begitu pula dengan Chanyeol dan Sehun yang telah membuat angin topan api besar.
Zraash!
Ctar!
Fwoosh!
"Uaaagh!"
"Tunggu pembalasan kami, EXO!"
Blar!
Somewhere not far, 15.10 PM
"Huh! [melihat ke suatu arah]"
"Kai-ah? Apa yang sedang kau lihat?" tanya seorang yeoja yang berusia lebih tua
"Aniyo noona, mungkin hanya perasaanku saja" Kai tersenyum
"Hum... [mengangguk] sebaiknya kita pulang sekarang"
"Ne"
Tap tap tap
"Huh?" Kai menatap seorang namja yang tengah berhenti di depannya
"Uhm?" sang namja juga melihat ke arah Kai
...
"Ah mianhae" Kai segera menyingkir dan berjalan kembali
"..." sang namja menatap ke arah Kai yang sudah berjalan menjauh "Apa...aku pernah bertemu dengannya? Kenapa ada perasaan hangat yang aku rasakan tadi? Apa aku memiliki hubungan erat dengannya?"
-tbc-
A/N :
yeaaay!
siapa yang menunggu Lulu oppa?
dengan ini 90 lines dinyatakan telah muncul semua, yeaay! *nari bareng Xiumin oppa*
Ok, berarti tinggal nae namdongsaeng Kai n panda Tao yang masih menunggu giliran...
siapakah yang akan muncul terlebih dahulu?
jawabannya bisa dilihat di chap depan *evil laugh*
so, time to reply the reviews
1. Guest
annyeong...gomawo sudah mau review *bow*
ehehehe...sejujurnya di sini gak ada couple"an kok
karena temanya brotherhood, kalaupun ada adegan yang nyerempet (?) itu hanya sebatas hyung dan dongsaeng saja kok :3
2. Park Seung Ri
Ya! balikin nae Taemin *ambil Taemin paksa*
Tao? hehehehehe...dia masih saya suruh latihan di hutan bambu...
ini udah lanjut loh :3
3. Rin Rin Kim ChenMin EXOtic
Tebakan anda benar! *nyalain petasan*
Kai? hehe...tak akan lama lagi ia muncul :3
ini sudah lanjut :)
4. ICE BLOCK
Ok, udah keluar kan Luhannya :)
5. ichigo song
yuph, benar sekali...
Kai? see in next chap...
ok, just wait for next chap! :3
6. Oline
Gomawo sudah mau review...
ini sudah lanjut...
7. Milky Black Snow
Mereka memang gak bisa ingat tentang Kris sampai Tao bangkit...
tapi tenang...itu gak berlangsung lama kok dan mereka tetap menerima Kris
hahhahaha...arraseo saengi,gomawo...
...
yeaaaah! *disumpel pake bakpao ma XiuHan*
selesai sudah balasan reviewnya...
Big thanks buat semua yang sudah membaca dan me-review ff saya...
big thanks too buat yang sudah membaca tapi belum review...
see you next chap!
