Tittle : Pentagon Love

Part : 11/12 end

Author : AM-NYM

Pairing : Eunhae, Yewook. Slight : YeHyuk Kyumin, HaeRy, HenWook, KangTeuk, SiHan, Hanchul, HeeBum

Genre : Romance, Friendship, Drama, Humor (?)

Desclaimer : Dengan kesepakatan bersama dan kerja sama semua member, akhirnya Donghae pun dapat diselamatkan dari tangan para penculik, tapi... "Tuan Lee Dong Hae koma." CHAPTER 11 UPDATE!

Part 11

Siwon membuka pintu dorm yang berada di jalan Sawo Mentah itu dengan agak keras. Langkahnya begitu cepat dan terburu-buru.

"Hyung!" serunya. Sisa member Super Junior yang menunggu kabar di dalam dorm langsung menatapnya dengan tatapan kaget, cemas, penasaran dan heran.

"Gimana?" tanya Hankyung to the point. Ia tidak mau membuang waktu dan membuat Donghae semakin tersiksa diluar sana. "Kau dapatkan lokasinya?"

Siwon yang masih mengatur nafasnya menangkat tangannya dan meminta para saudaranya itu untuk menunggu. Ia pun menelan ludahnya.

"Tidak begitu jelas," kata Siwon.

"Maksudmu bagaimana?" tanya Eunhyuk yang sudah benar-benar panik. "Kau bisa menemukan si Ipin atau tidak?"

Semua yang disana memandang Eunhyuk heran 'Sejak kapan Donghae berubah jadi Ipin?' pikir mereka heran. Sungmin menepuk pundak Eunhyuk.

"Hyuk, sabar, kita tahu kamu panik, kita juga panik, sama. Sabar sedikit dan biarkan Siwon menarik nafasnya." Eunhyuk terdiam, lalu menghela nafas panjang.

"Mianhae." Siwon menggiggit bibirnya.

"Ikut aku!" katanya. Ia bergegas pergi ke ruang tengah, menyalakan komputer dan mengakses internet. Gerakannya tidak cepat, semuanya tahu dia gugup karena dia yang memegang informasi tentang keberadaan Donghae.

Kyuhyun menyematkan kacamatanya di wajahnya, lalu menepuk pundak Siwon dengan tegas.

"Hyung, biar aku yang melakukannya," katanya mantap.

Saudara-saudara menatap Kyuhyun dengan sedikit terkejut, heran juga mereka si Bocah Setan ini ternyata bisa sedikit diandalkan dalam situasi darurat seperti ini. Siwon mengangguk dan langsung bangkit dari kursi serta membiarkan Kyuhyun mengambil alih komputer itu seluruhnya.

"Mari kita hubungi satelit," kekeh Kyuhyun sementara tangannya dengan gesit menjamahi bagian-bagian keyboard dan mouse.

Henry sedari tadi hanya bisa terdiam. Semuanya panik, bahkan ia rasa Ddangkkoma pun sedang panik dalam akuariumnya bersama dua saudaranya. Saking paniknya bahkan Eunhyuk pun sampai memiliki tenaga untuk berdiri bersama yang lainnya mengelilingi Kyuhyun.

Meskipun mereka bilang ini bukan salahnya, Henry tidak bisa mengabaikan perasaan bahwa ia yang menyebabkan ini semua. Ia yang menyebabkan pertengkaran antara Eunhyuk dan Donghae. Ia yang menyebabkan Eunhyuk sakit, bahkan ia mengaitkannya dengan jatuh sakitnya Ryeowook sebagai salahnya juga. Dan ia merasa bahwa Donghae begini pun adalah salahnya.

Bibir Henry gemetar. Ia sedikit bersyukur karena sekarang perhatian mereka tengah terfokus pada layar komputer. Ia menatapnya sejenak. Jalan Rujak Cuka? Disanakah Donghae berada? Henry melangkah mundur dengan perlahan. Ia bukan petarung, jadi ia tahu, berlari-lari ke tempat disekapnya Donghae pun, ia tidak akan membantu banyak. Henry mengutuk dirinya sendiri karena menjadi orang yang begitu tidak berguna.
Ia berbalik, masuk ke dalam kamarnya, dan perlahan mengunci diri.

"Gege." bisiknya pilu. "Maafkan aku"

****

Kibum mengenakan kacamata hitamnya, lalu mengeluarkan ponselnya.

"Hyung, kami siap berangkat," katanya. "Berapa estimasi waktu sampai deadline yang diberikan?"

"Tinggal dua puluh menit lagi," jawab Yesung yang mengambil alih pimpinan sebagai protokol upacara, eh, sebagai pemberi informasi. "Kalian sudah siap?" tanya Yesung lagi. Kibum tersenyum.

"Kami siap, tinggal menunggu Heechul hyung dan kami akan segera berangkat."

"Arasseo," sahut Yesung. "Berhati-hatilah."

"Ara," kata Kibum. Ia menekan tombol merah, dan kembali memasukkannya ke dalam saku celananya. Ia menatap ke dalam salon kecil itu. Pintunya terdorong terbuka.

"Kajja, Kibummie," suara Heechul memecah keheningan. Kibum tersenyum.

"Untuk pertama kalinya aku bersyukur wajahmu begitu cantik, hyung," kata Kibum.

Heechul yang berbalutkan dress hitam selutut dan rambut palsu yang indah, sepatu high-hells tujuh senti, dan tas beludru yang melingkar ditangannya benar-benar membuat orang pangling. Heechul menyibak rambutnya.

"Kita lahir sebagai aktor, Kibummie," kekeh Heechul. "Panggil aku Heesica." Kibum tertawa. Ia membuka pintu mobil.

"Biar aku yang mengemudi, silakan masuk, Cinderella." Heechul tersenyum, lalu membungkuk dengan lembut.

"Kamsahamnida," katanya. Bahkan suaranya pun ia rubah sedemikian rupa.
Setelah menutup pintu di sisi Heechul akhirnya Kibum memutar dan masuk dan duduk di kursi pengemudi. Ia menyalakan mesin.

"Waktunya mengambil uang."

Dan mereka pun bertolak dengan kecepatan tinggi.

****

Kyuhyun tersenyum.

"Iya, hyung," katanya. "Jalan Rujak Cuka Nomer 14B."

"Oke," sahut Heechul.

"Tempatnya kaya bekas gudang penyimpanan gitu," kata Kyuhyun. "Jadi hati-hatilah, karena gelap dan banyak benda yang bisa menjadi senjata." Heechul tertawa.

"Arasseo! Gottchongmalyo, Kyuhyun-ah, aku punya Dewa Boxing disampingku." katanya. Kyuhyun tersenyum.

"Ara" sahutnya. "Bekerja dengan baik, oke, hyung! Kami pun sudah menghubungi SWAT, mudah-mudahan mereka tidak terlambat."

Tawa Heechul meledak sebelum ia mematikan sambungan lokal itu. Kyuhyun menatap saudara-saudaranya.

"Berharaplah rencananya berjalan lancar," kata Kyuhyun. Sungmin bangkit.

"Aku tidak bisa tinggal diam," katanya. Ia meraih jaketnya.

"Ya, Sungmin hyung! Kau mau kemana?" tanya Ryeowook. Sungmin berbalik dan menatap mereka.

"Aku tidak bisa membiarkan Kibum bersenang-senang sendiri, Wookie," katanya seraya tersenyum ala kelinci. "Aku pergi."

Kyuhyun hanya menatap sedih punggung kekasihnya itu. Sungmin berhenti.

"Kyu," panggilnya seraya berbalik. Kyuhyun mendongak. "Saat aku pulang aku pasti bersama Donghae. Kami akan selamat."

Kyuhyun mengangguk. "Arasseo, hyung," katanya. Sungmin pun akhirnya pergi setengah berlari.

Ryeowook mengedarkan pandangannya. Namun keningnya berkerut. "Henry mana?" Kyuhyun menatap sekelilingnya.

"Mungkin dia ada dikamarnya. Biar kutarik dia kesini" ujarnya lalu pergi kekamar Henry.

***

Sementara kibum dan heechul sudah berada di Jalan Rujak Cuka no 14B, di dorms Hankyung dan yang lainnya sedang merundingkan sesuatu. Bahkan Sungmin yang tadi sudah bersemangat untuk pergi ikut berkumpul karena ditarik oleh Hankyung.

"Hyung... ada apalagi?" tanya Sungmin agak kesal.

"Kita diskusi dulu bentar" jawab Hakyung pendek. Sungmin cemberut. "Oke, aku, Siwon, Sungmin, dan Kyuhyun yang pergi tempat laknat itu. Wookie, Yesung, dan Henry, kalian tetap di sini, jaga Eunhyuk." ujar Hankyung.

"Tapi hyung, aku ingin ikut. Aku mau bertemu Donghae..." ucap Eunhyuk.

"Tapi hyuk, kau kan sedang sakit." Sanggah Hankyung.

"Aku mohon hyung. Aku benar-benar ingin ikut," pinta Eunhyuk dengan wajah memelas.
Hankyung langsung luluh melihat wajah Eunhyuk-yang-lebih-tepat-dikatakan-seperti-sedang-menahan-BAB-daripada-menghiba.

"Ayolah hyung, penuhilah permintaan terakhir dongsaengmu yang ganteng ini," Eunhyuk sempat sempatnya bercanda.

"Iya Han Geng-ge, kasihanilah pada orang yang menderita," Henry ikut-ikutan membela Eunhyuk.

Setelah mendengar penjelasan Kyuhyun ia bertekad untuk ikut menolong hyungnya yang tidak seperti hyung itu.

"Hah, bilang saja kau pengen jalan-jalan," ledek Ryeowook.

"Ah, Li Xu-ge juga kan?" balas Henry menggembungkan pipinya yang sudah tembem itu. Ryeowook mesem-mesem.

Hankyung tampak memikirkan kata-kata Eunhyuk, Ryeowook, dan Henry. Alis matanya naik turun. Maksudnya Hankyung bisa menaikkan salah satu alisnya. Masing-masing alis dinaik-turunkan selama beberapa detik. Hankyung menggaruk kepalanya yang kebetulan sedang gatal.

"Aduh bagaimana ya? Ehm, bisa sih. Tapi kalau kalian semua ikut tak akan muat di mobilku. Siwon yang nyetir. Kalau Eunhyuk ikut, otomatis dia harus naik ke mobil. Nah, untuk Kyuhyun, dan Eunhyuk saja kalian harus pangku-pangkuan." Hankyung menjelaskan masalahnya.

"Wew! kalau begitu harus ada yang harus naik ojek." usul Sungmin

"Hih, kau saja yang naik ojek hyung. Aku sih ogah!" kata Kyuhyun.

"Yeeee.." balas Sungmin lagi.

"Hah, sudah-sudah. Kuputuskan yang naik mobil, aku, Siwon, Sungmin, dan Eunhyuk!" tegas Hankyung.

"Lha trus aku naik apa dong?" protes Kyuhyun.

"Apa aja boleeee..." jawaban yang bagus dari Hankyung.

"Iiih, hyung gitu deh!" Kyuhyun pura-pura manyun.

"Ya sudah, kalau begitu kalian tidak usah ikut, sahut Hankyung enteng.

"Tidak bisa begitu hyung. Kita semua harus ikut dalam penyelamatan Dong Hai-ge. Apapun akan kulakukan untuk mengembalikan dia ke pangkuan kita!" Henry berapi-api. "Ehm, naik ojek juga tidak masalah sih."

"Okelah kalau begitu. Kami pergi dulu," ucapnya lalu langsung ngeloyor pergi.

"Hankyung-ah, ongkosnya mana?" tanya Yesung.

"Yaaa, Yesung-ah, kau bukan hyung yang baik, seharusnya kau menyediakan dana untuk membiayai keperluan mendesak seperti ini." jawab Hankyung bijaksana.

"Halooooo, what on earth are you saying? Duitku sudah habis untuk membeli obatnya Eunhyuk, beli makan Ddangkoma, ganti popok Henry (?), beli bubur, dan beli pembersih lantai" ngeles Yesung dengan gaya ala Fitri Tropica. Hankyung geleng-geleng kepala.

"Nih," Hankyung menyerahkan uang duapuluhribuan.

"Hah, segini mana cukup?" protes Yesung lebay.

"Heyyyyy, kau pikir uang ku tidak habis membeli makanan-makanan tadi?" balas Hankyung tak kalah lebay.

"Hah, sudah ah. Kalau ngobrol terus kapan berangkatnya?" kata Siwon tak sabar.

"Ayo, kacha, c'mon, komm," keempat pria sixpack Super Junior itu pun segera berjalan menuju mobil.

****

Jalan Rujak Cuka nomer 14B. Seperti yang dikatakan Kyuhyun, tempat ini memang bekas dan sepertinya berdebu tebal. Heechul dan Kibum sama-sama menggotong koper berisikan uang yang diminta. Mereka mengatur nafas dan menatap satu sama lain.

"Siap hyung?" bisik Kibum seraya tersenyum. Heechul tersenyum lebar.

"Kapan pun kau siap, Kibummie," jawabnya mantap. Mereka pun akhirnya berjalan memasuki gudang tua itu.

"Akhirnya kalian datang juga, hah?" suara serak nan jelek milik si penculik pun terdengar. Lampu dinyalakan, menyorot tubuh Donghae yang bersandar lemah pada kursi yang didudukinya. Wajahnya babak belur. Kibum sudah akan melempar koper dan menyerang mereka semua namun Heechul meraih tangannya dan menenangkannya.

Donghae menatap mereka. Bibirnya tertutup lakban hitam besar yang dengan bangga disematkan di bibirnya oleh si penculik karena terlalu banyak bicara. Darah disana-sini. Kibum jadi tidak tega melihat hyung sekaligus dongsaengnya itu terluka begitu parah.

"Kami bawa uangnya." kata Kibum menahan amarah.

"Alahmak, lama kali kau." keluh si penculik sambil mengacungkan pisau ditangannya.

"Sekarang lepaskan dia!" sungut Kibum. Si penculik tertawa.

"Sengene-ngene kau minta dia dilepas begitu saja! Dia sudah menyebabkan aku sakit kepala seperti ini!" gerutunya. "Mbak Surip! Sini kau!"

Pandangan Kibum dan Heechul beralih pada seorang waria yang berjalan menghampiri si penculik. "Ya, Bang Tigor?" sahut si Mbak Surip. Ia memakai rok mini dan bulu-bulu warna pink. Mengingatkan Kibum dan Heechul pada waria-waria yang suka mangkal di jalanan.

"Ambil itu koper!" perintah si Bang Tigor. Mbak Surip menurut saja, dan akhirnya ia jalan berlenggak-lenggok ala catwalk dan menghampiri Heechul dan Kibum.

"Misi ya, ciiin" katanya. "Eikeh bawa dulu ini koper, yuk mari."

Akhirnya kedua koper di tangan mereka pun digiring oleh Mbak Surip mendekati Bang Tigor.

"Ini bang." kata Mbak Surip. Bang Tigor membungkuk lalu membuka koper itu, dan mengecek isi uangnya.

"Hmm..." ia mengambil segepok uang teratas. Lalu memeriksanya dengan cepat. Kibum yakin kalau dia mantan bankir.

"Hyung." bisik Kibum.

"Dalam hitungan ketiga." kata Heechul. "Satu."

"TIGA!" seru Kibum. Bang Tigor dan Mbak Surip yang sedang fokus pada buntelan uang palsu itu mendongak. Kibum dan Heechul menyerbu mereka. Kibum menghajar wajah Bang Tigor sekuat tenaga hingga ia terjengkang, sementara Heechul mengeluarkan bedak two-way-cake nya dan menatap Mbak Surip.

"Dasar waria!" geram Heechul. "Wajah tuh cakepan dikit kek kayak gue!"

"Apa you say?" geram Mbak Surip. Dan kedua waria itu, eh, Heechul dan waria itu pun mulai berperang make-up.

Sementara itu Kibum masih bertarung dengan Bang Tigor, ketika banyak anak buah Bang Tigor masuk untuk membantu bosnya itu. Sekarang menjadi tidak seimbang, 1 lawan banyak. Kibum mendecak keras. Ini semua tidak seimbang! Gerutunya dalam hati.

Hankyung dan yang lainnya telah sampai di Jalan Rujak Cuka nomor 14B, suasana sedang memanas. Sedang terjadi pertumpahan darah di sana.

"Hm, kibum lawan yang cukup tangguh. Sungmin-ah, bantu Kibum. Aku dan Siwon, akan menunggu yang lain datang. Lalu kami akan lapor penduduk setempat," Hankyung mengarahkan Sungmin.

"Siap, hyung ganteng!" jawab Sungmin dengan tangan dalam posisi hormat.

Sungmin pun memperlihatkan kembali gerakan akrobatnya sambil bersalto ria.

"Yaaaaa!" teriaknya.

Sedang seru-serunya Sungmin, Kibum dan heechul mengadu keahlian mereka masing-masing dengan sang penjahat -tiba datanglah sesosok Superman. Superman? Bukan, itu adalah Kangin dalam balutan kostum Superman!

"YUHUUUUU..." dengan menggunakan ranting pohon yang terdapat di luar markas Kangin berayun layaknya Tarzan.

TAP

Kangin mendarat dengan selamat di lantai. Sekaranglantainya penuh dengan dedaunan yang ditimbulkan Kangin.

Kedatangan Kangin disambut menimbulkan tatapan kagum dari rekan-rekannya. Kibum, Heechul, dan Sungmin, yang sedang serius berkelahi terpana melihat sosok Superman yang kostumnya kekecilan. Layaknya film-flim, ada adegan freeze dan efek angin semilir memenuhi ruangan.

Kangin pun dengan liar membantai satu persatu lawannya. Tidak ada yang sanggup melawan beruang madu ini.

Lalu, untuk memberi efek dramatis pada adegan perkelahian ini, datanglah Hankyung dengan kostum baletnya. Ia menari-menari lincah ala pebalet profesional, berputar-putar untuk mengecoh lawan.

"Nah, ini baru lawan yang seimbang, lima lawan lima!" seru Kibum senang.

Masing-masing pahlawan Super Junior ini menjalankan tugasnya dengan baik. Lengkap dengan kostumnya masing-masing. Namun melawan penjahat kelas kakap tentu bukan hal yang mudah. Berkali-kali mereka terkecoh. Untuk belum ada yang terluka. Lalu dengan gerakan serentak mereka bersalto sebanyak 3 kali. Dan...

"Hyaaaaaaaaat!"

Seseorang mengetok pintu.

Tok tok tok.

Sontak ketukan pintu itu membuat perhatian mereka teralihkan sejenak. Namun mereka tidak memedulikannya dan kembali berkelahi dengan liar, bahkan lebih liar daripada sebelumnya.

Seseorang mendobrak pintu. Banyak orang di luar. Seluruh personil Super Junior yang lain, dan juga para warga yang tinggal di daerah itu.

"Ya! Ya! Lawan terus. Pukul sana! Pukul sini!" seru mereka menyemangati anggota Super Junior.

Akhirnya perkelahian berhenti karena mereka semua sudah kelelahan. Tidak ada korban jiwa. Hanya luka kecil di sana-sini.

"Ya! Dasar kalian tidak tau diri. Kerjanya hanya membuat rusuh warga. Bla bla bla..." seorang ibu-ibu tua memarahi para penculik, tidak lupa menjewer kuping mereka satu persatu. Si Bagong, yang badannya paling besar mengaduh-aduh.

"Aduh duh aduh, tante sakit sakit. Aw aw!" teriak si Bagong kesakitan.

"Apa kalian tidak tau siapa pria-pria tampan ini?" omel si ibu-ibu tua sambil menusuk hidung Bagong yang ditumbuhi jerawat besar.

"Siapa mereka?" tanya salah satu teman si Bagong.

"Bodoh kalian semua. Badan doang yang gede, tapi kaga punya otak! Mereka ini Super Junior. SU-PER-JU-NI-OR!" si ibu-ibu tua menegaskan.

Para komplotan penculik berbadan besar melihat ke arah seluruh anggota Super Junior yang telah berbaris rapi (kecuali Donghae tentunya). Super Junior berkacak pinggang.

"URI NI SUPER JUNI-OR!" seru mereka.

"Ah, super junior? Yang nyanyi Sorry Sorry? Aku kan ngefans sama mereka,boleh minta tanda tangannya dong mas?" si Mbak Surip sok centil sambil memeragakan gerakan Sorry Sorry.

"Boleh, tapi kalian harus di tangkap dulu." bersamaan dengan kata-kata Leeteuk barusan, sirine mobil polisi berbunyi. Datanglah beberapa orang polisi sambil memborgol satu persatu tangan mereka. "Sampai jumpa di pengadilan!" lanjutnya lagi.

Acara selanjutnya yaitu foto-foto dan minta tanda tangan anggota Super Junior. Acaranya hanya sebentar, karena tiba-tiba mereka ingat akan keadaan Donghae yang sedang sekarat.

"Wah, aku lupa. Kita kan harus membawa Donghae ke rumah sakit!" kata Shindong.

"Well, kalau begitu saudara-saudari sekalian, kami pamit dulu ya. Kami harus membawa Donghae ke rumah sakit." pamit Leeteuk pada seluruh warga.

Para anggota Super Junior pun menyalami warga satu persatu. Tidak lupa cipika cipiki. Lalu terjadi sedikit keributan tentang siapa yang naik mobil siapa.

"Wew, mobil ini hanya cukup untuk empat orang. Siapa saja yang 'kan menaikinya?" Hankyung bingung lagi.

"Heechul-ah, kalian berdua tadi kesini naik apa?" tanya Leeteuk.

"Kami tadi naik taksi." Jawab Heechul kalem.

"Memangnya tadi kau naik apa hyung?" tanya Hankyung pada Leeteuk.

"Tadi aku, Kangin, Zhoumi dan Shindong, menumpang mobilnya PD. Tapi tentu saja mereka sudah balik," Leeteuk merasa bersalah.

"Yang lain tadi naik ojek hyung." lapor Hankyung.

"Kalau begitu yang naik mobil kau, Kangin, Eunhyuk, dan Donghae. Kami akan naik apa itu urusan nanti. Yang jelas kita harus segera dibawa ke rumah sakit. Eunhyuk –ah, kau masih kuat kan sayang?" tanya Leeteuk sambil memegang pipi Eunhyuk.

Eunhyuk mengangguk lemah.

"Kalau begitu kita jangan buang-buang waktu lagi." Kangin segera menggendong dan memapah Eunhyuk ke mobil. Hankyung membuka pintu mobil.

Di awal-awal perjalanan terasa lancar-lancar saja. Tapi ketika memasuki jalan tol, keadaan jalan sangat macet dan gelap.

"Aaarrrgggh, SHITT!" Hankyung mengumpat untuk kedua kalinya.

"Sabar hyung. Rumah sakitnya sudah dekat," Kangin menenangkan Hankyung.

"Ah, kalau begini kapan akan sampainya?" tuh kan, Hankyung jadi bete.

"Bagaimana kalau Donghae kugendong sambil berlari ke rumah sakit?" usul Kangin.

"Kau yakin?" Hankyung ragu.

"Ya!" Kangin mengangguk mantap. Lalu Kangin meletakkan Donghae di punggungnya.

"Sial! Pake hujan segala!" kesal Kangin.

Di tengah kegelapan malam, Kangin pun nekat menggendong Donghae sambil berlari. Tidak peduli ia kedinginan ataupun jadi tertawaan banyak orang karena kostumnya.

"Donghae-ah, kumohon bertahanlah. Hyung akan menyelamatkanmu..."

Sesampainya di rumah sakit umum Bukan Main, orang-orang terheran melihat sesosok Superman nyasar menggendong pria muda berwajah kocak yang muka dan badannya babak belur.

Kangin pun tiba di depan meja resepsionis. Kangin ngos-ngosan karena sudah berlari-lari sambil membawa tumpukan dosa maksudnya Donghae.

"Mbakh, phokokhnyah sayah gakh mauh tahu yhah, adekh sayah inih harush ditemphatkhan di khamar VVIP shathu. Adekh sayah jugha harush daphat perawathan yhang terbhaikh dhari dokhter terbhaikh. Beraphaphun akhan sayah bhayar, yhang penthing adekh sayah sembhuh, hhhh..." ucap Kangin kehabisan napas.

"Baik pak. Segera disiapkan kamarnya," si mbak resepsionis yang kasihan melihat keadaan Kangin menuangkan segelas air untuk Kangin. Kangin meminum air tersebut dan menarik napas panjang.

Setelah memastikan Donghae dirawat dengan baik oleh dokter yang baik, Kangin segera memberitahu teman-temannya. Kangin langsung menghubungi Heechul.

"Yeobseyo, kangin-ah" jawab Heechul

"Heechul hyung, Donghae di rawat di Rumah Sakit Umum Bukan Main. Kamar VVIP 1" ujar Kangin

"Ne? Arraseo arraseo"

"Kalian sudah dimana?"

"Sebentar lagi sampai. Bagaimana Eunhyuk?"

"Dia bersama Hankyung hyung. Terjebak macet. Ah, itu dia datang."

Hankyung mendekati Kangin. Di atas tempat tidur terbaring Eunhyuk sambil segera digiring menuju ruang inap.

"Ada apa dengan Eunhyuk hyung?' tanya Kangin kaget melihat Eunhyuk digiring menuju ruat inap.

"Dia pingsan. Badannya sudah tidak kuat lagi" jawab Hankyung

"Hooo..." ujar kangin lalu kembali berbicara dengan Heechul melalui ponselnya.

"Hyung sudah dulu ya. Nanti kalau sudah sampai hubungi aku" ujarnya

"Oke oke." Lalu hubungan merekapun terputus.

******

Donghae dan Eunhyuk ditempatkan di satu kamar. Benar-benar kamar VVIP 1 dengan fasilitas mewah. Luas kamarnya 6x7 m. Tempat tidur untuk kedua pasien saja springbed. Ada kulkas dua pintu lengkap dengan segala isinya, tv 28 inch, sofa, telepon, komputer dengan fasilitas internet, lemari pakaian, home theatre, sofa, kamar mandi berbath tube. Bahkan kamar itu sendiri berhadapan dengan kolam renang.

Kangin dan Hankyung tetap di luar menunggu yang lain. Mereka sudah mengganti kostum balet dan Superman mereka dengan pakaian biasa.

Yang lain baru tiba dengan menaiki sebuah tronton besar. Suara tronton itu berisik sekali sehingga semua mata tertuju pada mereka. Satu persatu dari mereka lompat dari tronton. Heechul, Kibum, dan Sungmin sudah melepas kostum mereka masing-masing.
Leeteuk langsung menghampiri Kangin.

"Bagaimana Keadaan mereka?" tanyanya khawatir.

"Sudah dapat kamar hyung. Mereka sedang di rawat. Kita belum boleh menemuinya." Jwab Kangin.

Rombongan Super Junior segera berjalan menuju kamar EunHae. Mereka hanya bisa mengintip dibalik kaca.

Hari sudah menujukkan pukul 02.00 dini hari. Masing-masing anggota Super Junior sudah lelah. Dua orang dokter dan seorang perawat keluar.

"Dok, bagaimana keadaan adik-adik saya?" tanya Leeteuk harap-harap cemas.

"Tuan Lee Hyuk Jae masih belum sadarkan diri. Namun ia sudah lewati masa kritis. Sementara tuan Lee Donghae..." si dokter menggantung kata-katanya. Si dokter melirik rekannya. Sang dokter yang satunya mengangguk.

"Tuan Lee Dong Hae koma." lanjutnya.

To be continued

Curhatan para cast dan Balasan Review

Donghae : Young-ah... tega banget sih gw dibikin koma?

Amnym : Donghae hyung berisik! Kan enak cuma tinggal tidur doang... gak kayak yang lain yang mesti banyak dialog. Udah sana tidur!

Donghae : Aissh... Kau ini cewek tapi manggil kami hyung. Iya iya aku tidur... Jalja... *tidur langsung ngorok*

Wookie : Young-ah... Nophie udah nunggu chapter ini, kenapa lama sih update nya?

Amnym : Kemaren ngerjain tugas dulu hyung... makanya yang kali ini rada telat. Lagian gak telat-telat amat kan? #plak #dihajarNophie

Yesung : gak terlalu sih... tapi gw makin lama makin bingung ama ni cerita. Makin ngaco! *Yesung langsung kabur ke cangkang Kkoma habis dipukulin author*

Eunhyuk : Young terlalu deh... masa kekasihmu yang tampan ini musti menderita segini banyak... sementara Donghae Cuma dipukin doang. Lama-lama aku kabur ke pelukan Sakyu lho...

Donghae : *langsung bangun, ngejitak unyuk* Heh Kunyuk! Lu kira enak apa dipukulin! Liat nih badan ge memar semua! Ntar fans gw berkurang lagi...

Amnym : Oi... udah... jangan berantem deh... hyungdeul tenang aja... Chapter depan kalian udah gak menderita lagi... dan kau Monyet kuning *nunjuk unyuk* jangan lari kepukan siapapun karena chapter depan lo harus udah baikan sama si ikan cucut ini *nunjuk dongek*. Oh iya, Ines dan AminiELFish gak usah terlalu khawatir sama dua makluk ini. oke?

oh iya hyungdeul, kalian harus berterima kasih pada Iid, karena dia udah ngedoain keberhasilan kalian... ^^

All : Gomawo Iid ^^ Oh iya, RenSyifaChan13 gak usah khawatir tentang Donghae... beliau sudah selamat kok ^^

Donghae : *manyun*

Henry : Young-ah... kenapa bahasa ku disini aneh sih... Kadang manggil hyung kadang gege. Untung aja Iid tadi koreksi...

Amnym : Wah... Sorry Henry-ge... gak sadar waktu nulisnya... habis Henry-ge ngomongnya nyelip-nyelip sih... kan lupa

Zhoumi : Ngeles aja lu kayak bajai

Amnym : Mimi-ge berisik!

Leeteuk : Young-ah... Chapter depan ini udah tamat kan ceritanya? Kemaren Noona961019 nanyain

Amnym : iya, chapter depan udah tamat kok ^^ Cungcung ama Wookie hyung gak usah khawatir ya... kisah kalian akan berakhir dengan indah kok ^^

Yesung : *keluar dari cangkang Kkoma* Yang bener Young-ah... Yei~~~ Akhirnya kita bisa bersatu juga Wookie *peluk Wookie*

Wookie : I.. Iya hyung *blushing*

Siwon : Oh iya Young-ah... itu kenapa gw ama Hangeng hyung ngomong nya jadi lu-gw begitu?

Hangeng : iya nih... rasanya aneh manggil Siwonnie 'Kuda', dia kan selingkuhan aku...*dicekek Heechul*

Amnym : udah terima nasib aja hyung... buktinya Minnie Chagiy4 kayaknya gak keberatan tuh. Oh iya masalah Chapter... yang kali ini cukup panjang kan?

Kangin : Cukup... cukup panjang buat bikin gw malu gara-gara harus make kostum Superman yang kekecilan.

Heechul : Wajar lah itu Kangin... Badan lu kan gede, makanya kostumnya kekecilan... *kabur ke pelukan Hangeng* Oh iya, Tzera, Makasih udah bilang yayang aku pinter ya, Hannie sebenernya pinter kok, Cuma dia agak bermasalah di bahasa ^^

Shindong: Oh iya, Young-ah... itu para penculik anak buah kamu ya? untung aja duitnya gak jadi nyampe ke kamu... kami gak rugi deh...

Amnym : Bukan hyung... mereka bukan anak buahku... mereka itu hanya pemain figuran yang lumayan penting perannya dalam chapter kali ini. tapi sayang juga sih... Aku gak jadi bagi duitnya sama Nikwon deh... Mianhae Nikwon-ah... (_ _)

All : Dasar mata duitan!

Amnym : Aku kan butuh duit hyung buat ngeliat kalian di acara KIMCHI besok... Ada Mika sama Karam pula... sayang duitnya gak cukup, jadi hopless deh bisa nonton apa gak *curcol*

All : Kasihan... kami harap kau bisa nonton deh ^^

Amnym : Gomawo hyungdeul ^^

All+Amnym : Sebagai penutup, Kami semua mohon Review nya ya ^^