"Sudah tidak baik terus menerus bersedih seperti ini, aku yakin kau akan baikan dengan jongin. Lagi pula semua orang kan menyukai mu"
"Lelucon apa yang kau katakan?"

Menyadari tatapan mengintruksi chanyeol baekhyun pun dengan kikuknya mencoba menghindar dan pergi,tapi lengan nya ditahan oleh chanyeol

"Aku mendengar ucapaan mu dengan jelas, jadi jangan coba coba menghindar, semua orang yang kau maksud menyukaiku itu.. siapa saja mereka?"
"hmm jongin, kyungsoo.."
"Dua orang bukan berarti semua nya kan? Coba sebutkan lagi siapa yang menyukai ku"

Baekhyun lagi lagi mencoba menghindar dari desakan chanyeol, ahh ia menyesal telah menghibur chanyeol dengan cara seperti ini

" semuanya? Baikalah hmmm vernoon, kihyun, ajjushi.."

"Jari kanan mu sudah habis, lalu untuk siapa jari kiri ini?"
" sudah semuanya, aku sudah menyebutkan semua orang yang menyukai mu"
"Yakin sudah semua?"

Baekhyun terlihat berpikir sejenak...
"Baiklah.. AKU! Aku juga menyukai chanyeol. aku byun baekhyun adalah orang yang paling menyukai chanyeol!"
Baekhyun berteriak sambil mengangkat tangan kirinya keudara.

"Pppff HAHAHAHAHA HAHAHAHAHA"

Tawa chanyeol pecah ketika melihat tingkah konyol baekhyun, oh ayolah siapa yang akan tahan pada sikap nunanya yang mudah di goda ini? Apa lagi ketika melihat pipinya yang dikembungkan karena menahan kesal.
" aku baru kali ini melihat seseorang mengangkat tangan demi mengutarakan isi hatinya hahaha"

Baekhyun menatap chanyeol sengit, ia mencoba menurunkan lengan kirinya kebawah tapi lagi lagi chanyeol menahan lengan baekhyun dan mengangkatnya lagi keatas.

Chanyeol menatap baekhyun dengan intim, baekhyun pun membalas tatapan chanyeol tersebut. Dan ketika merasa jari jari mereka bertautan diatas sana baekhyun pun memandang dengan takjub.

'Chanyeol menggenggam tangan ku' ucap baekhyun bahagia dari dalam hati.

"Jangan marah byun baekhyun"
Baekhyun mengangkat kedua alisnya,ini adalah pertama kalinya chanyeol memanggil baekhyun dengan sebutan nama, biasanya ia hanya akan memangil baekhyun dengan sebutan nuna.

Sreet

Chanyeol menarik tubuh baekhyun dan memeluknya erat, mengesap setiap aroma tubuh baekhyun yang seperti bayi ini

"Kau selalu membuatku merasakan kebahagian"
Ucap chanyeol berbisik di telinga baekhyun. Dan mereka pun tersenyum sambil terus berpelukan bersama.


Title : CHANYEOL BESIDE YOU

Main Cast : Byun Baekhyun

Park Chanyeol

Oh Sehun

Xi Luhan

Other Cast : All Member Exo, SM Family, dll

Rated : T (Sewaktu-waktu bisa berubah)

Disclaimer : Semua Cast milik Tuhan, Orang Tua mereka dan Agency mereka saya cuma meminjam nama mereka disini

Warning : Typo(s) bertebaran, Bahasa tidak sesuai EYD, GS (Genderswitch) for Uke, Not Yaoi (Belum kepikiran buat bikin YAOI), Ingat FF ini Remake dari Drama Taiwan berjudul 'DEVIL BESIDE YOU'


Backsong : Rainie Yang - Ai Mei


CHAP 11

Baekhyun terus saja membayangkan kejadian kemarin sore bersama chanyeol, dan hal itu membuatnya tersenyum senyum sendiri. Mungkin jika orang lain yang melihat pasti beranggapan baekhyun sedikit gila(?), bersyukurlah yang melihat itu adalah kedua sahabatnya luhan dan minseok.

" Wahh Kau terlihat bahagia sekali"

Goda luhan saat melihat wajah baekhyun yang merona seperti tomat ceri itu, minseok pun tak mau ketinggalan

" iya, ya. Lihat wajah baekhyun merah sekali"

"apa kau dan chanyeol sudah berciuman lagi?"

" lu… kau ini jika bertanya jangan terus terang seperti itu dong kkk"

" aishh.. kalian ini sangat pervet!"

" jangan marah baekhyun, coba ceritakan.. bukan kah kau bilang kemarin kau berpelukan dengannya?"

" iya, kau bilang katanya kau hampir tidak bisa bernapas. Karena chanyeol begitu kuat memeluk mu.. selanjutnya apa ,, apa yang kalian lakukan setelah berpelukan?"

" yak apa sihh yang kalian bicarakan? Tidak ada yang terjadi"

"eh? Apa jangan jangan kalian tidak hanya sekedar berciuman?"

" yak xi luhan,, apa yang kau pikirkan. Tentu saja tidak!" tegas baekhyun dengan sedikit kesal karena luhan benar benar berhasil menggodanya

" hmm jadi belum ya? Hah membosankan sekali. Baiklah kali ini akan ku beri saran. Lain kali jika kau bertemu dengannya lagi pastikan kau sudah berada diatas ranjang, aku yain 100% chanyeol akan tergoda dan selanjutnya.. kalian .. kalian..."

"selanjutnya/ selanjutnya?" tanya baekhyun dan minseok diwaktu bersamaan.

" arrgghh lupakan!" kesal luhan karena kedua temannya itu benar benar tidak mengerti soal begituan(?)
"kebaikan ku bisa diterima olehnya saja aku sudah merasa bahagia lu, walaupaun sebenarnya diluar sana masih ada seseorang yang mempunyai perasaan tulus dan tak terbalaskan"

Suasana tiba tiba saja menjadi sedikit sedih ketika baekhyun berbicara seperti itu, minseok dan luhan yang memang mengetahui semuanya sudah yakin bahwa arah pembicaraan baekhyun menuju ke kyungsoo.

"mana mungkin setiap orang bisa berbahagia? Sudah lah baek ini bukan salah mu, berhenti menyalahkan diri sendiri"

" benar yang luhan katakan, bukan salah mu jika chanyeol tidak membalas perasaan kyungsoo."

Baekhyun pun mengangguk setelah mendengar ucapan semangat dari kedua sahabatnya itu

" mulai sekarang kau harus mendapatkan cinta yang manis, fighting baekhyunee" minseok mengepalkan kedua lengannya, dan dibalas senyuman oleh baekhyun.

" cinta yang manis? Aku punya ide untuk itu..."
luhan menarik sebelah sudut bibirnya. Baekhyun dan minseok saling menatap tak mengerti.

"Kalian siap?"
Tanya luhan yang langsung diberi anggukan oleh minseok dan baekhyun.

"SHOWTIME..."

Luhan mengangkat apron nya, ya mereka bertiga akan membuat kue. kalian tidak berpikir yang aneh atas ide luhan bukan?
Luhan bilang mereka harus membuat kue lalu memberikannya pada seseorang yang mereka sukai, bukan kah itu termasuk cinta yang manis? Aigooo

Saat kue mereka bertiga sudah matang, kini tinggal mereka hias. Baekhyun dengan segala taburan cokelat bubuk dengan 4 buah ceri diatasnya.
Minseok dengan segala buah buahan yang tumpah ruah. Dan terakhir luhan, iya membuat kue nya menjadi berwarna dengan cream warna warni.

"SELESAI.." ucap kompak baekhyun luhan dan minseok, mereka menatap takjub ke kue masing masing.
"Ahh aku iri pada baekhyun, selain dia kita berdua akan memberikan kue ini pada siapa? Kita kan tidak punya seseorang yang kita sukai saat ini lu..." curahan hati seorang minseok yang merasa sia sia telah membuat kue secantik itu.

"Minseok-ahh..." lirih baekhyun melihat wajah murung minseok
"Aku punya" baekhyun dan minseok terkejut lantas menatap tajam luhan, oh astaga lu kau bahkan masih belum memberitahu baekhyun dan minseok tentang kedekatan mu dengan sehun.
" ma maksud ku bukan seperti itu. Kuenya kan tidak harus diberikan kepada orang yang kita cintai. sahabat juga bisa kan?" Ahh alasan mu saja itu lu..

"Oohhh" ucap minseok dan baekhyun diwaktu bersamaan.
Kau bisa bernafas lega sekarang luhan, karena baekhyun dan minseok tidak lagi curiga pada mu.

.

.


baekhyun membawa kuenya dengan gembira, setelah kuliah selesai baekhyun segera melesat kekelas chanyeol.
Tapi saat ia melihat chanyeol, baekhyun terkejut karena chanyeol memakai masker. Sepertinya ia terkena flu karena hujan kemarin

"Apa kau baik baik saja?"
"Ada apa kemari?"
" hmm semalam aku membuat kue bersama luhan dan minseok, hmm karena ada sisa jadi.."

" mwo? Jadi maksud mu kau memberikan kue tart ini pada ku karena itu sisa?"

" bu bukan seperti itu, maksud ku"

"Kau pikir dengan keadaan ku sekarang ini kue adalah makanan yang tepat?" Ucap ketus chanyeol, bibir baekhyun mengerucut kesal.

"Kalau tidak mau buat kita saja"
"ia wahh kebetulan sekali kita sedang lapar"
"Wahhh baekhyun memang manager yang pengertian"
Jeoheon vernoon dan kihyun yang tiba tiba saja datang langsung merampas kue yang ada dilengan baekhyun.

"Kue nya kan untuk ku, akan ku bawa pasti nanti ada yang memakannya dirumah"
Ucap chanyeol sambil mengambil paksa kue yang tadi nya ada di tangan jeoheon.

"yak kau kan bilang tidak mau tadi."
Kesal jeheon. Chanyeol hanya mengedikan bahu dan pergi keluar kelas yang diikuti semua temannya.

"Yak kalian keterlaluan, itu buatan ku sendiri"
itu suara baekhyun yang menggema, ketika ia ditinggalkan sendirian didalam kelas. Hasil kerja keras nya semalam malah tidak dihargai, menyebalkan!.

" haha di jaman seperti ini masih saja ada orang membuat kue tart sendiri, hahah sungguh kampungan"

Ucap vernoon sengaja, dan hal itu membuat baekhyun semakin kesal.

.

.


Sehun dengan wajah murungnya tengah duduk di kursi lapangan sambil memegangi sebuah kotak kue yang sudah dipastikan adalah kue pemberian dari luhan.

Tapi bukannya bahagia, sehun malah merasa bersalah pada luhan. Ia sungguh menyesali apa yang telah ia ucapkan tadi

FLASBACK

" sebenarnya malam tadi karena baekhyun ingin belajar membuat kue, aku pun ikut membuat kan satu untuk mu"

" hari ini bukan ulang tahun ku"

" yak,, tidak ada hukum yang mengatakan kalau kue tart hanya boleh dimakan untuk yang berulang tahun saja kan?"

"bukan begitu luhan-ssi, aku tidak suka makanan yang manis sebenarnya"

" be benarkah?" menyadari wajah luhan yang cemberut, sehun jadi tidak enak.

" ta tapi jika kau yang membuatnya kupikir akan lezat"

FLASBACK END

'jika ada orang yang pantas dimaki, itu adalah aku' lirihnya sambil terus memandang kotak kue yang ada di genggamannya itu.

"Sehun-ahh? Apa yang kau pegang itu?"
Baekhyun datang menghampiri sehun, membuat sehun tersadar dari keterpurukannya.

"Eoh? Ini,.. bukan apa apa" bohong sehun. Baekhyun yang tak percaya begitu saja mendekat untuk melihat nya dan bang...
baekhyun sekarang tahu, itu adalah kue yang dibuat luhan semalam. Ada apa antara sehun dan luhan? Baekhyun pun diam diam mengangkat sudut bibirnya ia beralih menatap sehun dengan curiga.

" bukan kah itu kue yang dibuat luhan semalam? Jangan jangan kalian?"

"Baek.. i ini tidak seperti yang kau pikirkan percaya lah"
" memangnya apa yang ku pikirkan?" baekhyun semakin memojokan sehun

" katakan sejak kapan kalian mulai berkencan?"
"Sssttttt baek, bisakah kau tidak berbicara dengan keras? maksud ku jika boleh bisakah kau rahasiakan ini? Aku dan luhan masih belum yakin akan merasa cocok"
Sehun mendekap bibir baekhyun agar tidak ada orang yang mendengar pertanyaan baekhyun barusan. Baekhyun mengangguk masih dengan bibir yang dibungkam oleh lengan sehun.

tapi tiba tiba

DUGGGGHH

Sebuah bola melayang dan mengenai tepat di kue yang sehun pegang. Sehun mendongkak mencari ulah siapa yang kini sudah merusak kue pemberian luhan tersebut

"Mian, aku sedang flu jadi tangan ku sedikit tidak bersahabat"
Chanyeol, lagi lagi ulah chanyeol.

"Kau sengaja melakukan nya, iya kan? Lagi pula jika sakit kenapa tidak diam saja di sana" kesal sehun.
Chanyeol menanggapi dingin ocehan sehun yang terlihat seperti seorang bocah.

"jika sudah rusak mau apa lagi? Bukan kah dia (chanyeol menunjuk baekhyun) bisa membuatkannya lagi untuk mu" ucap kesal chanyeol yang saat itu tengah salah paham dan mengira bahwa orang yang dibuatkan kue tart oleh baekhyun adalah sehun dan baekhyun hanya memberinya kue sisa.

" yak itu bukan buatan ku, kue yang dipegang sehun adalah pemberian luhan."

" baek, kau membuatnya juga untuk chanyeol?"

Baekhyun Nampak seperti seorang anak SMP yang tengah tertangkap basah berpacaran dengan kekasihnya saat ini,

"Eoh? Jadi kau melakukannya karena kau cemburu pada ku kan chanyeol? Kau berpikir jika baekhyun juga memberikan kue yang dibuat nya pada ku. Benarkan?"

Tepat sekali, tuduhan sehun barusan membuat chanyeol salah tingkah, ia tak mungkin kan mengakui dirinya cemburu? Eohh itu memalukan.

"Apa yang kau katakan? Kau bergurau?"
Chanyeol sebisa mungkin bersikap biasa saja, tapi tentu itu tidak terpengaruh pada sehun. Insting sesama pria biasanya lebih kuat.

Sedangkan baekhyun dengan polosnya terus berpikir dan menatap chanyeol serta sehun secara bergantian.

"Aigoo park chanyeol sangat manis ternyata jika sedang cemburu"
Sehun mendekat ketempat chanyeol berdiri untuk menggoda chanyeol.

"HUACCCHHIIIIMMMM"
Chanyeol dengan sengajanya bersin tepat di wajah sehun,

'Rasakan'
Batin chanyeol yang merasa puas sudah bisa membalas kekesalannya pada sehun

Sehun menyumpah serapahi chanyeol yang langsung pergi begitu saja tanpa meminta maaf, sedangkan baekhyun tersenyum melihat kepergian chanyeol. Ia bahagia ternyata chanyeol memang cemburu pada sehun.

'dia mulai memunculkan ekspresi yang berbeda saat ini' batin baekhyun saat melihat kepergian chanyeol dengan wajah yang sangat menggemaskan.
-


Baekhyun tengah sibuk menyelesaikan pembukuan tim basket, tentang beberapa jadwal dan juga anggaran bulanan yang di berikan pihak kampus.

"bisa kah kita keluar dan berbicara ?"
Kyungsoo datang dari balik pintu untuk mengajak baekhyun keluar, baekhyun sedikit ragu sebenarnya tapi ia mencoba untuk percaya pada kyungsoo bahwa dirinya akan baik baik saja.
Lagi pula baekhyun dan kyungsoo memang perlu berbicara dengan kepala dingin saat ini, semoga saja kyungsoo dalam keadaan seperti yang baekhyun harapkan


Cafe bernuansa santai yang tak jauh dari kampus pun menjadi pilihan kyungsoo. Ia duduk berhadapan dengan baekhyun di meja no.8

" kuharap kau bisa memaafkan perlakuan jongin tempo hari, aku mohon jangan membenci nya. Cukup benci diriku saja, karena aku adalah dalang dibalik semua ini"

"Aku tidak bisa menyalahkannya karena aku sungguh mengetahui dan memahami bagaimana perasaan jongin kala itu, yaa walaupun caranya memang salah"

"berhentilah berpura pura baik byun baekhyun!, Kau tidak mengerti apa itu arti benci? Apa kau tak tahu caranya membenci?"
" bukan itu maksud ku, aku sudah memikirkan ini dengan baik baik dan aku sungguh mengerti keadaan jongin karena itu aku tidak bisa membencinya. Lagi pula membenci itu melelahkan"

Perkataan baekhyun sedikt banyak mengenai hati kyungsoo saat ini, sehingga kyungsoo yang tadinya berbicara agak sedikit keras sekarang mulai melembut.

"Kau benar, aku membuat lelah diriku sendiri dengan membenci seseorang. Dan mencintai seseorang yang tak mencintaimu juga sama melelahkan ternyata"

Baekhyun membulatkan mata dengan mulut yang sedikit terbuka, ia terkejut ketika melihat kyungsoo melepas syal yang melingkar dilehernya secara tiba tiba.

ya baekhyun terkejut bukan karena syal yang dipakai kyungsoo tapi karena Rambut panjang kyungsoo yang selalu digeray panjang itu dipotong pendek sampai bahu, dan corak biru yang biasanya ada diantara rambut kyungsoo pun sekarang sudah tidak ada lagi.

"A ada apa dengan rambut mu?"
" 5 tahun, ya… ini sudah 5 tahun." Baekhyun mengerutkan alisnya bingung,,

" sudah 5 tahun aku mencintainya, tapi aku ingin mencintainya 5 tahun lagi, 5 tahun kemudian, dan 5 tahun selanjutnya. Karena aku sangat yakin aku bisa mencintai chanyeol seumur hidupku, ini lah cara ku untuk mencintai seseorang!" lirih kyungsoo

" rambut ini juga menjadi salah satu saksinya, aku tidak pernah memotong rambutku ini ketika aku mulai menyukai chanyeol..."

Kyungsoo mulai menitikan air matanya, ia teringat kembali masa masa senior high school dulu bersama chanyeol. Lima tahun, bukan waktu yang sebentar bagi seseorang yang selalu mengejar cintanya. Tapi kyungsoo ia mampu bertahan selama itu bahkan dengan sifat chanyeol yang dingin dan terkesan cuek pada kyungsoo.

'seketika aku merasa kyungsoo sangat cantik, apa karena sikap keras kepalanya? Atau harga dirinya yang tinggi?' lirih baekhyun dalam hati, yang saat itu tak sadar ikut menangis terisak isak, membuat kyungsoo kesal.

"Yak mengapa kau jadi ikut menangis?"
"Ki kisah mu hiks hiks sungguh mengharukan hiks hiks"
"Aku tidak semenyedihkan itu hiks hiks, kau hanya akan membuat dirimu malu karena harus menangis di tempat umum seperti ini"

Kyungsoo masih sempat sempatnya memberikan nasehat kepada baekhyun padahal ia sendiri pun melakukan hal yang sama.
Baekhyun memberikan kyungsoo tissue dan mencoba menenangkannya.

"Jika semua orang tahu tentang hal ini, ku bunuh kau baek!"
Tegas kyungsoo yang menyadari betapa memalukannya harus menangis di tempat umum bersama baekhyun. sedangkan baekhyun ia terus memberikan kyungsoo tissue karena ia terus saja menangis..

Akhirnya mereka telah berbaikan,... baekhyun merasakan kelegaan yang tak bisa diutarkan saat ini.


~~Chanyeol Beside You~~~


Jongin berniat masuk kelas, tapi sepertinya niatnya itu harus ia urungkan ketika melihat chanyeol dan yang lainnya ada disana.
Jongin terlalu malu jika harus bertatapan dengan chanyeol, ia merasa menjadi seorang pengecut atas tindakannya beberapa hari lalu.
Maka itu dengan gontai jongin menjauh dari kelasnya sendiri.

"Kenapa tidak masuk"
Jongin menghentikan langkahnya ketika mendengar suara chanyeol di belakang sana.

" apa kau begitu membenci ku sampai tidak mau melihat dan bertemu dengan ku selama dua hari kemarin?"
Melihat jongin yang tidak bergerak di sana membuat chanyeol benar benar meyakini bahwa jongin mungkin benar benar membencinya.

"Kau tidak mau lagi berbicara dengan ku? Baik lah aku memang tidak pandai dalam memahami perasaan orang"
Chanyeol hendak melangkah pergi meninggalkan jongin, tapi tiba tiba jongin berbalik dan berdiri tepat di depan chanyeol.

"Mengapa kau mengatakan hal itu? Kau tahu aku tidak akan pernah bisa membenci mu"
"Orang lain selalu mengira bahwa aku tidak pernah peduli dengan keadaan orang lain"

Jongin menatap sendu kearah chanyeol, rasa bersalahnya pun semakin besar ketika melihat chanyeol yang menggunakan masker dengan suara yang tak biasa.
Jongin tahu chanyeol pasti sedang flu karena hujan kemarin.

Baru saja jongin ingin mengatakan permintaan maafnya tiba tiba saja chanyeol sudah tergeletak dilantai, chanyeol pingsan.

" yeoll? Chanyeoll?"

Panggil jongin, sambil terus menepuk pipi chanyeol.

BLAMM

Suara pintu mobil tertutup, setelah menelpon salah satu anak buah komisaris jongin langsung membawa chanyeol ke dalam mobil.

"Apa yang terjadi pada chanyeol?" sehun yang melihat chanyeol di bopong untuk masuk kedalam mobil pun menghampiri mobil itu dan bertanya pada jongin yang berada disampingnya

"Aku harus menghubungi baekhyun dan memberitahu keadaan chanyeol"
"Jangan, chanyeol akan marah"
Jongin mencegah sehun yang kala itu hendak mengeluarkan ponsel di saku jaketnya.

"Mengapa juga ia memaksakan diri untuk masuk"
"Chanyeol tidak ingin orang orang menganggapnya lemah"
"Bahkan di depan baekhyun? Didepan orang yang ia sukai?"
Jongin tak bisa menjawab, memang seperti itulah chanyeol yang ia kenal selama ini.

Sehun tak lagi memperdulikan jongin ia langsung menghubingi baekhyun, beruntunglah karena sehun tak membutuhkan waktu lama agar baekhyun mengangkat panggilannya saat itu.

"Ya sehun-ahh?"
" baek kau harus tahu, chanyeol.. dia.."

Tuuttt
Tuuttt
Tuuttt

.


.

Chanyeol baru saja akan memejamkan mata saat kepalanya semakin pening. Tapi suara bell pintu di rumahnya itu terus berbunyi dan membuat dirinya kesal.
Chanyeol pun dengan lemas menuruni tangga untuk membuka pintu dan memaki orang yang menekan bel dengan keras.

Ceklek

"Sudah tahu sakit malah memaksakan untuk masuk, mengapa tidak istirahat dirumah saja?" cerocos baekhyun ketika sampai dirumah
"dasar jongin si mulut besar!"
"demamnya sudah sampai suhu berapa?'

" belum diukur, lupa"

"belum kau ukur atau lupa diukur?"

"aiiishhh, lebih dari 37 derajat, dasar cerewet"

"sudah minum obat?"

" yak jinjja mengapa kau lebih cerewet dari appa ku?"

"…"

baekhyun memandang chanyeol dengan tatapan membunuhnya, dan chanyeol pun menyerah dengan tatapan itu.

" arrgghh BELUM!"

" ayo berbaring, sudah besar masih belum bisa menjaga diri sendiri. Kenapa tidak mampir keapotek untuk membeli obat" baekhyun menggiring tubuh jangkung chanyeol ke kamarnya

"yak kau sungguh merepotkan nuna"

"ralat, mencemaskan!"

Setelah mengkompres chanyel dan menyuruhnya melakukan pengukuran pada tingkat demamnya, baekhyun lantas duduk disamping chanyeol yang saat ini tengah berbaring dengan lemas.

"coba sini ku lihat berapa panasnya"

" tidak perlu, sudah tidak demam ko"

"…"

" arraseo!"

Chanyeol pun memberikan thermometernya pada baekhyun, dan ketika baekhyun melihat angka 37,7 ia membulatkan matanya

" 37,7 derajat?,, kau masih bisa bertahan dengan demam setinggi ini? sebenarnya apa yang kau pikirkan?"

"yak mengapa kau semarah ini?"

" marah? Kau tidak tahu mengapa aku marah? Sungguh tidak tahu?"

Chanyeol menatap baekhyun heran, kenapa tiba tiba baekhyun bersikap seperti ini? semenjak kedatangannya kerumah ia terus saja mengomel tanpa henti

"semua ini gara gara kau! kau itu membuat ku khawatir setengah mati. Dan kau masih bilang tidak tahu alasan aku marah?"

baekhyun berbicara dengan nada yang cepat membuat chanyeol semakin pusing mendengarnya

"apa kau tahu ketika aku mendengar bahwa kau pingsan aku langsung berlari kemari seperti orang gila? Aku bahkan menerobos lampu merah dan terus bertarung dengan jiwa ku ketika melewati seorang nenek yang ingin menyebrang apa kau juga tahu? Aku sangat ingin menolong nenek itu tapi mengingat kau sedang pingsan aku pun jadi mengabaikannya aku itu…"

"tenang lah…"

Ucap chanyeol menenangkan baekhyun yang cerewetnya melebihi appanya sendiri. Baekhyun pun sadar kalau ocehannya malah membuat chanyeol merasa tidak nyaman

" aku memang tak berguna, benar benar tidak bisa diandalkan"
chanyeol mendekatkan dirinya kearah baekhyun, ia tak tega melihat baekhyun yang sedih dengan menyalahkan dirinya sendiri

"Senyumlah untuk ku, akhh bukan tertawa lah untuk ku. Aku membutuhkannya saat ini"
"Aku tidak mungkin tiba tiba saja tertawa"
"Tapi Dengan sehun kau bisa melakukannya"
"Aku? Tidak! Coba katakan kapan, bagimana dan dimana?"
"Aisshhh kau membuat ku kesal sampai demam ku bertambah, kau itu selalu tertawa ketika bersama dengan nya menyebalkan sekali!"

Baekhyun pun tersenyum mendengar ucapan chanyeol yang tak secara langsung mengakui kecemburuannya pada sehun tadi pagi tentang insiden kue.

"Baiklah aku memang tidak bisa membuat mu tertawa"
"Chanyeol-ahh bukan seperti itu"
"Aduhh sakitnya, demam ku semakin tinggi kepala ku oh astaga sakit sekali"
Baekhyun panik ketika melihat chanyeol merintih kesakitan, ayolah baekhyun chanyeol hanya sedang berpura pura. Kau mudah sekali ditipu...

"Mana yang sakit? Ayo kita pergi kerumah sakit. Tunggu aku akan menelpon ambulance!"
Baekhyun bangkit dan bergegas keluar, tapi chanyeol menarik baekhyun hingga ia terduduk di kasur milik chanyeol.

" percayalah aku hanya ingin melihat tawa mu saat ini"
" ha ha ha"
Baekhyun tertawa dengan terpaksa.

"Bukan tertawa yang seperti itu"
"Tapi aku sudah melakukannya"
"Tawa mu berbeda ketika kau bersama dengan sehun pagi tadi"
Baekhyun mengingat kembali cara tertawanya dengan sehun seperti yang dikatakan chanyeol, memangnya benar benar berbeda ya?

Melihat baekhyun yang tengah berpikir keras membuat chanyeol gemas sendiri, ia kemudian mendekatkan dan memegangi wajah baekhyun dengan menarik kedua pipinya kesamping

wajah baekhyun sungguh lucu saat ini, salahkan chanyeol yang tengah bermain dengan wajah baekhyun yang imut itu.
dan Karena tidak tahan melihat bibir tipis didepannya, chanyeol pun mengecup bibir itu.

Chu...

Chanyeol menempelkan bibirnya pada bibir baekhyun, hanya sebuah kecupan singkat lalu melepaskannya, tak lama sungguh. Karena chanyeol sadar dirinya sedang sakit ia tak mau baekhyun terkena virus flu juga gara gara dirinya.

"Kau sangat mengesankan"
"A aaku akan me masak untuk mu"
Baekhyun masih terkejut jujur saja, ciuman yang mendadak itu membuatnya menjadi seseorang yang telah kehilangan setengah jiwa saking bahagiannya.

"Kenapa bibir mu seperti ice cream? Ciuman selanjutnya harus menunggu keadaan ku membaik ya."
"Dasar pabbo!"
Ucap baekhyun menahan malu sambil terus berlari meninggalkan chanyeol, oh ayolah mana ada seseorang yang membicarakan ciuman selanjutnya akan seperti apa.

Sementara disana chanyeol hanya bisa tertawa melihat kelakuan konyol baekhyun yang berlari dengan wajah yang seperti kepiting rebus.

"Selalu saja membuat ku marah,bingung sedih dan frustasi"
Baekhyun berbicara seorang diri ketika menuruni tangga, ia akan memasak untuk chanyeol supaya ia bisa lekas meminum obatnya.

Tapi baekhyun sedikit dibuat terkejut ketika mendapati sebuah kue di atas meja makan yang sudah hilang beberapa potong. Dan kue itu adalah kue yang tadi pagi baekhyun berikan pada chanyeol.

"Tapi chanyeol juga bisa bersikap manis dan lucu di waktu bersamaan" ucap baekhyun sambil tersenyum bahagia karena kuenya memang dihargai oleh chanyeol.
-


-ChanBaek-


.
"Katakan Aaaaaa?"
"tidak bisakah kau pergi, aku ingin istirahat"
"Ya chanyeolie kau harus memakan buburnya dulu, ayo anak pintar katakan aaaa.."

"Apa kau malu karena disuapi appa mu sendiri? "
"Aishhh sudah kubilang jauh jauh sana, kau mengganggu ku. Dan berapa kali sudah ku katakan berhenti memakai celemek menjijikan itu"

Seperti biasa pemandangan yang tidak akan jauh dari rumah ini ketika nickhun sang appa yang konyol bertemu dengan anaknya chanyeol yang notabenya selalu menanggapi dingin appannya sendiri.

TOOKK
TOOKK

"ajjushi, aku mau pamit pulang"
"Kenapa cepat sekali hyunie? Tapi terimakasih ya"
"tidak masalah ajjushi,"

Nickhun meletakan mangkuk bubur di atas meja, ia mendekat ke arah baekhyun dan menggenggam lengannya.

"Sekali lagi terimakasih ya hyuni karena sudah merawat chanyeol hari ini"
Baekhyun menangguk sambil tersenyun.

"Yak pak tua lepaskan tangan mu itu,"
Chanyeol memarahi appanya, oh ayolah chan jangan bilang kau juga cemburu pada appa mu sendiri?

Drrtt

Drrtt

Nickhun pamit untuk keluar kamar karena ada telepon penting, kini tinggal baekhyun dan chanyeol yang berada dikamar itu.

'Aku minta maaf ajjushi, aku memang tidak bisa menjaga chanyeol' lirih baekhyun ketika menatap kepergian nickhun.

Lalu entah mengapa baekhyun mengingat kejadian ciumannya bersama chanyeol tadi, astaga baekhyun kau sudah terserang virus pervet dari luhan?

Sreeettt

Chanyeol menarik lengan baekhyun sehingga wajahnya berada sangat dekat dengan chanyeol

"Apa yang sedang kau pikirkan? Apakah itu cara lain meningkat kan sebuah ciuman?"
"I itu tidak benar, jangan bicara yang tidak tidak ya"
"benarkah?"

Chanyeol menarik tengkuk baekhyun dan mendekatkan wajahnya dengan wajah baekhyun yang kini sudah mulai memerah,, melihat baekhyun seperti itu chanyeol pun terkekeh dalam hati sungguh benar benar mudah digoda..

Dan ketika dirasa baekhyun mulai memejamkan mata chanyeol pun mulai mendekatkan bibirnya bersiap meraup kemabali bibir mungil baekhyun yang kini tengah menjadi candu baginya itu, tapi belum sempat itu terjadi suara dering telepon dibawah sana membubarkan segalanya

Baekhyun menarik diri dan menjauhi chanyeol.

"angkatlah.." ucap chanyeol kecewa

"nega wae?"

"aku kan sedang sakit, kau ini bagaimana sih?"

Baekhyun pun akhirnya menuruti perintah chnayeol, ia berlari menuruni tangga untuk meraih gagang telepon yang tak henti hentinya bordering

" annyeonghaseo,,,"

"….."

"hallo.. nuguseo?"

"….."

"mengapa tida dijawab? Hallo anda mencari siapa?"

"….."

"hmm sepertinya salah sambung, baiklah akan aku tutup"

Tutt

Tutt

Tutt

Setelah menutup telepon yang dirasa salah sambung itu, baekhyun lantas kembali keatas untuk menemui chanyeol dan appanya. Ia akan mengambil tas lalu berpamitan kepada mereka berdua.

Sedangkan diluar sana, seorang pria terlihat sedang menyunggingkan seulas senyum ketika mendapati suara seorang wanita yang sudah ia ketahui bernama byun baekhyun lah yang telah mengangkat telepon keluarga dia? Apa yang tengah ia rencanakan dengan senyumannya itu? Ohh ayolah bukan kah baekhyun baru saja merasakan kebahagiaan kecilnya bersama chanyeol?

TBC


.

hayo siapa itu yang telepon?

adakah yang bisa menebak?
penasaran?

jawabannya ada dichapter-chapter selanjutnya...

byeee ~~

Review Jusseyo?