Love Magic!


Ichigo: Yuhuuu…. Saya update lagi….

Rin: Tanpa berlebay-lebay, aku yang bakal baca disclaimer…


Disclaimer : Vocaloid bukan milik saya, melainkan milik Mbah Yamaha dan Om Crypton

Rate : T

Genre : Fantasy, Drama, Romance, Humor/Comedy

Caution : AU, typo, agak gaje, OOC

DON'T LIKE DON'T READ!


Chapter 11 :Who is it?


Len POV


Dengan perasaan yang agak ragu-ragu dengan kucing bernama Rin yang bisa berbicara, aku pun mulai menceritakan masalahku. Ya, aku memang sedang galau sekarang. Mikuo tidak bisa diandalkan, makanya lebih baik aku cerita dengan kucing ini. Mungkin dia bisa dipercaya.

"Umm… Sebenarnya ada orang yang kusukai… aku sudah menyukainya sejak lama, tapi…"

"Tapi?" tanya Rin yang mulai memanjat ke pangkuanku. Dia sepertinya penasaran.

"Tapi disaat yang sama aku juga menyukai seorang gadis lagi, dia sangat baik dan manis padaku. Tapi aku tidak tahu apa gadis ini menyukaiku atau tidak." ucapku. Lalu kulihat kucing itu, matanya terbelalak.

"E-EEEEHHH? Maksudmu kau menyukai dua orang sekaligus?" tanya kucing itu dengan kagetnya.

"I-Iya… aku tahu ini sulit… tapi pada akhirnya aku hanya bisa memilih satu kan?" ucapku lagi.

"Jadi, umm… seperti apa perempuan yang kau suka sejak lama itu? Apa dia cantik?" tanyanya dengan nada yang sangat imut. Yah walaupun dia seekor kucing. Sontak, aku lagsung kaget.

"Eh? Ke-Kenapa kau tanya begitu?" tanyaku dengan sedikit merona.

"Hmph… katanya mau cerita… Onegai, ceritakan tentang gadis ini…" tanya Rin dengan mata yang mulai membesar dan berbinar-binar.

Ukh, terpaksa deh… Geez… kucing yang benar-benar ingin tahu…

"Ba-baiklah… tapi jangan bilang padanya ya. Um… dia itu sebenarnya baik, trus ceria, dia juga lumayan pintar… Tapi semenjak kami masuk SMA dan beda kelas, dia jadi jarang bicara padaku, menyapaku saja tidak" jelasku. Dan Rin masih terus mendengarkan.

"Oh… mungkin gadis ini punya alasan tertentu… Jadi jangan menyerah dengannya…" ucap kucing itu lagi. Entah kenapa kini perasaanku jadi lega.


Rin POV


"Ba-baiklah… tapi jangan bilang padanya ya. Um… dia itu sebenarnya baik, trus ceria, dia juga lumayan pintar… Tapi semenjak kami masuk SMA dan beda kelas, dia jadi jarang bicara padaku, menyapaku saja tidak" jelas Len padaku.

Lho? Apa jangan-jangan yang dimaksudkannya itu… aku?

"Oh… mungkin gadis ini punya alasan tertentu… Jadi jangan menyerah dengannya…" ucap ku untuk menenangkan Len.

Sepertinya aku akan punya rival untuk memenangkan hati Len! Aku harus bergerak, sebelum gadis itu merebut Len dariku! Tapi… siapa gadis ini?

"Umm… boleh aku tau siapa gadis kedua yang kau suka itu?" tanyaku untuk memastikan.

TING TONG

Wha? Geez, siapa orang terkutuk yang telah menggangguku ini?

"Iya sebentar…" dan Len pun membukakan pintu apartemennya. Dan disana telah berdiri sepasang orang berambut teal.

"Ah, Mikuo dan Miku. Tumben kesini." Ucap Len dengan mempersilahkan mereka untuk masuk.

"Hee~ Bukannya kau bilang kau kesepian? Makanya aku mampir kesini… Aku sohibmu ingat?" ucap Mikuo dengan nada mengejek. Sementara Miku hanya bisa tertawa melihat tingkah laku mereka berdua.

Miku pun melihat ke arahku. Ok, sekarang tatapannya padaku sangat aneh! Seperti ingin membunuhku! Mampus aku!

"KYAAA~~! KUCING INI MANIS SEKALIII!" dengan kecepatan super didatanginya aku, lalu dipeluknya aku layaknya sebuah bantal negi.

Miku, kau gila ya! Kau membuatku tidak bisa napas!

"Len! Kau tidak bilang kalau kau punya kucing manis seperti ini?" tanya Miku dengan histerisnya pada Len. Sementara Len hanya bisa sweatdrop melihat Miku.

"Ahaha… Dia bukan kucingku, dia kucing punya Amoretta. Tadi dia nitip ke aku. Katanya mau keluar kota. Jawab Len pada Miku.

"Hee~ Punya Amoretta si anak baru itu. Tidak kusangka rupanya dia punya kucing semanis ini. Siapa nama kucing ini?"

"Umm… Rin"

"Eh? Rin? Sama seperti Rin yang asli dong~" ucap Miku sambil terus mengelus-elus tubuhku.

"O ya, kata Amoretta kucing ini bisa-"

"Nya~"

"Eh?" ucap Len kaget.

"Ada apa Len-kun? Kucing ini bisa apa?" tanya Miku.

"E… etto… bisa jadi sangat manis… haha" ucap Len sambil menggaruk punggung lehernya.

Fiuh, untung saja aku bertindak cepat! Kalau tidak bisa gawat kalau Miku tau aku bisa bicara. Dasar Len, seenaknya saja!

"Iya iya, kucing ini sangat manis~~ Iya kan Mikuo?" tanya Len sambil mengangkatku ke arah Mikuo. Entah kenapa Mikuo sepertinya menghindar dariku.

"Mi-Miku! Jangan dekatkan kucing itu padaku! Aku alergi!" ucap Mikuo sambil menutup hidung dan mulutnya.

Wha? Mikuo alergi kucing? Lucu sekali.


-skip time, malam harinya-


Fuhh… Syukurlah pasangan itu sudah pulang… Kalau tidak pasti aku sudah sekarat dipeluk Miku. Ngomong-ngomong Len kemana ya? Kok ga keliatan? Hmm… Mungkin di kamarnya.

Karena penasaran, kudatangi saja kamar Len. Saat hampir sampai di kamar Len, aku mendengar suara.

Tes tes, satu, dua, tiga, Rin kau bisa degar aku?

Suara Amoretta lebih tepatnya. Mau apa dia?

'Umm… ya kau dengar, ada apa?' Tanyaku to-the-point.

Etto… ada satu hal yang belum kukatakan soal perubahanmu itu Rin…

'Apa itu Amoretta?'

Umm… sebenarnya kau bisa kembali ke wujud asalmu sekarang

'Eh! Benarkah itu?'

Iya sih tapi…

'Tapi? Cepat katakan padaku caranya!'

Kau harus…

.

.

.

'APAAAAA! TIDAK MUNGKIN AKU MELAKUKAN ITU!'


~~TBC~~


Ichigo: SeeU next chappie~~ Untuk chap ini gomen baget karena singkat… TAT

SeeU: Eh aku dipanggil?

Ichigo: Eh? Tidak sih, tapi dari pada kamu nganggur minta review sama readers ya~

SeeU: ok! Minna, tolong review nya ya~ Review itu ide dan semangatnya si author ini~

Ichigo+SeeU: Jaa ne~~


.

.

Review please~

.

.