Title: Blooming in Kitchen
Pairing: ChanSoo (Chanyeol-Kyungsoo)
Other pairing: temukan didalamnya
Genre: romance, teenagers, with a little bit comedy
Rate: T
Part 11
ChanSoo
.
.
.
.
.
"aku... sangat senang melihat kalian yang juga senang" Baekhyun memulai lebih dulu, membiarkan Chanyeol dan Kyungsoo mendengar dengan baik. Tapi Kyungsoo tetap merasa tidak enak, bagaimanapun juga Baekhyun pasti sangat cemburu.
"Chanyeol..." Chanyeol mengangkat kedua alisnya sejenak, pertama kalinya Baekhyun memanggil dia dengan nama asli. Biasanya akan memanggil Yeolli
"iya?"
"aku akan pergi ke Inggris, meneruskan kuliah disana. aku ingin berpamitan, maafkan aku ya karna aku banyak salah padamu selama ini"
"apa maksudmu? Kau mau meninggalkan aku disini? sahabatmu?" protes Chanyeol tidak terima, Kyungsoo memperhatikan Chanyeol yang mulai emosi. Dia tau, reaksi Chanyeol pasti akan seperti itu.
"aku akan menghubungimu, jangan takut.. Kyungsoo, aku juga minta maaf padamu"
"tidak apa-apa.. kau─"
"Baekhyun, kau tidak boleh pergi. Jika tidak untukku, coba kau pikirkan Luhan... dia mencintaimu. Kau tidak memberikan jawaban apapun padanya"
"nanti aku akan memberi tau dia, mungkin setelah aku sampai di Inggris" Baekhyun terus tersenyum sejak tadi. Dia sakit melihat Chanyeol bersama Kyungsoo, meski kini mereka hanya duduk bersebelahan. Tetap saja sakit..
"tidak bisa. Kau tidak boleh pergi kemanapun"
"Chanyeol, aku sudah daftar di universitas disana. lagipula, tidak ada alasan lagi bagiku untuk tetap disini" Kyungsoo semakin tidak enak, dia menggigit bibir bawahnya. Bingung mau bicara apa, karna sepantasnya dia tidak ikut campur urusan dua sahabat itu.
"baiklah jika itu yang kau mau..." Chanyeol menghela napasnya dan menyerah. Dia juga tidak bisa membiarkan Kyungsoo dan Baekhyun ada pada satu pijakan tanah yang sama, membuatnya belum lega seratus persen.
"terimakasih, Chanyeol. Kyungsoo, aku juga akan sering menghubungimu"
"ah, iya... baik-baik lah disana. aku mendoakanmu" hanya itu yang bisa Kyungsoo ucapkan dengan tulus, sebenarnya juga Kyungsoo tak ingin Baekhyun pergi. Tapi di satu sisi, dia tidak bisa ikut campur. Karna dia dan Baekhyun baru saja kenal.
Ponsel Chanyeol berdering, panggilan dari Luhan rupanya.. Chanyeol menebak bahwa Luhan pasti mencari Baekhyun. "halo?"
"Chanyeol, apa Baekhyun bersamamu?" tanya Luhan, suaranya terdengar panik.
"ada... dia di apartemenku" ujar Chanyeol melirik Baekhyun yang kaget karna Chanyeol pasti sedang bicara dengan Luhan, Kyungsoo tertegun memperhatikannya.
"baiklah, aku akan kesana sekarang" Luhan langsung saja memutus sambungan, Chanyeol menggedikan bahunya tanda tak bersalah. Baekhyun mengambil mantelnya dan berjalan ke arah pintu depan.
"aku bahagia melihatmu bahagia, Yeollie.. sekarang aku harus pergi. Selamat malam" Kyungsoo ingin bicara, tapi suaranya tidak keluar. Chanyeol melompat dari sofa dan berlari, dia langsung menghadang pintu tepat saat Baekhyun akan membukanya.
"minggir Chanyeol!" bentak Baekhyun kesal. Mereka diam dan saling berpandangan tajam, tidak... Kyungsoo melihat tatapan lembut dari Chanyeol.
"tidak ada alasan lagi bagiku untuk tetap ada disini!" Baekhyun menunduk, ingin menangis tapi dia menahan air matanya. Wajahnya yang memerah terlihat sekali menahan tangis. Kyungsoo jadi miris sendiri.
"buka hatimu, Baek... masih ada alasan bagimu untuk disini. lihatlah betapa dia khawatir padamu.. dia mencarimu. Kau mau meninggalkannya begitu saja?"
Baekhyun mengusap matanya menggunakan lengan tangannya, dia mengusap-usap kasar. Chanyeol mengelus kepalanya lembut, memberikan kehangatan untuk Baekhyun meski tidak bisa lebih seperti yang Baekhyun harapkan.
"antara aku dengan Luhan, siapa yang lebih sering ada untukmu? Kau harus sadar itu Baekhyun.."
Baekhyun tidak bisa menahan lagi, dia menangis. Memang benar, Luhan banyak berkorban waktu dan fisik untuknya selama mereka berteman. Chanyeol? Menghubunginya saja jarang.. jika mengingat ke arah sana, Baekhyun sebenarnya tau mana yang harus dia pilih. Tapi entah kenapa dia tidak bisa melepaskan Chanyeol.
Cukup lama mereka dalam posisi seperti itu, hingga bel pintu Chanyeol berbunyi. Melalui intercom Chanyeol melihat wajah Luhan dan... Yifan? Baiklah, dia membuka pintu itu dan tampak Luhan yang kaget melihat Baekhyun sudah berurai air mata.
"hai... Luhan.." sapa Baekhyun lalu kembali menangis, Luhan langsung memeluknya erat. Tidak peduli meski mereka masih didepan pintu sekalipun, Baekhyun membalas pelukan Luhan dengan erat. Chanyeol menghela napas dan melirik Yifan yang juga memperhatikan momen itu, kemudian Chanyeol berganti memandang Kyungsoo yang ikut terharu dengan Luhan dan Baekhyun.
Kenapa semua ini harus terjadi...
.
.
.
.
.
Hari minggu. Hari terakhir Kyungsoo liburan musim panas... kini mulai masuk pada musim gugur. Kyungsoo harus memakai setidaknya dua lapis jaket untuk keluar rumah. Dia berdiri didepan pintu ruangan Yifan. Semenjak kejadian di rumah Chanyeol beberapa hari lalu, dia tidak berani berhadapan langsung dengan Yifan. Lagi pula, Yifan tidak pernah keluar dari ruangannya selama kedai di buka dan Chanyeol juga terkesan tidak ingin Kyungsoo menemui Yifan untuk sementara.
Tapi Kyungsoo hari ini memberanikan diri untuk menemui Yifan. Sudah saatnya mereka bicara, dan Kyungsoo ingin Yifan mengerti. Perlahan tangan mungilnya mengetuk pintu itu. hingga tiga kali, Yifan baru menjawab dari dalam sana.
"masuk.."
Kyungsoo membuka pintunya, dan melihat Yifan yang sedang memainkan komputer di meja kerjanya. Yifan melirik Kyungsoo, "oh.. ada apa Kyung?"
Raut wajah yang biasa saja, tapi Kyungsoo tau masih ada sedikit sisa rasa sakit di hati Yifan. "hyung.. maaf, aku baru menemuimu sekarang" Kyungsoo nampak takut-takut.
"duduk dulu" Yifan mempersilahkan Kyungsoo duduk di sofa ruangan tersebut, dan Kyungsoo menurut. Yifan duduk di sebelahnya.
"aku minta maaf..." kata Kyungsoo akhirnya.
"tidak, seharusnya aku yang minta maaf.. harusnya aku lebih berlapang dada. Harusnya aku menerima kenyataan, bukan malah memukuli Chanyeol seperti itu"
Kyungsoo diam, lalu dia memeluk Yifan dengan erat, dia sangat merasa bersalah. "tenanglah, kau tidak usah khawatir.. nanti aku akan berbaikan dengan Chanyeol" Yifan mengusap kepala Kyungsoo dengan lembut.
"kau memaafkanku?" tanya Yifan setelah hening yang lama.
"aku memaafkanmu, hyung.."
ChanSoo
Mobil Chanyeol berhenti di depan gerbang sekolah Kyungsoo, dia melepaskan sabuk pengaman Kyungsoo dengan lembut. "turun lah... masih ada 10 menit sebelum masuk?". Kyungsoo mengangguk. Dia menatap Chanyeol
"hyung, aku harap kau dan Yifan hyung bisa berbaikan" Chanyeol menatap balik Kyungsoo dengan tatapan tegas namun penuh lembut miliknya.
"pada dasarnya... aku dan dia kurang akrab sejak dulu"
"aku tau, makanya aku ingin kau akur dengannya" Kyungsoo menatap sendu, Chanyeol mengangguk dan mencium kening Kyungsoo, "akan ku usahakan"
Setelah mengatakan itu Kyungsoo turun dari mobil Chanyeol dan masuk ke dalam sekolah. Ini hari pertama masuk kembali ke sekolah dan Kyungsoo merasa pasti ada yang berubah. Ketika ke kelas, benar dugaannya. Ada yang berubah, Jongin dan Sehun yang saling bercanda... tapi tidak sekonyol dulu. Kini bercanda mereka seperti pasangan kekasih, mesra dan penuh dengan bisik-bisik. Siapa yang tidak kenal duo JongHun yang selebor dan heboh? Sekarang malah jadi sok romantis seperti itu.
"Kyungsoo!" Kyungsoo kaget ketika Seohyun memeluknya. Di belakang Seohyun ada Taeyeon yang menggeleng kepala sembari mengemut lolipopnya.
"wah, lama tidak ketemu... kangen sekali. bagaimana liburanmu?"
"aku ke pantai bersama teman-temanku"
"benarkah?" Taeyeon tampak sumringah, "aku juga ke pantai. Tapi pantai di Thailand. Keren kan? hahaha" Taeyeon berpose tidak jelas. Seohyun dan Kyungsoo tertawa.
"kau bagaimana, Seo?" tanya Kyungsoo.
"hah. Liburanku sedikit berwarna. Seminggu sebelum masuk sekolah aku bertemu seseorang yang tampan sekali" Seohyun menerawang kembali. "kenapa kau tidak cerita padaku?" Taeyeon protes sekarang.
"itu karna kau tidak tanya"
"harusnya kau cerita duluan padaku" Kyungsoo meninggalkan dua gadis yang tengah debat itu, dia hanya tersenyum dan duduk di kursinya. Dia mengambil ponsel dan mulai browsing, mencari resep-resep masakan yang mungkin bisa dia praktekkan. Tapi sebenarnya dia ingin memasak untuk Chanyeol. Haha.. benar-benar seperti anak gadis.
"hai, Kyung.. bagaimana kabarmu?" tanya Jongin yang sudah duduk di sebelahnya, dan Sehun duduk di hadapannya.
"aku baik. Bagaimana dengan kalian? Kenapa aku melihat kalian mesra sekali hari ini?" tanya Kyungsoo ingin menggoda, Sehun memalingkan wajah sedangkan Jongin tertawa dengan suara khasnya.
"kau tidak tau? Aku dan dia sudah pacaran"
"benarkah?! Kenapa kau tidak cerita padaku? Sejak kapan?" Kyungsoo jadi merasa seperti Taeyeon yang di khianati Seohyun tadi.
"baru. Belum lama.. kira-kira seminggu yang lalu. Iya kan, Hun? Hei.. tidak usah malu-malu" goda Jongin melempari Sehun dengan hapusan milik Daehyun yang mejanya ada di sebelah meja Kyungsoo.
"apa?! Siapa bilang kita pacaran?" sungut Sehun, lalu dia pergi keluar kelas. "dia masih malu-malu. Hahaha!" Jongin berlari menyusul Sehun, seiring dengan Krystal yang masuk kelas. Sedikit melirik Jongin dengan sebal. Kyungsoo memperhatikan itu semua. Kasihan sekali Krystal... kasihan sekali Tao... kasihan sekali... Yifan?
Kyungsoo terhenyak. Dia harus bagaimana soal Yifan? Dia sangat merasa bersalah...
"Kyung, hapusanku kemana ya?" tanya Daehyun yang baru datang dari kantin. Kyungsoo hanya menghela napas.
.
.
.
.
.
"hei... apa kabarmu?" sapa Chanyeol yang masuk ke ruangan Yifan. Yifan tidak menoleh dan hanya menatap layar komputernya.
"buruk. Kau?"
"sama.."
"bukan kah harusnya kau senang? Kyungsoo memilihmu"
"jangan bersikap kekanakan. Biar begitu, aku dan Kyungsoo masih punya beban. Kau dan Baekhyun yang mungkin masih kesal karena hubungan kami"
"tepat sekali"
Chanyeol mendengus, dia berdiri di hadapan Yifan. Mata mereka bertemu.. Yifan rasanya masih benci saja jika melihat wajah Chanyeol, tapi Kyungsoo yang memintanya untuk bisa berbaikan dengan Chanyeol. Begitu pula dengan Chanyeol, dia masih malas untuk membina hubungan baik lagi dengan bosnya itu, tapi karna Kyungsoo yang minta... dan untuk kebaikan semuanya, dia harus mau.
"aku minta maaf.." ucap Chanyeol lebih dulu. Tapi Yifan Cuma terus menatapnya tanpa jeda, "..karna aku merebut little friend-mu. Tapi awalnya aku tidak punya niat seperti itu. kau harus tau, hal yang kau sia-siakan bisa menghilang ketika kau mengharapkannya kembali"
Shit. Chanyeol mau minta maaf atau menyindirnya? Okay, dari awal Yifan lah yang salah.. dia meninggalkan Kyungsoo begitu saja tanpa kabar. Dan ketika kembali, Kyungsoo malah di rebut orang lain. Itu memang salahnya..
"hanya itu yang mau aku katakan. Hari yang indah, Yifan..." Chanyeol keluar dari ruangan Yifan tanpa mau tau apa respon dari bosnya tersebut. nyatanya, Yifan Cuma diam. Dan sekali lagi, dia introspeksi diri.
Sementara di luar, objek yang dua pria itu rebutkan malah sedang khawatir. Kyungsoo istirahat sebentar dari kerjanya dan duduk di sebelah Yixing. Luhan sudah absen seminggu... mungkin dia meluangkan waktu untuk Baekhyun. Gantinya Yifan mencari pekerja paruh waktu lagi untuk menggantikan Luhan.
"ada apa Kyung? Kau kelihatannya seperti orang galau begitu" tanya Yixing
"aku memikirkan Yifan hyung.. aku merasa sangat bersalah padanya"
"kenapa begitu? Itu kan hak-mu mau memilih dia atau Chanyeol. Yifan saja yang tidak tau diri" Kyungsoo menoleh horor, bisa-bisanya Yixing mengatakan hal jahat begitu. "Luhan bilang Baekhyun sedang berusaha lebih dekat dengannya. Rasa-rasanya aku jadi ingin mencarikan calon untuk Yifan" kata Yixing berpikir dengan wajah imutnya yang di buat-buat.
"ah! Hyung, Yifan hyung tidak mungkin suka di jodoh-jodohkan" Kyungsoo tau betul Yifan tidak suka hal-hal berbau comblangan, atau perjodohan.
"halah... hati itu tidak bisa di bohongi. Kalau aku carikan yang bagus lalu dia suka, percuma saja bilang tidak suka perjodohan hahaha"
"hyung, jangan.. nanti Yifan hyung malah menjalaninya dengan hati setengah-setengah"
"kau diam saja, rencanaku selalu berhasil"
"rencana apanya.." bingung Kyungsoo. hyung satu ini memang kelewat kreatif.
"buktinya, kau dan Chanyeol berhasil kan? kalau aku tidak memberinya tiket nonton drama musikal, kalian tidak mungkin berkencan" ah iya, benar juga. Kyungsoo jadi ingat waktu Chanyeol memarahi Yixing setelah pertunjukkan selesai. Yixing berlindung di belakang Joonmyun, alhasil jadi Joonmyun yang terkena damprat langsung di hadapan Chanyeol.
"hei, ayo kembali bekerja" Chanyeol baru kembali dari ruangan Yifan, dia mengusap kepala Kyungsoo dan masuk ke dapur. Kyungsoo menyusulnya.
"kau bicara apa dengan Yifan hyung?" serbu Kyungsoo tidak sabar.
"minta maaf saja... dan dia memaafkanku"
"benarkah?" Kyungsoo sumringah, berarti Yifan sudah tidak marah. Tapi Kyungsoo tetap harus mencari cara agar Yifan tidak patah hati lagi.
"iya. Sudah beres... ayo bantu aku membuat hiasan di es krim ini" Kyungsoo mengangguk dan menuangkan krim coklat diatas es krim pisang yang sudah di buat Chanyeol. Chanyeol memberikan dua buah cherry pada Kyungsoo, Kyungsoo meletakkan dua buah cherry itu di samping kiri dan kanan es krim.
"tidak di atas?" Chanyeol memperhatikan Kyungsoo, Kyungsoo Cuma tersenyum saja.
"aku maunya di samping"
"hahaha.. baiklah, itu bagus. Berikan pada Yixing" Kyungsoo memberikan es krim itu pada Yixing, Yixing menahan tangan Kyungsoo sebelum Kyungsoo masuk lagi ke dapur.
"hei, aku tau siapa yang bisa di jodohkan dengan Yifan" cengirnya, dan Kyungsoo Cuma melongo
ChanSoo
Kedai sepi hari ini, terlihat Yifan dan Yixing sedang bermain kartu di meja pelanggan. Sesekali Yixing bermain curang dan Yifan memukulnya sadis.. sepertinya mereka sudah berbaikan. Tapi Yixing memang menyebalkan, jadi wajar jika Yifan kembali marah padanya.
"haahh.. tidak ada permainan yang lain? Ini membosankan!" Yixing mendengus dan menyandarkan tubuhnya di kursi.
"kau bosan, tapi aku belum menang" Yifan menendang kaki meja, menandakan dia kesal pada Yixing. Yixing menguap, dia melihat ke arah kaca jendela
"musim gugur yang indah... aku tidak kuat dinginnya" Yixing melirik Kyungsoo yang datang membawa secangkir coklat panas.
"suhu di musim dingin nanti akan lebih parah sepertinya.." mata Yifan masih saja terpaku pada sosok Kyungsoo, ketika anak itu sedang di manapun. "hyung jarang keluar jika musim dingin?" tanya Kyungsoo pada Yixing yang sedang meminum coklat hangat darinya.
"iya. Aku keluar hanya untuk kerja"
"kau itu pemalas.. tidak di musim dingin pun kau jarang keluar"
"wow, Wu Yifan, kau manusia paling rajin di dunia ini?" sungut Yixing lagi, Yifan menaikan kedua alisnya menjawab sindiran Yixing barusan.
"Luhan hyung?" Yixing dan Yifan langsung menoleh ke arah Kyungsoo, "Luhan hyung datang" sambung Kyungsoo lagi dan kemudian pintu kedai terbuka. Menampakkan Luhan yang terlihat agak berantakan hari ini. ah, dia memang terlihat berantakan sejak menyukai Baekhyun.
"ada badai di perjalanan, Lu?" tanya Yixing. Luhan mendengus saja dan segera ke ruang ganti.
"ada apa dengannya? Bukankah Baekhyun sudah menerima dia?"
"kurasa belum" Yixing menggeleng, "kalau Baekhyun sudah menerima Luhan maka wajah Luhan akan terlihat lima tahun lebih muda dari umurnya sekarang" Kyungsoo ingin tertawa mendengar ocehan Yixing, tapi dia tidak berani
"hoi, pria pecinta! Bagaimana kabar 'absen seminggu'-mu? Ada kemajuan dengan Baekhyun?" tanya Yifan seadanya. Hei, dia sudah tidak peduli lagi bagaimana ekspresi Chanyeol di dapur sana.
"dia akan pergi ke Inggris" Luhan berjalan ke meja kasir dengan wajah di tekuk. Kyungsoo, Yifan, dan Yixing kaget. Mereka saling berpandangan spontan.
"bagaimana bisa?" tanya Yixing tidak percaya. Mereka kini menghampiri Luhan, tapi Luhan tetap saja diam dan hanya membereskan meja kasirnya.
"dia benar-benar akan pergi?" kini suara berat itu menginterupsi, kali ini Luhan menoleh dan menatap Chanyeol malas.
"yap. Dan usahaku sia-sia"
"dia belum menerimamu?" tanya Chanyeol lagi, semua ikut penasaran. Luhan menggeleng "apanya yang di terima? Sejak dulu dia memang tidak suka padaku" Luhan menggedikan bahu. Yifan menatapnya tajam, "apa? Aku bukannya pesimis.. tapi itu memang kenyataan"
Chanyeol kembali ke dapur, berpikir untuk menghubungi Baekhyun.. tapi dia tau Baekhyun memang keras kepala. Kyungsoo menatap Luhan dan Chanyeol dengan rasa bersalah, apa ini semua berawal darinya? "m-maafkan aku.." ucap Kyungsoo lirih, bahkan berbisik. Tapi karna Yixing si hiperaktif berada di sebelahnya, dia mendengar ucapan Kyungsoo yang lebih seperti mencicit itu.
"memangnya kau salah apa?" tanya Yixing heran, Kyungsoo tidak menjawab.
"tidak apa, Kyung... sebelum kau bersama Chanyeol, Baekhyun memang tidak menyukaiku" Luhan tertawa miris, dia berlalu ke toilet. Yixing mengusap-usap punggung Kyungsoo untuk menenangkannya. Yifan menghampiri Kyungsoo dan mengusap kepalanya penuh sayang.
"bukan salahmu.." lalu Yifan menyusul Luhan, mungkin akan berbicara empat mata lagi di toilet. Lebih tepatnya lagi, Yifan ingin menenangkan Luhan.
.
.
.
.
.
"apa yang sebaiknya aku lakukan? Posisiku serba salah.." Kyungsoo menggerakan pelan ayunan yang di dudukinya. Dia menatap kosong ke bawah, sedangkan Chanyeol sedang membeli hoddeuk untuknya di sebuah kedai dekat taman.
"kalau saja aku tidak menyukai Chanyeol hyung, mungkin keadaannya tidak akan seperti ini.." Kyungsoo terus bergumam sampai Chanyeol berdiri di hadapannya, menatapnya dengan ekspresi yang tidak bisa Kyungsoo tebak.
"ini hoddeuk-mu" Chanyeol memberikan hoddeuk yang msh panas itu pada Kyungsoo, Kyungsoo mengambilnya dan mulai memakannya setelah sebelumnya meniup-niup hoddeuk itu terlebih dulu.
"apa yang kau khawatirkan?" Chanyeol mulai bertanya, dia menatap wajah Kyungsoo.. namun Kyungsoo tidak menjawab pertanyaannya. Chanyeol menghela napas, dan dia mengusap kepala Kyungsoo sama seperti yang tadi Yifan lakukan.. tapi tentu saja menurut Kyungsoo rasanya berbeda.
"kau tidak salah apapun. aku menyukaimu, dan kau menyukaiku. Tidak ada yang salah, sejak dulu Baekhyun mungkin menyukaiku.. tapi perasaan suka itu tidak bisa di paksa..." Kyungsoo memperhatikan Chanyeol kali ini.
"...coba kau ingat, apa yang kau rasakan pada Yifan? Apa ketika menyukaiku, kau memaksa untuk terus menyukai Yifan agar perasaan terhadapku menghilang?" Kyungsoo menggeleng perlahan.
"itu lah, kenapa aku juga tidak bisa menepis perasaanku padamu.."
Kyungsoo menatap Chanyeol dalam-dalam, sama halnya dengan Chanyeol yang menatapnya lembut. Kyungsoo bisa melihat ada kejujuran di sana, Kyungsoo sangat sayang pada Chanyeol. Menurutnya, Chanyeol memang sudah sangat mati-matian menahan perasaan.
"ini tentang kita, bukan tentang mereka.. jadi aku mohon padamu, jangan merasa bersalah. Untuk kita, hanya ada aku dan kau sekarang" Kyungsoo mengangguk, perlahan Chanyeol berdiri, dan berlutut di hadapan Kyungsoo.
"jangan berhenti dan berbalik sekarang. karna aku tidak akan menghentikannya, dan aku tidak akan membiarkanmu berbalik ke belakang" hening sebentar, lalu Kyungsoo memeluk Chanyeol erat. Membisikan kata yang membuat Chanyeol bisa bernapas lega.
"aku sayang padamu, hyung.. aku mencintaimu"
"aku lebih mencintaimu.."
ChanSoo
"simpan ini, Luhan menitipkannya untukmu" Yifan memberikan sebuah gelang berwarna putih untuk Baekhyun. Chanyeol sendiri hanya menatap sendu, dia juga sedih kenapa sahabatnya harus memutuskan untuk pergi.
"kenapa dia tidak datang?" Baekhyun bertanya, masih dengan tersenyum. Yifan menghela napasnya berat.
"dia bilang ingin melepaskanmu.. aku juga tidak mengerti, ternyata dia sepengecut itu. harusnya dia datang saja, tapi dia tidak mau" Baekhyun mengangguk, dia menoleh ke arah Chanyeol, Chanyeol mulai berekspresi tenang seperti biasa.
"Kyungsoo harus sekolah.. tapi dia menitipkan salam" jawab Chanyeol seakan bisa membaca pikiran Baekhyun, dan Baekhyun kembali mengangguk.
"maafkan aku ya, Yeollie... aku tetap harus pergi. Aku sudah terlanjur mendaftarkan kuliahku disana" padahal Chanyeol tau, tujuan Baekhyun bukan hanya itu tapi Chanyeol berusaha mengerti. Mereka terdiam sangat lama, kemudian Baekhyun memeluk Chanyeol erat dan Chanyeol membalas pelukan itu.
"aku sungguh minta maaf.." ucap Chanyeol kali ini, Baekhyun menggeleng.
"aku yang seharusnya minta maaf padamu.." kemudian mereka melepas pelukan itu, "aku sudah harus berangkat. Kalian baik-baik ya, jangan bertengkar lagi.. sampai jumpa" Baekhyun melangkah pergi, namun sesekali masih melirik ke arah dua pria itu.
"hubungi aku jika sudah sampai!" teriak Chanyeol, dan Baekhyun mengangguk. Chanyeol dan Yifan masih memperhatikan punggung mungil itu sampai menghilang di balik pintu departure.
"kau tidak menangis?" Yifan bertanya, namun dia malah meninggalkan Chanyeol lebih dulu. Chanyeol hanya diam, dia masih menatap pintu departure itu dengan tatapan yang sulit di artikan. Tanpa dia sadari, setetes kristal bening meluncur bebas dari mata kirinya dan Chanyeol pun berbalik untuk pergi.
.
.
.
.
.
Yixing tertawa-tawa heboh di sebelah Luhan yang kini hanya menatap jendela kedai. Dia sangat ingin mengantar Baekhyun kemarin, tapi dia tidak kuat. Yang ada jika dia disana, dia akan menahan Baekhyun seperti orang gila dan akan lebih menyakiti Baekhyun. Luhan pria yang cukup dewasa untuk cepat sadar bahwa cinta tidak seharusnya memiliki, dan hati tidak bisa di paksakan.
Tapi jika menoleh ke belakang, betapa brengseknya Chanyeol yang sudah membuatnya kehilangan sosok Baekhyun. Semua itu hanya pemikiran belaka, dan cepat-cepat Luhan tepis. Dia tidak mau egois. Baekhyun bahagia dengan keputusannya, dan dia harus ikut bahagia karenanya.
"kau tau, yang ini umurnya sudah 35 tahun, kurasa cocok dengan Yifan!" Yixing tertawa kembali, kali ini lebih keras dan menyeramkan. Chanyeol yang baru datang pun menatap heran tapi dia mengabaikan Yixing lalu langsung ke dapur. Sepertinya Yixing benar-benar akan menjodohkan Yifan dengan wanita-wanita yang masuk dalam website pencarian jodoh. Yixing pernah berkunjung ke website itu.
"Lu, yang ini baru 23 tahun.. tapi dia terang-terangan sekali mencari pria yang kaya raya!" Yixing tertawa lagi kali ini sembari memukul-mukul meja. Luhan memperhatikannya malas, dia merebut ponsel Yixing dan memperhatikan foto-foto wanita tersebut.
"menyedihkan.. Yifan tidak boleh bersama mereka" Luhan menaruh ponsel Yixing agak kasar diatas meja, membuat Yixing berhenti tertawa.
"ada apa denganmu? Sekarang kau menjelma menjadi bibi Yungjin, hah?" sungut Yixing, Luhan tidak peduli dan dia melihat Kyungsoo yang baru datang bersama teman-temannya. heboh sekali ketika mereka datang.
"Joonmyunnie!" seru Yixing, "Yixing-er!" dan Yixing memeluk Joonmyun manja. Yang lain menatap prihatin..
"selamat siang hyung.. teman-temanku mau makan disini" kata Kyungsoo menyapa Luhan.
"oh, itu bagus. Yixing akan melayani mereka dengan baik" Luhan tersenyum seperti biasa, tapi Kyungsoo justru sedih memandanganya. Mereka terdiam, namun Luhan memeluk Kyungsoo "jangan khawatirkan aku, aku baik-baik saja.. aku sudah ikhlas. Kau kembali saja ke dapur, Chanyeol sudah datang. Buatkan aku satu kue. maka aku akan merasa lebih baik lagi"
Kyungsoo sumringah dan mengangguk, "baik hyung!" dia berlari ke dapur dan segera berganti baju. Chanyeol menatap Kyungsoo bingung.
"kau semangat sekali hari ini.." ucap Chanyeol sambil membenarkan ikatan slayer hitam Kyungsoo, Kyungsoo tersenyum. "hyung, aku ingin membuat kue untuk Luhan hyung" kata Kyungsoo dengan mata berbinar-binar. Mana mungkin Chanyeol tidak luluh.
"baiklah.. silahkan" Kyungsoo sumringah dan dia mulai membuat kue untuk Luhan, sedangkan Chanyeol membuatkan kue untuk pelanggan seperti biasa. Sesekali dia memperhatikan cara kerja Kyungsoo.
Kyungsoo membuat adonan cheese cake, dan setelah matang dia mulai menghiasnya. Dia lumuri cake berukuran kubus kecil itu dengan krim berwarna pink yang cerah, sudah pasti rasanya stroberi. Dia meratakan krim itu dan membuat hiasan kupu-kupu di sekitarnya menggunakan krim coklat. Diatasnya dia membuat hiasan berbentuk bunga tulip. Lalu di sebelah bunga tersebut dia tuliskan dengan huruf hangul yang indah. "Luhan hyung, saranghae"
Chanyeol sedikit cemburu, dia berdehem.. membuat Kyungsoo menoleh padanya. "cheese-strawberry cake yang sederhana.. kau tambahkan gula halus?" tanya Chanyeol.
"iya, hyung... dan ini untuk menambah manisnya" Kyungsoo menaruh beberapa coklat putih kecil di bawah tulisan hangul tersebut. Kyungsoo bertepuk tangan kecil.
"tulisan itu maksudnya apa?" kali ini Kyungsoo dapat menangkan nada tidak suka dari ucapan Chanyeol. "kau cemburu?" Kyungsoo memang tidak suka basa-basi. Chanyeol menyesal bertanya.
"iya, aku cemburu"
"aku hanya ingin menyemangatinya. Tenang saja" Kyungsoo melenggang keluar dapur sambil membawa kue tersebut. dia menghampiri Luhan, dan dia melihat teman-temannya menatap kagum.
"Kyungsoo-ya, kau koki yang handal!" teriak Jongdae bangga.
"buatkan aku kue seperti itu, Kyungsoo!" rengek Jino manja.
"aku menyesal makan kue ini..." miris Tao menatap kue yang dia makan, kelihatannya kue buatan Kyungsoo lebih enak. Moonkyu sibuk mencibir Jongin dan Sehun yang sedari tadi hanya pacaran. Kyungsoo tertawa melihat mereka.
"hyung, ini kue untukmu"
"woah.. terimakasih, Kyung. Kelihatannya enak sekali" Luhan mencoba kue tersebut dan dia menikmatinya. "eum.. enak sekali!" Luhan tersenyum. Dia terus memakan kue itu namun Kyungsoo merasa perlahan ekspresi Luhan berubah. Sedari tadi Luhan terus menunduk sambil memakan kue itu. Chanyeol terdiam di depan pintu dapur, dan Yixing sudah akan mengeluarkan tissue.
Kyungsoo melihat air mata Luhan menetes ke atas kue, hingga membuat hiasan bunga tulip yang Kyungsoo buat sedikit berantakan. Lalu terdengar isakan Luhan yang pelan sekali, apanya yang jadi lebih baik? Luhan justru merasakan hatinya benar-benar sakit.
Yifan yang keluar dari ruangannya, sejak tadi memperhatikan dengan miris. Dia mendekati Luhan dan memeluk sepupu jauhnya itu dengan erat. Luhan meletakkan kue tersebut dan membalas pelukan Yifan. Menangis sejadi-jadinya di pelukan Yifan yang serasa membuatnya tenggelam.
Yixing menghela napas, dia melihat teman-teman Kyungsoo yang ternyata repot dengan makanan mereka masing-masing.
"aku mau meminta ibuku untuk membeli kue ini yang banyak!" Jino menghayati kuenya.
"kue yang rasa pisang ini enak sekali" Moonkyu menyuapkan kuenya ke mulut dengan ukuran besar.
"kue milikku bentuknya seperti pantat.." Jongdae mengunyah santai.
Yixing sweatdrop
.
.
.
.
.
Masih TBC
Hahaha maaf updatenya kelamaan lagi. Tapi yaaa... akhirnya update juga kan? thanks buat review, fav, dan follow kalian *bow*
Maaf juga kalo lama-lama ff ini ga jelas. Tapi bisa gue pastikan, chapter berikutnya itu chapter terakhir.
