My nerdy Yunie
.
.
.
Disclaimer : mereka cuma milik Tuhan, Changmin milik Cho seorang. Hehehehehehe
Pairing : Yunjae, Yoosu, Changkyu
YAOI, MPREG (maybe), typos, membosankan...
Rating back to T
.
.
.
~ Chapter 11 ~
.
.
Pulang sekolah, Jaejoong menunggu Changmin di kelas. Karena Changmin sedang mengikuti ekskul basket, dia pulang sore hari ini. Yunho hanya mengizinkan Jaejoong pulang bersama Changmin atau Yoochun. Sedangkan Yoochun sekarang menemani Junsu yang sedang mengikuti ekskul vocal.
Jaejoong bangkit dari duduknya menuju toilet. Dia berjalan pelan menikmati perjalanannya menuju toilet setelah selesai seseorang menantinya didepan toilet, namun Jaejoong tidak menghiraukannya. Dia terus saja berjalan.
" Ya! Berani - beraninya kau mempermalukanku! Ya! Dengarkan aku!" Ahra berteriak lalu menahan lengan Jaejoong
" Apa maumu? Kau sendiri yang cari gara - gara denganku! Dengar ya, sampai kapanpun Yunie milikku!" Ucap Jaejoong kemudian kembali berjalan Ahra sangat kesal lalu menarik tangan Jaejoong hingga dia hampir limbung.
Ahra menampar Jaejoong tanpa melihat tempat. Jaejoong mencari tempat untuk pegangan agar tidak jatuh namun sayang, dia jatuh dari tangga. Badannya berguling, jatuh dari dua belas anak tangga. Ahra terpaku tidak bergerak sama sekali.
Jaejoong meringis, hendak bangun memegangi kepalanya namun tidak kuat menahan sakit diperutnya. Dia kembali meringis dan memegangi perutnya.
" Nghhh... AKKKHHHHH!" Jaejoong mulai kesakitan, sedangkan Ahra masih terpaku lalu memandangi tangannya yang baru saja tak sengaja mendorong Jaejoong
" OMO! JAEJOONG HYUNG!"
Seseorang berteriak, namja tinggi itu berlutut dan menarik duduk Jaejoong yang berteriak. Junsu, Yoochun dan Kyuhyun berlari menghampiri Changmin.
" Hyung! Apa yang terjadi!" Teriak Changmin
" Hiks... Appo! Arrgghhh!" Teriak Jaejoong meremas perutnya
" OMONA! Jae hyung berdarah! Cepat Min!"
Junsu menunjuk celana Jaejoong Semua mata menuju celana seragam Jaejoong, dan mereka sangat kaget. Yoochun menatap tangga atas, disana Ahra masih berdiri terpaku tak bergerak.
" Ya! Apa yang kau lakukan pada Jaejoong!" Teriak Yoochun
" Ak-aku ti-tidak sengaja..." Lirih Ahra
" AARRGGGHHHH..."
Teriakan Jaejoong menghapus amarah Yoochun, dia segera menoleh dan mendapati Jaejoong tidak bergerak.
" Jae! Jae! Irona!" Teriak Yoochun panik
" Hyung!" Changmin yang tidak sepanik teman - temannya segera menggendong ala bridal style dan menatap sadis sang tersangka. " Kalau terjadi sesuatu pada hyung atau keponakanku, aku akan menghajarmu! Tidak peduli kalau kau seorang yeoja!" Ancam Changmin kemudian berlari menuju mobilnya
" Ke...po...na...kan?" Ahra tiba - tiba membekap mulutnya dan menyadari arah pembicaraan Changmin
Changmin mengemudikan mobilnya dengan cepat menuju rumah sakit. Jaejoong langsung dilarikan ke ruang UGD. Dan mereka menunggu didepan ruang itu dengan penuh kekhawatiran.
" Hyung, kau sudah memberitahu Kim ahjumma dan ahjusshi?" Tanya Changmin pada Yoochun
" Ne, mereka sedang kemari"
" Kyu, sudah beritahu hyung?"
" Ne, tadi Jung ahjumma yang mengangkat ponsel milik Yunho hyung. Dia sedang berlatih untuk final besok. Dan ahjumma akan memberitahunya setelah selesai lalu langsung kembali ke Korea" Jawab Kyuhyun
" Dan apa - apaan kau bebek hyung! Kenapa malah menangis histeris seperti itu?!" Ucap changmin
" Hueee... Chunnie...! Kenapa Changmin hiks... Malah membentakku huueeee... Aku hanya khawatir pada Jae hyung!" Histeris Junsu lalu menghambur kedalam pelukan Yoochun.
Yoochun mengelus pelan rambut Junsu lalu mendeath glare Changmin. Untuk Changmin tatapan seperti itu tidak akan mempan.
Dia duduk disamping Kyuhyun. Menunduk dan menyesali perbuatannya yang meninggalkan Jaejoong sendirian.
" Hey, kau hebat Min... Kau tidak panik..."
" Tapi aku gagal Kyu... Hyung pasti kecewa padaku"
" Tidak akan ada yang kecewa padamu" Ucap Kyuhuun kemudian memeluk Changmin. Changmin membalas pelukan Kyuhyun
" Changmin!" Changmin berdiri lalu membungkuk.
Orangtua Jaejoong telah tiba. Namun dokter belum juga keluar. Setelah satu jam, sang dokter keluar. Yoochun, Changmin dan Hangeng menahan isak tangisnya. Berbeda dengan Heechul, Junsu dan Kyuhyun yang menangis mendengar berita dari dokter.
.
Sementara itu dalam dunia Jaejoong...
.
" Eomma..."
" Nugu?"
" Ini aku Eomma... "
" Aegya... Kau sangat manis... Kemari peluk Eomma..."
Gadis itu memeluk Jaejoong.
" Eomma... Mianhae... Aku pergi"
" Kemana? Kenapa meninggalkan Eomma nak?"
" Saranghae Eomma..." Gadis itu mencium pipi lalu bibir Jaejoong kemudian berjalan meninggalkan Jaejoong.
.
.
Sudah satu hari Jaejoong tidak sadarkan diri. Changmin menunggu didepan ruangan bersama Kyuhyun. Pasangan Yoosu sudah pulang. Bergantian dengan ChangKyu. Hari sudah malam, namun Kyuhyun dengan sabar menunggu Jaejoong bersama Changmin.
" Minnie ah!"
" Hyung!" Changmin bangkit lalu memeluk sang kakak dengan erat.
" Joongie eodie? Bagaimana?" Tanya Yunho
" Mana Jaejoong Minnie ah?" Sang eomma datang dengan tergesa
" Temuilah dokter hyung... Jaejoong hyung didalam eomma appa... Mianhae tidak bisa menjaga Jaejoong hyung" Ucap Changmin menunduk
" Kau yang terbaik Min..." Yunho beranjak menuju ruang dokter, sedangkan orangtuanya masuk menemui orangtua Jaejoong didalam.
.
Yunho yang baru saja keluar dari ruang dokter menahan isakannya walaupun airmata mengalir deras. Dia tidak sanggup menerima kenyataan ini, bagaimana bila Jaejoong mengetahuinya nanti? Dia tidak akan sanggup melihat bagaimana ekspresi Jaejoong nanti. Changmin menghampiri sang kakak dan memeluknya. Yunho membalas pelukan Changmin dengan erat dan akhirnya isakan itu keluar dari mulut seorang Jung Yunho.
Saat ini dia begitu rapuh, tulangnya seakan hilang dari tubuhnya. Dia merasa sangat lemah dan merasa bersalah karena tidak bisa menjaga Jaejoong. Yunho memeluk erat sang adik. Mencoba mencari kekuatan melalui Changmin yang juga dengan erat membalas pelukannya.
.
" Nghhh..." Heechul menghampiri tempat tidur itu. Jaejoong terbangun. Dia segera memanggil dokter setelah memeriksa keadaannya, Jaejoong duduk bersandar pada tempat tidurnya.
" Jung Eomma... Yunie eodie?" Tanya Jaejoonh, dia mengelus perutnya
" Biar Eomma panggilkan" Ucap Kibum lalu memanggil Yunho.
Yunho merasa sangat tidak sanggup bertemu dengan Jaejoong namun dia harus menemuinya. Menenangkannya nanti...
" Joongie ah..." Lirih Yunho, dia masuk bersama Eomma, Changmin juga Kyuhyun.
"Yunie! Bogoshippo" Jaejoong membuka kedua tangannya berharap Yunho memeluknya. Yunho jalan perlahan kearah Jaejoong dan memeluknya erat. Menyesap wangi manis vanilla dari leher Jaejoong.
" Nado Bogoshippo..."
" Joongie juga Aegya rindu padamu Yun..." Yunho melepaskan pelukannya menatap perut Jaejoong sekilas lalu mènatap Jaejoong. " Ah! Tadi malam Joongie bertemu dengan aegya di mimpi. Tapi, dia bilang akan pergi. Aegya ingin pergi kemana Yun? Aegya tidak akan meninggalkan Eomma kan?" Katanya lalu mengelus perutnya.
Semua orang dalam ruangan itu menahan tangisnya. Mereka tidak tega membiarkan Jaejoong tahu kenyataannya.
" Kau bertemu aegya?" Tanya Yunho
" Ne, dia sangaaaaatt yeoppo..."
" Aegya yeoja ne?"
" Ne Yun... Tapi dia ingin pergi kemana ya?"
" Joongie, dengarkan Yunie ne?" Yunho menangkup kedua pipi Jaejoong, Jaejoong mengangguk lucu " Aegya, sudah ke tempat yang... Indah sekarang" Yunho sempat menahan nafasnya
" Tempat yang indah? Eodie?"
" Surga... Dia sudah tenang disana Joongie ah..."
" Sur... Ga?" Otaknya berputar cepat " Ti-tidak mungkin! Kau jangan bercanda Yun! Ini sungguh tidak lucu!" Teriak Jaejoong menepis tangan Yunho
" Joongie ah... Mianhae" Lirih Yunho hampir menangis
" An-andwe! Eomma? Yunie bohongkan? Minnie ah!" Jaejoong bertanya pada semua yang ada diruangan namun tidak mendapatkan jawaban " Yunie! Bilang ini bohong!"
Yunho segera memeluk Jaejoong, Jaejoong memberontak sangat keras.
" Lepas! Aku ingin bicara pada dokter! Aegya masih di perutku! Kalian bohong! Bohong! Lepaskan aku JUNG YUNHO!" Teriak Jaejoong lalu menjambak rambut Yunho, namun Yunho tidak bergeming. Dia tetap memeluk erat Jaejoong " Minggir Yun! Lepaskan aku!" Jaejoong makin terisak dia bahkan memukul - mukul punggung Yunho sekarang
Terdengar suara isakan. Jaejoong menangis histeris, dia berteriak sangat keras.
" Aegya! Aegya...! Hiks...!"
" Joongie ah..."
" Andwe Yun! Dia masih ada! Aegya masih ada!"
" Jae... Tabahlah demi kami" Heechul akhirnya maju mencoba menenangkan sang anak
" Eomma! Hiks... Kenapa Tuhan hiks... jahat! Kenapa hiks... memisahkan Joongie hiks... dengan hiks... Aegya?!" Jaejoong masih terisak. Sang Eomma hanya bisa mengelus puncak rambut Jaejoong lalu menangis juga " AEGYAAAA!" Jaejoong berteriak namun kemudian tidak terdengar isakannya
Yunho panik, Jaejoong pingsan dalam pelukannya. Dia segera memanggil dokter. Tak lama Junsu dan Yoochun datang setelah dikabarkan Jaejoong sudah sadar. Mereka mendengar cerita dari Kyuhyun. Junsu menangis mendengarnya, Yoochun hanya bisa menenangkannya.
" Nah... Ceritalah apa yang terjadi" Ucap Kibum
Changmin dan kawan - kawan memang belum menceritakan kejadian ini pada orangtua mereka. Changmin menceritakan apa yang terjadi pada Jaejoong semenjak Yunho pergi. Kibum serta Siwon tidak menduga bahwa Ahra menjadi siswi pindahan kesekolahnya dan melakukan hal keji itu. Yunho menggenggam tangannya sendiri dengan erat. Dia marah, kesal juga kecewa pada Ahra.
" Pulanglah, besok kau sekolah bukan?" Bujuk Heechul pada calon menantunya, semua sudah pulang. Hanya ada Heechul, Yunho serta Jaejoong di kamar rawat itu
" Tapi Joongie..."
" Eomma akan menjaganya. Kau harus sekolah, Joongie tidak suka jika prestasimu turun bukan?"
" Ne Eomma, tolong jaga Joongie..."
Heechul tersenyum kemudian mengangguk
" Joongie, Yunie pulang ne? Besok Yunie datang lagi" Lanjut Yunho kemudian mencium kening Jaejoong lalu pergi dari ruangan itu.
Esoknya mereka berlima datang dengan wajah suram. Mereka masih membayangkan wajah sedih Jaejoong karena kehilangan anaknya.
" Minnie... Suie hyung... Kajja..." Ajak Kyuhyun lalu menggandeng Changmin. Mereka bertiga berjalan kearah kelasnya
" Aku tidak akan memaafkan yeoja gila itu! Lihat saja!" Desis Changmin, Kyuhyun yang mendengarnya menepuk pelan punggung Changmin dan lalu mengangguk
Dia sungguh terpukul melihat hyung tersayangnya menangis seperti itu. Itu kali pertamanya Changmin melihat Yunho menangis. Yoochun masuk kekelas dan menatap tajam Ahra yang sedang membaca buku.
" Eoh? Kau sendiri Chun? Jaejoong masih belum masuk? Kemana dia sebenarnya? Ini sudah dua hari bukan?" Tanya Jessica yang memang sedang ada dikelasnya
" Tanya saja pada yeoja itu! Tanyakan pada dia kenapa dia bisa mendorong Jaejoong dari tangga dan kehilangan sesuatu yang berharga!"
" MWO!" Seluruh orang dikelas itu berteriak kaget lalu menatap Ahra dengan tajam Ahra yang menunduk perlahan mengangkat kepalanya.
" Ak-aku tidak sengaja! Bukankah aku sudah bilang?"
" Kau akan tahu akibatnya nanti. Yunho akan bertindak!"
" Ak-Aku akan menjelaskan pada Yunho oppa aku rasa dia bisa mengerti!" Teriak Ahra
" Mengerti? Ck... Percaya diri sekali"
Terdengar bisik - bisik di kelas, namun Yoochun tidak ambil pusing. Jam istirahat tiba. Yoochun menemui Yunho, ChangKyuSu di kantin. Tidak ada keceriaan diantara lima manusia itu. Namun tiba - tiba...
" Oppa... Aku ingin bicara..."
" Bicaralah..." Ucap Yunho tanpa melihat ke arah Ahra
" Jangan disini" Ucap Ahra tersenyum tipis
" Kalau bicara disini saja! Aku tidak mau ada hasutan ataupun gosip lagi" Ucap Yunho tegas
Changmin tersenyum menang
" Ak-aku... Benar - benar tidak sengaja pada Jaejoong. Dia yang tidak mau berhenti dan mendengarkanku Oppa"
" KAU MASIH BISA MENYALAHKANNYA?" Yunho berteriak kemudian menatap Ahra nyalang, membuat penghuni kantin menengok kearah mereka
" Lalu? Aku harus bagaimana?! Dia merebutmu dariku Oppa!"
" Dia tidak pernah merebutku dari siapapun! Aku bahkan hanya temanmu dulu! Aku tidak bisa memaafkanmu kali ini Arha!"
" WAE? Wae? Kenapa membela namja aneh itu!"
PLAAKK
Changmin menampar Ahra. Yunho menahan tangan Changmin yang hendak menamparnya lagi. Seluruh penghuni kantin sangat kaget melihat keadaan itu. Changmin yang manis dan terkenal charming menampar seorang yeoja.
" Dia, mengandung anakku! Dan kau MEMBUNUH anakku saat mendorong Jaejoong dari tangga! Puas?!"
" Anak?!"
Ya, terjadi kehebohan didalam kantin karena kalimat fenomemal Yunho. Namun Yunho tidak peduli. Dia sungguh marah pada Ahra.
" Ak-aku... Oppa..."
" Pergilah..." Lanjut Yunho
Ahra menangis lalu pergi dari tempat itu. Ntah apa yang dilakukannya, tasnya tidak ada di kelas saat pelajaran dimulai. Pulang sekolah Yunho dkk berangkat menuju rumah sakit. Heechul mengabarkan Jaejoong sudah sadar dan Yunho amat senang.
Yunho memasuki ruang rawat Jaejoong. Dia melihat Jaejoong sedang menatap kosong kearah jendela. Yunho duduk diatas tempat tidur Jaejoong.
" Joongie? Waeyo?" Tanya Yunho, Jaejoong menengok lalu menatap jendela lagi
" Apa surga itu jauh Yun?"
" Eh?"
" Apa aegya baik - baik saja disana?"
" Joongie ah..."
" Joongie ingin bersama aegya..."
" Joongie..."
" Aku lelah, ingin tidur"
Tidak ada Jaejoong yang ceria dan manja. Dia sangat murung dan tidak bersemangat. Yunho duduk disebelah tempat tidur Jaejoong lalu mengelus kepala Jaejoong yang sudah berbaring.
" Tidurlah, aku akan menemanimu" Yunho menggengam tangan Jaejoong. Membiarkan kehangatan tangannya mengalir menuju tangan Jaejoong.
Jaejoong mulai tertidur namun dia terus mengigau menyebutkan bayinya. Yunho menangis, menangis dalam diam. Dia masih terlalu muda untuk ini semua, tak sanggup melihat orang yang sangat dicintainya seperti itu. Changmin mendekat memegang bahu sang kakak dan meremasnya pelan mencoba memberikan kekuatan pada kakaknya.
Sudah seminggu Jaejoong dirawat namun belum ada kemajuan yang berarti. Dia terus menatap keluar jendela dengan tatapan kosong, terus bertanya apa bayinya bahagia dan senang baru tidur jika Yunho mengelus kepala serta menggenggam tangannya. Yunho pun sudah sangat berusaha.
Bahkan saat teman - teman sekolahnya berkunjung yang Jaejoong lakukan hanya memandang keluar jendela dan kemudian tidur.
Sore ini cuaca cerah, Yunho mengajak Jaejoong berjalan - jalan di taman rumah sakit. Dia mendorong kursi roda yang Jaejoong duduki. Mereka berhenti dibawah pohon sakura yang belum mekar. Yunho berlutut didepan Jaejoong.
" Hey Joongie, semua teman - teman merindukanmu. Apa kau tidak rindu pada mereka?" Tanya Yunho, namun Jaejoong tidak menjawab " Aku pun sangat merindukan senyum juga tawamu... Aku ingin melihatmu cerewet seperti dulu. Dan... Aku sangat kehilangan stalker utamaku..." Yunho mencoba tertawa diakhir kalimatnya
Kalimat itu manjur, terbukti Jaejoong menatapnya dan menyentuh pipi Yunho.
" Yun... Aegya... Hiks..."
" Arra... Aku tahu... Tapi aegya pasti sangat sedih melihat eommanya menangis seperti ini... Apa kau mau dia menangis juga?"
Jaejoog menggeleng, Yunho mengusap pipi Jaejoong yang basah karena airmatanya.
" Ah! Mari kita beri nama, kau bilang bertemu dengannya dan dia yeoja bukan?" Ucap Yunho
Jaejoong mengangguk.
" Kita beri nama dia Jiyool... Kau menyukainya? Dulu aku ingin sekali memberi nama Jiyool jika anakku yeoja... Otte? Jung Jiyool. Nama yang bagus bukan?" Tanya Yunho kemudian tersenyum
" Jiyool... Jiyoolie..." Lirih Jaejoong kemudian menangis.
Yunho memeluk Jaejoong Sebelum tertidur Jaejoong tersenyum dan mengucapkan terima kasih juga memberikan senyum tipis pada Yunho dan Yunho amat senang dengan perkembangan itu. Yunho mengecup kening Jaejoong dan menggenggam tangan Jaejoong.
.
Esoknya HoMinYooSuKyu berjalan keruangan Jaejoong. Namun Jaejoong tidak ada ditempat tidurnya, Heechul yang baru membeli makanan di kantin pun ikut kaget anaknya tidak ditempat.
" Joongie ah! Eodie?!"
Yunho berteriak, dia takut Jaejoong melakukan sesuatu pada dirinya
.
.
.
.
.
~ TBC ~
.
.
.
Yaaayyy... chap 11
Mianhae disini Jaemma kehilangan Jiyoolie...
Hah... ngapa dah jadi sedih gini? Aish!
Thanks a lot buat
Dee chan - tik, yunjae heart, stephannie carolina, Yjae, MaxMin, chojin137, yunjae, Yunjae's room, Dhea Kim, Uzumaki Narusasu, yuu, FiWonKyu0201, ChoChoi, onkey shipper04, lee sunri hyun, YunHolic, sakuranatsu90, heesy, viekrungsweetpumpkin, Dennis Park, Endeh N ( sorry kemaren salah ketik nama na. Hehe...), Cichangmin, farla 23, aliant2709, min, danactebh, tesia junh, Clein cassie, nanajunsu, nonapanda, NickChan, Choi im lezitia, kikiaquamarine, taeminho0597, ryukey, rinayunjaerina, leeChunnie, YuyaLoveSungmin, RlyCJaeKyu, para Guest
Thanks yang udah follow n favorit in ff ini, juga q ucapin maavih buat para silent reader. Buat yang baru baca, selamat menikmati... ( Lho! Ini acara prasmanan?) Selamat membaca maksudnya, semoga bisa menghibur.
Yang mau gigit, nampar, mukul atau dorong Ahra dari tangga ntar dulu ya, ceritanya belom abis. Kalo dia gak ada nanti peran antagonisnya abis donk...
Akhir kata, sampai jumpa di chap selanjutnya! Annyeong!
^o^
