Double update! Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca untuk menghargai tulisan ini ^^
.
.
Baekhyun's Baby
.
.
Chanyeol menyesal tidak mengajak Baekhyun saat pergi dan meninggalkannya bersama duo maknae yang super menyebalkan baginya.
Bagaimana tidak, setelah ditinggal Baekhyun diajak bermain truth or dare oleh Jongin dan Sehun. Yang di mana berakhir dengan Baekhyun harus menjalani darenya.
Darenya adalah menuruti semua permintaan kedua maknae laknat itu seharian. Yang membuat Chanyeol terus emosi selama sisa harinya di dorm.
"Baekhyun hyung~ suapi aku!"
Nah! Sehun si muka datar beraksi. Dengan wajah merengek -yang bagi fans menggemaskan namun bagi Chanyeol minta ditimpuk- lelaki berkulit pucat itu menarik tubuh Baekhyun yang lebih mungil untuk duduk menghadapnya. Padahal sebelumnya Baekhyun tengah mengusapi rambut Jongin yang ingin dimanjakan seperti kucing agar dapat tidur.
"Arasseo, sini piringnya Sehunie," Baekhyun terlihat tidak keberatan. Bahkan suaranya terdengar menggemaskan yang membuat Sehun senang sedangkan Chanyeol geram.
Sehun segera memberikan piringnya, membuka mulutnya lebar-lebar begitu sendok berisi makanan mengarah pada mulutnya.
"Aigoo~ Sehunie seperti bayiku kkk," Baekhyun terkekeh sambil mengusap rambut Sehun sedangkan lelaki yang lebih muda darinya itu tersenyum dengan mulut yang masih sibuk mengunyah makanan.
"Baek! Kenapa kau menuruti permintaan mereka?!" Chanyeol memukul meja dengan dramatis, seakan-akan di depannya terjadi suatu hal besar yang memerlukan gertakan untuk dihentikan.
Baekhyun menatap Chanyeol yang duduk di hadapannya dengan mata melebar, bingung dengan reaksi berlebihan kekasihnya itu.
"Memang kenapa, Yeollie? Baek hanya menjalankan tantangan karena lelaki sejati itu tidak menghindari tantangan!"
Chanyeol melongo. "Baek, itu bukan tantangan. Mereka hanya-
"Baek hyung~ ayo suapi lagi!"
"Oke, buka mulutmu Sehunie uri aegi, aaaa."
"Yum~ ini enak karena dari tangan cantikmu hyung, hehehe."
"YAA! OH SEHUN JANGAN MENCIUMI JARI BAEKHYUNKU!"
Chanyeol akhirnya murka dan mencoba meraih Sehun di hadapannya. Terlihat seperti seekor singa yang mencoba menerkam mangsanya.
Sehun segera kabur sebelum Chanyeol berhasil menangkapnya, setelah sebelum meledek Chanyeol dengan memasang wajah menyebalkan. Chanyeol mengejar, jadilah kedua tiang itu berlarian di dorm seperti anak kecil. Menyisakan Baekhyun dan Jongin di ruang makan.
Baekhyun menggeleng pelan melihat tingkah kekasih dan sahabatnya itu. "Mereka lucu sekali, seperti ayah dan anak. Chanyeollie suamiku dan Sehunie adalah anakku hihi."
"Hyung~" panggilan Jongin sontak membuat Baekhyun menoleh ke sebelah kanannya di mana lelaki berkulit tan itu sempat tertidur di meja makan dalam posisi duduk setelah ia keloni.
Baekhyun menyambutnya dengan senyum. "Jonginie, sudah bangun?"
"Hm, ayo pindah ke kamar dan usap kepalaku lagi~"
"Baiklah, ayooo~"
.
.
.
.
.
.
Setelah kelelahan mengejar Sehun yang sialnya tidak tampak lelah sama sekali, Chanyeol mengistirahatkan dirinya di sofa. Berbaring dengan napas terengah-engah, mengabaikan Sehun yang mengoloknya.
"Ck, begitu saja hyung sudah lelah bagaimana bisa merebut Baekhyun hyung dariku?"
"..."
"Oh! Wajar saja ya, hyung kan sudah tua hahaha," Sehun duduk di sofa yang berada di sebelah sofa yang Chanyeol tempati. "Pfft, aku membayangkan beberapa tahun lagi hyung tidak akan kuat bercinta dengan Baekhyun hyung lalu Baekhyun hyung akan meminta jatah padaku-
"OH SEHUN APA KATAMU?!"
Bagai disambar petir, Sehun sontak terdiam kaku begitu mendengar suara familiar dari sosok yang muncul tiba-tiba di hadapannya dan Chanyeol.
Berbeda dengan Chanyeol yang berubah bahagia melihat sosok itu. Lelahnya seketika hilang, tubuh bongsornya segera bangkit dan menghampiri kemudian memeluk sosok itu.
"Luhan hyuuuuung! Akhirnya kau kembali, hiks," Chanyeol mulai berdrama.
Luhan yang dipeluk oleh sosok yang lebih besar darinya sedikit terhuyung ke belakang. Namun ia dapat mengatasinya dan segera balas memeluk Chanyeol.
"Ya, aku kembali lebih cepat dari rencana untuk menyelamatkanmu," Luhan tertawa kecil. "Sekaligus untuk memotong burung seseorang," sambungnya sambil menatap tajam sosok Sehun yang masih terdiam kaku.
Chanyeol melepas pelukannya. "Hyung, berikan pelajaran padanya! Dia memonopoli Baekhyun dariku!" adu Chanyeol dengan jari telunjuknya yang menuding pada Sehun.
Luhan terkikik geli. "Baiklah, sekarang bawalah Baekhyun padaku dulu. Aku merindukan pipi mochinya!"
"Arasseo, aku akan panggil Baekhyun dan Jongin dulu!"
Chanyeol bergegas mencari Baekhyun dan Jongin, meninggalkan sepasang kekasih berstatus LDR di ruang tengah itu.
"Hai Sehunie sayang, apa kabar?" Luhan berucap ramah dengan senyum manisnya. Namun bagi Sehun itu sedikit mengerikan di saat seperti ini.
"Lulu hyung, ja-jangan potong little hunnie..."
.
.
.
.
.
Chanyeol bersiul dalam langkahnya, menandakan suasana hatinya yang sedang baik.
Kedatangan Luhan tentu saja sangat menguntungkan baginya, karena Sehun tidak akan menempel pada Baekhyun dengan alasan butuh kasih sayang.
Cih, dasar manja, Chanyeol mengumpati Sehun dalam hati.
Untungnya walau mereka punya dua maknae, Jongin salah satunya tidak seperti Sehun. Yah, maknae berstatus main dancer di grupnya itu lebih suka menghabiskan waktunya untuk tidur, berlatih dance, atau mendekati Kyungsoo.
Karena tidak menemukan Baekhyun dan Jongin di ruang makan, Chanyeol memutuskan untuk mencari mereka di kamar. Kaki panjangnya melangkah ke kamar Jongin dan Kyungsoo yang lebih dekat.
Clekk
"Jongin-ah?"
Chanyeol melangkah masuk ke dalam. Tempat tidur kosong, begitu juga dengan kamar mandi di dalamnya.
"Di mana Jongin? Aku tidak melihatnya keluar melewati ruang tamu," gumam Chanyeol bingung. Pasalnya setelah lorong kamar, tidak ada jalan lain menuju ruangan apapun kecuali kembali melewati ruang makan dan ruang tengah yang menyambung ke pintu keluar atau tangga menuju lantai dua.
Chanyeol memutuskan untuk mencari Jongin nanti, jadi ia pergi ke kamarnya dan Baekhyun.
Clekk
"Baek?"
"Oh, Chanyeollie kemarilah!" sambut Baekhyun riang, tubuh mungilnya duduk bersandar di ranjang king size mereka.
Biasanya Chanyeol akan menghampiri dengan senyuman super lebar dan menerjang kekasih mungilnya yang menggemaskan itu. Namun matanya terlebih dahulu menangkap seonggok manusia yang tertidur pulas dengan kepala berada di atas paha Baekhyun-nya.
Bahkan jemari lentik Baekhyun-nya menyisir lembut surai hitam legam sosok itu.
"Lihat Yeol, Jongin aegi sedang tidur!" Baekhyun tersenyum menggemaskan sambil bertingkah seolah tengah memanjakan anaknya.
Melihat itu seketika rahang Chanyeol mengeras.
"KIM JONGIN! BANGUN KAU SEBELUM KUADUKAN PADA KYUNGSOO!"
"JANGAN BANGUNKAN URI AEGI SEDANG TIDUR, YEOLLIE!"
.
.
.
.
.
.
Kkeut!
Akhirnya bisa update :)) double update nih, chapter sebelumnya cuma update di wattpad belum sempet repost di ffn jadi kuupdate sekarang sekaligus.
Gaje ya? Maapkeun isi kepala ini munculnya ide beginian 😂😂
Apa masih ada yang mau ff ini berlanjut? 😶 kalo iya akan aku lanjut.
Btw aku punya story baru, temanya marriage life. Yang demen monggo dibaca~ (bisa cek work di profileku)
Sampai jumpa awal Juli! (kalo pada mau dilanjut ㅋㅋㅋ)
