Halo semua!

Betemu lagi dengan saya!

Author yang.. *celingak celinguk* baik hati dan tidak sombong

Saya hanya ingin menyampaikan cerita ini akan tamat dalam 3 chapter lagi!

O iya kalian juga bisa melihat fumi di foto profil fanfic ku

Ok kita mulai ceritannya

~At Rabanastre Inn~

~Fran POV~

Aku benar benar nggak nyangka, semalam… balthier..dia..

Blush

Pipiku memerah membayangkannya

"Ah sudahlah!" aku mencoba melupakan hal itu

"Patung chocobos tidak cukup untuk valentine nanti, aku harus mencari hadiah lainnya"

Ketika sedang asyik asyiknya aku berpikir, tiba tiba aku mengendus bau yang sangat lezat

"kayaknya dari dapur nih" aku pergi menuju dapur

Disana ada fumi yang sedang memasak makan siang

"fiuhhh, ahirnya selesai juga" fumi mengangkat masakan ke atas meja

"kayaknya enak nih fumi" aku memuji masakannya, dari baunya sudah jelas. Masakan itu enak

"hehehe" fumi menyeringai

"kak! Kakak bingung ya mau ngasih kado apa ke paman?"

fumi mencoba menerka nerka apa yang ada di pikiranku saat ini

"Kok kamu tau?" aku heran sekaligus bingung

"Aku gitu loh~" fumi menggosok gosok hidungnya

"Hmm.." fumi berfikir dengan serius

"Aku tahu! Lebih baik kita buatkan saja paman Chocolate Roll Cake!"

"Choco.. apa..? chocobos?" aku masih heran

"Bukan! Bukan chocobos! Itu kue kesukaan paman! Paman suka sekali kue coklat" fumi menjelaskan

"Hmm.. tapi aku tak tau cara membuatnya"

"Tenang aja! Aku Bantu kok!" fumi dengan semangatnya mengatakan hal itu kepadaku

Kami pun saling bahu membahu dalam membuat kue itu..

Aku merasa, Balthier akan sangat senang bisa menerima kadoku ini

"Nah kita masukan adonan ini ke oven!" fumi memasukan adonan itu ke oven

"nah tinggal tunggu 25 menit!" fumi meletakan sarung tangan kelincinya ke meja

"Fumi, kamu punya cita cita?" aku bertanya.. penasaran dengan anak ini

Memanah bisa, berbenah bisa, berpedang bisa, Memakai shotgun milik balthier bisa, memasak bisa, healing bisa, menyanyi dan menari bisa, menunggang chocobos bisa, dia jago dalam hal otomotif, apalagi yang kurang darinya…? Jujur aku sedikit jealous dengan anak ini

"iya, aku punya…" fumi menjawab dengan penuh arti

"aku ingin menjadi sky pirate seperti kakak dan paman" fumi menerawang jauh ke luar jendela

"tapi umurku terlalu muda untuk itu, Dan paman menyuruhku untuk berlatih lebih banyak lagi supaya aku bisa menjadi sky pirate yg hebat seperti paman.."

"tapi gini gini aku punya sepatu jet lho!"

fumi melet sambil mengedipkan matanya

"Eh, masa.." aku nggak percaya

"Nih! Liat ya kak!" fumi memencet tombol di bawah sepatunya

"TADAAAAAA!" tampak sebuah jet berkekuatan tinggi ada dibawah sepatunya

"bagaimana jet itu bekerja" aku penasaran *viera selalu curious kan?*

"aku hanya perlu memencet tombol hijau itu, tapi jangan dipencet dulu karena nanti sekali jalan langsung.."

fumi terhenti karena melihatku tanpa kulonuwun memencet tombol hijau itu

"TERBANG! UAAAAAAAA!" fumi melesat kencang ke arah jendela

"KAK FRAN! TOLONG AKU MENGHENTIKAN JET INI!" fumi melesat entah kemana

"FUMI KEMBALI! KUENNYA NANTI GOSONG!" aku memanggil mangil anak itu

~Fumi POV~

"UAAAAA! ENIBODI!LONTONG! Eh salah, TOLONG!" aku menjerit minta tolong

Bayangkan saja

Jet berkekuatan tinggi 140 km/ jam dapat membunuh anak kecil sepertiku

Larsa yang kebetulan lewat kaget setengah mati melihat aku terbang dengan cepat

"LARSAAA TOLONG AKUUU!" aku menjerit jerit

Hupp

Larsa pun menggapai tanganku.. tapi

Anak kecil dengan beban ringan seperti larsa tidak dapat membuatku turun ke tanah

Ahirnya larsa pun ikut melesat dengan ku

"Huaaaaaaaa! Aku takut!" larsa menjerit jerit

Kulihat dibawah pohon ada vaan yang sedang bersantai santai

Ia kaget melihat dua mahluk jejeritan diatas tanah

"Vaaaan! Tolong kamiii!" Larsa berteriak

Huppp

Digapailah tangan Larsa

Ya udah deh

Jadinya vaan juga ikut kebawa tuh bocah badung

"heii! Kalian! Turunkan akuu!"

"Kita NGGAK akan bisa turun!" Larsa jejeritan

Kami melewati sebuah rumah

Disana ada penelo yang sedang menjemur pakaian

"PENELOO! TOLONG KAMIII!" aku berteriak ketakutan

Vaan mengap mengap

"Gapai tanganku!" penelo menggapaikan tangannya

Tapp

Tangan Vaan menggapai penelo tapi….

Wussshhhhhh

"Huaaaaaaaaaa! Kenapa aku jadi ikut dengan kaliannnn!" penelo jejeritan

Kami berempat seperti main ular naga..

"Fumi! Bertahanlah!" kak fran datang dan menggapai tangan penelo

Nguing

"…..Kok jadi ikut sama kalian sih?" fran bingung kebawa tanganya penelo

Kami berlima nguing nguing diatas tanah

Tanpa kulonuwun lagi

Lewatlah segerombolan gang nenek sihir

"NENEKK! Eh, ASHE! AWASSSS!" aku mengingatkan ashe

"Huhh?" ashe melihat ke atas dan

BRUKKK

"ADAWWW"

"BOCAH SIALAN!" Ashe marah marah nggak jelas tubuhnya lecet lecet kena aspal *mampus!*

Basch dan vossler terkapar tak bernyawa

"Maap nenek!" aku nyengir di depan ashe

Kulihat di inn ada Paman yang sedang berlatih tembak

"PAMAN! TURUNKAN AKUU!" Aku berteriak minta tolong

"Eh..?" paman menengok ke atas

"KALIAN SEDANG APA HAHHH!" Paman marah marah.. ngeri euy

"Ceritannya panjang! Sekarang! Turunkan kami!" aku mengap mengap kehabisan oksigen

"sebentar ya.." paman masuk ke dalam

5 Menit kemudian

Kami masih ber nguing nguing di atas tanah

"lama banget sihh!" aku mendengus kesal

"Hei kalian!" paman memanggil dari bawah

Aku setengah menganga melihat paman

"SAY CHESSE! ANAK ANAKKK! " Paman menjepret kami

"PAMANNN! KOK BUKANNYA NOLONGIN MALAH MOTOIN KITA SIHHHH!"

Tanduk dan taring mulai keluar di kepala dan mulutku

"Iya iya.. maaf… soalnya ini pemandangan langka jadi aku harus.." perkataanya terputus

"CEPETAN!" Kami berlima marah marah

"iya iya!" paman mengambil senapan dan

Duarrr

Peluru ditembakan kearah jet di sepatuku

BRUKK

Kami berlima ambruk ke tanah

"Aduh.. sakit…" larsa meringis kesakitan, tangannya lecet terkena dahan

Penelo dan vaan terkapar

Aku hanya bisa ngenes ngeliat jet ku rusak… nyai.. belinya mahal!

~Fran POV~

Aku bisa melihat balthier menggendong seorang perempuan

Tunggu..

"Itu ASHE kan!" pikirku dalam hati

"Sayang! Kakiku kayaknya patah deh…." Ucap ashe dengan nada manja

"Aku bawa kamu ke klinik ya?" balthier khawatir

"Ah nggak usah, ke kamarku aja sayang! Cuma kita berdua" Ashe tersenyum picik padaku

*Nuajisss! Ngapain tuh nenek nenek ngajak balthier ke kamarnya! Dasar Cw P***K! *

(mohon mangap kalo bahasanya kasar, author sedang meluap luap saat ini)

Balthie Cuma bisa diam

Penelo bengong

Vaan Nganga

Larsa Cengo

Fumi mengepalkan tangannnya dan mukannya benar benar merah

Aku Cuma bisa menundukan kepala… sedih…

Fumi berlari mengampiri ashe dengan muka kesal

"GRAOOOO! * Mencakar ashe, buset tuh ashe sampe merah merah mukannya*

Woyy! Cewe P***K! ngapain loe bawa om gue ke kamar lu segala! Mau nge J*****Y loe!* fumi melontarkan kata kata kasar pada ashe *author mengacungkan jempol pada fumi*

"Nggak kok… gue Cuma mau bikin balthier kelepek kelepek sama gue"

Ashe tertawa dan turun dari gendongan balthier

"Kamu tuh anak kecil yang benar benar bodoh! Sekarang giliran aku yang Balas dendam"

Fumi masih bisa bersabar

"Eh! Elu tuh cuma yatim piatu yang nggak ada apa apanya sama gue! Elu tuh miskin! Jelek! Dekil! Dan…."

Ctarr

Sebuah tamparan melayang ke pipi ashe

"Hentikan kata katamu….Sekarang juga.." aku nggak bisa menahan amarahku

Tamparan itu melayang begitu saja

"Ahahahahahhaha" ashe tertawa sambil memegang pipinya

"Sebuah tamparan dari seorang sky pirate yang tak terhormat rupannya! Merampas barang orang lain, menjarah! Fran! Kau benar benar cewe murahan dan juga…"

Fumi melonpat tinggi kea rah ashe dan

Buakkk

Sebuah Pukulan mendarat di pipi ashe

Fumi memukul ashe hingga darah keluar dari ujung mulutnya

"Kau boleh menghinaku, tapi.. jangan pernah meremehkan seorang sky pirate… karena itulah yang membuat seseorang menjadi sangat.. terhormat, kau! Kau adalah seorang tuan putri yang tidak ada apa apanya dibanding aku.. kau lemah!"

Ashe tersentak mendengar perkataan fumi

Balthier angkat bicara

"Kami adalah seorang sky pirate… merampas bukan berarti tak terhormat… justru itulah yang membuat kami benar benar terhormat.."

"Balthier… kenapa.. kenapa… kamu membela fran…?" ashe nangis mejep mejep

"Karena…" balthier mendekatiku

"Karena aku suka fran.." balthier menggengam tanganku

"Apaaa! Nggak mungkin! Nggak mungkin!" ashe kaget setengah mati

Aku Cuma bisa tekejut nggak percaya..

"Balthier?.. dia dia.."

Berambung

Fiuhhh tinggal dua chapter lagi nih…

"Ahirnya aku bisa juga nonjok nini nini itu!" fumi senang loncat loncatan

"Well, good job!" author mengacungkan jempol

OK GUYS! See you next chapter!

~Salam manis author