Title : TheCherryOnTop
Pairing: SasuSaku
Disclaimer: I do not own Naruto, nor the story.
Warning: This is an Indonesian translation of ohwhatsherface's story with the same title. Done with permission.
Summary:
Sakura tidak pernah menjadi pusat perhatian, namun tiba- tiba semua orang memperhatikannya. Hal itu membuat Sakura melakukan sesuatu, Blog it! Tentu saja!
Chapter 11
.
.
Aku mengamati kostumku dengan cermat, karena ini adalah Halloween pertama yang aku lewati dengan kekasihku.
Aku ingin terlihat cantik.
Baiklah, kami memang tidak memakai kostum yang matching, (Sasuke-kun dan aku sama-sama setuju bahwa itu akan terlihat sangat norak) lagipula kami memang punya selera yang sangat berbeda, namun melakukan ini (belanja bersamanya) sangat menyenangkan. Aku awalnya berencana berbelanja bersama dengan dengan Hinata-chan, namun sekali lagi, sama seperti Sabtu minggu lalu (rencana belanja kami) dia diminta Tenten untuk membantunya yang tidak tuntas di pelajaran sains, dan yang dengan menyebalkan dan bodohnya membuat lelucon tentang sungai dan penyangkalan.
"Aku kelihatan culun." kataku garing.
Bayangan di cermin menunjukan Sasuke-kun yang sedang menyeringai.
"Ya, kau benar," katanya.
Aku menolehkan kepalaku dan memelototinya. Aku yakin kekecutan di wajahku menambah efek mataku yang tengah memicing.
Sekarang, aku sedang memakai pakaian genie. Jujur saja aku tidak merasa nyaman dalam pakaian ini. Memang, aku sudah pernah berenang dengan cowok ini hanya dengan memakai pakaian dalam, tapi tetap saja, aku masih sangat tidak nyaman jika terlalu memperlihatkan kulitku. Well, secara tekhnis, aku sebenarnya tidak memperlihatkan kulitku terlalu banyak pada Sasuke-kun, karena kakiku terbungkus celana. Hanya saja celana itu menerawang dan tembus pandang. Sedang bajunya terlalu ketat dan er… terlalu beraksen.
Tolong ingatkan kenapa aku memakai ini?
"Wow, Sakura-chan kau terlihat menawan!"
—benar, karena sama seperti Temari, aku harus baik kepada sahabat pacarku, dan kostum ini adalah rekomendasi Naruto.
(Walaupun Sasuke-kun tidak bertingkah baik kepada Naruto, jadi apa aturan ini masih berlaku?)
Aku menggeram dan menatap kostum yang sedang mereka kenakan (kami mencoba banyak pakaian sekarang). Naruto berpakaian sebagai—
"Naruto, kau jadi apa sih?" Sasuke-kun bertanya kepada cowok pirang bodoh itu, menatap kostumnya dengan tatapan heran.
Kostum yang sangat nyentrik, sangat terang, dan sangat oren. Dia memakai kemeja putih yang dikancing bagian bawahnya saja (tidak sampai atas), dan blazer oren di atasnya, celananya juga berwarna oren. Ada kalung emas palsu yang aneh dengan lambang dolar sebagai liontin melingkar di lehernya, kepalanya terbungkus sebuah topi raksasa, dengan bulu berwarna biru. Kerah blazer dan kancingnya bermotifmacan tutul.
Oh dear.
Mataku.
Untuk menghindari kebutaan, aku kembali ke ruang ganti untuk mengganti kostum selanjutnya sambil mendengarkan perdebatan mereka.
"Aku seorang mucikari, bodoh!" Naruto berteriak, "kau jadi apa, Sasuke-teme?"
Sayangnya, (mungkin tidak, tergantung cara pandangmu) aku tidak terlalu memperhatikan Sasuke-kun tadi (iya, aku sudah bisa membiasakan diri, terimakasih!) jadi aku tidak ingat apa yang sedang dia pakai tadi.
"Aku Vampir, bodoh!"
Oh, well.
Ayo kembali fokus padaku!
Aku melepas ikatan rambutku dan mengurainya, membiarkan helaian merah muda cantikku jatuh di pundakku. Dengan kulit pucatku, aku katakan bahwa gaun ini terlihat bagus di tubuhku. Menurut label di tas pembungkusnya, aku memakaigaun seorang gadis zamanRenaissance. Serius deh, ini tidak terlihat seburuk kostum genie yang tadi (dan kostum gadis modern tahun 1920an—yang aku suka tapi kata Sasuke-kun dan Naruto aku kelihatan aneh—kostum cheerleader—sangat menyenangkan—kostum perawat genit—catatan, aku pikir Sasuke-kun punya semacam fetish pada kostum itu—kostum Trinity dari The Matrix—yang membuat aku terlihat sangat seksi—dan kostum Dorothy—yang tidak begitu bagus…)
Gaun kali ini sangat indah, menurut pendapatku (yang jelas sangat tidak cocok dengan sepatu lariku…) lengannya cantik dan mengembang, begitu juga dengan bagian rok bawahya, ada trimming renda hijau, yang mirip warna mataku, namun sedikit lebih terang. Atau sama, terserahlah. Itu bukan intinya. Memang sih, gaunnya off shoulder, dan punggungku juga terasa dingin saat memakainya, tapi kata orang cantik memang menyakitkan, kan? Korsetnya (yang mana membuat belahan dadaku terlihat sedikit lebih seksi, HA!) juga ada hiasan renda hijau yang sama dengan trimmingnya, begitu juga di bagian ujung bawah gaun.
"Guys!" aku berteriak dari balik pintu, "aku terlihat sangat keren!"
Menggenggam bagian bawah gaun semi-mengembangku, aku keluar dari ruang ganti dengan sebuah senyuman.
Saat itu aku baru benar- benar melihat kostum Sasuke-kun.
(aku mencoba untuk tidak mimisan, karena hence, gaunku berwarna putih. Dan untuk tidak merona. Kalau aku merona saat pakai gaun ini, akan terlihat sangat jelas.)
Dia bisa dibilang terlihat super seksi.
"Sial." aku menggeram, menutup mataku dan menundukan kepala agar mereka tidak melihat wajah merahku.
Di antara poni merah mudaku, aku menatap tanpa malu (oke jadi mungkin aku masih belum menghilangkan kebiasaan untuk tidak menatapnya …) pada Sasuke-kun.
Hell, setelah membaca Twilight, aku melihat sosok vampir dengan pandangan baru. Tapi sial, Sasuke-kun lebih memvampirkan (kata apa ini) pandanganku lagi. Dia memakai kemeja klasik putih yang ada ruffle di bagian dada, dan rompi hitam di atasnya. Membungus seluruh keseksian itu, dia memakai jas panjang hitam dengan sedikit kilauan biru yang sangat indah (menurutku). Kerahnya berdiri dengan tepiannya putih, dan kancing berbentuk kotak dan keemasan. Celananya hitam biasa, dengan sepatu boots hitam bersinar.
Fakta bahwa dia berkulit pucat dan hari ini kontak lens-nya berwarna merah (oh ya, fakta lainnya yang dia beritahu padaku di atap adalah dia sebenarnya harus memakai kacamata, namun dia memilih memakai kontak lensa daripada kacamata. Walau dia mengizinkan aku melihatnya memakai kacamata dan dia membuat kesan nerdy menjadi superimut!).
Dia sangat menawan.
"K-Kau terlihat keren," aku memuji, berjalan pelan menuju cermin untuk melihat refleksiku dengan lebih jelas.
"Wow, Sakura-chan, aku tahu kau itu pacarnya Sasuke-teme," kata Naruto padaku, "tapi wow… kau memang sangat cantik!
"Kau pikir begitu?" tanyaku, ingin pujian yang lainnya (inginnya sih dari Sasuke-kun tapi aku akan mengambil pujian siapasaja yang diberikan kepadaku).
Naruto menganggukan kepala pirangnya. "Banget," dia menatapku lalu melirik Sasuke-kun, "kalian sadar tidak, pakaian kalian serasi…"
"Benarkah?" aku sedikit mendesis, karena aku sudah mengatakan pada Sasuke-kun kalau pakaian kami serasi, kami akan menjadi pecundang terbesar di planet ini dan mungkin harus putus, walau itu bukan sesuatu yang aku inginkan. Jadi kami tidak boleh serasi. Benar… disamping itu, aku tidak bisa terdengar terlalu kasar pada Naruto.
Masih ingat aturan tentang sopan pada sahabat kekasih?
"Bagaimana bisa?"
Dia mengedikan bahu, "Well, Sasuke-teme jadi Vampir dan kau jadi mangsa-nya."
Sasuke-kun (dengan pintarnya) melangkah mundur.
"Mangsanya?"
—Oh persetan dengan aturannya.
…
…
…
TheCherryOnTop
Chapter Sebelas
Going Down The Hill
…
…
…
TheCherryOnTop
Dibagikan pada Senin, 22 Oktober 12.22 AM
Suasana Hati: Sangat sempurna.
Musik: Aku tidak akan merubah apapun. Ini adalah perasaan paling indah.
Lokasi : Di tempat yangsemuanya indah
Subjek :Jangan lewatkan hal itu
SELAMAT PAGIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII!
Jadi bagaimana akhir pekanmu?
Weekendku menyenangkan! Aku pergi berbelanja kostum (seperti semua orang, jadi tidak ada salahnya mengumumkannya, aku rasa) dengan Tada dan salah satu temannya. Sangat menyenangkan. Aku mencoba sekitar delapan kostum yang berbeda. Aku suka banget sama kostumku. Sebuah gaun, tapi terserah lah, hampir semua kostum cewek adalah gaun. Menurut teman Tada, yang selanjutnya akan kita panggil Bebal, kostum Tada dan aku matching, kalau dijelaskan dengan singkat, dia menjadi dewa (seks) dan aku menjadi PENOLONGnya. Anyway, Bebal sedikit membuat aku tersinggung jadi aku memukulnya menjadi bubur kertas.
Well, setidaknya aku sudah berusaha. Sebelum aku benar- benar bisa menyerang Bebal dan menghancurkannya, Tada menangkap tubuhku dan melemparku ke atas pundaknya.
Jadi aku menjadi tenang setelah menatap bokongnya.
Dan setelah itu, setelah membeli kostum kami, Bebal pergi karena katanya dia ada sesuatu yang harus dilakukan di sekolah, meninggalkan aku bersama Tada SENDIRIAN!
YAY.
Begini:
(Sebuah hadiah dariku, untukku!)
Soundtrack Cherry Tentang Apa Yang Dia Rasakan Sekarang
1. Innocence – Avril Lavigne
This moment is innocence
I hope that it will stay
This moment is perfect
Please don't go away
2. First Time – Lifehouse
Looking at you, holding my breath
For once in my life, I'm scared to death
I'm taking a chance, letting you inside
3. Misty's Song - Pokemon
I wanna tell you what I'm feeling
But I don't know how to start
I wanna tell you, but now
I'm afraid that you might break my heart
4. Every Time We Touch - Cascada
Cause evert time we touch, I feel the static
And every time we kiss, I reach for the sky
Can't you hear my heart beat so
I can't let you go, want you in my life
5. Truly, Madly, Deeply– Savage Garden
I'll be your dream
I'll be your wish
I'll be your fantasy
I'll be your hope
I'll be yor love
Be everything that you need
6. Chasing Cars – Snow Patrol
I don't know where
Confused about how as well
Just know that these things
Will never change for us at all
7. Accidentally In Love – Counting Crows
How much longer will it take to cure this
Just to cure it 'cause I can't ignore if it's love
8. Here ( In Your Arms) – hellogoodbye
Well you are the one, the one that lies close to me
Whispers "Hello, I've missed you quite terribly"
I fell in love, in love with you suddenly
Now there's no place else I could be but here in your arms
9. Want You Bad – The Offspring
If you could only read my mind
You would know that I've been waiting so long
For someone almost like you
But with attitude, I'm waiting, so come on
10. Things I'll Never Say – Avril Lavigne
I'm tugging at my hair
I'm pulling at my clothes
I'm trying to keep my cool
I know it shows
I'm staring at my feet
My cheeks are turning red
11. I Won't Say I'm In Love – Hercules
Hon, we saw you hit the ceiling
Face it like a grown up
When you gonna own up
That you got, got, got it so bad
12. Supernova – Liz Phair
You walk in clouds of glitter and the sun reflects in your eyes
And every time the wind blows, I can smell you in the sky
And your kisses are as wicked as an F-16
And you fuck like a volcano, and you're everything to me
Semuanya.
HEY KALIAN!
Perasaanku saat ini sangat MENGAGUMKAN.
(dan kau tahu apa lagi yang mengagumkan?
HALLOWEN SEBENTAR LAGI!
Aku sudah tidak sabar, Lollipop, dan Kit Kats, dan Mars Bars, dan M&M dan, dan…
CRUNCH BAR!
Okey!)
Karena sedang merasa sangat takjub, jadi aku akan DIAM dan tidak membahas tentang betapa hebatnya kisah cintaku dan mulai memberitahukan tentang kisah orang lain :
-Putri Malu dan Rubahberencana pergi kencan ganda dengan seseorang, tapi tidak jadi, karena PutriMalu harus membatalkannya, itu membuat Rubah sendirian! Tidak benar- benar sendiran tapi tetap saja.
-Kacamata jelas belum bisa melepaskan cowok yang dia bayangkan menjadi kekasihnya (dia adalah sainganku untuk mendapatkan Tada, tahu…). Akuasok-sok-an menjadi playboy dan itu menyebabkan perkelahian antar wanita di kamar mandi yang kebetulan sekali aku lihat sendiri (dan sepuluh orang lainnya) karena saat itu aku sedang memakai lip gloss.
-Gadis Cepol akhirnya mendapatkan penyelesaian tentang kelemahannya dalam sains, seorang tutor! Dan siapa yang bisa mengajar lebih baik daripada Jamur yang bisa membantu menyemangatinya (karena Kopi Susu bukan tipe yang cocok menjadi tutor)? Tapi apakah bantuan kecil ini akan mengganggu hubungan antara Gadis Cepol dan Kopi Susu, atau Kopi Susu sudah memberikan kepercayaan?
-Merepotkan resmi jomblo. Putusnya dia dan Kipas sedikit dramastis bagi mereka yang mendengarnya (seperti kau, contohnya) itu terjadi saat istirahat makan siang, di balik dinding, di mana tidak ada yang bisa dengar teriakan mereka—Kipas. Dengan lulusnya Kipas tahun ini dia harus meninggalkan Merepotkan di belakang (dengan banyak gadis menakutkan dan jahat dan lapar di sini), dia tidak tenang tentang itu. Mungkin Kipas dan Kopi Susu harus bertemu dan mengobrol tentang hal yang mereka tidak punya—kepercayaan.
-Tebakanku, dalam akhir minggu (atau setidaknya akhir bulan ini) mereka akan balikan (karena Kipas mungkin akan lebih memilih berhubungan dengan Merepotkan walaupun menyakitkan, tanpa kepercayaan, dan tidak bahagia daripada harus mengakui kekalahan dan membiarkan Harpa mendapatkan prianya).
-Walau ada kemungkinan besar bahwa Harpa sudah tidak peduli. Karena setelah Kipas berlari dari Merepotkandengan dramatisnya menuju kamar mandi (untuk membenahi make up-nya, duh) Harpa tidak mencoba mengganggu.
-Pink Princess dan Sexy Boy sudah baikan. Tidak ada perasaan yang tidak enak di antara keduanya saat dia memutuskan Sexy Boy untuk menjalin hubungan secara resmi dengan Pretty Boy. Malah, dia terlihat senang melihat mereka berdua.
Ya.
Itu lah.
…
Komentar
…
Komentar untuk 'Jangan lewatkan hal itu'
Dibagikan pada Senin, 22 Oktober 12.30 AM
Subjek: Hm, kau sudah kembali normal
Lazy1 : Akhirnya. Beberapa waktu ini, yang kau tulis hanya pacarmu saja.
Komentar untuk Lazy1
Dibagikan pada Senin, 22 Oktober 12.33 AM
Subjek: AKU MASIH SAMA
TheCherryOnTop : Ke neraka sana
Komentar untukTheCherryOnTop
Dibagikan pada Senin, 22 Oktober 12.35 AM
Subjek: Kau salah besar…
Lazy1: Sebenarnyaaku di sana sore ini. Tapi aku tahu kau sudah tahu.
…
Untuk bisa kabur dari area Leaf Akademi sebenarnya adalah hal yang sangat sulit, jujur saja. Memang aku adalah seorang master dalam melakukannya, sama dengan Shikamaru. Namun beberapa kali pertama, kau akan berakhir ketahuan, atau hanya bisa keluar namun tidak bisa pergi jauh karena kau akan berakhir sangat ketakutan. Seluruh gedung dikelilingi dinding beton setinggi duabelas kaki berwarna hitam. Ada kawat di atasnya dan banyak sekali pohon besar mengelilingi. Leaf Akademi dinamai Leaf—daun—karena sekolah ini dikelilingi hutan. Contohnya, di belakang gedung kelas ada hutan dengan lebar duapuluh acre(1 acre hampir setengah hektar). Di kelas olahraga untuk kelas sebelas, ada kegiatan semacam uji pertahanan diri dengan perjalanan di hutan selama lima hari. Aku tidak tahu kenapa, tapi orang- orang memanggilnya Hutan Kematian (yang mana maneurutku sama sekali tidak menakutkan, karena tidak ada satupun cerita seram yang menjelaskan nama berlebihan itu).
—tapi kembali pada kabur yang tadi.
Kabur adalah tentang keahlian untuk pergi ke tempat yang gelap dan menghindari petugas keamanan sebisa mungkin.
Serius ya, Leaf Akademi adalah sekolah yang terkenal. Kita bisa masuk karena kita membayar banyak sekali uang, uang yang kami dapat dari orangtua kami. Jelas sekali kalau kita ada di sekolah-asrama yang seperti ini, pasti ada petugas keamanan.
Ya gitu deh.
Hari ini rabu, 31 Oktober.
HALOWEEN, WAHAI PARA PECUNDANG!
Itu berarti:
TRICK OR TREATING!
Siapa yang tidak akan melakukan trick or treating waktu hallowen? Tidak peduli seberapa tuanya kamu, kegiatan ini selalu saja terdengar keren. Oke, fine, mungkin tidak untuk semua umur, tapi tetap saja. Untuk orang yang bilang kalau remaja yang melakukan trick or treat adalah pecundang , butuh dimasukan tongkatke bokong mereka.
Seperti biasa, aku berencana untuk pergi bersama dengan Shikamaru, tapi…
Kami juga mengajak Chouji karena duh, satu, dia adalah teman kami, dua, dia lebih dari sekedar bahagia untuk mendapatkan kami juga mengajak Hinata-chan karena dia adalah teman sekamarku jadi aku tidak akan meninggalkannya sendiri di belakang. Tapi kemudian Temari dan Ino ikut juga karena tidak ada yang mau melepaskan Shikamaru, mengesampingkan fakta bahwa tidak ada satupun dari keduanya yang berpacaran dengannya. Sasuke-kun juga ikut karena sekarang dia adalah pacarku, dan Naruto ingin ikut karena Sasuke-kun ikut. Lalu Kiba dan Neji juga ikut karena Naruto ikut, mereka tidak mau membiarkan Naruto sendirian bersama Hinata-chan, begitu juga dengan Lee, karena dia dan Naruto adalah teman baik. Tenten juga ikut karena Neji ikut.
(Mencoba berbaik hati, karena banyak sekali orang yang ikut, aku mencoba untuk mengajak Shino tapi… dia bilang tidak mau!)
Aku memandang semua orang dengan kostum bodoh mereka yang berkumpul di depan kamarku dan Hinata-chan.
"Kita tidak bisa kabur dari sini sekarang!" aku menggeleng, "ada duabelas orang! Bagaimana kita bisa kabur dari sini tanpa ketahuan dengan orang sebanyak ini?"
"Merepotkan…" gumam Shikamaru, karena dia tahu aku benar.
Aku mendesah dan menyandarkan tubuh pada daun pintu. Aku tahu hal semacam ini akan terjadi. Dengan semua perubahan yang terjadi dalam rutinitas nyamanku biasanya di Leaf Akademi seperti aku ikut Dewan Akademi, klub Koran, atau punya pacar, seharusnya hal ini tidak mengejutkan aku seperti ini. Apakah aku benar- benar mengharapkan semuanya tetap sama saat semuanya tiba- tiba berubah?
DUH!
Aku menyampirkan sarung bantalku ke atas pundak, "sepertinya kita tidak bisa pergi."
Shikamaru mengangkat bahu, "merepotkan," ulangnya, walau tidak bertingkah se-kekanakan aku.
"Kerja bagus, Temari, karena kau Halloween Shikamaru jadi berantakan."
"Karena aku?" ulang Temari, "kenapa kau tidak membuat dirimu bermanfaat dan menggoda petugas keamanan saat kami mengendap-endap kabur?"
"Apa kau baru saja memanggilku jalang, dasar cewek murahan gendut!"
"Kau bilang aku gendut?"
"Ya, benar!"
"Murahan!"
"Genit!"
Mendengar pertengkaran itu, Shikamaru memutar bolamata dan mengkuti langkah Chouji yang menjauh. Mereka mengucapkan selamat tinggal dalam hening (tidak mau mendapatkan perhatian dari Ino atau Temari) kepada kami dan lima menit kemudian, setelah saling menjambak dan menarik kostum kurang bahan mereka, Temari dan Ino menyadari Shikamaru yang menghilang.
"Jalang bodoh! Lihat apa yang sudah kau lakukan!"
"Memang aku melakukan apa? Shikamaru pergi karena dia tidak mau melihat pinggul lebarmu!"
"Pinggulku tidak lebar, jalang!"
"Murahan!"
"Genit!"
"Tidak punya malu!"
Pertengkaran mereka berhenti dan kedua mantan pacar menyebalkan Shikamaru pergi dengan langkah menghentak-hentak (yang pasti susah kerana sepatu yang mereka pakai). Saat Hinata-chan kembali masuk ke kamar kami, setelah memelototi Naruto, Kiba dan Neji pergi (sambil mengancam Naruto yang kamarnya ada di depan kamar Hinata-chan) itu membuat semua orang pergi dan Halloweenku kacau.
Menyebalkan.
Maksudku, aku harus meluruskan rambutku pagi ini karena rambutku sedang dalam keadaan buruk, lalu Kakashi-sensei telat seperti biasa. Lalu waktu drama, aku terus dimarahi karena lupa dialog, waktu makan siang, aku tidak kebagian Mountain Dew, lalu saat makan di atas atap bersama dengan Shikamaru, dompetku ketinggalan (yang membuatku harus balik lagi, walaupun tidak mungkin ada orang yang menemukannya karena yang senang naik keatap hanya aku). Lalu saat aku berputar- putar di kursiku di kantor The Leaflet, Tsunade-sama terus menatapku seperti pemburu.
Semuanya dalam satu hari!
Padahal aku sudah memakai kostum keren dan sudah ingin berkeliling meminta permen!
Itu semua tidak terjadi!
TRADISI SUDAH HANCUR DAN SEKARANG SEMUANYA KACAU—
"Ini,"
Aku terkaget saat sarung bantalku tiba- tiba terasa lebih berat. Menjeda pemikiran di kepalaku, aku melirik Sasuke-kun yang tengah memegang permen (yang biasa dibeli orang untuk dibagikan).
—khususnya satu kantong Crunch Bars.
"Menikahlah denganku…" bisikku, mengambil cokelat itu dari tangannya dan menahannya di depan dadaku, "kau memberi aku cokelat!"
Sasuke-kun mengedikan bahu canggung dan aku memperhatikan rona merah tipis yang menghias wajahnya mendengar leluconku. "cowok selalu melakukan hal ini pada pacarnya..."
"Benar," memang sekarang aku sudah punya cokelat, tapi ini tidak seketika membuat situasinya jadi membaik… aku harus mengambil kesempatan! "Dan kau tahu apa lagi yang biasa cowok lakukan untuk pacarnya?" tanyaku, mencolek dadanya yang seksi. "mereka membawa pacarnya pergi kencan untuk menyemangatinya lagi karena rencana Halloween mereka tidak berjalan sesuai rencana…"
Aku mencoleknya lagi.
"Kalau kau mengerti maksudku—"
"Kau ingin melakukan apa?" tanyanya, terdengar curiga.
"Aku ingin pergi trick-and-treating, lah!"
Sasuke-kun memutar bolamatanya, "kau harus merasa cukup kalau begitu." dia meraih pergelangan tanganku (orang sering sekali melakukan ini padaku…) dan mulai menarikku ke tangga, "ayo.".
Untung saja aku memakai sepatu flatku. Maksudku, kalau aku berencana untuk pergi mengumpulkan permen dan harus memanjat dinding, aku cukup pintar untuk tidak memakai sepasang high heels. Saat kami setengah berlari di tangga (menuju atap, sepertinya), aku harus memegangi layer dari gaunku, yang sangat berat.
Saat kami sampai di atap, aku menyadari bahwa malamini sangat terang.
"Malam ini bulan purnama." kata Sasuke-kun.
Aku mendengus, "kau mau berubah jadi serigala dan memangsaku, ya?"
Dia menyeringai padaku, menampakan taring palsu yang melengkapi kostumnya.
"Aku vampir, ingat?" jawabnya sambil melangkah mendekat dengan raut jahil di wajahnya.
Dia mungkin mengira aku akan menghindar dan melangkah mundur. Che, tentu saja aku tidak akan melakukanya! Dia menghentikan langkahnya saat dia tepat berada di depanku! Maksudku, kalau kami memiliki tinggi yang sama (yang mana tidak, karena dia lebih tinggi sekitar satu kepala dariku) maka wajah kami akan bersentuhan. Serius, karena aku sependek ini, aku rasa wajahku akan bersentuhan dengan dada (dewa)nya, tapi karena aku sedang menatap matanya… jadi tidak. Intinya adalah kami sangat dekat… seringai Sasuke-kun semakin lebar dan taring palsunya mengintip dari balik bibir sempurnanya.
"Dan kau adalah mangsa-ku"
Aku mendesah sebal dan memukul pundaknya.
(INI SEMUA SALAH NARUTO YANG BODOH!)
"Aku bukan mangsamu!" aku berteriak, menunjuknya. "aku Maiden, sialan! Mangsa dan Maidenitu dua orang yang berbeda!"
Sasuke terkekeh dan melirik ke belakang tubuhku. Dia mengernyit lalu merengut.
"Itu bukannya tasmu?" tanyanya sambil menunjuk dengan jarinya.
Aku berbalik dan melihat tas hitam dan hiasan kulit coklat yang cantik milikku. Dengan culunnya aku melangkah mengambilnya, aku membuka isinya sambil mengecek semua isi yang ada di dalamnya. Blackberry hitamku yang tercinta? Ada. Lipgloss rasa permen kapas yang aku pinjam dari Hinata-chan dan tidak aku kembalikan? Ada. Buku yang dibelikan Shikamaru dan yang dia pikir aku akan suka karena diceritakan dengan sudut pandang orang pertama dan ceritanya terdengar girly? Ada. iPodku yang terbungkus case berwarna pink yang keren? Ada.
"Sakura, kenapa di tasmu ada speakersnya?" tanya Sasuke-kun heran.
Aku semakin cinta dengan tas ini karena ada speakernya. Ada kabel yang bisa untuk mencolokan mp3 player atau iPod agar kau bisa mendengarkan musik. Mengabaikan pertanyaannya, aku mencabut kabel earphonedari iPodku dan memasang kabel dari tasku. Aku memainkan musik secara acak dan mengatur volumenya cukup keras untuk kami dengar, tapi pelan agar tidak ada orang lain yang mendengar kegiatan kami di atas atap.
Kami duduk di balok tempat kemarin kami tidur- tiduran saat piknik di bawah cahaya rembulan dan mulai memakan cokelat yang sudah diberikan Sasuke untukku.
Sasuke-kun mengernyitkan wajahnya mendengar lagu yang sedang diputar.
(HEY AKU MEMANG SUKA LAGU 'WITH LOVE'! NADANYA ENAK!)
"Cokelat kesukaanmu apa?"
(Ya Tuhan, dia kelihatan seksi banget…)
"Kau sudah pernah tanya itu terakhir kali kita di sini," jawabnya, "aku tidak suka yang manis- manis."
Aku merengut menatapnya sambil meneruskan kunyahan Aero Bar, "aku tahu kau bilang begitu, tapi itu kan sekitar satu bulan yang lalu. Aku mencoba membantu dan aku pikir kau sudah berubah. Jadi begini, kalau kau tidak suka cokelat, aku rasa kita tidak cocok."
Sasuke-kun menatapku heran dengan sebelah alis terangkat.
"Oh, gitu?"
"Yep," jawabku dengan nada yang sama, terus memasukan potongan cokelat gelembung ke mulutku.
Tiba- tiba aku mendapat sebuah ide yang nakal. Well, tidak nakal, tapi sedikit nakal. Dan sangat klise tapi biar saja. Dengan malu, aku menconcongkan tubuhku ke samping, ke tubuhnya. Aku memajukan wajahku sampai bibir kami bersentuhan. Saat dia menyadari gerakanku (dia kan cowok…), aku memasukan lidahku dan memberikan cokelat ke dalam mulutnya. Setelah mentransfer rasa manis itu aku menarik diri di saat yang bersamaan dengan lagu kesukaanku.
Aku melompat dan menepukan tangan senang.
"Ya tuhan, Sasuke-kun aku suka banget sama lagu ini!"
SaatEdwin McCain mulai memainkan melodi mereka untuk lagu 'I'll Be' (SUKA BANGET LAGU INI), adegan di film A Cinderella Story saat Austin dan Sam mulai berdansa saat mereka meninggalkan pesta kostum, dan sayangnya adegan itu tidak bisa pergi.
Tuhan…
Aku suka lagu ini.
Aku menatap Sasuke-kun sambil bangkit berdiri, dia masih duduk dengan satu kakinya menekuk ke atas dan lengannya ia letakan di atasnya. Aku menggigit bibir bawahku dan tersenyum canggung.
"Dansa denganku?" tanyaku malu.
"Apa?" Sasuke-kun merona (iya, aku juga tahu!) dan memalingkan wajahnya (ya tuhan, dia malu…). Dia membersihkan tenggorokannya lalu kembali menatapku, mencoba terlihat tenang lagi. "kenapa aku harus melakukannya?" tanyanya
Aku melangkah mendekat, berhati- hati dengan gaunku lalu berhenti, berdiri di antara kakinya. Aku meraih tangannya saat chorus mulai dinyanyikan
"Karena kalau kau tidak mau, aku akan tendang bokongmu…"
(Okay, mungkin itu bukan jawaban yang paling bagus.)
Aku menariknya berdiri (dia juga bukannya menolak) dan meletakan tangannya di pinggulku.
"Hn."
Senyum di bibirku melebar saat dia memelukku, membawaku mendekat pada tubuhnya saat tubuh kami mengayun dengan musik. Saat lagu hampir berakhir, kami berhenti bergerak dan hanya melihat mata satu sama lain. Aku sering menatap matanya, dan setiap kali aku melakukannya, aku selalu merasakan bahwa semua yang aku rasakan juga terefleksi di mata hitam gelap itu.
Aku menatap matanya dan semuanya terasa benar.
Sasuke-ku bergerak terlebih dulu, aku melihat dia menurunkan wajahnya untuk menciumku.
Dia selalu menciumku. Ini seharusnya tidak mempengaruhi aku, tapi ciuman kali ini…
Berbeda.
Sempurna.
…
TheCherryOnTop
Dibagikan pada Kamis, 1November 12.02 AM
Suasana Hati: Menakjubakan
Musik: Katakanlah bahwa kita tercipta untuk satu sama lain
Lokasi : Surga
Subjek : Aku sudah terjebak
Bagaimana cara kau mengatakan 'Aku mencintaimu'?
Aku tahu aku mencintai dia.
Aku rasa aku menyadarinya saat terakhir kali kami berciuman.
Rasanya benar.
Sempurna.
Maksudku, bukan ciuman yang panas yang membuat seluruh tubuhmu terbakar seperti itu—bukannya aku tidak suka yang seperti itu, hanya saja ciuman ini manis. Rasanya bukan hanya sekedar gairah, rasanya seperti…nyata.
—seperti sesuatu yang murni, penuh kepedulian dan manis.
Dia hanya menempelkan bibirnya di bibirku dan semua pemikiran yang buruk seketika pergi.
Itu adalah cinta.
Dan aku menerimanya sekarang.
(ITU BENAR SEKARANG AKU ADA DI TANAH MESIR TAPI TIDAK LAGI DI SUNGAI NIL*)
Tapi—
Bagaimana cara aku memberitahunya?
…
Komentar
…
Komentar untuk 'Aku sudah terjebak'
Dibagikan pada Kamis, 1 November 12.04 AM
Subjek: Benarkah?
Lazy1 : Memang tidak ada yang bisa menghentikanmu…
…
Komentar untuk 'Aku sudah terjebak'
Dibagikan pada Kamis, 1 November 12.11 AM
Subjek: Manis
10-10 : Tidak penting bagaimana caranya, yang penting itu kejadian!
…
Komentar untuk 'Aku sudah terjebak'
Dibagikan pada Kamis, 1 November 12.14 AM
Subjek: Inilah apa yang akan aku lakukan…
KingOfRamen : Kau harus mengatakannya saat kalian sedang makan, dengan begitu dia tidak akan pergi karena makanannya belum habis.
…
Komentar untuk 'Aku sudah terjebak'
Dibagikan pada Kamis, 1 November 12.21 AM
Subjek: (tidak ada subjek)
Bark-n-Bite : ML sama dia.
…
Komentar untuk 'Aku sudah terjebak'
Dibagikan pada Kamis, 1 November 12.22 AM
Subjek: Manisnya!
Cutie-Karin : Coba bawa dia untuk kencan yang sempurna.
…
Komentar untuk 'Aku sudah terjebak'
Dibagikan pada Kamis, 1 November 12.32 AM
Subjek: Sayang, kami sudah memberitahumu sejak lama!
Sexy-In0 : Katakan saja. Yang terpenting adalah mengungkapkannya!
…
Komentar untuk 'Aku sudah terjebak'
Dibagikan pada Kamis, 1 November 12.36 AM
Subjek: (tidak ada subjek)
kINKy : Pastikan kalian sendirian
…
Komentar untuk 'Aku sudah terjebak'
Dibagikan pada Kamis, 1 November 12.47 AM
Subjek: (tidak ada subjek)
WhiteEyes56 : Yang penting jangan melakukan sesuatu yang membuat mereka pergi.
…
Komentar untuk 'Aku sudah terjebak'
Dibagikan pada Kamis, 1 November 12.49 AM
Subjek: YOSH! BENIH CINTAMU SUDAH BERSEMI DENGAN BAIK!
ShiningYouth11 : Ini MENAKJUBKAN Cherry-san! Kau harus melakukannya di taman bunga!
…
Komentar untuk 'Aku sudah terjebak'
Dibagikan pada Kamis, 1 November 1.01 AM
Subjek: Entahlah, tapi aku pikir begini…
Blond'n'Beautiful:Cium dia. Lalu bisikan di bibirnya.
…
Komentar untuk 'Aku sudah terjebak'
Dibagikan pada Kamis, 1 November 1.13 AM
Subjek: (tidak ada subjek)
Uchiha2 : Aku rasa tidak penting, selama kau mengatakanya.
…
Saran semua orang buruk.
Hal buruk yang lainnya adalah bahwa aku harus mengatakan padanya. Walau bagaimanapun aku harus mengatakan pada Sasuke-kun bahwa aku mencintainya. Percaya padaku, aku juga akan lebih senang merahasiakannya tapi itu sangat sulit.
Buruk.
Setiap aku menatap mata indahnya aku hanya ingin merengkuhnya dan tidak akan melepasnya lagi lalu mengatakan padanya bahwa aku mencintainya lagi dan lagi, dan itu aneh—
BURUK!
(Ini saat soundtrack hidupku memutar "Things I'll Never Say"…
Atau mungkin "Misty's Song"—
Semuanya sesuai dengan situasi ini!)
Aku mengalihkan pandanganku dari halaman bukuku (aku sedang mencoba membaca "The Queen Geek Social Club" yang dibelikan Shikamaru untukku akhir pekan lalu) dan menemukan kursi Sasuke-kun yang dibalik menghadapku di sisi lain meja. Dia menuliskan hal rondom di bukunya karena seperti biasa, Kakashi-sensei telat.
"Aku baik- baik saja," jawabku, menggigit bibirku agar tidak mengatakan sesuatu yang bodoh, seperti entahlah…
(AKU MENCINTAIMU.)
Untuk menjaga agar bibirku tidak mengatakan kata kriminal, aku menyibukan diri dengan buku.
"What satisfaction canst thou have tonight?"—bagaimana aku bisa memuaskanmu malam ini?
"Huh?"
Aku menyandarkan tubuh ke jendela, "apa?"
Dia menelan ludah secara paksa, seperti kalimat jujur tengah menyangkut di tenggorokannya, "Aku mencintaimu."
KENAPA TIDAK BISA SEMUDAH ITU?
(Oke, aku menyadari bahwa pemuda di dalam buku tidak benar- benar mengatakannya dari hatinya, tapi setidaknya dia punya keberanian untuk mengatakannya!)
Aku memelototi novel itu dan berpikir untuk merobeknya (namun itu akan membuat aku diperhatikan). Tapi serius deh, di buku, keduanya (namanya Dustin dan Shelby, Shelby adalah pencerita) baru kembali dari kencan dan pemuda itu mengantarnya pulang.
Sasuke-kun dan aku tinggal berseberangan satu sama lain dan pada akhirnya dia selalu mengantarku sampai depan pintu kamar.
Kenapa tidak bisa semudah ini?
SIALAN!
"Benarkah?"
"Iya, aku rasa begitu." dia mencengkeram stang kemudi dan berkonsentrasi padanya, "rasanya menyebalkan."
"Dustin, kau tidak mencintaiku. Kau hanya merasa putusasa."
Bagaimana kalau Sasuke-kun menjawabnya begitu? Bagaimana kalau dia tidak mengatakan dia juga mencintaiku? Bagaimana kalau dia hanya ingin mendapatkan akses ke celanaku atau apa (yang tidak mungkin, karena kenyataan bahwa banyak gadis yang lebih cantik dari aku yang rela berdarah hanya untuk mendapat kesempatan mengencaninya.)?
Atau yang lebih parah—
Bagaimana kalau dia juga bilang dia mencintaiku…?
Aku meneguk ludah dan menutup buku, membiarkannya mendarat di atas meja dengan suara bedebam.
Bagaimana kalau aku mengungkapkan bahwa aku mencintainya dan seketika dia mengatakan bahwa dia mencintai aku juga?
Kau harus bagaimana kalau begitu?
Aku mencoba membayangkannya di dalam kepalaku. Aku membayangkan saat Halloween saat kami sedang berdansa dan dia merengkuhku dan menciumku dengan ciuman sempurnanya… aku bisa membayangkannya, dia dengan kostum vampirnya dan aku dengan gaun maidenku (BUKAN MANGSA!). Dia memutar tubuhku dan menciumku setelah melepasnya dia berbisik "Sakura, aku mencintaimu."
Apa yang akan aku katakan?
Aku mengambil buku dan membuka di halaman yang terakhir aku baca.
"Kau yakin kau baik- baik saja?" tanyanya lagi. "kau sedikit memerah."
Aku menganggukan kepala lagi dan lagi, "aku baik- baik saja."
Sasuke-kun mengerucutkan bibirnya, mengamatiku sebelum mengedikan bahu setelah beberapa saat. Dia menyadari bahwa walaupun aku tidak baik- baik saja, aku tidak akan memberitahunya. Dia meneruskan melakukan entah apa yang sedang dia lakukan, aku kembali mencoba membaca. Yang sebenarnya tidak, karena aku terus menatapnya.
Ugh.
Aku jatuh cinta.
…sialan.
*refer to the river joke
ThanksTo: KhaLerie Hikari, Cherrynia Uchiha, UchiHaruno Misaki, Rhein98, Y0ktf, pinktomato, AoRizuki, ToruPerri, ALin, QiYamiharu, Linana Zhafirna, yazura, Nikechaann, koizumi chiaki, zeedezly. clalucindtha, adora13, Rachel-Chan Uchiharuno Hime, misakiken, sarahdeval
A.N : gak masalah ya, soundtrack yang Cherry tulis nggak ditranslate. Hoho pas banget deh publish ini di tanggal yang sama dengan postingan blog cherry, sehari setelah Halloween :'D
Pada pesta Halloween nggak kemarin?
Anyway, Terimakasih sudah membaca.
Kritik, saran dan pendapat silahkan sampaikan lewat review.
-with cherry on top-
.the autumn evening.
