Title : Baby Panda Tao
Author : Raichi Lee SangJin ELF
Rated : T tapi akan dikasih sedikit bumbu soft yaoinya :D. jadi gak akan melakukan itu, tapi ttp ada sedikit unsure a XD
Pairing : KrisTao/TaoRis, and many more *halah*
Genre : Romance and, humor and Drama
DISC : para cast hanyalah milik tuhan YME, orang tua, dan SM Ent. Saya hanya pinjam mereka untuk membuat fantasy saya menjadi terwujud di FF ini.
Summary : Kematian dari seseorang yang kita cintai bukanlah akhir dari segalanya. Tapi justru sebaliknya. Kematian dari seseorang yang kita cintai bisa menjadi sebuah awal kisah cinta yang baru.
Let's check it out, Chingudeul and Yeorebeun~!
Warning : BL/ BoysLove/Shonen Ai. Miss typo(s), alur terlalu dipaksakan, gaje, bikin mual, EYD yang ngasal. I told you before, if you hate YAOI or IF You HATE me, better if you don't read my fanfic, okay?
Author's note : annyeong ^^. Kembali lagi dengan saya, Rai.
Huwee~! Maafkan diriku yang telatt update~ (lagi)
Ada berita loh~ buat chingudeul~ kk~!
Sebentar lagi, fic Baby Panda Tao bakal tamat~! XDD mungkin di chap 12 atau enggak 13 entar XD
Akhirnya! Setelah perjalanan panjang penuh air mata~ #EA~
Akhirnya akan tamat juga XD.
Jeongmal khamsahamnida buat yang udah mau review, buat yg baca dan mengikuti perkembangan fic gaje Rai *peluk atu2*
Oh iya, Rai akan kasih no hp Rai, pokoknya semua yang bisa membuat chingudeul bisa kenal dan dkeat dengan Rai (kalo mau sih, kalo enggak juga gpp kok ^^)
No hp : 081369001154 or 082179665451 (tapi yang ini jarang dipake)
Pin BB : 2A02CCD3
Link fb : ada di profile :)
Name tweet : ada di my profile.
Khamsahamnida~
Nah, mari kita langsung saja mulai FFnya ^^
tolong tetap beri saya review anda *bow*
.
.
.
.
Oke, tanpa banyak bacot, mari kita langsung saja.
.
.
.
.
.
.
DON'T LIKE, DON'T READ!
.
.
.
I TOLD YOU BEFORE!
.
.
.
IF YOU HATE YAOI, BETTER IF U NOT READ MY FIC!
.
.
.
RAICHI
.
"Aku adalah…penggemar rahasia Tao, dan akan aku rebut bintangku."
.
.
Kata-kata itu membuat Kris uring-uringan sendiri pagi ini.
Lihat saja, Kris terlihat kesal memukul-mukul target yang ada diruangan olahraganya. Tao sedang sekolah sekarang.
"Ck, penggemar my Panda, eoh?!"
PUNCH
"Aku.."
PUNCH
"Tidak.."
PUNCH
"Akan.."
PUNCH
"Memberikan My panda!" pekik Kris kesal.
PUNCH PUNCH PUNCH PUNCH!
Kris terlihat kesetanan memukul-mukul target itu. Setelah dirasa cukup dan dia mulai lelah sekali, Kris beristirahat sambil meminum sebotol airputih yang sudah disediakan.
Kris melirik ponselnya dan menemukan sebuah nomor baru yang mengiriminya sebuah pesan. Kris segera membukanya dan terbelak.
From : -
Yo, aku ada penggemar Tao. Mari berunding dan saling mengenal diri. Aku tunggu malam ini di Namsan Tower. Kalau kau tidak datang, akan aku kirim fotoku yang sedang mencium Tao. Khekhekhe. Ciriku adalah, aku mengenakan syal merah, topi merah, jaket hitam dan sepatu merah. Sampai bertemu nanti, Wu Yi Fan.
Kris menatap kesal ponsel itu.
"Awas kau! Akan kubuat menjauh darinya!" bisik Kris yang terlihat lebih mengerikan daripada ayahnya author #abaikan
.
.
.
"Ah~ kita sekolah lagi~" ucap seorang namja manis bertubuh mungil dengan nama Byun Baekhyun. Teman-temannya mengiyakan.
"Sayangnya Luhan-ge dan Sehun-ah tidak ada karena kerja. Kalian lihat berita mereka semalam? Mereka akan main serial drama." Ucap Lay atau yang dikenal Zhang Yi Xhing.
Tao atau Huang Zi Tao ini sedang duduk sambil meminum jus. Mereka sedang ada di atap sekolah sekarang. Menikmati semilir angin lembut. Tao mempoutkan bibir sambil menatap langit. Matanya menerawang langit dan seketika, awan itu berubah menjadi wajah Kris. Membuat Tao merona seketika.
RRRTTTT..RRRTT…
"Tao, ponselmu bunyi." Ujar Lay. Tao membuka ponselnya dan sebuah pesan masuk dari seseorang dengan nomor baru. Tao membuka pesan itu.
From : -
Hi Manis, aku adalah penggemar beratmu. Aku ingin bertemu denganmu. Temui aku di Namsan Tower malam nanti. Kalau tidak datang, aku akan membuat sebuah berita menghebohkan tentangmu. Khekhekhe.
BLUSH!
Tao seketika merona merah. Malu dipanggil manis, dan kesal karena diancam.
.
.
.
Namsan Tower, 19:25 PM
Tao terlihat melihat sekelilingnya. Semua orang sedang menikmati pemandangan malam disini. Malam ini harus diakui lumayan dingin, Tao menggerutu tidak jelas. Membuat hawa tidak menyenangkan walau wajahnya masih terlihat menggemaskan.
"Tao?" sebuah suara memanggilnya. Tao menoleh dan mendapati namja tampan bernama Kris sedang ada dihadapannya.
Kris terlihat seperti namja biasa. Tampan, simple dan terlihat misterius.
Entah mengapa, jantung Tao berdegup kencang. Menatapi majikan yang dengan sangat kurang ajarnya sudah mengambil hatinya ini.
Tao tidak tahu pasti kapan Kris mengambil hati dan pikirannya, tetapi Tao baru sadar setelah Tao berpikir ulang tadi.
"Hum, Annyeong Ge." Ujar Tao sambil tersenyum kecil. Uhk, udara dingin membuatnya menjadi canggung dan merasa tertekan.
"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Kris. Namja itu berjalan mendekati Tao dan kini berhadapan dengan Tao. Kris akui, Tao terlihat menggemaskan dengan syal biru tua, wajah merona karena kedinginan, dan rambut yang sedikit berantakan.
"Aku ingin menemui seseorang. Kau sendiri?" tanya Tao. Kris mengedikkan bahunya. Matanya menelusuri tempat ini dan tidak ada seorangpun yang mengenakan syal merah, topi merah, jaket hitam dan sepatu merah seperti cirri-ciri yang disebutkan dengan si penggemar rahasia Tao.
"Aku juga ingin menemui seseorang. Dia ada urusan denganku." Ujar Kris dengan nada sedikit dingin.
Keduanya terlihat canggung kali ini. Membuat banyak pasang menuju ke mereka berdua.
"Bagaimana kalau sambil menunggu orang yang memiliki urusan denganku, aku mentraktirmu minum coklat panas. Kau kedinginan." Ujar Kris. Tao tersenyum.
"Bukan hal yang buruk. Ayo cepat ge, nanti antriannya semakin panjang." Ajak Tao yang reflek menggandeng tangan Kris. Kris diam saja. Walau Kris memasang wajah cool miliknya, Kris merasakan jantungnya berdebar kencang.
.
.
.
.
Keduanya masuk ke sebuah café yang ada di Namsan Tower. Disana, cukup banyak yang mengantri, dan keduanya adalah antrian terakhir. Sedikit menyebalkan menjadi antrian terakhir, ada sekitar 7 orang yang ada didepan mereka.
Dan semuanya adalah pasangan.
Setelah cukup lama mengantri, akhirnya Tao dan Kris bisa memesan coklat panas untuk mereka.
"Silahkan memesan tuan-tuan." Ujar seorang yeoja cantik menyapa keduanya. Tao memperhatikan menunya.
"Uhm…aku ingin Ddokbokki, dan segelas coklat panas dengan campuran sedikit starbucks coffe. Kau ge?" tanya Tao, Tao rasa kalau makan makanan pedas dan panas seperti Ddok bokki akan hangat, bukan? Jadi itu akan bagus.
Tao mungkin belum sadar kalau tangannya masih menggandeng dengan erat tangan Kris. Kris memperhatikan menu. Keduanya tidak tahu kalau yeoja dengan tag name Ji Yeon asik mengambil gambar keduanya diam-diam.
"Aku ingin Cappucino tanpa gula dan kentang goreng." Ujar Kris akhirnya memutuskan apa yang akan dia nikmati nanti bersama Tao. Yeoja itu mengangguk.
"Meja nomor berapa?" tanya yeoja itu lagi dengan sopan. Yeoja ini puas sekali karena sudah dapat banyak foto yang dia ambil diam-diam.
"Nomor 12." Ujar Tao. Setelah itu, keduanya berjalan menuju bangku mereka.
Keduanya mengobrol dengan ringan seperti tak terjadi apa-apa. Kris sesekali tertawa menatapi cara Tao bercerita tentang harinya.
Matanya tak sengaja menatap seseorang dengan tubuh tinggi menatapi keduanya dari kejauhan.
Bukan itu yang membuat Kris memperhatikannya. Tetapi ciri-ciri yang digunakan oleh si orang itu.
Syal merah, topi hitam, jaket hitam dan sepatu merah miliknya.
Namja itu menyeringai. Kulitnya putih, seringaian terbentuk di bibirnya.
Dan yang Kris yakin kalau dia adalah orangnya adalah, dia melambai kea rah Kris sambil memberikan jari tengahnya untuk Kris. Kris meledak seketika.
"Tao, aku akan kembali. Aku pergi sebentar ne? jangan pergi untuk mengikutiku. Aku ada urusan." setelah berucap begitu Kris bangkit dan mengejar orang itu. orang itu berlari sekuat tenaga.
"Hei kembali! Kembali kau!" pekik Kris dengan emosi yang meluap-luap. Orang itu berlari sekuat tenaga. Hingga akhirnya hilang bersamaan dengan kerumunan orang yang turun dengan lift.
Kris bisa melihat seringaian terukir di bibirnya. Seringaian meledek bercampur dengan seringaian kemenangan. Begitu menyebalkan dan membuat emosi Kris meluap-luap.
"Shit!" pekik Kris dengan emosinya dan membuat beberapa orang melirik kea rah Kris karena mendengar umpatan yang kris keluarkan dari mulutnya.
Kris berjalan kembali dan menuju tempatnya tadi bersama Tao. Tanpa mengindahkan tatapan semua orang yang tertuju padanya.
.
.
.
Keduanya kini sedang menikmati hidangan yang tadi mereka pesan. Kris sudah terlihat tenang dikarenakan menatapi Tao yang asik makan seperti anak kecil.
"Aku kaget sekali tadi. Memangnya ada apa ge?" tanya Tao sambil menatapi mata Kris. Mencari jawaban dari mata elang dan begitu memabukkan Tao. Kris menggeleng.
"Aku tadi merasa kenal dengan orang itu. Sudahlah, tidak usah dibahas. Itu tidak terlalu penting. Aku jadi pusing mengingatnya." Ujar Kris. Tao mengangguk.
RRRTTTTTT….RRRTTTTT
Bunyi ponsel keduanya berbunyi secara berbarengan.
Tao menatapi pesan masuk miliknya.
From : -
Baby, Sorry, tapi hari ini rencana terpaksa batal. Tidak apa-apa, 'kan? Tadi aku lihat, kau bersama namja lain. Jadi aku tidak ingin merusak suasanya. Baiklah, besok saat keluar main, kau datang di atap sekolah. Disana, kau akan mendapatkan paket dariku. Bye sayang.
Tao menghela nafas lega.
Sejujurnya, daritadi dia sedikit cemas.
Bagaimana kalau penggemar Tao bertemu dengan Kris? Apa akan masalah tuduhan? Aigo, memikirkannya membuat Tao pusing.
Kris juga membaca pesan masuk yang ada di ponselnya sekarang.
From : -
Khukhukhu, bagaimana rasanya Kris? Kau emosian sekali. Baru aku pancing seperti itu kau sudah meledak-ledak. Maaf aku tidak bisa mendekatimu karena sepertinya kau sedang pacaran dengan Tao. Sayang sekali, tapi sebentar lagi, Tao akan jadi milikku. Jadi, mungkin nikmati saja. Karena sebentar lagi, dia bukan lagi menjadi milik Wu Yi Fan. Khe khe khe.
Kris geram menatap pesan masuk ini. Kris menutup ponsel flip miliknya dan memasukkannya ke dalam saku jeans miliknya kembali.
"Setelah ini, apa kau mau pulang?" tanya Kris. Tao mengangguk. Dia ingat besok dia harus sekolah.
"Baik, ayo pulang." Ajak Kris setelah meletakkan uang di atas meja mereka.
.
.
.
Keduanya berjalan dalam diam. Kris memang sengaja tidak mengendarai mobil tadi.
"Ah, terima kasih sudah mengantarku, ge." Ujar Tao. Kini keduanya ada didepan rumah Tao.
"Hm, tidurlah dengan nyenyak." Ujar Kris.
Keduanya saling bertatapan dan tersenyum.
Dari kejauhan, seseorang dengan skateboardnya melaju dengan cukup cepat. Bisa dilihat juga orang yang ada di atas skateboardnya itu terlihat gugup, cemas dan tidak bisa mengontrol lajunya.
"GYAAAA! Awas!" pekiknya dari kejauhan.
BUK!
"UWAAA!"
Orang itu pergi melaju setelah mendorong punggung Kris sebagai pegangannya.
"MAAF YA!" pekik orang sialan itu dari kejauhan. Orang itu melaju pergi tanpa rasa bersalah dengan apa yang baru saja dia perbuat.
Tanpa dia tahu, akibat perbuatannya, tubuh Kris terdorong hingga akhirnya Tao dan Kris ciuman.
Perlu di pertegas?
CIUMAN! C-I-U-M-A-N!
Lama mereka tak melepaskannya. Hingga akhirnya Kris memejamkan matanya dan semakin mengeratkan pelukannya. Tao juga terhanyut dalam ciuman itu. Tao terlihat memejamkan matanya, dan kedua pipinya merona manis.
Kedua tangannya mengalung pada leher Kris, sementara kedua tangan Kris memeluk pinggang Tao dengan posesif. Seakan, bila Kris melepaskan pelukannya, Tao akan melepas ciuman mereka. Walau sebenarnya itu tidak benar. Tao tidak akan melepaskannya.
Sungguh pemandangan indah di malam dingin Seoul, dengan taburan bintang permata malam, dan sang Luna.
Tanpa mereka ketahui, sepasang mata menatap keduanya sinis.
"Lihat saja, aku juga akn mengambil ciumannya. Tunggu saja kau Kris." Bisik orang itu lalu berlalu pergi dengan Mercedese Benz miliknya.
.
.
.
.
TBC
.
.
Yak! Akhirnya selese chap ini.
Mind to review without flame and bash?
For SIders, please review :)
AND NO PLAGIAT!
