Haai~ mumpung ini hari libur terakhir Hika, jadinya di update aja fic ini xD kayaknya semua benci Kaito ya._. Pada pengen keluarin Kaito~ sesuai permintaan readers, Kaito bakal dikeluarin di chapter ini ^w^

Seperti biasa, balesan review

Misaki Runo: Hai juga Hika-san OwO maaf nunggu lama, oke sip, Kaito akan pulang~

MaiKamano: oke, oke sesuai permintaan Mai-san, Rei akan ditinggalin di chapter ini

Kurone Ryu: bisa jadi yang Roots sih, tapi bisa juga saya bikin ending sendiri nanti OwO sebenernya saya udah kasih petunjuk ending bikinan sendiri ini~ By the way, ending yang Ryu-san maksud itu mungkin ending 8: Everyday, dimana semuanya tetap keluar, terus Arlo mengundang mereka semua untuk main ke dunianya lagi. Kalo yang itu cara dapetinnya, si Evelyn harus tetap jomblo sampe akhir permainan. Si Evelyn harus jadi yang terakhir kali keluar (soalnya kalo di awal" dia keluar, ending yang didapet adalah ending 1: Traveler), terus relationship dia sama Arlo gak boleh admirer atau love, soalnya kalo udah gitu ending yang didapatkan pasti diantara Prince atau Roots OwO. Soal fic Rin Len yang lain, kayaknya nggak deh, soalnya Number Days itu game paling kece =w= kalo yang lainnya isinya romance doang, gak seru. Mungkin nanti saya buat Xolga and Mr Toko versi Rin Len?

Kiriko Alicia: huaa, salah satu author fav saya dateeng~ walaupun saya selalu jadi silent reader di setiap fic anda *digaplok* oke sip, Kaito keluar~

Arrow-chan3: kalo soal Len... gimana ya? Tetep ikutin fic ini deh X3

So, here's chapter 11! Enjoy~


Cerita sebelumnya: Kiyoteru telah keluar dari dunia Len. Tentu saja Len sangat terpukul atas hal ini, tetapi Rin telah berjanji, ia akan pulang bersama Len ke dunia nyata... bagaimanapun caranya.


Numbers

A cross over fanfiction by hikari-lenlen

Vocaloid (c)YAMAHA and Crypton

Number Days (c) Pacthesis


Normal P.O.V

Di suatu tempat di dimensi lain (?), tampaklah sebuah taman bermain, dengan kubah kaca diatasnya. Kubah kaca itu seakan-akan mengurung keempat orang (?) yang ada di taman bermain itu. Dan jika kita melihat lebih dekat lagi, Keempat orang ini sedang berdiri di depan air mancur, dengan seorang gadis berambut pirang yang membelakangi air mancur tersebut, dan ketiga lelaki lain yang sedang berdiri tegap di depan anak perempuan ini—alias Rin.

"BERI HORMAT!" komando Kaito.

"ROGER!" sahut Len dan Rei.

Dengan kalem, Rin membalas salam hormat itu.

"Baiklah." kata Rin. "SIAPA KITA?!"

"TEMAN-TEMAN LEN!" jawab Kaito, Rei, dan Len dengan lantang.

"UNTUK APA KITA KESINI?!"

"UNTUK MEMBEBASKAN LEN!"

"APA YANG HARUS KITA LAKUKAN?!"

...

...

"BERJUAAAAAAAANNGGGGGG! OOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO!" teriak mereka semua alay.

Oke, ini emang kelewat alay.

Tapi kurasa kalian semua bisa mengerti apa yang sedang mereka lakukan. Ya, sesuai permintaan Rin, mereka akan melakukan penelitian untuk 'mengirim' Len ke dunia nyata bersama kita. Mereka emang niat banget 'sih. Sedangkan Len, ia sebenarnya tidak begitu setuju, tetapi dia mau ikut karena menurutnya ini akan sangat menyenangkan.

"Oke, siapa yang punya usul?" tanya Rin, membuka diskusi mereka.

"Aku." kata Rei datar. "Menurut penelitian Pak Otong dari Indonesia, ada sebuah ramuan yang bisa membuat seseorang melampaui garis ruang dan waktu berdasakan garis Lintang Barat dan Bujur Timur 145 derajat, dan berdasarkan diagram Cartesius, posisi koordinat—"

"Stop, stop." potong Rin. "Intinya ada ramuan yang bisa mengembalikan Len ke dunia nyata 'kan?"

"Iya. Aku sudah catat bahan-bahannya." kata Rei sambil menyerahkan sebuah memo.

"Oke. Gentlemen, kalian semua siapkan bahannya. Kita akan memakai dapur cafe." kata Rin. Sumpah, kata "gentlemen" itu bener-bener... iuh.

"ROGER!"


Di dapur cafe

"Bagus gentlemen, kalian memang murid kebanggaanku." puji Rin alay. "Let's see... pertama potong tomat menjadi sepihan-serpihan kecil."

Kaito mengambil alih tugas itu, dan memotong tomatnya, lalu memasukkannya ke panci.

"Kedua, peraslah lemon..."

Rei memerasnya, dan ikut memasukkannya ke panci.

"Ketiga, masukkan bayam mentah..."

Kali ini, Len yang melakukannya.

"Keempat, masukkan obat ambeien dari Klinik Tang Fong... wait, obatnya udah ada?"

"Udah." respon Len sambil menunjukkan sekantung obat ambeien.

"Loh, dapet dari mana?" tanya Rin heran.

"Dari situ." kata Len sambil menunjuk klinik Tang Fong yang berada di depan cafe.

Rin sweatdrop. "Rasanya tadi belum ada klinik begituan deh... Kok bisa muncul tiba-tiba ya?"


~Bonus~

Inilah resep ramuan itu yang sesungguhnya.

Alat dan bahan

- Tomat

- Bawang merah

- Lemon

- Bayam mentah

- Obat ambeien Tang Fong

- Mi instan rasa cabe hijau

- Krabby patty

- Susu ibu hamil

- Es krim Dinoterra

- Panci

- Botol

Cara membuat

1. Potong tomat jadi serpihan kecil

2. Peraslah lemon

3. Masukkan 12 tablet obat ambeien, dan masukkan pula bayam mentah

4. Masukkan 4 siung bawang merah TANPA DIKUPAS

5. Masukkan mi instan cabe hijau, jangan direbus

6. Potong-potong krabby patty, masukkan

7. Masukkan 0,0000001 miligram susu ibu hamil

8. Lelehkan es krim Dinoterra, masukkan

9. Tunggu sampai warnanya berubah jadi perak

10. Ramuan pun siap dihidangkan.


Skip time

"Uuh, kok warnanya belum jadi perak ya..." keluh Len sambil terus mengaduk isi panci gaje itu. Rei sedang mengatur suhu ramuan, sedangkan Kaito sedang meratapi nasib es krim Dinoterra nya.

Sebuah perempatan (?) muncul di dahi Rin. "YA GIMANA MAU PERAK?! TADI AJA DIKASIH MI INSTAN CABE IJO, YA PASTI WARNANYA IJO LAH! RESEP LO GA BENER NIH, REI!

"KOK JADI GUE YANG SALAH?!" Rei tak mau kalah.

"Ah, sudahlah, kita coba saja!" Rin memutuskan untuk meminumkan ramuan nista itu pada Len.

*gluk gluk*

...

...

...

...

Sedetik

...

...

...

...

Dua detik

...

...

"BLEAARGGHHH!"

Idih, suara muntah macem apa tuh. Ekspresif banget.

"APAAN ITU TADI?! IIH, KOK PAHIT PEDES GITU! MANA MINUM MANA MINUM MANA MINUUUMMMM?!"

Ups, Len emosi ternyata.

"Huaaa, muntah Len kena bajuku!" Kaito teriak.

"Idih, Kaito jangan deket-deket!"

"WAAAAA!"

"Len, jangan kesini!"

"Iih, jijik!"

(A.N: maaf kalo ada yang lagi makan)


Malamnya...

"Mereka bertiga lama banget sih." keluh Rin sambil memeluk baju gantinya, yang ia beli di toko tadi.

Setelah kejadian menjijikkan itu, mereka memutuskan untuk mandi bersama di kolam renang. Tak ada onsen, kolam renang pun jadi. Namun, karena Rin adalah satu-satunya perempuan, jadi ia akan mandi sendiri. Dasar jomblo (padahal author juga jomblo)

Tak lama kemudian, tampaklah Kaito, dengan kaus putih dan celana hitam—tanpa syal, tentu saja, mengingat bahwa syal nya juga kena muntahan Len tadi. Tni pertama kalinya Rin melihat Kaito tanpa syal. Hum, dia ganteng juga kalau gak pake syal.

.

.

.

'Tunggu! Apa yang kupikirkan tadi!? Aku 'kan sukanya sama Len!' batin Rin panik.

.

.

'Apa lagi tadi itu?! Gak mungkin aku suka sama Len!'

.

.

.

"Rin?" panggil Kaito. "Semua sudah selesai mandi. By the way, Rei sama Len lagi makan di cafe, kalo udah selesai, susul aja mereka."

"Ah.. iya." Rin tersadar dari lamunannya, dan keluar, menuju ke kolam renang. Kaito pun tersenyum sambil melirik ke layar handphonenya.

"Seandainya aku bisa disini lebih lama lagi... Terima kasih semuanya, dan selamat tinggal."

SRIINGG

Kaito pun menghilang diiringi dengan cahaya.


Shion Kaito telah 'tereliminasi' dari dunia Len.


.

.

To be continued


Sekian buat chapter 11! Review, please?