The Darkest Side of His Love

Chapter 11

Disclaimer : Semua karakter disini milik Tuhan YME, diri mereka sendiri dan orang tuanya. Author hanya meminjam nama mereka demi menulis fantasy yang sudah lama tersimpan di khayalan Author.

Rate: M

Genre: Romance& Drama

Warning: BL, Yaoi, Mpreg, Typos, OOC, alur kecepatan.

Pairings: Yunjae, Changkyu,Hanchul, Sibum,Hyukhae and many more. Pairings akan bertambah seiring perkembangan cerita.

DON'T LIKE DON'T READ

Area Pemakaman kelurga Kim terletak tidak jauh dari tempat pemakaman umum di sudut kota Seol. Keluarga tua yang mempunyai nama tersendiri di dunia bisnis dan pemerintahan itu memiliki tempat khusus untuk memakamkan anggota keluarga yang telah meninggal. Saat ini tempat itu sedang dibanjiri pelayat yang memberikan penghormatan terakhir untuk Kim Young Joo yang meninggal mendadak akibat kecelakaan. Kepergian Kim Young Joo tentu mengejutkan banya pihak. Kim Young Joo adalah satu dari sedikit pengusaha yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Dan dia adalah mantan Jenderal Korea yang sangat berjasa dan setia kepada negara.

Sesi pemakaman dilakukan secara militer dan dihadiri oleh kalangan elit negara dan dunia bisnis. Joongie adalah salah satu dari sekian banyak orang yang berada di sana. Yunho mendampinginya bersama dengan Heechul, Hankyung dan beberapa bodyguard kepercayaannya. Kejadian yang menimpa istrinya dua hari yang lalu membuat kadar protektif Yunho meningkat drastis.

Ditengah acara itu, Joongie berjalan mendekati makam Kim Sooyoung dan Song Seung Hun, Umma dan Appa nya. Wajah Joongie masih pucat dengan mata bengkak.

"Umma, Appa, ini Joongie. Umma dan Appa harus menjaga dan menemani Haraboeji biar tidak kesepian ne"

"Joongie, kita harus pulang sekarang. Ingat Joongie berjanji kepada Yunnie tidak akan lama disini."

Joongie mengangguk pelan. Yunho merangkul pinggang Joongie dan perlahan membawanya meninggalkan tempat itu.

"Yunho ssi, Joongie ssi" Leeteuk memanggil keduanya sebelum masuk ke mobil.

"Leeteuk Imnida, asisten pribadi Kim sajangnim"

"Ada yang bisa kubantu?" tanya Yunho semakin mendekatkan pelukan pada istrinya.

"Ada titipan dari Kim sajangnim untuk Joongie ssi" Leeteuk menyodorkan sebuah kalung kepada.

"Ini adalah milik Sooyoung ssi. Sebelum pergi ke festival, Kim Sajangnim memintaku mengambilnya di brankas pribadinya untuk diberikan kepada Joongie ssi. Kata Kim sajangnim, kalung ini begitu berarti bagi Sooyoung ssi dan ingin agar Joongie ssi memilikinya"

Joongie meraih kalung berwarna silver dengan liontin huruf S&S. Melihatnya lekat-lekat sebelum menggenggam erat di dadanya.

"Teukie ssi, saat kecelakaan Haraboejie membawa smart phone. Bisakah Joongie memilikinya? Ada foto Haraboeji dan Joongie disana." Tanya Joongie penuh harap

"Akan saya usahakan, Joongie ssi"

"Gumawo, Teuki ssi"

Leeteuk tersenyum tulus sebelum membungkuk hormat sebelum pamit meninggalkan keduanya. Yunho dan Joongie kembali berjalan kearah mobil mereka. Eunhyuk membukakan pintu untuknya, pipinya terlihat bengkak bekas pukulan Yunho sebagai hukuman karena gagal menjaga Joongie. Pukulan yang tidak keras, tapi tetap meninggalkan memar.

Joongie duduk dipangkuan Yunho begitu berada di dalam mobil. Yunho sudah terbiasa, semenjak kematian Haraboeji Kim, Joongie tidak pernah mau lepas dari pangkuan Yunho bahkan saat tidur sekalipun. Yunho sadar istrinya masih terluka dalam akibat kepegian Haraboejinya.

"Yunnie.."

"Ne, ada apa?"

"Joongie ingin makan disuapi Haraboeji Kim, Ottoke?"

"Sama Yunnie saja. "

Joongie terdiam sebentar, sebelum akhirnya mengangguk. Yunho mengambil box makanan yang dibawanya. Semenjak Joongie hamil, Joongie selalu dibawakan makanan kemana pun dia pergi karena sering mendadak lapar. Yunho membuka box makanan itu dan menyuapi istrinya dengan sabar.

.

Para pelayat mulai meninggalkan tempat itu setelah posesi pemakaman selesai. Tapi tidak dengan Yoona yang masih berdiri di depan makam Young Joo. Matanya nampak merah. Mencoba membunuh Kyuhyun adalah tindakan yang sangat disesalinya. Kematian Young sang Appa bukanlah sesuatu yang diharapkannya. Meskipun Yoona selalu tidak menyukai kebijakan dan sering beradu pendapat, Yoona adalah seorang putri yang mencintai Appanya. Kematian yang tidak langsung disebabkan oleh dirinya tentu menjadi pukulan berat.

"Aku mendengar tentang apa yang terjadi dari Yunho" kata Heechul yang kini berdiri di samping Yoona.

"Kuharap, setelah kejadian ini kau akan bersikap lebih baik"

Yoona menatap sinis Heechul saat mendengarnya.

"Kaulah yang mengajariku Chullie, kau selalu bilang agar meraih impianmu dengan total walaupun itu dengan cara kotor"

"Tapi tidak dengan membunuh. Terlebih itu adalah Appamu sendiri."

Yoona terdiam, tak ingin memandang Heechul.

"Sadarlah dan hidup dengan baik. " Pesannya sebelum pergi meninggalkan Yoona. Berjalan menghampiri Hankyung yang menunggunya di mobil.

"Hyung, apakah aku pantas menjadi istrimu?"

Pertanyaan Heechul membuat dahi Hankyung berkerut kemudian tersenyum hangat.

"Bukankah sudah seribu kali aku katakan. Aku mencintai sisi baik dan sisi buruk dirimu."

Hyung mengecup kening Heechul dan memeluknya erat. Berusaha mengusir kegelisahan istrinya.

"Kau boleh memliki sifat yang mirip dengan Yoona. Tapi aku tahu dengan jelas bahwa istriku sangat jauh berbeda dengannya."

"Gumawo, Hyung"

Hankyung menarik pelan istrinya ke dalam mobil. Menyusul putra dan menantu mereka yang sudah pulang semenjak satu jam yang lalu. Heechul memeluk tubuh Hankyung mencari ketenangan. Matanya menerawang ke masa dimana semuanya berawal.

Heechul dan Yoona bertemu di Junior school. Heechul berasal dari keluarga sederhana. Dapat bersekolah disekolah ternama itu karena beasiswa. Heechul dan Yoona memiliki kesamaan dalam dalam banyak hal. Sama-sama ambisius dan cerdas memanfaatkan orang lain. Keduanya menjadi teman dekat dan saling bertukar tentang rencana-rencana masa depan.

Heechul sadar bahwa untuk menjadi designer terkenal butuh modal dan back ground kuat, karena itulah Heechull nekad menjerat Hankyung demi meraih cita-citanya. Namun siapa sangka, Heechul malah jatuh cinta dengan tangkapan besarnya sendiri. Kebaikan hati Hankyung langsung meluluhkan hatinya. Bahkan saat Hankyung mengetahui niat jahat Heechull, Hankyung hanya tersenyum dan mengatakan bahwa dia sudah tahu dari awal dan tidak peduli. Keduanya menikah dan dapat hidup bahagia dengan keserasian mereka yang unik. Berbeda dengan Heechul yang melupakan ambisinya, Yoona tetap memegang prinsip dan tidak pernah berubah sampai sekarang. Membuat mereka semakin menjauh.

***Yunjae***

Daesung sedang memarkir mobilnya di basement apartementnya saat sebuah mobil menabraknya dari belakang. Wajah dingin tanpa ekspresinya menoleh si pelaku dengan tangan meraba pistol jenis Baretta 92.

Dor!Dor!

Daesung menembak Namja kelebihan tinggi badan yang baru keluar dari mobil audi putih itu dengan brutal. Changmin melompat ke mobil terdekat untuk berlindung dari hujan peluru yang mengarah padanya.

Dor!dor! trang trang blash..!

Daesung menembaki mobil yang dijadikan perisai Changmin. Membuat kaca mobil pecah, badan mobil yang penuh lubang peluru. Puas menembaki tamunya, Daesung melempar pistol tanpa peluru itu asal dan mengambil tongkat besi. Keluar cepat menghampiri tempat persembunyian Changmin. Hening, hanya suara sepatu Daesung yang terdengar. Daesung terus berjalan mendekat dan

Trang!

Seseorang menyerangnya dari belakang dengan pedang dan dapat ditangkis dengan mudah oleh Daesung. Keduanya betarung dengan seimbang. Saling menyerang mencoba menyayat lawannya dengan cepat. Changmin, siapa yang menyangka dokter yang terkenal ramah dan ceria ini bisa terlihat sangat menakutkan, dengan mata sedingin es dan seringai setan yang selalu menghiasi bibirnya. Changmin benar-benar tidak sabar untuk mengeluarkan organ dalam Daesung untuk dijadikan makanan hiu peliharaannya di kediaman keluarga Shim.

Duagh!

Kelengahan Daesung membuatnya tersungkur ke badan sebuah mobil akibat tendangan Changmin. Sebuah tusukan cepat dan kuat menghujam dada Daesung hingga tembus ke punggung dan badan mobil. Jantung Daesung terkoyak. Daesung tewas dengan mata terbuka dan darah mengucur deras dari mulutnya.

Changmin memandang korban di depannya dengan seringai puas. Changmin memang kalah Hom Pim Pa dengan Yunho yang sudah terlatih permainan itu. Terlalu sering bermain dengan Joongie rupanya membuat Yunho terlalu tangguh untuk dikalahkan. Tapi Yunho memberinya kehormatan untuk menghabisi Daesung. Dengan pedang favorit Kyuhyun yang dia pinjam tanpa ijin pemiliknya.

"Ikan-ikan ku, makanan datang…"

.

Yoona menatap tajam namja bermata musang yang sekarang duduk dengan angkuh di depannya. Yunho duduk dengan menyilangkan kaki di kursi dekat jenjela. Memasang wajah dingin dan arogannya.

"Korea pasti terguncang bila mengetahui bahwa salah satu Jenderal mereka di bunuh putrinya sendiri."

"Apa mau mu?"

"Kau tahu apa mauku."

"Lalu kenapa kau tidak langsung saja membunuhku?"

"Itu terlalu ringan untuk menghukum pembunuh Appanya sendiri"

Yunho menghampiri Yoona. Meletakkan sebuah pistol jenis Walther P99 di pangkuannya.

"Bunuhlah dirimu sendiri maka aku tidak akan menyebarkan berita ini" Ucapnya dengan mengangkat wajahnya. Tidak sabar ingin melihat wajah putus asa Yoona dalam kematiannya.

"Bila aku menuruti keinginanmu, apa kau berjanji akan melepaskan putriku Yurri?"

"Aku berjanji tidak akan membunuhnya, tapi orang lain bisa membunuhnya bila dia berbuat ulah"

Yoona melirik pistol dipangkuannya, kemudian kembali menatap Yunho

"Aku menunggu" kata Yunho mengangkat dagunya angkuh.

Tangan Yoona mengambil pistol, mengangkatnya cepat ke arah kepala Yunho dan menarik pelatuknya.

Ceklek!

Yoona menahan nafas saat mengetahui pistol itu kosong tanpa peluru. Apalagi saat melihat sorot mata Yunho yang keji mengerikan. Yoona berdiri dan lansung menyerang Yunho. Sebagai seorang putri Jenderal, Yoona sangat menguasai ilmu beladiri. Yoona mengambil pisau di laci meja rias dan menyerang Yunho dengan brutal. Yunho menangkis serangan Yoona dengan ketenangan yang kejam dan membalas serangan Yoona tanpa melihat gender. Dorongan Kuat dari Yunho saat bertahan membuat Yoona terjatuh dari jendela kamar Yoona. Yoona terhempas dari lantai 4 kamarnya dengan punggung dan kepala terbentur pagar batu.

Yunho memandang tubuh Yoona dari jendela dengan wajah datar tanpa dosa sama sekali. Kurang puas dengan cara kematian yang terlalu biasa itu.

***Yunjae***

Changmin memandang wajah sang istri yang sedang terbaring dihadapanya. Kepala tanpa rambutnya terbungkus perban. Rambut ikalnya yang lembut habis dipotong saat operasi. Kedua kakinya terbungkus gip. Perlahan mata yang dua hari ini tertutup terbuka perlahan. Matanya mengerjap lucu menyesuaikan cahaya yang masuk ke matanya. Pandangannya bertemu dengan Changmin yang tersenyum kepadanya.

"Hei My Kyu.."

Kyuhyun memandang Changmin tak berkedip. Dahinya berkerut nampak berpikir keras, mencoba mengingat tapi nihil.

"Nugu?"tanyanya

Changmin tidak terlalu terkejut bila kini Kyuhyun amnesia. Onew sudah memperingatkannya. Benturan dikepala Kyuhyun sangat keras yang pasti akan berpengaruh kepada ingatanya. Tapi hal itu tak membuat Changmin kecewa. Baginya itu adalah kesempatan emas untuk memanipulasi Kyuhyun. Dia bisa memprovokasi Kyuhyun untuk melakukan kemesraan sebagai suami istri yang sebenarnya. Memikirkannya saja sudah membuat tangan Changmin gatal.

"Hmn...aku harus membuatnya hamil sebelum ingatannya pulih" batinnya evil

Kyuhyun masih diam menunggu jawaban Changmin sambil memandanginya imut.

"Ehem…Namamu Shim Changmin dan kau adalah Shim Kyuhyun, aku adalah suamimu?"

"Suami..?"

"Ne, lihat jari kelingking kita mengenakan cincin kembar"

Changmin memperlihatkan kelingkingnya dan kelingking Kyuhyun

"Kenapa di kelingking?"

"Kita adalah pasangan unik, My Kyu. Kita selalu melakukan sesuatu yang berbeda dari pasangan lainnya"

Tentu Changmin tidak akan pernah mengakuinya. Sebenarnya Changmin keliru memesan ukuran cincin untuk mereka saat membelinya karena terlalu terburu-buru. Akibatnya cincin itu tidak muat di jari manis.

"Wellcome back, My Kyu" ucap Changmin sambil mengecup pelan bibir Kyuhyun. Wajah Kyuhyun memerah hebat dibuatnya.

"Hehehe kenapa malu My Kyu, kita kan sering melakukannya"

Plak!

Sebuah buku tebal sukses mengenai kepala Changmin.

"Awk!"

Changmin menoleh cepat belakang. Kibum berdiri di pintu dengan Death glare khas nya. Bila saja sekarang baby Suho tidak ada di gendongannya. Mungkin kamar rawat itu sudah berantakan karena amukan Kibum.

"Yak, Bummie Hyung, kau tidak boleh melakukan tindak kekerasan didepan anak mu"

"Diam kau Minnie"

Kibum menghampiri Kyuhyun tanpa merasa berdosa telah membuat benjolan kecil di kepala Changmin.

"Nugu?"

Kibum sangat sedih saat mengetahui dari Onew bahwa Kyuhyun akan amnesia. Dan tentu akan melupakan dirinya. Tapi Kibum tidak menyerah. Kali ini harus berhasil membawa Kyuhyun pulang.

"Aku adalah istrimu, dan baby ini adalah anakmu" akunya tanpa pikir panjang

"Yak Bummie Hyung, dia itu Hyung kandungmu mana boleh begitu?" Protes Changmin.

Dahi Kyuhyun berkerut, bingung dengan dua orang aneh dihadapannya ini.

"Jangan percaya My Kyu, kita adalah suami istri yang bahagia. Namja berwajah es ini adalah adikmu" jelas Changmin cepat

Yang terjadi kemudian adalah perdebatan tidak penting antara saudara ipar tak mesra ini tanpa memperhatikan Kyuhyun dan baby Suho yang mengkerutkan dahi karena bingung.

.

"Aku membunuh Yoona" aku Yunho kepada Heechul dikamar pribadinya.

Heechul tak mengatakan apapun. Hanya terdiam memandangi wajah putranya.

"Aku berjanji kepada Yoona untuk tidak membunuh Yurri dengan tanganku sendiri. Tapi orangku masih dapat membunuhnya bila dia menyakiti Joongie dan Jaejoong."

Yunho duduk disamping Heechul yang masih menatapnya tanpa berbicara. Airmata terlihat mengalir di kedua sudut matanya.

"Apa Umma akan membenciku?"

"Ani, sampai kapan pun. Umma tidak akan pernah membencimu. Umma juga takut. Hanya membayangkan kehilangan Joongie dan Jae sudah membuat dada Umma sakit. Umma mengerti yang kau lakukan untuk melindungi mereka. Kemarilah, Umma ingin memelukmu."

Heechul meraih Yunho, memeluk dan mengecup kepalanya sayang.

.

"Aku sudah melihat tragedy itu sejak lama. Itulah salah satu pertimbangan yang kuambil saat menyerahkan putra Sooyung padamu"

Jiyong dan Hankyung sedang berada di ruang peristirahatan di dalam Kuil yang dijaga Jiyong. Malam itu Hankyung berkunjung dan menceritakan apa yang terjadi di keluarga Kim.

"Menantumu juga seorang Kim, dan dia mungkin akan mengalami hal yang sama. Aku melihat maut diujung kehamilannya"

"Maksud Jiyong ssi, akan terjadi sesuatu pada Joongie dan bayinya?"

"Aku melihatnya sedikit buram. Dua Jung kecil berlari dengan keceriaan khas anak kecil, tapi aku tak melihat Ummanya"

TBC

Anyoeng, Author kembali update dengan chapter baru ^.^ Terima kasih buat readers dan yang sudah kasih review dan semangat.#bow

Mian, akhirnya author memutuskan Yunho yang membunuh Yoona. Soalnya Author pengen jadikan ini alasan kuat Yurri u/ membenci Yunjae. Kasian Kyu jadi target lagi bila Changmin yang bunuh Yoona. Amnesia ja belum sembuh masa mau dibikin sakit lagi?#Plak#.

Pertarungan dengan Yurri akan terjadi saat mendekati ending yang sudah lama berada di bayangan Author. Tapi hal itu masih akan terjadi setelah beberapa jadi harap sabar menunggu ne.

Tetep ditunggu review dan sarannya

Yeye Kyunie^^