~oOo~ { READ MY BIO FIRST BEFORE YOU READ MY OWN FANFICT } ~oOo~

"Maafkan aku Baekhyun. Aku sudah berusaha melakukan apa yang kau inginkan, tetapi aku tidak berhasil"

Ya, Chanyeol memang tidak pernah berhasil untuk berjauhan dari Baekhyun walaupun sejenak saja. Ia begitu membutuhkan Baekhyun dan ia tidak ingin Baekhyun luput dari pandangannya. Ia sangat mencintai Baekhyun.

"Dan apa kau ingin melakukan caraku?"

Baekhyun mengangkat kepalanya untuk menatap Chanyeol.

"Aku tidak bisa meninggalkanmu.." lanjut Chanyeol.

"Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang?"

Deg!

Baekhyun membulatkan matanya ketika dengan tiba-tiba Chanyeol menarik tengkuknya dan mencium bibirnya. Chanyeol memiringkan kepalanya sambil memejamkan kedua matanya dan terus menyesap bibir tipis itu. Reflek Baekhyun pun memejamkan matanya untuk menikmati ciuman yang dilakukan oleh Chanyeol dengan tergesa-gesa. Ia bisa merasakan nafas Chanyeol sedikit terengah, dan ia tau jika Chanyeol sedang dalam kondisi emosi saat ini. Maka dari itu ia membiarkan Chanyeol menciumnya seperti ini tanpa memberontak sedikitpun.

Cukup lama ciuman itu berlangsung hingga tanpa sadar tubuh Baekhyun sudah berbaring di atas ranjang Chanyeol, dengan tubuh besar Chanyeol yang berada di atasnya. Baekhyun menghirup oksigen sebanyak-banyaknya ketika ciuman itu terlepas, dan ketika ia membuka matanya, ia langsung menatap mata tajam Chanyeol dengan tatapan sendunya.

"Baekhyun.. kau tau? Kau tidak harus melakukan apapun"

Baekhyun meneteskan airmatanya ketika Chanyeol mengusap bibirnya dengan lembut. Seperti inikah sikap Chanyeol yang begitu manis terhadapnya? Bahkan saat ini ia benar-benar merasa terlindungi.

"Cukup terus berada di sampingku hingga kita tidak mampu bernafas lagi"

Airmata itu menetes lagi ketika ia memejamkan kedua matanya bersamaan dengan ciuman manis yang mereka lakukan untuk yang kedua kalinya. Demi Tuhan, Baekhyun sangat mencintai Chanyeol dan ia sudah tidak memiliki tempat lagi untuk bersembunyi dari Chanyeol. Hanya Chanyeol lah satu-satunya tempat untuknya berlindung, dan untuk saat ini..

..ia berjanji akan terus berada disamping Chanyeol selamanya.

'Aku mencintaimu Park Chanyeol'

.

.

.


~oOo~ 100 SECONDS ~oOo~


.

.

.

Author:

Yuta CBKSHH

Tittle:

100 SECONDS (CHANBAEK)

Main Cast:

Park Chanyeol

Byun Baekhyun

Support cast:

Kim Jong In a.k.a Kai

Do Kyungsoo a.k.a Kyungsoo

Others cast (EXO's members)

Rating:

M ++

Genre:

Angst, Romance, Drama, Hurt/Comfort

Length:

Chaptered

Disclaimer:

Fanfict yang terinspirasi dari film Taiwan yang berjudul "MARS", tapi untuk beberapa scene dan adegan sangat jauh berbeda dengan film tersebut. Bisa dibilang ini adalah hasil remake dari film tersebut. Yuta bikin ChanBaek versionnya. Di tulis oleh Yuta sendiri dan di bantu oleh overdose6104 (ig : selirnyaparkchanyeol). PLAGIARISM ISN'T MY STYLE! NO COPAST! NO PLAGIAT! Semoga kalian suka dan bisa menerima cerita ini dengan baik ^^

Warning:

BL-BoysLove / YAOI / SHOUNEN-AI / HUBUNGAN SESAMA JENIS. MATURE CONTENT INSIDE! NC-21! DLDR! DO NOT BASH BUT KRITIK ATAU SARAN SANGAT DI PERBOLEHKAN. ENJOY IT!

Summary:

ChanBaek True Love Story. Perjalanan cinta Chanyeol dan Baekhyun. "Dengan alasan mencintaimu, tidak ada hari dimana aku tidak mencintaimu" (CHANBAEK) Slight Official Pairing! RnR!

Backsong:

Navi ft. Kebee of Eluphant - Incurable Disease

~~ HAPPY READING ~~

.

.

.

Baekhyun membungkuk hormat pada kedua orangtua Chanyeol yang sudah menunggu mereka di meja makan. Chanyeol terus berdiri tepat di depannya seolah melindunginya jika sesuatu akan terjadi padanya, membuat Baekhyun nyaman dan merasa terlindungi.

Baekhyun mengembangkan senyuman terbaiknya ketika Ayah Chanyeol mempersilahkan mereka untuk duduk. Kemudian ia menatap kearah tangannya yang ternyata sudah di taut oleh Chanyeol dengan begitu erat. Sebenarnya apa yang terjadi pada Chanyeol? Kenapa Chanyeol begitu posesive terhadapnya seperti ini? Namun Baekhyun mengurungkan niatnya untuk meminta penjelasan Chanyeol, karena tidak mungkin ia melakukannya di hadapan kedua orangtua Chanyeol bukan?

"Ekhem.. Silahkan nikmati hidangan kalian"

Akhirnya Tuan Park mengeluarkan suaranya untuk mempersilahkan Chanyeol dan Baekhyun menikmati makan malam mereka.

Chanyeol terlihat sibuk mengambilkan makanan untuk Baekhyun, sedangkan Baekhyun hanya terduduk manis di kursinya sambil memperhatikan Chanyeol yang bersikap sangat romantis terhadapnya. Diam-diam Baekhyun mengembangkan senyumannya pada Chanyeol dan Chanyeol yang tidak sengaja melirik kearah Baekhyun, membalasnya dengan sebuah senyuman tak kalah manis pada Baekhyun.

Di sudut lain, kedua orangtua Chanyeol memperhatikan bahasa tubuh yang dilakukan oleh Chanyeol dan Baekhyun. Kedua orangtua Chanyeol pun merasa bahagia karena pertama kali ia melihat sang putra tersenyum bahagia seperti itu, dan mereka yakin mungkin hanya Baekhyun lah yang mampu membuat Chanyeol berubah menjadi sosok yang perhatian seperti ini.

Ke empat orang yang berada di meja makan tersebut terlihat begitu makan malam mereka tanpa ada sebuah percakapan yang di lemparkan oleh salah satu dari mereka. Hingga akhirnya, Tuan Park tidak tahan dengan kondisi ini mulai angkat bicara.

"Chanyeol. Kau bisa memperkenalkan kekasihmu pada Appa dan Umma"

Baekhyun menghentikan aktivitas makannya dan menunduk. Jujur saja, pertemuan dengan kedua orangtua Chanyeol di acara makan malam ini membuatnya sedikit khawatir. Ia begitu takut jika kedua orangtua Chanyeol tidak menerimanya, terlebih lagi mungkin mereka tidak merestui hubungannya dengan Chanyeol dan menyuruhnya untuk pergi dari kehidupan Chanyeol. Namun ia percaya jika keluarga Chanyeol tidak akan melakukan hal itu, terlihat dari betapa sopannya mereka menyambut dirinya dengan senyuman hangat seperti tengah menerima anggota keluarga baru.

Deg!

Baekhyun sedikit tersentak ketika Chanyeol kembali menggenggam tangannya, dan Baekhyun langsung mengerti arti dari genggaman tangan ini adalah Chanyeol ingin menyampaikan padanya jika semuanya akan baik-baik saja. Dan berhasil, Baekhyun merasa amat tenang saat ini. Ia balas genggaman tangan Chanyeol dan mulai mengangkat kepalanya dengan percaya diri.

"Dia bernama Byun Baekhyun. Appa bahkan sudah tau jika aku sangat mencintainya. Dan ia yang akan menjadi pendamping hidupku untuk selamanya" ucap Chanyeol dengan jelas dan tegas.

Tuan Park mengangguk dan Nyonya Park pun saat ini sudah mengembangkan senyumannya.

"Aku sangat mengingat kekasihmu ini. Dan Appa sudah tau jika kekasihmu itu adalah lelaki manis si pelukis yang tak sengaja Appa jumpai saat pameran di pinggir kota"

Kini giliran Baekhyun yang bereaksi. Ia kembali membungkukkan tubuhnya secara hormat dan terus mengembangkan senyumannya.

"Namaku Byun Baekhyun, Paman. Senang bisa bertemu dengan Paman kembali" ucap Baekhyun dengan lembut.

"Jangan memanggilku Paman. Mulai saat ini kau boleh memanggilku Appa. Bukankah Chanyeol sudah mengatakan jika kau akan menjadi pendamping hidupnya untuk selamanya?"

Chanyeol mengembangkan senyumannya begitupun dengan Baekhyun. Bukankah itu terdengar seperti sebuah persetujuan hubungan mereka?

"Ne Paman" jawab Baekhyun.

"Baiklah, lanjutkan makan kalian. Aku hanya ingin acara makan malam ini berjalan dengan lancar" kini giliran Umma Chanyeol yang mengeluarkan suaranya. Ia tersenyum manis pada Baekhyun dan jujur saja ia begitu mengagumi wajah cantik Baekhyun yang terlihat lugu itu. Sungguh cocok jika bersanding dengan putra satu-satunya yang ia miliki tersebut.

Jujur saja Chanyeol pun merasa senang karena akhirnya hubungannya tidak akan menjadi sulit di keluarga ini. Namun masih ada sedikit perasaan yang mengganggu hatinya, entah itu perasaan apa tetapi itu berhasil membuat nafsu makan Chanyeol hilang secara tiba-tiba begitu saja. Baekhyun memang tidak menyadarinya, tetapi Ayah Chanyeol menyadarinya dan kembali mengeluarkan suaranya.

"Makanlah yang banyak, Baekhyun. Jika tidak enak, kita bisa mengganti menunya" Ayah Chanyeol berbicara pada Baekhyun, tetapi berhasil menyinggung Chanyeol.

"Tidak perlu Paman. Ini makanan yang sangat enak" jawab Baekhyun dengan sopan.

"Ini adalah makanan kesukaan Chanyeol"

Brak!

Inilah hal yang sedari tadi Chanyeol takutkan. Ayahnya bahkan tidak ingat dengan makanan kesukaannya. Tiba-tiba terlintas di pikirannya tentang ingatan Ayahnya yang selalu memuji saudara kembarnya dan selalu membanding-bandingkan dirinya dengan Chanyoung. Chanyeol sungguh membenci itu. Ia sangat tidak menyukai ketidak adilan yang ia rasakan selama ini. Bukan ia marah karena ia membenci saudara kembarnya sendiri, tetapi ia marah karena ternyata Ayahnya masih belum bisa menerima kepergian Chanyoung dan menyalahkannya atas kematian Chanyoung.

Chanyeol menggebrak meja makan mewah itu cukup keras dan bangkit berdiri, membuat semua orang yang berada disana terkejut atas sikap Chanyeol yang tiba-tiba seperti ini. Termasuk Baekhyun, ialah yang paling mengerti dengan apa yang terjadi pada Chanyeol saat ini. Ya, Chanyeol pasti memiliki alasan kenapa ia bersikap seperti ini. Maka dari itu, Baekhyun lebih memilih untuk diam agar ia tidak memperkeruh suasana.

"Appa tidak tau apa-apa. Bahkan makanan ini adalah makanan kesukaan hyung. Bukan makanan kesukaanku" ucap Chanyeol dengan nada dinginnya. Membuat Tuan Park bungkam karena ia baru saja menyadari kesalahannya.

"Aku selesai"

Dan Chanyeol benar-benar beranjak pergi darisana. Meninggalkan Baekhyun dan kedua orangtuanya yang nampak shock. Chanyeol memilih untuk kembali ke dalam kamarnya karena ia tidak ingin ingatan masa lalunya yang menyedihkan itu kembali terbayang. Ia hanya ingin mendapatkan kasih sayang dari kedua orangtuanya secara tulus, bukan justru mendapatkan perlakuan yang terlalu membedakan dirinya dengan Chanyoung. Menurutnya, sikap kedua orangtuanya selama ini tidaklah adil. Dan ia sangat membenci hal itu.

Baekhyun yang menyadari kekasihnya sedang tidak baik-baik saja, memutuskan untuk menyusulnya. Sebelumnya dengan sopan ia meminta izin pada kedua orangtua Chanyeol untuk mengakhiri acara makan malam mereka. Setelah mendapatkan anggukan dari kedua orangtua Chanyeol, Baekhyun berjalan dengan cepat menuju kamar Chanyeol untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi pada Chanyeol.

Dengan hati-hati ia membuka kenop pintu kamar Chanyeol dan tidak lama kemudian ia telah mendapati Chanyeol sedang terduduk sambil memegangi kepalanya terduduk di tepi kasur. Tanpa berpikir panjang lagi, Baekhyun segera menghampiri Chanyeol tidak lupa ia menutup pintu kamar Chanyeol kembali.

"Apa yang terjadi padamu?" tanya Baekhyun dengan lembut sambil mengusap pipi Chanyeol setelah ia mendudukkan tubuhnya disamping Chanyeol.

Chanyeol yang mendengar suara lembut Baekhyun yang terdengar begitu menenangkan baginya, akhirnya memutuskan untuk menghela nafasnya dan mengangkat kepalanya untuk menatap Baekhyun.

"Appa belum berubah, aku sangat membenci sikap Ayahku" jawab Chanyeol. Baekhyun terdiam sejenak mencoba untuk memahami perasaan Chanyeol.

"Tidak sepantasnya kau bersikap seperti itu pada Ayahmu, Chanyeol"

"Dia memang pantas mendapatkannya. Dia selalu memuji Chanyoung hyung dan membandingkan kami berdua. Padahal aku pun adalah anak kandungnya. Tidak seharusnya ia bersikap seperti itu padaku, itulah alasan kenapa aku tidak sudi memanggilnya Ayah. Ayah macam apa yang membanding-bandingkan anaknya sendiri?" Chanyeol menjelaskan semuanya pada Baekhyun dengan perasaan yang kalut. Namun genggaman tangan Baekhyun yang begitu erat pada tangannya berhasil membuatnya mengurungkan niatnya agar tidak terbawa emosi. Ia tidak ingin menuruti emosinya dan berakhir dengannya yang membuat Baekhyun terluka karena sikap kasarnya.

"Aku mengerti bagaimana perasaanmu. Tetapi apakah aku boleh meminta sesuatu padamu?"

Kedua tangan Baekhyun yang masih berada di wajah Chanyeol perlahan bergerak agar wajah Chanyeol semakin mendekat ke wajahnya.

"Aku akan mengabulkan permintaanmu setelah kau menerima ciumanku" sedetik kemudian Baekhyun menutup kedua matanya ketika Chanyeol sudah menempelkan bibir keduanya. Mereka kembali berciuman dan Baekhyun membiarkan Chanyeol menciumnya seperti ini karena ia tau jika perasaan Chanyeol saat ini dalam keadaan yang kalut.

Sudah seharusnya ia menjadi sandaran Chanyeol ketika Chanyeol sedang merasa kesulitan, sudah menjadi tugasnya ia memahami perasaan Chanyeol dan memberikan ketenangan pada kekasihnya ini. Chanyeol mengecup kuat bibirnya dan membuat Baekhyun mengerti jika Chanyeol benar-benar tidak dalam kondisi yang baik. Chanyeol menciumnya dengan tergesa-gesa dan hampir saja tubuhnya terhuyung kebelakang karena ciuman Chanyeol yang begitu terburu-buru.

Tangan besar Chanyeol menggenggam erat kedua tangan Baekhyun yang masih menangkup wajahnya guna memperdalam ciuman mereka. Chanyeol terus melumat seluruh bagian bibir Baekhyun seolah jika ia melepaskan ciumannya, ia akan kehilangan nafasnya. Bibir Baekhyun begitu segar dan manis bagaikan oksigen yang sejuk bagi Chanyeol. Tidak ia biarkan ciuman ini terlepas hingga Baekhyun yang memintanya. Ia kecap terus bibir itu dan akhirnya ia mendapati wajah Baekhyun yang sedikit mengernyit akibat ciuman kasarnya.

Chanyeol yang sekarang bukanlah Chanyeol yang brengsek seperti Chanyeol di masa lalu, maka dari itu ia melepaskan ciumannya dan mengusap bibir bawah Baekhyun dengan ibu jarinya. Sedangkan Baekhyun langsung membuka matanya dan mengembangkan senyumannya ketika ia berhasil membuat Chanyeol terlupa akan perasaan resahnya tadi. Baekhyun kini meraih tangan besar Chanyeol lalu menggenggamnya.

"Aku sudah menerima ciumanmu, dan apakah aku bisa mengatakan apa permintaanku?"

Chanyeol hanya tersenyum dan mengangguk sebagai jawaban.

"Aku ingin kau tidak bersikap seperti itu terhadap Ayahmu. Bagaimanapun juga dia adalah Ayahmu yang seharusnya kau hormati. Aku sangat mengerti bagaimana perasaanmu, maka dari itu aku melakukan hal ini. Aku sangat mencintaimu, Chanyeol. Dan aku berjuang untuk hubungan kita" ucap Baekhyun dengan pandangan memohonnya pada Chanyeol agar Chanyeol tidak mengikuti perasaan egoisnya. Ia hanya ingin Chanyeol bersikap baik dengan Ayahnya, dan dengan begitu hubungan mereka pun akan terus berjalan dengan baik.

Baekhyun cukup terkejut ketika Chanyeol justru tersenyum padanya. Tak terasa tubuhnya tiba-tiba di tarik oleh Chanyeol hingga ia terduduk diatas pangkuan kekasih tampannya tersebut. Wajah Baekhyun merona seketika saat ia merasakan tangan Chanyeol sudah melingkar di pinggangnya. Reflek Baekhyun mengalungkan tangannya pada Chanyeol dan itu otomatis membuat wajah mereka berdekatan. Kembali.

"Kau satu-satunya makhluk yang paling sempurna yang pernah aku temui di dunia ini, Baekhyun. Terima kasih kau selalu berada disampingku sampai saat ini. Aku akan melakukan apapun yang kau minta. Aku tidak akan bersikap seperti itu lagi pada Appa demi hubungan kita. Akupun sangat mencintaimu, dan aku sama sekali tidak ingin kehilanganmu. Terima kasih telah menyempurnakan hidupku"

Sedetik kemudian Chanyeol kembali menubrukkan bibirnya pada bibir tipis Baekhyun dan mulai melumat bibir itu dengan lembut. Ia hanya ingin Baekhyun mengerti dengan kesungguhannya. Baekhyun memang sempurna di matanya, dan ia tidak berbohong untuk itu. Ia hanya ingin selama hidup bersama Baekhyun meskipun ia masih memiliki satu beban yang harus ia jalani.

Yaitu, ia telah berjanji pada Ayahnya untuk belajar sebagai penerus perusahaan tersebut dengan sungguh-sungguh. Demi kebaikan masa depannya bersama Baekhyun, ia ingin memberikan Baekhyun kehidupan yang layak dengan hasil jerih payahnya sendiri dan tidak bergantung pada siapapun termasuk Ayahnya sendiri.

Ia yakin ia mampu melewati beberapa waktu hingga akhirnya ia mampu membawa Baekhyun kedalam sebuah status bernama pernikahan. Asalkan Baekhyun terus berada disampingnya menemaninya, ia pikir itu tidak akan menjadi masalah karena hidupnya adalah Baekhyun. Ia membutuhkan Baekhyun untuk bernafas dan ia akan melakukan yang terbaik untuk bisa terus melindungi malaikat cantik yang masih di pagutnya saat ini.

'Dengan alasan mencintaimu, tidak ada hari dimana aku tidak mencintaimu..'

.

.

.


~oOo~ 100 SECONDS ~oOo~


.

.

.

Dahi putih nan mulus itu sudah basah dengan tetesan keringat kecil yang terus keluar akibat kegiatan panas yang masih terus berlangsung hingga saat ini. Bibir berbentuk hati itu terus terbuka melantunkan sebuah desisan indah yang mana membuat si lelaki tampan yang berada di atasnya ini lebih bersemangat untuk melakukan penyatuan kelamin mereka.

Kyungsoo meremas kain sprey berwarna gold yang menjadi alas penyatuan tubuhnya bersama Kai dengan sangat erat, dan terus memejamkan matanya enggan untuk terbuka barang sedetikpun. Ia begitu menikmati dorongan-dorongan yang di lakukan oleh Kai terhadapnya karena Kai nyatanya terus saja menumbuk suatu titik didalam sana yang membuatnya tak sadar menjerit meminta Kai untuk melakukannya lagi.

"Urmhh Kaihh.."

Desah Kyungsoo putus asa dengan tubuh yang masih terhentak-hentak karena Kai urung menghentikan gerakannya. Begitu nikmat dan ia sama sekali tidak menyangka akan senikmat ini jika mereka melakukannya atas dasar cinta. Berbeda sekali saat pertama kali ia melakukannya dengan Chanyeol yang menyetubuhinya dengan sangat kasar dan terburu-buru. Tanpa cinta dan rasanya begitu hambar.

"K-kaihh~ Unghh~"

Kai terus membuka matanya untuk memadangi wajah Kyungsoo yang sedang mengernyit begitu cantik akibat perbuatannya. Menikmati setiap detik apa yang mereka lakukan saat ini. Kemudian satu tangannya terangkat untuk mengusap lembut pipi Kyungsoo dengan kasih sayang. Kai tersenyum karena pada akhirnya ia bisa membuktikan cintanya terhadap Kyungsoo dan membuatnya yakin jika ia benar-benar mencintai Kyungsoo bukannya Baekhyun.

Kyungsoo yang merasakan usapan lembut tangan Kai pada wajahnya, perlahan membuka matanya untuk menatap Kai. Wajahnya kembali merona karena Kai menatapnya dengan sangat intens, dan ekpresi wajah Kyungsoo yang seperti itu membuat Kai mengembangkan senyuman menawannya.

"Kyungsoo.." Kai mengeluarkan suaranya tepat di depan bibir Kyungsoo yang masih terbuka melantunkan desahan kecil karena karena Kai masih menggerakkan pinggulnya.

"Kau sudah mengerti bagaimana perasaanku saat ini terhadapmu?" lanjut Kai yang kini justru mendekatkan telinganya pada bibir Kyungsoo karena ia ingin mendengar jawaban Kyungsoo dengan jelas. Kai memperlambat tempo dorongannya membiarkan Kyungsoo mengeluarkan suaranya.

Nafas Kyungsoo yang terengah-engah, membelai telinga Kai dan dengan tenaga yang masih ia miliki, ia mulai mengucapkan apa yang saat ini dirasakannya.

"Umhh.. Nehh.. Aku mempercayaimu Kaihh~"

Setelah mendengar suara lembut Kyungsoo yang memberinya jawaban, Kai kembali bangkit dan melanjutkan aktivitas panas mereka.

Kini Kyungsoo tau jika Kai memang benar-benar mencintainya dengan tulus. Kai mencintainya dan Kai tidak mencintai Baekhyun. Dan Kai memang menyetujui perasaannya terhadap Baekhyun hanyalah sebatas sahabat. Ia hanya melindungi Baekhyun pada saat itu karena ia tidak mungkin membiarkan Baekhyun melalui masa lalunya yang sulit seorang diri. Bagaimanapun juga ia harus melindungi Baekhyun yang sangat rapuh, hingga akhirnya Baekhyun menemukan cintanya yang bahkan mampu melindungi Baekhyun melebihi dirinya. Baekhyun mencintai lelaki itu, dan tidak ada alasan bagi Kai untuk terus bertahan dengan Baekhyun, karena ia pun sudah menemukan lelaki yang ia pikir adalah cinta sejatinya. Ya, lelaki itu adalah Kyungsoo.

Lelaki manis yang sama sekali tidak di kenalnya, dan sama sekali tidak pernah terlintas sedikitpun di pikirannya untuk menjadikan Kyungsoo sebagai kekasihnya sebelumnya. Mungkin ini yang dinamakan dengan takdir Tuhan. Semuanya berjalan begitu saja di luar kendalinya. Ia mencintai Kyungsoo saat pertama kali ia melihat Kyungsoo menangis di dalam pelukannya waktu malam itu. Kai tidak bisa membohongi perasaannya jika ia menjadi ingin melindungi sosok Kyungsoo yang terpuruk pada saat itu hingga akhirnya mereka menjadi sepasang kekasih seperti saat ini.

Kai sangat berterima kasih pada Tuhan dan berjanji akan terus menjaga cintanya untuk Kyungsoo hingga ujung hidupnya. Ia sudah menetapkan hatinya pada Kyungsoo dan tidak akan ada yang mampu mengubahnya. Kai ingin menikahi Kyungsoo secepatnya.

Hingga akhirnya ia memutuskan untuk menyuruh Kyungsoo datang ke rumahnya karena ia ingin mengajak Kyungsoo makan malam romantis di kamar mewahnya. Kai menyatakan perasaannya pada Kyungsoo sambil berlutut di hadapan Kyungsoo dan menyematkan sebuah cincin yang sangat cantik di jari tengah Kyungsoo. Kai tersenyum haru ketika ia melihat reaksi Kyungsoo yang terkejut sambil memeluk tubuhnya dengan sangat erat. Hingga akhirnya ia tidak kuasa untuk tidak mencium Kyungsoo, berakhir dengannya yang berciuman hebat bersama Kyungsoo dan tanpa sadar ia telah membawa Kyungsoo untuk berbaring di bawahnya.

Dan seperti sekarang ini. Kai membuktikan kesungguhannya pada Kyungsoo dengan menyentuh seluruh bagian Kyungsoo dengan perasaan cinta yang begitu besar.

"Anghh hnggh Kaihh~"

Kyungsoo membuka lebar kedua pahanya ketika Kai mempercepat gerakannya. Membiarkan Kai menghabisinya malam ini juga dalam kenikmatan yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata. Ia hanya ingin menjadi yang terbaik untuk Kai agar ia bisa membalas apa yang selama ini telah Kai berikan padanya.

Kyungsoo mendesah dengan sangat keras ketika ia tidak mampu lagi menahan hasratnya untuk mengeluarkan cairannya sendiri, dengan Kai yang masih menumbuk titik lemahnya hingga akhirnya Kyungsoo tiba pada puncaknya dan menumpahkan cairannya di atas perutnya sendiri. Sedangkan Kai masih bertahan dengan tempo cepatnya, dan tidak beberapa lama kemudian Kai menyusul Kyungsoo.

Namun saat Kai ingin bangkit dari atas tubuh Kyungsoo, Kyungsoo lebih dulu menahan tangannya tidak membiarkan sedikitpun bergerak dari atas tubuhnya. Hingga Kai sedikit merasa bersalah pada Kyungsoo karena ia telah memuntahkan cairannya yang begitu banyak di dalam lubang Kyungsoo. Namun Kyungsoo justru tersenyum dan menarik leher Kai untuk menyatukan kembali bibir mereka berdua.

Kai yang sudah tidak tahanpun, akhirnya mengalirkan seluruh spermanya didalam tubuh Kyungsoo dan lebih memilih untuk menikmati orgasmenya sambil melumat bibir manis Kyungsoo. Tubuh keduanya bergetar dengan bagian bawah tubuh mereka yang masih menyatu begitu dalam. Dan pada saat itu juga Kai menyadari jika Kyungsoo ternyata telah mempercayainya terbukti dengan membiarkannya membuahi Kyungsoo.

Sedangkan Kyungsoo masih memeluk leher Kai dengan sangat erat masih dengan senyuman bahagia. Ia benar-benar bahagia karena akhirnya ia mampu menyatu dengan lelaki yang benar-benar ia cintai. Sesekali matanya yang masih terbuka itu melirik ke arah jemarinya yang sudah tersemat sebuah cincin yang sangat cantik pemberian lelaki yang masih memagutnya dengan sangat mesra saat ini.

'Tidak ada yang perlu di ragukan. Aku mencintaimu begitu dalam, Kai..'

.

.

.


~oOo~ 100 SECONDS ~oOo~


.

.

.

Baekhyun membuka matanya karena tiba-tiba perasaannya terasa gelisah. Dengan hati-hati ia mendudukkan dirinya sambil sesekali memperhatikan Chanyeol yang masih tertidur pulas di sampingnya.

Setelah dirinya dan Chanyeol berciuman hebat tadi, mereka berdua akhirnya memutuskan untuk beristirahat karena sepertinya Chanyeol terlihat sangat kelelahan. Begitupun dengan Baekhyun, ia tidur tepat di samping Chanyeol sambil memeluk tubuh besar kekasih tampannya tersebut. Namun tiba-tiba ia terbangun beberapa jam setelah ia menutup matanya. Bayangan tentang Chanyeol yang begitu marah saat bercerita tentang Ayahnya yang selalu membandingkan dirinya dengan Chanyoung. Sebenarnya apa yang terjadi?

Baekhyun memutuskan untuk mencari tau apa penyebab kenapa Ayah Chanyeol membedakannya dengan Chanyoung. Mungkin pertama kali yang harus ia lakukan adalah melihat bagaimana sosok asli Chanyoung dengan mata kepalanya sendiri. Dan tanpa sengaja tadi ia mendengar Chanyeol mengatakan jika kamar yang berada di sebelah kamarnya adalah kamar Chanyoung.

Tanpa menunggu lama lagi, Baekhyun segera beranjak dari atas kasur Chanyeol dengan hati-hati takut jika Chanyeol terbangun.

Baekhyun bernafas lega karena Chanyeol sama sekali tidak terganggu sedikitpun, namun perasaan leganya melayang seketika saat ia merasakan sebuah tangan yang menggenggam tangannya dengan erat, membuatnya menghentikan langkahnya dan melirik ke arah Chanyeol.

"Kau ingin kemana?" tanya Chanyeol sambil menatap Baekhyun dengan pandangan datarnya.

Pada akhirnya Baekhyun menyadari jika ia tidak mampu membohongi atau menyembunyikan satu hal pun pada Chanyeol. Karena Chanyeol akan tetap mengetahuinya.

"Bolehkah aku memasuki kamar hyungmu? Aku ingin melihat Chanyoung" ucap Baekhyun takut-takut.

Sedangkan Chanyeol hanya mampu menghela nafasnya dan membiarkan Baekhyun memasuki kamar Chanyoung, karena ia pikir itu bukanlah hal yang harus di permasalahkan.

Baekhyun tersenyum lebar ketika Chanyeol menganggukkan kepalanya dan melepaskan genggaman tangannya. Kemudian Baekhyun menyempatkan dirinya untuk mengecup dahi Chanyeol dan menyuruhnya untuk tidur lebih dulu, sebelum ia benar-benar beranjak dari kamar Chanyeol.

Baekhyun terus melangkahkan kakinya hingga saat ini ia sudah tiba di depan pintu kamar Chanyoung. Tangannya perlahan terangkat untuk meraih kenop pintu itu hingga terbuka dan akhirnya ia memasuki kamar mewah tak berpenghuni tersebut.

Tak ada yang berbeda di kamar ini. Hanya sebuah kamar kosong yang sudah lama tidak di tempati oleh sang pemilik, namun masih terlihat sangat rapih. Kaki mungil itu terus melangkah hingga tak sengaja matanya menangkap sebuah foto besar yang tergantung di sisi dinding yang berada di sudut kamar tersebut. Ya, disana terdapat sebuah foto keluarga dimana ada Ayah Chanyeol, Ibu Chanyeol, Chanyoung dan Chanyeol sendiri layaknya foto keluarga pada umumnya.

Baekhyun tersenyum karena melihat wajah Chanyeol dan Chanyoung yang nyaris sama, sehingga pada detik itu juga ia menyadari kenapa alasan Chanyeol begitu terpukul atas meninggalnya Chanyoung dan tidak berani untuk menatap cermin.

Tangan Baekhyun kembali terangkat untuk meraih beberapa pigura yang terjajar rapih di atas meja untuk melihat foto-foto yang terdapat disana. Namun tanpa sengaja lengannya menyenggol sebuah vas bunga yang lumayan besar hingga vas tersebut hancur berkeping-keping di lantai.

Prangg!

Sontak Baekhyun menjongkokkan tubuhnya untuk membereskan serpihan tajam vas bunga yang terbuat dari tanah liat tersebut. Baekhyun yang awalnya panik dan khawatir, langsung terdiam seketika saat matanya menangkap secarik kertas putih yang terlipat menjadi empat di antara serpihan vas bunga yang pecah tersebut. Dengan perlahan ia mengambil kertas tersebut dan membekap bibirnya sendiri ketika ia berhasil membaca beberapa kalimat dari kertas yang ternyata adalah sebuah surat.

Surat yang sangat Baekhyun yakini jika itu adalah surat yang di tulis oleh Chanyoung.

Aku akan selalu hidup didalam ragamu selamanya

Aku tidak mungkin hidup di dunia ini lagi

Bisikan bisikan itu selalu berhasil membuatku tidak mampu mengendalikan diriku sendiri

Bisikan setan itu selalu datang di pikiranku

Tidak mungkin untukku bertahan

Sudah cukup bisikan itu mengganggu hidupku

Aku tidak ingin membunuh orang karena bisikan itu

Lebih baik aku mati daripada orang lain yang tak berdosa

Entah bisikan apa itu, aku sama sekali tidak mengerti

Maafkan aku Appa

Maafkan aku Umma

Dan Chanyeol..

Aku harap kau selalu hidup dan terus hidup dengan baik

Maafkan aku tidak mampu menemanimu lagi

Kau harus bernafas untukku

Tapi percayalah, aku adalah hyungmu

Aku adalah saudara kembarmu

Aku akan selalu bersamamu hingga kau menyusulku

Aku akan selama nya hidup.. aku hidup di dalam ragamu

Lakukan yang terbaik, karena aku tidak mampu melanjutkan hidup ini

Chanyeol, aku menyayangimu dan aku sama sekali tidak menyalahkanmu tentang perselingkuhan itu

Aku memang mencintai Luhan, tetapi bukan saatnya untuk berdebat masalah cinta

Aku cukup terkejut karena mengetahui Ayah yang selama ini aku panggil Appa ternyata bukanlah Ayah kita

Ya, Umma selingkuh dengan adik Ayah kita dan Ayah kandung kita sudah meninggal

Dan semenjak itu..

Bisikan itu selalu menghantuiku

Aku tidak sanggup.

Selamat tinggal Chanyeol. Sampaikan maafku pada Appa dan Umma.

Hidup lebih baik dan buat Appa Umma bangga

Aku tidak mampu melakukannya, dan kau mampu

Selamat tinggal dunia..

Dan kuharap bisikan itu tidak mengikutiku di surga nanti

Tubuh Baekhyun bergetar hebat setelah membaca tulisan tangan yang tidak rapih tersebut. Perasaannya tiba-tiba menjadi kacau dan tanpa menunggu lama lagi, ia segera berlari menuju kamar Chanyeol dan menarik tangan Chanyeol yang masih berbaring di atas tempat tidurnya.

"Hiks Chanyeol.."

Baekhyun bahkan sudah mengeluarkan airmatanya dengan satu tangannya yang masih memegang erat sepucuk surat tersebut. Chanyeol yang mendengar isakan kecil Baekhyun, langsung terbangun dan menatap Baekhyun dengan pandangan khawatirnya.

"Apa yang terjadi? Kenapa kau menangis?" Chanyeol mengusap pipi Baekhyun dengan lembut dan terus memperhatikan wajah cantik kekasihnya tersebut.

"Katakan apa yang tidak aku ketahui tentang masa lalu mu.."

Deg!

Tubuh Chanyeol terasa kaku saat Baekhyun memintanya untuk menceritakan semua tentang masa lalunya. Sebenarnya apa yang telah terjadi pada Baekhyun sehingga Baekhyun menanyakan hal itu?

"Apa yang terjadi padamu, Baek?"

"Chanyeol jawab aku. Apa yang tidak aku ketahui tentang masa lalu mu. Jangan ada yang di sembunyikan lagi dariku. Aku akan membantumu, Chanyeol"

"Baek-"

"Aku mencintaimu. Tolong jawab aku Chanyeol.."

Apakah Chanyeol harus menceritakan semua tentang masa lalunya? Apakah ini adalah saat yang tepat untuk mengatakan rahasia yang selama ini ia sembunyikan dari Baekhyun?

.

.

.

.

.

.

To Be Continued..

.

.

.

.

.

.

Sebenernya agak ga tega sih ngasih TBC di bagian ini wkwk

Tapi mau gimana lagi, biar kalian penasaran sama kelanjutannya haha *ketawa jahat *ditampar

Ohiya, ada hal yang mau Yuta jelasin untuk FF ini.

Sekali lagi Yuta cuma mau bilang kalo Yuta sama sekali belum pernah nonton film MARS ini. Demi Tuhan, Yuta sama sekali belum pernah nonton. Dan semua yang Yuta tulis disini hanya berdasarkan plot yang dikasih sama kak cha atau overdose6104 ke Yuta lewat Line. Jadi, kalo bagi kalian yang udah nonton film MARS tersebut dan bilang kalo FF ini banyak yang beda sama film aslinya, YUTA MOHON PENGERTIANNYA karena Yuta bener-bener BLANK akan film itu.

Ada beberapa readers yang minta di kasih adegan manis kaya di film, dan kecewa karena FF ini ga sama persis dengan film itu. Hell, Yuta gatau adegan film itu sama sekali, dan Yuta nulis FF ini berdasarkan khayalan dan imajinasi Yuta aja berdasarkan plot yang dikasih sama kak cha atau overdose6104. Jadi, kalo banyak yang melenceng dari film aslinya, Yuta mohon maaf karena ini hanyalah remake yang MENYERUPAI bukannya SAMA PERSIS dengan film MARS itu.

Yuta cuma pengen pengertiannya aja dari readers yang udah pernah nonton film itu untuk tidak meminta adegan FF ini agar sama kaya yang di film. Maaf, Yuta gabisa kabulin permintaannya karena FF ini adalah remake MARS versi Yuta. Maaf juga kalo agak aneh wkwk

Terima kasih sebelumnya.

Terakhir..

Scene KaiSoo cuma buat enaena doang wkwk

Dan..

Sebenarnya rahasia apa yang dimiliki oleh Chanyeol yang tidak Baekhyun ketahui? Dan Luhan kok tiba-tiba ilang? Apakah Luhan bakal balik lagi dan hancurin hubungan ChanBaek? Semoga aja iya *PLAKK *DIGAMPAR

Hohoho okeee terakhir Yuta minta review dari kalian apa masih banyak yang penasaran sama FF ini atau ngga. Mungkin kalian bisa nebak-nebak sendiri apa yang akan terjadi pada hubungan ChanBaek tentang masa lalu Chanyeol yang TERNYATA belum kelar wkwk *digampar lagi

OK, LAST!

NEXT?

REVIEW JUSEYO~

SARANGHAE BBUING~!