Chapter Sebelumnya :
"Baiklah, aku Natsu dragneel, namamu siapa? Salam kenal ya" ucap Natsu sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Sting. Lucy dan Wendy hanya melihat mereka berdua secara bergantian. Dan Sting yang menghadap Natsu, ia hanya memandang natsu.
'Ini dia orangnya, Natsu Dragneel' pikir Sting sambil tersenyum sinis.
"Aku sting, Sting Eucliffe, salam kenal Natsu Dragneel" ucap Sting sambil menyambut tangan Natsu dan mereka berjabat tangan. Dan Natsu tersadar bahwa ia mendengar nama Eucliffe di balik nama Sting, ia sangat kaget.
'Sting Eucliffe? Apa dia anggota keluarga Eucliffe yang dihancurkan oleh ayahku?' pikir Natsu.
Sting hanya tersenyum memandang Natsu yang sepertinya kaget mendengar namanya, dan Natsu sendiri masih terus memandang Sting dengan kaget.
Takdir telah mempertemukan mereka ber-tiga. Bagaimana kelanjutan kisah kehidupan mereka? Apa kebahagiaan yang diperoleh Lucy akan tetap selalu berpihak padanya? Apa yang Natsu lakukan terhadap Sting ?
Setelah mendengar nama itu, Natsu terdiam seribu bahasa, dibenaknya timbul banyak pertanyaan saat mendengar nama Sting Eucliffe. Dan…
"Natsuuu…Natsuuuu" suara Lucy membuyarkan lamunan natsu. Dan Natsu tersadar bahwa ia belum melepaskan jabat tangannya dengan Sting.
"A-aah maaf aku melamun, salam kenal, Sting" ucap Natsu gugup sambil melepaskan jabat tangannya dengan Sting. Natsu melihat Sting hanya tersenyum.
"Baiklah, Sting. Kau sudah mengenal Natsu, aku kan sudah berjanji kalau aku akan membawa teman lagi kesini untuk bermain hehe" ucap Lucy sambil menggenggam tangan Sting dan perlakuan Lucy seperti itu membuat Sting tersipu malu dan juga tidak lupa, membuat Natsu "kesal". Natsu segera menghampiri Lucy dan Sting dan mencoba melepaskan genggaman tangan Lucy dari Sting.
"Hmm baiklah, karena acara sudah selesai, bagaimana kalau kita berfoto disini, bagaimana? Wendy membawa kamera" ucap Natsu sambil yaaa mencoba melepaskan genggaman Lucy dan Sting. Lucy heran. Sting hanya tersenyum.
"Baiklah, Natsu ayo kita berfoto disini" ajak Lucy sambil berlari mendekati tempat yang bagus untuk berfoto. Sting dan Natsu berjalan beriringan. Diam. Setelah sampai
"Wendy, tolong fotoin kita ya" ucap Natsu kepada adiknya sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Baiklah, aniki. Ayo bersiap" sahut Wendy yang bersiap-siap untuk mengambil foto mereka bertiga.
Lucy berada ditengah-tengah Sting dan Natsu. Natsu berada di kanan Lucy sedangkan Sting berada dikiri Lucy. Wendy menghitung mundur. Dan Klik! Difoto tersebut Natsu dan Lucy tersenyum ceria, sedangkan Sting hanya melihat kearah Lucy sambil tersenyum. Selesainya mereka berfoto dan bermain bersama, Lucy merasa ia sudah lama meninggalkan keluarganya.
"Hmm, Natsu. Aku ingin kembali ke gereja. Kau juga ikutkan? dan Sting, aku sangat senang hari ini kita bisa bermain bersama-sama, tapi aku harus kembali untuk bersiap-siap pulang" ucap Lucy sambil tertunduk
"Iya tidak apa-apa Lucy, aku juga senang bisa bermain bersama kalian" jawab Sting sambil menghampiri Lucy dan memegang dagu Lucy untuk mengangkat wajah Lucy.
"Jangan sedih Lucy, kita akan bertemu lagi, pasti" lanjut Sting sambil menatap dan tersenyum kepada Lucy. Lucy membalas perkataan Sting dengan anggukkan dan senyuman. Natsu yang melihat Lucy dan Sting seperti itu merasa kesal dan sebal.
'Apa-apaan mereka, mereka melupakan aku ada disini, menyebalkan' pikir Natsu. Natsu langsung menghampiri Lucy dan menarik tangan Lucy.
"Ayo Lucy, kita kembali" ajak Natsu sambil menarik tangan Lucy.
"Ayo Wendy" ajak Natsu dan menarik tangan adiknya. Natsu tiba-tiba berhenti. Wendy dan Lucy heran.
"Dan kau Sting, senang berkenalan denganmu, aku harap kita bisa bertemu lagi" ucap Natsu tanpa menoleh kearah Sting dan melanjutkan perjalanannya ke gereja. Sting tidak menjawab. hanya tersenyum sinis mendengar perkataan Natsu.
'Senang berkenalan denganmu, hmm?' ucap sting pelan
Sesampainya di gereja, Lucy, Natsu, dan Wendy masuk keruang ganti dan melihat detective Genzou dan ibu Lucy yaitu Layla sedang mengobrol. Mereka segera menghampiri.
"Ibu, maaf aku tadi abis dari danau bermain dengan Natsu, Wendy, dan Sting hehe" ucap Lucy sambil tersenyum.
"Iya Layla-san, maaf kalau kami lama, kami bermain sampai lupa waktu hehe" ucap Natsu sambil membungkukkan badannya.
"Iya tidak apa-apa Natsu, loh ini siapa? Imut sekali" ucap Layla. "Ohiya Lucy, kau ganti bajumu ya, kita bersiap-siap untuk pulang" lanjut Layla.
"Ah ini, adikku Layla-san, perkenalkan ayo Wendy ini ibu Lucy" ucap Natsu
"Aku Wendy Dragneel, salam kenal Layla-san. Kau sangat cantik, pantas Lucy-san cantik" ucap Wendy sambil memuji Layla. Dan Layla blushing.
"Jelas ia cantik, ia adalah istriku sekarang hoho" sahut detective Genzou sambil merangkul istri barunya. Layla hanya tersenyum.
"Oh ya, siapa itu Sting?" tanya detective Genzou.
"A-aah dia teman baru Lucy yang tinggal didekat danau" jawab Natsu.
"Oh begituu, kau kesini naik apa Natsu? Kalian hanya berdua saja?" tanya detective Genzou kebingungan.
"Aku naik mobil hehe" jawab Natsu sambil mengusap-usap kepala belakangnya sambil nyengir.
"Naik mobil? Kau diantar Natsu?" tanya Layla kebingungan mendengar jawaban Natsu. Lalu Natsu menggeleng.
"Tidak, kami tidak diantar, aniki mengendarai mobil sendiri hehe" jawab Wendy yang sontak mengagetkan Layla dan detective Genzou. Wendy yang melihat sepasang suami-istri yang kaget hanya tertawa karena menurutnya lucu.
"Kenapa tantei-san? Layla-san? Ada yang salah?" tanya Natsu dengan polos, karena ia heran melihat pasangan suami-istri tersebut terbengong-bengong mendengar jawabannya.
"Kau mengendarai mobil sendiri? Kau ini kan belum cukup umur,nak" ucap detective Genzou sambil menjitak kepala Natsu.
"Aaaah…itttaaaaiii, mooo tantei-san, mobil itu sudah lama dibelikan ayahku untuk ku pakai, jadi tidak ada salahnya kalau aku mengendarainya, lagipula aku juga sudah handal dalam mengendarai mobil" ucap Natsu sambil mengelus-ngelus kepalanya yang sakit karena jitakan detective Genzou. Wendy dan Layla yang melihat mereka hanya tertawa.
"Jadi Natsu, kau akan pulang mengendarai mobil sendiri dengan adikmu ini?" tanya Layla. Natsu hanya menggangguk tanda setuju.
"Iya, aku akan pulang, dan akan bersama dengan kalian, jadi kita akan menunggu Lucy beres-beres baru kita bersama-sama pulangnya Layla-san" lanjut Natsu
"Baiklah" jawab layla. Dan detective Genzou hanya mengacungkan jempolnya kehadapan muka Natsu.
Tiba-tiba terdengar pintu terbuka menunjukkan Lucy keluar dari kamar mandi. Ia memakai celana jeans merah maroon dan tanktop kuning dilengkapi dengan blouse transparan berwarna coklat. Dan setelah ganti baju, Lucy segera membereskan barang-barang yang harus dibawa pulang. Setelah siap. Lucy menghampiri dimana Natsu, ibunya, ayah barunya, dan Wendy sedang mengobrol.
"Ibu, hmm ayah.. aku sudah siap, apa kita pulang sekarang?" tanya Lucy sambil menatap keluarganya kini yang lengkap.
"Kk-kkau memanggilku apa, Lucy?" tanya detective Genzou heran.
"Ayah, memang ada yang salah? Lagipula kau kan sudah menikah dengan ibuku" jawab Lucy sambil tersenyum. Dan mendengar perkataan Lucy, detective Genzou jadi terharu, kemudian dia memeluk Lucy, yang sekarang menjadi putrinya.
"Oh putriku, kau putriku sekarang, Lucy" ucap detective Genzou sambil terus memeluk Lucy dengan hangat.
'Hangat, seperti dipeluk ayahku dulu' pikir Lucy
"Baiklah, kalau semua sudah siap, ayo kita pulang" ajak detective Genzou sambil melepas pelukannya.
Semua mengangguk dan keluar dari gereja menuju tempat parkiran. Natsu, Lucy, Wendy terus tertawa sambil terus bercanda. Lucy dan Wendy meledek Natsu sehingga nNtsu menjadi ngambek dan mukanya sangat lucu dan akhirnya terus digoda oleh Lucy. Dibalik itu semua, ada yang memerhatikan mereka dari jauh. Siapa? Sting. Sting melihat Natsu, Lucy, Wendy dan yang lainnya tertawa, ceria, menunjukkan kebahagiaan yang tidak pernah ia dapatkan setelah ayah dan ibunya meninggal.
'Lucy…suatu saat kita akan bertemu lagi' ucap Sting dengan pelan sambil tangannya merentang seakan meraih Lucy.
"Baiklah Natsu, kau hati-hati dijalan ya, jangan ngebut-ngebut, ingat kau membawa adikmu yang imut ini, kau mengerti?" ucap Lucy kepada Natsu. Wendy sudah masuk kedalam mobil terlebih dahulu setelah pamit dengan detective Genzou, Layla, dan juga Lucy.
"Iya Luce, kau ini cerewet, sudah sana masuk mobil" jawab Natsu tanganya sambil melambai-lambai tanda mengusir Lucy.
"Baiklah jaaa nee Natsu" ucap Lucy sambil berjalan menuju mobil detective Genzou. Baru beberapa langkah. Lucy mendengar namanya dipanggil oleh Natsu.
"Luceee…" panggil Natsu. Membuat Lucy menoleh kearahnya.
"Kau janji kan kita akan terus berteman?" ucap Natsu sambil mengacungkan jari kelingkingnya tanda untuk pinky swear. Lucy menghampiri Natsu lagi, dan menautkan kelingkingnya dengan kelingking Natsu.
"Iya Natsu, aku janji, aku juga gak akan meninggalkan kamu" ucap Lucy sambil tersenyum dan itu membuat Natsu blushing.
"Baiklah aku pulang ya Natsu, kau hati-hati, jaaa neeee" ucap Lucy sambil berlari menuju mobilnya.
"Jaaa neee" sahut Natsu. Natsu memandang Lucy yang sedang berlari pelan menuju mobilnya.
'Aku…aku takut kehilangannya, Tuhan' pikir natsu.
Setelah melihat Lucy masuk kedalam mobilnya, Natsu masuk kedalam mobilnya dan melihat adiknya, Wendy sudah terlelap tidur. Natsu memasangkan sabuk pengaman dibangku Wendy. Lalu ia mengendarai mobilnya untuk pulang kerumahnya.
Diperjalanan pulang, Lucy melihat ibunya dan ayahnya sedang saling memandang. Maksudnya terkadang detective Genzou menoleh kearah Layla, tersenyum dan Layla pun ikut menoleh dan tersenyum. Menurut Lucy, itu sangat manis sekali.
"Ibuu..ayah..aku ingin tidur, bangunkan aku kalau kita sudah sampai ya" ucap Lucy
"Iya sayang, tidurlah, hari ini pasti melelahkan, gomen" ucap detective Genzou
"Aaaiih tidak perlu minta maaf ayah, aku sangat bahagia hari ini, rasanya hari ini tidak mau berlalu begitu cepat" ucap Lucy, antusias.
"Hai haii, baiklah. Kau istirahatlah, nanti akan ibu bangunkan" ucap Layla
Lucy pun tertidur.
Setelah beberapa jam dalam perjalanan. Akhirnya Lucy, Layla, dan detective Genzou sampai dirumah dan Layla pun membangunkan Lucy.
"Lucy, bangun kita udah sampai" ucap Layla dengan pelan. Lucy membuka matanya. Menyadarkan jiwanya yang tertidur. Lalu ia keluar dari mobil dan menutup pintu mobil. Ibu dan ayahnya telah masuk terlebih dulu. Ia berjalan. Dan ia melihat tulisannya ditembok luar rumahnya.
"あなたが恋しい。" Anata ga koishii (I miss you).
'Sudah memudar ya' pikir lucy. Lucy mempunyai ide untuk menebalkan tulisan itu kembali. Ia mencari-cari batu untuk menebalkan tulisan itu. Setelah dapat, ia menebalkan tulisan itu.
'Natsu…' ucap Lucy dalam hati. Lalu ia masuk kedalam rumah untuk beristirahat.
Dirumah Sting, Sting berdiam diri dikamarnya, mengamati foto ayah dan ibunya.
"Ibu..ayah..aku menemukan seseorang yang dapat membuatku bahagia" ucap Sting sambil tersenyum.
'Lucy….Lucy Heartfilia, kita pasti akan bertemu lagi, pasti' ucap Sting dalam hati
Sedangkan dirumah Natsu.
"Dimana anak itu?! Kenapa jam segini belum pulang juga!" omel Igneel kepada istrinya yang sedang sibuk merapihkan kuku-kuku cantiknya.
"Mungkin mereka terkena macet, sabarlah sedikit" jawab sang istri. Lalu terdengar bel rumah berbunyi tanda ada yang bertamu.
"Siapa yang bertamu? Aku akan melihatnya" ucap Hotaru sambil bangkit berdiri dari ruang tengah. Tapi dicegah oleh suaminya, Igneel.
"Biar aku saja" ucap Igneel. Igneel menghampiri pintu masuk dan membukakan pintu. Dan betapa kagetnya ia melihat tamu yang datang.
Diperjalanan pulang, Natsu melihat adiknya masih tertidur. Ia berhati-hati mengendarai mobil karena ia tidak mau kena omelan kalau adiknya kenapa-kenapa. Sebenarnya bukan itu yang ditakutkan tetapi Natsu sangat menyayangi adiknya, sehingga ia tidak ingin adiknya terluka, sakit atau apapun sejenis itu.
'Pasti Wendy sangat capek hari ini' pikir Natsu sambil tersenyum. dan Natsu kepikiran oleh anak laki-laki bernama Sting Euclicffe.
'Apa dia itu anak dari keluarga yang telah dibuat hancur oleh ayahku? kalau benar, aku harus bagaimana? dan ia sepertinya...dari tatapan matanyaa..' pikir Natsu sambil menggeleng-gelengkan kepalanya untuk tidak berfikiran macam-macam.
"Mungkin hanya kebetulan namanya sama dengan nama keluarga yang dihancurkan ayah" ucap Natsu.
Setelah perjalanan yang panjang, mereka sampai dirumah, Natsu memakirkan mobilnya. Dan bingung ada mobil yang tidak ia kenal parkir di halaman rumahnya. Mobil berwarna ungu.
"Siapa itu? Apa tamu ayah lagi?" tanya Natsu. Sendiri.
"Wendy, bangun, kita sudah sampai, aku tidak mau menggendongmu sampai kamarmu, bangunlah" ucap Natsu membangunkan Wendy. Wendy akhirnya membuka matanya.
"Ah kita sudah sampai kak? Baiklah aku turun, aku ngantuk mau istirahat, terimakasih aniki untuk hari ini, sangat menyenangkan" ucap Wendy sambil turun dari mobil. Natsu pun ikut turun dari mobil dan mengunci mobilnya. Ia berjalan memasuki rumahnya sambil melempar-lempar kunci mobilnya, ia membuka pintu rumahnya dan betapa terkejutnya saat seseorang melompat langsung memeluknya.
"Okaeri Natsuuuuuuuu" ucap seseorang tersebut. Dan Natsu mengenali suara tersebut. Lalu perlahan ia menyadari. Ia melepaskan pelukan dari orang itu. Dan dilihatnya orang itu. Betapa terkejutnya Natsu.
"Li-Lisanna…" ucap Natsu sambil terbengong.
hayooo tebaaak, lisanna itu siapa natsuu? kenapa natsu sampai terbengong-bengong melihat lisanna datang kerumahnya? tunggu kelanjutannya di chapter berikutnya yaaaa~~~~
To be continued
oke ini chapter barunya, bagaimana, bagaimanaaaa? jelekkah? baguskah? masih banyak yang kurang sepertinya, gomeeeeen -_-v
Balasan review dari chapter sebelumnya :)
Kyouryuusuke : iya dong pastinya happy ending, karena aku gak suka cerita yang sad ending hoho terimakasih ya sudah review, keep reading yaw ;)
Hanara VgRyuu : iya karena aku kemarin gak ada ide karena kepikiran tugas kali ya #plak.. hmm mungkin chapter ini juga pendek hehe gomenasai ^^v tapi aku usahain buat chapter selanjutnya bakalan panjang hoho, keep reading yaaa, trims buat reviewnya :)
hitoshi sagara :siaaaap! trims buat reviewnya keep reading yaaaw ;)
Ren : pasti dong dia berperan, kan dia adiknya natsuuuu, siaaap! trims untuk reviewnya... keep reading yaaaw ;))
azalya dragneel :waaaaahhhh arigatooou azalya-san :)) iya dong, ceritanya bakalan happy ending :") oke azalya-san..salam kenal ;) terimakasih buat reviewnya dan keep reading yaaahhh ^_^
Please Review nya yaaa untuk chapter ini
Review kalian membantu aku untuk mengoreksi kesalahan dalam cerita
Arigatooou Gozaimasu :)
