Sarange Noona

Chapter 11

Array'ryeowook always

Donghae POV

Kumengintari kampus mencari sosok wookie, heran kemana perginya anak itu, di kelas tak ada, ruang musik nihil,lalu kemana dia?sesaat kulihat bayangannya di ruang dance. Apa yang dilakukannya disana?tak mau penasaran akupun menghampirinya, namun mungkin harus ku hentikan langkahku saat ku tahu ia bersama hyukkie.

"iya, aku mencintainya, "AKU MENCINTAI DONGHAE KAU PUASSS?"

Deggg

Bagai tersambar petir aku mendengarnya tapi sungguh ku tak ingin beranjak,aku ingin tahu seberapa jauh yang terjadi di belakangku.

"kenapa kau tidak mengatakannya?"ku dengar suara berat ryeowookie

"apa kau pikir setelah mengatakannya semua akan berubah lebih baik?apa kau pikir setelah aku mengatakannya Donghae akan meninggalkan Ahra untukku?tidak'jawabannya tetap tidak. Aku mencintai hae sama seperti kau mencintai Ahra.! Aku menintai hae aku mencintainya seperti orang bodoh,yang menahan hati saat mendengar ia mengeluhkan orang lain!"teriaknya dengan emosi tertahan, kembali duduk dan menyandarkan tubuhnya ke tembok.

Ya Tuhan,hyukkie,sebegitukah rasamu?sebegitu badohnyakah aku,begitu relanya kau menjadi orang bodoh untukku,sudah aku sudah tak ingin bersembunyi lagi

"noona kau?"

"hyukkie kau mencintaiku?bagaimana mungkin?"ucapku,sontak kulihat mereka tersentak,apalagi hyukkie,wajahnya yang sudah basah oleh airmata itu kini dihiasnya dengan raut ketakutan. "wookie-ah bisa tinggalkan kami sendiri,!"ucapku lembut, perlahan wookie melangkah pergi hingga kini tinggalah aku dan dia.

"hae mianhae...,!"ucapnya memalingkan muka,seakan menyembunyikan gurat kesedihan diwajahnya.

"jadi yang ku dengar itu benar?HYUKKIE JAWAB AKU!,benarkah yang kudengar?"teriakku dengan emosi naik turun,kulihat ia hanya mengangguk,saat itulah airmatanya jatuh, ya airmata,berapa kali aku membuat seseorang menangis,yang pertama adikku,lalu Ahra, dan sekarang hyukkie, apa kehadiranku menuai derita.

AKKHHH

DUAGGKK...

Keras kupukulkan kepalan tanganku,ke tembok ruangan ini,sakit perih terasa,apalagi kini darah segar mulai merembes,beginikah cinta mempermainkan kami?

"Donghae hentikan,!"

Normal POV

Perasaan hyukkie sungguh hancur,lekas ditariknya tangan Donghae yang berlumuran darah,dan di balutnya dengan saputangan miliknya

Greppp

reflek Donghae merengkuhnya dalam satu pelukan erat,membiarkan gadis yang juga sahabatnya itu menangis di pelukannya.

"mianhae hae-ah..."

"aku yang harusnya minta maaf hyukkie,maaf karna aku telah menyakitimu, maaf karna aku telah mengukir harapan palsu untukmu, maaf karna ku tetap tak bisa membuka hati untukmu, dan maaf bila aku sungguh tak bisa meninggalkan Ahra untukmu,mianhae hyukkie.. jeongmal mianhae..."

"hiks...hiks..gwenchanna hae,na gwenchanna...jangan kau teruskan lagi,cukup aku mengerti,mianhae hae,mianhae.. sungguh aku akan melupakanmu..."tangis hyukkie,Donghae hanya mengangguk terus memeluk sahabatnya itu,sesekali mencium pucuk kepalanya.

Ryeowookie,laki-laki yang sebenarnya masih dibalik pintu itupun menitihkan airmata,lekas ia melangkah pergi meninggalkan koridor itu,berbeda dengan gadis yang kebetulan melihatnya kini justru perlahan mendekat membuka pintu itu,lirih sangat lirih hingga mungkin semutpun tak mendengarnya.

Deggg

Gadis itu memegang dadanya kuat,apa yang ia lihat ini sungguh membakar hatinya, te tes tes... airmatanya jatuh perlahan, terus di bungkamnya mulutnya agar tiada isak tangis yang terdengar, pelukan itu,ciuman itu apa arti semuanya, dan hatinya terus bertanya-tanya,tak kuasa iapun meninggalkan tempat itu terus berlari menyusuri koridor tanpa arah dan tujuan yang pasti hingga

Brakkk

Gadis itu terjatuh,karna menabrak seorang laki-laki yang kini masih sibuk membereskan buku-bukunya.

"mianhae..aku tidak hati-hati.."ucap gadis itu,laki-laki itu terhenyak,lekas mendongakkan kepalanya menatap gadis,bermata sembap yang masih menundukkan kepalanya

"Ahra Noona,?"panggil laki-laki itu,reflek ia mendongakkan kepala ketika mengenal suara itu

"ryeowookie?"ucapnya terkejut,buru-buru Ahra menghapus airmatanya.

"noona, apa yang terjadi?kenapa kau menangis?"tanya ryeowook panik,

"aniyo,gwenchanna.."ucap Ahra melangkah pergi

Greppp

seketika ryeowook menahan tangannya

"katakan padaku apa yang terjadi,!kenapa kau menangis?"ucap ryeowook penuh selidik membuat Ahra makin berkaca-kaca.

"aniyo,ryeowook-ah lepaskan.."ucap Ahra emosi,dihempaskannya tangan ryeowook dan pergi

Grepp

Sekali lagi ryeowook mencengkam tangannya,kali ini lebih kuat, memaksa ahra untuk menatapnya, sebongkah tatapan tajam yang redup

"Noona,!apapun yang terjadi diantara kita kau tak boleh menghapusku begitu saja,!arra!" jika kau tak bisa menjadikanku yang kau cintai, setidaknya jadikan aku sahabat yang mengerti,ne.."ucapnya lembut,dilihatnya Ahra hanya mengangguk."kita bicara di atas.."tambah ryeowook,dan menarik tangan ahra yang memang daritadi belum di lepaskannya menuju loteng.

Array'ryeowook always

Ahra berdiri di depan pagar pembatas loteng yang tingginya hanya setengah badannya, sebongkah matanya yang sayu kini menatap sekeliling, dengan ketinggiannya kini tentu dapat dilihatnya pemandangan kota seoul di bawah sana, sementara ryeowookie laki-laki itu lebih memilih duduk berselonjor,di pagar pembatas,menekuk kaki kanannya sebagai penyangga tangan dan bersandar pada tiang lama mereka terdiam.

"benarkah tak ingin bicara?"tanya ryeowookie,Ahra menghela nafas panjang,menatap langit luas di atas sana.

"sebenarnya..."

Flash back ON

Ahra POV

Kutatap jam tangan yang melingkar ditanganku,kenapa Donghae sangat lama, bukankah ia bilang hanya ingin mengembalikan handphone pada ryeowook,karna bosan menunggunya akupun mencarinya,menanyakan pada setiap mahasiswa,barangkali ada yang melihatnya.

"vic,apakah kau melihat hae?"tanyaku pada salah seorang sahabatku

"oh aku tadi melihatnya,berjalan ke ruang dance.."cari saja disana,!"

"oke gumowo ne,"ucapku bernafas lega,lekas ku membawa langkahku keruang Dance namun seketika langkahku terhenti,kulihat ryeowookie menangis bersandar pada pintu,apa yang terjadi sebenarnya di ruangan itu,setelah kulihat ryeowookie melangkah pergi,akupun memberanikan diri mendekat dan memutar knop pintu.

Degg

Hatiku berdenyut nyeri,bagaimana tidak, kulihat kekasih yang sangat ku cintai memeluk wanita lain, yang katanya adalah sahabatnya,tapi apa jadinya bila sebenarnya akupun menyadari bila sahabatnya itu sebenarnya menaruh hati untuknya,apa yang terjadi sebenarnya,kenapa mereka menangis? Kenapa Hae memeluknya dengan begitu erat?dan kenapa hae mencium pucuk kepalanya.? Pertanyaan demi pertanyaan memberondongku. kututup mulutku rapat dan berlari meninggalkan tempat itu.

Flashback OFF

"jadi karna itu?"

"ryeowook-ah.."

"kenapa kau begitu bodoh noona?bukankah sejak dulu kau tahu kalau dia mencintaimu,lalu kenapa masih seperti ini?"

"tapi aku melihat..."

"noona,asal kau tahu, semua yang kau lihat tak seperti yang kau bayangkan..."

"jangan-jangan kau tahu sesuatu.."

"ne.."ucapnya singkat,turun dari tempatnya duduk dan berjalan mendekat bersandar di samping Ahra. "kau memang benar hyukkie noona memang mencintai hyung,tapi hyung hanya mencintaimu noona hanya kau, dia menolak halus semua perasaan hyukkie noona yang selama ini didekatnya karna kau.."

"karna aku?lalu kenapa hae memeluk hyukkie sebegitu erat,kenapa ia menciumnya dengan sebegitu tulus?"tanya Ahra kini bola matanya semakin berkaca,ryeowook semakin mendekat, di bingkainya wajah ahra dengan kedua tangannya.

"kau cemburu noona?kenapa kau seperti anak kecil?aku tahu semua wanita pasti akan sakit karna itu, namun apakah karna itu, kau akan meragukan perasaan hyungku?kau bodoh'apakah kau lupa bahwa hyungku pernah merasakan sakit yang lebih dari ini,apa kau ingat bagaimana perasaan hyung saat noona bersamaku dulu,saat kau memelukku saat kau menciumku,diapun juga sakit..."

"ryeowook-ah aku..."

Grepp

Reflek ryeowook memeluk ahra,bukan bermaksud apa-apa,hanya berusaha menyembunyikan bening disudut matanya.

"jangan berfikir macam-macam karna aku memelukmu ne,aku memelukmu,karna tak ingin melihat calon kakak iparku menangis,kau harus menjaga hyung, mencintainya dan membuat ia bahagia,dan kaupun harus berjanji akan tetap menyayangi adiknya yang cengeng ini arra?"ucap ryeowook panjang,tak perduli seberapa berat kata itu terlontar juga,sesaat dirasakannya dadanya mulai sesak,sesuatu mungkin akan segera keluar dari mulutnya,tanpa sepengetahuan Ahra,ryeowookpun mengeluarkan saputangannya,menempelkan di mulutnya

"huk.."

"ryeowook-ah.."

"gwenchanna.."ucap ryeowook,mempererat pelukan ahra,hingga gadis itu tak bisa melihatnya,sesaat di lihatnya saputangannya

"darah.."batinnya,dan di jatuhkannya sapu tangannya ke bawah loteng sana,kembali memeluk ahra.

Array'ryeowook always

Ryeowook POV

Aku terpaku ketika memesuki rumah,bagaimana tidak,kini oemma,hyung dan dokter siwon pamanku, menatap lekat padaku, apa yang terjadi? oemma menangis dan menghampiriku.

Grepp

Kurasa tangan oemma memelukku erat,dia menangis

"oemma gwenchanna?"

"dasar anak nakal,kenapa menyembunyikan semuanya dari oemma ne?wae..oemma.."

"oemma gwenchanna,aku masih sehat..aku tak apa''ucapku,pelan kulepas pelukannya,agar dapat kulihat oemma yang begitu menyayangiku.

"wookie-ah..my child...mulai besok kita akan urus kepindahan kuliahmu ne,lusa kita akan ke German, kata pamanmu,ada dokter yang sangat berpengalaman disana.."

"aniyo oemma,gwenchanna.."

"gwenchanna maksudmu?akhir-akhir ini kau sering pinsan dan muntah darah,masih bilang baik-baik saja.."

"hyungg..!"

"wookie-ah,yang dikatakan hyung dan oemmamu benar,sebaikknya kau turuti keinginan kami ne,"

"wookie-ah,oemma mohon ne,kita pergi.. eomma benar-benar tak ingin kehilanganmu..."kulihat tangis oemmaku kembali pecah.

Greppp

Kupeluk ia erat.oemma akupun sebenarnya sungguh tak ingin meninggalkan kalian.gumanku dalam hati,dan kami semuapun berpelukan.

Array'ryeowook Always

Dikamar ini aku hanya berdua bersama hyung,aku yang menatapnya dan dia yang sibuk,menyiapkan obat-obatan untukku.

"hyung,'apa kau benar ingin aku meminum semua obat itu.."

"ne,"

"bagaimana kalau aku overdosis,?"

"tidak akan!'buka mulutmu..."ucapnya,dan kini dimasukkannya beberapa butir pil ke mulutku"nah sekarang minum...!"kali ini airputih yang ia sodorkan.

"hyung,besok temuilah noona,dia ingin bicara denganmu..."

"ne..sudah jangan bicara apa-apa cepat tidur..!"ucapnya,menyuruhku berbaring,membenahi selimutku dan tak lupa mencium keningku."hyung keluar ya..."ucapnya dan beranjak membuka pintu

"hyung saranghae..."ucapku pelan,diapun berhenti dan menatapku,kini kulihat kesedihannya.

"nado saranghae...sudah cepatlah tidur.."dan iapun menutup pintu,sejenak kutersenyum, hyungku adalah segalanya bagiku.

to be continued

akh... akhirnya bisa update juga,walau gag panjang hehehe... mohon dimaklumi bisa jelek ya readerdeul.

buat chingudeul:clouds1309,ryeo ryeo ryeong,choryeoni,dan haefishy gumowo atas semangatnya ya chingu, saranghae buat kalian.

buat yang lewat,review ne...

gumowo*author bow*