Master of Solomon and Dark Magic

.

.

.

.

By Victorianus

.

.

.

.

.

Namikaze Naruto

.

.

.

.

Supranatural, Fantasy, Adventure, Romance

.

.

.

.

.

Chapter 11

.

.

.

.

.

.

Sudah dua puluh jam sejak di mulainya acara babak pertama Pertandingan Lima Kerajaan Magic Knight. Sekarang sudah pagi, yaitu jam enam, terlihat beberapa penonton yang tetap tinggal untuk menyaksikan pertarungan menegangkan di pertotonkan di layar tengah lapangan tersebut, termaksud Shion, Kimimaro juga Sara. Kaisar maupun Perdana Menteri memberikan fasilitas kamar untuk para penonton juga makanan jika tinggal untuk menyaksikan pertandingan magic knight muda. Shion yang mencuci muka dengan baskom yang ada di dekatnya itu, kemudian menatap ke arah layar besar, terlihat Naruto juga beserta anggota squadnya yang sudah melewati empat gerbang terbangun. Jika di lihat-lihat dari pertandingan sebelum-sebelumnya dengan yang lain, squad kekasihnya itu mendapatkan rintangan yang sangat sulit. Arena tempat mereka bertarung melawan boss bukan merupakan ruangan kosong, karena kadang berlokasi di kawah gunung berapi, laut, padang pasir dan sebelumnya adalah sebuah hutan luas. Shion sempat bingung, kenapa background tempat bertarung Naruto beserta anggotanya lain dari yang lain, dan sekarang, terlihat squad Sasuke telah tiba di tengah lapangan Colosseum, bergabung dengan anggota yang lainnya. Monster-monster yang di hadapan mereka juga lain dengan milik kekasihnya, karena tidak terlalu sulit, juga menakutkan. Shion kembali menatap ke arah layar sihir, terlihat Naruto dengan anggota squadnya Hyuga Neji dan Nara Shikamaru sedang berdiskusi serius, sedangkan yang lain sedang mempersiapkan makanan. Gadis cantik itu melipat kedua tangannya di depan dada, berdoa agar kekasihnya bisa melewati ujian ini.

Di lapangan Colosseum, Sasuke beserta anggota squadnya bergabung dengan anggota-anggota yang telah berhasil melewati ujian pertama. Dirinya melihat anggota squad Yahiko yang memasang wajah cemas, terlihat Konan yang melipat kedua tangannya di depan dada menatap ke layar besar di depannya, Hidan yang menyilang kedua tangannya di depan dada, dengan kaki kanannya yang menepuk-nepuk lantai cemas.

" Aku tidak menyangkah, kenapa Yang Mulia Kaisar memberi misi yang sulit kepada Naruto." gerutu Hidan tanpa pandangannya lepas di depan layar besar sihir di depan mereka, yang hanya menampilkan kolom team Naruto, karena beberapa yang lainnya telah gagal, karena menyerah juga kehabisan tenaga, seperti Sunagakure dan Iwagakure dua squad dari empat Kesatuan gagal, dari Kumogakure hanya tersisa 4 squad, yang masing-masing 2 dari AD dan 2 dari Kepolisian, Kirigakure yang tersisa hanya dua squad dari AL, dan untuk Konoha, hanya tinggal 2 squad dari AD, satu squad dari AU, 2 squad dari kepolisian dan satu squad dari Inteligent. Tersisa satu squad dari Kepolisian, yaitu squad Namikaze Naruto yang masih berada di dalam Underground.

" Kita berdoa saja agar Naruto-kun bisa lolos." kata Iruka, Kapten dari kesatuan Kepolisian dari squad Umino Iruka, dengan anggotanya Mizuki, Ebisu juga Hayate.

" Tapi Iruka-san. Boss terakhir yang akan mereka hadapi adalah Diabolos! Diabolos!" seru Yahiko mengulang kata Diablos, membuat squad dari empat Kerajaan Sihir terkejut, begitu juga Sasuke.

" Diabolos? Bukannya itu adalah Boss yang pernah di kalahkan hanya oleh mendiang Kaisar Hashirama Senju dan Perdana Menteri Madara?" kata Karin sambil membenarkan letak kacamatanya, yang di jawab anggukan oleh Yahiko juga Hidan.

" Diablos adalah Boss tersulit di antara enam puluh Boss di Underground yang kekuatannya setara dengan sosok divine beast, tapi bukan itu yang mengerikan." kata Hidan serius.

" Itu adalah Boss yang memiliki kemampuan sihir memanipulasi gravitasi juga waktu." najut Itachi menyambung tanpa melepas pandangannya di layar, membuat Sasuke dkk, juga anggota square Kerajaan yang tidak tahu membulatkan kedua matanya.

" Kenapa aku baru tahu tentang itu?" tanya Sasuke menagih karena dirinya ketinggalan informasi tentang Boss yang bahkan kekuatannya seperti kekuatan para divine beast. Yahiko beserta yang lainnya mengangkat bahu, karena mereka juga tidak tahu alasan kenapa ini di rahasiakan.

" Yang pasti, aku yakin Yang Mulia Kaisar ingin menguji kemampuan Naruto dengan salah satu makhluk summon terkuatnya melawan Diablos. Aku tidak mendapat banyak keterangan tentang makhluk summon Naruto yang terkuat, tapi kita akan melihat dengan mata kepala sendiri kekuatan sebenarnya darinya, karena Diablos adalah Boss yang pantas menguji kemampuan sihir seseorang. Mendiang Yang Mulia Kaisar Tobirama dan Perdana Menteri Izuna pernah mencoba, tapi mereka kalah telak melawan Boss tersebut, begitupula Yang Mulia Hiruzen dan Perdana Menteri Danzo." kata Yahiko menatap serius ke layar besar di depannya, membuat Sasuke menatap juga ke arah layar tersebut. Gaara dari Kesatuan Kepolisian Sunagakure yang mendengar pembicaraan mereka sedikit terkejut, karena Boss yang akan di hadapi dari squad pemuda dari penyihir rakyat biasa itu adalah Boss yang sangatlah hebat, bahkan kemampuan yang di miliki Boss tersebut katanya kekuatannya serupa dengan divine beast. Dirinya ingin tahu, apakah pemuda itu bisa lolos dalam waktu yang di miliki sekarang cuma tiga setengah jam saja.

.

.

.

.

.

Di dalam Underground, Naruto menatap satu persatu anggota squadnya. Neji yang sudah mengencangkan ikat pinggang juga jubahnya, Shikamaru yang kedua matanya tajam, bersiap bertempur, Hinata yang menarik nafas panjang, kemudian di hembuskannya perlahan, terlihat sorot lavendernya berubah tajam, Lee yang dengan kedua bola matanya yang membara, juga Kiba yang siap bertempur kapanpun.

" Semua sudah tahu posisi masing-masing?" tanya Naruto untuk terakhir kalinya, yang di jawab anggukan oleh kelima anggota squarenya itu. Kapten muda itu menatap ke arah Hinata serius.

" Hinata, sekarang kamu akan lebih aktif dari biasanya, karena sihir penyembuhn Poseidon Blessingmu sangat di butuhkan di sini untuk menyembuhkan anggota-anggota squad kita. Apa kamu sudah siap?" tanyanya serius, yang di jawab anggukan pasti oleh gadis Hyuga itu.

" Tentu saja Kapten! Sebagai anggota dari squad Namikaze Naruto, saya siap bertempur kapanpun." jawabnya tegas, membuat Naruto tersenyum kecil mendengarnya, kemudian menatap ke arah Neji, Shikamaru Kiba dan Lee.

" Kalian berempat lindungilah Hinata, biar aku yang menghadapi Diablos. Boss itu akan aku cari dulu kelemahan yang di milikinya dengan makhluk-makhluk summon yang aku miliki, dan jika aku sudah mengetahuinya, kita akan kalahkan bersama." jelasnya yang di jawab anggukan pasti oleh keempat pemuda di hadapanya. Naruto menghadap ke depan, menatap lurus ke depan gerbang besar terbuat dari baja, dengan kepala iblis besar hitam dengan dua tanduk panjang, wajah yang lonjong dengan dagu panjang, juga tanduk yang seperti banteng.

" Yang perlu kita waspadai adalah sihir gravitasi miliknya. Diablos memiliki kecepatan di atas rata-rata dalam menggunakan sihir. Waktu yang kita miliki hanya tinggal 3 jam. Jadi, apa kalian semua siap?" tanya Naruto sekali lagi, yang di jawab anggukan pasti oleh kelima anggotanya.

" Siap Kapten!" jawab mereka lantang, membuat Naruto tersenyum tipis, yang kemudian berjalan ke depan, diikuti mereka berlima. Perlahan-lahan pintu gerbang rakasa di depannya terbuka, mengeluarkan cahaya putih yang begitu menyilaukan, tapi Naruto beserta yang lainnya berjalan masuk dengan pasti. Setelah mereka masuk, cahaya putih yang menghalangi penglihatan mereka menghilang, di gantikan dengan langit malam luas yang di penuhi ribuan bintang-bintang, planet-planet juga batu-batu luar angkasa. Pintu gerbang yang di lewati mereka tiba-tiba menutup keras, yang kemudian menghilang tanpa jejak, digantikan langit malam tak berujung.

" Jadi, ada manusia lain lagi yang mencoba menantangku?" terdengar suara evil yang begitu menggema, membuat Naruto, Neji, Shikamaru, Lee, Kiba dan Hinata dalam posisi masing-masing, dengan grimoire mereka yang melayang di depan mereka. Dari atas keenam magic knights itu, terlihat sebuah batu runcing ukuran besar yang melayang turun, terlihat sosok iblis yang memiliki tinggi tidak main-main, sekitar seratus kaki, berwarna ungu kehitaman, memiliki tubuh kekar mengerikan; kaki yang panjang dan besar, memperlihatkan otot-otot beserta kulitnya yang di lipat dengan angkuh; kedua lengan panjang dengan dengan kuku-kuku panjang berwarna hitam kelam, terlihat lengan kanannya menopang pipi kanannya yang begitu mengerikan, kedua mata merah besarnya menatap rendah ke bawah, juga sepasang sayap kalelawar raksasanya yang sedikit membuka memperlihatkan keagungannya.

" Diablos, Overlord Demon of Hell. Kamu pernah sekali di kalahkan oleh mendiang Kaisar Hashirama Senju dan Perdana Menteri Uchiha Madara. Sekarang, aku Namikaze Naruto beserta squadku, akan membuat legenda baru mengalahkanmu." kata Naruto tajam. Diablos yang mendengar perkataan Kapten muda itu terkekeh pelan, yang lama kelamaan menjadi tawa mengerikan yang menggema.

" Mengalahkanku? Kedua magic knights itu hanya beruntung saja karena aku lengah sedikit. Sekarang tidak ada lagi yang bisa mengalahkanku!" serunya lantang diikuti aura-aura ungu yang yang terbang berputar menuju ke tempat iblis itu. Setelah kejadian tersebut, dari dalam tanah tempat keenam magic knights berada, keluar tangan-tangan berwarna hitam dengan aura keunguan yang menyelimutinya, yang perlahan-lahan terlihat sosok mahkluk yang keluar itu. Ratusan pasukan tengkorak dengan pedang maupun tombak muncul di hadapan mereka, dengan bola-bola arwah putih yang mengelilingi tengkorak tersebut. Kiba dan Lee langsung mengambil posisi sebagai vanguard Hinata, begitupula Neji dan Shikamaru yang sudah dalam kuda-kudanya.

" Forneus! Eligos! Phoenix! Murmur!" seru Naruto yang tidak lama setelahnya, muncul keempat mahkluk summon di depannya, menatap tajam tempat Diablos berada. Naruto langsung melompat di atas kepala Forneus, yang kemudian langsung berenang ke udara beserta Phoenix. Eligos dan Murmur meleset cepat, menghadapi pasukan-pasukan tengkorak tersebut. Neji dan Shikamaru tidak tinggal diam, langsung saja kedua grimoire pemuda itu mencari halaman sihir yang di butuhkannya.

" Wind Dragon Form : Revolution!"

" Shadow Magic : Mille Mains Faim Diable!"

Setelah mengucapkan sihir masing-masing, seekor naga angin hijau tercpita di atas pemuda Hyuga itu, langsung saja menerobos pasukan-pasukan tengkorak yang hampir mendekati mereka, lalu sebuah genangan bayangan ukuran sekitar sepuluh meter muncul beberapa meter di depan mereka, tidak lama setelahnya, keluarlah ribuan tangan-tangan hitam kelam mengarah cepat ke pasukan tengkorak di depannya. Tangan-tangan itu langsung mengenggam kedua tulang lengan juga paha masing-masing pasukan tengkorak itu, yang langsung di tarik paksa, terlepas dari tubuhnya yang kemudian kerangka-kerangka tulang itu jatuh berkeping-keping.

" Aku juga tidak akan ketinggalan aksi. Summon Magic : Akamaru! Kurosujo!" seru Kiba yang setelahnya, di hadapannya muncul sosok dua anjing raksasa berwarna putih dan hitam dengan wajah yang begitu menyeramkan.

" Akamaru and Kurosujo Form : Moon Fang!" serunya yang langsung saja Akamaru dan Kurosujo berlari kencang ke depan, kemudian melompat ke udara, memutar rubuh mereka begitu cepat, membentuk bor raksasa, yang langsung saja menghantam semua prajurit tengkorak di hadapan mereka. Kedua bor raksasa itu menghantam semua prajurit tengkorak yang ada hingga tidak tersisa, yang tidak lama setelahnya Akamaru juga Kurosujo kembali ke posisi tuannya berada, terlihat Kiba yang menyengir bangga dengan kemampuan sihirnya. Murmur yang melihat tidak ada prajurit tengkorak tersisa, menghentakkan tali kekangnya, membuat griffin terbang dengan cepat ke langit, menyusul tuannya yang sedang berhadapan dengan iblis besar itu.

" Nice done, Kiba." kata Shikamaru sambil melirik ke belakang, memberi sengiran ke arah pemuda Inuzuka itu.

" Bagaimana dengan Kapten Naruto? Beliau akan menghadapi Diablos seorang diri." kata Hinata menatap ke langit, terlihat sosok Kaptennya yang menghadapi Diablos dengan mahkluk-mahkluk summonnya. Tiba-tiba saja, ratusan-ratusan portal hitam muncul di langit-langit sekitar mereka, membuat Eligos yang ada di posisi terdepan waspada. Dari dalam portal tersebut, muncul kepala seekor naga berwarna hitam mengerikan, dengan mata ungu kelam, yang tidak lama seluruh tubuhnya terlihat yang panjangnya sekitar sepuluh kaki dengan sayap hitamnya yang begitu besar, juga mulutnya yang mengeluarkan asap.

" Dark Wyverns. Sekarang lawan kita adalah ribuan Dark Wyvern." geram Shikamaru melihat pasukan-pasukan naga legendaris itu.

" Baiklah! Sekarang giliranku memperlihatkan sihir terkuatku!" seru Lee yang tiba-tiba saja, seluruh sihir hijau meledak keluar dari dalam tubuhnya, juga angin kencang yang berhembus di sekitar mereka, membuat Neji juga Kiba terkejut. Tanah di sekitar penyihir hijau itu berguncang, juga batu-batu terangkat akibat tekanan dari sihir besar miliknya.

" Wind Transformer Magic : Icarus!" serunya yang tiba-tiba saja, dirinya di selimuti oleh pusaran angin yang berputar dengan kencang. Neji, Kiba maupun Hinata yang melihat kejadian itu melindungi mata mereka dari debu yang berterbangan akibat kekuatan angin yang begitu hebatnya.

' Sungguh hebat. Aku baru pertama kali melihat kekuatan sihir sekuat ini. Lee, apakah kamu selama ini menyembunyikan kemampuanmu yang sesunggunya dari kami?' batin Neji yang merasakan kekuatan sihir Lee yang semakin lama semakin meningkat. Tidak lama setelahnya, pusaran angin yang melindungi Lee menghilang, memperlihatkan sosok Lee yang sekarang berbeda. Kedua kaki bawahnya di gantikan dengan kaki elang yang begitu kokoh, dengan kedua paha pemuda itu yang berotot dengan bagian pertengahannya di tutup oleh bulu-bulu hijau panjang yang di bokongnya membentuk ekor hijau panjang; tubuhnya yang sebelumnya biasa-biasa saja, di gantikan dengan tubuh muscle yang di selimuti oleh baju tampa lengan hijau muda ketat yang memperlihatkan otot six pack juga dada yang terlatih; kedua lengan bawahnya berubah seperti kedua kaki bawahnya, tapi yang berbeda adalah, sayap hijau besar tumbuh dengan bulu-bulu yang indah di lengannya itu juga, wajah yang sebelumnya bundar dengan rambut mangkok, berubah dengan wajah yang memiliki rahang yang tegas, kokoh, dengan rambut hijau jarum melawan gravitasi ke belakang. Bentuk matanya yang sebelumnya bundar, kini di gantikan dengan bentuk mata yang tajam seperti elang. Neji, Kiba, Shikamaru juga Hinata yang melihat sosok baru Lee terkejut, karena mereka baru pertama kali melihat sosok sahabat mereka yang konon kelebihan semangat hampir mirip dengan sosok Kapten mereka itu. Kedua mata Lee perlahan-lahan terbuka, memperlihatkan iris mata hijau yang begitu indah juga seluruh tubuhnya yang di lapisi aura sihir hijau yang keluar dari dalam tubuhnya.

" Lee… ka-kamukah i-it-tu…" kata Kiba masih syok melihat sosok baru pemuda di hadapannya, membuat Lee tersenyum tipis mendengarnya.

" Benar Kiba. Ini adalah sihir perubahan wujud yang sejak dulu ingin aku kuasai. Aku ingin memperlihatkan kepada Kapten Naruto kemampuan sihirku yang ini, karena beliau membuat diriku kembali serius mempelajari sihir ini. Aku baru bisa menguasainya tiga hari sebelum acara ini di mulai." jawabnya membuat keempat rekannya terkejut. Lee kemudian menatap ke langit malam, terlihat beberapa wyvern yang menyerang Eligos juga mengarah ke mereka. Kedua mata Lee menajam, yang kemudian dirinya mengambil ancang-ancang.

" Kapten, lihatlah diriku. Aku akan memperlihatkan salah satu sihir terkuat yang ada di dalam grimoireku yang aku kuasai." katanya yang langsung terbang cepat ke udara dalam kilatan hijau. Kaki kanannya yang berubah menjadi kaki elang, menendang keras ke arah salah satu wajah wyvern yang melawan Eligos, menancap dalam. Tidak sampai di situ saja, tangan kanan pemuda itu di tarik ke belakang, terlihat kuku-kuku tajamnya di selimuti oleh cahaya hijau miliknya.

" Rasakan ini. Icarus Claw!" serunya yang kemudian di ayun cepat ke udara, terciptalah cakaran hijau besar yang mencabik wajah naga itu sampai terpotong-potong memanjang. Tubuh Wyvern itu terjatuh ke tanah dengan kepala buntung, membuat Lee menyengir menang, lalu terbang menghindari serangan dari naga lain. Neji, Shikamaru, Kiba juga Hinata yang melihat kejadian di depan mereka tidak percaya dengan kekuatan yang di miliki pemuda hijau itu. Tidak berlangsung lama, hembusan nafas keras keluar dari hidung pemuda Hyuga itu, tersenyum tertantang melihat kemampuan yang di miliki rekannya itu.

" Aku juga memiliki sihir terhebatku yang belum aku perlihatkan kepada Kapten Naruto." katanya yang tiba-tiba saja, grimoire miliknya mencari halaman yang di inginkannya.

" Summon Magic: Azure Dragon!" serunya yang kemudian dari langit, muncullah seekor naga hijau raksasa yang panjangnya kurang lebih empat ratus meter dengan wajah yang begitu mengerikan dengan dua tanduk cabang tiga, rambut putih yang begitu panjang, dengan mata topaz yang tajam. Neji melompat berputar ke udara, yang kemudian dirinya menadat tepat di atas kepala naga panggilannya itu.

" Di dalam keluarga Hyuga, hanya dirikulah yang hanya bisa memanggil Azure Dragon, yang menurut legenda adalah salah satu naga surga yang melayani para dewa. Aku juga memiliki sihir terhebat, sama seperti milikmu Lee." kata Neji sedangkan Lee yang sedang melawan dua wyvern itu menyengir mendengarnya.

" Maju Azure Dragon! Tunjukkan kemampuan kita berdua kepada Kapten!" Neji yang langsung saja, naga panjang itu terbang ke udara, melawan sekelompok wyvern yang ada di depannya. Shikamaru yang melihat kedua rekan sekaligus sahabatnya itu tidak diam, kemudian grimoire miliknya mencari halaman dengan cepat.

" Bukan hanya kalian saja yang bisa mempamerkan sihir terkuat masing-masing. Aku juga memiliki sihir terhebatku." katanya yang langsung saja menghempaskan telapak tangannya kuat ke tanah.

" Shadow Form : Dances Thousand Demon Claw!" serunya yang kemudian tanah di depannya retak terbelah menjadi dua memanjang, lalu dari dalam tanah tersebut, keluarlah duri-duri berbentuk cakar raksasa berwarna hitam dengan cepat meleset ke udara. Lee juga Neji yang ada di udara melihat cakar-cakar iblis yang meleset cepat ke arah mereka, menghindari serangan sihir milik pemuda Nara itu, terlihat naga-naga wyvern yang di sekitar mereka juga di tempat lain tertusuk, menembus tubuh naga-naga itu begitu mengerikan.

" Jadi kamu memiliki nafsu tidak mau kalah, eh Shika?!" seru Neji dari langit yang sedang menghadapi sisa-sisa wyvern yang ada. Shikamaru yang ngos-ngosan haya memberi senyum kecil, tapi tiba-tiba saja, seluruh tubuhnya di selimuti oleh cahaya biru, membuat kedua matanya sedikit membulat.

' Ini…' batinnya yang kemudian menatap ke belakang, terlihat Hinata yang melayang ke udara dengan kedua tangannya di rentangkan, juga wajahnya yang menghadap ke langit, jas kulit panjang ungu lembutnya yang melapisi baju kulit tertutup ungu muda juga celana kulit di atas paha beberapa senti ungunya memperlihatkan kaki jenjang putih mulus yang begitu indah, terlihat rambu panjangnya menari begitu indah dengan sebuah bola air raksasa yang melindungnya di dalam. Shikamaru sedikit terkejut, karena energi sihir yang tadinya terkuras banyak, perlahan-lahan terisi ke dalam aliran tubuhnya, begitupula dengan Neji, Kiba dan Lee, yang seluruh tubuh mereka di lapisi cahaya biru lembut.

" Kemampuan Poseidon Blessing bukan hanya sebagai sihir penyembuh, tapi juga mengisi kembali energi sihir yang terkuras saat menggunakan kekuatan sihir." jelas Hinata kemudian kedua matanya terbuka, menatap ke arah langit, terlihat Naruto beserta mahkluk-mahkluk summonnya menyerang ke arah Diablos yang masih duduk tenang di bangku singgasana. Kedua matanya menatap lurus ke depan, terlihat portal hitam kembali muncul, tapi dalam keadaan besar juga berada di atas tanah. Dari dalam portal raksasa itu, keluarlah sosok raksasa bertubuh gendut yang tingginya sekitar sepuluh kaki dengan satu mata besar di tengah-tengah dahinya, hanya mengenakan celana pendek kusam dan menggengam sebuah kapak raksasa.

" Cyclops. Sepertinya kita tidak bisa membantu Kapten dulu." kata Lee yang masih dalam bentuk Icarus, menatap tajam ke arah monster-monster di depannya. Shikamaru perlahan-lahan bangkit, menegakkan tubuhnya sambil menyengir kecil.

" Well, ini baru yang namanya berperang. Kita selesaikan mereka semua sebelum membantu Kapten Naruto mengalahkan Diablos." katanya.

Di sisi lain, Naruto bersama Forneus, Phoenix, Murmur, juga Halphas terlihat nafasnya yang sedikit memburu. Seluruh serangan yang di lancarkannya, begitupula dengan mahkluk-mahkluk summon miliknya selalu saja membelok, karena kemampuan sihir gravitasi milik iblis di depannya. Diablos yang masih duduk tenang di singgasananya menyengir mengerikan, mata merahnya menatap rendah ke sosok penyihir di depannya.

" Kenapa serangga? Apa kamu sudah tidak memiliki kekuatan sihir lagi untuk menyerangku? Omonganmu hanyalah bualan saja." katanya congak, sedangkan Naruto yang mendengar hanya tersenyum lemah.

" Sebenarnya, aku memiliki teman yang bahkan kekuatannya melebihi dari kekuatan milikmu, tapi aku tidak mau tergantung kepada-Nya." jawabnya. Diablos yang mendengar perkataan penyihir di depannya itu terdiam, kedua matanya meneliti apapun yang menarik perhatiannya.

' Baru pertama dari semua manusia yang menghadapiku, kenapa aku begitu tertarik dengan manusia di depanku ini? Dan lagi, kenapa energi sihir yang di milikinya terasa familiar dengan sosok yang aku kenal dulu?' batinnya bingung. Naruto menarik nafas panjang, yang kemudian di hembuskannya perlahan, terlihat grimoire miliknya berhenti di halaman yang di inginkannya.

" Datanglah Furfur! Kamu adalah iblis rusa jantan yang yang menciptakan badai di dunia ini! Bangsawan Earl Pemberani yang memimpin 26 iblis, muncullah di hadapanku!" serunya yang tiba-tiba saja, badai topan tercipta di sekitar mereka, yang tidak lama setelahnya, di gantikan sosok iblis dengan wajah yang begitu mengerikan, dengan tanduk rusa yang munclu di kepalanya, juga setengah badannya di gantikan tubuh rusa jantan dengan perut bawah berwarna hitam sedangkan di tubuhnya berwarna ungu kelam, kedua tangannya di lipat di depan dada, juga sepasang sayap kalelawar yang sebelah kiri berwarna hitam, sedangkan di sebelah kanan berwarna putih, terbuka dengan gagahnya. Naruto yang berdiri di atas Forneus jatuh berlutut dengan nafas yang terputus-putus, membuat kelima mahkluk summon yang ada di dekatnya menatap khawatir. Eligos yang ada bertarung di darat berhenti, mendongakkan kepalanya ke langit, tepat di tempat tuannya berada, beserta iblis-iblis lainnya. Hinata, Neji, Shikamaru juga Kiba yang merasakan jika Kapten mereka terdesakpun mendongakkan kepalanya ke langit, menggertakan gigi mereka.

" Hinata, apa kamu tidak bisa mengarahkan sihirmu ini kepada Naruto?" tanya Kiba, tapi hanya di jawab senyum sedih oleh gadis Hyuga itu.

" Sudah aku coba, tapi aliran sihir di dalam tubuh Kapten menolaknya. Aku juga sejak tadi tahu jika Kapten menggunakan banyak sihir melawan Diablos, dan mencoba mengaliri Poseidon Blessing kepadanya, tapi selalu di tolak." jawabnya membuat Kiba menggertakan giginya kuat, mendongakkan kepalanya ke langit, matanya menatap nanar ke arah Naruto beserta iblis-iblisnya. Diablos yang melihat sosok penyihir di depannya yang terdesak, dirinya bangkit dari kursi kebanggaannya.

" Kamu sudah tidak bisa lagi bertarung denganku. Akan aku selesaikan ini sekarang." katanya yang kemudian mengangkat tangan kanannya ke langit. Kumpulan-kumpulan energi berkumpul di atas telapak tangannya itu, yang kemudian membentuk sebuah bola, tapi makin lama bola tersebut semakin besar dengan kilatan-kilatan petir ungu yang melingkarinya. Naruto mendongakkan kepalanya melihat energi yang begitu besar dengan diameter rratusan kilometer itu di atas langit galaksi. Halphas, Phoenix, Murmur, juga Furfur yang melihat keadaan mereka dalam bahaya, menyerang Diablos dengan semua kekuatan yang di milikinya, tapi semuanya percuma, karena di sekitar Diablos gravitasi tidak akan berlaku dan hanya membuat semua serangan mereka melewatinya. Diablos menyengir begitu mengerikan, terlihat wajahnya yang terlihat jelas akibat energi sihir ungu miliknya.

" Ini adalah kekuatanku yang sesungguhnya. Kedua serangga yang dulu mengalahkanku tidak pernah aku perlihatkan kekuatanku ini, jadi berbanggalah karena aku memperlihatkannya kepadamu." katanya membuat grimoire milik pemuda Namikaze itu mencari halaman yang di inginkannya.

" Terimalah ini! Big Bang!" serunya yang mengibaskan tangannya ke bawah, membuat bola energi raksasa itu tertarik ke tanah, perlahan-lahan menuju ke arah pemuda Namikaze itu.

" Dark Magic : Black Hole!" seru Naruto yang kemudian di atasnya, terbukalah sebuah portal hitam, yang semakin lama semakin besar seperti bola energi gravitasi Diablos. Bola energi milik iblis itu terhisap ke dalam BlackHole milik Kapten muda itu, yang tidak lama setelahnya, lubang portal besar tersebut menghilang dalam pandangan mereka semua. Neji, Shikamaru, Kiba, Lee juga Hinata yang melihat hal itu membatu tidak percaya melihat Kapten mereka yang dengan mudahnya menangkal jurus sihir bola raksasa Diablos barusan. Di luar Underground, para magic knights yang melihat kekuatan dari pemuda Namikaze itu tidak jauh berbeda dengan Neji dkk, terlebih lagi Hiruzen, Danzo, Yagura, A, Obito, Kakashi, Ibiki juga Asuma. Petinggi-petinggi Kerajaan itu tidak percaya, melihat kemampuan sihir yang di miliki Kapten muda itu bisa menghisap energi sihir sebesar itu dalam sekejab.

" Hiruzen, aku tahu alasanmu sekarang, kenapa kamu akan memberikan jabatan Kaisar kepada pemuda itu." kata A tiba-tiba, membuat Hiruzen juga Danzo tersentak, menatap ke arah Kaisar Kerajaan petir itu juga Kerajaan Kabut yang menatap ke arah dirinya serius.

" Di lihat dari kemampuan yang di milikinya, dia bisa menghadapi divine beast sendirian, mengingat jika Diablos yang memiliki kekuatan sihir gravitasi, tentu membuat dirinya kualahan. Tapi, sihir yang barusan di perlihatkannya itu membuatku kagum, karena bisa menangkis kekuatan sihir sebesar itu." jelas A serius, sedangkan kedua petinggi dari Konoha itu terdiam, mereka kembali menatap ke layar. Naruto yang berhasil menangkis serangan dari Diablos itu tersenyum lemah, yang tidak lama setelahnya, tubuhnya jatuh terhuyung di atas kepala Forneus, tidak sadarkan diri. Dirinya kali ini benar-benar kehabisan energi sihirnya, karena menggunakan Black Hole dalam jangkawan yang sangat luas, apalagi dalam keadaan tubuhnya kritis. Yang anehnya, seluruh iblis yang di panggilnya tidak menghilang, tapi masih kokoh bertengger di sekitarnya, juga Eligos yang membuat jalur hitam ke udara, memacuh kudanya untuk naik ke langit, berkumpul dengan iblis-iblis lainnya.

" Kapten?!" seru seluruh anggota squarenya tidak percaya, terlihat Lee yang terbang dengan cepat ke tempat pemuda Namikaze itu berada, diikuti Neji bersama dengan Naga Azure miliknya. Diablos yang melihat kejadian di depannya hanya diam, tapi tidak lama setelahnya, kedua matanya membulat melihat energi sihir hitam yang begitu besar tiba-tiba datang entah dari mana, perlahan-lahan menyelimuti tubuh tidak sadarkan diri Naruto.

" Kekuatan ini…. jangan bilang…" katanya terputus ketika melihat kabut-kabut hitam berkumpul di hadapan pemuda itu, yang perlahan-lahan di gantikan sosok seorang pria tegap dengan pakaian serbah hitam, berambut pirang gelapnya tersisir rapi, juga kedua iris dark azure tajamnya, menatap ke arah Diablos yang terkejut. Lee juga Neji yang melihat sosok pria misterius tiba-tiba muncul di depan Kapten mereka terkejut, apalagi keenam mahkluk summon milik Kapten mereka menunduk hormat ke arah pria itu. Layar yang menampakan pertarungan antara squad Naruto dengan Diablos tiba-tiba menjadi kabur, membuat semua orang yang menyaksikan pertandinganpun bingung.

" Kenapa dengan layarnya?" tanya Kakashi yang berada di dekat dengan penyihir menampilkan layar pertarungan itu.

" Mohon maaf sebelumnya Jendral Kakashi, tapi kamipun tidak tahu. Kami merasakan ada energi sihir kuat yang menutup dungeon tempat squad Kapten Naruto berada." jawabnya membuat Kakashi, Obito, Ibiki juga Asuma tersentak mendengarnya.

" Aliran sihir siapa? Apa kamu bisa merasakannya?" desak Obito tapi di jawab gelengan oleh penyihir itu.

" Mohon maaf Jendral Obito, tapi kami tidak bisa merasakan sihir siapa yang ada di sana." jawabnya membuat mereka semua terdiam, menatap layar besar yang berubah menjadi ribuan semut itu. Squad Yahiko yang melihat perubahan terhadap layar itupun menatap nanar ke arah layar besar tersebut. Pasalnya, setelah kemunculan pria misterius di depan Naruto, tiba-tiba saja semua menjadi buram, dan lagi, mereka tidak tahu bagaimana kondisi rekan sesama Kesatuannya itu di dalam sana.

" Aku pergi." kata Hidan tiba-tiba, tapi di tahan oleh Itachi, Kisame juga Shisui.

" Jangan bodoh! Sekarang keadaan aliran sihir di dungeon pasti tidak stabil." kata Kisame menahan pria berambut perak itu, tapi di balas delikan tajam oleh Hidan.

" Aku tidak peduli! Naruto dalam bahaya, dan lagi, Boss yang di hadapinya adalah Diablos?! Aku akan pergi menyelamatkannya!" serunya tapi langsung saja, sekelilinga terlihat kobaran api yang mengurungnya, membuat iris violetnya menatap ke arah Itachi yang tangan kanannya terangkat.

" Itachi….." geramnya tapi belum Itachi membalas, kerah jubah silver Hidan di tarik ke udara, terlihat Yahiko yang naik ke atas burung elang emasnya.

" Yahiko?!" seru Konan, dimana Kapten berusia 21 tahun itu menatap ke arahnya, juga Hidan yang berdiri di belakangnya.

" Kami akan pergi menyelamatkan Naruto. Kami akan menyelamatkannya." katanya yang kemudian terbang pergi, menuju ke tempat Underground tersebut, meninggalkan mereka semua yang menatap tidak percaya ke arahnya. Di dalam Underground, Diablos terkejut melihat sosok pria di depan pemuda itu, sedangkan pria itu hanya tersenyum kecil ke arahnya.

" Diablos, saudaraku. Lama kita tidak berjumpa. Kamu terlihat sehat seperti biasanya." katanya dengan suara khas, tersenyum ramah ke arah Diablos yang membulatkan kedua matanya.

" A-and-da… Yang Mulia." kata Diablos yang tiba-tiba berlutut hormat kepada pria itu, membuat semua anggota squad Naruto terkejut melihat tingkah makhluk summon Kapten mereka yang hormat kepada pria itu. Pria asing itu menyampingkan wajahnya ke kanan, terlihat Naruto dalam keadaan tidak sadarkan diri di selimuti oleh sihir hitam miliknya.

" Pemuda yang sedang kamu hadapi ini adalah putraku satu-satunya, Diablos." ucapnya membuat Diablos, Neji juga Lee yang mendengar membulatkan kedua matanya. Diablos mendongakkan wajahnya, menatap ke arah pria itu.

" Ya-yang Mu-mulia… s-say-ya.." katanya terputus, melihat pria itu mengangkat tangan kanannya, kemudian menatap ke arah iblis itu sambil memberikan senyum lembut.

" Wajar jika kamu tidak tahu, tapi aku yakin jika kamu merasakan aliran sihirku di dalam tubuhnya, bukan begitu?" tanya pria itu yang di jawab anggukan oleh iblis itu.

" Benar, Yang Mulia. Saya merasakan samar aliran sihir anda di dalam tubuh pemuda ini. Awalnya saya kira dirinya adalah keluarga atau kerabat anda, tapi saya singkirkan pikiran itu karena saya tahu jika anda tidak menginginkan keturunan, tapi ternyata pikiran saya benar adanya, jika dia adalah putra anda." jelasnya membuat pria itu tersenyum. Pria itu menatap ke arah Neji dan Lee yang sejak tadi mengikuti percakapan mereka, tersenyum ramah.

" Kalian sahabat-sahabat putraku?" tanyanya membuat kedua pemuda itu tersadar, menatap ke arahnya.

" Benar. Saya adalah Hyuga Neji dan dia adalah Rock Lee. Kami adalah anggota Kepolisian dari squad Namikaze Naruto sekaligus sahabat Kapten Naruto, emmm…" kata Neji terputus membuat pria itu tersenyum.

" Azazel. Panggil saja aku Azazel." jawabnya membuat Neji mengangguk.

" Baik Paman Azazel." katanya sopan. Azazel tersenyum tipis, kemudian menatap ke arah Forneus, Halphas, Eligos, Phoenix, Murmur, Furfur.

" Forneus, Halphas, Eligos, Phoenix, Murmur dan Furfur, ayo kita ke bawah, dan Diablos, ada sesuatu yang ingin aku bahas denganmu bersama dengan yang lain." katanya yang di jawab anggukan oleh iblis besar itu. Azazel yang di telapak kakinya menginjak sebuah cahaya ungu kegelapan turun ke bawah, tempat di mananya Shikamaru, Hinata juga Kiba dengan para Cyclops yang sekarang berlutut melihat kedatangan pria itu, diikuti yang lainnya. Telapak kaki kanan Azazel menginjak ke atas tanah, yang kemudian dirinya berjalan beberapa langkah, menatap ke arah Forneus yang berhenti beberapa meter di depannya, sambil membawa tubuh Naruto. Kedua azure pria itu sedikit bersinar, yang kemudian tiba-tiba saja, tubuh Naruto terangkat ke udara, kemudian melayang mendekatinya, mendarat tepat di hadapannya dengan keadaaan telentang. Shikamaru, Kiba juga Hinata berjalan mendekati ke arah Neji juga Lee yang berada di samping Eligos, lalu menatap ke arah Diablos yang duduk tenang, tidak seperti sebelumnya mengeluarkan aura membunuh.

" Neji, kamu tahu siapa pria itu?" bisik Kiba kepada pemuda Hyuga itu.

" Sepertinya beliau adalah ayahnya Kapten Naruto." jawabnya membuat Shikamaru, Kiba juga Hinata terkejut, lalu menatap ke arah Azazel yang sedang mengecek keadaan Kapten mereka. Azazel yang jari telunjuk dengan tengah tangan kanannya di satukan, mengecek tubuh pemuda Namikaze itu. Dirinya mengecek begitu teliti, mulai dari kepala, jantung, juga organ-organ dalam penting lainnya. Menghembuskan nafas pelan, dirinya tersenyum sedih sambil telapak tangannya mengelus rambut pirang pemuda itu.

" Tubuhmu ternyata masih belum mampu menggunakan banyak energi sihir yang kamu miliki. Kamu mungkin membutuhkan pelatihan pengendalian kekuatan sihirmu lagi supaya tidak pingsan menggunakan sihir-sihir tingkat tinggi yang ada di dalam grimoire milikmu." katanya tersenyum lembut melihat wajah terlelap Naruto yang sedikit pucat itu.

" Asmodeus, Bael, Purson, Paimon, Beleth, Balam, Vine, Amdusias, Belial, Zagan jika kalian ingin keluar, keluarlah." katanya yang tiba-tiba saja, grimoire milik Naruto mengeluarkan cahaya ungu yang begitu kuat, juga di sekitar tempat tersebut terdengar kilatan-kilatan petir begitupula angin kencang yang tiba-tiba berhembus di sekitar mereka.

" Heh! Akhirnya kamu menampakan diri juga." terdengar suara mengerikan dari pusaran angin raksasa itu, yang kemudian di gantikan sosok Asmodeus dengan armor perangnya, tapi kali ini dirinya tidak menaiki naga api miliknya, tersenyum ke arah Azazel.

" Asmodeus, kamu harus lebih sopan kepada Yang Mulia Azazel. Kami tahu jika kamu paling dekat dengan beliau, tapi tolong sedikitlah berbicara sopan dengan beliau." kata sosok makhluk yang tingginya enam puluh kaki, bertubuh pria yang menggunakan jubah Kaisar berwarna hitam, dengan tiga kepala, dengan kepala kodok di sisi kiri, kepala pria tampan berambut hitam dengan sebuah mahkota yang menghiasi, dan kepala kuning di sebelah kanan, yang setengah tubuhnya adalah tubuh laba-laba jantan besar berwarna hitam, melipat kedua tangannya di depan dada, menatap tidak suka ke arah Asmodeus yang mengangkat bahu acuh mendengar perkataannya.

" Yang Mulia Azazel, senang melihat anda sehat-sehat saja." kata Purson sopan sambil membungkukkan sedikit badannya, terlihat Azazel yang tersenyum tipis, mengangguk sekali mendengarnya.

" Siapa lima serangga tidak di undang ini?" heran seorang pria yang menunggangi seekor beruang perkasa, dengan tiga kepala yang melekat satu sama lain dengan kedua wajah hewan yang condong ke atas membentuk huruf 'Y', di sebelah kiri kepala kambing, sedangkan sebelah kanan kepala banteng jantan, dengan tanduk kedua binatang itu merentang di kedua lehernya. Pria itu mempamerkan tubuh atletisnya dan hanya menggunakan celana pendek putih tipis, dengan ekor ular yang muncul di bokongnya juga seekor elang yang ada di otot lengan kirinya, terlihat mata merah menyalanya menatap bingung ke arah Neji dkk.

" Balam, mereka adalah sahabat-sahabat putraku." jawab Azazel membuat pria itu a.k.a Balam tersentak, tapi kemudian dirinya membungkukkan badannya ke arahnya.

" Maafkan atas ketidaksopanan saya, Yang Mulia." katanya bersalah, terlihat Azazel yang tersenyum tipis, menggeleng pelan mendengarnya.

" Tidak apa-apa, lagipula wajar jika kamu tidak tahu mereka." jawabnya membuat Balam mendongakkan kepalanya, tersenyum ke arah pria itu.

" Overlord Diablos, senang bertemu dengan anda. Saya adalah Paimon, Raja yang memimpin dua ratus iblis di Neraka." kata seorang pria dengan pakaian Arab berwarna hitam, dengan sebuah mahkota hitam di atas kepalanya, menunggang seekor unta jantan bangsawan berbulu hitam, membungkuk hormat ke arah Diablos, yang di balas kelakukan yang sama oleh iblis itu.

" Senang juga bertemu dengan anda, King Paimon, salah satu dari sepuluh Raja setia yang melayani Yang Mulia Azazel." jawabnya membuat Paimon mendongakkan kepalanya, tersenyum tipis ke arah iblis itu. Azazel yang melihat interaksi itu tersenyum tipis, karena mereka bisa akrab dengan Overlord terkuat yang ada di muka bumi ini.

" Jadi Yang Mulia, apa yang ingin anda sampaikan?" tanya Bael sopan, membuat Azazel sedikit tersadar, kemudian menatap ke arah kesepuluh iblis itu satu-satu, Diablos, kemudian menatap ke arah Neji, Shikamaru, Kiba, Lee dan Hinata.

" Sebelumnya, aku ingin kalian berlima berjanji tidak akan membocorkan siapa identitasku kepada putraku, Naruto. Aku ingin dia menjadi seorang penyihir yang cukup kuat untuk menyegelku di dalam grimoire miliknya nanti. Apa kalian sanggup?" tanya Azazel membuat kelima pemuda-pemudi itu saling menatap satu sama lain. Tidak lama setelahnya, kelima pemuda-pemudi itu mengangguk, kemudian Neji menatap kedua iris dark azure Azazel itu lurus, mengangguk pelan.

" Kami akan berjanji. Jika ini demi kebaikan Kapten Naruto, akan kami lakukan." katanya pasti, yang di jawab anggukkan Kiba, Shikamaru, Lee juga Hinata, membuat Azazel tersenyum mendengarnya.

" Terima kasih. Dan aku rasa, kalian juga perlu mendengar apa yang akan aku sampaikan kepada mereka, karena ini menyangkut dengan keselamatan dunia." katanya membuat mereka berlima juga kesepuluh Raja itu terkejut mendengarnya.

" Maksud anda, Yang Mulia?" tanyasosok manusia dengan tangan juga kaki yang memiliki kuku tajam, menggunakan jubah berwarna hitam tertutup, berkepala unicorn jantan. Azazel menarik nafas sejenak, yang kemudian di hembuskan perlahan.

" Mereka berdua akan kembali." ucapnya membuat kesepuluh iblis tertinggi itu membulatkan kedua matanya.

" Maaf Yang Mulia, jika yang anda maksud dari 'mereka', apakah…" kata Purson terputus, karena dirinya melihat pria berambut pirang gelap itu mengangguk mendengarnya.

" Benar. Typhon dan Echidna, akan kembali di bangkitkan setelah dua puluh ribu tahun lamanya mereka tewas di tangan kita juga pasukan Surga oleh penyihir di dunia ini." jawabnya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC