Baekhyun bingung, ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan sekarang. Otak dan hatinya tidak sejalan. Otaknya mengatakan jika lebih baik ia tidak usah lagi mendengar segala omong kosong yang keluar dari mulut pembual hebat seperti Chanyeol. Dia tidak mungkin mempercayai orang ini lagi yang jelas-jelas sudah membohongi dan mengkhianatinya kan ? yang benar saja.

Namun hatinya berkata lain. Hatinya mengatakan agar ia ikut kembali ke Seoul bersama Pria ini setidaknya jika ia ikut pergi ke Seoul bersama Chanyeol dia bisa menengok Luhan dia juga sebenarnya sangat khawatir dengan keadaan Luhan.

Ia benar-benar kesal dengan dirinya yang seperti ini. Tentang dirinya yang masih belum bisa melupakan Pria sialan di depannya yang jelas-jelas sudah menyakitinya bahkan sebagian dari hatinya masih mau mencoba untuk memberi kesempatan pada Chanyeol. Tapi ia tidak mau mengambil resiko jika harus terluka untuk kedua kalinya.

Jadi mana yang harus ia turuti ? otaknya ? atau hatinya ?

Chapter 11 [My Angel]

Happy Reading^^

"bagaimana Baek?" tanya Chanyeol karena Baekhyun tak kunjung memberikan jawaban.

Baekhyun memejamkan matanya sambil menghela nafas lalu mengucapkan satu kata yang bisa membuat Chanyeol meloncat kegirangan, untung saja Pria itu bisa menahannya "baiklah"

Chanyeol tersenyum mesem ia bahkan sampai meremas-remas tangannya sendiri menahan diri untuk tidak bereaksi berlebihan.

"tapi kau jangan ke ge-eran, aku mau ke Seoul untuk menjenguk Luhan eonni. Bukan untukmu" Baekhyun kembali berkata ketus tapi Chanyeol tetap tersenyum melihatnya.

"iya tidak apa-apa aku mengerti, terima kasih"

.

.

.

Sehun terus menjaga Luhan setiap hari. Ia bahkan tidak pergi ke kantornya selama tiga hari ini semenjak Luhan berada di Rumah Sakit. Heechul, Puff, Kai dan Kyungsoo pun bergiliran untuk ikut menjaga Luhan. Mereka sengaja tidak memberi tahu tuan dan nyonya Park karena jika mereka tahu mereka pasti akan sangat khawatir dan banyak bertanya tentang penyebab Luhan bisa seperti ini.

Hari ini yang menemani Luhan hanya Sehun dan Heechul. Mereka memang yang paling sering menemaninya. Chanyeol kan tidak ada jadi Heechul tidak punya pekerjaan untuk mengurusi jadwalnya. lagi pula ia juga sudah mengosongkan jadwal Chanyeol selama beberapa hari kedepan Dan untuk urusan restaurannya... ahhhh itu bukan masalah besar ia sudah biasa meninggalkan restaurannya dia kan pemiliknya jadi dia bebas saja mau kesana atau tidak. Sedangkang Puff harus selalu berada di cafenya karena selain pemilik ia juga chef disana. Kyungsoo harus terus pergi kuliah sedangkan Kai sibuk dengan jadwalnya yang sangat padat jadi mereka tidak bisa menjaga Luhan sesering Heechul dan Sehun.

Saat ini di ruang rawat Luhan hanya ada dirinya dan Sehun. Heechul pamit beberapa menit yang lalu untuk membeli makan siang untuk mereka. Sehun terus menggenggam tangan Luhan yang tidak terinfus. Pria itu memandang lekat wajah istrinya yang masih terpejam. Ia benar-benar takut sesuatu terjadi pada Luhan karena sampai saat ini istrinya itu belum juga sadarkan diri.

"sayang kenapa kau belum bangun juga?" tanyanya pada Luhan, tapi percuma Luhan tidak akan menanggapinya.

Sehun menundukkan kepalanya lalu mencium tangan kanan Luhan "kau sudah tidur selama 3 hari lebih sayang, apa kau tidak bosan? ayo bangunlah jangan membuatku takut. Aku mohon Lu bangunlah. Aku mencintaimu" ucapnya lirih.

Tidak lama kemudian terdengar bunyi pintu terbuka. Sehun mendongkakkan kepalanya melihat kesumber suara dan dia mendapati seorang gadis yang sudah cukup lama tidak ia lihat menyembulkan kepalanya di balik pintu.

"Baekhyun? masuklah"

Gadis itu tersenyum pada Sehun lalu berjalan kearahnya. Baekhyun langsung mengalihkan pandangannya pada Luhan yang masih terbaring lemah di atas kasur rumah sakit.

"Oppa bagaimana keadaan Luhan eonni?" tanyanya.

Sehun menghela nafas berat lalu kembali memandang Luhan dengan tatapan sedih "dia masih belum sadarkan diri dari semenjak kejadian itu Baek"

Baekhyun mengangguk mengerti sambil terus menatap Luhan, ia sedih sekali melihat Luhan seperti ini.

"Kau kesini dengan siapa? Bukankah kau berada di Pohang?" Sehun cukup heran melihat Baekhyun datang kemari sendirian dia tidak mungkin di jemput Heechul, bukankah selama ini Heechul juga ikut menjaga Luhan disini? "ah ya duduklah Baek"

Baekhyun menarik kursi yang berada di sisi kiri kasur Luhan lalu mendudukkan dirinya disana "aku kemari bersama... Chanyeol" jawabnya pelan.

"Chanyeol?" Sehun mengerutkan keningnya. Apa Baekhyun tidak tahu kelakuan Chanyeol yang masih berhubungan dengan Kris? Kenapa gadis ini masih mau-maunya saja di ajak oleh Chanyeol ?

"Baek apa kau tidak tahu tentang-"

"aku tahu Oppa aku bahkan sudah tahu semuanya sebelum Luhan eonni dan Oppa tahu. aku kemari untuk menjenguk Luhan eonni, bukan untuk Chanyeol" jawab Baekhyun membuat Sehun mengangguk-angukkan kepalanya.

"lalu dimana Chanyeol?"

"entahlah tadi dia bilang ada urusan lain. Ia hanya mengantarkanku sampai depan kamar ini"

Sehun kembali menganggukkan kepalanya lalu kembali mengalihkan pandangannya pada Luhan begitupun dengan Baekhyun. Baekhyun langsung menggenggam tangan kiri Luhan yang terinfus dia benar-benar tidak tega melihat keadaan Luhan sekarang dengan berbagai perban yang menutupi luka di tubuhnya dan kepala yang dililit perban karena bekas di Operasi. Pria itu benar-benar sialan beraninya ia membuat kakaknya seperti ini.

"OPPA" pekik Baekhyun membuat Sehun tersentak kaget.

"ada apa Baekhyun?" tanya Sehun panik melihat tatapan Baekhyun yang terpaku pada genggaman tangannya pada tangan kiri Luhan.

"j-jari Luhan eonni bergerak Oppa" ucap Baekhyun saat merasakan jari Luhan kembali bergerak di genggamannya.

Sehun membelalakan matanya dan langsung menatap tangan kiri Luhan yang masih di genggam Baekhyun "Lu... Luhan... sayang kau bisa dengar aku?" Sehun langsung bertanya dengan panik di dekat telinga Luhan.

Mata rusanya masih terpejam tapi bola matanya terlihat bergerak gelisah. Sekarang jari kanannya yang di genggam Sehun pun ikut bergerak.

"Hun..." ucap Luhan pelan sekali seperti sebuah bisikan.

Sehun menghembuskan nafas lega, walaupun pelan tapi itu tandanya Luhan sudah sadarkan diri.

"Hun... Sehun..." Mata rusa itu mulai terbuka dengan perlahan.

"iya sayang, ini aku ini aku" Sehun tidak bisa menahan airmatanya ia senang sekali melihat Luhan sudah benar-benar sadarkan diri.

"Baek bisa tolong panggilkan dokter?"

"i-iya Oppa" Baekhyun langsung berlari tergesa keluar ruang rawat Luhan untuk memanggil dokter.

.

.

.

Chanyeol sedang duduk disalah satu meja cafe yang terletak di pusat kota Seoul. Ia sedang menunggu seseorang disana. Chanyeol memakai t-shirt berwarna abu-abu dengan jaket hitam dan celana jeans panjang. Ia juga tidak lupa untuk memakai topi warna hitam kesayangannya.

Entah kenapa ia merasa gugup sekali. Orang yang sedang ia tunggu belum datang. Tentu saja karena waktu janjian mereka masih setengah jam lagi, tapi Chanyeol sudah berada di cafe ini dari setengah jam yang lalu.

Chanyeol memainkan handphonenya untuk sedikit meredakan rasa gugup. Hari ini adalah hari dimana ia akan mengambil keputusan. Baik hati maupun jiwanya memang masih belum siap, tapi Ia yakin ini adalah keputusan final nya.

Untuk mengetahui mana yang lebih baik itu sebenarnya tidak terlalu sulit. Chanyeol bahkan tahu sejak lama jika Ia lebih baik memilih Baekhyun dari pada Kris. Tapi semuanya seakan berubah menjadi gelap jika keegoisan kembali datang menghampiri. Sehingga untuk memilih yang lebih baik itu terasa sangat sulit. Maka dari itu, hari ini ia akan berusaha membuang jauh-jauh sikap egoisnya. Dia tidak mau lagi di sebut labil oleh Heechul, sudah cukup. Ia akan membuktikan jika Ia juga bisa bersikap dewasa dengan berani mengambil keputusan hari ini. Ya, Hari. Ini.

"Hay Chanyeol, sudah menunggu lama ?" tanya seorang Pria yang baru saja tiba di depannya.

"ah hay Hyung, tidak terlalu lama 'kok" Chanyeol sedikit tersenyum pada Pria itu.

"kau sudah memesan?"

"ya, aku sudah memesan minuman. Hyung mau pesan apa ? biar aku pesankan" Chanyeol sudah mau berdiri dari tempat duduknya namun langsung di tahan Pria yang kini sudah duduk di depannya.

"ah tidak usah, biar aku pesan sendiri saja. Kau tunggu dulu ya" Chanyeol mengangguk. Pria itu pun berdiri lalu berjalan menuju kasir untuk memesan minuman.

Chanyeol memejamkan matanya selama beberapa saat. Dia berusaha mengatur nafasnya, mencoba menenangkan diri. Sebenarnya ini benar-benar sulit. Bahkan kepalanya sekarang terasa sakit, dia merasa pusing. Tapi dia berusaha untuk bertahan, ia harus membereskan semua masalahnya. Dan semuanya di mulai dari hari ini.

"Jadi apa yang ingin kau katakan ?" tanya Pria tadi yang kini sudah kembali duduk didepan Chanyeol.

Chanyeol membuka matanya perlahan. Ia membuang nafas pelan mencoba mengumpulkan keberanian dan kepercayaan diri untuk mengatakan ...

"Hyung... aku memilih Baekhyun"

"Kau bilang apa ?" tanya Pria itu karena Chanyeol berbicara cukup pelan.

"aku memilih Baekhyun, aku ingin memperbaiki dan memulai semuanya dari awal dengannya. Tolong bantu aku, Kyuhyun Hyung"

Kyuhyun –pria yang berada di depan Chanyeol- tersenyum lebar mendengarnya "kau hebat Chan" pujinya sambil menepuk bahu Chanyeol

Chanyeol mengerutkan keningnya tidak mengerti. "Hebat?" tanyanya heran.

"ya, kau hebat. Kau bisa melawan sifat egoismu. Aku tahu ini pasti sangat sulit untukmu aku bahkan berpikir kau akan mengatakan ini beberapa bulan lagi, ternyata cukup cepat juga"

"Aku sudah terlalu banyak menyakiti orang Hyung, aku tidak mau memambah korban lagi. Sudah cukup, sudah waktunya aku berubah meski aku harus merelakan... yah Hyung pasti tahu sendiri" ucap Chanyeol lirih.

Kyuhyun tersenyum mengerti seperti biasa. Ia tahu Chanyeol kembali mengalami masa sulit. Melepas orang yang selama ini kau cintai, menemanimu, selalu mengerti apa maumu dan menjadi penyemangat hidupmu selama bertahun-tahun bukan hal yang mudah bukan ?

"yah aku mengerti.. jadi apa rencanamu setelah ini?"

"aku tidak tahu, bagaimana menurut Hyung ?"

"Saranku sih sebaiknya kau berusaha untuk menyembuhkan diri dulu. Setelah itu kau baru bisa kembali bersama Baekhyun"

"Kau benar Hyung, lalu apa yang harus aku lakukan ?"

"menjauh lah dari segala macam yang berkaitan dengan gay. Terutama kekasih priamu itu. Ini adalah salah satu faktor terbesar yang bisa membantumu untuk sembuh"

"..."

"apa kau sudah mengakhiri hubunganmu dengannya?"

Chanyeol menggeleng pelan membuat Kyuhyun kembali tersenyum.

"kau bilang kau memilih Baekhyun. Kau mau merelakan hubunganmu dengan Pria itu demi Baekhyun tidak? " Tanya Kyuhyun dengan nada setenang mungkin. Ia tidak mau menekan Chanyeol. Kyuhyun tahu saat ini Chanyeol pasti sedikit mengalami stress.

"..." Chanyeol masih bungkam. Kepalanya kembali berdenyut, ia merasa semakin pusing. Tidak, dia tidak boleh plin plan. Ia seorang Pria dan seorang pria harus bisa bertanggung jawab atas apa yang ia perbuat atau katakan. Bukankah ia sudah memutuskan untuk memilih Baekhyun? berarti ia harus mau melakukan apapun untuk bisa kembali bersama Baekhyun.

"kau tidak usah memaksa-"

"Aku mau Hyung, aku akan memutuskan hubunganku dengannya. Tapi tidak sekarang, aku akan menghubunginya saat aku sudah berada di apartemen"

"kau yakin?"

Chanyeol mengangguk pelan "aku akan melakukan apapun... yah apapun yang bisa membuat orang-orang disekitarku kembali bahagia. Aku tidak mau melihat mereka kembali bersedih dan marah padaku"

"aku bangga padamu, Chan" Kyuhyun kembali menepuk bahu Chanyeol sambil tersenyum bangga padanya.

.

.

.

Semenjak Luhan sadar Sehun dan Baekhyun terus berada disampingnya menemani wanita itu berbincang tentang banyak hal agar ia tidak merasa bosan. Luhan juga sudah mengetahui jika Baekhyun kemari bersama Chanyeol. Dan Ia tidak mau ambil pusing untuk menanyakan keberadaan Chanyeol saat ini. Ia benar-benar masih marah pada Chanyeol.

"Baekkie maafkan aku. aku sungguh tidak habis pikir dengan kelakuan orang itu aku kira kalian baik-baik saja selama ini" Luhan terus meminta maaf pada Baekhyun sedari tadi meski Baekhyun sudah beberapa kali mengatakan ini bukan salahnya.

"sudahlah Eonni, aku tidak apa-apa. Jangan pikirkan hal itu dulu yang penting eonni sembuh dulu ya?" ucap Baekhyun sambil menunjukkan senyuman manisnya pada Luhan.

"Baekhyun benar sayang, kau jangan dulu memikirkan hal-hal seperti itu" Sehun terus mengelus tangan kanan Luhan yang sedari tadi ia genggam.

Cklek

Heechul masuk kedalam ruang rawat Luhan bersama Kyungsoo dan Kai yang mengikutinya dari belakang. Mereka membawa dua kantung plastik berisi makan malam untuk Sehun dan Baekhyun.

"Baekkie, Sehun Oppa. kalian makanlah dulu biar kami yang menemani Luhan eonni mengobrol" ucap Kyungsoo sambil memberikan satu kantong plastik makanan pada Baekhyun dan satunya lagi pada Sehun.

Sehun dan Baekhyun mengangguk lalu menuruti apa yang Kyungsoo katakan tadi. Mereka memakan makan malamnya di sofa yang berada di kamar rawat Luhan dengan tenang.

"Noona bagaimana keadaanmu? Maaf aku baru bisa menengokmu lagi" Ucap Kai yang sekarang sudah duduk di atas kursi yang berada di samping kanan ranjang Luhan.

"tidak apa-apa Kai-ya, aku tahu kau sangat sibuk. Lagi pula keadaanku sudah cukup membaik 'kok" Luhan tersenyum manis menjawabnya.

"aku harap Noona lekas sembuh"

"ya, do'akan saja. Terima kasih ya"

Mereka terus berbincang dan berusaha menghibur Luhan. Baekhyun berusaha terlihat biasa saja di depan mereka. Berusaha tetap menjadi Baekhyun yang dulu. Baekhyun yang ceria dan menyenangkan demi bisa menghibur Luhan.

"ini sudah malam baby, kau tidak mau pulang?" tanya Kai saat Kyungsoo sedang mendengarkan Baekhyun yang menceritakan cerita-cerita lucu untuk Luhan agar dia bisa tertawa.

"ah ya. Baek kau menginap dimana ? mau menginap di rumahku?" ajak Kyungsoo sambil tersenyum manis.

"aku mau menginap di rumah Joonmyun Oppa saja, terima kasih ajakannya Kyungie"

"hmm begitu, yasudah kita pulang bersama saja kalau begitu. Kita akan mengantarkanmu ke rumah Oppamu iya kan Kai ?"

"Iya Baek, ayo bersama kita saja"

"apa tidak merepotkan?"

"aisshh Kau ini seperti pada siapa saja kkk~ ayo cepat"

Baekhyun pun sedikit tertawa mendengar ucapan Kai barusan. Ia tidak menyangka bisa jadi seakrab ini dengan Idolanya. Dulu dia hanya bisa mengangumi Kai dari jauh. Tapi sekarang? Mereka bahkan sudah bisa berteman dekat. Dia memang masih mengidolakan Kai sampai saat ini, ia masih menyukai dan menikmati karya-karya Kai. Bedanya sekarang Ia bukan fans yang suka sekali fangirling-an dimana-mana seperti dulu.

"Baiklah kalau begitu Luhan eonni, Sehun oppa, Heechul Oppa kami pulang dulu ya" pamit Baekhyun.

"iya, kalian hati-hati ya" sahut Heechul.

"Kai jangan mengendarai mobilmu dengan kecepatan tinggi" ucap Sehun.

"siap Hyung" dan Kai langsung menyaut.

"apa kalian besok akan kemari lagi?" tanya Luhan membuat ketiga orang yang hendak pergi itu menghentikan langkah mereka.

"akan Kyunggie usahakan eonni" jawab Kyungsoo

"jika jadwalku tidak terlalu padat aku pasti kemari Noona" Jawab Kai

"besok pagi aku akan kemari menemani eonni, aku akan kembali ke Pohang besok sore. Aku harus kembali masuk kuliah besok lusa" Jawab Baekhyun

Luhan mengangguk mengerti sambil tersenyum "baiklah, terima kasih sudah menjengukku hari ini"

.

.

.

Chanyeol terduduk di lantai kamar sambil memeluk lututnya dan melipat kedua tangannya di atas lutut. Matanya menatap kosong kearah jendela kamarnya yang belum tertutupi tirai. Ia sama sekali tidak memperdulikan handphonenya yang terus berdering sedari tadi.

Sejak tadi sore setelah ia bertemu dengan Kyuhyun Ia terus berdiam diri di kamar. Kris tak henti-hentinya mengirimi pesan dan berusaha menelpon Chanyeol tapi tak ada satupun pesan atau panggilan dari Kris yang ia jawab.

Tadi, tepatnya 45 menit yang lalu ia telah mengirim sebuah pesan singkat pada Kris yang membuat Kris terus menghubunginya tanpa henti sampai saat ini. Isi pesan itu adalah...

To : WYF

Hyung, terima kasih atas semua yang kau berikan padaku selama ini. tapi maafkan aku, aku benar-benar minta maaf. Aku tidak bisa meneruskan hubungan ini, aku tidak mau menyakiti siapapun lagi. Maaf kan aku. Semoga kau bisa hidup bahagia dan menemukan orang yang lebih pantas untukmu. Sekali lagi maafkan aku Hyung.

TES

Sebulir air mata jatuh ke tangannya. Chanyeol menangis, dia menggigit bibir bawahnya untuk menahan suara isakkan agar tidak keluar dari bibirnya. Kini bukan hanya kepalanya yang berdenyut sakit, tapi hatinya juga. Entah mengapa kenangan-kenangannya bersama Kris di masa lalu tiba-tiba tergambar jelas di pikirannya, seperti film yang tengah di putar.

Cinta yang sebenarnya adalah membiarkan orang yang kita cintai menjadi dirinya sendiri dan tidak merubahnya seperti gambaran yang kita inginkan. Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri kita sendiri yang kita temui dari dalam dirinya.

Dan itulah yang dilakukan Kris selama ini pada Chanyeol. Kris tidak pernah menuntut apapun padanya. Ia selalu mendukung apapun yang Chanyeol mau meski ia tidak begitu menyukainya selama Ia pikir itu memang baik untuk Chanyeol. Dia tidak pernah memprotes apapun yang Chanyeol lakukan, kecuali keputusannya kali ini mungkin.

Cinta bukan "ini salah mu" tapi "maafkan aku"

bukan "kau dimana 'sih ?" tapi "aku disini"

bukan "Kau ini bagaimana 'sih" tapi "aku mengerti 'kok"

bukan "coba kau tidak seperti ini" tapi "aku mencintaimu seperti kau apa adanya"

dan lagi-lagi itulah yang selalu Kris katakan padanya. Kris yang tidak pernah menyalahkan Chanyeol. Kris yang selalu ada untuk Chanyeol. Kris yang selalu mengerti Chanyeol dan Kris yang mencintai Chanyeol apa adanya.

Ada satu hal yang tidak diketahui orang lain selain Chanyeol dan Kris. Chanyeol sempat berniat bunuh diri saat awal-awal tinggal di Kanada ia mengalami depresi karena tidak bisa melupakan Nami. Dia mengkonsumsi 20 butir obat penenang sekaligus saat itu dan Kris lah yang menyelamatkannya. Kris memergokinya lalu menyuruhnya untuk memuntahkan semua obat itu sebelum obat itu dicerna tubuhnya.

Kris yang saat itu sudah berpforesi sebagai psikolog muda berusaha menyadarkan Chanyeol dari kebodohannya, dia yang memberi tahu Chanyeol jika hidupnya masih panjang dan indah. Kris adalah orang yang tidak pernah lelah menyemangatinya. Jika tidak ada Kris disampingnya saat itu, mungkin Chanyeol sudah ada di Kerak Neraka saat ini.

Kisah mereka memang di awali dari pertemanan biasa sejak mereka bertetangga di Korea. Hanya saja, lama kelamaan mereka tidak tahu batas pertemanan mereka. Ditambah lagi Chanyeol yang trauma dengan perempuan sampai depresi seperti itu lalu ia merasa terlalu dekat dan nyaman bersama Kris. Dan akhirnya mereka memutuskan untuk menjalin hubungan yang lebih dari sebatas pertemanan.

Lalu bisakah kau dengan mudahnya melupakan seseorang yang begitu baik, yang telah menemanimu selama bertahun-tahun dan sangat mencintaimu ? apalagi ia tidak melakukan kesalahan apapun padamu. tentu sulit bukan ?

Chanyeol sadar jika beberapa waktu terakhir ini ia telah membagi hatinya untuk Kris dan Baekhyun meski kedudukan Kris tetap lebih kuat. Ia sadar tidak bisa memiliki keduanya, Ia harus merelakan salah satu diantara mereka. Ia pikir ia akan baik-baik saja meski ia harus memutuskan hubungannya dengan Kris karena di separuh hatinya masih ada Baekhyun. Ia tidak menyangka jika kehilangan Kris bisa sesakit ini. Tapi paling tidak ia masih memiliki separuh hati lain yang harus ia perjuangkan. Yaaa dia harus memperjuangkan Baekhyun setelah ini.

Chanyeol menenggelamkan wajahnya pada kedua tangannya yang berada di atas lutut. Bahunya mulai berguncang. Ia sudah tidak tahan lagi menahan semua kesedihannya.

"hikss... Hyung... Maafkan aku... Hiks Maafkan Aku Kris Hyung..." Chanyeol pun menangis tersedu-sedu.

Biarkanlah ia meluapkan kesedihannya malam ini karena setelah ini Chanyeol berjanji pada dirinya sendiri untuk benar-benar melupakan Kris. Ya dia Janji.

Chanyeol sebenarnya menanggung beban begitu berat akhir-akhir ini. Dia benar-benar dalam masa yang sangat sulit. Kris sudah tidak bisa ia andalkan untuk menjadi tempatnya berkeluh kesah dan menjadi penyemangatnya lagi. Bukankah dia sendiri yang meminta mengakhiri hubungan mereka ? dan sekarang tidak ada satu orang pun yang berada disampingnya. Dua wanita yang menjadi alasannya untuk sembuh malah sedang sangat membencinya. Dia bisa saja mengalami depresi kembali seperti beberapa tahun silam.

.

.

.

Kyungsoo dan Kai berjalan beriringin di koridor rumah sakit. Kyungsoo menggandeng tangan Kai sambil mendengarkan cerita kekasihnya mengenai jadwalnya untuk beberapa hari kedepan. Kedua sejoli itu tetap terlihat serasi seperti biasa.

Kai menghentikan langkahnya saat ia melihat seorang Pria tinggi sedang duduk di kursi sebelah pintu kamar rawat Luhan. Pria itu sedang menunduk. Kepalanya di topang oleh kedua tangannya yang bertumpu pada kedua lututnya. Kai mengalihkan pandangannya pada Kyungsoo yang ternyata sedang memperhatikan Pria itu juga.

"Hyung?" panggil Kai sedikit pelan. Ia takut salah orang.

Pria itu pun mendongkakkan kepalanya, ia kenal suara Kai.

"ah ternyata benar Chan Hyung. Hyung sedang apa disini kenapa tidak masuk ?" tanya Kai heran. Ia dan Kyungsoo sampai saat ini memang tidak tahu apa-apa tentang masalah Chanyeol. Tentang penyebab sebenarnya Luhan kecelakaan pun mereka tidak tahu.

"aku disini saja, kalian ingin menjenguk Luhan Noona? masuk saja, Noona sedang di temani Sehun Hyung, Heechul Hyung dan Baekhyun di dalam"

"Baekhyun sudah ada di dalam?" tanya Kyungsoo terdengar ceria.

Chanyeol hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.

"Oppa sedang sakit ? wajah Oppa pucat sekali" Kyungsoo terlihat khawatir melihat keadaan Chanyeol.

"ah aku tidak apa-apa, aku hanya belum makan siang. Aku akan mencari makan sebentar lagi" Chanyeol memaksakan senyumnya. Dia hanya ingin berusaha terlihat baik-baik saja.

"kalau begitu kami masuk dulu ya Hyung" Chanyeol menganggukkan kepalanya dan Kaisoo pun langsung masuk kedalam kamar rawat Luhan.

.

.

.

Saat memasuki kamar rawat Kaisoo langsung di suguhi tawa canda di dalam sana. Berbeda sekali dengan keadaan Chanyeol diluar. Mereka sedikit heran kenapa Chanyeol tidak bergabung disini bersama yang lainnya?

"Hay Kyunggie, Kai Oppa" Baekhyun melambaikan tangannya ceria saat menyadari Kaisoo sudah berada disana.

Kyungsoo tersenyum lebar menyambut sapaan Baekhyun "Hay Baekkie" kedua sejoli itu pun berjalan menghampiri yang lainnya yang tengah mengelilingi ranjang Luhan.

"kami barusan melihat Chanyeol Oppa di depan sendirian, wajahnya juga sangat pucat" tanya Kyungsoo dengan wajah polosnya.

"Chanyeol?" Luhan menatap Kyungsoo penuh tanda tanya.

"Iya, Chanyeol Oppa. Memangnya eonni tidak tahu ?"

Luhan langsung terdiam. Ekspresinya berubah datar, ia masih sangat marah pada Chanyeol dan ia tidak mau Chanyeol ada disana.

"apa aku salah bicara ?" cicit Kyungsoo yang menyadari perubahan ekspresi Luhan.

"tidak Kyunggie. Apa kau tidak bawa makanan untuk kami ? ah Oppa lapar sekali ayo temani Oppa makan ke kantin." Ucap Sehun. Dia mengerti arti tatapan Luhan. Istrinya itu ingin bicara dengan Heechul dan tidak mau Kai dan Kyungsoo mengetahuinya.

"ish Oppa sendiri saja aku dan Kai Oppa kan baru datang"

"kau tega membiarkan Oppa makan sendiri ? sudah ayo temani Oppa, kau juga ayo ikut Kai"

Kai dan Kyungsoo pun pasrah saja saat Sehun memaksa mereka untuk menemaninya makan di kantin Rumah Sakit. Saat mereka keluar ruangan Chanyeol masih berada di kursi tunggu yang tadi tapi ia tetap tidak mau ikut saat Kyungsoo memaksanya untuk ikut makan bersama. Dia tetap bersikeras untuk diam disana.

Kembali ke kamar rawat Luhan. Sekarang disana hanya ada Luhan, Baekhyun dan Heechul. Luhan menatap lurus pada Heechul. Dia yakin Heechul pasti tau apapun tentang Chanyeol, meski tidak semua.

"sejak kapan dia ada disana Oppa?" Tanya Luhan dengan nada datar.

Heechul menghela nafas panjang "Chanyeol selalu menungguimu disana setiap hari Lu, kecuali saat ia pergi menjemput Baekhyun sampai kemarin. Tadi pagi dia juga sudah ada di situ lagi" jelas Heechul.

"untuk apa dia diam disana?"

"dia juga mau melihat keadaanmu, tapi dia tidak berani masuk karena dia tahu kau pasti akan sangat marah. dia hanya bisa melihatmu dari balik kaca pintu"

"cih" Luhan mengalihkan pandangannya sambil tersenyum sinis "katakan padanya tidak usah sok mempedulikanku lagi. Aku tidak butuh rasa pedulinya biar ia pedulikan kekasih sialannya itu saja"

"kau tidak boleh begitu Lu. Bagaimana pun juga Chanyeol tetap adikmu"

"dia bukan adikku lagi Oppa. Sudah ku bilang aku tidak mau memiliki adik seperti itu. Jelas-jelas ia lebih memilih pria sialan itu di banding aku, apa orang seperti itu masih pantas aku anggap sebagai adik?" Luhan mulai menaikkan nada bicaranya

Heechul diam, Ia sangat paham. Luhan sama keras kepalanya seperti Chanyeol jika sedang emosi seperti ini jadi percuma jika ia menasehatinya saat ini. Memang tidak salah jika Luhan marah pada Chanyeol. Tapi Heechul tidak mau kemarahan Luhan sampai seperti ini. Heechul juga kesal pada kelakuan Chanyeol tapi dia tetap mau menerima Chanyeol meski tidak sedekat dulu lagi. Dia merasa kasihan pada Chanyeol yang sekarang seperti orang yang tidak diharapkan keberadaannya oleh orang-orang yang ia sayangi.

Baekhyun diam mendengarkan percakapan antara Heechul dan Luhan. Dia juga tidak menyangka jika Luhan semarah ini pada Chanyeol sampai-sampai ia tidak mau mengakui Chanyeol sebagai adiknya lagi. Entah kenapa ada sedikit rasa Iba dari dalam dirinya pada Chanyeol. tapi Baekhyun langsung menepis rasa iba nya itu.

'ish untuk apa kau merasa iba pada orang yang sudah menyakitimu Baek? jangan bodoh! memangnya dia juga iba padamu saat dia menyakitimu? Sudahlah biar dia rasakan saja akibat dari kelakuannya selama ini' pikir Baekhyun. Tapi hatinya kembali berkata lain.

Tanpa mereka sadari Chanyeol bisa mendengar semua percakapan Luhan dan Heechul meski samar-samar. Pintu kamar rawat Luhan tidak tertutup dengan rapat setelah Kyungsoo, Kai dan Sehun pergi tadi. Kepala Chanyeol kembali sakit, perasaannya campur aduk. Luhan masih tidak mau menganggapnya adik sampai sekarang padahal ia ingin sekali memberi tahu kakaknya itu jika ia sudah memutuskan Kris. Ia ingin sekali berkata jika sekarang ia lebih memilih Luhan dibanding Kris. Tapi semuanya terlambat, Luhan sudah terlanjur membencinya.

.

.

.

Toronto, Canada

Kris terus menatap nanar layar handphonenya. Ia masih terus menghubungi Chanyeol dari kemarin malam tapi Pria itu sama sekali tidak membalas atau menjawab semua panggilan telponnya. Andai saja ibunya baik-baik saja Kris pasti sudah terbang ke Korea sejak kemarin malam untuk meminta penjelasan Chanyeol.

Ada apa dengan Chanyeol ? ia benar-benar tidak mengerti. Seingatnya saat terakhir mereka bertemu keadaan mereka masih baik-baik saja. Kris mengerti mungkin Chanyeol sedang tertekan dengan keadaan Luhan sekarang dan memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka. Tapi bukankah mereka sudah saling berjanji untuk mempertahankan hubungan apapun yang terjadi ?

Kris mengusap wajahnya kasar. Ia terlihat sangat kacau, Ibunya sedang sakit parah, kemarin surat izin praktek dan profesinya dicabut karena ia melanggar kode etik, ia kehilangan profesi-nya sebagai psikolog dan sekarang Chanyeol meminta mengakhiri hubungan mereka. Bukankah hidupnya ini sangat memuakkan ?

Pria tampan itu kembali membaca isi pesan yang kemarin Chanyeol kemarin. Berusaha meyakinkan diri jika ia tidak salah baca. Bodoh, mana mungkin ia masih merasa salah membaca pesan itu ketika ia sudah membacanya berpuluh-puluh kali. Ia masih tidak habis pikir pada Chanyeol yang bisa mengirim pesan seperti ini dengan mudahnya. Pria itu bahkan sama sekali tidak memberi kesempatan Kris untuk bicara.

Kris tersenyum miris saat kembali membaca isi pesan Chanyeol entah yang keberapa kalinya. Disana Chanyeol mengatakan jika ia ingin mengakhiri hubungan mereka karena tidak ingin menyakiti siapapun lagi. Apa Chanyeol tidak sadar jika ia sedang sangat menyakiti Kris kali ini?

Kris benar-benar sakit hati. Ia bahkan menangis semalam dalam diam di kamar rawat Ibunya. Ia merasa dunia tidak adil padanya. Kenapa semua orang tidak bisa menerima hubungannya dengan Chanyeol ? bahkan Ibunya sakit parah seperti saat ini juga karena mengetahui hubungannya dengan Chanyeol. Ya, Ibu Kris langsung menderita serangan Jantung saat mengetahui kelakuan anaknya. Ia sempat menelpon Kris dan memaksanya untuk kembali ke Kanada untuk menjodohkannya dengan anak temannya. Kris jelas langsung menolak, ia bahkan dengan beraninya mengakui jika ia telah memiliki kekasih dan kekasihnya itu adalah Chanyeol. Ibu mana yang tidak akan kaget mendengar anaknya memiliki hubungan dengan sesama jenis ? Beliau bahkan masih koma sampai sekarang.

"ini belum berakhir yeollie, mana bisa kau mengakhiri semua ini secara sepihak tanpa memberiku kesempatan untuk bicara sedikitpun?" ucapnya sambil terus menatap layar handphonenya dengan air mata yang kembali berlinang di pipinya. Kris masih setia menangis dalam diam.

.

.

.

Seoul, South Korea

Baekhyun baru saja keluar dari kamar rawat Luhan. Ia juga sudah pamit pada Luhan dan yang lainnya untuk kembali ke Pohang karena besok ia harus kembali kuliah. Baekhyun melihat Chanyeol yang sedang duduk di kursi tunggu seperti biasa.

"Baek kau sudah siap? Ayo aku akan mengantarkanmu kembali" Chanyeol langsung berdiri dari duduknya.

Baekhyun menatap lurus pada wajah pucat di depannya. Chanyeol benar-benar pucat. Baekhyun merasa sedikit khawatir melihat keadaannya sekarang. Chanyeol pasti sedang kurang sehat.

"aku akan pulang naik kereta api saja" tolak Baekhyun. Ia tidak mau Chanyeol memaksakan dirinya untuk mengantarnya kembali ke Pohang. Apa pria ini lupa jika Pohang itu sangat jauh?

"aku yang membawamu kesini jadi biarkan aku yang mengantarmu kembali ya?" bujuk Chanyeol sambil tersenyum manis pada Baekhyun.

Meski Chanyeol tersenyum padanya tapi Baekhyun tidak begitu bodoh untuk melihat kesedihan dimata pria itu.

"kau pucat sekali. Kau pasti sedang kurang sehat. Aku tidak mau mati di jalan karena kau berkendara dalam keadaan seperti ini"

"sebegitu bencinya kah kau padaku sampai-sampai kau lebih memilih naik kereta dibanding pulang bersamaku?" Chanyeol tersenyum miris.

Entah kenapa Chanyeol sangat sensitif kali ini. Ia merasa Baekhyun menolaknya karena Baekhyun sangat membencinya. Sungguh bukan itu maksud Baekhyun. Ingin sekali Baekhyun berkata jika ia sebenarnya hanya mengkhawatirkan keadaan Chanyeol, bukan karena ia masih sangat membencinya.

Baekhyun memang masih marah pada Chanyeol tapi bukan berarti gadis itu sangat membencinya. Baekhyun bahkan masih sangat mengkhawatirkan pria itu. Tapi semua perhatian yang ingin ia katakan itu tertahan di tenggorokannya, dia tidak mau mengatakannya sekarang.

Melihat kediaman Baekhyun membuat Chanyeol semakin yakin dengan pemikirannya bahwa Baekhyun memang sangat membencinya.

"Baiklah jika kau tidak mau aku antar. Tapi setidaknya biarkanlah aku mengantarmu sampai bandara. aku akan memesankanmu tiket pesawat untuk kau pulang. Tidak baik seorang gadis bepergian jauh seorang diri dengan kereta" Chanyeol masih memaksakan senyumnya lalu mengajak Baekhyun untuk segera ikut bersamanya ke bandara dan Baekhyun pun hanya menurut saja.

.

.

.

"Baek bolehkan aku bertanya sesuatu?" tanya Chanyeol sedikit ragu saat ia dan Baekhyun sudah tiba di bandara.

"hn?" Baekhyun hanya menanggapinya singkat.

"apa kau masih mau melanjutkan atau memulai hubungan kita dari awal jika aku sudah memutuskan Kris Hyung ?"

Baekhyun mengalihkan pandangannya pada Chanyeol yang berjalan disampingnya lalu tersenyum sinis.

"aku tidak yakin kau mau memutuskan 'Kris-Hyung' mu itu" ucap Baekhyun lalu kembali memainkan handphonenya.

"aku sudah melakukannya Baek"

Baekhyun langsung menghentikan langkahnya begitu pula dengan Chanyeol. Baekhyun menatap tajam pada Chanyeol berusaha menahan diri untuk tidak mudah percaya lagi pada Pria itu. tidak ! Baekhyun tidak mau dibodohi lagi. Dimatanya kini Chanyeol hanyalah seorang pembual hebat.

Gadis itu kembali memberikan senyum sinisnya "kau pikir aku akan kembali percaya pada pembual hebat sepertimu?"

Baekhyun mulai berjalan lagi tapi Chanyeol langsung menahannya "aku serius Baek, untuk kali ini percayalah padaku"

Baekhyun langsung menepis tangan Chanyeol yang mencengkram tangannya.

"Bukankah aku sudah bilang aku mau ke Seoul hanya untuk menjenguk Luhan eonni. Bukan untukmu, termasuk untuk membicarakan hal seperti ini"

Chanyeol menundukkan kepalanya. Kesedihan dan kekecewaan tergambar jelas di wajah tampannya yang juga sedang sangat pucat. Baekhyun merasa sedikit bersalah, tapi ia mencoba menahan diri untuk tidak peduli pada Pria di depannya ini.

"aku tidak memiliki banyak waktu lagi aku harus segera check in, kau pulanglah. Terima kasih telah mengantarku sampai sini"

Chanyeol menganggukan kepalanya lalu memaksakan bibirnya untuk tersenyum. "hati-hati, terima kasih juga sudah mau menjenguk Luhan Noona"

Baekhyun mengangguk singkat lalu segera pergi menuju tempat check in. Chanyeol memandang sendu pada tubuh mungil milik Baekhyun yang semakin menjauh. Dia merasa sudah tidak ada gunanya lagi ia hidup. Orang-orang disekitarnya seolah sudah tidak menginginkannya lagi.

Luhan sudah membencinya, Baekhyun tidak mau lagi percaya padanya, Sehun masih tidak mau menyapanya, Heechul masih menjaga jarak padanya. Hanya Kai dan Kyungsoo yang masih baik padanya itupun karena mereka tidak tahu keadaan yang sebenarnya. Orang lain termasuk kerabat, keluarga dan fans pun masih ada untuknya. tapi apa gunanya semua itu jika orang-orang terdekat yang ia sayangi seolah sudah tidak mengharapkannya lagi ? Lalu untuk apa semua pengorbanannya saat ini ?

Jika saja ia tidak memutuskan hubungannya dengan Kris mungkin pria itu bisa menjadi tempat berkeluh kesahnya. Tapi ia tidak mau melakukan hal itu lagi, orang-orang yang ia sayangi akan semakin membencinya. Lebih baik ia menikmati rasa sakitnya sendiri.

Chanyeol merasa membutuhkan obat penenang untuk pikirannya. Ia mengeluarkan handphonenya untuk menelpon seseorang.

"Hyung, bisakah kau memberiku obat ? aku merasa butuh obat untuk pikiranku" ucapnya tanpa basa basi pada seseorang yang sedang ia telpon.

"kau salah orang Chan, aku itu psikolog konsentrasi praktikku memang berupa upaya penanganan, pencegahan, pendiagnosaan dan pemberian terapi. Tapi memberi obat bukanlah bidangku. Kau harus pergi ke seorang Psikiater jika membutuhkan obat untuk jiwamu"

"Psikiater?"

"yap, aku akan merekomendasikan seorang psikiater padamu, namanya Dokter Choi Siwon dia temanku juga dia praktek di Hyundai Hospital, kau bisa mendatanginya kesana jika kau mau"

"baiklah terimakasih Kyuhyun Hyung"

Chanyeol mengakhiri sambungan telponnya. Yah saat ini ia hanya memiliki Kyuhyun untuk berkonsultasi. Dan sebentar lagi mungkin dokter Choi itu akan menjadi tempatnya berkonsultasi juga.

.

.

.

Hari ini Chanyeol mengikuti rekomendasi Kyuhyun untuk mendatangi Dokter Choi. Untung saja dokter Choi praktek di rumah sakit yang sama tempat Luhan di rawat jadi ia bisa menemui dokter itu setelah 'menunggui' Luhan seperti biasa.

Dia berkonsultasi dengan dokter Choi seperti apa yang ia lakukan selama ini pada Kyuhyun. Ia juga bercerita jika akhir-akhir ini ia merasa semakin banyak beban, kepalanya selalu sakit dan pusing karena memikirkan semua masalahnya. Termasuk masalah orang-orang disekitarnya yang seolah tidak mengharapkan keberadaannya lagi dan gejala-gejala lain yang ia alami. Maka dari itu dokter Choi menyimpulkan jika saat ini Chanyeol memang mengalami depresi.

Setelah selesai berkonsultasi Chanyeol segera pergi ke apotek untuk membeli obat sesuai dengan resep yang diberikan oleh dokter Choi. Beliau memberinya resep obat umum antidepresan kategori Selective Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRIs). Efek samping dari obat tersebut pada umumnya seperti sakit perut, insomnia, pusing, perubahan berat badan, sakit kepala dan lain-lain.

Beberapa hari setelahnya Chanyeol kembali pada aktivitasnya sebagai seorang selebritis meski tidak terlalu padat seperti dulu karena Heechul sudah membatasi jadwalnya. Luhan juga sudah keluar dari Rumah Sakit tapi Sehun belum mengijinkannya kembali beraktivitas di butik. Dia masih butuh banyak istirahat.

.

.

.

Beberapa minggu sudah berlalu dan Chanyeol masih berusaha terlihat baik-baik saja. Ia masih bisa tersenyum dan tertawa lepas di depan kamera ataupun di depan fans-fansnya. Dia memang aktor hebat, dia bisa menyembunyikan semuanya dengan rapi. Ia pun masih rutin berkonsultasi pada Siwon dan Kyuhyun karena hanya mereka berdualah yang ia punya sekarang. Orang-orang di sekitarnya masih tidak mempedulikannya hingga saat ini. hanya ada Heechul yang untungnya masih mau menemaninya untuk shooting dan melakukan pekerjaan lain. Itu pun Heechul lakukan hanya karena profesionalitasnya sebagai Manager Chanyeol.

Malam ini Chanyeol duduk di kursi yang berada di balkon apartemennya sambil menikmati coklat panas. Ia kembali teringat kejadian kurang lebih tiga bulan yang lalu tepatnya hari terakhir Baekhyun tinggal di apartemennya. Mereka menikmati coklat panas bersama sambil memandangi pemandangan kota Seoul malam hari di atas sini.

Balkon ini jugalah yang membuat Baekhyun mengetahui semuanya. Bukankah Baekhyun menguping Chanyeol yang sedang bertelpon ria dengan Kris di balkon ini juga ? Hal ini membuat Chanyeol kembali mengingat semua masalahnya, kalau sudah begini kepalanya pasti akan kembali pusing.

Chanyeol memejamkan mata dan meringis sambil memegang kepalanya yang terasa semakin pusing. Ia berusaha mengalihkan pikirannya dengan cara memainkan handphone, browsing Internet atau bermain game. Tapi percuma, rasa bersalah dan menyesal malah semakin mendominasinya di tambah lagi tentang fakta jika ia sudah tidak di terima lagi oleh orang-orang yang ia sayangi membuat ia semakin stress, pusing dan terbebani.

Chanyeol berjalan dengan lesu ke kamarnya sambil tetap memegangi kepala. Ia mengambil obat penenang yang ia simpan di laci nakasnya lalu meminumnya satu tablet. Tapi setelah beberapa menit ia masih saja merasa obat itu tidak bekerja di tubuhnya. Ia masih selalu di hantui perasaan bersalah dan menyesal, benar-benar menyiksa. Entah kenapa kali ini ia tidak bisa mengontrol emosinya. Karena kesal ia pun meminum obatnya banyak-banyak bahkan ia tidak sempat menghitung berapa jumlah obat yang ia minum barusan. Setelah itu Chanyeol langsung tidur pulas sekali.

Pukul 3 pagi Chanyeol terbangun dengan rasa mual dan ingin muntah. Dia mencoba duduk di tempat tidur berniat pergi ke kamar mandi. Tapi baru duduk saja dia langsung terhempas kembali ke tempat tidur karena pusing sekali. Benar-benar pusing. Saat itulah Ia ingat bahwa dia meminum banyak obat antidepresan sebelum ia tertidur.

Chanyeol mencoba berdiri untuk kekamar mandi tapi kembali gagal. Ia sama sekali tidak bisa berdiri. Akhirnya dia 'muntah' di lantai kamar *jangandibayangin* Setelah itu dia mencoba untuk tidur lagi. Tapi tidak lama kemudian Ia kembali terbangun karena terjatuh dari tempat tidur. Ia merasa kaget dan sakit sekaligus. Ia Akhirnya mencoba bangun untuk pindah ke kasur lagi. Tapi gagal lagi jangankan kembali ke kasur untuk duduk saja susah. Tapi dia tidak menyerah dan terus berusaha. Lalu akhirnya Ia pun berhasil duduk tapi Ia kembali 'muntah' dan akhirnya kembali tergeletak di lantai.

Ini gawat, benar-benar gawat. Dia harus meminta pertolongan. Tapi hanphonenya ada dibawah bantal di kasur. Chanyeol mencoba menggapai handphonenya. Hampir setengah jam Chanyeol menggapai-gapai handphonenya yang berada di bawah bantal dan akhirnya berhasil.

Dia berusaha menelpon Siwon, berkali-kali dia salah memencet nomor karena layar handphonenya terlihat berputar saking pusingnya. Susah sekali untuk fokus. Jantungnya terus berdegup kencang seolah ingin meledak saja. Keringat dingin juga terus keluar dari dalam tubuhnya. Siwon tidak menjawab telponnya beberapa kali jadi ia memutuskan untuk menelpon Kyuhyun. Ternyata sama saja Kyuhyun juga tidak mengangkat telponnya. Dan akhirnya Chanyeol memutuskan untuk menelpon Heechul setidaknya ia adalah orang terdekatnya yang masih mau menerimanya.

"ada apa ? kau mengganggu waktu tidurku bodoh" Heechul langsung mengomel saat baru saja menerima telpon dari Chanyeol. tentu saja ia kesal, Chanyeol meneplonnya pukul setengah empat pagi.

"H-hyu-ng... t-tolong ak-aku.." ucapnya susah payah.

"k-kau kenapa Chanyeol?" nada bicara Heechul berubah panik

"pu-pusing... H-hyung... pu-sing se-kali... to-tolong aku..."

"kau tunggu disana, aku ke apartemenmu sekarang"

.

.

.

Heechul berlari tergesa-gesa menuju apartemen Chanyeol. ia benar-benar khawatir. Chanyeol pasti sedang tidak baik-baik saja. Dari nada bicaranya tadi saja Heechul tahu jika Chanyeol sedang menahan rasa sakit. Setelah sampai di apartemen Chanyeol Heechul langsung menuju kamar pria itu dan ia bisa melihat Chanyeol tergeletak di atas lantai dengan 'muntahan' di sekitarnya.

Saat itu juga Heechul langsung menelpon ambulans dan membawa Chanyeol ke rumah sakit. Chanyeol langsung di bawa ke ruang UGD.

Di UGD dia langsung diberi oksigen dan diukur tensi, hitung nadi, nafas, serta suhu. Tensinya mencapai 160/100 mmHg. Normalnya 120/80 mmHg. Nadinya juga mencapai 160 x/menit. Chanyeol merasa jantungnya mau meledak saja. Nafasnya juga memburu cepat. Nadinya terus dimonitor, Chanyeol dipasangi infus dan diberi obat injeksi. Entah obat apa yang dokter berikan padanya. Tindakan lainnya yang dokter berikan adalah NGT ( Naso Gastric Tube ). Semacam selang yang dimasukan dari hidung hingga bisa masuk lambung. Hal itu dilakukan untuk mencuci lambung Chanyeol yang mungkin jadi iritasi atau hal lain karena obat yang ia minum secara berlebihan semalam. Dan itu benar-benar tidak enak sekali rasanya.

Heechul menunggu di depan ruang UGD dengan cemas. Di menggenggam handphone Chanyeol dan botol obat yang tadi ia temukan di apartemen Chanyeol. Botol obat ini pasti adalah penyebab Chanyeol seperti ini.

Entahlah ia merasa sedikit kesal juga. Kenapa akhir-akhir ini ia harus selalu berurusan dengan Rumah Sakit ? awalnya ia di rumah sakit untuk mengurus Chanyeol yang sakit karena kelelahan, lalu Luhan yang kecelakaan, dan sekarang Chanyeol masuk lagi rumah sakit karena Overdosis. Ia bahkan merasa lebih sering berada di rumah sakit di banding di rumahnya sendiri akhir-akhir ini. Menyebalkan.

Heechul menatap heran botol obat di tangan kanannya. Sejak kapan Chanyeol mengkonsumsi obat macam ini ? Chanyeol bahkan sampai overdosis karena obat ini, untung saja Heechul tidak terlambat jika ia terlambat Chanyeol pasti sudah mati. Heechul benar-benar heran sebenarnya obat apa yang Chanyeol minum ini karena tidak ada keterangan apapun di botolnya. Sepertinya Chanyeol sudah merobek kertas keterangan obat tersebut.

Handphone Chanyeol yang berada di tangan kiri Heechul tiba-tiba berdering menandakan ada panggilan masuk. Heechul bisa melihat nama 'Dokter Choi' di layar handphone itu. tanpa pikir panjang Heechul pun segera mengangkat telponnya.

"Hallo?"

"ada apa Chan ? maaf tadi aku tidak sempat mengangkat telponmu"

"ah maaf aku Heechul, manager Chanyeol. Anda siapa ya ?"

"ahhh Kim Heechul ? kau tidak ingat aku ? aku Siwon, Choi Siwon"

"Siwon? Choi Siwon si Kuda so tampan itu? YAK ada hubungan apa kau dengan Chanyeol kenapa kau menelponnya ?"

Siwon dan Heechul memang saling mengenal, mereka juga berteman sama seperti dengan Kyuhyun. Heechul jelas tahu Siwon itu tampan, bentuk tubuhnya juga bagus. Dia takut Chanyeol menjalin hubungan dengan teman lamanya ini karena Kris dan Baekhyun sedang tidak ada. Bisa saja kan ?

Siwon tertawa disebrang sana "hubunganku dengan Chanyeol hanya sebatas dokter dan pasiennya tidak lebih, kau tidak perlu khawatir"

"jadi Chanyeol pasienmu? Tunggu... bukankah kau seorang Psikiater ? Chanyeol sakit apa?"

"dia mengalami depresi, dia menemuiku atas rekomendasi Kyuhyun. Sebelum berkonsultasi denganku dia juga berkonsultasi pada Kyuhyun, bahkan sampai sekarang dia juga masih berkonsultasi pada Kyuhyun sesekali"

"depresi? Yang benar saja Chanyeol bahkan tidak pernah bercerita apa-apa padaku"

"bagaimana ia mau bercerita jika semua orang terdekatnya menjauhinya ? jangankan untuk bercerita untuk menyapa kalian saja ia belum tentu berani"

"..." Heechul tidak menanggapi apa-apa.

"sudah sekarang berikan handphonenya pada Chanyeol. dia pasti sedang membutuhkanku"

"Chanyeol sedang tergeletak di ruang UGD. Dia Overdosis... dia meminum banyak obat yang kau berikan padanya sekaligus" ucap Heechul lirih

"astaga... kalian di rumah sakit mana sekarang ?"

"Hyundai hospital"

"bagus, aku kesana sekarang juga"

.

.

.

Setelah keadaan Chanyeol lebih stabil, dia dipindahkan ke kamar perawatan. Siwon sudah berada disana untuk menemaninya tapi Chanyeol belum bisa bercerita apa-apa pada psikiaternya itu karena ia masih pusing. Intinya sehari itu Chanyeol pusing luar biasa sampai tidak bisa melakukan apapun. Dia hanya tidur di kasur Rumah Sakit dengan keadaan antara sadar dan tidak.

Heechul sudah menelpon Luhan, Sehun dan Kyuhyun dan menceritakan semua yang terjadi. Mereka sedang duduk di kantin Rumah Sakit. Mereka ingin tahu kisah apa saja yang Chanyeol bagi pada Kyuhyun dan Siwon selama ini. Luhan dan Sehun juga kaget sekali mendengar jika Chanyeol sampai overdosis karena obat antidepresan.

"Jadi Chanyeol sudah memutuskan hubungannya dengan Kris?" tanya Luhan sedikit tidak percaya setelah Kyuhyun menceritakan semua yang terjadi pada Chanyeol.

"Yah, dia sudah melakukan itu sekitar dua minggu yang lalu dan dia sangat tertekan setelahnya. Ia membutuhkan banyak orang yang bisa mendukungnya tapi.. yah kalian tahu sendiri" jawab Kyuhyun.

"awalnya chanyeol mengalami stress yang di akibatkan oleh Faktor psikologisnya ia merasakan perasaan bersalah yang berlebihan. Dia merasa menyesali semua kesalahannya tapi tidak bisa berbuat apa-apa sehingga ia terbebani dan pada akhirnya kondisi stress tidak terelakan lagi. Belum lagi faktor Sosiologis yang dialaminya, ia merasa tidak di terima dan tidak dinginkan oleh orang-orang terdekatnya" Jelas sang Psikolog "dan stress itulah yang menjadi gerbang Chanyeol menuju depresi ia mengalami gangguan tidur, perubahan nafsu makan, perasaan bersalah dan merasa dirinya sangat buruk, tidak ada motivasi hidup, mudah tersinggung, dan masih banyak yang lainnya bahkan bisa menyebabkan ia berpikir untuk bunuh diri maka dari itu Siwon memberinya obat antidepresan untuk sedikit mengurangi perasaan depresinya" lanjutnya.

"kami hanya merasa kecewa padanya" jawab Heechul "aku juga tidak tahu jika dampaknya bisa sampai seperti ini"

"yaa memang wajar jika kalian kecewa, marah dan tidak bisa menerima keadaannya saat itu, tapi jika kalian terus menerus melakukan hal itu maka dengan segera Chanyeol akan kembali ke dunia Gay karena merasa kalian telah menolak keberadaannya. Kalian seharusnya bersyukur Chanyeol sudah berniat untuk sembuh ia bahkan melewati beberapa kali masa sulitnya sendirian terutama saat ia harus melawan dirinya sendiri dan menekan segala sikap egoisnya untuk mengakhiri hubungannya dengan Kris. kalian harus menolongnya dengan menerimanya, mencintainya, membuat dia merasa diterima dan mendapat cinta dari seorang 'wanita', merubahnya menjadi mencintai wanita dan wanita yang ia mau itu adalah Baekhyun..."

"... aku ingatkan sekali lagi jika keadaan terus seperti ini maka tidak menutup kemungkinan Chanyeol akan kembali pada Kris. Kerenggangan hubungan kalian dengannya bisa memicu kembali kebiasaan lama Chanyeol, bahkan akan semakin menguatkan pemikiran dulunya bahwa hanya 'Kris' lah yang bisa mengerti dan memahaminya. Kalian tidak boleh kalah oleh kris untuk menarik perhatian Chanyeol dan membuatnya nyaman"

Luhan sudah terisak sejak tadi mendegar semua penjelasan Kyuhyun. Jadi adiknya mengelami keadaan sulit selama ini sendirian? Ia merasa bersalah pada Chanyeol. Chanyeol bahkan sampai berkonsultasi pada seorang psikolog dan psikiater sekaligus. Andai ia bisa sedikit mengontrol emosinya dan memberi kesempatan pada Chanyeol untuk bicara pasti Chanyeol tidak akan sampai seperti ini.

Sehun langsung memeluk tubuh istrinya yang bergetar. Ia juga merasa bersalah pada Chanyeol karena sudah mendiamkannya selama ini. sedangkan Heechul hanya mengusap wajahnya sambil menghela nafas panjang.

"belum terlambat, kalian masih bisa memperbaiki semuanya. Aku hanya minta kalian untuk terus mendukung Chanyeol. jangan tinggalkan dia lagi, dia sangat membutuhkan kalian" ucap Kyuhyun sambil tersenyum.

.

.

.

Chanyeol merasa masih pusing, tapi pusingnya sudah tidak separah kemarin. Dia sudah bisa melihat dengan fokus. Kemarin semua yang ia lihat terasa berputar. Hari ini Siwon kembali menemuinya dan Chanyeol sudah bisa menjelaskan kronologi kejadian yang ia alami. Chanyeol sudah sadar sepenuhnya dan nyambung diajak bicara. Tapi Ia masih pusing jika berdiri jadi Ia hanya bisa berbaring atau duduk di kasur Rumah Sakit. Salah satu infusnya juga sudah dihentikan. Saat di UGD Ia memang di beri 2 infus, nah yang satu sudah boleh dilepas tapi satu lagi masih dipasang. Setidaknya Ia bisa lebih bebas bergerak dengan satu infus di banding kemarin.

Selain Siwon selaku psikiater-nya, dokter penyakit dalam juga tetap datang untuk melihat kondisinya. Intinya hari ini Chanyeol sudah sadar, Ia sudah bisa bicara, bisa makan minum, dan tidak muntah lagi.

Siwon keluar dari kamar rawat Chanyeol dan pamit untuk kembali ke ruangannya pada Heechul, Luhan dan Sehun. Ketiga orang itu pun langsung masuk kedalam kamar rawat Chanyeol. Luhan masuk paling pertama, dia langsung berlari ke arah chanyeol yang sedang duduk di atas kasur lalu memeluknya erat.

"Chaniee... hiks maafkan Noona. Noona tidak tahu jika semuanya bisa sampai seperti ini" Luhan memeluk Chanyeol begitu erat. Ia tidak tega melihat adiknya seperti ini padahal beberapa hari yang lalu kondisinya juga tidak jauh berbeda dengan keadaan Chanyeol sekarang.

Chanyeol sedikit kaget melihat tindakan Luhan. Bukankah Noonanya ini sangat marah padanya?

"N-Noona?" panggilnya sedikit ragu. Ia takut Luhan kembali marah jika Ia memanggilnya 'Noona' lagi.

"Iya sayang ini Noona. Maafkan Noona, Noona menyesal Channie" Luhan terus terisak masih sambil memeluk adiknya.

Chanyeol melepaskan pelukan itu lalu menatap wajah Noonanya yang penuh airmata. Ia menghapus airmata di wajah Luhan dengan jempolnya lalu memberikan senyuman termanisnya pada sang Kakak.

"Noona tidak salah apa-apa kenapa minta maaf ? aku yang selama ini memiliki banyak salah pada Noona. Noona mau memaafkanku?"

Luhan mengangguk sambil ikut tersenyum "Channie berjanjilah pada Noona jika ada masalah kau harus menceritakannya padaku. Jangan pendam semuanya sendirian, kau mengerti?"

"Iya, asal Noona mau mendengarkanku. Aku pasti akan menceritakan semuanya pada Noona"

"Noona sangat menyayangimu Channie" Luhan kembali memeluk adiknya. Ia juga merindukan Chanyeol. Selama di rawat di Rumah Sakit Luhan memang tidak bertemu dengan Chanyeol karena ia masih marah. Padahal chanyeol selalu ada di depan ruang rawatnya waktu itu.

"Aku juga sangat menyayangi Noonaku yang cantik ini" Chanyeol membalas pelukan Noonanya sambil tersenyum bahagia.

Sehun dan Heechul yang melihat adegan drama antara Park Siblings itu pun ikut tersenyum senang.

.

.

.

Keadaan Chanyeol semakin membaik. Hari ini Luhan datang lagi, dia janji akan menemani Chanyeol selama di rawat di rumah sakit. Hubungan keduanya pun kini sudah seperti dulu. Mereka kembali menjadi sepasang adik-kakak yang manis. Heechul juga berada disini untuk menemani mereka. Ia kini sudah benar-benar mengosongkan jadwal Chanyeol selama sebulan penuh kedepan. Ia ingin Chanyeol benar-benar istirahat tanpa beban.

Heechul tiba-tiba teringat sesuatu. Ia belum memberitahu Baekhyun tentang keadaan Chanyeol. Ia pamit sebentar untuk keluar saat Luhan sedang menyuapi Chanyeol. ketika sudah di luar ruangan Heechul langsung menelpon Baekhyun dan menceritakan semuanya. Mulai dari stress yang dialami Chanyeol, tentang Chanyeol yang memutuskan hubungannya dengan kris, tentang Chanyeol yang akhirnya depresi hingga overdosis sampai kemarin.

Baekhyun jelas sangat kaget mendengar semuanya. Ia juga merasa bersalah karena sudah memperlakukan Chanyeol begitu dingin saat ia di Seoul. Baekhyun baru sadar jika saat dibandara Chanyeol memang serius. Ucapannya waktu itu bukan sekedar bualan lagi seperti apa yang di pikirkan Baekhyun.

Heechul kembali masuk ke kamar rawat Chanyeol sambil tersenyum. Chanyeol sudah selesai makan dan Luhan sedang membereskan peralatan makannya. Heechul berjalan mendekati Chanyeol lalu memberikan handphonenya pada Chanyeol membuat Chanyeol mengerutkan kening tidak mengerti.

"bicaralah" Heechul hanya berkata seperti itu.

Chanyeol menerima handphone Chanyeol lalu menempelnya di telinga sebelah kanan.

"h-hallo?" ucap Chanyeol sedikit ragu. Ia tidak tahu siapa orang yang sedang Heechul telpon.

"hiks..." Chanyeol semakin mengerutkan keningnya tidak mengerti kearah Heechul saat ia malah mendengar suara isak tangis di sebrang sana.

"Hyung ini siap-"

"YAK DASAR KAU MANUSIA BODOH"

Chanyeol langsung terperanjat kaget saat tiba-tiba suara di sebrang sana meneriakinya. Tapi ia sangat hapal siapa pemilik suara ini. yaps, Byun Baekhyun.

"B-Baekhyun?"

"PARK CHANYEOL IDIOT APA YANG KAU LAKUKAN ? APA KAU BEGITU BODOH SEHINGGA MEMINUM OBAT SAJA TIDAK BISA? OBAT ITU DIMINUM SATU-SATU KENAPA KAU MINUM SEMUANYA ? KAU MAU MATI HAH?"

"..." Chanyeol tidak menjawab apapun tapi sebuah senyuman langsung tergambar jelas di wajahnya. Luhan sudah ingin bertanya siapa orang yang sedang bertelpon dengan adiknya itu tapi Heechul langsung memberinya kode untuk diam. Ia memberi tahu Luhan dengan gerakan bibir jika yang sedang bicara dengan Chanyeol itu adlaah Baekhyun. Luhan mengangguk mengerti sambil tersenyum senang.

"Kau membuatku khawatir setengah mati sialan" ucap Baekhyun sedikit lirih.

"terima kasih telah mengkhawatirkanku. Bagaimana kabarmu, Baek?" Chanyeol bertanya dengan senyuman yang masih bertengger di bibirnya.

"KENAPA KAU MALAH BERTANYA KABARKU ? aku baik-baik saja hiks... Kau yang kenapa-napa bodoh hiks..." Baekhyun menangis lagi di sebrang sana.

"aku baik-baik saja Baek, jangan menangis seperti itu kau membuatku merasa bersalah" Chanyeol berucap sedih.

"baik-baik saja apanya ? Heechul Oppa bilang kau overdosis obat antidepresan dan hampir mati. Bagaimana aku tidak khawatir. Kau benar-benar menyebalkan Park Chanyeol" omel Baekhyun meski ia masih terus terisak.

"itu benar, tapi keadaanku sekarang sudah mulai membaik. Kau tidak usah khawatir lagi aku tidak jadi mati 'kok hehe" Chanyeol nyengir seperti orang idiot.

"benarkah ? padahal aku berharap kau mati saja" ucap Baekhyun yang tiba-tiba kembali ketus.

"itu mau-mu? Baiklah aku akan mengabulkannya, aku akan meminum semua obat yang ada di rumah sakit ini agar kau puas" Chanyeol tidak serius. Ia hanya ingin menggoda Baekhyun.

"YAK! lihat saja aku akan memberimu pelajaran besok lusa" cibir Baekhyun.

"besok lusa? Kenapa tidak sekarang?"

"sekarang aku masih harus kuliah, besok juga. Lusa itu hari sabtu aku libur dan aku akan memberimu pelajaran saat aku tiba di Seoul"

"di Seoul?"

"yap, aku akan memberimu pelajaran disana"

"kau mau kemari lagi?"

"hm"

"yeaaaaay aku tidak sabar untuk itu Baek" Chanyeol tiba-tiba berteriak kegirangan "btw... memangnya kau sudah tidak marah padaku?"

"siapa bilang ? aku masih marah. Apalagi kelakuanmu semakin bodoh saja"

"hehe yasudah tidak apa-apa aku akan membuatmu memaafkanku jika kau sudah sampai disini"

"terserah kau saja"

"Baek.."

"hm?"

"aku merindukanmu"

"..." Baekhyun tidak menanggapi ucapan Chanyeol barusan. Andai saja Chanyeol bisa melihat wajahnya yang kini sudah merona, benar-benar menggemaskan.

"ah.. sudah dulu ya. A-aku ada kelas sebentar lagi. Tolong sampaikan salamku pada yang lain. Bye" Baekhyun bicara sedikit gugup lalu langsung memutuskan sambungan telponnya.

TBC

Yeaaayy bisa beres juga ternyata chapter ini di tengah-tengah rasa stress akan serangan tugas mendadak yang ribetnya minta ampun padahal baru masuk kuliah beberapa hari doang -,- *malah curhat* hehe, gimana-gimana ?

Di Chapter ini aku masukin lagi beberapa kalimat dari Om Mario, ituloooh yang pas si Chanyeol galau abis mutusin Kris. Yang tulisannya di Bold dan Italic. Terus yang tentang overdosis itu aku dapet ilmunya dari salah satu blog yang ceritain tentang bipolar gituuu. Apa aku perlu bikin daptar pustakanya ya ? kkk~

Dan buat kalian-kalian yang nunggu KrisYeol putus noh liat udah aku kabulin meski cuman sepihak, gimana puas ? wkwkwk

Buat yang dibikin gedeg dan greget banget sama Chanyeol di beberapa Chapter terakhir gimana nih ? apa Chanyeol masih kurang menderita ? dia ampe overdosis loh saking depresinya kalian ga kasian apa sama dia :( ayang maapin aku yaah *Peluk Chanyeol*

Kris juga kasian hayooh, dia ga salah apa-apa tapi ikut tersakiti. apasalahnya dia mempertahankan cintanya coba ? *muntah* wkwk apa dia juga masih kurang menderita ? emaknya sakit, dia juga kehilangan pekerjaan terus diputusin Chanyeol. kurang ngenes gimana lagi coba hidupnya ? *maapin aku bang*

Aku sendiri sekarang bingung sebenernya yang salah dan yang jahat di FF ini tuh siapa ? :( apa aku kali yah yang jahat sama semua cast disini ? wkwk maapin deh

Dan FYI sekarang udah ga ada lagi 'UKE LABIL' dia udah insyaf sekarang adanya 'UKE STRESS' wkwkwk *ditabokchanyeol*

Udah ah mending langsung balas review dari readers ku tercinta :*

*mulailebay*

Senpaice : Makasih udah review^^ yakali kalau mereka suami istri pasti lebih nyesek banget. gatega aku sama Baek kalau suaminya kaya gitu. Cukup pas pacaran aja ya :') keep reading juga yaaah ;)

Luhan : Makasih udah review^^ waaah ff nya ganggu kamu lagi belajar dong ? maapin yaaa :( ini udah di lanjut, dibaca lagi ya tapi kalau lagi belajar beresin dulu belajarnya baru lanjut baca ffnya hihi ;)

Younlaycious88 : Makasih udah review^^ yesss bener banget dan Baekhyun teguh pada pendiriannya kalau dia ke Seoul cuman buat jenguk Luhan. Bukan buat Chanyeol. yekaaaaan? Wkwk ini udah di next, dibaca lagi ya Hwaiting!

Zarahime5 : Makasih udah review^^ yakin masih mau tabokin Chanyeol ? gakasian apa sama dia ? :( wkwk ini udah di apdet lagiii. Baca lagi yaaa ;)

KaiSoo Daughter : Makasih udah review^^ iya tuh si Chanyeol udah tau rasa, pake banget malah :') itu bahasa jawa ya ? aku ga ngerti tapi pengen ngakak kalau liat orang marah2 pake bahasa daerah tuh -daerah apapun- lucu aja gitu kkkk~ ini udah lanjut, Kaisoo nya udah nongol dikit doang tapi wkwk di baca lagi yaaah :*

PCYloveBBH : Makasih udah review^^ makin seneng dong kamu baca Chap ini ? Chanyeol kan ampe overdosis tuh saking depresinya :'( hahaha serah lu dah, apapun yang terjadi Heechul tetep om kesayangan aku ya :p Semangat juga yaaaah ;)

AegyaCho : Makasih udah review^^ dia bahkan bentar lagi mau enyah dari hati Chanyeol :') kasian gasih ? akusih rada kasin :( iyaa baek juga pilih ngikutin hatinya kok hihi. Ini udah di lanjut di usahakan tetep tepat waktu kok, di baca lagi yaa ;)

Anisyawurjaning : Makasih udah review^^ tenang-tenang Lulu udah ga ngenes kok skrg ayang aku yg lagi ngenes :') ampuuuun... hehe skrg apdetnya ga malem-malem amat dan bikin kamu ngalong lagi kan ? hihi maapin yah muah. Ini udah di next silakan dibaca lagi, jangan ngalong lagi tapi ;)

Blackwhite1214 : Makasih udah review^^ baekhyun udah ikutin kata hati dan dia teguh banget sama pendiriannya ga kaya ayang aku kemaren-kemaren :') sekarang bukan HunHan lagi yg nelangsa tapi Chanyeol, kamu kasian ga sama dia ? :( mereka akan bersatu lagi kok yang sabar aja ya ;) apdet sesuai jadwal aja yaaa hihi silakan dibaca lagi lanjutannya ;)

Sniaanggrn : Makasih udah review^^ Tao ngelakuin itu buat kebaikan juga kan :') udah kok skrg bukan cuman niat dia bahkan berani mutusin kris, gimana udah puas ? *kedip-kedip* etsss jangan salah sekarang ga ada lagi uke labil adanya uke stress wkwk

Indaaaaaahhh : Makasih udah review^^ gausah patahin lagi kartunya. Hatinya aja udah patah kok :') Chanbaek sweet2an nya ditahan dulu ya. Chanyeol masih atit abis overdosis di RS tunggu dia sembuh aja dulu ;) eiiiyy disisni ga ada dede thehun, dia bahkan lebih tua dibanding Chan sama Kai di ff ini T.T aneh gasih ? wkwk

Byunswag : Makasih udah review^^ masih gregetkah sama mereka ? hihi syukur deh kalau feel nya kerasa. Kaisoo jatahnya emang dikit di ff ini. nanti deh aku bikin ff khusus mereka kalau sempet hehe. Ini udah lanjut dibaca lagi yah ;)

Shin Yo Young : Makasih udah review^^ tidak semudah ituu nak tidak semudah ituuu *geleng-geleng* kita siksa dulu Chanyeolnya yah abis itu buat mereka bersatu kembali *jahatamat* wkwk

RLR14 : Makasih udah review^^ waaaah ampe segitunya, makasih banget *peyuuk* ya kris emang udah balik ke kanada dan dia lagi galau banget, kamu ga kasian apa ? :( huhuhu chanbaek moment nya ditahan dulu ya, tunggu si Chan pulih dia kan masih di RS :') ini udah dilanjut, dibaca lagi yaaah tapi jangan sampe nunda tidur lagi ;)

YJYSCKCBShipper : Makasih udah review^^ apa keselnya sama Chanyeol masih ada ? dia udah berani mutusin Kris loh :') belum waktunya TaoRis ketemu tunggu aja ya *kalau ada* wkwk daehyun cuman selingan doang disini hehe yeeaaaay setuju banget sama kamu seenggaknya udah berusaha yah :') ini udah ada next Chap, di baca lagi yaa ;)

Fanoy5 : Makasih udah review^^ ini udah di lanjut, dibaca lagi yaaah ;)

Re-Panda68 : Makasih udah review^^ sekarang salam nya di ganti jadi "salam Uke Stress" wkwk sekarang KrisYeol yg lagi butuh dikasihani tuh :') ini udah di lanjut. Dibaca lagi ya bebepsss. Semangat !

Thestarbaek0506 : Makasih udah review^^ ini udah di lan to the jut reader ku sayang wkwk dibaca lagi ya ;) FIGTHING !

Byunyeolliexo : Makasih udah review^^ udah di next nih dibaca lagi yah ;)

Hunhanrakaisoo : Makasih udah review^^ dia udah sadar. Sadar banget malah ampe depresi gitu :( ini udah di netx dibaca lagi yaah ;)

KaiSooLovers : Makasih udah review^^ Baek juga ikut kata hati kok :) Daehyun cuman selingan aja kok dia ga rebut Baekhyun –karena emang ga bisa- wkwk dan Chan ga diem aja liat tindakannya di Chap ini. udah di lanjut di baca lagi yaah ;)

Lativaakatsuki : Makasih udah review^^ Luhan skrg udah sehat, bilang gws ke Chan juga yah :') iya Baek udah ke Seoul tapi balik lagi dia kan harus kuliah hehe Chanyeol udah sadar pake banget kok skrg. Ini udah lanjut dibaca lagi yah :3 Fighting !

Iyou : Makasih udah review^^ mereka bentar lagi baikan dan Chanyeol udah sadar :) ini udah di next, baca lagi yaa ;)

LuXiaoLu : Makasih udah review^^ ia dia udah sadar kok pake banget udah taurasa dia :') Luhan sama sehun udah baik2 aja skrg Chan yg ga baik2 aja :(

Hunhan aegy : Makasih udah review^^ ini udah lanjut baca lagi ya biar ga penasaran ;)

Zoldyk : Makasih udah review^^ thankyouuuuuu^^

Followbaek : Makasih udah review^^ jangan gituuuu :( kamu ga kasian apa sama Chanyeol, dia udah sadar sekarang *kedip-kedip* ini udah dilanjut baca lagi ya ;) fighting !

Chanbackhug: Makasih udah review^^ ia Chan berulah lagi tapi sekarang dia udah sadar kok :') kak Dae buat selingan aja kok hihi. Hahaha tenang aja ini kan bukan ff Yaoi/Yuri endingnya ga akan menyimpang jadi KrisYeol sama TaoBaek kok ;)

Kaysaiko : Makasih udah review^^ eh salamnya udah di ganti jadi SALAM UKE STRESS wkwk. Yah keyakinan kamu bener banget Chan ga akan nyakitin Baek lagi. Tapi tolong ya gausah genit gitu sama ayang aku pake bilang Chanbeb segala mau gue bakar ? LOL

Exindira : Makasih udah review^^ wkwk ide cerita buat yg Kaisoo nanti aku mau yg agak mendayu2 ah ga akan ada pembuatan anak *apaini?* wkwkw Keep reading yaak ;)

Indrisaputri : Makasih udah review^^ Baek ga labil kok dia teguh pada pendiriannya :D tapi skrg udah ga ada uke labih, si labil udah jadi stress skrg, kasian dia :( figthing !

Ikki Ka Jung99 : Makasih udah review^^ yaaa itung2 penghibur dikit lah di ff ini dia hehe. Aku sih kalau mau posting dokumen baru method-nya pilih File Upload jadi ngambil file dari laptopku gitu terus formatnya Story bukan DocX. Tp emang gitu kan ? gatau deh soalnya alhamdulillah kalau aku sih lancar2 aja gitu hehe. Udah di next nih di baca lagi ya biar ga penasaran ;) FIGHTING !

Rikamaulina94 : Makasih udah review^^ dia udah tegas dia udah milih Baekhyun dia udah ga jadi uke labil dia udah jadi uke stress skrg :') ini udah dilanjut, di baca lagi ya biar ga penasaran ;)

HunHanCherry1220 : Makasih udah review^^ dia udah berusaha berubah, apa masih gedeg juga ? :') nah iyaaa, kasih orang lain kesempatan ga ada salahnya kan yah hihi ini udah dilanjut nih di baca lagi ya ;) fightingg !

Exoel : Makasih udah review aku masukin Dae buat selingan aja ga akan ada Daebaek disini kamu tenang aja ;) itu apaan dah pake anak alay pesbuk segala wkwkwkwk . ini udah lanjut baca lagi ya ;)

Dhita : Makasih udah review^^ Chan udah putusin Kris tuh.. yekaaaaan kasian juga Chanyeol kaaaan :'( ayang gue dinistain nih di Chap ini. ini udah di next dibacalagi yah ;)

Leeyeol: Makasih udah review^^ ga kasian apa gitu kamu sama dia sekarang? :( ini udah lanjut baca lagi yaah ;)

Kyungexo : Makasih udah review^^ iyaa iyaaa dia udah ikut Chanyeol kok ;)

JungYongie : Makasih udah review^^ dia jadi piguran doang kok sekedar buat penghibur doang di tengak ketegangan konflik Chanbaek hehe Chan juga udah bertobak kok :') gpp dimaklum banget kok hihihi aku tidak akan emmbuatmu mati penasaran makanya ini udah lanjut dibaca lagi yah ;) Keep Reading and Fighting !

Fuji jump910 : Makasih udah review^^ ini udah dilanjut di baca lagi yah ;) gpp kok santai aja hehe

Nabilasalsabila79 : Makasih udah review^^ ini udah lanjuuut, tambah greget ga ? bacalagi yaah ;)

Doremifaseul : Makasih udah review^^ Chanyeol bisa tobat tanpa harus Luhan meninggal kok :') aku gatega bikin Lulu meninggal :( huhuhu kamu masih benci aja gitu sama Chanyeol ? ga kasian apa sama dia udah ampe overdosis gicuuu ? maapin Chanyeooolll T.T wkwkwk. Keep reading yaak ;)

Lolitasylva23 : Makasih udah review^^ iyaa Baekhyun nengokin Luhan kok kan dia sayang sama Luhan :') udah di next nih di baca lagi yaa ;)

Rachel suliss : Makasih udah review^^ dia udah lepas Kris demi semuanya :') Kris keliatan paling ga normal karena ga ada yang ngingetin atau neken dia kaya Chanyeol dia jadinya ya santai2 aja gituu. Baekhyun turutin kata hati kok :)

Mrblackj : Makasih udah review^^ dia teguh pada pendirian kan. Cuman buat nengok Luhan gakurang ga lebih :') ini udah lanjut dibaca lagi yah ;)

KimKyungIn1214 : Makasih udah review^^ nggak kok Dae cuman figuran doang disini kkk~ ini masih kurang luaskah konfliknya :\ ini udah dilanjut dibaca lagi yah ;)

Nur991fah : Makasih udah review^^ baek ngikutin saran kamu tapi skrg ga ada lagi itu namanya uke labil adanya uke stress wkwk eaaaak itu yg kalimat terakhir itu semacem curhat apa begimana tuh ? haha

Anggi32897 : Makasih udah review^^ wuuu kemana aja ? haha wawawaw napsu amat nih wkwk Chanyeolnya udah menderita tuh ampe overdosis gimana ? masih kurang ? ga kasian apa sama dia :( Baekkie gabisa terlalu jual mahal orang dia yang pertamanya suka sama Chan ya urusannya susah paling dia rada judes-judes gajelas gitu aja kek dulu sama Chan nya tapi tetep perhatian gicuuu hehe udah aku cek PM nya udah di bales juga hehe udah apdet nih dibaca lagi ya ;)

Hwang Yumi : Makasih udah review^^ aku ga sejahat helokiti :(((( kemaren sih belum sekarang udah *menurutChan* hehe yakali ampe 20k bisa tinggal tulang nih jarinya wkwk *lebay* Keep reading juga yaachh ;)

Nellshawolslockets : Makasih udah review^^ iyaaaps termasuk itu, itu buktinya kris diputusin :') berani cium Chanyeol aku lempar kamu ke kandang naga *emangada* wkwkwk makasih udah nunggu, dibaca lagi ya ;)

Sarimulyani94 : Makasih udah review^^ iya bener ini demi Lulu :') tuhkhaaaaaan chanyeol juga kasian banget sebenernya dia ampe depresi gitu coba :( ini udah apdet dibaca lagi yah ;)

Ririn Cross : Makasih udah review^^ Baek ga nolak Chan kok mana bisa dia nolak si Chanyeol itu wkwk Chan udah mutusin Kris tuuhhh. Chen kalau tahu yg sebenernyamah udah abis tuh si Chanyeol wkwk keep reading, iyaa semangat yaaaah ;)

Baekkiepyon : Makasih udah review^^ iyee iyee itu baek udah pilih kata hati hehe. Kalau mau pin BB PM aja ya aku gabisa bales disini hehe ;)

ParkByun : Makasih udah review^^ iyaa Baek nya ikutin kata hati kok. Ini udah lanjut, baca lagi ya ;) ini ceritanya doang udah 8k word lebih udah panjang kan ? ya mayan lah kkk~

Doaddict : Makasih udah review^^ yuhuuuuuuuuuuuuuuu ini udah lanjut baca lagi yaaaaaah ;)

Nia : Makasih udah review^^ iya ibunya Kris beneran sakit kok. serangan jantung dia :') mana ada rasa bersalahnya sama luhan dia udah terlalu dibutakan cinta wkwkwk

Parklili : Makasih udah review^^ dia udah putusin Kris kok sekarang udah tobat dia :') jahat banget kamu malah seneng liat Chanyeol dimarahin wkwk

Mirarose86 : Makasih udah review^^ di usahain konsisten kok apdetnya ;) Kris udah ngenes tuh, apa masih kurang ? :(

JungKimCaca : Makasih udah review^^ ini udah lanjuuuuuttt, baca lagi yaah ;)

90Rahmayani : Makasih udah review^^ hehe si Dae emang sengaja di jadiin figuran disini buat penghbur di tengah2 ketegangan konflik yang ada(?) Baek ikutt tuuh tapi cuman mau nengok Luhan doang hehe ini udah di lanjut baca lagi yak FIGHTINGGGGGG!

Shallow Lin : Makasih udah review^^ gpp reviewnya tetep masuk kok ;) dia ga akan labil lagi dia udah mutusin Kris buat semuanya :') jangan kesel lagi sama Chan yah :') aku sebagai *uhuk calon istrinya ga rela juga lama2 laki gua di sumpahin terus wkwk. Siaaaappp ini udah di lanjut nih dibaca lagi ya ;) FIGHTINGGG!

Kyungie Baby : Makasih udah review^^ tuhkaaaah kasian juga kan chanyeol nya :( hehe sengaja daehyun buat penghibur gituuu :D baek emang nurutin kata hatinya. Ini udah di next di baca lagi yaah ;)

Guest : Makasih udah review^^ iya iya Chan udah nyesel kok :') iyaaa emang gitu kan Baekhyun juga hehe iyaaa tenang aja pasti Chanbaek kok judulnya aja ada Chanbaeknya hehe. Udah lanjut nih di baca lagi yah ;)

Nonabyun : Makasih udah review^^ iya yah kasian Chan yah :') haha kissing scanenya ditunggu ya ada kok ntar hehe

ByunAud : Makasih udah review^^ kamu jangan gitu sama Kris dia udah ngenes gitu idupnya :( huhuhu. Haha biar sengaja dia tau rasa dulu gicuuu. Baekhyun udah ngikut tuhhh. Hwaitinggg !

Oh Lana : Makasih udah review^^ haha tau dah. Iya dong Baekhyun juga ga kalah beken sama artis wkwk iya laaah Tao kan Fans nya Chanyeol apapun yg terjadi haha

Hea : Makasih udah review^^ masih tega gitu kamu jadiin Chan gantungankunci :( dia udah mau lepas Kris loh :')

XiaoCha : Makasih udah review^^ ini udah dilanjutin, dibaca lagi yaaah ;)

Byunbaek : Makasih udah review^^ iyaaa Baek udah ikutin kata hati kok ;) keep reading juga yah ;)

Chanbaek shipper : Makasih udah review^^ kamu sepikiran sama Baek berarti hihi dia udah mutusin KEKASIH SETIA nya kok :') yeheeeeyyyy setia banget kamu nunggu ff ini *peyuuk* ini udah di lanjut baca lagi yaa ;)

Kai4d.o : Makasih udah review^^ iyaaa Baek ikutin kata hatinya kok ;)

Choi Hyun Young : Makasih udah review^^ di chap kemaren sih belum sekarang udah kayanya :') iya emang mana ada kata 'ikuti kata otakmu' yakk wkwk

ChanBaekLuv : Makasih udah review^^ iya emang, bikin sadar dia kan hehe baek udah ikutin kata hati juga. Iya emnag itu tujuan aku masukin Daehyun kemaren hehe. Ini udah aku kabulin aku bikin dia menderita, apa masih kurang ? hiks :'(

Chanbaekalwayshee : Makasih udah review^^ iyaaa baek juga ikut kata hati :) ini udah ada lanjutannya dibaca lagi yaah ;)

Choi hee won : Makasih udah review^^ ini udah dilanjut baca lagi yaah ;) waaaah syukur deh kalau bisa menginspirasi hehe. Ternyata ada gunanya juga ff gue wkwk

Ahn Sunyoung : Makasih udah review^^ waaaah syukur kalau feel nya dapet banget hehe maap ya bikin nangis. Yakin masih mau bejek-bejek Chanyeol setelah ini ? hiks :'( ini udah apdet dibaca lagi yah ;) Hwaiting !

GalaxYeol : Makasih udah review^^ haha iya gpp kelewat sekali doang hehe. Wiiih asik banget bisa nonton TLP tolong salamin buat ayang aku yah ;) iya dia kan udah mau tobat tuh hehe Luhan udah sadar skrg Chan yang sakit (lagi) ini udah lanjut, dibaca lagi yaaah SEMANGATT ;)

Rezztuyutha : Makasih udah review^^ apa skrg masih kesel sama Chanyeol ? T.T ini udah dilanjut, baca lagi yah biar ga penasaran ;)

Zahee : Makasih udah review^^ itu udeeeh tuh dia udah mutusin Chanyeol :') Chanyeol udah mikirjuga tuh mikir keras malah ampe depresi :( iyaa yg Chap 9 itu hampir 11k yg kemaren cuman sekitar 7k lebih gituuu yg ini 8k lebih hehe. Ini udah apdet, di baca lagi yaah . semangaaaat ;)

sekali lagi makasih banyak buat kalian semua yang udah review jangan lupa review lagi yaak^^ buat reader lain yang belum sempat review aku tunggu juga reviewnya, tapi aku ga akan maksa kok segimana keikhlasan kalian aja mau ngasih review atau ngga soalnya dengan kalian udah mau baca ff aku yang mungkin sangat biasa aja ini aku udah seneng hehe, oke cukup sampai ketemu di chapter depan paipaiiiii^^

maaf kalau ada nama yg salah tulis atau ada yg kelewat ga ada unsur kesengajaan kok enelan deh hihi

SALAM UKE STRESS !