Sesampainya dimansion, semuanya memasuki kamar masing - masing kecuali Luhan yang masih belum bisa tertidur dan merenung didapur sendirian.

"Lu" Sehun memanggil Luhan namun tidak ada respon dari kekasihnya tersebut

"Luhan" Sehun mengguncang bahu kekasihnya barulah sang kekasih sadar dari lamunannya

"Apa?" Luhan terkejut dengan Sehun yang mengguncang bahunya dengan sangat tidak wajar

"Kau kenapa? Daritadi aku memanggilmu namun kau tidak menjawab" Sehun sangat khawatir pada kekasihnya

"Aku tidak apa" Luhan juga tidak tahu kenapa dirinya bisa seperti ini

"Lebih baik kau tidur denganku saja" Sehun mengusulkan ide tersebut karena dia tidak ingin ada apa - apa dengan kekasihnya

"Hm, baiklah" Luhan setuju saja karena dirinya sudah sangat lelah dan ingin tidur nyenyak

"Apa tidak apa jika kau tidur dikamarku Lu?" Sehun bertanya karena pasalnya jarang sekali majikannya mau tidur dikamar bodyguardnya

"Hm, tidak masalah" Luhan memang tidak masalah karena kamar bodyguardnya juga tidak jelek - jelek kali

"Baiklah, ayo" Sehun mengajak Luhan memasuki kamarnya yang rapi

"Aku tidak menyangka jika pria sepertimu sangat rapi" Luhan terpesona pada kamar Sehun yang sangat rapi untuk ukuran pria

"Aku hanya terbiasa Lu, dulu kamarku sangat berantakan" Sehun membuka kartu lamanya sehingga membuat Luhan tersenyum saja

"Bagus jika ada perubahan, aku ingin kita semua berubah kearah yang lebih baik"

"Hm" Sehun naik keatas ranjang dan diikuti Luhan dan mereka tidur dalam posisi saling berpelukan

"Lu" Sehun mencoba memanggil kekasihnya yang mungkin belum tidur

"Hm" Luhan bergumam sambil tetap apda posisinya diatas dada Sehun

"Aku sangat mencintaimu dari awal pertemuan kita" Sehun mengungkapkan cintanya pada sang majikan yang sekarang sudah sah menjadi kekasihnya

"Aku juga" Luhan juga namun pada awalnya dia hanya larut jatuh dalam pesona penis Sehun yang panjang disertai ketampanan yang dimiliki Sehun namun semuanya berubah

"Ayo tidur" Sehun mengerti kondisi kekasihnya yang kelelahan karena dari suarnya nampak bahwa dirinya sudah sangat mengantuk

"Selamat tidur Lu" Sehun mencium kening kekasihnya sebelum memasuki alam mimpi bersama kekasihnya

..

..

..

"Lu, ayo sekolah" Sehun membangunkan sang kekasih karena mereka mau sekolah hari ini

"Nghh..." Luhan bangun terpaksa karena harus sekolah sedangkan Sehun sangat gemas dengan kekasihnya yang baru bangun

"Kau imut sekali LU" Sehu mencubit pipi Luhan sedangkan Luhan yang belum sadar total harus merasakan sakit dipipinya

"Sehun lepas, sakit. Sehun..." Luhan merasakan sakit pada kedua pipinya karena cubitan dahsyat Sehun pada pipi sexynya

"Sehun lepaskan" setelah suara Luhan sedikit meninggi barulah Sehun melepaskan cubitannya

"Kau itu sebagai kekasih masa mencubitin pipi kekasihnya, dasar tidak romantis" sekarang giliran Luhan untuk mencubit pipi kekasihnya yang terkadang imut dan terkadang tampan

"ARGH.. LU... KAU KEJAM SEKALI" Sehun kesakitan karena cubitan Luhan juga sangat dahsyat

"Ayo mandi" Luhan melepaskannya dan berjalan menuju pintu

"Kau mau kemana Lu" Sehun heran kenapa Luhan keluar dari ruangan

"Mandi, kau sudah berpikiran yang tidak - tidak kan. Kita belum sepasang suami istri untuk mandi bersama" Luhan sangat tahu dari nada pertanyaan Sehun

"Aku minta maaf, lagian kita sudah pernah saling melihat satu sama lain" Sehun malu karena ketahuan berpikir yang tidak - tidak

"Aku tidak mau, nanti penismu bangun dan akan memperlambat kita kesekolah" Luhan tahu bahwa laki - laki sangat mudah terangsang apalagi dipagi hari

"Baiklah" Sehun paham dan merasa dirinya bodoh sekali

Setelah tiga puluh menit semuanya berkumpul dimeja makan dan langsung sarapan, tidaka da yang berbicara satupun karena mereka mau cepat masuk sekolah. Mereka bergegas memasuki mobil untuk melajukan mobil kesekolah.

"Hun, kau yang menyetir" Luhan memberikan kuncinya sedangkan Kris duduk disamping pengemudi sedangkan Luhan sendirian dibelakang

"Kenapa tidak aku Lu?" Kris heran kenapa tidak dirinya seperti biasa yang menyetir

"Biarkan saja" Luhan juga tidak tahu alasannya kenapa

"Seharusnya aku yang menyetir dan kau akan bermesraan dengan kekasihmu" Kris mengusulkan ide tersebut

"Tidak, bersikap sewajarnya saja. Jika lain kali kau mengatakan yang tidak - tidak maka siap - siap bulu kemaluanmu akan kucabut satu persatu" Luhan kesal karena Kris tidak bisa menjauhkan otaknya dari yang berbau mesum

"Tidak Lu" Kris diam karena takut Luhan melakukan yang tidak - tidak pada selangkangannya yang selama ini dibanggakannya

"Bagus, lebih baik kau diam" Luhan mengatakannya dengan ketus sedangkan Sehun ketawa saja mendengarnya

"Kau juga jangan ketawa saja, kita sudah mau terlambat. Jika kita terlambat maka bulu kemaluanmu juga akan kucabut Hun" Luhan memarahi kekasihnya yang sibuk ketawa dari tadi

"Baiklah" Sehun yang diam dan sekarang giliran Kris yang ketawa ngakak karena Sehun masih takut pada Luhan

..

..

..

"Wah, kenapa mereka terlihat serasi ya"

"Oh tidak, Sehunku sudah direbut sama nenek lampir"

"Luhan yang malang berpacaran dengan pangeran kita"

Kurang lebih begitulah bisik – bisik yang terjadi namun Luhan cs tidak memperdulikannya karena dimaklumi saja didalam hidup ada yang suka dengan kita dan ada yang tidak suka dengan kita.

"Lu, kau jangan dengar apa yang mereka katakan" Sehun takut kekasihnya mudah terpancing emosi mendengar omongan yang murahan

"Aku tidak pernah terpancing karena jika aku terpancing maka riwayat mereka akan tamat" Luhan menatap sinis orang – orang yang tidak menyukainya sedangkan Sehun masih belum mengerti apa yang dikatakan kekasihnya namun dirinya tidak berani bertanya lebih jauh

"Sudah, ayo masuk kelas Lu" Sehun mengajak Luhan untuk masuk kelas sedangkan Kris cs mengikuti dari belakang mana tahu ada yang berbuat nekat pada majikannya

Setelah masuk kelas banyak pasang mata menatap iri kepada Luhan yang bisa mendapatkan Sehun sedangkan yang lain menatap tidak suka namun tidak berani melabrak Luhan karena selalu dilindungoi pria tampan dikelas mereka.

"Konnichiwa" seorang guru bernama Ohori Megumi guru bahasa Jepang masuk kedalam kelas dan memulai pelajaran pada pagi ini sedangkan Luhan mencoba fokus pada pelajaran yang diajarkan oleh guru tersebut

..

..

..

"Sehun, aku lapar" Luhan kelaparan karena tadi pada saat istirahat dirinya tidak makan bersama yang lain sehingga Sehun menemani Luhan untuk tiduran dikelas

"Baiklah, aku akan masak" Sehun beranjak kedapur untuk memasakkan masakan yang enak buat kekasihnya

"Kau bisa masak?" Luhan ragu jika kekasihnya bisa memasak dengan baik dan benar

"Tentu saja, akan kubuktikan" Sehun berjalan kedapur dan memasak masakan yang bisa dimasaknya dengan cepat sedangkan Luhan menunggu sambil tiduran karena sangat kelaparan

"Sudah siap Lu" Sehun memanggil kekasihnya untuk memakan masakannya yang cepat siap saji dalam waktu lima belas menit

"Hm, harumnya" Luhan tergoda akan harumnya masakan yang dimasak oleh kekasihnya

"Tentu saja, punya Sehun pasti enak" Sehun menyombongkan dirinya karena memang dia sudah berapa kali memasak makanan tersebut untuk dimakan bersama sang ibu

"Aku belum memuji masakanmu apakah enak atau tidak" Luhan sedikit kesal melihat tingkah kepedean Sehun

"Baiklah, silahkan coba" Sehun memberikannya pada Luhan dan Luhan dengan senang hati menerima masakan pertama Sehun untuknya

"Selamat makan" Luhan mengucapkan sapaan ketika makan dan memasukkan satu sendok nasi goreng buatan Sehun kedalam mulutnya

"Hm" Luhan terkejut karena sesuatu menyapa indra perasanya

"Kenapa? Apakah asin atau tidak enak?" Sehun jadi ketakutan melihat ekspresi terkejut Luhan

Luhan hanya menggeleng namun Sehun mengerutkan dahinya karena penasaran dengan maksud Luhan.

"Sangat enak Hun" Luhan memberikan kedua jempolnya karena memang masakan Sehun sangat enak

"Hah... Kukira ada apa" Sehun lega karena ada yang diprediksinya salah

"Kau sangat ahli dalam memasak" Luhan sangat sangat memuji kemampuan Sehun dalam memasak

"Biasa aja, lagian Aku sering membantu Ibuku memasak" Sehun jujur karena dirinya banyak belajar dari sang ibu dan mungkin bakat dari sang ibu menurun padanya

"Aku senang karena memiliki suami yang bisa memasak makanan yang enak" Luhan untuk kesekian kalinya memuji kekasihnya dan Sehun mengjahili Luhan

"Emang siapa yang mau menjadi suamimu Lu?" Sehun memasang wajah keheranannya sedangkan Luhan yang sedang asyik makan memberhentikan aktivitasnya dan memukul Sehun karena kesal

"Dasar bajingan" Luhan kesal dan memukul Sehun bertubi – tubi sedangkan Sehun hanya banyakan ketawa dan tidak membuat perlindungan pada tubuhnya yang menjadi korban kekesalan Luhan kekasihnya

"Sudah, aku cuma bercanda sayang" Sehun menahan kedua tangan Luhan yang masih hendak memukulnya

"Awas kau" Luhan menghentikan aktivitasnya memukul Sehun dan melanjutkan makannya dengan wajah kesalnya

"Sayang sudahlah" Sehun membujuk kekasihnya untuk berhenti merajuk karena masalah kecil

"KRIS!" Luhan memanggil bodyguardnya yang lain sedangkan yang dipanggil datang dengan buru – buru

"Ada apa Lu?" Kris jarang sekali mendengar namanya diteriaki sang majikan

"Apakah kau ada niat memukul Sehun?" Luhan berujar santai sedangkan wajah Sehun sudah pucat pasi

"Tidak Lu"

"Lu" Sehun tidak menyangka jika kekasihnya ingin menyiksanya

"Lain kali jika ada niat beritahu aku ya" Luhan menatap sinis Sehun

"Iya nona" Kris hanya mengiyakan saja karena bisa dilihatnya bahwa Luhan sangat kesal pada Sehun namun tidak tahu apa permasalahannya

"Aku sudah siap" Luhan makan dengan penuh emosi sehingga membuatnya lebih cepat selesai makan

"Sisanya kau yang bereskan Kris, aku mau memberikan pelajaran pada manusia yang stau ini" Luhan menyeret Sehun sedangkan Kris bertugas untuk membereskan sisanya

"Ampun Lu" Sehun kesakitan karena diseret kekasihnya yang sedang dalam emosi

"Lain kali awas kau kalau berani mengerjaiku" Luhan mencubit kedua pipi Sehun tanpa ampun

"Iya Lu" Sehun pasrah dan meyakinkan dirinya kalau kedepannya tidak akan mengerjai Luhan lagi

"Bagus, sekarang kau kembali kekamarmu" Luhan melepaskan cubitannya dan menyuruh kekasihnya untuk kembali kekamar

"Kau tidak ikut Lu?" Sehun heran karena Luhan tidak ikut dengannya

"Kenapa aku harus ikut, emangnya aku siapamu" Luhan menyerang Sehun kembali sedangkan Sehun hanya pasrah karena akan selalu kalah jika melawan Luhan

"Baiklah" Sehun berniat untuk kembali kekamarnya namun suatu gerakan membuatnya berbalik arah

"Dasar bodoh, jangan terlalu banyak bercanda karena aku tidak suka" Luhan memeluk kekasihnya karena dia sangat sayang dengan Sehun namun cukup kesal dengan candaan Sehun yang sangat tidak baik untuk dilakukan apalagi Luhan orang yang sangat sensitif

"Aku minta maaf Lu" Sehun mencium kepala Luhan yang sekarang posisi kekasihnya berada didalam pelukannya

"Ayo tidur" Sehun menggendong Luhan dengan posisi ala pengantin sedangkan Luhan mengalungkan kedua tangannya dileher sang kekasih tampannya

"Aku juga sudah mengantuk" Sehun meletakkan kekasihnya dengan lembut diatas kasur kemudian mereka dua memasuki mimpi bersama hingga saling berpelukan dalam tidur indahnya. Sehun dan Luhan adalah sepasang kekasih yang romantis namun jika bertengkar akan sangat merepotkan banyak orang termasuk Kris yang sedang membereskan sisa makan siang nonanya

~TBC~