Author : Han Hye Neul

Genre : Romance , sad

Rating : T

Main cast :

Cho kyuhyun as namja

Lee sungmin as yeoja

Other cast : always find by ur eyes ^^

Warning : Typo dimana-mana , GenderSwitch , tak sesuai karakter aslinya.

Annyeong readers, setelah sekian lama hiatus dari dunia perFF-an kali ini aku Comeback membawa FF GS pertama aku dengan pairingnya itu Kyumin. "I give my first love to you" sendiri itu sebenarnya adalah sebuah film one episode (?) Lngsung habis. Karena aku sangat menyukai film ini, terbesitlah dibenakku buat jadiin Film ini jadi FF yang castnya aku ganti jadi kyumin. So Don't BASH ! Don't be Silent reader ! Unlike ?! Just don't READ !. Semoga bsa ksih aku masukan biar jdi author yg baik (?). Okayy ! Go to story !

The STORY BEGIN

-0o0-

*All author POV*

"Dasar kyumin itu menyebalkan! Apa susahnya mendapatkan yeochin ?",oceh henry sepanjang perjalanan."Tapi..tidak mudah mendapatkan yeoja yang benar-benar kusukai",lanjutnya pelan."Hahhh ~",henry menghela nafasnya panjang. Ia kembali melanjutkan perjalannya menuju halte bus, karena memang tempat janjiannya dengan 'yeochin' barunya itu di halte bus dekat Kyunghee University.

Saat sudah disebrang jalan, henry menatap halte bus yang tepat disebrangnya. Dilihatnya seorang yeoja mungil dengan dress pink soft selutut tengah menunggunya dengan manis."Ahra chagiaa ~",panggil henry sambil melambai-lambaikan tangannya.

Ahra -'yeochin' baru henry- menoleh tepat kearah henry dan balas melambai tangan ke henry. Dengan lantang henry melangkahkan kakinya tanpa melihat kanan kiri lagi. Dia pun tidak menyadari sedang ada bus kencang yang melaju kearahnya.

Tiiiinnnnnnnnnn!

Sekeras apapun klakson bus itu, henry tak berkutik. Dia seakan tuli,bahkan ahra sudah teriak histeris."HENRY OPPA! AWASSSS",henry hanya mengerutkan keningnya bingung dengan kata-kata yang diucapkan ahra. Dia tidak mendengar suara sekecil apapun. Akhirnya ia memutuskan menoleh kearah kanan. Dan

Brakkkkkk! Ciiiittttttt! Bugh bugh bugh!

Bus itu berhasil berhenti namun tepat saat sudah menabrak tubuh rapuh henry. Tubuhnya terpental begitu saja bahkan sampai tempurung kepalanya membentur trotoar. Sekarang henry sudah tak sadarkan diri.

-0o0-

Setelah puas menangis, walaupun perasaannya belum menentu. Ia memutuskan melanjutkan jalannya keruangan appanya dengan menggunakan tangga darurat. Saat sungmin berada tepat didepan ruangan donghae dan berniat membuka knop pintu. Ia mengurungkan niatnya, karena didengarnya ada suara ribut-ribut dari dalam ruangan itu."Apa appa sudah ada pasien?",gumam sungmin. Ia memutuskan pergi, namun langkah kakinya terhenti saat..

"Henry masih hidup! Apa dokter sudah gila ? Anak saya masih bisa bertahan saya yakin itu!",ucapan seorang ahjumma kesal. Sungmin mendekatkan dirinya pada pintu ruangan donghae,"umma henry sunbae ?",gumam sungmin pelan.

"Jwisonghamnida, tapi kerusakan pada pembuluh otak henry-ssi sudah benar-benar tidak bisa ditolong lagi. Bahkan kemungkinan ia untuk sadar itu sangat kecil. Jadi izinkan kami untuk melakukan transplantasi, saya rasa itu lebih berguna",saran donghae.

"Maaf uisa-nim. Untuk itu saya tidak akan pernah memberikan izin. Karena mengambil jantung henry itu sama saja dengan membunuhnya!",ucap ahjumma itu kesal.

Sungmin hanya bisa membekap mulutnya dengan tangan kirinya sementara tangan kanannya sudah lemas. Sampai-sampai kantong plastik yang dibawanya jatuh kelantai. Tak lama kemudian umma henry berjalan menuju pintu. Sungmin dan umma henry berpapasan, sungmin hanya membungkukkan sedikit badannya namun tangan kirinya tetap membekap mulutnya agar isakan itu tidak lolos. Umma henry sedikit membalas bungkukkan sungmin lalu pergi dari sana.

Donghae yang menyadari keberadaan sungmin langsung menghampiri anak semata wayangnya itu."Appa apa ini berarti kyuhyun tak bisa diselamatkan lagi ?",pertanyaan itulah yang terlontar dari bibir sungmin.

Donghae menghela nafas panjang,"tak ada yang bisa kita lakukan untuk melakukan transplantasi itu tanpa persetujuan dari keluarga pasien." Jelas donghae.

"hikss hikss, kenapa harus henry sunbae ?! Waeyo ?!",isak sungmin frustasi.

"Sudahlah min, apa kamu mengenal henry ?",tanya donghae curiga.

"Bahkan ia memintaku jadi yeojachingu-nya appa! Appa jebalyo, bujuk umma henry untuk membantu kyuhyun. Aku mohon appa!",ucap sungmin lemas. Akhirnya donghae lebih memilih memeluk sungmin dan memberikan dada bidangnya sebagai tempat untuk sungmin menguapkan perasaannya.

-0o0-

Saat sungmin kembali kamar kyuhyun, dilihatnya kyuhyun sudah tidak memakai baju pasien. Malah kyuhyun sudah melepas infus.

"Yak! Cho kyuhyun! Apa yang kau lakukan eoh ? Apa kamu sudah merasa baikan eoh ?",tanya sungmin khawatir.

"Eishh!",geram kyuhyun lalu mendekati sungmin. Mata kyuhyun membulat ketika ia kedua tangannya ditangkupkan ke kedua pipi chubby sungmin karena dirasakannya pipi sungmin basah."Yak! Kau menangis lagi eoh ? Ada apa ?",tanya kyuhyun.

"Eh?!",sungmin kaget dan mengerjapkan kelopak matanya sesekali."Aniyo, aku tidak menangis",sungmin berusaha menjauhkan kedua tangan kyuhyun dari pipinya namun usahanya nihil, karena kyuhyun lebih memiliki tenaga.

"Tck!",decak kyuhyun. Kyuhyun mendekatkan wajahnya ke wajah sungmin dan hal itu membuat sungmin menutup matanya. Kyuhyun sedikit mengeluarkan smirknya ketika melihat respon sungmin. Diciumnya dengan lembut kelopak mata sungmin yang kanan, lalu dilanjutkan ke yang kiri. Setelah selesai kyuhyun menjauhkan kembali wajahnya. Diusapnya pipi sungmin dengan lembut menggunakan kedua ibu jarinya.

"Jangan buat mata indah itu bengkak lagi dan membuat pipi yang sangat chubby ini basah karena ulah air matamu. Aku sangat sedih melihatnya minnie",ucap kyuhyun smabil mencoba tersenyum.

"Kyuu ~",lirih sungmin.

"Hmm, aku bosan dirumah sakit min, lebih baik kita pergi ne ? Dan jangan bahas soal donor yang cocok itu",ucapan kyuhyun yang terakhir membuat sungmin membulatkan matanya.

"Kau mengetahui tentang hal itu ?",tanya sungmin tak percaya.

"Umma dan appa tadi datang kemari, dan mereka menceritakan semuanya",ucap kyuhyun.

"Apa ahjumma dan ahjussi juga mengijinkanmu keluar rumah sakit sekarang ?l,tanya sungmin.

"Ani, hanya saja aku benar-benar bosan min. Aku tidak mau menghabiskan sisa hidupku didalam ruangan penuh aroma obat ini! Aku muak",protes kyuhyun."Kalau kamu tidak mau menemaniku yasudah, aku bisa pergi sendiri",ancam kyuhyun lalu berjalan keluar kamar.

"Yak! Yak! Cho kyuhyun! Tunggu aku!",panggil sungmin.

-0o0-

Saat akan keluar dari rumah sakit kyuhyun tak sengaja melihat beberapa mahasiswa yang menggunakan seragam Kyunghee University masuk kedalam rumah sakit."Apa ada mahasiswa Kyunghee University yang masuk ke rumah sakit ini ?",tanya kyuhyun ke sungmin.

"Ah ? M-mu-mungkin, tapi kita tak mengenalnya.",jawab sungmin gugup."Kajja kyu kita pergi!",lanjut sungmin sambil mendorong kyuhyun.

"Ada apa dengannya ? Tau darimana aku tak mengenalnya ? Membuatku penasaran saja",batin kyuhyun."Chamkan! Aku mau lihat dulu siapa yang sakit",ucap kyuhyun lalu langsung jalan mengikuti beberapa mahasiswa itu tanpa menghiraukan sungmin.

Langkah kaki kyuhyun terhenti tepat didepan ruangan pasien itu yang sedikit terbuka. Nafasnya mulai tak beraturan, melihat nama henry dikasur pasien itu."Semoga henry sunbae cepat sembuh yah ahjumma",ucap salah satu mahasiswa disana."Apa kecelakaan kemarin sore itu sangat parah ahjumma? Bahkan membuat henry sunbae koma begini ?",tanya mahasiswa yang lain.

"Lumayan parah, karena tubuh henry tertabrak bus yang melaju kencang, bah-bahkan kepalanya membentur trotoar, hikkss hikss",ahjumma itupun terisak.

Degggg

Jantung kyuhyun seperti lepas dari sarangnya. Pikirannya kosong dan hanya mengingat perkataan ummanya tadi pagi.

"Kyu! Kamu mendapatkan donor yang cocok! Dia adalah seorang anak laki-laki yang kemarin malam kecelakaan ditabrak bus, namun Lee uisanim bilang anak itu divonis tidak bisa bangun dari komanya karena kerusakan pada pembuluh otaknya terlalu parah"

Perkataan heechullah yang kini terngiang-ngiang di otak kyuhyun."Kyu~",lirih sungmin.

"Apa henry sunbae ? Dia yang pendonor cocok denganku ?",tanya kyuhyun pelan dan ia menoleh kehadapan sungmin. Sungmin hanya bisa menunduk menanggapi pertanyaa kyuhyun."Jadi kamu sudah tau ini ? Tck! Aku benar-benar bodoh",ucap kyuhyun mengasihani dirinya sendiri. Saat kyuhyun memutuskan untuk melangkah menjauhi pintu kamar, sepasang tangan mungil melingkar sempurna dipinggang kyuhyun.

"Kajima~",ucap sungmin parau."Aku ingin kamu sembuh kyu! Hikss hikss, aku tidak akan membiarkanmu sakit terus menerus",ucap sungmin disela-sela tangisannya.

"Arra, tapi aku rasa Tuhan benar-benar tidak menginginkanku sembuh min",lirih kyuhyun."Lebih baik kita pergi dari sini! Kajja! Kita pergi ketempat yang belum kita kunjungi bersama",ucap kyuhyun mencoba bersemangat.

-0o0-

"Mwoya ? Lotte world ? Jangan bercanda kyu! Kajja kita kembali ke rumah sakit",ajak sungmin.

"Yak! Kita sudah sampai sini, bahkan kita belum main satu wahana pun, kajja",ucap kyuhyun sambil menarik sungmin paksa.

Setelah membeli tiket, mereka masuk ke dalam Lotte World."Minnie, kamu ingin naik apaa ?",tanya kyuhyun.

"Hmm,, naik itu saja",tunjuk sungmin ke komedi putar.

"Yak! Jauh-jauh hanya untuk main begitu ? Shirreo! Lebih baik kita naik roller coaster , eotte ?",tawar kyuhyun.

"Mwoya ? Neo michyeoso ? Bagaimana dengan jantungmu eoh ?",tanya sungmin.

"Gogjongma, aku akan baik-baik saja min, jantungku pasti kuat! Kajja!",paksa kyuhyun lagi.

Dan akhirnya sungmin dan kyuhyun menaiki semua wahana yang menguji adrenalin. Bahkan wahana yang terakhir ia naiki itu adalah bianglala.

"Minnie apa kamu senang hari ini ?",tanya kyuhyun saat naik bianglala.

"Eum!",sungmin mengangguk mantap."Aku sangat senang. Sebenarnya tidak perlu ke taman ria seperti ini, hanya dengan bersama kyunnie saja itu sudah membuatku bahagia",ucap sungmin. Tiba-tiba..

Chu~

Kyuhyun mencium lembut bibir sungmin. Awalnya sungmin memang kaget, namun tak lama ia mulai membalas kyuhyun. Saat melepaskan tautan bibir mereka, keduanya saling menatap sendu."Sungmin-ah saranghae",ucap kyuhyun yang direspon senyuman haru oleh sungmin."Naddo saranghae kyu~",balas sungmin.

"Aku akan melakukan apapun kyu! Untuk membuatmu sembuh! Apapun itu!",batin sungmin.

"Mungkin ini menjadi moment terakhir kita bersama min, tck! Henry? Tidak akan pernah aku berharap ia mau mendonorkan jantungnya untukku, itu tidak mungkin! Setidaknya aku! Cho kyuhyun, bisa membahagiakan cho- ah ani! Lee sungmin sebelum kepergianku",batin kyuhyun.

Saat turun dari bianglala kepala kyuhyun pusing, dadanya sakit serta nafasnya memburu. Dan dalam seketika ia sudah tak sadarkan diri.

Bughhhh

Tubuh kyuhyun terjatuh ditanah."Yak! Cho kyuhyun! Irreona!",teriak-teriak sungmin.

-TBC-