*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O
30 DAYS
By : Kiruna Neophilina Phantomhive
Disclaimer : Tite Kubo
WARNING : Shounen-Ai, Typo dimana-mana, EYD, OOC, OC, DLL
OOC :Hakushi, Tokino, Kireina, Yuu, Lilia, Hanaichi, Yukie (mungkin bakal mucul yang lain lagi)
*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O
Chapter 11
Pemandangan yang sangat menyakitkan hati sang peri es kita, melihat Rukia hendak berciuman dengan Ichigo (Yap! selamat buat Rizuki Aquafanz ^-^/).
'Deg'
"Ti,ti,tidak mungkin." ucap Toushiro sambil melangkah berjalan mundur menjauh dari sana. "Ini pasti hanya ilusi, pasti! Tidak mung-hiks.." lanjutnya lalu berlari ketempat Kusaka dan Hakushi, dengan hati yang hancur.
"Rukia, sebaiknya jangan lakukan ini dulu." ujar Ichigo pelan, tampak raut tidak suka dengan keadaannya yang sekarang.
"Kenapa, hm? Bukankah, sebentar lagi aku akan menjadi istri sahmu." balas Rukia dengan nada menggoda, sambil menenggelamkan kepalanya didada bidang Ichigo.
"Itukan baru akan." bantah Ichigo sambil menjauhkan kepala Rukia dari dada bidangnya.
"Ck, sudah kuduga kau masih mencintai Toushiro. Memang seberapa istimewanya dia bagimu?" tanya Rukia, sambil mendonggakan kepalanya dan menatap mata coklat Ichigo dalam-dalam. "Tidak bisa menjawab heh? Sudah kubilang beberapa kali Ichigo, LUPAKAN TOUSHIRO! dia hanya, akan memperburuk akal dan mentalmu! Kumohon hiks...lupakan dia hiks...karena, kare-"
"Akan aku usahakan, asal kau tidak menangis lagi." ucap Ichigo memotong perkataan Rukia, sambil menghapus jejak air mata dipipi putih Rukia, dengan ibu jarinya.
"Janji?" tanya Rukia, meyakinkan Ichigo.
"Iya." jawab Ichigo pelan, namun dapat terdengar jelas oleh Rukia. "Gomenasai, Toushiro." ucap Ichigo dalam hati.
FLASHBACK ON
Sore itu benar-benar pemandangan yang sungguh indah, sang surya yang akan tenggelam menyinari seluruh bunga-bunga yang bermekaran, dengan sinar orennya. Begitu pula dengan 2 orang remaja yang sedang duduk dibukit karakura, sambil memandang sang surya yang akan tenggelam.
"Toushiro." panggil Ichigo, pada kekasihnya yang duduk disebelah kirinya. Namun panggilan itu tidak mendapatkan respon apa-apa dari perempuan berambut putih itu. "Kau, masih marah?" tanya Ichigo, namun hasilnya tetap nihil. Perempuan itu tidak membalasnya bahkan, membuka mulutnya pun tidak. "Aku dan Rukia, itu hanya teman dekat saja. percayalah." Lanjutnya meyakinkan kekasihnya.
"Hah...aku percaya kok." balas Toushiro sambil menghela nafasnya, lalu menatap mata Ichigo.
"Lalu, kenapa akhir-akhir ini kau sering menghindar dariku?" tanya Ichigo memegang kedua pipi chubby Toushiro dengan kedua tangannya.
"Itu.." jawab Toushiro menggantungkan jawabannya, sambil melepas kedua tangan Ichigo dari pipinya, lalu kembali memandang matahari tenggelam. "Aku hanya takut, kau akan mencintai Rukia." lanjutnya dengan suara yang lirih.
"Sudah kubilangkan, aku dan Rukia hanya teman dek-"
"Itukan sekarang! bukan nanti!" bantah Toushiro memotong ucapan Ichigo.
"Bagaimana kalau kita buat janji?" tawar Ichigo.
"Apa maksudmu?" tanya Toushiro sambil menatap Ichigo dengan tatapan bingung yang tersirat dimatanya.
"Kalau kita berdua, tidak akan saling mengkhianati dan akan selalu bersama. Walaupun salah satu dari kita sudah tiada." jawab Ichigo, kemudian mengangkat jari kelingkingnya (kaya anak kecil itu loh, saling mengikat janji). "Janji?" tanya Ichigo.
"Janji." jawab Toushiro sambil menyatukan jari kelingking mereka (gak tahu namanya -_-").
FLASHBACK OFF
"Bagus..sebentar lagi, Ichigo akan benar-benar menjadi milikku." ucap Rukia dalam hati.
*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O
"Onee-san, darimana saja?" tanya Hakushi, yang melihat Toushiro sedang berlari kearahnya.
"Habis, Melihat-lihat pemandangan yang indah." jawab Toushiro, yang berhenti didepan Hakushi dan Kusaka sambil berusaha menutupi hatinya yang sedang hancur.
"Pemandangan indah atau buruk?" tanya Kusaka, tidak yakin akan jawaban Toushiro.
"Apa maksudmu?" tanya Toushiro, yang memang kesal pada Kusaka kalau dia, sudah mulai mengintrogasinya.
"Jangan bohong! pasti yang kau lihat tadi, bukan pemandangan yang indah bukan." jawab Kusaka, sambil menatap mata Toushiro dalam-dalam. "Matamu tidak bisa bohong." Lanjutnya, sedangkan Toushiro hanya bisa membelalakan matanya sedangkan Hakushi, hanya memikirkan apa yang baru dilihat Toushiro tadi.
"Bukan urusanmu!" balas Toushiro, berusaha untuk tidak menatap mata Kusaka yang mencoba mengebor semuanya.
"Tentu saja ini urusanku! Karena, aku menyayangimu!" bentak Kusaka, diluar kendalinya.
"Kusaka-nii." panggil Hakushi pelan, mengerti suasana disekitarnya.
"Gomenasai tapi, kalau kau ada apa-apa lebih baik cerita ya." balas Kusaka dengan nada yang khawatir. "Ayo kita pulang, hari sudah semakin sore." lanjutnya lalu, mereka bertiga berjalan ketempat mobil Kusaka diparkir.
*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O
Rumah Kurosaki
"Onee-san." panggil Hakushi, sambil membantu Toushiro meletakan piring untuk makan malam.
"Iya." balas Toushiro.
" Sebenarnya apa, yang nee-san lihat tadi siang?" tanya Hakushi, membuat Toushiro menghentikan aktivitasnya.
"Bukan apa-apa kok." jawab Toushiro sambil tersenyum dan mengacak-ngacak rambut Hakushi dengan telapak tangan kanannya.
"Baiklah." balas Hakushi, tidak yakin dengan jawaban Toushiro.
"Tadaima!" ucap Ichigo sambil memasuki rumahnya.
"Ayahmu pulang tuh, biasanya kau akan segera berlari dan memeluknya." sindir Toushiro sambil menatap Hakushi dengan ekor matanya.
"Malas." balas Hakushi cuek.
"Kenapa he?" tanya Toushiro bingung.
"Entahlah tiba-tiba sa-"
"Disini rupanya, anak kesayangan tou-san." ucap Ichigo memotong perkataan Haksuhi dan langsung mencium kening Hakushi. "Biasanya, langsung meluk tou-san." lanjutnya.
"Tidak kedengaran." balas Hakushi ngasal.
"Benarkah, Kalau gini bagaimana?" tanya Ichigo lalu mengelitiki Hakushi.
"Hahahaha..tou-san ampun..hahahahaha." tawa Hakushi, sambil menghindar dari serangan Ichigo yang mengelitiki tubuhnya.
"Hmm...sepertinya baik-baik saja." ucap Ichigo berhenti mengelitik Hakushi. "Yuki, apa kau sudah mendapatkan pekerjaan?" tanya Ichigo, sedangkan yang ditanya hanya memalingkan wajahnya dengan kesal. "Kau marah Toushiro? maaf, aku telah melanggarnya." ucap Ichigo dalam hati setelah melihat perlakuan Yukishiro, mirip dengan perlakuan almarhum istrinya saat sedang marah dengannya.
Mereka bertiga pun makan malam bersama dengan tenang, tapi berbeda dengan Ichigo dia masih bingung memikirkan janjinya dengan Toushiro dan Rukia. Setelah makan malam Toushiro mencuci piring kotor, dibantu dengan Hakushi. Sedangkan Ichigo pergi kekamar mandi untuk membasuh badannya.
*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O
KAMAR HAKUSHI
"Onee-san berpikir tidak, kalau tadi tou-san bersikap agak aneh." ucap Hakushi sambil berbaring diranjangnya bersama Toushiro.
"Aneh gimana?" tanya Toushiro bingung, smabil menatap langit-langit kamar Hakushi.
"Saat makan malam, tou-san terus memerhatikan onee-san." jawab Hakushi.
"Benarkah?" tanya Toushiro.
"Iya, berarti kita masih punya harapan yang besar untuk tujuan kita." jawab Hakushi bersamangat.
"Kau, benar! nah..sekarang, kau tidurlah sudah larut malam." balas Toushiro.
"Oyasuminasai." ucap Hakushi lalu menutup matanya.
"Oyasumi." balas Toushiro. "Tidak, kurasa harapan itu hanyalah angan-angan." ucap Toushiro dalam hati lalu menutup matanya.
*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O
SD KARAKURA
"Hakushi-chan~" sapa Lilia sambil memeluk Hakushi.
"Apa?" tanya Hakushi yang sedang bersemangat.
"Wah..wah..sepertinya lagi ada yang senang nih! oh, iya bentar lagikan ulangan..nanti bantuin yah~" bujuk Lilia dengan menggunakan pupy baby no jutsu.
"Uh'h iya." balas Hakushi tak tahan melihat Lilia menggunakan pupy baby no jutsunya yang membuatnya ingin muntah.
"YEYYYYY!" sorak Lilia senang.
*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O
CAFE SAKURA
"Ohayou Yukishiro!" sapa Yukie sambil tersenyum hangat.
"Ohayou Oba-Yukie!" balas Toushiro.
"Ada apa pagi-pagi begini? padahal cafe buka 1 jam lagi." tanya Yukie penasaran.
"Aku hanya ingin mencoba, resep baru boleh?" tanya Toushiro balik, sebenarnya dia berangkat kerja lebih awal karena, Ichigo sedang lembur hari ini dan berada dirumah. Dari pada mengingat kejadian kemarin, mending ketempat kerja.
"Tentu saja. Oh, iya! Yuki-chan apa kau, bisa membuat kue?" tanya Yukie balik.
"Bisa, kenapa?" tanya Toushiro balik.
"Tadi pagi, ada yang memesan kue buat ulang tahun pernikahan akan diambil sekitar jam 10 pagi." jawab Bibi Yukie.
"Kalau gitu 1 jam lagi, harus cepat kubuat." balas Toushiro, lalu melangkahkan kakinya kedapur.
'Tuk'
'Clak'
Toushiro membuat adonan kue, dengan lincah dan tanpa perlu menakarnya. Setelah membuat adonan kue, Toushiro menaruhnya pada loyang bebentuk hati lalu, dimasukan kedalam oven hingga mengembang.
"Uh'h, dihias dengan apa ya? didalam kuenya sudah kumasukan dengan, kacang pistachio dan potongan almond." tanya Toushiro dalam hati, setelah mengeluarkan kue yang sudah mengembang dari oven.
Akhirnya Toushiro membuat krim putih lalu, krim putih itu dioleskan keseluruh bagian kue hingga merata. Untuk hiasannya, Toushiro mengambar hati mengikuti bentuk kuenya yang sudah berbentuk hati dengan topping strawberry manis, berselang seling hingga menampakan warna krim putihnya yang mengikuti berbetuk hati. Terakhir Toushiro menambahkan, hiasan strawberry dipinggir kue itu.
"Toushiro, apa sudah selesai?" tanya Bibi Yukie, sambil masuk kedapur.
"Sudah Oba-Yukie." jawab Toushiro dengan tersenyum puas sambil, menyerahkan kue itu.
"Hmmm...sepertinya enak! Nama kuenya apa?" tanya Bibi Yukie sekaligus memuji, kue buatan Toushiro.
"Montebeloo." jawab Toushiro ngasal.
"Wah..sepertinya, kau mengambil gaya khas paris." ucap Bibi Yukie, sambil mengambil kue dari tangan Toushiro. "Ayo kita keluar, dia sudah menunggu kuenya." lanjut Bibi Yukie lalu, keluar dari dapur bersama Toushiro.
"Neh, maaf lama menunggu." ucap Bibi Yukie, pada seorang perempuan.
"Tidak apa-apa kok." balas perempuan itu ramah. "Lagi pula, kami ingin merayakannya disini." lanjutnya.
"Kenapa kau tidak bilang? aku jadi tidak menyiapkan persiapan." tanya Oba-Yukie.
"Hahaha..tidak apa-apa kok, aku tidak mau merepotkan oba-san." jawab perempuan itu. "Oh iya! Siapa yang membuat kue ini? Oba-Yukie?" tanya perempuan itu sambil meletakan kuenya, dimeja.
"Bukan aku, tapi Yukishiro." jawab Bibi Yukie, sambil menarik Toushiro.
"K,kau.." ucap perempuan itu mengantungkan ucapannya ketika, melihat Toushiro. begitu pun Toushiro, dia hanya bisa diam seribu bahasa.
TBC
YAHUUUU akhirnya chapter 11 update ^-^/
Neh..kiruna do'ain semoga yang habis UN, nilainya memuaskan (amin)
Apakah Ichigo akan kembali, menyayangi istrinya? atau akan tetap mencintai Rukia dan melanggar janjinya?
Hmm..kira-kira apa yang akan, Kusaka lakukan ya? untuk membuat Yukishiro a.k.a Toushiro jatuh hati padanya?
Siapa ya..perempuan yang memesan kue itu?
Tunggu Chapter Berikutnya ^-^
