Previous chapter:
"jangan panggil aku dengan sebutan itu, menjijikan."ucap kyuhyun dingin. Sungmin tersentak kaget mendengar ucapan kyuhyun yang dingin itu. dia terkejut karena baru pertama kali ini kyuhyun marah kepadanya dan yang lebih membuat sungmin terkejut lagi adalah saat kyuhyun berkata bahwa dia jijik padanya.
Chapter 11
Sungmin menatap kyuhyun kaget dan air mata sungminpun kembali mengalir membuat kyuhyun yang melihatnya panik. "ommo, waeyo, chagi?"Tanya kyuhyun sambil berusaha menghapus air mata sungmin dan usahanya itu ditepis dengan kasar oleh sungmin.
"bukankah aku menjijikan buatmu? Untuk apa kau memegangku yang menjijikan ini?"Tanya sungmin memberikan senyuman miris kepada kyuhyun yang melihatnya melongo.
"apa maksudmu chagi?"Tanya kyuhyun yang benar-benar tidak mengerti.
"bukankah kau tidak mau dipanggil dengan sebutan kyunnie karena aku menjijikan?"lirih sungmin membuat kyuhyun mendengarnya kaget.
"astaga kau salah paham min~ aku tidak menganggapmu menjijikan chagi."
"bohong."
"aissshhh, kau ini, maksudku tadi aku tidak ingin kau memanggilku begitu karena orang idiot dan psyco itu juga memanggilku kyunnie.. bukankah sangat menjijikan jika aku menyamakan mereka denganmu yang indah ini."terang kyuhyun membuat sungmin merona. "lagipula aku lebih suka saat kau memanggilku 'appa' daripada kyunnie."lanjut kyuhyun lirih.
Ucapan kyuhyun yang terakhir membuat sungmin mengingat pembicaraan awal mereka dan itu membuat wajahnya kembali keruh. Kyuhyun melihat itu. dan dia tahu apa yang dipikirkan oleh sungmin.
"mian, aku harusnya saat itu tidak usah menyamar-nyamar segala menjadi 'appa' mu ya."ucap kyuhyun tiba-tiba membuat sungmin tertarik dengan arah pembicaraanya.
"wae?waeyo? kenapa kau lakukan itu? apakah kau tahu jika aku-"
"ne, aku tahu. Aku tahu jika kau sangat membenci cinta sesama jenis walau kau lahir karena itu dan aku tidak peduli itu."ucap kyuhyun serius menatap sungmin.
Sungmin diam, tiba-tiba saja ingatan buruk yang terjadi padanya dulu sebelum kyuhyun datang kembali berkelebat dalam pikirannya dan itu membuat tubuhnya begetar hebat ketakutan.
"min, gwechanayo?"Tanya kyuhyun sambil memeluk sungmin sayang.
"aku takut appa, aku takut."gumam sungmin sambil membalas pelukan kyuhyun mencari rasa aman dari pelukan itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
Tok tok tok… "ne, sebentar…"ckleek, pintu itu dibuka oleh namja cantik yang sering dipanggil boo oleh suaminya itu. dan dia mendapatkan pemandangan anaknya yang sedang membopong sesosok namja tampan nan rupawan dengan raut mukanya yang sudah bercampur you-know-what-I-mean? Dengan namja bewajah datar yang mempesona disampingnya.
"umma~"panggil changmin pada jaejoong.
"ommo, changmin ada apa dengan wajahmu?mengapa kau begitu berantakan dan… bau?"Tanya jaejoong yang melihat penampilan anaknya itu.
Changmin tidak menjawab pertanyaan ummanya itu dan masuk kedalam rumah sambil menyeret namja tampan yang sedari tadi dibopongnya dan tak lupa namja lain dibelakangnya.
"boo, siapa yang HUWAAAAAA…"teriak namja tampan bermata musang karena tiba-tiba mendapat lemparan anak manusia tampan oleh anaknya tersayang itu.
"urusi dia appa, aku benar-benar capek malam ini. Aku benar-benar mengantuk hoaahhhhmmm."ujar changmin dengan kurang ajarnya dan berjalan menuju kamarnya tanpa menyadari sosok lain dibelakangnya itu.
Jaejoong dan yunho-ayah dan ibu changmin hanya melongo saja dengan 'oleh-oleh' yang dibawanya anaknya itu. merekapun saling berpandangan dan dengan serempak menoleh kearah namja yang dipeluk oleh yunho itu.
"siapa mereka?"Tanya mereka berdua serempak.
Lain hal dengan yunho dan jaejoong lain hal pula dengan changmin, sesampai dikamarnya dia langsung melemparkan bajunya sembarangan dan membuka celana panjangnya serampangan hingga membuat dia hanya memakai boxer saja. Bodohnya, dia masih belum menyadari sosok namja yang kita sebut saja kim kibum yang sedari tadi menatap kagum tubuh changmin yang menurutnya indah itu. berkali-kali kibum mengelap salivanya yang menetes keluar.
Changmin dengan santai berjalan menuju kamar mandi dan baru teringat jika dia lupa mengambil handuk. Diapun membuka kembali pintu kamar mandi dan menatap kibum yang telah duduk manis diranjangnya itu. "YAKKK, SEDANG APA KAU DIKAMARKU?"teriak changmin.
Yunho dan jaejoong mendengar teriakan dari kamar changmin namun mereka berdua tidak terlalu memperdulikannya karena mereka berdua sibuk mengurusi namja tampan namun idiot choi siwon yang entah sudah berapa kali muntah membuat mereka berdua kerepotan membersihkan rumah mereka yang penuh dengan muntahan siwon.
.
.
.
.
.
.
Pagi hari
"eungggghhhh…" sungmin menggeliat pelan dan mencoba menggerak-gerakkan badannya. Namun dia tidak bisa bergerak dengan bebas karena sepasang tangan kekar mengukungnya dalam dekapannya.
"aisshhh, yak, appa ireonaaa… appa ireonna~"ucap sungmin mencoba membangun 'appa' setannya itu.
"eugghhhh… lima menit lagi min~"ucap kyuhyun tepat ditelinga sungmin membuat sungmin merasa kegelian akan tindakan kyuhyun itu.
"dasar manja~"lalu dengan perlahan sungmin mencoba melepaskan pelukan kyuhyun dan melangkahkan kakinya menuju balkon kamar. "brrrr… dinginnya."gerutu sungmin namun tak rela beranjak dari sana karena terpesona dengan kecantikan pemandangan dipenglihatannya. Putih. Semua benda-benda yang ada diluar ditutupi oleh salju yang putih. Benar-benar indah.
Drttt… drttt ponsel sungmin bergetar dan menunjukkan 'sunny calling' pada layar handphone tersebut. "yeobse-"
"yakkk, oppa kau dimana? Aku sekarang ada dirumahmu dan heechul ahjumma bilang kau belum pulang dari semalam."teriak sunny marah dari seberang telepon.
"ahhhh~ mian sunny, oppa ada dirumah changmin sekarang. Kau ke taman dekat rumahku saja ya? Aku akan kesana sekarang."bujuk sungmin bohong.
"ne. aku tunggu. Klik."dengan sepihak sunny menutup teleponnya. Sungmin menghela napasnya karena merasa bersalah sudah membohongi sunny. Tanpa pikir panjang lagi sungmin pun beranjak pergi dari sana. Saat sungmin menutup pintu rumah, kyuhyun yang sedari tadi pura-pura tidur langsung membuka kedua matanya. Well, ternyata namja 'evil' ini telah mencuri dengar pembicaraan sungmin dan sunny tadi. Dengan gesit dia langsung mengambil handphonenya dan lansung men-dial sebuah nomor yang sangat dihapalnya diluar kepala.
"drrttt… drrtt. Cklek (anggap saja ini bunyi handphoe yang tersambung) kuharap ini penting kyunnie mengingat ini sangat pagi dan dingin."ucap namja dari seberang.
"jika kau menginginkan foto dan biodata changmin dengan berbagai macam gaya dan lengkap datanglah ketaman dekat rumah sungmin 'ku' dan kacaukan suasana disana. Klik."kyuhyun pun menutup handphonenya dan langsung beranjak mengambil jacketnya menuju tempat –yah-tahulah…
.
.
.
.
.
.
.
"oppa lama~"ujar sunny sambil mempoutkan bibirnya imut. Dia benar-benar bosan menunggu sungmin saat ini. Bayangkan, sudah satu jam lebih dia menunggu sungmin dengan sangat manis disini.
Tap… suara langkah kaki yang mendekat membuat sunny mendongak wajahnya senang. Dia mengira jika yang datang adalah sungmin oppa-Nya. Namun, yang dilihatnya bukanlah wajah namjachingunya melainkan sesosok namja tampan bewajah datar yang memandangnya penuh dengan keremehan(muka sombong).
"kau yang bernama lee sung kyu?"Tanya namja tampan berwajah datar itu.
"ne?"sunny mengangkat alisnya bingung karena namja asing-nenurutnya itu mengenal dirinya.
"huh, tak kusangka ternyata selera lee sungmin amatlah buruk."ejek namja itu-kibum sambil menatap sunny jijik.
"mian?"
Tanpa mengubris omongan sunny dengan seenaknya kibum langsung mengendong sunny layaknya mengendong beras. Tentu saja hal ini membuat sunny berteriak nyaring membuat kibum menghentikan langkahnya.
"yakkk, tak bisakah kau tidak berteriak huh?"Tanya kibum.
"APA YANG KAU LAKUKAN HUH? TURUNKAN AKU SEKARANG JUGA! CEPAT TURUNKAN AKU!"teriak sunny kalap.
Kibum tidak memperdulikan teriakan sunny. Yang dipikirkannya adalah berbagai foto-foto changmin-Nya dengan berbagai pose dan gaya, dari kecil hingga dewasa. 'ahhh~jadi pengen cepat-cepat menyingkirkan yeoja jelek ini dan menagih foto changmin-Ku pada kyunnie pabbo itu.' batin kibum dan dengan seenak jidat yoochun dia melemparkan tubuh sunny kedalam mobilnya tanpa pri kemanusiaan.
Kibum melajukan mobilnya menjauhi taman itu tepat saat sungmin sampai disana. Namun, sungmin tidak menemukan sosok yang dia cari dan itu membuat dia garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"sunny mana?"Tanya sungmin entah pada siapa.
Disebuah pohon dekat taman itu ternyata ada sesosok namja tampan bertampang 'evil' melihat itu semua dan senyumannya tak pernah luput dari wajahnya mengingat idenya berjalan dengan sangat mulus.
'kerja bagus, bummie.'serunya dalam hati.
.
.
.
.
.
.
Changmin keluar dari kamarnya dengan muka yang masih mengantuk. Dia beranjak menuju dapur dan mengambil botol minum dari kulkasnya. Ketika dia ingin menutup kulkasnya dia melihat dua buah note dari orang tuanya dan… kibum?
'minnie, umma dan appa pergi sebentar, ne? jika kau lapar uang dan makanan sudah umma taruh ditempat biasa. Jangan cari kami,ne? saranghae. Umma dan appa.'
Changmin hanya mengangguk-anggukkan kepalanya karena hal seperti ini sudah sangat biasa dialaminya. Kedua orang itu memang suka pergi dengan tiba-tiba tanpa meminta izin lagi dengannya. Lagipula dia tidak memperdulikan itu. selama mereka masih menafkahiku, tak pulang selamanya juga tak apa-contoh anak yang kurang ajar.
Lalu dia membaca note satu lagi dari orang yang sangat ingin dibunuhnya, kim kibum.
'chagi, oppa dipanggil kyunnie pabbo nih. Jadi oppa gak bisa menemani chagi sarapan pagi. Tak apa kan,eoh? Oppa sudah buatkan kau dan wonnie sarapan. Saranghae. Tertanda dari kim kibum oppamu tersayang.'
"opp… WHAT THE HECK?"dengan ketidakprikekertasan changmin pun merobek kertas itu dengan penuh nafsu. "sialan kau kim kibum brengsek… berani-beraninya meragukan ke-seme-anku."gerutu changmin.
Changmin melangkah menuju meja makan dan melihat berbagai macam makanan tersaji disana. Dia memuji-muji kibum setelah mencelanya habis-habisan tadi. Dengan penuh nafsu changmin pun mengambil salah satu makanan itu dan memasukkan kedalam mulut kalau saja…
"HUWAAAAAAAAAAAAAAAAAAA…."sebuah teriakan itu berhasil membuat changmin menghentikan aktifitas kesukaannya dan menatap garang pada kamar tamu dirumahnya.
to be continued
hehehe… datang lagi ne, gak usah banyak cincong yuk saya balas review dari readers-readers kesayangan.
Yefah joyers clouds : haha… sudah diceritakan ne alasannya.
Pumpkinsparkyumin : won suka kibum? Hmhmhm *smirk
Lenyclouds : gomawo chingu, terharu aku bacanya… mian kalau jarang bales review soalnya aku posting ini curi-curi internet kantor jadi aku takut ketahuan jika ternyata bukannya berkerja malah buat beginian hehe
Mitatitu : haha… gimana ya?
Lia : iya chingu.
KID : iya, shock berat tuh wkwkwk… haha changmin kan anak yang tidak dianggap *plak… sunny penganggu?
Gaemgyu : bingung ya chingu? Sama, author juga bingung chingu.
Adila. Elf : disini memang saya menistakan semua tokoh-tokoh utama yang ada disini. *kalimatyangamattidakefektif
Rianaclouds : yesung? Haha… bukan chingu.
Udah itu aja ya… maaf jika readers lain yang reviewnya gak saya bales. Bukannya saya senga' tapi saya bingung mau balas dari mana saking lamanya gak bales review-review para readers. Oh, iya sekedar info saya ini masih berumur 16 tahun namun kerja sambilan disebuah kantor ****** (nama disamarkan) jadi jangan panggil saya eonni yah karena saya merasa sangat tua jika dipanggil begitu haha. Kalian boleh panggil nama aku, author, atau apalah selain itu. sekali lagi terima kasih pai-pai.
