*Author dan temannya TA(Teman Author) duduk melihat hasil rekaman semalam*
TA:: Thor, kok ada yang kurang ya?*nge-replay rekamannya terus*
Author:: Apaan yang kurang Tem? *makan bolu*
TA:: Kok cuma ada tiga orang ya?
Author:: Lah bukannya cuma tiga ya tokohnya?*masih asik makan bolu*
TA:: Yah pikunnya kumat, ada lima Thor. Sakura sama Hinata gak ada.
Author:: Siapa yang salah?
TA:: Ya elu lah Thor! Lu yang buat, elu yang lupa. *Nyolong bolunya*
Author:: Lah elu yang salah, siapa suruh gak ngingetin! Udah tau temen lu suka lupa, bapak aja sering salah.*Author mengenang masa-masa 'salah bapak'*
TA:: Iya-iya gue yang salah, udah ayo ketempat Hinata sama Sakura. Mumpung masih jam sepuluh.
Author:: Males ah, gua mau makan boluu~, besok sekolah Tem...
TA:: Apa hubungannya sekolah sama bolu? Jayus lu, udah ayo!*Narik Author yang megangin bolunya*
Extra Chapter (part 2)
By:: Aidou Yuukihara
Genre:: Slight humor, tragedy, school life, a little bit romance inside, and friendship of course.
Rate:: T as usual
NARUTO © Masashi Kishimoto
Go on! © Aidou Yuukihara/UQ/QR
Warning:: Full of woozy things(yang membingungkan), OOC, OC, karena ini udah chapter keberapa tau, jadi dah ngerti kan?
Ayo dimulai!
Mbee~~...
.
.
.
.
*Tiba di kamar Sakura*
*Sakura megangin kalender yang masih di gulung kayak megang pedang*
*TA panik, Author masih asik makan bolu*
*TA nyalain lampu dan ngambil bolunya dari Author*
*Author nyiapin kamera sambil cemberut*
*Sakura dah tau itu si Author sama temen hayalannya*
.
.
.
.
Namaku Sabaku no Sakura, aku sebenernya males sih melakukan hal seperti ini tapi karena disuruh Author sialan yah berakhirlah aku di sini. Baru beberapa bulan aku menjadi salah satu dari bagian keluarga Sabaku. Yah karena kalian sudah tahu masa laluku seperti apa jadi aku akan menceritakan tentang kisahku akhir-akhir ini semenjak jadi Sabaku.
Setelah aku datang ke rumah ibu –Chiyo-san dengan penampilan gelandangan(saat itu aku tidak menyangka selera berpakaianku buruk sekali, bayangkan? Aku pakain baju seperti itu! Belepotan abu! Gak banget deh!) aku langsung di bawa ke rumah inti keluarga Sabaku, gede banget loh rumahnya! Lampunnya dihiasi berlian, apa mereka tidak takut kalau di curi ya?
Ya sebenarnya sih bukan berlian, aku tidak tahu itu namanya apa. Warnanya putih terus bisa bersinar gitu.
*Itu bohlam Sakura*
Diem dong, ini bagianku Author ganteng!
+Najis!+
Kamu juga AT!
*Loh TA mana?*
+Kabur!+
Oke lanjut, pokoknya bagus banget deh! Pelayan-pelayanya juga banyak, lalu banyak cowok-cowok cakepnya loh! Ada juga yang cantik. Ibu memperkenalkanku kepada Gaara, Kankuro, dan Temari. Mereka berdua sepupu tiriku, mereka seperti boneka! Manis banget!
Aku tidak tahan melihat hal-hal yang manis seperti itu!
Nah setelah ajang perkenalan itu, aku resmi menjadi salah satu anggota keluarga Sabaku. Oh iya, sepupuku sudah tidak memiliki orang tua, keluarga mereka satu-satunya hanya ibu dan kak Sasori (dan sekarang ditambah aku). Kasian ya, kaya-kaya tapi sendirian.
Tunggu, apa yang barusan aku katakkan?
Author! Coba aku lihat rekamannya sebentar.
*Sakura ngerebut kamera Author dengan paksa*
*Athor mewek, "Itu kamera baru Sa..."*
*AT jaga-jaga*
*Sakura balikin kameranya*
Buat para pembaca, aku ingatkan yang tadi itu bukan aku! Aku tidak norak dan centil seperti itu! Ini sangat memalukan.
Tadi orang itu sedang membicarakan keluarga Sabaku ya...
Akan kulanjutkan.
Aku tidak begitu peduli dengan keluarga mereka, asal aku bisa bertahan hidup sih aku tidak peduli. Menurutmu aku tidak tahu terima kasih hah? Ya itulah aku, aku sudah tahu itu. Diam dan dengarkan saja ceritaku ini.
Si Gaara dia agak sejenis dengan Sasuke, hanya saja dia lebih robotisme dari pada Sasuke. Aku juga bingung dengan tato jang di pelipisnya itu. Kalau Kankuro, aku juga agak aneh dengannya, dia pakai warna-warni gak jelas di pipinya. Lalu saat aku salah masuk kamar –dan masuk ke kamarnya, aku melihat koleksi boneka beruang yang ugh, gak cowok banget. Yah aku gak peduli sih dengan itu. Kalau si kakak, yaitu Temari, awalnya aku merasa dia paling normal tapi ternyata dia sama saja dengan mereka berdua. Itu sebelum ia menguncir rambutnya, apa coba kuncirannya itu! Aneh mirip landak tahu!
Ih, kok aku ngomongnya kasar ya?
Gaara gak robotisme tau! Lagian robotisme tuh apaan sih? Gak jelas banget sih bahasa kamu! Gaara tuh unyu banget! Apa lagi tato Ai-nya! Kawaii banget deh!
Pas aku masuk ke kamarnya Kankuro aku juga seneng, koleksi boneka beruangnya juga banyak! Aku kan suka, abisnya Sasori-nii Cuma koleksi boneka gajah sama kudanil (warnanya sama tapi posenya beda-beda, itu juga unyu~). Aku paling suka sama beruang, apa lagi beruang salju. Uhh~ unyu banget!
Kalau Temari-nee juga gak aneh tau! Kuncirannya itu keren banget! kamu gak tau apa-apa di balik fashion sih! Itu tuh menandakan kalau dia tuh kuat, rambutnya yang jabrik-jabrik kayak landak itu yang menandakan kekuatannya. Dan Temari-nee suka landak, aku juga suka. Landak itu unyu~ abis tau!
Pokoknya mereka gak aneh! Yang aneh itu tuh kamu! Kamu!
Apa kamu bilang? Kamu yang aneh tau! Aku gak aneh!
Apa coba yang lucu dari boneka kudanil dan gajah itu. Masa gajah lagi ngepiip sama kudanil di jadiin boneka! Terus ada gajah yang lagi nutupi auratnya. Terus ada juga boneka kudanil yang lagi nyoba jilatin kakinya. Itu aneh! Bukannya lucu atau imut atau kawaii!
Landak tuh bawa sial, kalau nongol langsung nyiksa orang! Gak ada lucunya tau!
Ih Lucu tau~!
Gak!
LUCU!
GAK!
LUCU!
GAK!
Sudah-sudah, kalian ini satu tubuh kalau ada yang liat pasti nyangka kalian orang gila.
GAK MAU!
*Author asik nonton sambil makan bolu, untung bawa tripot*
*AT ngompres kepalanya karena stres*
*AT ngajak pergi*
*Author ikut aja*
*Author dan AT nyampe di tempat Hinata*
*Hinata berhenti bermain piano*
Author:: Hei Hinata-chan, kamu mau cerita soal latar belakangmu gak? Harus, gak boleh nggak!
AT:: Langsung bilang aja kek kayak begini, "Hinata-chan cepet ngomong tentang latar belakangmu!"
Author:: Kenapa gak ngomong dari tadi? Asisten payah!
AT:: Ah salah terus, Hinata-chan bisa mulai kan?
Hinata:: *ngangguk*
*Author dan At menyiapkan peralatan*
*Hinata berpikir apa yang harus dia bicarakan nanti*
*Semua sudah siap dan Hinata mulai berbicara sambil memainkan pianonya*
*Author dan AT ngacungin jempolnya karena ide Hinata yang cerita sambil bermain piano*
Hai semuanya, karena permintaan Author dan AT aku akan menceritakan tentang diriku dan aku akan berusaha sekuat tenaga agar tidak gugup. Makanya juga aku berbicara sambil bermain piano. Kalian tidak keberatan bukan?
Hm, menurutku aku sudah menjelaskan latar belakangku di chapter-chapter lalu dan menurutku itu sudah jelas. Bagaimana kalau kita bercerita tentang masa-masa SD dan SMP-ku yang penuh dengan bully. Biar lebih asik aku akan memainkan lagu CRESCENDO(Biola dan piano saja) yang menjadi ending anime La Corda D'Oro yang di angkat dari komik plus game yang ilurstrasinya (dan cerita untuk komik) milik Yuki Kure.
Kalian tahu apa arti kata itu? Itu berarti penggencetan. Dari dulu aku selalu di gencet oleh kakak kelasku. Aku tidak tahu kenapa begitu? Aku tidak tahu kenapa mereka senang sekali melakukan hal itu. Aku sebenarnya ingin melawan, tapi aku tidak bisa memberikan sedikit pun sebuah perlawanan. Mereka berlima bahkan berdelapan, dan aku hanya sendiri. Kenapa takdir begitu kejam untukku, belum lagi saat orang tua dan adikku meninggal, masih-masihnya mereka menggencetku seperti itu. Apa coba untungnya buat mereka?
Pada suatu hari aku mencoba untuk melawan tetapi ini lebih kuat dari biasanya, beberapa hari yang lalu aku melihat kakakku berlatih bela diri dan mencoba menggunakan jurus-jurusnya. Pada awalnya aku memang berhasil menumbangkan satu lawan, tetapi karena jumlah mereka terlalu banyak mereka langsung mengeroyokiku. Untungnya Naruto yang lewat sambil membawa case trompetnya langsung berlari dan menerjang mereka dengan cepat. Kalau saja dia tidak datang, aku bisa saja sudah di buat babak belur atau bahkan mereka bisa melakukan pelecehan terhadap diriku. Semenjak hari itu kakakku yang sepertinya tahu sesuatu, meyuruhku untuk ikut les bela diri.
Memang sih terdengar gombal, aku suka hanya karena dia menolongku ataupun karena bersikap baik padaku. Pada dasarnya sih aku tidak tahu apa itu cinta, apa lagi suka. Bagiku itu sesuatu yang abstrak. Umn... author boleh cut dulu gak?
*Author matiin kameranya, dan nyamperin Hinata*
Author:: Kenapa Hinata-chan?
Hinata:: Cinta itu apa?
AT:: Hinata-chan kamu salah orang deh, dia tuh gak ada romantis-romantisnya.
Author:: Ah belagu lu! Gini-gini gua penafsir jalanan tau! Oke, menurut author yang ganteng ini. Cinta itu sama saja dengan dendam hanya saja dia versi negatifnya dendam. Got it?
Hinata dan AT:: *geleng-geleng*
Author:: Dendam bisa merubah kepribadian orang secara total(gak juga sih)! Cinta juga sama, bedanya dendam karena alasan tapi kalau cinta itu nggak, kalau alasan untuk mencintai itu hilang yang jelas Adam dan Hawa gak bakal punya banyak keturunan sampai muncul milyaran orang di dunia. Kalau ada alasan pasti suatu saat bakalan hilang sampai titik tertentu(jadi kayak ekonomi, hukum Gosen/ Herman) makanya kalau dendam suatu saat bisa ilang.
Itu sih kata sisi romantisme Author, kalau sisi kritis Author bilang "Cinta itu munafik, pake bilang gak butuh alasan. Masih jaman kata cinta jaman sekarang? No money no dong! Begitu kan faktanya, gak ada tampang ya lewat, otak pas-pasan ya lewat, gak ada uang juga, agama KTP doang juga lewat."
Itu bener juga, kalau kata sisi Author yang centil, "Kalau cinta sama orang saat deket-deket dia kita deg-degan gimana gitu, pengen di liat mulu sama dia, terus mikirin dia terus, apa aja di kait-kaitin, pengen jadi yang terbaik di matanya dan terkadang jadi caper. Pokoknya yang kayak di komik dan novel gitu! Yang bikin hanyan~ (memasuki tahap mesem-mesem karena baca cerita yang romantis banget)."
Kata versi bijaknya Author, "Cinta itu mengajarkan kita untuk tidak egois, bersabar, dan juga ngebuat kita awet muda."
*Author balik dan nyaliin kamera*
*Hinata memainkan Romance for violin in G major OP. 40*
Aku kayaknya masuk ke ciri-ciri yang dibicarakan oleh Author versi centil tadi. Tapi kata sisi kritis Author, aku juga termasuk sih. Soal tampang dan lain-lain milik Naruto itu hanya nilai plus-plus aja. Aku tidak menyangka kalau Cocktail itu adalah Naruto, memangsi aku menyadari ada beberapa kesamaan pada mereka berdua. Saat aku tahu Cocktail itu adalah Naruto, aku menjadi penasaran dengan siapa yang menyukainya. Aku sih hanya bisa pasrah saja, asal Naruto bisa bahagia aku intinya senang. Tapi di salah satu sisi, aku juga tidak mau Naruto di ambil orang lain. Tetapi seperti kata versi bijaknya Author, cinta itu mengajarkan kita untuk tidak egois dan saat ini aku seperti diajarkan oleh perasaanku untuk tidak menjadi seseorang yang egois. Apa aku ini benar-benar menyuka-, ralat maksudku mencintai Naruto?
Aduh kenapa aku malah membicarakan soal itu sih!
Aku jadi malu.
Perlahan-lahan aku maju sih, tetapi semenjak tahu kalau Naruto menyukai seseorang aku berusaha untuk menjauh. Kalian mau tahu alasannya apa? Ini agar ketika Naruto bersamanya rasa sakit ini akan lebih sedikit daripada aku harus berusaha keras dan akhirnya gagal.
Tapi aku juga gak suka dengan diriku yang pasrah seperti ini. Hh, aku terkadang bingung dengan diriku sendiri.
*Tiba-tiba lagu yang di mainkan oleh Hinata berubah menjadi Moonlight Sonata, yang udah melewati bagian klimaksnya (yang kedengarannya seperti orang gila main piano, dan membuat orang yang denger jadi ikut gila. Keren banget tuh lagu! Beethoven emang keren!) *
*Author dan AT mencoba menyadarkan Hinata (kamera udah mati)*
*Akhirnya Hinata sadar dan langsung bingung dengan apa yang sedang terjadi*
*Author dan AT ngejelasin ke dia, dan Hinata minta maaf*
*Author dan AT pulan ke rumah*
.
.
.
.
A/N::
Soal waktu, itu di buat hari minggu jam 10 malem, biar gak bingung aja buat keterangan cerita di atas.
Karena pada minta jadi kubuat aja deh, tadinya sih mau ngebuat juga kan tokoh utama cerita ini yang sebenernya Si Sakura tapi malah gak ada. Karena menurut QR udah sering di bahas Sakuranya jadi takut yang baca bosen, kalau Hinata juga sama soal latar belakangnya juga udah di jelasin pas di daftar chara. Jadi di sini mereka lebih kayak curhat gitu, beda sama trio yang kemarin QR buat. Yang pas Sakura, QR ngebayangi jadi AT yang harus ngeliatin satu orang teriak-teriak sendiri, kadang jadi centil(belum pernah ada kan di chap sebelumnya? Namanya Kawakura, karena dia suka bilang 'Kawai' atau 'Unyu'), kadang jadi Arkuria, terus berantem sendiri, dan tiba-tiba Wisekura muncul. Pasti pusing tuh! Udah gitu disalahin mulu lagi sama si Author, yang sabar ya Tem(Jadi inget temen yang kemarin jadi asisten stradara, Cuma tangannya doang yang di sorot buat megangin papan tulisan scane-nya dan jadi tukang ojeg, nganterin QR bolak-balik cari barang dan minta izin kemana-mana, terus nganterin jajan, dan hal-hal yang gak ada hubungannya sama film).
QR juga bingung, itu kayaknya yang muncul ada empat, yang kata Sakuranya norak gak tau bohlam, yang bilang itu permata atau apalah sepertinya itu ego Sakura yang norak deh, setuju gak? Apa lebih baik dia di satuin sama si centil aja ya?
Nah kalau Hinata, dia sambil main lagu pakai piano. Kalau mau pas baca sambil dengerin lagunya aja.
Yang soal salah bapak itu juga pengalaman pribadi, kejadiannya tiga tahun berturut-turut, di tempat/waktu/orang yang sama. Salah ibu juga sering, salah keluarga dan yang lainnya juga sering, kalau jalan harus megang baju orang yang di sebelah biar gak nyasar kayak anak kecil padahal udah gak cukup umur. QR emang buta arah sih, kalau ngasih petunjuk arah ke suatu tempat sering ketuker, buakakakk.
Author note-nya panjang banget ya? Ah kenapa sih hasrat mengetik nongolnya pas udah sekolah...
.
.
.
Bales Review
.
.
.
Utai-san:: Yeppo, ini lanjutannya. Review lagi ya! Dkan kasi jawaban soal ending yang bagus..^^
Thia2rh:: Ini udah di buat, tapi lebih masuk ke curcol dari pada background. Alasannya dah di jelasin di atas kan? Review lagi ya! Dan kasi jawaban soal ending yang bagus..^^
Ehm:: Wah nama yang unyu~! Ehm-san, baca yang ini ya. Kalau udah, Review lagi ya! Dan kasi jawaban soal ending yang bagus..^^
Senju Miru05:: Mungkin karena style nyeritainnya mungkin ya? QR juga ngerasa perbedaannya. Haha, jadi inget soal kemarin yang mainin handycam temen tuk buat behind the scene tapi buat seneng-seneng doang. Udah kayak acara realigi atau termehek-mehek, gara-gara kesel pada gak dateng. Terus buat surat ancaman, iklan bika ambon, dll. Part duanya gimana? Review lagi ya! Dan kasi jawaban soal ending yang bagus..^^
.
.
Thx buat yang udah Review, baca, dan numpang lewat(?)
Oyasuminasai!
.
.
