Gelut! (2)

"Yosh! Ramuannya udah jadiii! Tinggal diminum dah tuh" You lega karena urusan ramuan udah kelar.

"Yeaaay!~~ sekarang kita bisa ke rumah Shuuun-saaan!" Koi antusias.

Sementara di pojokan, Yoru sibuk mengurusi Aoi yang masih shock karena jatuh dari motor.

"Gapapa Aoi, kamu sekarang disini, tidak usah takut. Kita berharap saja Kai-san, Haru-san, dan Kakeru-san baik-baik saja" Yoru memberinya minyak angin.

"A...Aku masih berpikir siapa pelakunya" Aoi memoles minyak angin ke lobang hidungnya.

Koi mendekat dengan membawa segelas teh hangat tawar.

"Minumlah, Aoi-kun" ucap Koi prihatin.

Listrik sudah nyala kembali, gas kompor juga sudah bisa kembali menyala normal.

"Ah, makasih Koikku" Aoi tersenyum.

"Aoi teh nya jangan diminum!" Arata kesel lagi.

"Lho, kenapa? Ini kan teh tawar, aku emang gak suka teh yang terlalu manis" Aoi mendelik bingung.

"Teh bikinan dia kagak enak, anyep!"

"Teh buatan Arata-san tuh, yang gak enak!" Koi mulai ngomel.

"Sudah, Koi, sudah!" Aoi melerai Koi.

"Gak sopan banget, baru kelas 1 SMA barengan Kakeru dah belagu. Gini-gini gue lebih tua dari elu" Arata gak mau kalah.

"Arata!" Aoi berteriak bentak Arata.

Arata diem sejenak.

"oke, aku diam" Arata menatap Aoi.

"Arata...aku..."

Arata mengacungkan jempol sambil berlalu pergi.

"Arata, tunggu!" Aoi segera ngejar Arata.

"Lho, Arata! Aoi!" Yoru yang sempat nonton Aoi berantem sama Arata, langsung nyusul mereka.

"Woy, Yoru!" You yang baru keluar dari dapur kaget karena Yoru lari keluar kontrakan.

"You..." lirih Rui yang juga akhirnya ikut ikutan keluar.

"Rui!" Ikkun juga ngikutin Rui keluar.

Hajime keluar dari kamar mandi dengan badannya yang berbalut handuk ungu.

"Eh?" Hajime kaget karena semua orang pergi, kecuali Koi.

"Koi? Dimana yang lain?"

"Anuu... mereka semua keluar" Koi merasa bersalah.

"Aih, dasar mereka ini. Sedang di teror orang, masih saja berani pergi dengan bebas" Hajime berkacak pinggang dan melangkah masuk ke kamar Kai untuk numpang make baju.


"Arata!"

"Arata-saaaan!"

"Arata, kau dimana?!"

"Arata..." lirih Aoi yang ngerasa bersalah karena ngebentak Arata.

Giliran Arata yang menghilang sekarang.

"Arataaa!" You memanggil Arata.

"Tumben tumbenan nih anak nyelonong pergi aja" gumam You pelan.

"Arataaaa! Aku minta maaf!" Aoi berteriak membujuk Arata.

Namun tak ada jawaban dari Arata.

Aoi berpikir sejenak sebelum akhirnya menemukan ide.

ARATAAAA, SUSU STRAWBERRY NYA KU ABISIN YAHHH~~

"JANGAAAN!" Arata nongol dari balik pohon beringin.

"Ketemuuu~"

"Woy, lu ngapain ngumpet di pohon beringin?!" You lega karena seengaknya Arata gak di culik.

"Syukurlah, Arata-san gak hilang..." gumam Rui.

Yoru ngelus dada lega, Ikkun ngusap keringat karena saking paniknya.

Koi dan Hajime baru keluar dan nyamperin mereka.

"Yeeeh, Arata-san ngapain ngumpet di pohon beringin, kurang kerjaan!"

"Koi!" Aoi nyikut lengan Koi.

"Sorry Gaes, tadi gue niat nyari nasi goreng" Arata terlihat menenteng bungkusan nasi goreng.

"Buat Aoi-kun~" Arata memberi sebungkus nasi goreng.

"Arata...tapi kupikir kamu..."

"Tadinya gue kesel sih, tapi perut gue keburu laper, sekalian gue beliin nasi goreng buat semuanya" cerita Arata sambil ngasih nasi goreng ke Ikkun dan Rui.

"Terima kasih, Arata-san" Rui tersenyum.

"Makasih, Arata!" Ikkun seneng karena dia juga laper.

Arata juga memberi nasi goreng ke Hajime, You dan Yoru kecuali Koi.

"Lho? Arata-san, nasi goreng buatku manaaaa?~~"

"Kirain disini cuma 7 orang" ucap Arata dengan santai.

"BUSEEET, EMANGNYA DISINI KU DI ANGGEP APA?! SETAN?!~~" Koi mulai panas.

"Sudahlah Koi, nasi gorengnya kita makan berdua ya?" Kata Aoi tulus.

"Wah, Aoi-kun!~ aku jadi terhura hiks!" Koi mulai ngusap air matanya.

"Enak aja lu makan sama Aoi! Beli nasi goreng baru aja sana!" Arata jengkel.

"Arata!" Aoi negur Arata sekali lagi.


"Eh? Jadi ini kamar Shun-san?" Ikkun speechless.

"Ehhm. Aku suka main di dalam kamarnya sesekali" balas Rui.

"Ngelihat pintunya doang kok gue merinding yak?" You merinding sambil megang tengkuknya.

"Tapi, kita gak bisa masuk ke kamarnya sembarangan, iya kan?" Yoru ngingetin mereka semua.

"Ngomong-ngomong Shun-san kemana yak? Harusnya dia di kamar kan?" Koi penasaran.

"Lagi mandi mungkin" kata Arata sambil nyedot susu strawberry.

"Buset, perutnya kuat banget! Barusan makan nasgor terus lanjut minum susu!" Koi geleng-gelengin kepala.

"Shun-san? Kau di dalam?" Ikkun berinisiatif ngetok pintu kamar Shun.

Tapi Shun tak menjawab.

"Shun, kau didalam?" Giliran Rui yang manggil Shun sambil ngetok pintu.

Tetep gak ada jawaban.

"Shun! Lu ada di dalem gak sih?!" You juga ngikut manggil Shun.

Fuh fuh fuh

"Heh?" Semuanya nengok ke sumber suara.

Shun ada dihadapan mereka dengan kedua telapak tangan masih terbungkus sarung tangan besi baja.

"Minna~ apa kabar? Kalian sanpe rombongan kesini ya?~"

"Shun-san!" Ikkun dan Aoi terperangah.

"Shun..." Rui hanya menatap Shun.

"Ternyata lu disini toh, yare yare" You ngelus dada"

"Shun-san gimana kondisimu?" Yoru terlihat khawatir.

"Shun-saaan~ lama gak ketemuuu!" Koi loncat-loncat senang.

Shun tersenyum menyeringai pada semuanya.

"Anoo, Hajime-san ada diluar" Koi garuk rambut.

Shun segera bergegas ke teras depan rumahnya yang luas dan mewah.

"Shun-saaan!/Shun!" Mereka semua lari sambil ngejar Shun.

Hajime sedang berdiri di teras.

"Kalau berdiri terus nanti varises lho, Hajime~"

Hajime segera menoleh pada Shun yang berdiri persis di belakangnya.

"Shun, bagaimana kondisimu?" Suara Hajime tidak sekaku sewaktu di mini market.

"Daijoubu, Hajime. Aku cuma tidak boleh memegang benda dengan tangan telanjang"

"Oh, soal tanganmu...ini untukmu" Hajime menyerahkan botol minum berukuran kecil berisi ramuan penghilang tangan api.

"Ini..." Shun terperangah.

"Begini, kita semua membuat ramuan ini bareng-bareng. Ya, walaupun Kai-san..." Yoru mulai cerita

"Aku tahu keberadaan mereka bertiga kok~" Shun memotong cerita Yoru.

"Mereka dimana?!" Koi mangap, Arata menyumpal mulut Koi dengan kardus susu UHT strawberry.

"Minna, aku butuh bantuan kalian semuanya, makanya..."

"Perasaan gue gak enak, nih" You merinding lagi.

"Sebelum aku buka pintu kamarku, Hajime..."

"Apa?" Orang yang dipanggil pun nengok.

"Kau gak keberatan kan, kalau aku begini~" Shun menjentikkan jari dan tiba-tiba saja gumpalan asap sangat tebal menyepul di sekeliling Shun.

"Shun!" Hajime terkejut karena gumpalan asap itu persis seperti gumpalan asap di dapur kontrakan Kai.

Kini, Shun berubah wujud menjadi Hajime.

"BUSEEET!" You dan Koi melotot.

Rui hanya bisa berkedip-kedip dengan muka polosnya.

"Shun! Kau!" Hajime merasa seperti diperlakukan dengan buruk.

Ikkun tepok ndas, Yoru sweatdrop.

Aoi terkekeh dengan segan.

"Bagaimana? Hmm?~ hmm?~"

"Suka Hajime mah suka tapi gak begitu juga kaleee!" You menatap Shun malas.

"Ini cuma sebentar kok~ boleh kan Hajime?~" Shun yang kini berubah wujud menjadi Hajime menoleh pada Hajime yang menatapnya malas.

"Berjanjilah padaku agar tak melakukannya lagi" ujarnya.

Koi langsung sweatdrop.

"Hajime-san pasti mau meng-iron-claw Shun-san"

Shun yang kini menjadi Hajime 'jejadian' membuka pintu kamarnya.

"Ayo, masuklah, jangan malu-malu~"

"Kau duluan, Shun" kata Hajime.

"Tunggu sebentar~" Shun memutar badannya, memandangi mereka semua.

"Ape lagi Shun?! Jangan bikin kita-kita pada kesel nih!" You mulai emosi.

"Tindak pencegahan! Eheheh~"

"Shun berhentilah bercanda dan ayo pergi" Hajime berusaha biasa saja walau merasa aneh bicara pada kembaran 'palsu' nya sendiri.

"You, siap-siap, ya~"

"Woy, apaan nih!"

Criiing!

Sebuah jam weker mengkilat warna merah tergeletak di lantai.

"YOUUUU!" semua pada histeris kecuali Hajime.

"Gue kenapa nih! Kok gue gak bisa jalan?!" You masih bisa berbicara walau dalam wujud jam weker merah.

"Umm...You..." Yoru nggak enak hati.

"Yoru! Ada apa nih!"

"Kamu jadi jam...jam weker" Yoru gemeter.

"APAAA!? GILE LU SHUN!"

Yoru langsung memungut jam weker merah.

"Cuma sebentar kok, You~" balas Shun.

"Oh, Minna. Kalian semua juga harus berubah wujud~"


Shun memasuki istana Hiro bernuasa gelap dan hitam dengan tenang.

Sementara, seekor kelinci hitam besar melompat berjalan disamping Hajime palsu alias Shun.

"Shun, berjanjilah tidak akan melakukan ini lagi" kata Hajime yang kini menjadi kelinci besar hitam.

"Melihat wujudmu yang begitu jadi inget Kuroda, deh eheheh~" kata Shun sambil terkekeh.

"Lho, bukannya elu emang sengaja ngerubah Hajime jadi Kuroda ya?!" You sewot.

"Oh iya, aku lupa, eheheh~"

"Gue emang demen susu strawberry, tapi enggak harus ngubah gue jadi kardus susu strawberry juga kali!" Omel Arata yang berubah wujud jadi kardus susu strawberry.

"Gapapa, Arata. Ini cuma sementara" kata Aoi yang kini berwujud botol minum warna biru muda.

Yoru berubah wujud pita rambut warna kuning.

"Wujud Yoru-san kok rada aneh ya?" Koi yang menjadi boneka teddy bear pink merasa tidak enak.

"Habisnya, aku bingung" Shun angkat bahu.

Rui kini berwujud jam tangan berwarna hijau keabuan, sementara Ikkun jadi gelang warna coklat tua.