Disclaimer @ Masashi Kishimoto
Genre : Adventure, Family
Rate : T / M ( pertarungan or percakapan)
Pairing : Naruto x ...?
Warning : Gaje, Typo, Ooc, Oc, alur gak jelas, semi canon
v
v
v
Chapter 11
Semua yang ada di lokasi melototkan matanya, Bijuu itu tampak gagah dengan tiga ekornya. Dengan mata nyalang Sanbi menatap gerumunan manusia, sebagai ancaman. Dirinya tak mau disegel kembali, apalagi dibuat untuk senjata demi kepentingan mereka, semua Bijuu benci akan hal itu.
"I-itu S-Sanbi".
"D-dia telah m-muncul".
"B-berarti Mizukage itu telah mati".
"Apa yang harus kita lakukan".
Semua yang ada disana diliputi rasa cemas dan ketakutan luar biasa, mereka tau bahwa Bijuu sangat susah di kalah butuh keahlian khusus. Beberapa diantara mereka tengah menunggu perintah hal apa yang akan dilakukan selanjutnya.
"M-Mei-sama bagaimana ini?", pandangan Ao terus menatap Bijuu ekor tiga itu yang tengah anteng diposisinya, belum menandakan pergerakan.
"Aku juga tidak tau Ao, kalau Sanbi bangkit, berarti bocah pirang itu sudah membunuh Yagura. Kau pastikan saja, katakan pada seluruh pasukan kita jangan melakukan pergerakan sebelum ku perintah", tegas wanita crimson, mata emeraldnya tak luput turut menetap Sanbi.
Chojuro yang berada disamping wanita crimson, juga menunjukan ketercemasan luar biasa. Pasalnya baru pertama kali ini dirinya melihat langsung Monster Berekor itu. "Mei-sama, bagaimana dengan bocah itu, sedari tadi aku belum melihatnya sejak dia mengalahkan Yagura?", pemuda berkacamata itu melirikan matanya pada sang pemimpin.
"Aku juga belum tau", pungkasnya. wanita crimson itu membelakan matanya ketika kilatan putih mendarat tepat di depannya.
tapp..
Seorang bocah pirang berjubah hitam sliper orange dan celana orange menatap mereka, "Lebih baik kalian perintahkan kepada semuanya jangan sampai mendekat". suara khas datarnya meluncur.
Ao yang mendengar suara bocah pirang itu tensi darah tua nya naik, "Memangnya kau itu siapa bocah, memerintahkan kami seenakmu!!", pria bersurai biru tak terima, dan seketika emosinya meningkat.
Wanita crimson yang sedari tadi sedang berpikir bagaimana cara yang tepat guna menanggulangi Bijuu, pikirannya terganggu ocehan-ocehan mulut nyonyor Ao. "DIAM KAU AO!!, KALAU KAU TERUS MENGOCEH, AKU AKAN BENAR-BENAR MELEBURMU, MULUT SIALAN!!". terbebani pikiran, wanita crimson itu mencak-mencak, dibuat menambah masalah saja.
Naruto yang bertampang datar, seketika mengulas senyum kecil. Memang dirinya ingin sekali merobek mulut monyongnya.
"Sepertinya itu memang lebih baik, seperti kata bocah ini", Chojuro ikut menimpali.
"Dan kau bocah, jangan hanya kau bisa mengalahkan Yagura maka aku akan menuruti perkataanmu". bibir mungil seksi berlipstik merah itu menyindir sekaligus memperingatkan.
Bocah pirang itu seakan tak peduli, toh ini juga bukan desanya. Kenapa harus peduli, dia hanya mengingatkan saja. Dan ini juga bukan tanggung jawabnya. "Hn, terserah kalian". jawab bocah pirang masih stay cool.
Angin-angin laut kencang berhembus menambah suasana terasa mencekam, membuat Bijuu itu mendesis "Grrrr...". Situasi semakin lengang, membuat orang-orang disana semakin waspada. Benar saja Monster Berekor Tiga mulai menggerakan kedua kaki depannya, ketiga ekornya melambai-lambai dan itu membuat semuanya sudah dalam kondisi siaga.
Sanbi mulai membuka mulutnya dan itu membuat orang-orang terkejut, mereka segera menghindari sejauh mungkin guna menjaga jarak aman, tapi juga masih menunggu apa yang akan dilakukan Bijuu ekor tiga itu.
Grrrrrrrr...!!!!!!
Monster berekor tiga itu membuka mulutnya lebar-lebar, didepannya siap menembakan bola air yang sangat besar. Dan itu membuat semuanya tambah panik karena sang Sanbi mengarah kannya kearah para kerumunan orang-itu, sebagai inisiatif mereka pun siap membuat pertahanan diri.
Suiton Suijinheki..Suiton Suijinheki..Suiton Suijinheki..Suiton Suijinheki...
wushhhh...blarrrrr...byurrrrrr
Serangan Sanbi mampu menembus pertahanan dinding-dinding air yang pasukan Rebellion buat, karena kuatnya tekanan tembakan Sanbi. Dan itu membuat beberapa orang-orang disana terluka dan terseret bola air Monster berekor sejauh serangan itu.
Pohon-pohon langsung bertumbangan dampak serangan Bijuu, genangan air mengenang dimana-mana didalamnya terdapat manusia yang tengah terluka, membuat mereka harus bersusah payah menyelamatkan diri masing-masing.
Mata biru saphire itu melirik sekilas aksi dari Bijuu berekor tiga, menembakan serangannya saat kejadian yang baru terjadi. "Kalau sudah seperti itu lalu...". Naruto tak melanjutkan kata-katanya, dagunya menunjuk ke kejadian barusan terjadi.
Mei Terumi semakin panik ketika melihat banyak korban di pihaknya, "Chojuro perintahkan semuanya untuk mundur sesaat, dan untuk yang terluka harap segera diobati ke Ninja medis". wanita crimson itu harus membuat keputusan yang tepat.
"Dan kau bocah apa keputusanmu", ulang Mei Terumi
"Siap Mei-sama" Chojuro dengan beberapa orang bergerak menolong mereka yang tengah terluka.
Naruto hanya mengernyitkan alisnya, kenapa juga dirinya harus ikut dimintai keputusan, "Hn, kenapa kalian tidak membuat Kekkai , bukankah saat ini Bijuu lebih dekat ke desa, agar tidak terlalu mendekati buatlah Kekkai". bocah itu malas untuk menerangkan.
"Ide mu boleh juga bocah meminimalisir jatuhnya korban kembali". Wanita crimson itu menimang-nimang kemudian melirik Ao "Dan kau yang paling mengerti tentang kekkai, bawalah beberapa orang untuk mengurus persiapaannya, dan satu lagi aku paling tidak suka menunggu!!". Dengan tegas ia berucap.
"Tapi Mei-sama, ya sudalah". Ao segera beranjak ketika tangan wanita itu melambai-lambai tanda mengusir.
Naruto berbalik badan hendak melangkah pergi. "Hn, urusan Sanbi biar aku yang urus". Kemudian ia pun meloncat kedahan pohon.
"Hei bocah, tunggu!!
Bocah pirang itu mendengar teriakan wanita crimson tapi ia mengabaikannya, dan tetap terus mengikuti nalurinya.
Grrrrr...!!!
Sanbi masih terus mendesis dan terus menggerakan langkahnya, pohon-pohon sekitar bertumbangan akibat terjangan Monster berekor tersebut. Mata saphire itu mengkilat tajam menatap Sanbi penuh reaksi. "Ini pertama kalinya aku akan berhadapan dengan Bijuu, apa pun yang terjadi. Aku harus bisa, ttebayo". Naruto mulai menyemangati dirinya, di pucuk pohon paling tinggilah ia kini berada.
Monster berekor itu membuka mulutnya tapi bukan air, sebuah cakra berpendar dimulutnya dengan warna merah kehitaman semakin lama membentuk sebuah bola besar hitam keunguan dan siap menembaknya..
syutttttt...Duarrrrrrrr...
Terjadi ledakan besar akibat dari Bijuudama, membuat tempat sekitar berantakan, untung saja tempat ini sudah dilindungi Kekkai berwarna biru transparan. Walaupun tidak sekuat Kekkai Shisekiyoujin itu tidak masalah, apalagi ini untuk Monster berekor tiga.
tappp...
Sekejap Naruto didepan Sanbi menatapnya dengan seringaiannya, 'Sudah tidak sabar mengajakku menari,heh'.Pikir Naruto dan langsung mengobservasi keadaan, sanbi menggerakan ekornya guna menghantam manusia kuning tepat didepannya.
wushh..blarrr...
Dengan meloncat Naruto menghindarinya, ekor itu hanya mengenai permukaan tanah dan membuat hancur berantakan, Bocah pirang itu merapal segel tangan dengan cepat, melambungkan tubuhnya keatas dan membuka mulutnya lebar-lebar..
Katon Goka Mekkyaku
Blarrrrrr...
Semburan api dalam jangkuan luas berbentuk seperti dinding ombak itu mengarah tepat kearah Sanbi, Kura-kura berekor itu berontak dengan mengibas-ngibaskan ketiga ekornya guna melindungi tubuhnya, tapi naas. Api itu belum mau berhenti memanggangnya tanpa henti.
wushhh...
Api itu masih terus memanggangnya, "Grrrrr...", Sanbi masih terus mengaum dan membuka mulutnya menyemprotkan air dalam jaungan luas, memadamkan jutsu api Naruto. Cangkang Sanbi memang keras seperti batu koral dan itu membuat bocah pirang itu sedikit harus berpikir.
wushh...byurrrrrrr..nyessssss
Grrrrrr...!!!
tapp...
Naruto menyipitkan matanya ketika jutsunya berhasil dipadamkan, mendarat kembali ketanah. Sebuah kibasan ekor Sanbi bergerak kembali menyerang Naruto, dari atas dua buah ekor Sanbi menghujam. Seketika ia pun bergulir melompat kesamping dengan cepat, tanpa sepengetahuan Naruto ekor Sanbi yang lainnya menghantam dari sisi kiri dan membuatnya terpelanting menjauh..
Duaghh...Brakkkkk...Brakkk..
tubuh Naruto terdorong dan menabrak beberapan pohon hingga roboh, bocah itu pun meringis merasakan tubuhnya serasa patah semua, "Ugghh...sial!! jadi seperti ini berhadapan Bijuu,..ugghhh". lengan bocah itu mengusap darah disudut bibirnya. Dengan sedikit tertatih ia pun bangkit kembali, melangkah cepat walaupun tubuhnya remuk.
Diluar Kekkai orang-orang berkerumun melihat bocah pirang itu menghadapi Bijuu seorang diri, sungguh nekat. Kalau mereka mungkin akan cari selamat, apalagi ini lawannya Bijuu maka dengan pasti berpikir seribu kali...
"Sungguh nekat bocah itu".
"Bocah pirang itu terlalu bernyali".
"Ya kau benar, tapi aku salut. mungkin kalau aku akan berpikir seribu kali".
"Hm, aku tidak sependapat dengan kalian. Dia sedang mati-matian bertarung sendirian membela kita, kalian bahkan bukan apa-apa jika dibandingkan. Padahal dia hanya seorang bocah, kalau aku mungkin akan malu".
"Chojuro-san, maafkan kami".
Orang-orang disana langsung terdiam menunduk, dengan bijaksananya Chojuro menceramahi orang-orang Rebellion. Sebenarnya ia juga ingin membantu tapi Naruto mengatakan tak butuh bantuan, hanya nanti akan menghambat saja.
Naruto masih tetap tenang walaupun gerakan kakinya sedikit pincang tapi itu tidak masalah, akibat kuatnya hantaman ekor Sanbi, kalau orang lain mungkin sudah langsung tewas. Berterima kasihlah pada ketahanan tubuh dan stamina darah Uzumakinya, bukan hanya bercakra monster saja.
Grrrrrrrrrr . . . . . .
Bijuu itu merangsek menuju Naruto dengan bersiap-siap mengumpulkan kembali cakranya tepat didepan mulut, Bocah pirang itu tau bahwa Sanbi akan menembakan Bijuudamanya kembali.
Mata biru saphire itu berputar pelan dan telah berganti menjadi merah darah tiga tomoe menatap Sanbi berkilat tajam. Bijuudama meluncur dengan cepat, terlontar dari mulut Sanbi menuju targetnya si bocah pirang...
Syutttttttt...
Bijudama itu melesat menciptakan hembusan angin kencang meninggalkan jejak panjang dipermukaan tanah seperti anak sungai, Naruto sebagai target tetap tenang dan menjulurkan jarinya kedepan..
Raifuu Kyuin Jikukan
didepan bocah pirang muncul pusaran angin bercampur percikan-percikan petir hijau, Bijuudama itu langsung terhisap pusaran angin petir dengan mudahnya. Naruto tersenyum tipis jutsunya berhasil, dengan menjentikan jarinya diatas Sanbi muncul pusaran angin bercampur percikan petir memuntahkan Bijuudama..
wushhhh...Duarrrrr...
Sanbi terhempas kebelakang terkena Bijuudamanya sendiri, ia terlempar menjauh. Serangan itu menghancurkan tempat sekitarnya menciptakan kawah besar, rupanya bocah pirang itu memindahkan Bijuudama dengan teknik jikukannya.
brukk..
"Hosh...Hoshhh..."
Bocah pirang itu menjatuhkan lututnya kepermukaan tanah dengan nafas tak beraturan, 'Aku tak menyangka teknik ini akan berhasil, padahal itu baru ku kuasai, dampaknya cakraku terkuras cukup banyak. Mungkin baru pertama kalinya aku menggunakan ini'. Pikir Naruto dengan beberapa kali mengusap jidatnya yang tengah berkeringat.
~TSS~
"H-hebat sekali".
"Bijuudama sebesar itu dengan mudahnya menghilang".
"Jutsu seperti itu pasti banyak sekali menyerap cakra".
Kembali diluar Kekkai banyak orang bertanya-tanya dan kagum melihat seorang bocah melakukan hal yang mustahil, tapi itu nyata mereka melihat sendiri kejadian barusan.
Seorang wanita crimson pengguna Kekkei Genkai memandang Kekkai biru transparan, tepatnya ke arah bocah pirang, ia merasa khuatir padahal ia bukan siapa-siapanya dan baru saja bertemu.
'Sebenarnya kau itu siapa Gaki dan dari mana asalnya' . Mata emerald itu tak pernah mengerjap menatap lurus menebus dinding transparan.
"Mei-sama". Ao memanggil kecil wanita crimson, walapun dirinya tengah mempertahankan jutsu Kekkai agar tetap stabil, tapi tak mendapat tanggapan.
Naruto menatap datar Sanbi yang berusaha bangkit kembali. "Melumpuhkan Bijuu itu bukan hal yang mudah butuh cakra ekstra, aku harus menghemat cakraku dan aku juga belum tau siapa orangnya dibalik serangan ini. Yang mengendalikan Genjutsu, kemungkinan tidak akan lama pasti akan keluar dan maka sebab itu aku harus berhemat cakra". Naruto bermonolog sendiri, ia menduga bahwa yang melakukan hal ini bukanlah orang sembarangan.
Kuchiyose no Jutsu
poffff...
Seekor harimau putih besar muncul didepan Naruto. "Ada apa Gaki?" sang macan putih menyapa partnernya tetapi Naruto hanya menudingkan jarinya menunjuk ke arah depan. Byakko diam sesaat, mata kuning tajamnya melihat seekor kura-kura berekor tiga tengah berusaha berdiri.
tapp
Naruto melompat keatas kepala Byakko, tetapi ia tidak terkena percikan petirnya, tentu saja karena ia sudah mengikat kontrak sama seperti Suzaku. "Ada orang dibalik serangan ini, tepatnya Bijuu itu tengah di kendalikan". Naruto bersuara.
"Gr..Maksudmu dikendalikan, seperti terkena Genjutsu misalnya begitu". Byakko melirikan matanya keatas, dimana bocah pirang berada. tepat diatas kepalanya.
"Menjelaskannya akan memakan banyak waktu, sekarang aku sedang membutuhkanmu. harap bisa bekerja sama".
"Tak perlu sungkan, aku juga sudah cukup lama tidak bertarung dengan binatang cakra berekor",ucap Byakko.Naruto tersenyum tipis mendengar perkataan partnernya, sama-sama gila pertarungan.
Byakko mempercepat laju larinya dan siap dengan serangan petirnya, Sanbi yang merasa ada bahaya yang mendekat membuka mulutnya, tengah mengumpulkan kembali bola-bola air guna menyerang Byakko dan Naruto.
Syutttt...syuttttt...syutt...
Muntahan bola-bola air meluncur dengan cepatnya, Macan putih besar itu pun meloncat keatas. Lintasan peluru air itu tepat, jarak Byakko dengan serangan terasa dekat. Naruto menyipitkan matanya dengan kedatangan serangan Sanbi.
blarrrr...byurrrr...blarr..byurr..
Serangan Sanbi dapat tertepis sebuah ekor panjang meliuk-liuk, rupanya Byakko meloncat cukup tinggi guna memberi ruang gerak ekornya, tepatnya dibawah kaki mengibaskan-ngibaskan ekornya membelokan bola-bola besar air Sanbi..
Naruto tersenyum tipis, ternyata partnernya dapat diandalkan. "Seperti biasa", gumam Naruto menyeringai.
Byakko melirikan matanya keatas, "Asal bukan bola merah terkutuk itu, bukan masalah". Byakko paling benci dengan Bijuudama serangan andalan para Bijuu, dulu waktu perang dunia pertama ia pernah merasakannya terkena bola cakra merah kehitaman, membuatnya hampir sekarat.
Mata Sharingan tiga tomoe itu mengkilat tajam, diterpaan warna jingga senja sore hari, memancarkan warna sedikit kontras diwajah semi tan bocah pirang. Menatap buas sang Monster berekor tiga, Byakko kembali melancarkan serangannya memusatkan petir ke kuku runcingnya.
crettt...ctrettt..
Satu kali lompatan terkaman penuh petir, siap mencabik tubuh Sanbi. Gerakan menyilang nyaris menghujam cangkang Sanbi, sebuah ekor dominasi warna hijau mementalkan cakar tajam percikan petir..
Duaghhh...ctertt..blarrrr
Tubuh Byakko oleng kehilangan keseimbangan, karena sambaran ekor Bijuu terlalu cepat. Jatuh sedikit tersungkur, dengan sedikit tertatih macan besar itu segera berdiri ketika melirik sekilas, Bijuu itu tengah mengumpulkan cakra berbentuk bola merah kehitaman dan siap ditembakan..
Naruto yang berada diatas Byakko melirik sekilas, "Hn, siapkah melakukan kombinasi". Byakko hanya menganggukan kepalanya saja, Byakko terus berlari merasa yakin apa yang akan dilakukan partnernya.
Syutttt...
Hembusan angin kencang efek yang dihasilkan Bijuudama melintas dipermukaan tanah menciptakan alur panjang, Macan besar itu malah memperlaju larinya mendekati Bijuudama. Bukannya menghindar tapi mengadu nyali, mereka sudah gila begitulah kata orang.
Tangan Naruto menapakan pada kepala Byakko, dengan jentikan jari kirinya.
Raifuu Jikukan
sring...syuttttt..
Bijuudama itu tidak mengenai apa-apa, Tubuh Byakko dan Naruto menghilang dengan kilatan hijau, Bijuudama hanya mengenai target kosong dan membentur Kekkai biru transparan.
Duarrrrr...
ledakan besar Bijuudama membentur dinding Kekkai membuat tanah disekitarnya hancur. Byakko muncul tepat didepan Sanbi dengan cakarnya penuh kilatan listrik biru, langsung menghujamkannya ke tubuh Sanbi..
ctrettt...Duaghhh..srattt..
Sanbi terlempar menjauh akibat cakaran Byakko yang penuh tekanan cakra, tubuhnya terguling-guling menghantam pepohonan sekitarnya. Bocah pirang itu tak melewatkan kesempatan dengan melompat keudara disertai kilatan hijau.
sring...
Kilatan hijau itu muncul diatas tubuh Sanbi, Naruto segera mengumpulkan cakra di pusatkan telapak tangan, membentuk bola spiral hitam bercincin empat yang lumayan besar. Melemparkan ketubuh Sanbi yang tengah tergeletak untuk mencoba berdiri..
Cho Odama Dai Rasenringu
Duarrrrrrrrrrrrrrrr...
Ledakan dahsyat terdengar disertai hembusan angin kencang tanah bergetar seperti gempa, ditengah kawah yang besar Sanbi terkapar seperti tidak berdaya. Permukaan tanah yang hancur lebur seperti kejatuhan meteor dari langit. Bahkan hembusan angin kencang itu menghancurkan Kekkai biru transparan menyeret orang-orangnya tertiup angin.
tappp...
Naruto mendarat dengan nafas agak tersengal tak beraturan."Huhh..Huhh..tak menyangka dampaknya akan seperti ini". Dengan menonaktifkan Sharingannya, mata biru mengedarkan kesegala penjuru.
Byakko mendekat kearah Naruto. "Kau tak memikirkan dampak jutsumu kan Gaki, bahkan Jutsu itu melebihi kuatnya Bijuudama", Byakko menatap bocah pirang yang berlutut menormalkan nafasnya tak beraturan, sepertinya ia menghabiskan cakra cukup besar.
Naruto hanya mengulas senyum kecil saja, tanpa menjawab omongan Byakko. Jutsu yang terbilang Rank-SS, tergantung jumlah cincin yang Naruto buat semakin sedikit cincinya maka Rank nya turun. Bahkan Byakko berspekulasi satu jutsu itu bisa menghancurkan satu desa dalam sekejap dan tanpa sisa.
Grrrrrrr...!!!!
Monster berekor tiga itu bergerak-gerak guna membangunkan tubuhnya kembali, mata biru safir itu melirik sekilas. "Apa tidak ada cara yang tepat, untuk membunuhnya". Byakko menyipitkan mata kuningnya mendengar lontaran bibir tipis Naruto.
"Bijuu tidak akan bisa mati bocah, karena mereka adalah kumpulan cakra besar. cara termudah adalah menyegelnya kedalam tubuh atau mencari manusia sebagai wadah Bijuu sebagai Jinchurikinya".
"Apa tidak ada cara lain yang lebih praktis, tanpa mengorbankan seorang manusia sebagai tumbal!!". Ucapan Naruto sedikit menaik, ya ia mengingat kenangan-kenangan pahit dirinya ketika di Konoha, ketika dulu dirinya dilahirkan akan dijadikan Jinchuriki oleh Hokage brengsek. Karena alasan itu keluarganya membuangnya, untung saja tubuh dan cakranya menolak dan itu kini masih menjadi misteri.
Dan ia juga pernah mendengar nasib seorang para Jinchuriki yang sangat dijauhi oleh orang-orang dianggapnya sebagai monster, tapi beda kasus di Konoha. Kehidupan Menma begitu penuh kasih sayang, disanjung oleh warga bak pahlawan saat kejadiaan serangan Kyuubi 12 tahun yang lalu.
"Apa ada cara lain Byakko!!", nafas Naruto sedikit mendengus menahan emosi, tentu saja membuat Byakko tersentak.
'Aku tidak menyangka Gaki, kau ternyata mempunyai sisi jiwa kepedulian terhadap orang lain, walaupun kau tutupi dengan sifatmu yang datar juga tingkahmu yang brutal'. pikir Byakko dan menjawab pertanyaan Naruto dengan sebuah gelengan kepala.
Grrrrrrrrr...!!!!!!!!
Sanbi mulai bangkit dengan kedua kakinya, menatap dua sosok yang pelaku yang menyerangnya tadi. Naruto segera bangkit mendirikan badan dari posisi berlutut dan meloncat keatas kepala Byakko.
tapppp..
Segera mata biru itu telah terganti dengan merah darah ber tomoe tiga, Sharingan itu berputar pelan. "Tidak ada cara lain, tapi ini harus terpaksa. Padahal aku menghindari penggunaan Mangekyou", lirih Naruto, bocah pirang itu tidak mau ketergantungan dengan mata Sharingan. seperti Uchiha yang selalu membanggakan mata terkutuknya.
"Gaki ada sedikit cara, tapi ini hanya untuk memperlemah saja. kau perlu mengambil cakranya saja tanpa harus menjadi Jinchuriki, saat itu ambillah cakranya dengan cakramu sendiri". seakan paham dengan ucapan Byakko, mata Naruto berputar menjadi Mangekyou Sharingan
Byakko melangkah cepat ke arah Sanbi dengan pasti , Naruto yang sedang berdiri diatas Byakko memandang tajam kearah Sanbi. Dengan cepat Naruto memunculkan sebuah Seklenton tulang rusuk Susano'o saja dengan lengan kirinya yang terbelit rantai hitam.
cring...cring...
Rantai-rantai Susano'o berwarna hitam itu melesat membentuk kepalan tinju, langsung menghantam Sanbi hingga ia terseret beberapa meter.
Duagh...srettt..cring..cring..
Rantai-rantai itu melesat kedalam tanah dan muncul didepan Sanbi, Naruto sengaja membuat serangan kejutan. Rantai-rantai hitam menjerat Sanbi mulai dari kepala, badan , dan ketiga ekornya.
srettt...cring..cring...
Dengan sekali hentakan lengan kiri Susano'o nya Naruto, rantai-rantai hitam itu terangkat keatas, meninggalkan bekas-bekas retakan permukaan tanah.
Byakko yang sudah mendapat kode dari Naruto, langsung memusatkan elemen Raitonnya merambat ke rantai-rantai hitam dengan cepat menyerang Sanbi yang tengah terikat.
ctrettt..ctrettt...blarrrrrr...
Serangan kombinasi itu melumpuhkan Sanbi dengan dirinya tidak lagi berontak, mata Mangekyou Sharingan Naruto berbentuk shuriken berkaki empat itu berputar dengan cepat menatap mata Sanbi seakan-akan menyedot untuk memasuki alam pikiran Bijuu itu. Bocah pirang itu menggenjutsu Sanbi.
World Genjutsu
Didalam sebuah tempat dipenuhi banyak genangan air, Naruto menatap seekor Kura-kura besar berekor tiga tengah berdiri didepannya, menatap nyalang pada bocah pirang itu.
"Grrr...apa yang kau lakukan terhadapku bocah, manusia sepertimu tidak pantas berada disini!!".
"Hn, sedikit bermain-main denganmu, memang apa masalahnya",. Mangekyou itu menatap malas Bijuu didepannya.
"Grrr...lancang sekali kau manusia rendahan, Aku adalah Bijuu makhluk yang terkuat tidak ada manusia memperlakukan Bijuu seperti ini", sombong Sanbi.
Naruto melipat kedua tangan didepan dada menatap Monster berekor tiga berkilat tajam, "Yakin kau yang terkuat, nyatanya kau tidak bisa apa-apa, aku yang berkuasa disini..didunia Genjutsu ini!!".
Sanbi mencoba menggerak-gerakan tubuhnya, tapi sama sekali tidak bisa, nyatanya ia diam seperti patung. Naruto telah menguncinya, pergerakan Bijuu itu.
"Percuma, sampai kapan pun kau tak pernah akan bisa".
"Grrr...Apa yang kau lakukan pada tubuhku bocah rendahan".
"Sudah ku bilang ini Genjutsu, kalau pun aku mau, aku bisa menjadikan mu budakku seumur hidupmu. Nyatanya aku hanya ingin bicara denganmu, siapa yang mengendalikan Jinchuriki mu?? itu saja!!",. Naruto menatap nyalang Sanbi.
Yap, tentu saja Naruto bisa mengatakan itu karena mata Mangekyou Sharingannya lah yang terkuat, apalagi dalam Genjutsu yang dapat mengendalikan pikiran orang tanpa bertatap mata. Genjutsu Kotoamatsukami teknik spesial yang hanya dimiliki Mangekyou Naruto atau mata Uchiha Shisui yang telah dititipkan kepadanya.
"Grrrr...sialan kau bocah, kau akan menerima akibatnya. orang bertopeng yang telah melakukan semua ini, mata yang sama mata yang terkutuk". Sanbi berkilat tajam tatapannya menusuk bocah pirang.
"Orang bertopeng, mata terkutuk, mata yang seperti ini maksudmu". Naruto menunjuk matanya sendiri.
"Grr...ya Kami para Bijuu membenci mata itu, mata yang mengendalikanku. itulah kenapa kami para Bijuu sangat membenci manusia, seakan-akan menganggap kami adalah senjata, yang harus selalu menuruti hawa nafsunya".
"Tidak salah itu adalah Madara". seketika tangan Naruto mengepal, menaikan intensitas cakranya menebar Aura negatif. Cakra yang besar tapi beraura kelam. Madara Uchiha, dalang yang sama saat penyerangan Kyuubi, dan Naruto sangat membenci manusia itu.
Bahkan Sanbi terkejut merasakan tekanan Cakra Naruto seperti mengenalnya. 'Aku merasakannya dalam diri bocah ini, Aura cakra yang sangat familiar'. Bijuu itu menatap penasaran Naruto.
"Baiklah Sanbi seperti janjiku, aku akan melepaskanmu".
"Tunggu bocah, aku akan memberikanmu sesuatu padamu. Sebenarnya aku juga tak mengingankan hal ini, tapi ini pengecualian untukmu".
Sanbi sudah bisa menggerakan tubuhnya, karena Naruto sudah melepas kunciannya. Sanbi menyodorkan tangan kanannya dan sama halnya Naruto menyodorkan kepalan tanganya, tos Bijuu
"Tenang saja, aku sudah mematahkan Genjutsu orang bertopeng itu dengan Genjutsuku, jadi kau bebas sekarang", mata Mangekyou Sharingan Naruto berputar dengan cepat.
'Semoga kau bisa menggunakannya dengan baik bocah, apa yang telah aku beri'.
End world Genjutsu
Di dunia nyata Naruto menarik Cakra Sanbi yang merambat melalui rantai-rantai hitamnya dengan cakra biru miliknya, Ranta-rantai yang menjerat Sanbi itu penuh dengan cakra merah yang memasuki tubuh Naruto.
syuttttt..sleppp
Dalam hitungan detik Cakra merah itu telah masuk semuanya, perlahan lahan rantai-rantai hitam itu melepaskan diri menghilang. Ketika Naruto menghilangkan tulang rusuk Susano'o nya, mata Sharingan itu telah kembali menjadi biru.
brukk...
Naruto menjatuhkan lututnya dikepala Byakko, "Kau berhasil Gaki", Byakko melirikan matanya keatas menatap bocah pirang yang tengah tersengal-sengal akibat transfer cakra.
"Hahh.. ya begitulah, aku akan memindahkan Bijuu itu ke habitatnya". jentikan jari Naruto mengarah ke Sanbi.
Raifuu Kyuin Jikukan
Sleppppp...
Diatas sanbi muncul pusaran angin percikan petir hijau menghisap Sanbi dalam sekejap, Naruto memindahkan Bijuu itu ketempat yang lebih aman, kelak agar tidak ada manusia yang memperalat lagi sebagai senjata.
tapp..
Bocah pirang itu meloncat ke tanah, Byakko yang urusannya sudah selesai lekas ingin segera pergi, "Sepertinya tugasku sudah selesai bocah, jadi aku pergi dulu". Byakko menghilang dalam kepulan asap dan mendapat anggukan dari Naruto.
Bocah pirang itu melangkahkan kakinya hendak kembali, tapi sebuah tendangan kaki hampir mengenainya dan ia pun kembali terkejut, ketika tau siapa pelakunya...
wushh...
Naruto menghindar dengan tubuh bergulir kesamping. Bocah pirang itu menatap tajam ke sosok yang telah menyerangnya diam-diam, terlalu pengecut pikir Naruto.
tappp..
"Lama tidak bertemu Uzumaki Naruto,fufufu". Manusia bertopeng spiral berwarna orange, menampakan lobang matanya satu, dan berjubah hitam.
"Kau, brengsekk!!". mata biru itu berkilat tajam ketika melihat sosok jelas makhluk itu, emosi ingin membuncah melampiaskan rasa dendam yang telah lama ia pendam.
~TSS~
Angin malam berhembus kian kencang, jubah bocah pirang bergerak-gerak mengikuti ritme arah angin, helaian poni pirang berterbangan. Sepasang mata merah darah menyorot tajam sesosok manusia bertopeng orange..
Pandangan mereka bertemu, mata merah dari jenis yang sama menatap tajam berkilat terutama bocah pirang tepat ke arah lubang topeng. "Akan kupastikan, kau akan mati hari ini!!". Telunjuk Naruto menuding manusia bertopeng spiral.
"Fufufu..Tunjukan saja, aku tunggu loh". sahutan terdengar nada remeh terlontar dari balik topeng, memicu bocah pirang itu menggeram.
"Kau adalah orang pertama yang aku tandai sejak serangan Kyuubi 12 tahun lalu, cakra ku telah menandaimu masuk daftar untuk aku bunuh!!". Ya bocah pirang itu mengingat ketika waktu bayi, dirinya hampir mati oleh serangan Bijuudama Kyuubi, dan orang di depannya inilah sumber malapetaka terjadi. Sandaime menceritakan sedetail-detailnya kepada Naruto.
"Oh..begitu,..fufufu..seharusnya kau takut dengan seorang Uchiha Madara, dan kau tak pantas memakai mata khas Uchiha!!". Nadanya sedikit menaik ketika melafalkan kalimat Uchiha.
Wajah berkeringat bocah pirang itu berkilau terkena sinar bulan, namun rautnya menunjukan rasa amarah. "Hn, takut kepada seorang, sepertinya terdengar lucu, soal mata ini kau tidak perlu tau!!", ujaran sinis keluar dari bibir tipis bocah pirang.
Katon Ryuka no Jutsu
blarrrrrr...
Semburan api meluncur dari mulut Naruto, mengarah kedepan tepatnya kearah sang Madara palsu berpijak. Kepulan asap mereda menandakan serangan usai, Naruto sungguh terkejut, orang itu masih sama dalam posisi yang sama bahkan jubah hitam baik-baik saja. Pasalnya sensoriknya tidak menangkap sebuah pergerakan si sosok manusia bertopeng.
"Kau memang benar-benar tidak sabaran ya, dasar bocah. Bagaimana kalau ini". Madara palsu memberikan serangan kejutan dari dari dalam pusaran Kamuinya muncul banyak Fumashuriken beterbangan menuju Naruto, melesat dengan cepat. Tapi Sharingan tiga tomoe bocah pirang itu bisa memprediksi arah laju Fumashuriken tersebut..
syutttt...syutttt...syuttt...
Shuriken-shuriken besar melesat, tanpa lama sebilah katana sudah dalam genggaman Naruto dengan teraliri elemen Fuuton. Dengan melompat zig-zag , ia memberikan tebasan-tebasan pada shuriken-shuriken besar, membelahnya menjadi beberapa bagian
trangg...trang..tring..
Katana mengkilat putih itu bergerak-gerak mengikuti tangan kecil yang menggenggamnya erat, berapa kali menyilang dan mendatar guna menghalau serbuan Fumashuriken yang tak pernah ada habisnya..
tring..trangg..tring..
brukk..brukkk..
bunyi detingan logam terdengar dikeheningan malam, Seorang bocah pirang meloncat kesana-kemari dengan sebilah katana putih ditangannya menebas-nebas serangan, beberapa Fumashuriken berjatuhan kebawah akibat terbelah katana putih itu.
tappp..
Bocah pirang mendaratkan kedua kakinya dipermukaan tanah, menyudahi aksinya. Dibalik topeng spiral mata merah mengawasinya dalam diam hingga suara memecah."Sepertinya Shisui mengajarimu dengan baik, aku cukup terkesan. si penghianat Uchiha itu benar-benar telah mempersiapkan segalanya". nada sinis tercetus dari sesosok manusia bertopeng.
Mendengar lontaran kata menyinggung, menyebutnya nama sang kakak angkat. Gigi bocah pirang bergemelutuk. "Tau apa kau tentang Shisui-Nii, orang seperti dia adalah orang yang baik!!, dan kau jangan menyebut nama Nii-san dengan mulut busukmu!!". Suara lantang terucap bocah pirang, menyangkal Kakaknya bukanlah penghianat.
"Sudah kuduga kau terlalu naif, bocah sepertimu tidak akan tau apa-apa.., ah benar aku lupa , kau kan saat itu terbaring dirumah sakit. fufufu". sarkas Madara palsu
Naruto membulatkan matanya kenapa orang busuk ini tau, tapi ia tepis pikiran itu bahwa orang didepannya ini adalah Uchiha licik menghalalkan segala cara. Termasuk penyerangan Kyuubi di Konoha dan perang sekarang mengendalikan Sanbi dengan menggenjutsu Mizukage Yagura.
"Kau kenapa bisa tau saat aku berada dirumah sakit!!". mata merah tiga tomoe Naruto menatap nyalang, emosi bergejolak seperti ingin segera melampiaskan amarahnya pada orang di depannya, tapi itu harus ia tahan guna menunggu jawaban sosok tersebut.
Sosok misterius menatap Naruto dengan berbagai kesan, sepertinya usahanya berhasil sedikit memprovokasi mental perasaan bocah pirang. "Itu tak perlu kau tau, yang pasti Uchiha Shisui terlibat pembantaian Klan Uchiha malam itu, sebelumnya bukankah kau terbaring dirumah sakit jadi kau tidak akan tau apa-apa. fufufu...". Tawa remeh terdengar membahana di keheningan malam.
Naruto memandang jengah dengan ekspresi amarah, ia harus bisa tenang dan ia masih mengingat ketika ia harus terbaring dirumah sakit, apa ini ada kaitannya dengan Uchiha Shisui dan dirinya menjadi korban.
Flashback
tappp...tappp...
suara derapan langkah nyaring berbunyi disepanjang koridor rumah sakit Konoha, seorang pemuda bersurai jabrik hitam, bermanik onix berlari-lari kecil hingga ikatan Hitai-ate bergerak-gerak.
Sepertinya pemuda itu terburu-buru, pakaian hitam berlambang kipas pemuda itu yang ia kenakan, sepertinya ia seorang Uchiha. Membuka pintu rumah sakit dengan kasar...
Krakk...
"Sandaime-sama, sebenarnya apa yang sedang terjadi?, bagaimana keadaan Naruto-kun?, kenapa bisa sampai bisa seperti ini?, lalu siapa yang melakukan hal keji seperti ini?". Berbagai pertanyaan lontaran beruntun dari sang pemuda Uchiha, dalam keadaan panik, cemas, dan rasa marah begitu mengetahui orang paling disayanginya sekarat, ketika mendengar kabar dari rekan salah satu ANBU.
Seorang pria tua itu terkejut ketika mendengar gebrakan pintu, dan sang pelaku langsung mencerca banyak pertanyaan. Tentu hal itu membuatnya sedikit rasa prihatin sekaligus sedih"Shisui tenangkan dirimu, aku tau apa yang kau rasakan". Kakek tua maniak nikotin itu hanya menepuk-nepuk pundak Shisui.
Bukan hanya Shisui dan Hiruzen yan ada ruangan itu, seorang pemuda bersurai panjang yang diikat rendah, menatap sahabatnya dengan wajah sulit diartikan.
"Keadaan Naruto-kun sedang kritis, kita sedang menunggu keterangan dokter yang sedang menanganinya saat ini, aku harap tenangkan dirimu". Hembusan asap nikotin menjadi jeda ucapan kakek tua, "Naruto-kun ditemukan tak sadarkan diri, Itachi-kun yang menemukan pertama kalinya, badannya penuh luka dan sedikit terbakar. Sepertinya ada gerombolan orang yang menyerangnya, saat itu Naruto-kun sedang berlatih di pinggir barat desa". Terang panjang lebar berjuluk The Professor itu.
Sekilas Shisui melirik ke seseorang yang tengah bersandar di dinding tembok dengan melipat tangan. "Apa perkataan semua Sandaime-sama itu benar Itachi?. nada sedikit sarkastik meminta penjelasan terhadap Uchiha bersurai hitam panjang yang di ikat rendah.
"Hahh, begitulah Shisui. saat itu aku sedang mengawasi perbatasan desa atas perintah Sandai-sama, karena Yondaime-sama sedang dalam kunjungan rapat didesa Suna selama sebulan. Otomatis sementara pemerintahan Desa yang memegang Sandaime-sama, dan beliau memerintahkan beberapa ANBU termasuk aku menjaga perbatasan desa, karena ada pergerakan luar yang mengancam Konoha, maka kami pun berpencar dan disaat itulah aku mendengar sebuah pertarungan ternyata itu adalah Naruto-kun. Maafkan aku Shisui, aku telat menyelamatkannya". Lontaran sesal terucap dari bibir Itachi dengan helaan nafas.
"Tapi aku menemukan pecahan seperti ini, sepertinya ini milik pelaku penyerang". dari balik bajunya Itachi menyodorkan sebuah topeng polos yang terbelah setengahnya.
Keempat pasang mata itu pun seketika terbelalak, sebuah barang yang tidak asing dimata mereka. Shisui mengeratkan kepalan tangannya, dengan raut wajah geraman. "Danzo", tatapan penuh nyalang ketika nama itu terucap.
krietttt..
Pintu kamar darurat Rumah Sakit terbuka, keluar lah seorang dokter bersurai kecoklatan dengan busana putih khas petugas medis dibelakangnya ada 2 orang perawat.
Semua mata memandang dengan berbagai ekspresi, mengharap tidak akan terjadi apa-apa terhadap bocah pirang berusia 7 tahun itu.
"Bagaiman keadaannya dokter". sebuah ucapan yang terdengar tidak sabar.
"Sebelumnya aku minta maaf tentang ini, menurut kondisi tubuh yang menerima banyaknya luka kami bisa atasi dengan ilmu medis kami, tapi...". Ucapan dokter itu terjeda.
"Tapi kenapa dokter apa ada yang parah?". Shisui tak sabaran, rasa cemasnya luar biasa.
"Shisui tenangkan dirimu, biar dokter meneruskan keterangannya". ucap Sandaime Hiruzen. Itachi hanya menatap datar rasa keingintahuannya ia sembunyikan.
"Naruto-kun terkena kunai peledak, dan pecahan logam serpihan kecilnya mengenai kedua matanya mengakibatkan infeksi, dan kami sudah berusaha sekeras kami. walaupun begitu untuk jangka kedepannya kalian pasti sudah tau, apa yang aku pikirkan". penjelasan dokter itu membuat ketiga pasang mata melotot seakan tak percaya, nasib bocah itu akan kehilangan cahaya terangnya, Visual penuntun tapak jalan kehidupan Shinobinya.
~OOO~
"Apa kau yakin, ingin melakukan hal ini Shisui. Tapi bukankah kita membutuhkan jutsu itu untuk menjagal Klan Uchiha sebelum kudeta ini terjadi". ucap sesorang dengan nada rasa tak percaya.
"Aku tau Itachi, kondisi saat ini memang memanas antara Konoha dengan Klan Uchiha. Tapi apa aku akan diam saja, ketika melihat seseorang yang kau anggap adik akan kehilangan cahaya kehidupannya. Apalagi ketika mendengar cita-citanya Naruto-kun, dia ingin mengikuti jalanku..dan membuat hatiku ini sakit.". Sosok itu terlihat murung begitu ucapan itu terlontar.
"Hn, jadi kau menularkan cita-cita konyolmu itu pada Naruto". ucap itu Itachi yang tengah bersandar pada dinding.
"Hah, itu hanya sifat kekanakannya saja. Dan asal kau tahu, kenapa Danzo menyerang Naruto-kun itu karena ia ingin menjadikannya alat guna memperalatku dengan menjadikannya sandera agar aku menuruti semua perintah Danzo". terang Shisui dan membuat mata Itachi terbelalak.
"Untung saja Naruto-kun bisa melindunginya sendiri, beragam keterampilan Shinobi yang aku ajarkan padanya, ternyata memang tidak sia-sia. Tapi ketika melihat keadaan Naruto-kun yang sekarang membuatku berpikir, tanpa sengaja kita telah menyeretnya ikut terlibat kedalam masalah antara Klan Uchiha dan pihak Konoha. Kau pasti tau itu kan Itachi, ia salah satu yang telah menjadi korban". Ulangnya
"Lalu keputusan apa yang akan kau buat". tanya Itachi
"Kita tetap dalam rencana yang kita buat, walaupun dewan Konoha mengkhianati kita, aku tau cepat atau lambat Kudeta akan segera terjadi. Untuk itu aku mohon jaga Naruto-kun baik-baik, besok sore aku akan menemui Danzo untuk membicarakan masalah Klan". Shisui menatap Itachi dengan serius.
"Dan kau tau Itachi mata ku ini adalah bukan mata asliku, ini adalah mata ayahku". Shisui matanya menunjuk matanya sendiri. "Dan aku ingin kau mentranplantasikan mataku pada Naruto-kun, kau tenang saja aku sudah menyamarkan mataku ini agar identik dengan mata asli Naruto-kun". Shisui menyodorkan sebuah tabung berisi air didalamnya ada sepasang mata Sharingan tiga tomoe kepada Itachi.
Itachi menerima tabung berisi air dengan sepasang mata merah merah tiga tompe yang diketahui mata asli Shisui."Kau yakin Shisui akan keputusan mu dengan mata ini, bukankah kalau Naruto-kun menggunakan mata ini. Maka..".Itachi bingung dengan sikap Itachi.
Dengan menepuk pelan Sahabat Uchihanya. "Kau tenang saja, aku telah mempersiapkan semuanya bahkan sebulan sebelumnya. Kau berpikir bila Naruto-kun akan mengalami kebutaan bila menggunakan mata itu, tentu aku ada cadanganya". Shisui tersenyum tipis.
"lalu bagaimana dengan masalah Klan Uchiha, apa kau lupa rencana kita". Itachi melirik sahabatnya."Memang mata ayahku ini tidak sekuat mataku sendiri, namun Genjutsunya sedikit berbeda tapi aku bisa menyesuaikannya dengan jutsu Kotoamatsukami ku".
kedua sahabat itupun meninggalkan ruang tempat rahasia mereka, karena Shisui mengambil apa yang dibutuhkan Naruto saat ini.
~OOO~
Di ruang kamar rumah sakit inilah Itachi menatap seseorang terbaring dengan perban melingkari kepalanya menutupi kedua matanya, sepertinya bocah pirang itu sudah tertidur karena habis menjalankan operasi mata.
Jemari Itachi terjulur menyentuh kening Naruto, dengan mata Mangekyou Sharingan berbentuk shuriken berkaki tiga menatap bocah pirang itu. 'Aku harap kau bisa menjaga dirimu sendiri dan menjadi teman yang baik untuk Sasuke'. batin Itachi dengan menghilang menggunakan Sunshin Karasu nya.
Setelah Itachi pergi didahi Naruto ada setetes darah yang menempel dikening bocah pirang itu.
"Itachi-san" ucap Seorang bocah pirang terbangun, walau sedang tertidur ia bisa merasakan kehadiran seseorang dengan Sensoriknya.
End Flashback
Naruto menatap tajam orang didepannya, dengan amarah kapan saja akan meledak. "Kalau pun kau tau semua itu, berarti kau juga ikut terlibat". Sarkas Naruto dengan meloncat menebaskan katananya kearah Madara palsu.
slashhh..
Orang itu diam saja tidak bergerak, Katana putih itu hanya menebas udara kosong. Naruto meloncat kembali kesamping, 'Kenapa Katanaku tidak mengenainya, malah menembusnya..apakah ini genjutsu, tapi ini tidak. Sharinganku bisa melihat genjutsu apapun bentuknya". Analisis Naruto mencermati sosok manusia bertopeng.
Madara palsu itu hanya diam saja tanpa menggerakan tubuh, dari balik topengnya ia menyeringai. "Kenapa, bukankah kau ingin membunuhku, Heh", pancing Madara palsu.
Bocah pirang itu hanya diam tanpa menjawab ocehan Madara palsu, yang mencoba memprovokasinya. Biasanya dirinya yang memprovokasi lawannya.
"Heh, kenapa diam saja, bagaimana kalau aku yang menyerang duluan". Dengan membuka sedikit topengnya, Madara palsu itu merapal heandseal dan menyemburkan api dari dalam mulutnya..
Katon Housenka no jutsu
blarrr...
Naruto segera melompat menghindari peluru-peluru api yang mencoba membakarnya, dengan lesatan melambungkan tubuh keudara, Naruto melemparkan puluhan kunai-kunai peledak kearah manusia bertopeng itu.
syuttt...syuttt...
Katsu...
Duarrrrr...duarrrrrrrr...
Kepulan asap yang di timbulkan ledakan beruntun membuat malam hari terasa sunyi dan pekat akan kabut. Asap dan kabut menyatu membuat jarak pandang terganggu, walaupun Naruto sudah mengaktifkan Sharingannya dan ia juga seorang sensorik, tidak serta-merta ia tidak bisa bergerak, malah lebih leluasa.
Madara palsu hanya diam ditempat tanpa bergerak seinchi pun, dia masih menatap bocah pirang itu dengan diamnya, Naruto yang melihat itu tak menyia-nyiakan kesempatan dengan menyabetkan katananya ke arah kepala, lagi-lagi menembusnya.
srettttt...
Hingga ia hampir terjengkang kedepan, namun sebuah tinjuan keras membentur punggungnya dan bocah pirang itu pun tersungkur..
Duaghhh...brukk..
Dengan sedikit menepuk-nepuk jubahnya Naruto segera berdiri dengan sedikit tertatih, akibat luka pertempuran sebelumnya, dan sekarang malah menambah luka. "Aku tidak tau jutsu apa yang kau pakai, tapi aku akan segera mencari tau nya dan membunuhmu!!", ucap Naruto dengan sedikit mengusap luka dibawah bibirnya.
Kagebunshin no Jutsu
poff..poff..
Kepulan asap muncul di depan Naruto dengan berdirinya dua Klon Naruto, Madara palsu hanya memperhatikan bocah pirang itu apa yang akan dilakukannya "Kenapa aku harus memberitau mu, jumlah tidak masalah buatku...fufufu". si Madara palsu hanya tertawa dibalik topengnya.
wush..wushhh..
Dua Bunshin itu pun melesat dengan kedua tangan masing-masing terkepal siap meninju, Klon pertama meluncur dengan meloncat keatas siap meninju kepala madara palsu dengan antengnya manusia bertopeng tetap tenang, pukulam itu hanya menembus saja. Klon kedua melakukan serangan kejutan dengan menghantamkan kepalannya tepat kearah dada, namun sama tetap sama menembus juga, hanya memukul udara kosong.
Mata Sharingan tiga tomoe itu mengobservasi kedua Bunshinnya yang tengah bertarung dengan Madara palsu. 'Bahkan serangan kedua Bunshinku pun tak mampu mendaratkan satu kali pukulan apa pun, tetap sama menembus tubuhnya, sekuat apa pun jutsu pasti punya sisi kelemahan'. Batin Naruto tengah berpikir keras, dirinya hanya diam menatap kedua Bunshinnya.
Klon pertama meloncat kedepan disusul Klon kedua dengan melakukan tendangan sapuan, dua sisi melakukan tendangan bersamaan namun tetap saja semuanya hanya menembus tubuh Madara palsu, kilatan putih mengejutkan madara dengan bola spiral bercincin satu menghantamkan dadanya.
sring...
Rasenringu
Duarrrr...brukk
Madara terpelanting kebelakang dengan memegangi dadanya yang terluka, terhempas menabrak beberapa batu. ia pun berusaha bangkit dengan kedua tangannya segera berdiri dengan sedikit tertatih. 'Sialan kau Namikaze, bahkan aku terkena untuk kedua kalinya dengan jutsu yang sama tapi terlihat berbeda. Ku akui benar-benar otak seorang Namikaze'. Madara palsu itu menatap nyalang bocah pirang yang tengah menatapnya. "Sepertinya Shisui mengajarimu dengan lumayan, dan kau mengorbankan kedua Bunshinmu".
"Hn, hanya suatu kebetulan", ucap Naruto acuh dengan melemparkan katananya kearah Madara palsu, seketika mata merah tiga tomoe berputar dengan cepat membentuk Mangekyou Sharingan yang tengah menatap katana putih yang melesat ke arahnya guna menghisap senjata putih itu.
syuttttt...
Sebuah tendangan hampir saja mengenai kepala Madara palsu, ketika ia sedang asyikannya menghisap Katana putih yang akan menghujam kepalanya, Naruto segera menangkap katana dengan masih berada diudara. Dengan tangan kanannya Madara menangkap kaki tersebut dan melemparkannya...
Duakkkk...brakkkk
Naruto terlempar menabrak pepohonan karena kakinya dicengkram Madara palsu dengan dihempaskannya. "Ughh..", Naruto melengkuh punggungnya yang sakit luar bisa, terbentur pepohonan hingga bertumbangan saking kerasnya lemparan penuh cakra tersebut.
"Cih" Naruto mendesis dengan mengusap bibirnya yang mengeluarkan darah, dirinya sekarang benar-benar berantakan, jubah kesayangannya sobek sana-sini. Dengan terpaksa ia pun membuangnya, dengan hanya mengenakan jaket hitam yang terlipat lengannya.
"Bagaimana Uzumaki menyenangkan bukan, itulah rasanya rasa sakit" lontar sesosok bertopeng tersebut.
Naruto hanya menatap datar muka bertopeng tersebut yang lubangnya memancarkan warna merah berputar pelan. 'Jadi itukah keistimewaan Mangekyou Sharingannya, memunculkan senjata apa saja dan menghisap sebuah benda padat, kata lain itu adalah teknik Jikukan. Dan ketika aku menyerang tubuhnya hanya mampu menembusnya dengan kata lain ia memindahkan sebagian tubuhnya, pas saat kejadian aku menghantamkan Rasenringu tubuhnya memadat, karena kedua Bunshinku menyerang bagian yang lain dan ia sedang disibukan kedua Bunshinku, jadi kesimpulannya berapa lama tubuhnya memadat...apa hanya 4 atau 5 menitan saja'. Pikir Naruto yang kini tersenyum simpul mengetahui kelemahan jutsu Jikukan Madara palsu, berterima kasihlah pada otak jeniusnya.
Naruto menatap datar dengan kedua tangan siaga, genggaman katana ia eratkan siap menebas tubuh busuk sosok bertopeng, dengan berpikiran jernih adalah cara jitu untuk menghadapi orang licik, dan orang didepannya adalah termasuk kedalam golongan itu.
Shiroi no Ken Chidorigatana
Katananya ia aliri dengan Chidori, dengan kilatan putih ia muncul didepan Madara palsu dengan menyabetkannya silang, kejadian yang sama lagi hanya mampu menembusnya saja, Madara palsu seakan terkejut dengan kemunculan Naruto tetapi ia masih bisa tenang.
sratttttt...wush..
"Kau pikir aku akan tertipu lagi, brengsek". Hujaman katana ia lancar kembali dengan cepat, dengan mengeluarkan besi hitam dari Kamuinya. Madara palsu menangkis serangan Naruto dengan mengikuti arah gerakan bocah pirang.
tringg...tring..
Bunyi dentingan logam terdengar, walau pun serangannya hanya kadang kala menembus, ia masih tetap tenang untuk mencari celah. Madara palsu bergulir kesamping menghindar tebasan katana berpercikan petir hijau itu. "Sepertinya ia sudah tau, kapan aku harus memadatkan tubuhku, jadi ia masih menunggu guna menyerang tepat tubuhku'. Pikir Madara palsu, naas ia lengah karena tengah pikirannya kemana-mana. Satu tebasan melukai tangannya karena melamun, dengan melompat kesamping ia menghindar.
Srettttt...tappp
Madara palsu mendarat kesamping, dengan memegangi tangan kirinya yang mati rasa tersayat katana, memang Raiton bukan hanya untuk mempertajam tapi juga memberi rasa tersengat. " Aku tau kau sudah mengetahui kapan aku memunculkan bagian tubuhku, memang benar-benar seorang Namikaze". Ujar nada sinis manusia bertopeng spiral.
"Cihh, Aku muak mendengar akhiran nama belakang itu". ujar datar Naruto menatap nyalang menyamakannya dengan Hokage busuk itu.
"Hohoho, ternyata benar rumor itu, anak yang sangat malang, terlantar dan dibuang anggota keluargannya". tawa dengan ejekan Madara menyulut amarah Naruto.
Bocah pirang itu sudah tak bisa lagi membendung emosinya, amarahnya tengah berkobar. Tanpa lama ia pun melepaskan jutsunya bentuk rasa pelampiasan.
Fuuton Shinku renppa
syutt...syutttt..syuttt
Melesatlah ratusan pedang angin, meluncur dengan sangat cepat ke arah Madara palsu, ia pun sangat terkejut ketika melihat banyaknya serangan mendadak. Ingin sekali ia mengirimnya ke dimensi Kamui dengan menghisapnya, namun jumlah serangan akan membutuhkan waktu yang sangat lama.
Duarrrr...Duarrrrrrr..Duarrrrr...
Kamui
Serangan beruntun di permukaan tanah tempat Madara berpijak menjadi hancur lebur hanya dengan sebuah satu jutsu, Naruto menyipitkan matanya melihat kepulan debu memenuhi keadaan, ia tidak merasakan cakra Madara palsu di lokasi. Rupanya ia menghindar dengan teknik Jikukan.
Diatas bocah pirang itu muncul pusaran spiral yang menunjukan kepala orang, dengan topeng sedikit terbuka hanya sebatas mulut saja yang siap menyemburkan api...
Katon Bakufu Ranbu
wush...wush...
Diatas udara serangan api berbentuk spiral melesat kearah Naruto tanpa memberi jeda, dengan meloncat loncat Naruto menghindar dan bergulir kepermukaan tanah dengan cepat ia merapal segel tangan..
Doton Doryujoheki
permukaan tanah terangkat keatas membentuk dinding-dinding penahan yang berlapis, melindungi pengguna dari serangan jutsu lawan.
wushh.. blarrr...
Serangan jutsu Katon berbentuk api spiral itu pun membentur dinding tanah, Naruto yang masih berlindung dibalik dinding dikejutkan Madara palsu yang tengah menembus dinding tanahnya dengan memberikan serangan kejutan, dari dalam dimensi Kamuinya melontarkan batangan-batangan besi hitam dengan melesat cepat karah Naruto, dengan gerakan cepat ia tepis dengan katana yang disilang-silangkan, walaupun ada yang menacap di beberapa bagian tubuhnya..
syutt...syutttt..syuttt..
tring...tring...trang...jleb..jlebb..
"Ughh..", suara melengkuh Naruto terdengar, ia menahan dengan raut wajah meringis mencabuti besi-besi hitam yang menancap di bagian bahu dan paha kanannya, seketika ia pun menjatuhkan lututnya dipermukaan tanah, rasa keletihan yang sangat dan cakranya hampir menipis, bagaimana pun ia telah melakukan pertarungan panjang melawan Bijuuu dan seorang Kage belum yang lainnya, benar-benar melampui batas untuk ukuran seorang bocah.
Duakkk...duakkk..
Sebuah pukulan yang sangat mendadak, ketika sebuah pusaran spiral muncul didepannya memberikan serangan kejutan, bocah pirang itu pun terpelanting kebelakang menghempaskan tubuhnya kepermukaan tanah.
tapp..
Madara palsu itu pun mendarat di tanah tak jauh dari Naruto dengan dibarengi pusaran spiral jikukan Kamuinya. "Bukankah kau ingin membunuhku tadi, lihatlah sekarang kau sungguh menyedihkan. Itu akibatnya kalau kau mencampuri urusanku", Nada mengejek terdengar jelas ditelinga Naruto.
Bocah pirang itu mencoba bangkit dari tubuh tersungkurnya, mengacuhkan omongan bualan sosok itu. tubuhnya sangat susah di gerakan, banyak luka di sekujur tubuhnya darah masih menetes. 'Aku masih sangat lemah, Apa yang harus aku lakukan Nii-san. Dunia ini selalu saja menertawakanku, sialan!!'. Batin Naruto meluapkan amarah. Kedua tangan kecil itu menapak ditanah guna menyokong tubuhnya, dengan tertatih ia hanya bisa berlutut. Nafas bocah itu masih tersengal-sengal
tapp...tappp..
langkah kaki terdengar mendekat kearah Naruto, Madara palsu langsung menghujamkan besi hitamnya, ketika jaraknya hampir satu meteran di depan Naruto. "Sekarang mati lah kau Uzumaki!!".
Amaterasu
Bwoshhh..
Sekejap Naruto melingkarkan api hitamnya, dan dirinya berada di dalam melindungi dirinya sendiri. Madara palsu itu pun langsung meloncat mundur ketika kemunculan Amaterasu yang akan membakar tubuhnya.
Di dalam lingkaran api hitam yang tengah berkobar, Naruto mengusap darah yang keluar dari mata kanannya sekaligus mengistirahatkan tubuhnya sejenak, banyak luka yang diderita tubuh kecil itu. Mata merah bershuriken empat kaki melirik sekilas keluar, terlihat Madara palsu yang menatapnya dengan topeng spiralnya.
~TSS~
Dengan sedikit tertatih bocah pirang itu bangkit dengan menghilangkan Amaterasu nya, ia melangkah dengan kaki diseret. Menatap nyalang dengan Mangekyou Sharingannya ke sosok bertopeng spiral, dengan langkah gontai genggaman pada Katana nya mengerat. Bocah pirang itu pun melompat kecil menebaskan katana putihnya tubuh Madara palsu
trang...
"Bocah ingusan sepertimu tidak ada kata menyerah ya", ucapan itu keluar disaat Madara palsu tengah menahan laju tebasan katana dengan besi hitamnya.
"Tidak akan, sebelum mencabik-cabik tubuhmu", Mangekyou itu berkilat tajam, Madara palsu itu pun sedikit tersentak melihat dari dekat ke mata Naruto, tapi raut wajahnya tertutupi topeng spiral.
Raifuu Jikukan
sring...
Dalam hitungan setengah detik Naruto menghilang dalam kilatan hijau, tentu ini mengejutkan Madara palsu. Kilatan hijau itu muncul di belakang Madara palsu memberikan tendangan penuh cakra dan tebasan pedang..
Sretttt...Duagh...
Madara palsu pun terhempas kedepan dengan luka melintang di punggungnya, membentur permukaan tanah menciptakan retakan kawah kecil. Asap debu langsung berterbangan dampak dari benturan tanah.
Madara palsu langsung bangkit, dengan tertatih. ia sungguh merasakan sakit pada sekujur tubuhnya. "Brengsek kau bocah". menatap nyalang dari balik topengnya. Kilatan hijau muncul kembali lagi dengan bola spiral berwarna hitam, mata Madara seketika terbelalak , namun..
Rasenringu
Duarrrr...
Bahu kirinya menjadi tumbal serangan jutsu Naruto, ia pun terlempar menjauh. sepertinya bocah pirang itu tidak memberi kesempatan untuk menyerang, dengan luka yang sangat parah ia tersungkur di permukaan tanah, mata Mangekyou Naruto berputar dengan sangat cepat menjadikannya sebuah teror di malam hari yang mencekam...
Sring...
Naruto muncul di atas udara tepat di bawahnya Madara palsu yang tengah tergeletak, kedua tangan Naruto membawa dua buah Rasengan yang terlihat berbeda, melemparkannya tepat ke tubuh Madara palsu...
Fuuton Rasenshuriken
Dai Rasenringu
Duarrr...Duarrrrrrrrrrr...
Kamui
Terjadi ledakan yang sangat keras, menggetarkan seluruh kawasan desa Kirigakure, asal mengepul dari kawah-kawah yang sangat besar, pohon bertumbangan akibat hembusan angin bersayat yang sangat tajam, ketika ledakan besar seluruh tempat ini hancur lebur. Bocah pirang itu benar-benar dikuasai nafsu membunuh tinggi, tak akan melepaskan buruannya.
brukk..
Naruto menekukan lututnya ke tanah ia merasakan tubuhnya sakit luar biasa, cakranya benar-benar sangat terkuras, keringat bercucuran dari sekujur tubuhnya bercampur darah yang masih basah akibat luka-luka ditubuhnya belum mengering. Mata birunya menyipit ketika tidak merasakan cakra sosok Madara palsu, Naruto yakin kalau satu serangannya tepat mengenainya..
"Kau pikir aku akan semudah itu untuk mati, Uzumaki!!". sebuah suara terdengar dibarengi muncul pusaran spiral didepan Naruto dengan jarak agak lumayan jauh.
Tapp...
Sekejap Naruto pun terkaget-kaget, dengan kembali memasangkan mata Mangekyou Sharingan waspada. Sosok itu terlihat sangat berantakan, jubah hancur sana-sini, sebagian topeng orenge spiralnya pecah dibagian ujung lobang mata kanannya.
"Kau, kenapa masih bisa hidup?, bukankah kau sudah terkena jutsu seranganku?". Naruto menatap berkilat tajam, mata Sharingannya memancarkan pandangan menusuk.
"Uhukk..Itu hal mudah untuk seorang Madara, aku cukup terkesan dengan bocah ingusan sepertimu mampu menggunakan Sharingan dengan baik". Orang bertopeng menjelaskan dengan disertai suara terbatuk darah, sepertinya ia mengalami luka-luka cukup berat.
Kamui
"Dan satu hal lagi kalau kau ingin tau tentang kebenaran Shisui, aku tau dimana keberadaan sekarang Itachi dan kau bisa menanyakan sepuasmu?. Sampai jumpa lagi Uzumaki...Fufufu". Suara itu tertelan dengan menghilangnya sosok bertopeng disertai kemunculan pusaran spiral tempat nya menghilang.
"Kau, tunggu brengsek!!", teriak Naruto seraya ingin mengejar, menghiraukan luka-luka ditubuhnya. Tapi sosok itu sudah keburu lenyap dari hadapannya.
brukk..
Kembali Naruto menjatuhkan tubuhnya kepermukaan tanah, luka-luka disekujur tubuhnya cukup parah. Dan pandangannya sedikit agak buram, sangat kelelahan disertai kehabisan cakra, memaksanya sampai batas penggunaan.
Sayup-sayup ia mendengar langkah kaki, orang-orang Rebellion. Berteriak memangil-manggilnya, Naruto tak menghiraukan dan ia pun pingsan dengan mata terpejam.
"Woii..bocah pirang!!".
"Woi bocah kau jangan tiduran saja!!".
~TSS~
Ruang Akademi Konoha kembali ramai, para murid tengah menunggu sang Sensei. Iruka Umino belum jelas sosok kemunculannya, padahal ia mengumumkan bahwa hari ini akan diadakan Ujian Kelulusan kelayakan untuk menjadi Genin, tingkatan Shinobi pemula bagi para siswa Akademi ninja Konoha.
"Kemana sih Sensei itu, aku kan tidak sabar ingin menunjukannya pada Sasuke-kun", ucap seorang gadis pirang pucat dengan gaya surai berponytail. Ia sesekali menghentak-hentakan kaki mungilnya yang berbalut sandal shinobi warna biru.
Dari arah bangku yang berdekatan, gadis bersurai bubble gum cukup sedari tadi memperhatikan tingkah gadis tersebut.
"Ino-pig!!, bisakah tidak mengganggu pemandanganku, kau menghalangiku", rupanya gadis pingky itu tengah menatap si Uchiha dengan mata tanda love.
"Jidat, apa katamu?, kau tidak melihat aku tengah kesal karena Sensei!!", dengan muka jutek mata berkilat tajam. Ino menatap Sakura, tetapi gadis pingky malah mengabaikannya dengan asyik pemandangan sang Uchiha.
Di tengah antara bangku para siswa, bocah bersurai merah menunggu kesempatan ini dengan antusias. Berteriak-teriak dengan tidak jelasnya.
"Yosh!!, aku sudah menunggu kesempatan ini, aku sudah tidak sabar untuk menunjukan jutsu baru ku pada kalian!!", kepalan tangan mengacung keatas tanda semangatnya berapi-api.
"Memangnya cuman kamu saja Menma, aku pun tidak akan kalah darimu. Benarkan Akamaru?", si jabrik coklat wajah bertato segi tiga terbalik meimpali ucap si surai merah, anjing kecilnya hanya menyahuti dengan gonggongan kecil.
"Tapi tetap saja aku yang akan menjadi Hokagenya suatu saat, kau dengar itu Anjing-san". ucapan Menma penuh penekanan.
Suara kebisingan kelas tak mempengaruhi seorang bocah raven, ia masih sibuk dengan ritual datarnya. Melipatkan kedua tanganya sebagai landasan dagu, menatap papan tulis sedatar raut wajahnya.
Semua para siswa masih sibuk dengan aktivitasnya masing-masing, ada yang mengerumpi betapa tampannya Sasuke, ada yang tidur sibocah Nara contohnya, ada yang makan-makan si gendut contohnya, makan banyak tapi masih saja tubuhnya tetap gendut.
krietttt...
"Baiklah anak-anak seperti kata Sensei dua hari yang lalu, bahwa hari ini akan diadakan tes kelayakan kalian menjadi seorang Shinobi, untuk itu Sensei berharap kalian menggunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Untuk naik tingkat menjadi seorang tingkat Genin, tesnya di lakukan di training ground belakang gedung Akademi, untuk itu mari ikuti Sensei!!", ucapan panjang lebar seseorang yang membuka pintu, hanya menyembulkan kepalanya dari pintu kelas Akademi.
Dan tentu membuat mereka kaget. "Baik Sensei!!", sahutan serempak kemudian, semua murid pun mengikuti arah langkah sang Sensei Iruka Umino.
BERSAMBUNG
Yosh...chapter yang membosankan untuk segi Fightingnya...benar begitu para Reader-san, harap maklumi aja...hehehe.
Untuk jutsu Jikukan Naruto hanyalah karangan saya saja...
Raifuu Kyuin Jikukan : teknik jikukan cara kerjanya dengan hisapan Elemen Angin menggabungkan Elemen Petir, membuka gerbang dimensi dengan segel jentikan jari tangan. (seperti teknik Kamui)
Raifuu Jikukan : teknik berpindah tempat secara kilat, memanipulasi Elemen Angin dan Elemen Petir, Elemen Anginnya sebagai media penanda dengan itu Naruto memanipulasi Fuutonnya dengan udara sekitar, Elemen petirnya mendorong sebagai kilatan. (seperti Hiraishin dengan Kunai cabang tiga sebagai media perantara).
Sekali lagi terima kasih para Reader-san dan Author2-Senpai...
...Jiahhhh..Gw ngakak ajaa...ada yang nge-Flame dengan memakai nama Author-Senpai palsu...berkomentar panjang lebar tidak jelas seperti tai ayam dan itu mencerminkan otak Tolol Anda sendiri!!!!. , Hahahhaha...
