"Apa, hik, itu cara nya berciuman? Aku seperti, hik, mencium seekor ikan!"

Plak

Aku menepuk ke dua pipi nya.

"YA! Kalau tidak suka, hik, bilang saja! Coba cium, hik, aku!"

Kang Daniel menangkup wajah ku dan mendaratkan bibir nya pada bibir ku. Ia mencium ku perlahan dan memejamkan mata nya. Aku pun ikut memejamkan mata mengikuti gerakan nya sambil mengalungkan lengan ku pada leher nya.

.

.

.

BTS belong to Big Hit Entertainment

Warning : Kang Daniel X Fem Yoongi X BTS member, GS! A/B/O verse.

Rating : M

Beast Omega!

.

.

.

Don't Like Don't Read!

.

.

.

Aku terbangun karena sinar matahari menerpa wajah ku dari kain jendela yang sedikit tersibak. Aku mencoba menggerakkan anggota tubuh ku, namun aku merasakan ada sesuatu yang aneh. Aku pun menyibak selimut yang menutupi tubuh ku.

"OMAYA!"

Aku terkejut melihat tubuh ku yang hanya menggunakan pakaian dalam serta banyak bercak merah yang tertoreh di atas kulit ku. MWOYA?

Aku menoleh dan mendapati Kang Daniel tengah tidur disamping ku, dengan sekuat tenaga aku menendang nya hingga ia terjatuh.

"Yoongi?! Ah, ah.."

Ia memegangi bibir bawah nya yang bengkak. Kondisi tubuh nya sama seperti ku, dipenuhi bercak-bercak merah seperti kami habis...

"YAK! Kang Daniel! Apa yang kau lakukan pada ku?"

Aku menarik selimut hingga menutupi separuh wajah ku.

"Mwo? Apa yang aku lakukan pada mu?"

HAH? Apa ia bego? Sudah jelas-jelas aku tengah berada di atas kasur nya, tidur disamping nya tanpa menggunakan pakaian, dan bercak-bercak merah memenuhi tubuh ku. Seharus nya ia tahu apa yang sudah ia lakukan.

"Apa kau tidak lihat bagaimana tubuh ku? Kau sudah-"

Aku meraba pundak ku dan mendapati bekas gigitan disana. ANDWAE!

"Kau menandai ku?!" tanya ku garang.

"MWO?!" tanya nya kebingungan.

Ia melihat ku dan melihat tubuh nya.

"MWO?!" jerit nya.

.

.

.

Aku menatap kosong gelas berisi air mineral. Daniel tengah duduk dihadapan ku sambil sesekali melirik kaleng bir kosong yang memenuhi ruang tv nya.

Aku tidak tahu aku harus senang atau tidak. Aku sudah mendapatkan alpha yang paling diincar untuk menjadi alpha ku. Ayolah! Daniel itu tampan, badan nya juga sangaaat bagus. Roti sobek nya itu lho... Selalu buat lapar. OMO! Kau mikir apa sih Yoongi?

"Yoongi?" panggil nya.

"Hm.." jawab ku.

"Jika sesuatu terjadi pada mu, aku akan bertanggung jawab!" kata nya mantap.

"HAH? Tanggung jawab? Maksud nya kita akan menikah?" tanya ku.

"Ya.."

WHAT? SMA saja aku belum lulus! Aku bahkan tidak bisa memasak dengan benar. Sebenar nya aku tidak pernah benar-benar memasak. Aku lebih suka membeli makanan instan.

"Chakaman! Bukan nya aku menolak mu, hanya saja ada-"

"Ada orang lain di hati mu?"

WHAT? Benarkah itu Yoongi? Ada orang lain di hati mu? Namjoon? Jungkook? Ah! Aku rasa tidak mungkin Jungkook. Kau tidak pernah menyukai Jungkook, itu hanya rasa nyaman yang kau rasakan sesama teman. Jadi, kau menyukai Namjoon, kan? Atau kau menyukai Daniel? Atau kau menginginkan kedua nya?

WHAT? Pemikiran gila!

"ANI! Maksud ku-"

Ia meraih kedua tangan ku.

"Aku tidak ingin mendengar alasan dari mu, Yoongi! Jika benar terjadi sesuatu pada mu kita akan menikah!"

MWO? Ia memaksa ku menikahi nya?!

"Kau memaksa ku menikahi mu?!"

"Aku bukan memaksa mu, kau memang harus melakukan nya! Karena ini..."

Ia meraba pundak ku yang tertoreh bekas gigitan. OMO! Hewan macam apa yang menggigit pundak ku, dalam sekali! Ya! Itu bukan hewan melainkan Kang Daniel, yang akan segera menjadi ayah dari sesuatu. Kau Min Yoongi akan menjadi ibu dari sesuatu itu juga. Yah.. Itu pun kalau sesuatu itu memang terjadi pada mu.

"Tunggu! Bisa saja ini hanya salah paham! Mungkin kita tidak melakukan apapun! Mungkin kita hanya tidur, dan bekas gigitan di tubuh ku aku sendiri yang melakukan nya!"

MWO? Hanya orang gila yang melakukan itu!

"Yoongi..."

"Kita harus mengingat apa yang kita lakukan semalam, Daniel! Aku tidak ingin menikah dengan mu!" teriak ku.

"Oh... Begitu.."

Pandangan nya tiba-tiba berubah menjadi sendu. Apa yang kau ucapkan Min Yoongi? Kau selalu saja menyakiti perasaan nya!

"Kau bisa pulang sekarang! Kita akan membahas masalah ini nanti,"

"Arraseo..."

Aku menatap punggung Kang Daniel sebelum aku melangkah keluar dari rumah nya.

.

.

.

"AAAAAA!"

Aku tidak peduli orang-orang menatap ku seperti mengatai ku orang gila. Aku tidak peduli! Jjinjayo! Aku benar-benar tidak peduli!

Setelah puas berteriak pada patung taman, aku melanjutkan langkah ku menuju kolam ikan yang terletak di pinggir taman.

Aku menatap sirik pada pasangan yang melintas di hadapan ku. Wae? Kau iri ya, Min Yoongi? Maka nya jika kau merayu Namjoon, ia akan jatuh kepelukan mu! Atau kau bisa menerima tawaran Kang Daniel dan kalian akan bahagia selama nya! Hahaha! Bitch!

"Yoongi?" sebuah suara membuat ku berhenti melempar kerikil ke dalam kolam.

"Aku tidak memesan pizza!" jawab ku.

"Aku bukan tukang pizza, sayang~"

"I Know! Kau tukang pijat!"

Ia membalik tubuh ku menghadap nya.

"Hei!"

"Ada apa dengan mu? Mengapa kau jutek sekali?"

Ia mengusap-ngusap kepala ku. OMO! Sejak kapan Namjoon menjadi setampan ini?

"Sesuatu terjadi..." jawab ku kelewat jujur.

Dasar pabo! Kau tidak boleh luluh akan paras nya!

"Sesuatu?"

Ia mengajak ku berjalan mengelilingi taman. Aku memperbaiki letak syal ku tak kala angin berhembus melewati kami.

"Ya, sesuatu.."

"Boleh aku tahu?"

Ia mengajak ku duduk dibangku taman.

Ne!

"Shireoh!" teriak ku. Sial hampir saja! Dasar otak! Tidak bisakah kita berkompromi?

"WAW.. Tidak perlu berteriak, aku tidak akan memaksa mu..."

Ia mengusap-ngusap kepala ku, lagi. Ada apa dengan Namjoon dan kebiasaan nya mengusap kepala ku?

Kring Kring Kring

"Hei! Kau mau es krim?"

"Ya, aku mau rasa-"

"Chakaman!"

Ya! Ya! Apa kau tahu rasa apa yang aku inginkan?

Aku melihat Namjoon berlari menghampiri penjual es krim keliling. Apa ia tahu rasa apa yang aku suka?

Setelah Namjoon membayar beberapa won, ia berjalan kembali ke arah ku. Namun, ia menyembunyikan es krim yang ia beli dibalik punggung nya. Wae?

"Tara!~"

Ia menyodorkan es krim choco vanilla pada ku. OMO!

"Dari mana kau tahu ini es krim kesukaan ku?" tanya ku.

"Aku tahu segala nya tentang mu..." gumam nya.

"Mwo?" tanya ku karena tidak mendengar gumaman nya.

"Ani! Aku hanya asal terka saja!"

"Yoongi?"

Aku menengadahkan kepala ku ke atas menatap sumber suara.

"Jungkook-ah?"

"OPPA!"

Jihoon...

Apa yang dilakukan Jungkook dan Jihoon ditaman? OH! Apa mereka berkencan? Ani! Itu tidak mungkin terjadi. Andwae! Andwae!

Mengapa kau berkata tidak, Yoongi?

"Mengapa kau kemari Jungkook-ah?"

"Ohoho... Biar aku yang jelaskan! Hari ini kita akan melakukan double date!" sahut Namjoon.

"Tentu saja Yoongi akan berkencan dengan ku!" sambung Namjoon lagi.

"YEAY! Aku bersama Jungkook oppa!"

Jalang! Lalu kau apa, Yoongi?

"Wait, wait, chakaman! Kau bilang aku yang akan bersama Yoongi, Namjoon! That's the deal!"

"Sorry! Itu semua hoax! Kau tidak mungkin menolak Jihoon, kan? Jika iya, kau jahat sekali!"

Jungkook menatap Jihoon yang tengah memasang puppy eyes nya. Sial! Dia imut sekali!

"Ah.. Arraseo.."

"Hei, tunggu. Apa maksud nya double date? Aku tidak tahu apa-apa." tanya ku.

"Gini yah chagi, aku sengaja mengajak Jungkook dan Jihoon untuk berkencan bersama kita. Tapi, aku bilang Jungkook akan bersama mu agar ia tidak bisa menolak nya." jelas Namjoon.

I still don't get it!

"Aku tidak mengerti! Dari mana kau tahu aku tengah berada di taman?" tanya ku.

"Aku tadi ke rumah mu, tapi kau tidak ada. Lalu, aku bertanya kepada Daniel, ia bilang kau mungkin sedang berada di taman." jelas nya lagi.

Daniel... Kau sangat mengenalku..

"Lalu kita akan kemana?" tanya ku.

"Rumah hantu!"

.

.

.

Aku menatap nanar pada rumah hantu yang berdiri tegap di depan ku. Jungkook dan Jihoon tengah memesan tiket untuk kami. Mengapa berkencan harus ke rumah hantu, sih? Tunggu! Mengapa aku menyetujui kencan aneh ini? Ah.. Sudahlah! Bersama mereka mungkin akan meringankan pikiran ku.

"Kami sudah mendapat tiket nya!" sahut Jihoon ceria sambil menggandeng lengan Jungkook.

Ini aneh mengapa Jungkook tidak menepis lengan Jihoon? Apa ia sudah tidak menyukai ku lagi? Atau ia tengah mencoba membuka hati nya untuk Jihoon? Aku harap itu benar...

Setelah menyerahkan tiket nya kepada petugas yang menjaga rumah hantu, kami berempat memasuki rumah hantu itu perlahan. Jungkook dan Jihoon berjalan di depan kami, mereka benar-benar terlihat seperti sepasang kekasih. Lalu mengapa kau tidak mengandeng lengan Namjoon juga, Yoongi?

"KYAA!"

Teriakan Jihoon mengagetkan ku, hingga dengan spontan aku memeluk Namjoon. Aish! Hantu apa sih yang membuat Jihoon takut? Itu hanya pocong yang terbalik tahu!

"Gwaenchana.. Itu hanya mainan,"

OMO! Jungkook menenangkan Jihoon? HOEL? Jjinja? Apa aku bermimpi? Bukannya tadi Jungkook ingin berkencang dengan ku?

"Kau bisa memeluk ku hingga kita keluar, Yoongi!"

Ew! Mencari kesempatan dalam kesempitan! Aku segera melepaskan pelukan ku pada Namjoon.

"KYAA!"

Teriakan Jihoon terus saja memenuhi lorong. Hah.. Aku sangat mengantuk. Aku rasa anak kecil yang berlari tadi juga mengantuk. Mungkin ia tengah mencari ibu nya yang menyamar jadi kunti di lorong lain.

"AAARRGH!"

"Ck!"

Kali ini Namjoon berteriak dan melompat ke arah ku. Aish! Bukankah ini terbalik? Jjinja! Kau takut hanya karena laba-laba merayap di wajah mu?

"KYAA!"

Aku takut! Aku takut! Usir laba-laba ini dari wajah cantik ku!

"Hei, kalian berdua! Itu hanya laba-laba karet!" teriakan dari Jungkook membuat kami diam dan menepis laba-laba itu dari wajah kami.

"Hihihihi..."

"KYAA!"

Aku menatap datar pada kunti yang muncul tepat didepan kami yang membuat Jihoon ketakutan setengah mati. Ingin sekali aku berkata pada kunti itu, 'kunti wig mu terbalik' tapi itu tidak mungkin, kan?

"Tidak apa Yoongi! Aku akan menggenggam tangan mu jika kau takut!"

Aku merasakan tangan ku gemetaran dalam gengaman Namjoon. Heing? Chakaman! Aku tidak takut! Lalu...

Aku melirik Namjoon yang wajah nya telah pucat pasi. Tangan nya bergetar sambil menggenggam tangan ku. Hahaha... Tidak ku sangka alpha seperti Namjoon takut pada kunti!

"Gwaenchana..." ucap ku pada nya.

"Hei, lihat! Itu jalan keluar nya!"

Aku melihat arah yang ditunjuk Jungkook. Aku melihat pintu keluar dari wahana ini. Kami pun bergegas ke arah pintu keluar.

"Hah... Akhirnya.." sahut Jihoon saat kami tiba diluar wahana.

"Aku terkejut kau tidak takut pada hantu Yoongi!" ujar Namjoon.

Dari pada hantu, wajah marah ayah ku lebih menyeramkan!

"Ya, satu-satu nya hantu yang kutakuti berada dalam film.." ujar ku asal.

"Apa itu berarti kau takut film hantu?" tanya Jungkook.

"Ya, bisa dibilang begitu.."

"Kalau begitu... Ayo kita nonton film hantu!"

MWO?!

.

.

.

TBC

A/N : Maaf jika chapter ini kurang memuaskan TT Jujur saja akhir-akhir ini aku lagi banyak masalah hingga membuatku hampir...

Jadi, review dari kalian adalah penyemangat, aku sangat senang membaca review dari chingu semua!^~^

Tinggalkan review ya!