Mianhae... jeongmal mianhae... kemaren2 lagi mumet n sibuk sampe2 gak sempet nerusin ff ini. Tapi akhirnya ff ini kelar juga.. gk ada utang lagi deh m readers...hehe. selamat membaca...! jangan lupa reviewnya ya!

Sungmin pov:

"kyu..."

'Anni, apa aku sedang berhalusinasi? Itu kyu? Bersama dengan L?' berbagai pertanyaan bermunculan di dalam hatiku.

Aku menghentikan langkahku. Apa aku harus berbalik-lari-dan menjauh? Tapi L? Bagaimana dengan L? Aku tidak bisa hidup tanpa L, hanya L satu2nya orang yang bisa membuatku bertahan dan tetap hidup.

"omma..." L berlari ke arahku yang disusul dengan langkah pelan kyu.

L merentangkan tangannya ke samping dan meloncat2 di hadapanku. Dia ingin aku menggendongnya. Aku memegang ketiaknya dengan kedua tanganku dan mengangkat tubuhnya masuk ke dalam pelukanku-menggendongnya ala koala. L memeluk leherku dan mengecup bibirku singkat.

"minnie..." aku membeku mendengar suara itu. aku nyaris melupakan kehadiran orang yang sudah berada di depanku itu-kyu.

Aku membalikkan tubuhku sambil menggendong tubuh L-aku harus segera pergi dari sini. Aku tidak ingin berada di sini lebih lama dan membiarkan kyu menyadari kalau L adalah anaknya.

Baru saja aku akan melangkah ketika kyu memeluk tubuhku dari belakang, membuatku tidak bisa bergerak. "kyu...jebal...lepaskan aku." Aku mengatakannya dengan lirih sambil menahan air mata yang sudah menggenang di kelopak mataku-kyu yang menyadari itu langsung melepas pelukannya dan berdiri di depanku.

"omma...?" L menatap mataku yang sudah memerah dengan bingung. "omma kenappa cedih? Appa cudah puyang, L menemukan appa. Cekalang kita bica cama2 lagi euhm." Deg. Aku nyaris tercekat mendengar kata2 L. Apa kyu sudah tau kalau L anaknya?

Kyu mengelus rambut L dan dan mengambilnya dari gendonganku. "ne... kita bisa bersama lagi mulai sekarang." Kyu melempar tubuh L ke udara dan menangkapnya-melakukan itu berulang2. Aku bisa mendengar tawa L yang terdengar sangat 'bahagia'?

Mereka baru berhenti ketika nafas kyu sudah terengah2. Aku hanya berdiri mematung melihat kejadian itu. apa yang harus aku lakukan?

Aku memilih menghampiri mereka dan menarik tangan L-menyeretnya menjauh dari kyu. "omma kita mau kemanna? Appa! Appa! Omma, L mau cama2 appa!"

.

.

Author pov:

Grab.

Sebuah tangan yang lebih besar dari tangan sungmin menggenggam tangannya. Sungmin menghentikan langkahnya dan mendapati kyuhyun yang sedang memegang erat tangannya, mencegah kepergian sungmin. Sungmin tidak dapat menahan air matanya, air matanya mengalir dengan deras membanjiri pipinya chubbynya yang senakin memerah karena menangis. L yang melihat kejadian itu menjadi takut dan ikut menangis membuat sungmin berhenti yang tidak tahan melihat L menangis langsung mengangkat tubuh L-menggendong L dalam dekapannya, tangan kirinya sibuk mengelus punggung L untuk menenangkan L.

"berikan dia padaku." Sungmin mengulurkan kedua tangannya ke depan-berusaha meraih tubuh L dari kyuhyun. Kyuhyun yang tidak ingin kehilangan L lagi malah mempererat pelukannya di tubuh L.

"dia anakku. Aku juga berhak atas dia." Sungmin langsung tersentak dan memucat mendengar kata2 yang keluar dari mulut kyuhyun. Tangannya yang tadi terulur melemah dan beralih meremas ujung kemeja kotak2 yang dipakainya.

"dia bukan anakmu." Sungmin memberanikan diri menatap langsung ke mata kyu. "ya, dia bukan anakmu." Kali ini matanya di fokuskan ke tangannya yang sedang meremas2 ujung kemeja yang dia pakai.

"jinjja? Kau memberitahu anak yang bukan anakku kalau aku adalah ayahnya! Apa kita perlu melaksanakan tes DNA sekarang juga!" amarah kyu tersulut ketika mendengar pengakuan sungmin barusan. Kyuhyun yakin kalau L adalah anaknya, mereka mirip, dan yang pasti L mengakui kyuhyun sebagai appanya.

Sungmin bergetar mendengar kata2 kyu. Kepalanya dibenamkan sampai dagunya berhasil menyentuh dadanya. Air mata kembali mengaliri kedua pipinya dan bahkan membasahi kemejanya. Dia tidak tau apa yang harus dia katakan sekarang. Di dalam hati sungmin tau pasti kalau L adalah anak kyuhyun, dan tes DNA akan membuktikan itu semua. Dia tidak bisa kehilangan L, itu bisa membuatnya gila.

"omma...kenappa menangis?" L berhenti menangis ketika sadar kalau omma kesayangannya juga sedang menangis.

"anni. Omma Cuma terlalu merindukan appa euhm." Kyuhyun tersenyum lalu mencubit pipi chubby L. "omma pasti iri karena L lebih dulu menemukan appa." Senyum evil terkembang manis di bibir kyuhyun membuat sungmin hanya bisa menelan ludah-tidak bisa membayangkan bagaimana cara dia menghindar dari kyuhyun sekarang.

"jinjja? Apa omma juga mau dipeyuk cama appa?" L mengerutkan alisnya yang membuat tingkat imutnya naik sepuluh tingkat.

L menarik kerah kemeja yang dipakai kyuhyun di balik jas dokternya, memberi tanda ingin turun. "waeyo?" kyu kecewa melihat tanda dari L, dia tidak ingin melepas L dari pelukannya.

Perlahan dengan langkahnya yang pendek, L bergerak ke arah sungmin. Menarik2 celana panjang jeans yang menempel ketat di paha dan betis sungmin. Sungmin menghapus air matanya dan tersenyum. Sebuah keyakinan muncul dalam benaknya kalau L lebih memilih bersamanya-ibu yang sudah melahirkan dan membesarkan L-dibandingkan dengan bersama kyuhyun. "waeyo baby? Kau ingin kita pulang sekarang?" sungmin ingin segera melarikan L ke rumah dan mengunci pintu, memastikan kyuhyun tidak akan menemukan mereka lagi.

"kayau omma lindu cama appa, omma boyeh peyuk appa cekalang. Omma biyang kayau omma cangat melindukan appa kemalin." L terlihat sangat serius dengan setiap kata yang keluar dari bibir imutnya.

"jinjja? Omma bilang omma merindukan appa?" semangat kyuhyun meningkat gratis mendengar penuturan L barusan.

"ne, appa... omma biyang kalau omma cangat melindukan appa. Omma?" L menatap sungmin dengan tatapan yang menyudutkan, membuat sungmin refleks mengalihkan pandangannya-berpikir kebohongan apa yang bisa menyelamatkan dirinya kali ini.

"minnie... jeongmal bogoshippo.. jeongmal mianhe.." ingin rasanya kyuhyun menutup kata2nya dengan kata 'saranghae', tapi tidak, kyuhyun sadar betul dengan apa yang sudah dia perbuat sebelumnya-yang membuat sungmin pergi meninggalkannya.

"kyu.. aku mohon..." sungmin memandang kyuhyun dengan tatapan memohon. "aku dan L-"

"omma, cudah kita puyang caja ne, L lapal, appa pasti juga lapal, kita ajak appa puyang caja. Tlus omma macakkan L dan appa jjajangmyeon kecukaan L." Kyuhyun tersenyum lebar mendengar kata2 L sementara sungmin hanya meringis-hatinya perih.

.

.

tokyo, sungmin's appartment

Kyuhyun pov:

"jadi L juga suka jjangmyeon?" aku mendudukkan L ke atas pangkuanku. Jujur saja, aku tidak ingin terpisah lagi darinya, bahkan sedetikpun aku tidak mau!

"ne... apa appa juga cuka?" aku mengangguk mantap sambil mencubit pipinya dengan gemas. Ne, dia memang anakku, anak seorang cho kyuhyun. Dia mirip denganku, punya makanan kesukaan yang sama denganku, aku bahkan bisa melihat evil smirk yang terkadang terukir dari bibirnya yang imut.

"L, kajja... kita makan dulu." Sungmin tersenyum lembut ke arah L. Ok, aku sudah tau sejak dulu, suatu saat dia pasti menjadi ibu yang sangat baik. "kyu..." lanjutnya. Tapi, aku tau dia mengucapkannya dengan sangat tidak rela-nyaris tak terdengar.

Aku menggendong L ke meja makan dan mengambil posisi duduk di depan sungmin, dengan begitu aku bisa menatap wajahnya yang selama ini sangat aku rindukan.

Sungmin hanya menunduk menyadari tatapanku yang sejak tadi mengarah padanya. apa itu berarti dia masih membenciku? Apa dia tidak akan bisa memaafkanku? Ntahlah.. yang bisa aku lakukan sekarang hanya berusaha dan berdoa, semoga sungmin bisa membuka pintu hatinya kembali untukku.

Acara makan siang berakhir bahkan tanpa satu patah katapun yang ditujukan sungmin padaku, dia hanya membuka mulutnya untuk mengingatkan L makan dengan benar dan perlahan, karena memang benar L punya nafsu makan yang sangat besar, aku bahkan tidak tau dari mana L mendapatkan nafsu makan yang sebesar itu. aku? Tidak mungkin!

.

"L sudah tidur, sebaiknya kau cepat pergi dan jangan kembali lagi ke sini." Sungmin bicara bahkan tanpa menatapku, apa dia jijik padaku sekarang?

"min... honey... aku..." dia menepis tanganku yang bermaksud membelai pipi chubbynya yang membuat aku tentu saja merasa terluka.

"kyu, aku mohon. Hidupku dan L sudah sangat baik tanpamu, dan aku tidak mau lagi kau masuk dan merusak semuanya." DEG! Aku membulatkan mataku-aku tidak percaya kata2 yang baru saja keluar dari yeoja yang selama ini kuanggap malaikat bagiku.

"apa yang harus kulakukan?" aku berujar pelan-sangat pelan, tapi aku yakin sungmin masih bisa mendengarnya. "apa aku harus mati untuk menebus semuanya?!" sungmin sedikit terkaget mendengar kata2ku. Aku yakin dia juga tidak menyangka kalau kata2 seperti itu akan keluar dari mulut seorang cho kyuhyun. Cho kyuhyun yang selalu kelihatan dingin dan tidak peduli. Tapi inilah aku sekarang, aku yang rapuh tanpa sungmin dan anakku. Aku yang tidak mampu bertahan lagi jika harus terpisah dari anak yang bahkan baru kuketahui namanya hari ini. Tanpa sungmin dan L lagi, aku pikir lebih baik aku mati!

"mwo?!" sungmin meninggikan suaranya. "yak, cho kyuhyun, kalau aku bisa memilih, aku ingin selamanya hanya ada aku dan L. Aku tidak ingin melihatmu lagi. Aku ingin kau menghilang dari hidupku dan L selamanya. Sekarang lebih baik kau pergi dari sini, dan jangan pernah kembali lagi. Aku mohon..."

Hatiku hancur berkeping2 mendengar kata2 yang keluar dari mulut malaikat yang sedang berdiri di depanku ini. Apa dia sudah beralih profesi menjadi malaikat pencabut nyawa sekarang? Karena rasanya saat ini rohku perlahan pergi meninggalkan tubuhku-aku ingin mati!

.

.

Aku mengendarai mobil mini van milik rumah sakit ini dengan perlahan-meninggalkan apartemen sungmin. Memori2 hari ini terekam dengan baik di otakku. Aku tersenyum mengingat pertemuanku dan L, bagaimana manis dan lucunya dia, bagaimana pintarnya dia, dan bagaimana dia memanggilku 'appa'.

Tes. Air mata jatuh ke pipiku yang sedang tersenyum, aku tidak ingin, sangat tidak ingin kehilangan panggilan 'appa' itu lagi..

"L...mianhae, jeongmal mianhae..." emosi membuatku menekan gas lebih dalam dan semakin dalam, perlahan kata2 sungmin terngiang2 di kepalaku.

"kalau aku bisa memilih, aku ingin selamanya hanya ada aku dan L. Aku tidak ingin melihatmu lagi. Aku ingin kau menghilang dari hidupku dan L selamanya. Sekarang lebih baik kau pergi dari sini, dan jangan pernah kembali lagi."

Tes. Lagi, air mata kembali mengaliri pipiku, bahkan kali ini jauh lebih deras dan bahkan mengaburkan pandanganku. "chagi, kalau Tuhan memberiku kesempatan kedua, aku janji, aku tidak akan mengecewakan kalian lagi..."

TTTIIIIIIINNNNN

CCKKKIIITTTT

BRAK!

.

.

tokyo, hospital

Sungmin pov:

Aku berlari sekuat tenaga sepanjang lorong rumah sakit yang menyebabkan beberapa orang menatapku dengan tatapan kesal.

"minnie...hiks." nyonya cho-cho heechul- langsung merangkul tubuhku ke dalam pelukannya dan menangis. "ottoke...?hiks. ottoke?..." aku hanya bisa terdiam dan membiarkan air mata keluar membanjiri pipiku. Aku baru saja mendapat kabar dari appa kalau kyu mengalami kecelakaan dan dalam kondisi kritis. Semua kata2 terakhirku padanya membuatku merasa akulah penyebab semua yang terjadi padanya. aku yang sudah mencelakainya.

"wae..wae...!padahal dia sangat senang setelah berhasil menemukanmu dan putra kalian!wae!" nyonya cho mengguncang2 bahuku dengan histeris yang membuat air mataku mengalir lebih deras lagi.

"minnie... aku tidak bisa... aku tidak bisa kehilangan putraku..." DEG! Otakku bekerja semakin cepat dan cepat, memutar berulang2 kata2 terakhir yang telah aku ucapkan pada kyu.

"ini, kau lihat sendiri, dia sempat menghubungiku dan mengirimkan fotonya bersama cucuku, dia terlihat sangat gembira, tapi kenapa Tuhan begitu tega...wae... aku sudah cukup melihatnya hampir gila kehilangan kau dan putra kalian, kenapa sekarang Tuhan menghadapkanku kepada kondisi seperti ini? Dia sekarat! Dokter bilang dia... dia... hiks..."

Pelukan nyonya cho mengendur perlahan bersama tubuhnya yang merosot ke bawah. Dia pingsan. Tuan cho yang menyadari itu langsung menahan tubuhnya dan bergegas menggendong nyonya cho dan membawanya entah ke mana. Aku sendiri hanya terdiam dan mendudukkan diriku di lantai. Menangis. Menangis dan menangis.

" noona.."suara lembut hongki menyadarkanku yang masih bersimpuh di lantai di depan ruang icu-menangis. Hongki berusaha membantuku berdiri dan menghapus air mata yang mengalir di pipiku. "eomma menyuruhku ke sini untuk menemani noona. Dia sangat khawatir dengan keadaanmu. Bagaimana kondisi kyuhyun hyung?"

Aku hanya menggeleng menanggapi pertanyaan hongki. "kudengar kondisinya sangat parah.." hongki menuntunku untuk duduk di kursi panjang yang terletak di depan ruang icu.

"eoh, apa itu handphone eonnie?" hongki beranjak dan mengambil handphone yang tergeletak di lantai tidak jauh dari tempat aku tadi menangis.

"anni...aku rasa ini..." aku tercekat mendapati apa yang aku lihat di layar handphone itu saat aku menekan tombol pengaktifan layar. ada foto kyuhyun yang sedang tersenyum dengan sangat lebarnya. Di foto itu, kyuhyun tidak sendiri, dia bersama L yang sedang mencium pipinya sementara kyu tersenyum lebar ke arah kamera.

Tes. Air mataku kembali menetes, apalagi ketika menyadari ada sebuah pesan yang menyertai foto itu.

'eomma, apa kau bisa melihatnya? Ini anakku. Dia sangat mirip denganku eoh? Namanya lee myung soo, dipanggil L. Aku sangat bahagia, akhirnya, setelah selama ini aku mencari, aku menemukannya-anni-dia yang menemukanku. Hehe. Aku tidak bercanda, dia memang menemukanku.!

Dia sangat lucu, manis, dan tentu saja pintar. Tentu saja, dia adalah penerus keluarga cho! Kau harus segera bertemu dengannya. Kau pasti menyukainya. dia anak yang sangat baik, dia bahkan langsung memanggilku appa ketika kami pertama kali bertemu. Saat itu, saat dia memanggilku appa, aku merasa aku rela Tuhan mencabut nyawaku saat itu juga, karena aku... aku sangat bahagia...hehe.

Tapi eomma, sungmin... aku rasa dia masih belum bisa menerimaku. Dia masih sangat membenciku. Dia bahkan tidak mau memaafkanku. Ottoke? Apa yang harus aku lakukan agar dia mau menerimaku kembali? Apa selamanya kami tidak akan bisa bersatu kembali? Apa kami memang tidak ditakdirkan untuk bersama2? Hufh. Aku tau aku salah, tapi aku tetap saja ingin dia memaafkanku dan kami bisa bahagia bersama kembali, aku, sungmin dan L. Aku akan melakukan apapun demi bisa bersama kembali bersama sungmin dan L. Tapi jika itu tidak mungkin untuk kami kembali berkumpul bersama, aku harap mereka berdua bisa hidup bahagia selamanya, Bahkan jika itu berarti aku harus kehilangan nyawaku. Aku rela melakukannya asal sungmin dan L bahagia... apa ini berarti aku sudah gila?haha.

P.S. aku akan tinggal di tokyo untuk sementara waktu.'

Pandanganku perlahan menggelap diiringi suara hongki yang sayup2 meneriakkan namaku. Mianhae kyu. Saranghae.

.

.

Urgh. Aku membuka mataku perlahan. Kepalaku terasa berat.

"minnie..kau sudah sadar sayang?" eomma? Eomma ada di sini.

"eomma...hiks. eomma... jangan cakit lagi ne.." L, uri baby... kaukah itu.

Pandanganku perlahan semakin jelas. Aku bisa melihat L yang berada di pangkuan eomma dan bersikeras memelukku. Aku hanya tersenyum lirih dan menyambut uluran tangannya yang mungil.

"noona.." hongki. Dia terlihat sangat khawatir.

"sungmin..." bahkan ada paman dan bibi lee juga. Mereka terlihat sangat khawatir dengan keadaanku.

"apa yang terjadi?" aku bergumam lirih.

Eomma memucat mendengar pertanyaanku. "minnie... kau hanya terlalu shock... sebaiknya kau istirahat lagi ne.."

Shock? Kenapa aku shock?

Kyu? Kyu?!

"kyu? Bagaimana keadaan kyu? Eomma, bagaimana keadaan kyu?! Eomma! Aku harus melihat kondisinya sekarang!" aku berusaha mencabut selang infus yang menancap di pergelangan tanganku.

"minnie! Berhenti, kau membuat anakmu takut!" DEG! Aku membeku mendengar kata2 yang meluncur dari mulut eomma. L, dia memucat dan gemetar di pangkuan eomma, mungkin dia berpikir kalau ibunya sekarang sudah gila.

"kyuhyun masih dalam keadaan kritis... lebih baik kau berusaha mengendalikan dirimu. Anakmu bisa ketakutan karena ulahmu. Dan... doakan yang terbaik untuk kyu.."

Tes. Air mata kembali mengalir dari mataku yang sudah bengkak karena menangis tadi. Aku tidak bisa. Tuhan. Aku tidak bisa tanpa kyuhyun. Aku mohon jangan ambil dia dari sisiku dan L lagi... aku berjanji aku akan memaafkan semua kesalahannya. Aku berjanji akan memulai semuanya dari awal lagi.

"aku ingin melihatnya... aku ingin berada di samping kyu sekarang. Aku ingin menemaninya..."

.

.

"pagi kyu... bagaimana kabarmu hari ini?" aku meletakkan bunga mawar putih kesukaanku di atas meja nakas yang terletak di samping tempat tidur kyuhyun. Rutinitas pagi yang selalu kulakukan setiap hari selama satu bulan ini.

Yup, satu bulan. Selama satu bulan ini aku berusaha terus mendampingi kyu yang masih tergeletak pasrah di atas tempat tidur rumah sakit. Dan selama itu pula dia belum membuka matanya sama sekali. 'dia tertidur dengan sangat nyenyak', begitulah yang dikatakan oleh dokter padaku.

"apa kau belum cukup puas? Kau sudah tidur sangat lama... aku merindukanmu. Sangat merindukanmu...aku mohon bukalah matamu..." hening. Tidak ada satupun jawaban. Bahkan ketika aku membelai lembut pipinya, dia masih tidak bergeming.

"dokter bilang kondisimu sudah cukup baik, kau seharusnya sudah bisa sadar, tapi kenapa kau masih memilih untuk tetap tidur? Apa kau tidak ingin bertemu denganku lagi?" kali ini aku memilih mencium jari2nya yang panjang dan kurus dengan lembut.

"L sangat merindukanmu, dia menangis karena ingin membolos sekolah tadi pagi...dia ingin menjagamu di sini. Dia bilang dia bermimpi kalau hari ini kau akan bangun..hehe. aku harap itu benar." Aku menyisir rambutnya yang bergelombang dengan jariku.

Hufh. Dia tampan. Sangat tampan. Bahkan dalam kondisi tidur seperti ini dia sangat tampan. "kau masih tampan, seperti biasa... tapi aku akan lebih bahagia lagi jika bisa melihatmu membuka matamu sekarang. Aku sangat merindukan tatapanmu... kau 1000 kali lebih tampan saat membuka matamu."

DEG. Aku tercekat mendapati jari tangan kyuhyun yang berada dalam genggamanku bergerak perlahan. Apa ini mimpi? Aku mencoba mencubit lenganku dan auw, sakit, ini bukan mimpi. Ini nyata.

"dokter...aku harus memanggil dokter..."

.

.

"ngghhh kyuuh.., " desahku saat kyu mulai menjilat telingaku.

"you are so hot chagi… " katanya lagi. Dia lalu membuka seluruh pakaiannya dan kembali menindihku dalam keadaan naked. Ciumannyapun turun ke leher putihku dihisapnya kulit leherku hingga terciptalah bekas merah keunguan di leherku. Tangannya tidak tinggal diam, membuka restleting dressku dan melepaskan dress itu dari tubuhku. Tidak puas dengan itu, dia membuka pengait braku sambil tetap membuat kissmark dileherku.

"shhh ahhhh," desahku sambil memejamkan mata.

kyuhyun makin menurunkan ciumannya ke dadaku lalu dia menghisap nippleku seperti bayi yang sedang kehausan, dia bahkan memainkan nippleku yang satu lagi dengan ibu jari dan telunjuknya.

"nngghhh kyuuhhhh," desahku sambil terus menekan kepalanya agar terus menghisap nippleku. Diapun menjilati nippleku semakin dalam, digigitnya nippleku dengan lembut sehingga membuatku terus memejamkan mata. Lalu tangannyapun tak tinggal diam, dibukanya celana dalamku hingga akhirnya aku juga full naked. Tiba-tiba dia memasukan 2 jarinya ke dalam vaginaku.

"uhhh kyu sakit," kataku sambil menatap wajahnya.

"hmmmm apa masih sakit kalau seperti ini ?" katanya sambil mengelus-elus klitorisku.

"geli kyu.," kataku sambil memeluk lehernya. Dia lalu dengan sigap melepaskan satu tanganku dan mengarahkannya ke juniornya yang sudah tegang.

"chagi, manjakan dia…"katanya dengan senyum seduktif.

kyuhyun Pov:

Sudah sebulan sejak aku tersadar dari tidur panjangku. Dan kondisiku sekarang sudah benar2 pulih. Dan apa yang paling ingin aku lakukan sekarang adalah memeluknya. Iya, memeluknya. Tentu saja dalam artian yang lebih dalam. Kalian tau maksudku? Aku ingin bercinta dengannya seperti ini. Aku rasa ini adalah waktu yang tepat untuk memberikan L seorang adik.

Aku membalikkan posisi, sekarang dia berada di atas tubuhku. Dia langsung mengerti maksudku. Dia mengocok juniorku perlahan, pelan, lama-kelamaan kocokannya semakin cepat dan tidak beraturan membuatku mengerang menahan kenikmatan.

"chagi, cepat masukkan…" dia lalu memasukkan juniorku yang besar dan panjang ke dalam mulutnya. Dia lalu menjilat batang, pangkal, dan twinballsku. Jilatannya semakin menjadi saat dia menemukan lubang kecil di kepala juniorku, yang membuatnya betah berlama-lama disana. Desahanku semakin menjadi mendapat perlakuannya yang sangat luar biasa ini.

Aku juga ingin membuatnya mendapatkan kenikmatan yang sama. Aku membalikkan posisi tubuhnya, sehingga sekarang kami ada di posisi 69. Vaginanyapun tepat di depan wajahku, tanpa aba2 aku langsung menjilati dengan ganas vaginanya yang sudah basah itu dan langsung memasukan 3 jariku ke dalam vaginanya.

"aaaaaa…. " dia berteriak menerima perlakuanku.

"sabar honey nikmati saja ini…." Kataku.

Diapun kembali mengulum juniorku. "aahhhh chagi aku mau keluar, berhenti chagi.." kataku. Diapun menghentikan kegiatannya lalu aku memintanya duduk di atas juniorku. Lalu perlahan-lahan dia mendudukkan tubuhnya di atas juniorku.

"kyuuuu… !" teriaknya. Dia berusaha bangkit, tapi aku dengan cepat menahan pinggangnya agar juniorku tetap bersarang di lubang kenikmatanny.

"aaaahhhhh…vaginamu benar-benar nikmat chagi…."kataku sambil memejamkan mata. "aku sudah sangat merindukan ini..."kataku sambil mengelap keringat yang mengalir di dahinya dengan jempolku.

Dia mulai menggerakan tubuhnya keatas hingga juniorku tinggal kepalanya saja lalu dengan cepat dia turun lagi begitu seterusnya. Desahan-desahan kenikmatanpun keluar dari mulut kami berdua.

"kyuuuuu aku lelah," desahnya.

"aaaahhhhh, ayo berbalik chagi," perintahku.

Sekarang posisi kami menjadi man on top, kuangkat kedua kakinya hingga menjepit leherku, lalu aku memasukkan juniorku dengan sekali hentakkan. Aku langsung memaju mundurkan juniorku dengan cepat dan kasar.

"aahh kyuu, nikkkkmaaaat sekaaaallliiii," desahnya sambil memejamkan mata.

Akupun mempercepat gerak juniorku sambil terus meremas-remas payudaranya yang berguncang indah.

"aaahhh kyuu sssshhh, aku mau keluar…" katanya lagi.

"aaaaaaahhhh keluarkan bersama honey…." Jawabku.

"aaaaahhhhhhhhhhhh," desah kami bersamaan, juniorku lalu menembakkan jutaan sperma ke dalam vaginanya. Sebagian bahkan mengalir keluar karena tak tertampung oleh vaginanya.

"hah hah.. kyu, aku lelah sekali," dia menatapku dengan tatapan memelas.

"nngg chagi sekali lagi ya, aku mohon," kataku sambil memposisikan tubuhnya menungging ala doggy style. Aku lalu memasukkan juniorku ke vaginanya dengan kasar dari arah belakang.

"kyuu….kau hebaaaathh," racaunya.

"kauuu juggaa heeebbaathh chagii, vaginamu masih sempit sekali," kataku sambil mulai memaju mundurkan juniorku dalam vaginanya.

Aku yang tak tahan dengan payudaranya yang menggantung indah itupun langsung meremas payudaranya dengan gemas.

"nngghhh shhh," desahnya sambil ikut meremas payudaranya sendiri.

"kyuu aku keluarrr," erangnya.

*blurrr*

Cairannya pun keluar membasahi twinnballsku dan mengalir di pahanya.

"aaaiisshhhh… I'm coming too, chagi…"teriakku.

*crrott crottt crott*

Spermakupun keluar di dalam vaginanya yang hangat. Lalu kami ambruk di ranjang. Aku segera berguling ke samping agar tidak menimpa tubuhnya terlalu lama.

"chagi gomawo… I love u so much," kataku sambil mengecup keningnya mesra.

"I love u so much 2 kyu, jangan pernah berpikir untuk meninggalkan aku lagi ne" katanya sambil mengelus rambut brunette ku.

"ne chagi...i will always stay by your side.. mulai sekarang aku akan selalu menjagamu dan L. Aku akan selalu berusaha membahagiakan kalian." Aku mengecup bibirnya lembut.

"eomma!" glek. Aku menelan ludahku. Aku terlalu bernafsu sampai melupakan keberadaan L yang belum tidur.

"kya! Kyu ottoke?!

FIN

Makasih buat readers yang dah setia nungguin ff ini apalagi yg dah ampe ngereview ff ini. Gowawo... jeongmal gomawo ne... sekali lagi aku minta maaf karena udah ngebuat kalian nunggu lama. Semoga endingnya memuaskan readers. Amin! Hehe. c u di laen ff. (^_^)/