Title : Falling Star Chapter 11
Genre : Brothership
Rating : Fiction T
Cast : Kyuhyun, Leeteuk, Heechul, Hankyung, Yesung, Kangin, Shindong, Sungmin, Eunhyuk, Donghae, Siwon, Ryeowook, dan Kibum.
Disclaimer : All them belong to themselves and GOD.I own only the plot.
Warning : Typos, Geje , Don't like it? Don't read it please.
Summary : "Minggir! Donghae hyung milikku!" / "Jika aku melakukan kesalahan besar, maukah hyung memaafkanku?" / Ommo… mereka tak tahu aku berada di sini… / Demi apapun yang kau percayai, Siwon! Cepat jawab aku!
.
.
"Gwenchana, saeng? Apakah hyungdeul-mu sama sekali tidak bisa melindungimu, sehingga kau harus menanggung semua ini sendiri? Aku sudah berkali-kali bertanya kepadamu, tetapi kau selalu mengelak. Tamparan tadi untuk kebodohanku! Aku tak pernah menyangka, aku yang selalu ingin menjadi magnae, kini benar-benar berharap bisa menjadi seorang hyung untukmu. Kau sungguh membuatku sedih!"
Kyuhyun tidak berani menjawab. Ia hanya bisa memandang kepergian Ryeowook yang menangis tanpa menoleh lagi ke arahnya.
.
.
Chapter 11
.
"Ya! Hyukkie! Aku tak mau tahu, pokoknya selama Fried Rice Beijing tidak ada, Donghae-ah milikku!" Heechul tampak sedang tarik menarik dengan Eunhyuk ketika Kyuhyun kembali dari kantor SM.
"Andwae! Hyung kan sudah punya Kibummie," protes Eunhyuk.
"Mereka dongsaeng kesayanganku! Semua harus menemaniku di sini!"
Tanpa menghiraukan Donghae yang mulai meringis karena ditarik oleh mereka berdua, kedua namja itu tetap adu mulut. Kibum hanya menghela nafas melihatnya.
"Minggir! Donghae hyung milikku!" Kyuhyun mendorong Heechul dan menendang Eunhyuk hingga keduanya nyaris terjatuh. Ditariknya Donghae menjauhi kedua hyungnya yang sibuk mengumpat.
"Gomawo, Kyuhyunnie. Tanganku nyaris putus tadi."
"Cheonmaneyo, Donghae hyung."
Kyuhyun duduk di ruang tengah, menarik surat kabar yang ada di bawah meja, lalu membacanya sambil tersenyum lebar. Tiba-tiba Sungmin datang sambil membawa gunting dan sebuah pigura kecil. Ditaruhnya semua itu di meja, tepat di depan Kyuhyun.
"Buatku, Sungmin hyung?" tanya Kyuhyun heran.
"Ne. Guntinglah artikel itu, dan kau pajang di kamar." Sungmin tersenyum.
"Ah! Artikel yang dia baca tiap hari itu ya?" Shindong mendekat sambil ikut tersenyum lebar.
"Sebaiknya kau lakukan apa yang diminta Sungmin-ah. Kalau tidak, bisa-bisa surat kabar basi itu kubuang." Kangin ikut mendekat sambil menggelengkan kepalanya. "Mana ada yang menyimpan surat kabar usia 5 hari."
"Aku bantu mengguntingnya?" Eunhyuk yang sudah bosan beradu mulut dengan Heechul tidak mau ketinggalan. Lagipula dia jadi ada alasan mendekat dengan Donghae yang sudah lebih dulu duduk di sebelah Kyuhyun.
"Kalian sedang bicara artikel apa?" Leeteuk yang baru bangun mendekat juga. Kalau SUJU tidak ada kegiatan, Leeteuk memang selalu menghabiskan waktu untuk tidur.
"Artikel yang menulis wawancara reporter dengan appa nya Kyuhyunnie," jelas Siwon.
"Ah!" Leeteuk mengangguk. "Bukankah artikel itu pendek sekali? Apa bunyinya?"
"Baik-baiklah! Jangan terlalu keras bekerja! Jaga kesehatan!" jawab hyungdeul serempak seperti sebuah koor, membuat wajah Kyuhyun memerah.
Namja itu hanya bisa tersenyum meringis sambil mengunting artikel tadi. Ia tak mau artikel itu terbuang. Meski pun appa nya belum bilang apa-apa soal persetujuannya, tetapi kalimat tadi bagi Kyuhyun sudah merupakan kemajuan. Saat itu salah seorang wartawan mewawancarai appa dan menanyakan apa yang ingin ia sampaikan kepada putranya yang sedang meniti karir sebagai penyanyi di SM. Dan Kyuhyun sangat menyukainya.
BRAK!
Pintu dorm terbuka dengan keras. Ryeowook muncul dengan begitu banyak bahan makanan. Tanpa bicara apa-apa, Ryeowook menaruh semuanya di dapur, berganti pakaian, dan mulai memasak.
"Banyak sekali… Apa ada yang ulang tahun?" tanya Kyuhyun bingung. Apalagi wajah hyungdeulnya tampak kecut.
"Aish! Siapa yang bikin Wookie marah?" tanya Heechul.
"Bukan aku." Yesung menggeleng.
"Aku juga tidak," kata Shindong. "Tapi aku tak keberatan dia marah. Hari ini aku pasti makan kenyang."
"Mana mungkin? Pasti yang dia marahi yang akan dijejal makanan sebanyak itu."
Kyuhyun mengarahkan matanya kepada Ryeowook yang masih bekerja di dapur. Tanpa sadar ia meringis. Hal itu tertangkap oleh Sungmin.
"Kyuhyunnie, kau yang membuatnya marah ya?"
"Sepertinya, hyung…."
"Aigoo…apa kau sudah makan?" tanya Leeteuk membuat Kyuhyun kebingungan.
"Baru makan pagi saja, ada apa sebenarnya?"
Kangin menepuk pundak Kyuhyun dengan senyum lega. "Syukurlah. Sebaiknya kau jangan makan apa-apa sampai Wookie selesai masak."
"Ne. Dia jika marah, dia akan memaksa orang yang bersangkutan makan sebanyak-banyaknya." Siwon bergidik.
Apa yang dikatakan hyungdeul terbukti. Kyuhyun menatap ngeri makanan di piringnya. Makanan itu seperti berjejal. Melihatnya saja ia sudah merasa kenyang. Tiba-tiba Ryeowook meletakkan sumpit ke hadapan Kyuhyun dengan sedikit keras.
"Habiskan!" serunya dingin.
"Tapi, hyung…"
"Kalau kau tidak habiskan, lihat saja nanti!"
Kyuhyun memandang ke arah member SUJU yang lain. Mereka semua memberi kode agar Kyuhyun segera melakukan apa yang dikatakan Ryeowook. Memangnya apa yang akan Ryeowookie lakukan? Kenapa mereka begitu ketakutan?
"Kyuhyunnie," bisik Eunhyuk sambil menatap Ryeowook yang masih memasak. "Tolong kau habiskan makanan itu ya."
"Tapi….perutku bisa meletus makan sebanyak ini, hyung."
"Jebal, Kyuhyunnie… Apa kau tidak kasihan pada kami? Jika kau tidak menghabiskannya, kami satu persatu akan kena semua." Donghae berbisik.
"Benarkah?"
"Ne. Aku tidak bohong."
Kyuhyun percaya kata-kata Donghae, apalagi Sungmin juga mengangguk kepadanya. Ketika akhirnya Kyuhyun makan, hanya Shindong yang kecewa.
.
18 April 2007
Kyuhyun pikir, suasana hati Ryeowook akan membaik setelah ia menyantap masakan namja itu sampai perutnya terasa sakit kemarin. Tetapi ternyata Ryeowook tetap berdiam diri pagi ini.
Member SUJU yang lain juga ikut bingung melihat hal itu. Setiap Ryeowook maupun Kyuhyun ditanya, tak satu pun yang mau mengatakan penyebab kemarahan Ryeowook.
"Ada apa dengan mereka berdua? Tak biasanya mereka bertengkar."
Shindong mengacak rambutnya sedikit frustasi. Dia yang dikenal sebagai mood maker saja tidak berhasil membuat Ryeowook kembali seperti semula.
"Wookie juga aneh. Biasanya dia hanya marah setengah hari paling lama."
"Memangnya ada masalah serius apa?"
"Entahlah, Wookie masih biasa ketika pamit hendak ke kantor SM menyusul Kyuhyunnie."
"Sungmin-ah, apa Kyuhyunnie mengatakan sesuatu padamu?" tanya Leeteuk.
"Tidak. Tapi sepertinya Wookie yang marah, bukan Kyuhyunnie."
"Aish! Apalagi yang dilakukan si evil magnae itu." Heechul menggeleng kesal sambil memandang Kyuhyun yang keluar dari kamar.
Kyuhyun membuka laptopnya dan tersenyum ketika membaca status Hangeng.
.
18 April 2007
Besok saya tampil di Changsa, Hunan TV.
Ini kali kedua saya tampil dalam acara hiburan di China.
Terima kasih buat sutradara dan semua pihak yang sudah mendukung.
Meski harus bangun jam 6 pagi setiap hari, saya merasa senang. Padahal tadi malam saya berlatih menari sampai dini hari.
Mari kita lakukan yang terbaik!
…
Kalian juga harus menjaga kesehatan kalian.
Sarangheyo
.
Sarangheyo, Hankyung hyung. Kyuhyun tersenyum lagi. Dia tahu pesan yang terakhir ditujukan untuk semua member SUJU.
"Daripada menulis pesan di sana, kau tinggal menitip pesan padaku, Kyuhyunnie," kata Siwon yang ternyata mengintip dari belakang sejak tadi. Namja itu sudah berpakaian rapi lengkap dengan jaketnya.
"Ah! Siwon hyung akan ke China hari ini?"
"Ne. Changsa acaranya besok, dan sudah jadwalku muncul di sana menemani Hankyung hyung. Kau mau titip pesan?"
"Tidak." Kyuhyun kembali menatap laptop-nya, membaca status-status Hankyung di sana.
"Jangan pura-pura, kau kelihatan seka…."
"Wo ai ni." Tiba-tiba Kyuhyun memotong kalimat Siwon, membuat wajah namja itu memerah.
"MWO?"
"Itu pesan dariku buat Hankyung hyung. Katakan aku menyayanginya padanya."
Siwon tergelak melihat mimik Kyuhyun yang serius. Bahkan air matanya sampai keluar karena begitu keras tertawa. "Siapa yang mengajarimu kalimat itu?"
"Aku menanyakannya pada Hankyung hyung, bagaimana cara bilang kalau aku menyayangi seseorang."
"Pabo! Kau tidak menyebutkannya dengan jelas! Kalimat tadi harus kau katakan untuk yeoja yang mau kau nikahi!"
"Andwae!" Kali ini wajah Kyuhyun yang memerah. "Ya sudah, aku tulis lewat lap top saja."
"Jangan merajuk begitu. Aku pasti menyampaikan pesanmu."
"Berapa lama penerbangan ke sana, Siwon hyung?"
"Hanya 3 jam. Kapan-kapan kau ikut ya?"
"Aku mau!" Kyuhyun menjadi bersemangat. "Hankyung, maksudku… Hangeng qeqe sudah memilihkan nama China untukku. Kui Xian. Aku sangat menyukainya. Akan kupakai jika berada di sana."
"Ne. Lain kita atur agar kau bisa ke sana."
"Kalian jangan ngobrol terus, ini naskah untuk movie nanti." Leeteuk membagi-bagikan naskah kepada mereka semua. "Pelajarilah, lusa kita mulai pengambilan gambar.
"Whoa! Aku jadi pemain basket!" Kyuhyun tertawa senang. "Sudah lama aku tidak main basket. Pasti menyenangkan."
"Aku jadi ketua OSIS." Siwon juga merasa senang.
"Ada Henry!" seru Kyuhyun saat membaca daftar pemain lainnya. "Aku baru berkenalan kemarin. Tampaknya dia sangat berbakat."
"Semua member kebagian peran. Karena ini film pertama yang SM produksi, kita harus belajar baik-baik." Leeteuk mengingatkan.
"Tenang saja, Teuki hyung. Di sini ada aku, Kibummie dan Donghae hyung," kata Siwon. "Kyuhyunnie, kau harus belajar padaku soal…."
Siwon merengut ketika Kyuhyun sudah beranjak ke dekat Kibum untuk berdiskusi soal perannya. Aish! Dia selalu terkagum-kagum pada Kibummie.
.
Siang sudah menjelang sore, tetapi Ryeowook masih saja mengurung diri di kamar. Kyuhyun seharian ini berpikir tentang apa yang harus ia lakukan untuk membuat amarah Ryeowook mereda. Hyungnya yang berhati lembut itu kali ini benar-benar keras. Beberapa kali ia mencoba mengajak bicara, tetapi tidak berhasil.
Sepertinya aku harus mengakui semua yang kusembunyikan kepada hyungdeul. Hal ini membuat Kyuhyun sangat cemas. Jika Ryeowookie yang lembut saja bereaksi seperti ini… Bagaimana dengan hyungdeul yang lain?
"Yesung hyung," panggil Kyuhyun, membuat Yesung yang sedang membereskan koleksi CD nya menoleh. Kyuhyun melangkah masuk ke kamar yang selalu ia hindari itu, dan menutup pintunya. Hal itu membuat Yesung mengerutkan kening.
"Wae yo, saeng?"
Kyuhyun memandang Yesung. Semua member SUJU tahu, jika ingin bercerita dengan jaminan cerita itu tertutup selamanya, Yesung adalah tempat yang paling tepat. Kyuhyun sendiri tidak tahu bagaimana cara Yesung menata hatinya sehingga bisa menampung semua keluhan tanpa kembali mengeluarkannya kepada yang lain.
"Jika aku melakukan kesalahan besar, maukah hyung memaafkanku?"
Yesung kembali mengerutkan keningnya. "Tentu saja. Bukankah kita semua bersaudara? Saudara harus saling memaafkan."
"Gomawo, hyung."
Yesung terkejut ketika Kyuhyun mendekat, memeluknya dari belakang dan merebahkan kepala di pundaknya.
"Hyung, maukah kau berdoa untukku? Malam ini aku membutuhkannya." Kyuhyun mempererat pelukannya. "Aku tak mau kehilangan kalian, hyung. Karena itu, berdoalah untukku."
Begitu banyak yang Yesung ingin tanyakan, tetapi cara Kyuhyun memeluknya, betapa dinginnya tangan Kyuhyun yang melingkari lehernya, namja itu tahu ia sebaiknya menutup mulutnya.
.
"Ryeowookie…." Kyuhyun kembali mencoba menghampiri Ryeowook yang sedang duduk sambil memainkan keyboard di kamarnya. Saat itu, Kyuhyun sudah selesai mandi. Ia mengenakan sweater CK warna putih, jeans abu-abu dan topi putih. Malam ini, dia dan Shindong akan menjadi bintang tamu di SUKIRA.
Ryeowook tidak menyahut. Ia meneruskan permainan keyboardnya.
"Ryeowook hyung…"
Ryeowook masih tidak menyahut, namun ia menghentikan permainannya dan memutar duduknya membelakangi Kyuhyun.
"Apakah pipimu masih terasa sakit?" Kyuhyun menghela nafas melihat Ryeowook masih saja terdiam. "Mianhe, seharusnya, kau menamparku saja kemarin…."
Ryeowook tak bergeming.
"Eotteoke hajyo, Ryeowookie? Apa yang dapat aku lakukan agar kau mau memaafkanku?"
Ryeowook hanya menghembuskan nafas panjang. Kyuhyun tak tahu harus bicara apa lagi, karena Ryeowook tampak benar-benar marah padanya.
"Kyuhyunnie! Sudah waktunya kita berangkat!" seru Shindong dari depan pintu dorm.
"Sebentar, hyung!" Kyuhyun menyahut. Namja itu mendekati Ryeowook dan memegang bahunya dari belakang. Tetapi Ryeowook menepiskannya dengan kasar. Kyuhyun tertegun mendapatkan perlakukan seperti itu.
"Kau marah sekali padaku, Ryeowookie?" tanyanya dengan suara sedikit bergetar. "Mianhe… Jeongmal mianhe, Ryeowookie. Aku berjanji, pulang dari SUKIRA nanti, aku akan mengakui semuanya kepada hyungdeul."
"Kyuhyunnie! Ayo cepat! Kau sedang apa?" Kali ini Leeteuk yang memanggil.
"Sebentar, Teuki hyung!"
Kyuhyun memandang Ryeowookie yang masih membelakanginya. "Aku akan menjelaskan semuanya, Ryeowookie. Setelah itu, kumohon, maafkan aku. Jeobal mianhe, Ryeowookie."
Ketika Ryeowook akhirnya berbalik, Kyuhyun sudah tidak ada. Air mata namja itu tumpah sudah. Mianhe, Kyuhyunnie, cuma ini yang bisa kulakukan untuk memaksamu berterus terang. Kau kadang terlalu keras kepala untuk mau berbagi kesulitanmu kepada kami. Padahal seharusnya kami yang melindungimu, dongsaeng. Jeobal mianhe….
.
Kyuhyun sedikit terhibur dengan mengisi acara di SUKIRA. Apalagi dia bersama Shindong yang selalu berhasil membuat suasana menyenangkan. Lagu 'A Separation To Me' pun berhasil Kyuhyun bawakan dengan baik. Itu membuat mood-nya meningkat, meski pun dia tahu, nanti malam ada hal besar yang harus dia lakukan.
"Hyung, kita kirim foto seram buat hyungdeul yang di dorm yuk." Kyuhyun membujuk Leeteuk, Eunhyuk dan Shindong ketika acara selesai. "Aku ceritanya jadi hantu yang diam-diam muncul di belakang kalian. Lalu kita kirim foto itu ke semua hyungdeul. Minimal ada Donghae dan Yesung hyung ketakutan."
"Hmm, boleh juga. Ayo kita lakukan," kata Shindong bersemangat. "Kau muncul dari belakangku saja. Jadi sama-sekali tidak terlihat."
Mereka pun membuat foto itu.
.
19 April 2007
00.01
"ANDWAE!" Terdengar teriakan dari kamar Donghae. Namja yang belum tidur itu mengguncang-guncang Sungmin yang tertidur agar bangun. Wajahnya tampak ketakutan. "Sungmin hyung! Bangun! Aku takut!"
Sungmin mengucak matanya sejenak ketika akhirnya tersadar Donghae sudah nyaris menangis di dekatnya. "Gwenchana, saeng?"
"Aku mendapat foto menakutkan!"
Sungmin melihat pesan itu, yang di awali dengan kalimat: ADA HANTU DI SUKIRA! Empat buah foto. Kyuhyun berbuat iseng lagi. Namja itu tersenyum.
"Coba kau lihat baik-baik, Donghae-ah. Ini Kyuhyunnie. Kebetulan saja dia memakai sweater dan topi putih."
Melihat Donghae masih ketakutan, akhirnya Sungmin menarik dongsaengnya itu keluar. Ternyata di sana sudah ada Yesung yang tengah duduk di sofa dengan kedua kaki ditekuk dan tangan memeluk lututnya erat-erat.
Sepertinya Yesung hyung juga mendapat kiriman foto. Dua orang aneh…padahal foto ketiga dan keempat sudah jelas-jelas Kyuhyun. Tetapi kenapa foto biasa seperti itu jadi menakutkan?
Sungmin cuma bisa menggelengkan kepalanya. Namja itu menyalakan lampu ruang tengah, kemudian menunjukkan kepada dua namja itu siapa yang mereka kira hantu tadi.
"Aish! Apa yang dipikirkan si jelek itu malam-malam begini? Aku pikir sms penting, ternyata hanya foto iseng." Heechul keluar dari kamarnya. "Kalau dia berani mengirim ke Kibum dan Kangin, aku pastikan besok dia tidak selamat."
"Pasti dia kirim!" celetuk member yang lain serempak.
"Semoga Siwon di China berdoa untuknya, jadi dia selamat." Yesung berbicara entah ditujukan kepada siapa, membuat yang lain sedikit bergidik.
Berada di dekat Yesung yang memiliki aura misterius, apalagi tengah malam begini, merupakan salah satu hal yang tidak diingini member lain. Namun tak satu pun yang mengantuk karena kiriman foto tadi.
"Ah, aku jadi tidak bisa tidur lagi!" Heechul merasa kesal.
"Hyungdeul tunggulah sebentar, aku akan membuatkan susu panas. Katanya susu bisa membuat kita mudah tidur." Ryeowook yang baru saja keluar kamar, segera menuju ke dapur.
.
19 April 2007
00.10
"Aigoo! Sudah lewat tengah malam! Ayo cepat pulang, kita masih ada jadwal besok." Leeteuk memimpin dongsaengnya menuju mobil. Kameramen dan wartawan yang meliput tadi, juga pulang bersama, tetapi dengan mobil yang berbeda.
Kyuhyun memandang ke langit. Malam itu sangat gelap. Bulan tidak ada, hanya bintang yang tampak. Malam ini hyungdeul pasti lelah. Sebaiknya aku berbicara besok saja.
Penundaan rencana membuat kecemasan Kyuhyun bertambah. Begitu duduk di dalam mobil, ia mengenakan earphonenya, menyetel musik dan memejamkan mata. Tenanglah, Cho Kyuhyun, semua pasti bisa dilewati. Kau tinggal bicara baik-baik. Semoga mereka mengerti… Kyuhyun mencoba menenangkan dirinya.
Leeteuk seperti biasa, memastikan semua dongsaengnya tidak ada yang tertinggal. Ia tak ingin kejadian dulu, saat Shindong terpaksa berlari-lari mengejar mobil yang membawa SUJU terulang kembali. Ada manager hyung dan seorang driver yang ikut di dalam mobil. Mobil hitam itu pun melaju dengan tenang menuju dorm.
Mereka baru saja tiba di jembatan Olympic ketika tiba-tiba terdengar ledakan. Ban sebelah kiri pecah. Mobil itu pun berguncang-guncang dan mulai kehilangan kendali. Eunhyuk, Shindong, Leeteuk dan manager hyung yang masih terjaga, langsung mencari pegangan.
Leeteuk sudah memegang bangku depannya erat-erat saat mobil mulai berputar sangat cepat. Tak ayal lagi kepalanya membentur kaca jendela mobil. Mobil terbalik ke kanan. Darah pun mengalir deras dari kepalanya, menutupi pandangan matanya. Ia pun kehilangan kesadaran.
Shindong dan Eunhyuk merangkak keluar mobil begitu mobil berhenti bergerak. Ketika melihat Leeteuk masih berada di dalam, Shindong segera menarik Leeteuk keluar. Wajah dan punggung sang leader berdarah akibat pecahan kaca.
Sang driver yang berhasil keluar dari mobil dan melihat sekelilingnya, mulai menjerit histeris. Ia menyalahkan dirinya dan berkata akan membunuh diri. Hal itu membuat yang lain semakin kebingungan.
"Sonyeon, gwenchana? Kalian tidak apa-apa?" teriak manager hyung berusaha mengalahkan teriakan sang driver sambil berlutut dari posisinya. Ia juga mengalami luka-luka.
Shindong mendekatkan dirinya ke Leetuk yang mulai tersadar. "Gwenchana, Teuki hyung?"
"Gwenchanayo," kata Leeteuk sambil meringis kesakitan.
"Aku hanya luka sedikit, manager hyung," sahut Eunhyuk.
"Ne, aku juga," sahut Shindong.
Manager hyung meraih ponsel dan menelepon ambulan.
Kebiasaan Leeteuk mengabsen dongsaengnya tidak hilang meski ia sedang terkapar kesakitan. Namja itu membuka matanya, melihat Eunhyuk dan Shindong yang berkumpul mengerubunginya. Ia tak melihat Kyuhyun.
"Eunhyuk-ah, di mana Kyuhyunnie?" tanyanya lemah.
Pertanyaan sang leader membuat Eunhyuk dan Shindong tersadar. Saat itu sebuah ambulan sudah datang. Dengan penerangan yang berasal dari mobil ambulan, mereka mencoba mencari Kyuhyun. Shindong menengok ke dalam mobil mereka dan menggeleng. Wartawan dan kameramen sibuk meliput kejadian.
Eunhyuk tidak menghiraukan semua itu. Dengan cemas, ia mengedarkan pandangannya lebih jauh dari lokasi mereka. Saat itulah di sisi lain jalan, sekitar 20-30 meter dari mobil yang terbalik, ia melihat sesosok tubuh terbaring.
"KYUHYUNNIE!"
Teriakan histeris itu membuat Leeteuk dan Shindong terkejut. Sang leader menarik lengan Shindong, memberi isyarat agar namja itu menyusul Eunhyuk. Setelah sedikit ragu, akhirnya Shindong berlari menyusul. Leeteuk merasa was-was, namun ia tak bisa bergerak. Sekujur tubuhnya sakit. Beberapa petugas ambulan segera memberinya penyanggah leher untuk menghindari kalau-kalau ia mengalami patah tulang leher.
"…Kyuhyunnie… Kyuhyunnie…" Leeteuk mencoba meminta mereka untuk lebih dulu melihat Kyuhyun, namun ia sudah tak bisa berbicara banyak. Mereka tetap mengangkatnya ke dalam ambulan dan berangkat ke rumah sakit.
Teriakan Eunhyuk juga menarik perhatian wartawan yang sedang sibuk meliput mereka. Namja itu menangis keras begitu sosok di seberang jalan itu dikenalinya. Dongsaengnya terbaring dengan posisi yang sangat aneh. Kepalanya tertekuk begitu rupa dengan baju penuh koyakan dan bersimbah darah. Tampaknya Kyuhyun terlempar keluar ketika mobil berputar. Eunhyuk sempat mematung. Ia sungguh takut melihat kemungkinan terburuk. Tetapi samar-samar ia mendengar suara Kyuhyun. Namja itu bergegas berlari mendekat.
.
Kyuhyun yang tadi terbangun karena benturan keras beberapa kali ditubuhnya, ketika akhirnya tersadar, matanya melihat mobil yang mereka tumpangi terbalik di kejauhan. Ia mencoba bangun, tetapi pandangannya segera kabur. Tubuhnya sama sekali tidak dapat digerakkan. Rasa sakit yang luar biasa menerpa seluruh syarafnya, membuat kesadarannya timbul tenggelam. Samar-samar, ia masih dapat mendengar teriakan sang driver dan suara ambulan yang mendekat.
Susah payah Kyuhyun berusaha bernafas, tetapi semakin keras ia berusaha, semakin ia merasa tak ada udara yang bisa dihirupnya. Dadanya mulai terasa panas karena paru-parunya kekurangan udara. Ommo… mereka tak tahu aku berada di sini… Kyuhyun mengerjap menahan sakit sementara sekelilingnya kembali gelap ketika ambulan melaju pergi.
Kyuhyun mulai tidak bisa merasakan tubuhnya dari kaki hingga ke leher. Seperti inikah jika seseorang mau meninggal? Andwae…! Aku masih ingin hidup… Banyak yang belum kukerjakan… Banyak kesalahanku yang belum dimaafkan… Kyuhyun mulai menangis.
Satu per satu bayangan masa lalunya muncul. Saat pertamanya masuk sekolah dasar, saat ia bepergian bersama keluarganya, dan saat pertama kali ia muncul di panggung, semua bermunculan dalam benaknya satu persatu dengan kenangan-kenangan lain.
Saat itulah ia melihat Eunhyuk berlari ke arahnya.
"Kyuhyunnie, gwenchana? Gwenchana, saeng?" Wajah Eunhyuk sangat ketakutan.
Apakah keadaanku begitu mengerikan? Apakah aku akan mati sekarang?
Wartawan dan kameramen berdiri di samping Eunhyuk yang berlutut di dekat Kyuhyun. Mereka bersiap mengambil gambar dan merekam. Shindong bergegas merunduk untuk menutupi Kyuhyun dari kamera dengan tubuhnya.
"Berhenti mengambil gambar! Tolong panggilkan ambulan!" teriak Eunhyuk geram.
Salah seorang staff manager berita, langsung mengeluarkan handphone dan memanggil ambulan lainnya.
"Hyung… mianhe…jebal mianhe…" Aku tak mau pergi seperti ini. Hyungdeul, aku belum meminta maaf pada kalian semua… "Tuhan, tolong selamatkan saya… Tolong ampuni saya…" Kyuhyun mulai menggumam tidak jelas di sela-sela tangisnya.
Bukankah orang yang mau meninggal saja yang meminta maaf? Eunhyuk yang mendengar permohonan doa dan maaf Kyuhyun pun menggenggam tangan dongsaengnya sambil menangis. "Jangan bicara begitu…. Kamu akan baik-baik saja."
Berkali-kali Eunhyuk membisikkan kata itu, mencoba meyakinkan Kyuhyun dan dirinya sendiri, namun akhirnya ia ikut berdoa bersama Kyuhyun, memohon untuk keselamatan dongsaengnya. Aish! Kenapa ambulan begitu lama?
"Hyung… Aku …. mengantuk…."
"Jangan biarkan dia tidur!" seru Shindong cemas. Sambil tetap membungkukkan tubuh di atas Kyuhyun, ia meraih tangan Kyuhyun yang digenggam Eunhyuk. "Kyuhyunnie, ireona! Kau tidak boleh tertidur!"
Eunhyuk berusaha mengajak Kyuhyun berbicara, tetapi dongsaengnya sudah memejamkan mata. Kedua namja itu menangis dengan keras ketika tangan Kyuhyun yang digenggam mereka terkulai.
.
Member SUJU yang berada di dorm tengah menikmati susu panas ketika tiba-tiba suara telepon di ruangan itu berbunyi. Sungmin melirik ke jam dinding. Tiga puluh menit melewati tengah malam.
"Siapa yang menelepon jam segini?" Heechul menggerutu.
Yesung mendekati pesawat telepon yang terus saja berdering.
"Yeoboseo," sapanya.
Tarikan nafas Yesung membuat member yang lain menoleh. Namja berkepala besar itu tidak bicara apa-apa, hanya terus mendengarkan. Namun tangannya jelas bergetar. Ryeowook, Sungmin, Heechul dan Donghae berpandangan dengan cemas.
Yesung meletakkan gagang telepon, namun gagang itu sempat terjatuh. Sungmin segera membantunya meletakkan gagang itu. Tangan Yesung masih bergetar ketika ia memandang Heechul dan dongsaengnya.
"Mereka kecelakaan." Namja itu berkata seperti bergumam pada dirinya sendiri. "Mereka kecelakaan sepulang dari SUKIRA. Kini semua berada di Rumah Sakit Gangnam. Kita diminta secepatnya ke sana."
Keempat namja itu menatap Yesung, berharap dia hanya bergurau. Namun raut wajah yang suram itu membuktikan yang sebaliknya.
"Kalian pergilah dahulu. Aku…aku mau ke gereja… Aku harus ke gereja."
Tiba-tiba namja itu mengambil jaketnya, dan keluar dengan terburu-buru, meninggalkan keempat member SUJU yang masih mencoba tersadar dari keadaan.
Yesung berlari ke arah gereja yang terdapat di dekat dorm. Penelepon tidak memberitahu apa-apa selain mereka harus secepatnya ke rumah sakit. Tetapi hati Yesung terasa sangat sakit.
"Hyung, maukah kau berdoa untukku? Malam ini aku membutuhkannya."
Kata-kata Kyuhyun sebelum berangkat tadi membuatnya gelisah. Perasaan yang tidak enak yang dirasakannya sejak tadi sore, kini meluap keluar.
Kyuhyunnie, bertahanlah, hyung akan mendoakanmu. Bertahanlah, dongsaeng….
.
Hangeng baru saja menghapus keringatnya dengan handuk ketika Siwon masuk. Mereka sedang berlatih untuk pertunjukkan besok, meski waktu sudah menunjukkan tengah malam. Tetapi Hangeng sudah beberapa kali mengalaminya, jadi dia tidak terkejut.
Melihat Siwon masuk dengan wajah pucat dan jatuh berlutut di lantai ruang latihan, ia segera menghampirinya. Beberapa penari latar juga menatap Siwon dengan cemas.
"Siwon-ah, kau lelah? Kalau begitu tidurlah. Besok kita cari akal agar kau tidak perlu menari banyak. " Hangeng hendak memeluk Siwon, ketika ia menyadari ada yang tidak beres.
Wajah Siwon bukan lelah, bukan pucat karena latihan menari. Wajah tampan itu seperti menahan tangis. Bahunya berguncang ketika akhirnya namja itu terbungkuk, menangis dengan wajah melekat di matras.
Hangeng cepat menarik bangun SIwon. Kali ini dia benar-benar cemas. DIguncangnya bahu Siwon untuk menyadarkan dongsaengnya. "Siwon! Gwencahana? Apa yang terjadi? Cepat katakan padaku!"
Hangeng tak perduli semua orang terkejut mendengar hardikannya. Namja yang selalu berbicara lembut itu tampak sangat gusar karena rasa cemas yang memuncak.
"Manager hyung menelepon… Eunhyuk hyung….Shindong hyung…." Siwon mencoba menarik nafas. Air matanya mulai mengalir deras. "Mereka kecelakaan, hyung! Teuki hyung terluka parah. Dan Kyuhyunnie… Kyuhyunnie…."
"Ada apa dengan Kyuhyunnie! Demi apapun yang kau percayai, Siwon! Cepat jawab aku!"
Siwon memandang Hangeng sejenak sebelum memeluk namja itu erat-erat. "Kyuhyunnie koma. Kata dokter, ia mungkin tidak tertolong."
"Sebelum Hankyung hyung kembali ke China, aku ingin memakan masakan ini. Siapa tahu aku tak bisa memakannya lagi."
Tubuh Hangeng terasa lemas. Ia teringat saat Kyuhyun memakan nasi buatannya dengan senyum manis kekanakkan yang sangat ia sukai.
Tue pu chi, Kui Xian. Gege tidak berada di sisimu saat kau membutuhkanku. Air mata Hangeng pun mengalir. Ia memeluk Siwon dan keduanya menangis bersama.
.
10 April 2007
PK. 03.00
Kibum dan Kangin berlarian memasuki rumah sakit. Mereka sudah ditunggu oleh manager hyung di depan, karena polisi berjaga agar para fans yang berkumpul tidak memaksa masuk. Namun sempat ada seorang fans yang berpura-pura menjadi pasien, masuk dan hampir mengambil foto. Tetapi segera diamankan oleh petugas.
Beberapa staff SM juga ada di sana untuk mengurus semua keperluan. Saat itulah Kibum dan Kangin melihat kedua orang tua Kyuhyun datang. Mereka diserbu para wartawan, tetapi staff SM segera menghalanginya.
Yesung yang sudah datang lebih dulu, langsung menarik Kangin dan Kibum untuk berkumpul bersama member lainnya.
"Gwenchana, Yesung hyung?" tanya Kibum cemas. Ia sempat megira ada telepon iseng, karena sebelumnya menerima sms foto hantu itu. Tetapi karena telepon datang bertubi-tubi, namja itu pun mengangkatnya. "Bagaimana kondisi hyungdeul dan Kyuhyunnie?"
"Shindong hanya lecet dan memar. Eunhyuk terkena sedikit pecahan kaca di punggungnya sehingga memerlukan jahitan. Tetapi mereka tetap akan melakukan pemeriksaan menyeluruh, supaya tidak ada gegar atau atau trauma yang terlewat. Teuki hyung sudah menjalani operasi untuk mengeluarkan seluruh pecahan kaca di kepala dan punggungnya." Yesung mulai kehabisan nafas. Ia menggigit bibirnya menahan tangis yang sedari tadi mendesak keluar.
"Kami belum tahu keadaan Kyuhyunnie. Dia koma," kata Sungmin sambil merangkul Yesung. "Dia mengalami patah tulang kaki dan pinggul akibat terlempar dari mobil. Tulang rusuknya patah di 6 bagian dan menusuk ke paru-paru sehingga mengalami pendarahan."
"Apakah mereka sudah mengoperasinya?" tanya Kangin cemas.
"Itu dia yang membuat kami cemas. Katanya, kondisi Kyuhyun tidak stabil. Dia belum bisa dioperasi." Sungmin berusaha menjelaskan. "Tadi kami diperlihatkan foto rongent, paru-paru Kyuhyun yang robek, sudah kehilangan udara sangat banyak."
Ryeowook yang duduk di sebelah Heechul, tampak sangat gelisah. Kata-kata Kyuhyun saat membujuknya untuk memaafkan, berkali-kali terngiang di telinganya. Ia tak sanggup jika Kyuhyun sampai tak sempat berbaikan lagi dengannya.
Heechul seperti orang lain. Namja itu hanya duduk terpekur. Air matanya saja yang mengalir sejak tadi, hingga matanya menjadi sembab. Tak satu pun kata keluar dari mulutnya.
Tiba-tiba staff SM datang menghampiri mereka. "Kita akan memindahkan semua ke rumah sakit Samsung. Karena Kondisi Kyuhyun sangat kritis, dia akan tetap di sini."
"Kenapa harus dipindah? Tidak bisakah semua di sini saja?" Heechul meradang.
"Itu kebijakan dari kami. Bagaimana dengan kalian?"
"MWO?" Ketujuh member saling berpandangan dengan perasaan bercampur aduk. Bahkan di saat seperti ini pun mereka diharuskan memilih?
.
.
TBC
.
.
Akhirnya chapter ini jadi juga.
Mianhe update nya agak lambat
Itu karena author menangis melihat foto-foto
Yang mereka buat di SUKIRA saat sebelum kecelakaan,
Nggak dapat author bayangkan kalau itu jadi foto terakhir Kyuhyun
Juga lagu yang Kyuhyun nyanyikan malam itu di SUKIRA…indah sekali.
Buat yang belum pernah melihatnya,
bisa lihat di FB author : Iyagi (I depan huruf besar)
Yang paling sulit untuk chapter ini adalah,
menceritakan apa yg orang2 sudah tahu.
Karena itu chapter ini agak lambat karena author mencoba mencari tahu detail2 nya, termasuk detail medisnya.
Semoga tidak mengecewakan
.
Kamsahamnida
.
.
Reviews for Chapter 11
ji hyun : Author ikut senang jika ff ini bisa disukai oleh chingu. Gomawo sudah mereview
Keyra Kyuunie 10/12/12 Iya, chingu, untung Changmin segera sadar.
tnrilyanaa 10/12/12 Belum, ending, kok, chingu
apel 10/12/12 Gomawo chingu, udah mau baca ff ini, udah review, dan terutama , udah mau tahu soal SUJU dan kuppa. Gomawo
lalalala 10/12/12 Gomawo 'lanjut'nya hehehe
Momo ShinKaI 10/12/12 Gomawo sudah menyempatkan diri, chingu.
violin diaz 10/12/12 Bisa tanya di PM aja kalau mau tahu yg chingu mau tahu fakta tidaknya. Banyak fakta tapinya
sitara1083 10/12/12 My evil magnae memang berhati malaikat kok chingu hehehe. Buktinya bisa punya hyungdeul yang saying banget ama dia dan sobat yang care banget ama dia. Saya juga berharap, semua member akan kembali lagi bersama
10/12/12 Kecelakaanya tgl 19…baru 20 menit menginjak tgl 19. Berantemnya sebelumnya, tapi belum berbaikan
Yuli Sagitharia 10/11/12 Gomawo sudah merebiew chingu
heeeHyun 10/11/12 Semua analisis chingu, benar. Author senang yg kayak gini nih…jadi tahu kalau ada yg tahu apa yg author maksud dalam cerita , chingu, ditunggu review selanjutnya. RS? Mau coba menebak? *evil smirk
SunakumaKYUMIN 10/11/12 . Yang paling sulit adalah, menceritakan apa yg orang2 sudah tahu. Gomawo reviewnya chingu
FiungAsmara 10/11/12 Mianhe chingu, karena itu author taruh di genre drama. Karena ini memang banyak sedihnya
PrincessKyu 10/11/12 Gomawo, chingu, senang sekali membaca review yang detail, jadi tahu kalau ada salah paham atau tidak (^_^) Semoga author tidak mengecewakan chingu
perisai SUJU 10/11/12 Wookie nampar pipi sendiri kok, chingu. Gomawo reviewnya
Bella 10/11/12 Peran Siwon kemungkinan akan bertambah, chingu, karena aslinya memang begitu. Sama juga dengan beberapa member lain
misskyuKYU 10/11/12 Gomawo sudah member review, chingu. Author jadi semangat. Ditunggu review selanjutnya
kyukyu712 10/11/12 Ne. Author usahakan cepat. Gomawo
GaemRa Kyu-Uke 10/11/12 Pertanyaan chingu udah terjawab atau belum ya di chapter ini? Gomawo reviewnya
Gyurievil 10/11/12 Sungmin kayaknya paling hali soal Kyuhyun sampai sekarang hehehe
Winnie 10/11/12 Tidak ada. Cowok semua. Mereka sobat karib
kyuzi 10/11/12 PM fb chingu aja, nanti author add. Iyagi aja, I nya i besar. Tapi FB paling author buka 1 x sehari
sparkyu cyn 10/11/12 Gomawo sudah merevew, semoga nggak mengecewakan chingu
Hikari tsuky 10/11/12 Ending tidak diundur, chingu. Malah 1 chapter lagi kayaknya….
riyuri 10/11/12 Yang Kibum bohongin Changmin itu nyata lho hahaha…polos banget. Iya, chingu, ryeowook berantem ama Kyuhyun dan belum baikan saat kecelakaan
dhianelf4ever 10/11/12 Soal itu ditunggu di chapter selanjutnya, chingu.
Magieapril 10/11/12 Hiks….pendek sekali chingu reviewnya hehehe. Gomawo
Vivinetaria 10/11/12 Ada chingu, gomawo
kyuzi 10/11/12 Gpp, chingu, author suka kok baca review.
Blackyuline 10/11/12 Gomawo reviewnya.
Park Nara Quinnevil 10/11/12 Gomawo chingu
Rainbow cake 10/11/12 Iyagi chingu. I nya yg di depan huruf besar. Kalau susah pm author aja nama fb chingu
1414 10/11/12 Kyuhyun digantikan oleh Hangeng, Leeteuk digantikan oleh Ryeowook. Tapi akhirnya Leeteuk muncul beberapa detik. Itu karena kecelakaan makanya diganti. Tapi bukan berarti Ryeowook dan Hangeng nggak dapat jatah peran, tapi kelihatannya mereka pindah peran.
ryeofha2125 10/11/12 Gomawo sudah mereview chingu
Kadera 10/10/12 Masak sih chingu? Di chapter 6 atau 7 saya balas kok….
Kalau soal lift, tanya Kyuppa nya langsung aja hehehe
Shin Rihee 10/10/12 Gomawo, review.
NaeKyu 10/10/12 Hiks…kok speechless, chingu? Author terima saran juga kok
Sunny 10/10/12 Iya betul, chingu. Gomawo reviewnya
thiefhanie fha 10/10/12 Iya, mereka memang bertengkar, chingu. Gomawo
Fitri MY 10/10/12 Gomawo reviewnya, kayaknya chapter ini belum terjawab, karena author menunggu seseorang berkumpul. Dia tokoh kuncinya
10/10/12 Gomawo sudah mengikuti ff ini, chingu. Author tunggu review selanjutnya ya. Dua chapter terakhir kayaknya agak2 sulit pakai banget….minta dukungannya. gomawo
umi elf teukie 10/10/12 Bukankah kalau Teuki pasti berharap kita semua setia sampai dia kembali chingu? Dia yang paling sedih jika kita mengabaikan dongsaeng yang dia sayangi
ChiharuKatou 10/10/12 Kyuhyun kecelakaan…sudah dirinci di chapter ini chingu. Gomawo
Kyuline 10/10/12 Masukannya bagian yg chingu suka juga bisa, Gomawo sudah mereview.
Kim ryokie 10/10/12 Kita tunggu serangan petinggi SM selanjutnya, ya chingu…lama2 author suka tokoh ini hehehe
Kim Anna 10/10/12 Gomawo sudah mereview
ay 10/10/12 Chapter ini belum bisa author jawab. Gomawo reviewnya
shizuku m 10/10/12 Chapter selanjutnya baru terjawab, chingu. Gomawo sudah jadi yang pertama kirim review.
